JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Analisa Produktivitas Tiang Menggunakan Alat Pancang Diesel Hammer Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Agama Dataran Hunipopu Ramona I Marasabesy. Henriette Dorothy Titaley . Maslan Abdin . 1,2,3 Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ambon monamarasabessy@gmail. com, 2titaleyhd@gmail. com, 3maslanabdin@gmail. ARTICLE HISTORY Received: September 11, 2025 Revised October 27, 2025 Accepted: October 31, 2025 Online available: December 09, 2025 Keywords: Produktivity. Pilling. Diesel Hammer *Correspondence: Name: Ramona I Marasabessy E-mail: monamarasabessy@gmail. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT The pile driving process is an important stage in foundation construction, which serves to ensure the stability and strength of the building structure. Piling can be done with various types of tools, one of which is a diesel Diesel Hammer is known for its ability to provide large impact energy on the pile, allowing the pile to penetrate the soil effectively and The purpose of this research is to determine the cycle time of the piling process and determine the productivity of piling using diesel hammer tools. The method used in this research is direct observation to the field. The results obtained from the research are the average cycle time in the piling process using a diesel hammer piling tool at 101 points for 16 days is 50. 35 minutes during normal working hours and 59. minutes during overtime. The productivity of the diesel hammer on the work of the Religious Court Office Building was the lowest on the first day with a productivity value of 10. 48 m / hour and the highest occurred on day fifteen with a productivity value of 17. 25 m / hour. While in overtime working hours the highest productivity occurred on the fifteenth day which amounted to 16. 71 m / hour and the lowest on the first day which amounted to 4. 01 m / hour. Keywords: Produktivity. Pilling. Diesel Hammer PENDAHULUAN Dalam bidang konstruksi teknologi alat perkembangan zaman. Tiang pancang telah digunakan sebagai struktur pondasi jembatan, gedung serta struktur lainnya pada zaman dahulu. Teknik pemancangan tiang tertua yaitu pemukul jatuh . rop hamme. yang masih menggunakan tenaga manusia dan pada tahun1930-an berkembang dengan menggunakan mesin diesel . iesel hammer. Diesel hammer merupakan salah satu jenis alat pemukul atau pemancang tiang . ile drive. ke dalam tanah dalam. Tiang yang dipancang tentu saja bukan tiang biasa, melainkan tiang pancang yang kuat seperti paku bumi. Dalam kegiatan konstruksi terdapat tiga hal yang harus diperhatikan yaitu biaya, mutu, dan waktu. Produktivitas tidak dapat diukur dengan akurat, tetapi dapat diukur dengan suatu pendekatan karena produktivitas. Produktivitas adalah tingkat dimana suatu pekerjaan dihasilkan oleh individu atau gugus tugas per satuan waktu. Menurut . , produktivitas didefinisikan sebagai perbandingan atau rasio antara output . asil produks. dan input . omponen produksi : tenaga kerja, bahan, peralatan, dan wakt. Dalam proyek konstruksi waktu pekerjaan akan berdampak terhadap produktivitas. Penelitian ini memiliki kebaruan yaitu menggunakan data riil proyek di lokasi dengan perbedaan cuaca yang belum banyak dianalisis sebelumnya pada studi serupa dan juga dalam hal penggunaan jenis alat berat yang berbeda. Pada pembangunan Proyek Gedung Kantor Pengadilan Agama Dataran Hunipopu menggunakan alat tiang pancang jenis Diesel Hammer. Alat ini merupakan salah satu jenis alat pemukul atau pemancang tiang (Pile Drive. ke dalam tanah dalam. Tiang yang dipancang tentu saja bukan tiang biasa. Ramona I Marasabessy Analisa Produktivitas Pemancangan Tiang Menggunakan AlatA DOI: https://doi. org/10. 