JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Peningkatan Minat Siswa Melalui Metode Storytelling Terhadap Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Loly Sri RahayuA*. Saidah Ahmad1. Ika Aryastuti Hasanah1 1 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi. Jambi. Indonesia. *Corresponding Author: Loly Sri Rahayu. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi. Jambi. Indonesia. lolysrirahayu1@gmail. DOI: 10. 29303/jpap. A 2026 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan minat siswa pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam melalui metode storytteling Islami pada kelas i Madrasah Ibtidaiyah No. 04/E. 72 Koto Baru minat siswa masih tergolong rendah pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan minat siswa dengan metode storytelling Islami dengan persentase nilai rata-rata minat minat siswa pada pra siklus 49,04%, siklus I 77,97% dan siklus II 93,46% dengan kategori minat siswa sangat tinggi, dan persentase kerberhasilan siswa pada pada pra siklus 10%, siklus II 70% dan siklus II 90% dengan kategori minat siswa sangat tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode storytelling Islami dapat menjadi metode yang efektif dalam peningkatan minat siswa pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Kata Kunci: Storytelling. Minat Siswa. Sejarah Kebudayaan Islam. Pendahuluan Pembelajaran adalah suatu cara yang di tempuh pendidik dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan tuntutan dan karakteristik yang berbeda antara anak dengan orang dewasa. Oleh karena itu, guru perlu menyiapkan suatu metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak secara optimal (Susanto, 2. Menurut Rofiatun NisaAo et al. pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif bisa terlaksana dengan baik apabila guru dapat mengkondisikan siswa saat pembelajaran di kelas. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) metode adalah cara kerja yang teratur dan bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna Menurut Abdurrahman Ginting. AuMetode pembelajaran adalah cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta berbagai teknik dan sumber daya terkait lainnya supaya menjadi proses pembelajaran pada diri siswaAoAo (Ilyas & Armizi, 2. Storytelling adalah kegiatan yang dilakukan secara lisan kepada orang lain dengan alat atau tanpa alat yang disampaikan dalam bentuk pesan, informasi, atau hanya berupa sebuah dogeng, yang menyenangkan untuk di Storytelling berasal dari dua kata yaitu AustoryAy dan AutellingAy, story dalam bahasa indonesia artinya cerita, sedangkan telling dalam bahasa indonesia artinya penceritaan, maka arti dari storytelling adalah menceritakan cerita atau penceritaan cerita (Pratiwi. Storytelling adalah sebuah teknik atau kumpulan untuk menceritakan sebuah kisah. Hal ini dimaksudkan agar pesan moral yang terkandung di dalamnya akan sampai kepada anak-anak (Istiani & Islamy, 2. Collin . menegaskan storytelling mempunyai banyak kegunaan di dalam pendidikan anak. Dia menyimpulkan bahwa story menyediakan suatu menyebabkan anak dapat membentuk pengalaman menjadi keseluruhan yang dapat mereka pahami. Story menyebabkan mereka dapat memetakan secara mental pengalaman dan melihat gambaran di dalam kepala mereka (Asrul & Rahmawati, 2. Minat adalah landasan penting yang dapat mendorong siswa untuk belajar secara suka rela. Belajar adalah proses, bukan tujuan atau hasil siswa harus mengalami belajar yang lebih luas dari itu. Sedangakan ___________ Sitasi: Rahayu. Ahmad. , & Hasanah. Peningkatan Minat Siswa Melalui Metode Storytelling Terhadap Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 216Ae221. https://doi. org/10. 29303/jpap. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Handayani . kecenderungan individu menikmati dan merasa termotivasi dalam melakukan aktivitas pembelajaran, baik melalui praktik maupun pengalaman. Dengan kata lain, minat siswa adalah mencakup kertelibatan yang sadar, kegembiraan, dan motivasi. Minat, dalam konteks pendidikan, merujuk pada rasa ketertarikan dan keinginan seseorang untuk mempelajari sesuatu. Minat sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran, karena Ketika siswa memiliki minat terhadap suatu materi, mareka akan lebih termotivasi untuk belajar, berusaha lebih keras dan cederung lebih mudah memahami materi tersebut. Minat yang tinggi akan membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan hasil belajar mereka (Isfana dan Saidah. Indikator minat yaitu kesukaan, ketertarikan, perhatian,dan keterlibatan (Fitri Yanti & Sumianto. Munurut Friantini & Winata . menyebutkan indikator minat ada 4 yaitu. Perasaan senang, . Ketertarikan untuk belajar, . Menunjukkan perhatian saat belajar, . Kertelibatan dalam belajar. Indikator minat yaitu rasa senang atau suka dalam aktivitas belajar, rasa kertertarikan untuk belajar, adanya kesadaran untuk belajar tanpa disuruh, berpatisipasi dalam aktivitas belajar, memberikan perhatian yang besar dalam belajar (Irma Septiani et al. , 2. Secara etimologi atau dalam penelitian Bahasa sejarah Aual-syajarahAy. Dalam Bahasa arab, yang semula berarti pohonAy. Sementara secara etimologi sejarah mengandung arti ketentuan masa atau waktu yang merupakan kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau. Peristiwa tersebut banyak mengandung ibrah yang perlu diceritakan kepada generai-generasi penerus saat ini, agar sejarah tidak terkubur seperti terkuburnya manusia di tanah, apabila mengalami kematia (Suhari, 2. Sejarah merupakan catatan yang berhubungan dengan kejadian masa lampau yang di abadikan dalam laporan-laporan tertulis dan dalam ruang lingkup yang luas (H. A, 1. Sedangkan kebudayaan aslinya dari Bahasa Sansekerta yakni buddhayah yang menjadi wujud jamak dari buddhi yakni budi maupun akal. Budi artinya akal, kelakuan, serta norma, sedangkan daya memiliki arti hasil karya cipta manusia. Jadi kebudayaan bila dikaitkan dengan Islam dapat diartikan hasil karya manusia yang mempunyai nilai-nilai ajaran Islam yang sumber nya dari Al-QurAoan dan Sunnah. Berdasarkan definisi tersebut bisa dikatakan bahwa sejarah kebudayaan Islam yaitu kejadian maupun peristiwa Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 216-221 masa lalu yang berwujud hasil karya cipta umat Islam yang sesuai dengan nilai-nilai Islam yakni Al-QurAoan dan Sunnah (Sri Nurlina Priyanti, 2. Namun peneliti meyakini dari penelitian terdahulu bahwa metode storytellin terbuktik efektif dalam meningkatkan minat dan motivasi siswa. Penelitian Sri Nurlina Priyanti . menunjukkan bahwa penerapan metode storytelling Islami di MI Muhammadiyah Lautang Salo. Kabupaten Sidrap, berhasil meningkatkan minat belajar dari 48,43% sebelum penerapan menjadi 65,72% pada siklus pertama dan mencapai 80,13% pada siklus kedua. Hal ini menegaskan bahwa storytelling Islami mampu membuat siswa terlibat secara aktif, mempermudah pemahaman materi serta meningkatkan antusiasme mereka terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya Islam. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Hasibuan . yang menerapkan digital storytelling Islami di Madrasah Aliyah pondok pesantren robiAoul Islam pasar latong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode storytelling Islami tidak hanya meningkat minat siswa yang awalnya rendah, tetapi juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik. Selain aspek konigtif, storytelling Islami juga berdampak pada pengembangan nilai moral dan spiritual siswa. MI No. 04/E. 72 Koto Baru dipilih sebagai lokasi penelitian karena saat proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berlangsung siswa cenderung tidak menujukkan perasaan senang saat pembelajaran sejarah kebudayaan Islam, tidak tertarik untuk belajar, tidak menunjukkan perhatian terhadap belajar dan tidak terlibat aktivitas belajar. kemudian mengenai metode pembelajaran apa saja yang telah diterap mereka menggunakan metode pembelajaran mencatat, medikte dan membaca. Berdasarkan hasil observasi diatas peneliti menemukan kurangnya minat siswa pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam. Metode Desain dalam penelitian ini menggunakan motode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah sebuah pendekatan penelitian yang melibatkan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran melalui serangkaian tindakan yang di rencanakan dan di laksanakan secara kolaboratif didalam kelas. Dalam penelitian ini, objek penelitian adalah siswa kelas i di MI No. 04/E. 72 Koto Baru. Penelitian ini menggunakan model Kemmis & Mc Taggart, yang dimana penelitian tindakan kelas menurut Kemmis & Mc Taggart terdiri dari 4 tahap, yakni perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Salah satu motode dapat di terapkan sebagai pedoman dalam merancang dan melakukan penelitian tindakan kelas adalah model Kemmis & Mc Taggart yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari Kurt Lewin. Hasil dan Pembahasan Bagian penelitian ini dilaksanakan dikelas i MI No. 04/E. 72 Koto Baru. Pada penelitian ini, peneliti sebagai Observer, dan guru sebagai pendidik. Penelitian ini telah dilaksanakan sebanyak 2 siklus dalam rentang waktu 2 minggu. Masing Ae masing siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Siklus I dilaksanakan pada hari Kamis 27 November 2025 dan JumAoat 28 November 2025. Sedangkan siklus II dilaksanakan hari Kamis 04 Desember 2025 dan JumAoat 05 Desember 2025. Pengumpulan data penelitian dengan melaksanakan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan metode storytelling. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Adapun uraian pelaksanaan setiap siklus adalah sebagai berikut: Siklus I Sebelum pelaksanaan tindakan peneliti terlebih dahulu mempersiapkan perencaan yaitu peneliti dan guru berkolaborasi menyusun rancangan yang akan dilaksanakan, yaitu: menyusun MODUL AJAR tentang mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam BAB IV Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad Saw Topik A. Kelahiran Nabi Muhammad Saw dengan menerapkan metode storytelling Islami, menyusun dan mempersiapakan bahan ajar yang diajarkan, menyiapkan lembar angket minat siswa dan mempersiapkan LKPD siklus 1. Kegiatan Pembelajaran mengucapkan salam, menanyakan kabar dan mengajak peserta didik berdoa sebelum belajar. Gumengecek kehadiran peserta didik,mengajak siswa menyanyikan lagu nasional AuGaruda PancasilaAy,memberikan motivasi kepada siswa,meminta siswa menyiapkan buku pembelajaran diatas meja, menanyakan materi yang telah dipelajari minggu lalu, mengajukan pertanyaan pemantik,menyampaikan materi pembelajaran hari ini, menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di Dalam kegiatan inti, membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa, menyampaikan cerita menjelang kelahiran Nabi Muhammad menggunakan metode storytelling,melakukan variasi dan inovasi dalam bercerita kisah menjelang kehiran Nabi Muhammad SAW,menyampaikan cerita menjelang Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 216-221 kelahiran nabi Muhammad SAW sesuai dengan alur cerita dengan memperhatikan intonasi dalam bercerita, sehingga siswa mampu menghayati cerit, menggunakan gambar peristiwa sebagai alat peraga,mengembangkan cerita menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW, menggunakan gerakan tubuh dan mimik wajah dalam menjelaskan cerita menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW,menanyakan kepada siswa apakah siswa sudah paham tentang cerita menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW, membagikan LKPD, menjelaskan petunjuk pergerjaan LKPD,memberikan LKPD,meminta siswa berdiskusi dalam mengerjakan LKPD, mengingatkan selama kegiatan diskusi berlangsung harus saling berkerja sama, semua terlibat aktif dan disiplin dalam mengerjakan LKPD,berkeliling ke setiap kelompok untuk memantau keatifan siswa selama diskumelakukan bimbingan terhadap proses diskusi jika siswa mengalami kesulitan,meminta siswa mempresentasikan hasil LKPD kelompok,Siswa mempresentasikan hasil LKPD kelompok yang telah dikerjakan,Siswa mendengarkan presentasi dari kelompok penyaji,Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab tentang hasil diskusi kelompok yang telah disajikan di depan kelas. Kegiatan diakhiri dengan Guru dan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara bersama,memberikan penguatan terhadap materi yang diajarkan,guru dan peserta didik melakukan refleksi materi hari ini,menyampaikan tindak lanjut pembelajaran yang mendatang,membagikan angket minat,memberitahu cara pengisian angket,Guru mengajak siswa berdoa bersama dan mengucapkan Untuk melihat berapa besar peningkatan minat siswa terhadap mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam. Pada siklus pertama ini dilaksanakan pengamatan dalam proses pembelajaran menggunakan angket minat siswa. Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa minat siswa di siklus I memperoleh 14 siswa dengan nilai >80 sedangkan 6 siswa belum berhasil dengan nilai <80. Persentase siswa yang berhasil yaitu 70% standar keberhasilan yaitu 80%. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan minat siswa pada pembelajaran sejarah kebudayaan Islam dengan menerapakan metode Siklus peningkatan minat siswa. Namun pada siklus I minat siswa belum mencapai target ketuntasan penelitian. Maka peneliti akan melanjutkan siklus II. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Tabel 1. Minat belajar siswa pada siklus I No Nama Indikator Minat Belajar Siswa Jumlah Siswa Skor AMR DIM GRM HNF MAR NSA NAG FAA Jumlah Nilai rata-rata 77,97% Siswa Tuntas Persentase Tuntas Siswa Tidak Tuntas Persentase Tidak Tuntas Siklus II Pada tahap perencanaan, peneliti dan guru berkolaborasi menyusun rancangan yang akan dilaksanakan, yaitu: menyusun Modul Ajar tentang mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam BAB IV Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad SAW Topik B. kelahiran Nabi Muhammad SAW, menyiap alat peraga,menyusun dan mempersiapkan bahan ajar yang diajarkan, mempersiapkan, angket minat siswa, mempersiapkan lembar wawancara guru, siswa dan waka kurikulum dan mempersipkan LKPD siklus II. Kegiatan Pembelajaran dimulai dengan Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa berdoAoa menyanyikan lagu nasional AuGaruda PancasilaAy, melakukan ice breaking, apresesepsi, memberikan motivasi, menyiapkan buku pembelajaran diatas meja, menanyakan materi yang telah dipelajari minggu lalu, mengajukan pertanyaan pemantik, menyampaikan tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan inti, membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa, menyampaikan cerita kelahiran Nabi Muhammad menggunakan metode storytelling, melakukan variasi Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 216-221 dan inovasi dalam bercerita kisah kehiran Nabi Muhammad SAW,menyampaikan cerita kelahiran nabi Muhammad SAW sesuai dengan alur cerita dengan memperhatikan intonasi dalam bercerita, sehingga siswa mampu menghayati cerit, menggunakan video animasi sebagai alat peraga, mengembangkan cerita kelahiran Nabi Muhammad SAW, menggunakan gerakan tubuh dan mimik wajah dalam menjelaskan cerita kelahiran Nabi Muhammad SAW, menanyakan kepada siswa apakah siswa sudah paham tentang cerita kelahiran Nabi Muhammad SAW, membagikan LKPD, menjelaskan petunjuk pergerjaan LKPD,memberikan informasi terkait batas waktu pengerjaan LKPD, meminta siswa berdiskusi dalam mengerjakan LKPD, mengingatkan selama kegiatan diskusi berlangsung harus saling bekerjasama, semua terlibat aktif dan disiplin dalam mengerjakan LKPD, berkeliling ke setiap kelompok untuk memantau keatifan siswa selama diskumelakukan bimbingan terhadap proses diskusi jika siswa mengalami kesulitan, meminta siswa mempresentasikan hasil LKPD kelompok, siswa mempresentasikan hasil LKPD kelompok yang telah dikerjakan, siswa mendengarkan presentasi dari kelompok penyaji, guru dan peserta didik melakukan tanya jawab tentang hasil diskusi kelompok yang telah disajikan di depan kelas kegiatan diakhiri dengan guru dan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara bersama, memberikan penguatan terhadap materi yang diajarkan,guru dan peserta didik melakukan refleksi materi hari ini, menyampaikan tindak lanjut pembelajaran yang mendatang, membagikan angket minat, memberitahu cara pengisian angket, guru mengajak siswa berdoa bersama dan mengucapkan salam. Berdasarkan hasil angket minat siswa siklus II diproleh nilai rata-rata minat siswa pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam yaitu 93,46% dengan tingkat persentase keberhasilan 90% berada pada kategori AuMinat Sangat TinggiAy. Hasil observasi pengamatan minat siswa terhadap mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada siklus II pertemuan I dan II, dapat dilihat pada tabel 2 diketahui siswa pada siklus II mendapatkan 18 siswa yang telah mencapai nilai >80, sedangkan 2 siswa belum berhasil dengan nilai <80. Siswa yang berhasil mencapai nilai lebih dari 80 memiliki persentase sebesar 90%. Dengan begitu rasa kepedulian siswa terhadap lingkungan meningkat dengan kategori AuSangat TinggiAy dengan memenuhi indikator yang telah ditentukan. Secara keseluruhan, dengan metode storytelling dalam peningkatan minat siswa telah berhasil, sehingga Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan peneliti dan guru memutuskan untuk menghentikan di siklus II. Tabel 2. Minat belajar siswa pada siklus II No Nama Siswa Indikator Minat Belajar Siswa Jumlah Skor AMR DIM GRM HNF MAR NSA NAG FAA Jumlah Nilai rata-rata 93,46% Siswa Tuntas Persentase Tuntas Siswa Tidak Tuntas Persentase Tidak Tuntas Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan, metode storytelling terbukti dapat meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan persentase minat siswa dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada pra siklus kondisi minat siswa masih rendah yaitu dengan 3 siswa tuntas 15% dengan kategori AuMinat RendahAy dengan nilai rata-rata 49,04%. Akhir siklus I dengan siswa tuntas 14 siswa tuntas dengan persentase 70% denga kategoriAuMinat TinggiAy dengan nilai rata-rata yang termasuk dengan kategori AuMinat TinggiAy, pada akhir siklus II diperoleh 18 siswa tuntas dengan persentase 90% dengan kategori AuMinat Sangat TinggiAy dengan nilai rat-rata 93,46% yang termasuk AuMinat Sangat TinggiAy atau meningkat. Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 216-221 Daftar Pustaka