JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching at the Right Level Terhadap Minat Dan Kemampuan Menulis Deskripsi Andi Aryasti1*. Muhammad Akhir1. Tarman1 Program Studi Magister Pendidikan Dasar. Universitas Muhammadiyah Makassar. Makassar. Indonesia *Corresponding author email : andi. aryasti18@gmail. Article Info Article history: Received July 15, 2025 Approved August 05, 2025 Keywords: Problem-Based Learning Model. Teaching at the Right Level Approach. Interest, and Descriptive Writing Ability ABSTRACT This study aims to describe students' interest and writing ability using the Problem-Based Learning model combined with the Teaching at the Right Level (TaRL) approach. This research is a quantitative study. The sample consisted of all fifth-grade students at UPT SPF SD Inpres Maccini 1/1. Data were collected through tests and observations, and the results were analyzed using descriptive and inferential statistics through a t-test. Based on the average posttest results of interest and descriptive writing skills using the ProblemBased Learning model with the Teaching at the Right Level approach, the posttest scores were higher than the pretest scores. The research findings show that the average interest score of the control and experimental classes was 86. 44 O 93. 27, and the average descriptive writing ability score of the control and experimental classes was 83. 00 O 95. After administering a written test to students, the average pretest score before implementing the model was 63. Following the intervention, the average posttest score increased to 87. Thus, the implementation of the Problem-Based Learning model with the Teaching at the Right Level approach in Indonesian language learning had a positive effect on students' interest and descriptive writing skills ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat dan kemampuan menulis siswa menggunakan Model pembelajaran Problem Based learning menggunakan Pendekatan Teaching at the Right Level. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 pada UPT SPF SD Inpres Maccini 1/1. Data yang dikumpulkan menggunakan tes dan observasi, sedangkan data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji T. Berdasarkan rata-rata hasil posttest minat dan keterampilan menulis deskripsi menggunakan Model pembelajaran Problem Based learning menggunakan Pendekatan Teaching at the Right Level laporan pengamatan, setelah diterapkan Hasil Postest lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil pretest. Hasil Penelitian membuktikan bahwa Minat siswa rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 86,44 Ou 93,27 dan kemampuan menulis deskripsi siswa dengan nilai rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 83,00 Ou 95. Setelah memberikan tes tertulis kepada siswa rata-rata pretest yang diperoleh sebelum diterapkan Model pembelajaran Problem Based learning menggunakan Pendekatan Teaching at the Right Level Yaitu 63,91%. Setelah dilakukan tindakan dengan perlakuan, maka nilai posttest yaitu 87,73%. Sehingga model pembelajaran Problem Based learning menggunakan Pendekatan Teaching at the Right Level yang diterapkan pada pembelajaran bahasa Indonesia berpengaruh terhadap terhadap minat dan kemampuan menulis deskripsi. Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1374 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Aryasti. Akhir. , & Tarman. Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) Terhadap Minat Dan Kemampuan Menulis Deskripsi Siswa Kelas Gugus Kecamatan Makassar. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 1374Ae1388. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja aktif siswa. Sehingga jelas bahwa kegiatan belajar bukanlah kegiatan sepihak dari guru atau siswa (Haryani et al. , 2. Keberhasilan belajar sangat bergantung pada keterlibatan menyeluruh antara siswa dibawah bimbingan guru. Kegiatan belajar akan berlangsung optimal jika siswa sebagai siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara utuh dan aktif merumuskan setiap temuan. Menurut (Ahmad, 2. , aktivitas dalam belajar dapat memegang peranan penting dalam semua kegiatan proses belajar mengajar. Dengan adanya daya aktif siswa dalam proses pembelajaran, siswa sebagai pembelajar lebih cenderung memiliki tingkat minat dan semangat yang tinggi dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Dukungan minat belajar sangat dibutuhkan untuk terciptanya pembelajaran efektif. Siswa yang pada awalnya tidak mampu menguasai Pelajaran Bahasa Indonesia, akan berusaha mengejar ketertinggalannya jika dalam diri siswa terbentuk minat tinggi untuk turut aktif dalam setiap proses pembelajaran, karena ia merasa puas dengan proses belajar (I. Lestari, 