31959/js. JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. melainkan tiang pancang yang kuat seperti paku bumi. Penggunaan alat berat ini sering dijumpai pada proyekproyek besar gedung bertingkat, dermaga, jembatan, tower, jalan layang, dan lainnya yang berhubungan dengan tanah. Namun dalam proses pengerjaan pondasi tersebut, menemukan kendala dilapangan yang mengakibatkan keterlambatan dalam menyelesaikan pondasi tersebut sehingga berimbas pada penurunan TINJAUAN PUSTAKA 1 Produktivitas Produktivitas alat berat adalah batas kemampuan alat berat untuk bekerja. Produktivitas suatu alat berat sangat dipengaruhi oleh hubungkan antara daya yang dibutuhkan, daya yang tersedia, dan daya yang digunakan. Produktivitas alat tergantung pada kapasitas dan waktu siklus alat . ycle tim. Dalam melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat berat terdapat faktor yang mempengaruhi produktifitas alat. Efisiensi alat dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Efisiensi alat Kondisi Pemeliharaan Mesin Operasi Baik Alat Baik Sekali Baik Normal Buruk Buruk Buruk Baik Normal Buruk Sekali Sumber : Permen PUPR No 28, 2016 (T. , kemudian waktu pemancangan (T. , dan waktu pengelasan joint/sambungan (T. Waktu Siklus: ycNyc = ycN1 ycN2 ycN3 A A A A A A A A A A . 3 Alat Pancang Tiang Dalam pemasangan tiang ke dalam tanah, tiang dipancang dengan alat pemukul yang dapat berupa pemukul . , mesin uap, pemukul getar, atau pemukul yang hanya dijjatuhkan. Diesel Hammer Diesel hammer adalah sebuah alat yang digunakan untuk memancang/memukul tiang pancang ke dalam tanah yang digunakan untuk pondasi sebuah bangunan bertingkat, jembatan, dermaga, tower, dan lain-lain. Pemukul diesel hammer terdiri dari silinder, ram, balok anvil, dan sistem injeksi bahan bakar. Diesel hammer memiliki satu silinder dengan dua mesin diesel, piston/ram, tangki bahan bakar, injector, dan mesin pelumas. Produktivitas alat pemancangan tiang pancang pile driver diesel hammer dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Produktivitas=(V x p x Fa x . /Ta. V = Kapasitas . p = Panjang tiang . Fa = Faktor efisiensi alat T = Waktu siklus . METODOLOGI Lokasi penelitian dilakukan pada Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Agama Dataran Hunipopu yang beralamatkan di Jl. Trans Seram. Waipirit. Kecamatan Kairatu. Kabupaten Seram Bagian Barat. Provinsi Maluku. Faktor- faktor diatas sangat berpengaruh pada proses pelaksanaan pekerjaan pemancangan di lapangan pekerjaan dalam hal ini efisiensi pekerjaan yang dilakukan. 2 Waktu Siklus Dalam operasi penggunaan alat dikenal pula waktu siklus, yaitu waktu yang diperlukan alat untuk beroperasi pada pekerjaan yang sama secara berulang. Waktu siklus ini akan berpengaruh terhadap kapasitas produksi dan koefesien peralatan. Waktu siklus produksi adalah rangkaian aktivitas suatu pekerjaan dan operasi pemrosesan sampai mencapai suatu tujuan atau hasil yang terus terjadi, berkaitan dengan pembuatan suatu produk. Penentuan waktu siklus (T. untuk pemancangan dengan menggunakan alat pancang diesel hammer dihitung sejak mulai persiapan dan menentukan posisi Gambar 1. Lkasi Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Agama Analisa produktivitas pemancangan tiang menggunakan alat diesel hammer pada Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Agama Dataran Hunipopu dilakukan dengan beberapa tahapan yang disajikan dalam bentuk flowchart. Flowchart ini dapat mempermudah pemahaman dan pelaksanaan penelitian agar efisien. Flowchart penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2 Ramona I Marasabessy Analisa Produktivitas Pemancangan Tiang Menggunakan AlatA DOI: https://doi. org/10. 31959/js. JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Pile Gambar 2. Diagram Alir Penelitian 1 Jenis Data Adapun jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer . Data yang diperoleh berupa waktu pekerjaan pemancangan tiang ke dalam tanah mulai dari tahap persiapan, menentukan posisi, pengelasan joint sampai dengan pemancangan. 