2. Dukungan minat belajar secara langsung dapat merubah perilaku belajar, dari tidak peduli menjadi lebih peduli. Yang dengan minat belajar tersebut siswa akan bersedia meninggalkan kegiatan yang kurang mendukung pencapai tujuan belajar. Pengembangan minat belajar tidak akan tumbuh tanpa adanya dukungan faktor pemicu yang mampu mempengaruhi nurani siswa. Faktor pemicu yang dapat berperan mengembangkan minat belajar siswa adalah waktu belajar, jika waktu belajar sesuai maka dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga proses belajar lebih efektif dan dapat meningkatkan kemampuan menulis (Utari & Rambe, 2. Berdasarkan uraian di atas, untuk mewujudkan salah satu tujuan pendidikan nasional dan standar proses pendidikan guru harus berinovasi dengan pendekatan, strategi dan model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan kemampuan menulis siswa. Minat belajar dapat membantu setiap individu untuk menjadi lebih baik. Menurut (Astuti & Kristin, 2. dengan minat belajar, interaksi antara guru dan siswa dan atau dengan temannya akan menghasilkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, hal ini menciptakan lingkungan belajar yang menguntungkan di kelas, dimana setiap siswa dapat memanfaatkan eterampilan mereka sebaik mungkin. Meningkatnya minat belajar dapat mempengaruhi kemampuan menulis siswa. Menurut (Sinar, 2. kemampuan yaitu prestasi yang dibuat oleh siswa setelah menyelesaikan berbagai mata pelajaran akademik. Adapun menurut Suprijono, bentuk kemampuan yaitu pola-pola perilaku, internalisasi nilai pemahaman konsep, jenis-jenis sikap, apresiasi dan keterampilan merupakan contoh kemampuan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan di salah satu SD pada siswa kelas 5 gugus 3 kecamatan Makassar, dengan jumlah siswa 22 orang, yang terdiri atas 12 orang perempuan dan 10 orang laki-laki. Ditemukan bahwa terdapat beberapa siswa dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas, yang tidak memperhatikan penjelasan guru, sibuk berbicara dengan teman sebangkunya, tidak membawa bahan belajar, dan malas untuk Meskipun guru sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk terus berperan aktif Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1375 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . selama pembelajaran, ditemukan bahwa antusias siswa kurang, ketika guru menjelaskan materi pelajaran, siswa cenderung diam dan hanya memperhatikan penjelasan tanpa ada tanggapan yang membangkitkan rasa ingin tahunya, siswa menanggapi sekedarnya saja, hal inilah yang menunjukkan bahwa minat belajar siswa masih tergolong rendah yang berimbas pada kemampuan menulisnya. Kurangnya minat belajar siswa dalam proses pembelajaran bukan hanya dari kesalahan siswa, melainkan juga dapat dilihat dari cara guru dalam mengajar, seperti guru selalu menggunakan metode ceramah langsung dan pembelajaran kelompok serta belum menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dibarengi dengan pendekatan pembelajaran yang sesuai degan minat ataupun tingkat kemampuan siswa, guru kurang mampu menarik perhatian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Guru dalam memberikan tugas hanya memberikan tugas berupa mengerjakan soal-soal yang ada di buku siswa dengan berdiskusi kelompok. Selain minat belajar yang masih kurang, juga ditemukan permasalahan yaitu kemampuan menulis yang masih tergolong rendah pada beberapa siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi menulis deskripsi. Kemampuan menulis yang diperoleh menunjukkan bahwa, dari 20 jumah siswa, masih terdapat 8 orang yang memiliki nilai di bawah KKM, yaitu 75. Sehingga, jika di presentasekan terdapat 40% yang belum mencapai KKM. Berdasar dari hal tersebut, dalam upaya memberikan bantuan dalam meningkatkan minat dan kemampuan menulis deskripsi siswa, dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dengan melakukan penelitian secara kuantitatif (Setyawati et al. , 2. Menurut (Susanti, 2. Proses kegiatan pembelajaran dalam menerapkan TaRL guru perlu menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa. TaRL menekankan guru untuk memberikan siswa dengan perlakuan yang berbeda agar kemampuan dan minat belajar siswa dapat berkembang sesuai dengan tingkat perkembangan masing-masing. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan dengan penyesuaian aspek aspek seperti ruang lingkup atau konten materi pelajaran, proses pembelajaran, produk kemampuan dan kondisi lingkungan belajar (Hidayah et al. , 2. Menurut (Susanti, 2. Kegiatan proses pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan karakteristik siswa, tidak berarti guru harus menyusun beberapa modul ajar untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang berbeda, guru cukup menyusun satu modul dengan kegiatan pembelajaran yang dilengkapi dengan petunjuk penyesuaian terhadap tahap capaian dannkarakteristik siswa. Penyesuaian konten materi bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran bagi siswa yang memiliki kesiapan, minat dan tingkat penguasaan kompetensi yang berbeda. Penyesuaian proses pembelajaran bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajarnya dengan melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran bermakna terkait materi yang dipelajari (Jauhari et al. , 2. Penyesuaian produk kemampuan bertujuan agar siswa bisa menunjukkan pemahaman dan penerapannya, memperlihatkan kepemilikan akan produknya, merasa termotivasi, serta bertanggung jawab. Penyesuaian lingkungan bertujuan untuk memberikan dukungan untuk keleluasaan, kenyamanan dan keamanan belajar bagi siswa dari segi fisik dan psikis. Dengan berbagai penyesuaian tersebut, model PBL menggunakan pendekatan TaRL dapat menjadi jawaban dari persoalan kesenjangan kemampuan yang selama ini terjadi di dalam kelas. Hal itulah yang menjadi dasar permasalahan sehingga masih kurangnya minat belajar dan kemampuan menulis deskripsi yang masih tergolong rendah, maka mencoba mengatasi permasalahan dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan pendekatan Teaching at the Right Lever (TaRL). Penerapan pendekatan TaRL dapat menyesuaikan Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1376 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . pembelajaran dengan karakteristik siswa. Berikut hipotesis yang dibangun dari hubungan antar variabel penelitian ini: Terdapat pengaruh signifikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan pendekatan teaching at The Right Level (TaRL) terhadap minat siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar. Terdapat pengaruh signifikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan pendekatan teaching at The Right Level (TaRL) terhadap kemampuan menulis siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar. Terdapat pengaruh signifikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan pendekatan teaching at The Right Level (TaRL) terhadap minat dan kemampuan menulis siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai permasalahan serta pemberian solusi terhadap masalah pembelajaran di sekolah dasar Kota Makassar, serta rekomendasi yang dapat diambil oleh pihak terkait untuk perbaikan di masa METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan bentuk desain penelitian sebagai berikut: Tabel 1. Desain penelitian Kelas Pre Test Treatment Post test Keterangan : : Kelas Eksperimen : Kelas Kontrol : Treatmen dengan model PBL dan pendekatan TaRL : Tanpa Treatmen model PBL dan pendekatan TaRL : Nilai Pretest : Nilai Pretest : Nilai Posttest : Nilai Posttest Subjek populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas 5 gugus 3 Kecamatan Makassar, dengan rincian sebagai berikut: Tabel 2. Subjek Populasi Nama Sekolah UPT SPF SD Inpres Maccini 1/1 UPT SPF SD Negeri Maccini 2 UPT SPF SD Inpres Maccini UPT SPF SD KIP Maccini UPT SPF SD Negeri Maradekaya 1 UPT SPF SD Negeri Maradekaya 2 Total Jumlah siswa Total Sumber: Data Dapodik Sekolah Gugus 3 Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1377 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Adapun yang terpilih menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 pada UPT SPF SD Inpres Maccini 1/1. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan pemberian tes melalui pretest dan postest serta observasi. Untuk menganalis data yang diperoleh dari hasil penelitian pre-test dan post-test peneliti akan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Untuk menguji pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dengan menggunakan pendekatan Teaching at the Rigt Level digunakan perhitungan manual yaitu dengan rumus efektivitas N-Gain Uji gain ternormalisasi (N-Gai. dilakukan untuk mengetahui minat dan kemampuan siswa setelah diberikan perlakuan. Target yang ingin dicapai tentunya 100% materi dikuasai siswa, dan minimal telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. Menentukan aturan pengambilan keputusan atau kriteria yang signifikan dengan kaidah pengujian signifikan: Jika nilai signifikansi . -taile. < 0,05 berarti Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) menggunakan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) berpengaruh terhadap minat dan kemampuan menulis siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar. Jika nilai signifikansi . -taile. > 0,05 berarti Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) menggunakan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) tidak berpengaruh terhadap minat dan kemampuan menulis siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang berkaitan dengan Penggunaan Model Problem Based Learning (PBL) menggunakan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) berpengaruh terhadap minat dan kemampuan menulis siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar. Data diambil menggunakan angket secara langsung turun ke lapangan. Angket yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 34 item pertanyaan yang berkaitan dengan Observasi Minat belajar, 7 item pertanyaan untuk mengukur Minat belajar siswa dan 7 Item pertanyaan Untuk mengukur kemampuan menulis siswa. Angket tersebut kemudian diberikan kepada siswa kelas VA SD Inpres Maccini 1 dan Kelas VB SD Inpres Maccini 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas kelas kontrol. Deskripsi Minat siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar melalui Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) Hasil analisis deskriptif lembar observasi Minat dan kemampuan menulis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Analisis Deskriptif Data Kuesioner Kelas Kontrol dan Eksperimen Statistik Deskripstif Jumlah Sampel Maksimum Minimum Rata-rata . Nilai Statistik Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1378 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Rentang . Standar Deviasi Median Sumber : IBM SPSS Statistic Version 26 Berdasarkan tabel 3 menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan terhadap kondisi awal, kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 85. 27 sedangkan kelas kontrol sebesar 79. 06 dan berdasarkan nilai standar deviasi menunjukkan bahwa tingkat persebaran data kelas eksperimen sebesar 5. 418 sedangkan kelas kontrol 8. Hal tersebut menunjukkan nilai rata-rata dan standar deviasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki cukup perbedaan dimana kelas eksperimen memiliki nilai lebih tinggi. Berdasarkan hasil observasi awal tentang Minat Siswa pada kelas V SD Inpres Maccini 1 Tingkat minat kelas Eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol namun dalam tingkat kesenjangan tidak terlampau jauh. Berdasarkan hasil observasi awal diatas kemudian memberikan angket kepada Guru untuk menilai tingkat minat siswa dengan memberi masing-masing 7 Item Pertanyaan angket dengan deskripsi sebagai berikut. Tabel 4. Hasil Analisis Deskriptif Kelas Kontrol dan Eksperimen Statistik Deskripstif Jumlah Sampel Maksimum Minimum Rata-rata . Rentang . Standar Deviasi Nilai Statistik Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Median Sumber : IBM SPSS Statistic Version 26 Berdasarkan tabel 4. menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan terhadap kondisi awal, kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 93. 27 sedangkan kelas kontrol sebesar 86. 44 dan berdasarkan nilai standar deviasi menunjukkan bahwa tingkat persebaran data kelas eksperimen sebesar 6. 009 sedangkan kelas kontrol 8. Hal tersebut menunjukkan nilai rata-rata dan standar deviasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki cukup perbedaan dimana kelas eksperimen memiliki nilai lebih tinggi. Deskripsi kemampuan menulis Deskripsi siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar melalui Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) Berdasarkan hasil observasi awal tentang Kemampuan Menulis Deskripsi pada siswa kelas V SD Inpres Maccini 1 Tingkat minat kelas Eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Berdasarkan hasil observasi Peneliti kemudian memberikan angket kepada Guru untuk menilai kemampuan Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1379 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . menulis deskripsi siswa dengan memberi masing-masing 7 Item Pertanyaan angket dengan deskripsi sebagai berikut. Tabel 5. Hasil Analisis Deskriptif Kemampuan menulis Kelas Kontrol dan Eksperimen Nilai Statistik Statistik Deskripstif Kelas Eksperimen Kelas Kontrol 95,15 83,00 Median Sumber : IBM SPSS Statistic Version 26 Jumlah Sampel Maksimum Minimum Rata-rata . Rentang . Standar Deviasi Berdasarkan tabel 5 menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan terhadap kondisi awal, kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 95. 15 sedangkan kelas kontrol sebesar 83. 00 dan berdasarkan nilai standar deviasi menunjukkan bahwa tingkat persebaran data kelas eksperimen sebesar 5. 820 sedangkan kelas kontrol 9. Hal tersebut menunjukkan nilai rata-rata dan standar deviasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki cukup perbedaan dimana kelas eksperimen memiliki nilai lebih tinggi. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) Terhadap minat dan kemampuan Menulis Deskripsi siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar Sebelum terjadinya proses pembelajaran, observer melakukan pre-test terlebih dahulu pada kedua kelas yang sudah ditentukan sebagai sampel sebelum diberi perlakuan. Dari hasil pre-test ditemukan nilai rata-rata dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Setelah melakukan pre-test, peneliti meminta guru untuk memberikan perlakuan yang berbeda dengan penyampaian materi yang sama pada Mata pelajaran Bahasa Indonesia. Terhadap kelas kontrol peneliti menggunakan sempel kelas VB dengan jumlah siswa 18 peserta didik. Setelah dilakukan pre-test peneliti menyerahkan kembali kelas kepada guru Bahasa Indonesia dengan melakukan proses pembelajaran menggunakan metode ceramah yang dilakukan guru dalam menyampaikan materi. Pada kelas eksperimen, peneliti mengambil sampel kelas VA dengan jumlah siswa 22 peserta didik. Pada kelas eksperimen, proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL). Hasil Pre-tes Minat dan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Kontrol dan Eksperimen Pre-test ini dilakukan pada kelas VA dan VB setelah dilakukan pre-tes dapat diketahui kemampuan awal dari kedua kelas tersebut. Berikut nilai hasil pre-test dari kelas kontrol dan Hasil analisis deskriptif Pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel berikut: Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1380 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Tabel 6. Hasil Pretest siswa Nilai Statistik Statistik Deskripstif Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Rentang . Standar Deviasi Median Jumlah Sampel Maksimum Minimum Rata-rata . Sumber : IBM SPSS Statistic Version 26 Berdasarkan tabel 6. tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kondisi awal hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 63,91 sedangkan kelas kontrol sebesar 66. 11 dan berdasarkan nilai standar deviasi menunjukkan bahwa tingkat persebaran data kelas eksperimen sebesar 12. sedangkan kelas kontrol 13. Hal tersebut menunjukkan nilai rata-rata dan standar deviasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol hampir sama. Hasil Post-Test Minat dan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Kontrol dan Eksperimen Post-test yang dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar setelah diberi perlakuan yang berbeda dengan materi yang sama. Proses pembelajaran kelas kontrol guru lebih mendominasi, sedangkan pada kelas kontrol siswa cenderung antusias dan aktif dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan, maka diketahui hasil post-test siswa sebagai berikut. Hasil analisis deskriptif Post-test hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 7. Hasil Analisis Deskriptif Post-test Minat siswa Statistik Deskripstif Nilai Statistik Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Jumlah Sampel Maksimum Minimum Rata-rata . Rentang . Standar Deviasi Median Sumber : IBM SPSS Statistic Version 26 Berdasarkan tabel 7 menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kondisi awal hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 87. 73 sedangkan kelas kontrol sebesar 85. 56 dan berdasarkan nilai standar deviasi menunjukkan bahwa tingkat persebaran data kelas eksperimen sebesar 7. sedangkan kelas kontrol 7. Hal tersebut menunjukkan nilai rata-rata dan standar deviasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki selisih dimana kelas eksperimen lebih tinggi. Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1381 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pemaparan diatas diketahui bahwa nilai rata-rata dari kedua kelas tersebut dengan metode pembelajaran yang berbeda mendapat hasil yang juga berbeda, dimana dapat kita lihat bahwa nilai rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 85. 56 Ou 87. 73 dan dilihat juga dari nilai maksimum dan minimum bahwa kelas eksperimen nilai maksimumnya lebih besar yakni 100 daripada kelas kontrol hanya 95, sedangkan nilai minimum dari kedua kelas tersebut menunjukkan kelas eksperimen berada di angka 75 dan Kontrol hanya 70. Apabila melihat dari nilai KKM yang telah ditentukan, maka dari jumlah siswa per kelasnya tidak ada siswa yang belum memenuhi nilai KKM sesuai standar kurikulum merdeka belajar dan pada kelas eksperimen semua siswa telah memenuhi nilai KKM. Berdasarkan pemaparan diatas, maka terdapat perubahan yang cukup besar pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL). Untuk uji independent t-test dapat dilihat dari data berikut: Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Hasil Equal variances Equal variances not assumed Sig. t-test for Equality of Means Std. Mean Error Sig. Differenc Differe 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Berdasarkan hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa nilai Sigmoid 0,02<0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah ada Perlakuan Untuk Pengukuran Minat siswa, dimana perlakuan terhadap kelas eksperimen memiliki pengaruh yang lebih tinggi terhadap hasil belajar siswa dibandingkan kelas kontrol yang tidak ada perlakuan. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) dalam meningkatkan minat Siswa Kelas V maccini 1 Makassar. Hasil Equal variances Equal variances not assumed Independent Samples Test Menulis Deskripsi Siswa Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Std. 95% Confidence Error Interval of the Sig. Mean Diffe Difference Sig. Difference rence Lower Upper Berdasarkan hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa nilai Sigmoid 0,00<0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah ada Perlakuan Untuk Pengukuran Minat siswa, dimana perlakuan terhadap kelas eksperimen memiliki pengaruh yang lebih tinggi Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1382 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . terhadap hasil belajar siswa dibandingkan kelas kontrol yang tidak ada perlakuan. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) dalam meningkatkan Hasil Menulis Deskripsi Siswa Kelas V maccini 1 Makassar. Pembahasan Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, terhitung sejak keluarnya surat izin meneliti. Mulai dari tanggal 10 Maret hingga Mei 2025. Pelaksanaan penelitian ini mencakup tiga kali pertemuan baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Pada pertemuan pertama, tanggal 10 April 2025, dilakukan pre-test sebagai tes awal untuk mengukur kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kemudian, pada pertemuan selanjutnya, yaitu tanggal 14, 16, dan 21 April 2025, kelas eksperimen diberikan perlakuan . berupa pembelajaran dengan menggunakan model model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL). Sementara itu, pada kelas kontrol, pembelajaran dilaksanakan tanpa menggunakan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 10 April 2025 dengan pemberian pre-test. Kemudian, pada pertemuan selanjutnya, yaitu tanggal 14, 16, dan 21 April 2025, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode konvensional . eramah dan penugasa. sesuai dengan praktik yang biasa dilakukan oleh guru di kelas tersebut. Setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai, pada pertemuan terakhir 21 April 2025, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol diberikan post-test. Post-test ini bertujuan untuk mengukur perubahan hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran yang berbeda. Hasil post-test ini kemudian akan dianalisis untuk membandingkan model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level TaRL dengan Metode Konvensional. Teaching at The Right Level (TaRL) adalah pendekatan pembelajaran yang tidak mengacu pada tingkat kelas, melainkan mengacu pada tingkat kemampuan pesera didik (Hadiawati et al. Pendekatan TaRL yaitu mengatur mengatur peserta didik tidak terikat pada tingkatan Namun dikelompokkan berdasarkan fase perkembangan ataupun sesuai level kemampuan peserta didik yang sama. Sehingga acuannya pada capaian pembelajaran, namun disesuaikan dengan karakteristik, potensi, kebutuhan peserta didiknya (Cahyono, 2. Teaching at The Right Level (TaRL) adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang beriorientasi pada pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan kognitif peserta didik dengan membentuk kelompok diskusi berdasarkan tingkat kemampuan rendah, sedang dan tinggi bukan berdasarkan tingkatan kelas (Ahyar et al. , 2. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) menekankan pada kebutuhan spesifik setiap siswa dan bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan personal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui Deskripsi penggunaan model model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level TaRL dengan Metode Konvensional yang kemudian siswa mengimplementasikan pembelajaran dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Melihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat kita ketahui bahwa dari dua kelas yang menjadi pusat eksistensi penelitian yakni kelas V A sebagai kelas eksperimen dan kelas V B sebagai kelas kontrol atau non perlakuan, setiap tesnya memunculkan hasil yang berbeda. Hal ini terjadi dikarenakan pengetahuan siswa akan bertambah setelah diberi pembelajaran. Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1383 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Minat siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar melalui Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) Pada hasil Penelitian diatas terlihat adanya perbedaan yang cukup signifikan antara kondisi awal siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan pembelajaran yang berbeda. Rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 93,27, sedangkan kelas kontrol memiliki rata-rata 86,44. Hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari segi standar deviasi, kelas eksperimen memiliki nilai sebesar 6,009, sedangkan kelas kontrol sebesar 8,985. Standar deviasi yang lebih kecil pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa nilai siswa di kelas tersebut lebih merata atau homogen, sedangkan pada kelas kontrol, penyebaran nilainya lebih bervariasi. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa perlakuan atau metode pembelajaran yang diterapkan di kelas eksperimen memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan metode yang digunakan di kelas kontrol. Nilai rata-rata yang lebih tinggi dan standar deviasi yang lebih rendah pada kelas eksperimen menjadi indikator bahwa pembelajaran berlangsung lebih efektif dan seragam. Hasil penenlitian ini sesuai dengan penelitian (Mursidah & Mursidah Rahmah, 2. yang meneliti penggunaan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) pada siswa sekolah dasar dan menyimpulkan bahwa pendekatan ini efektif meningkatkan hasil belajar, terutama pada siswa dengan kemampuan dasar yang belum memadai. Dengan mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat pemahaman dan memberikan materi sesuai level mereka, pembelajaran menjadi lebih efektif dan personal. Kemampuan menulis Deskripsi siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar melalui Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara kondisi awal kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 95,15, sedangkan pada kelas kontrol hanya sebesar 83,00. Selain itu, nilai standar deviasi pada kelas eksperimen sebesar 5,820, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 9,387, yang mengindikasikan bahwa persebaran data di kelas eksperimen lebih kecil dan lebih merata dibandingkan dengan kelas kontrol. Perbedaan rata-rata dan standar deviasi ini menunjukkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Kelas eksperimen tidak hanya memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi, tetapi juga menunjukkan konsistensi hasil belajar yang lebih baik antar Sementara itu, jika dilihat dari persentase frekuensi distribusi nilai, pada kelas eksperimen sebagian besar siswa berada pada kategori nilai tinggi . Ae. , sedangkan pada kelas kontrol lebih bervariasi, dengan banyak siswa yang berada pada kategori nilai sedang . Ae Hal ini memperkuat temuan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan di kelas eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Penerapan model pembelajaran PBL berbasis TaRL tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa secara keseluruhan, tetapi juga memperlihatkan persebaran nilai yang lebih merata, yang mencerminkan efektivitas pendekatan ini dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan tingkat pemahaman mereka. Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1384 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) Terhadap minat dan kemampuan Menulis Deskripsi siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar Pre-tes diberikan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Setelah diberikan pre-tes dan mendapatkan hasil, kemudian kedua kelas tersebut diberi pembelajaran dengan perlakuan yang Pada kelas kontrol menggunakan metode ceramah, sedangkan pada kelas eksperimen menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level TaRL. Dalam penggunaan Model model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level TaRL rata-rata responden mendapatkan peningkatan nilai secara signifikan dari sebelum dan sesudah ada perlakuan. Penelitian ini melalui beberapa tahapan pengelolaan data menggunakan SPSS 26 untuk mendapatkan hipotesis dan jawaban yang dilaksanakan dengan melakukan uji data Statistik diantaranya. Uji Normalitas data, dari uji normalitas ini mendapatkan data dengan nilai signifikan 0,200>0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Uji Homogenitas, dari uji Homogenitas ini memperoleh data dengan sig . 546> 0,05 untuk Minat Siswa dan 0. 