2 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara yang memperoleh data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi dan studi pustaka. observasi adalah pengumpulan data melalui peninjauan dan pengamatan langsung dilapangan, terkait dengan waktu pemancangan mulai dari pengangkatan tiang sampai pemancangan selesai dilakukan. Rata-rata Siklus Waktu Siklus Hari Ke-1 (Waktu Lembu. Tipe Tiang 25 x 25 Menit P Menit Menit Total Siklus Rata-rata Siklus Sumber : Hasil Analisa Data Menit Tabel 3. Waktu Siklus Rata-rata Alat Pancang Diesel Hammer Per hari (Jam kerja norma. Hari Ke Waktu Siklus Rata-rata/Hari Rata-rata 50,35 Sumber : Hasil Analisa Data Tabel 4. Waktu Siklus Rata-rata Alat Pancang Diesel Hammer per Hari (Waktu Lembu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hari Ke Waktu Siklus Rata-rata/Hari 1 Waktu Siklus Proses Pemancangan Dengan Menggunakan Alat Pancang Diesel Hammer Data pengamatan waktu siklus penggunaan alat pancang diesel hammer dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 menunjukan bahwa, pada hari ke-1 ada tiga titik tiang pancang dengan dimensi 25x25 cm waktu siklus yang didapatkan adalah 134 menit, dengan rata-rata siklus 67 menit selama jam kerja normal dan waktu siklus 175 menit dengan rata-rata siklus 175 menit selama lembur. Tabel 2. Waktu Siklus Hari ke-1 . am kerja Tipe Tiang Pile Menit Menit Menit Menit Rata59,94 25 x 25 18 Sumber : Hasil Analisa Data 25 x 25 18 Pada Tabel 3 dan Tabel 4 waktu siklus alat Total Siklus 134pancang diesel hammer yang diambil selama 16 hari Ramona I Marasabessy Analisa Produktivitas Pemancangan Tiang Menggunakan AlatA DOI: https://doi. org/10. 31959/js. JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. pekerjaan memiliki waktu siklus sebesar 50,35 menit untuk jam kerja normal dan 59,94 menit untuk waktu 2 Produktivitas Pemancangan Menggunakan Alat Diesel Hammer Untuk nilai alat pancang diesel hammer. V = 1 . lat yang terpakai di lapanga. , nilai P yaitu kedalaman pancang tertanam 18 meter. Fa = 0,65 karena kondisi operasi baik namun pemeliharaan alat buruk, dan untuk nilai Ts didapat dari hasil rata-rata siklus pengamatan. Produktivitas berdasarkan hasil pengamatan dilapangan sebanyak 101 titik selama 14 hari . encana tiang pancang yang tertanam dalam sehari yaitu 10 titi. Produktivitas jam kerja normal : Hari ke-1 Q=(V x P x Fa x . /Ts =. x 18 x 0,65 x . /67 =702/67 = 10,48 m/jam Jadi, untuk satu jam pemancangan dari hasil perhitungan didapatkan 10,48 meter/jam dari total panjang tiang tertanam 18 meter. Produktivitas waktu lembur: Hari ke-1 Q=(V x P x Fa x . /Ts =. x 18 x 0,65 x . /175 =702/175 = 4,01 m/jam Jadi, untuk satu jam pemancangan dari hasil perhitungan didapatkan 4,01 meter dari total panjang tiang tertanam 18 meter. Tabel 5. Produktivitas Diesel Hammer Produktivitas RataProduktivitas Rata-rata Hari (Jam (Waktu Lembu. /ja. /ja. 10,48 4,01 11,84 11,84 13,96 10,17 14,94 13,96 12,47 11,90 11,90 14,94 11,47 13,76 14,63 16,21 16,25 16,40 14,87 14,33 16,03 14,56 14,56 16,33 16,33 17,25 16,71 11,80 Sumber : Hasil Analisa Data Pada tabel 4 menunjukan waktu siklus diesel hammer sebanyak 101 titik selama 16 hari. Produktivitas paling tinggi pada jam kerja normal adalah pada hari ke-15 yaitu 17,25 m/jam dan paling rendah terjadi pada hari ke-1 yaitu 10,48 m/jam. Sedangkan pada jam kerja lembur produktivitas paling tinggi terjadi pada hari ke-15 yaitu 16,71 m/jam dan yang paling rendah pada hari ke-1 yaitu 4,01 m/jam. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: Waktu siklus rata-rata pada proses pemancangan dengan menggunakan alat pancang diesel hammer pada 101 titik selama 16 hari adalah 50,35 menit pada jam kerja normal dan 59,94 menit pada waktu lembur. Produktivitas diesel hammer pada pekerjaan Gedung Kantor Pengadilan Agama paling rendah pada jam kerja normal terjadi pada hari ke-1 dengan nilai produktivitas sebesar 10,48 m/jam dan yang paling tinggi terjadi pada hari ke-15 dengan nilai produktivitas sebesar 17,25 m/jam. Sedangkan pada jam kerja lembur produktivitas paling tinggi terjadi pada hari ke-15 yaitu sebesar16,71 m/jam dan yang paling rendah pada hari ke-1 yaitu sebesar 4,01 m/jam. Saran Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan: Pemilihan penggunaan alat pancang dapat mencari informasi yang lebih rinci agar dapat mengurangi kemungkinan kerusakan alat. Diharapkan nantinya ada penulisan lebih lanjut dengan menggunakan jenis alat pancang yang berbeda sehingga didapat perbandingan jenis alat pancang mana yang lebih produktif. DAFTAR PUSTAKA