05 <> 0,05 untuk Kemampuan Menulis Deskripsi Siswa Sesuai dengan syarat pengambilan keputusan, jika nilai signifikansi > 0,05 atau <>5 berarti data tersebut dinyatakan homogen. Setelah menemukan uji prasyarat dilewati, maka dapat dilakukan uji Uji Hipotesis, dari uji Hipotesis ini dilakukan uji t-test Hipotesis Nol (H. ditolak dan Hipotesis Kerja (H. diterima artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap Minat dan kemampuan menulis deskripsi siswa hasil belajar siswa setelah penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level TaRL. Berdasarkan data kuantitatif diperoleh, terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan pos-test, kemudian hasil tersebut dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya pengaruh Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level TaRL dalam meningkatkan Minat dan Kemampuan Menulis Siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai setelah diberikan perlakuan . ost-tes. yang mengalami peningkatan dibanding dengan nilai sebelum adanya perlakuan . Uji hipotesis dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam Penerapan model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level TaR . <0,. Hasil penelitian ini didukung oleh (I. Lestari et al. , 2. dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Melalui Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VIAy, penelitian ini menyatakan bahwa model PBL melalui pendekatan TaRL dapat meningkatkan Kemampuan Siswa. Hasil penelitian ini selaras dengan berbagai penelitian terdahulu lainnya yang mengungkapkan bahwa penerapan model pembelajaran TaRL telah terbukti mampu meningkatkan Minat dan Kemampuan Menulis Deskripsi Siswa seperti Penelitian yang dilakukan oleh (R. Lestari et al. , 2. , dengan judul AuPenggunaan Pendekatan Tarl Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Kemampuan Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Di Kelas V Sekolah DasarAy Penelitian ini menyatakan bahwa dengan pendekatan TaRL dapat meningkatkan kemampuan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa TaRL menekankan guru untuk memberikan peserta didik perlakuan yang berbeda agar kemampuan dan minat belajar peserta didik dapat berkembang sesuai tingkat perkembangan masing-masing. Penelitian ini juga relevan atau sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ningrum et al. , 2. pada tahuin 2023. Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Pendekatan Teaching A - 1385 Aryasti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Penelitian ini membahas tentang Implementasi Pendekatan TaRL untuk Meningkatkan Motivasi Beilajar Peiseirta Didik pada Peimbeilajaran Fisika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 68,80% peserta didik merasa senang pada saat proses pembelajaran fisika dengan Implementasi pendekatan TaRL karena dikelompokkan sesuai dengan tingkat kemampuannya masing masing dan peiseirta didik menyukai kerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Dari penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa pendekatan TaRL dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Menurut (Suharyani et al. , 2. , dengan mengimplementasi pendekatan TaRL (Teachng at The Right Leve. , guru dalam proses pembelajaran harus melaksanakan asesmen awal sebagai tes diagnostik peserta didik untuk mengetahui karakteristik, kebutuhan, dan potensi peserta didik sehingga guru mengetahui kemampuan dan perkembangan awal peserta didik yang dijadikan sebagai acuan dalam proses pembelajaran sehingg dapat memberikan dampak yang positif dalam keaktifan dan hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil Penelitian yang berkaitan dengan Penggunaan Model Problem Based Learning (PBL) menggunakan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) berpengaruh terhadap minat dan kemampuan menulis siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar. Minat siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar melalui Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) diketahui bahwa terdapat perubahan yang cukup besar pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL). Kemampuan menulis Deskripsi siswa kelas 5 Gugus 3 Kecamatan Makassar melalui Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) diketahui bahwa nilai rata-rata dari kedua kelas tersebut dengan metode pembelajaran yang berbeda mendapat hasil yang juga berbeda,. maka terdapat perubahan yang cukup besar pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL). Terdapat Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) dilihat dari hasil Uji Pretest dan Postest kepada kelas kontrol dan Eksperimen terdapat peningkatan yang cukup signifikan, dilihat dari Uji Normalitas data, dari uji normalitas ini mendapatkan data dengan nilai signifikan dari uji Hipotesis dilakukan uji ttest Hipotesis Nol (H. ditolak dan Hipotesis Kerja (H. diterima artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap Minat dan kemampuan menulis deskripsi siswa hasil belajar siswa setelah penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pendekatan Teaching At The Right Level TaRL DAFTAR PUSTAKA