Vol. No. Oktober 2024 Hal 22-26 Https://ojs. PENDIAMKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Amika MENGASAH PENGETAHUAN SPIRITUAL DAN INTELEKTUAL ANAK MELALUI AHAD CERIA Nurrahmayani1. Sardiana2 1Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STAI Al-Gazali Soppeng, 2Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STAI Al-Gazali Soppeng E-mail: nurrahmayani@staialgazalisoppeng. id1 , dianasyifa421@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel Diterima : Direvisi : Diterbitkan : *Corresponding author nurrahmayani@staialgazalisoppeng. DOI: 10. x/x Https://ojs. This study aims to evaluate the effectiveness of the Ahad Ceria program in honing children's spiritual and intellectual knowledge. The Ahad Ceria program is a community service initiative designed to provide integrated religious education and intellectual activities to children. The study used observation, interviews, and child performance evaluation methods to assess the impact of the program on their spiritual and intellectual The results showed that the Ahad Ceria program succeeded in increasing the children's understanding of religious teachings as well as improving their cognitive and intellectual skills. In addition, the program also creates a learning environment that supports children's character and moral The findings are expected to contribute to the development of similar educational programs and strengthen the role of community service in improving the quality of children's education. Keywords: Knowledge. Spiritual. Cheerful Sunday. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program Ahad Ceria dalam mengasah pengetahuan spiritual dan intelektual anak-anak. Program Ahad Ceria adalah inisiatif pengabdian masyarakat yang dirancang untuk memberikan pendidikan agama dan kegiatan intelektual yang terintegrasi kepada anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan evaluasi kinerja anak untuk menilai dampak program terhadap perkembangan spiritual dan intelektual mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Ahad Ceria berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak tentang ajaran agama serta memperbaiki keterampilan kognitif dan intelektual mereka. Selain itu, program ini juga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter dan moral anak. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program pendidikan serupa dan memperkuat peran pengabdian masyarakat dalam peningkatan kualitas pendidikan anak. Kata kunci: Pengetahuan. Spiritual. Ahad Ceria. A 2024 Penerbit STMIK Amika Soppeng. All rights reserved . 22Ae26 | w. id | eISSN xAex | Nurrahmayani et. al/ Vol. 1 No. 1 Oktober 2024 hal 22Ae26 PENDAHULUAN Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan kehadiran Tuhan, yang menjadi dasar bagi perilaku dan keputusan moral anak. Menurut penelitian, pengembangan kecerdasan spiritual pada anak dapat meningkatkan kesadaran diri, empati, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan social . Bangsa Indonesia merupakan organisasi keagamaan yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral dan agama. hal ini erat kaitannya dengan praktik pengabdian Susetya & Zulkarnaen, yang menjadi motif spiritual dalam kegiatan Pancasila. Beberapa contoh kedewasaan spiritual adalah kemampuan untuk melihat keadaan dan tantangan hidup secara objektif, kesadaran diri, fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi. kapasitas untuk melihat segala sesuatu secara holistic, penolakan untuk menyakiti orang lain dan kemampuan untuk menjadi pribadi yang memiliki solusi untuk berbagai situasi dan masalah. Mendorong pertumbuhan spiritual anak memerlukan pertimbangan pengalaman yang dimiliki oleh kedua orang tua dan staf sekolah dengan anak-anak mereka. Landasan spiritual yang kuat dapat meningkatkan dan mengoptimalkan kemampuan seseorang untuk membuat keputusan yang sehat dan menjaga hubungan mereka seiring bertambahnya usia. Agar Ikhtiar berhasil, diperlukan rentang penglihatan dan pendengaran tertentu. Stimulan yang kuat dapat berdampak signifikan pada kemampuan anak untuk mengenali perilaku jujur dan benar, baik dan buruk, serta disiplin dalam memulai pelajaran agama, menurut Damayanti. Melihat fenomena pada masa sekarang banyak terjadi penurunan moral seperti pornografi, perkelahian yang berujung pembunuhan, bullying, dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat terjadi tentunya dikarenakan tidak adanya nilai spiritual yang tertanam dalam diri manusia, yang seharusnya dibentuk dari sejak usia dini. Ditambah dengan kemajuan teknologi yang membuat anak semakin mudah mencontoh apa yang dia lihat dan dia dengar, sehingga pada akhirnya kemajuan teknologi banyak memberikan pengaruh negatif pada anak. Kasus tersebut akan mudah terjadi apabila tidak ada bekal pendidikan agama serta penanaman nilai spiritual yang kuat pada diri manusia itu sendiri. Maka dari itu penanaman agama serta pengembangan nilai spiritual harus ditanamkan sedini mungkin. Menurut kamus Webster . yang dijelaskan oleh Aliah B. Purwakania Hasan . , kata AuspiritAy berasal dari kata benda bahasa Latin AuspiritusAy yang berarti napas dan kata kerja AuspirareAy yang berartiuntuk bernapas. Melihat asal katanya, untuk hidup adalah untuk bernapas, dan memiliki napas artinya memiliki spirit. Spiritualitas tidak hanya memperhatikan apakah hidup itu berharga, namun juga fokus pada mengapa hidup berharga . Menjadi spiritual berarti memiliki ikatan yang lebih kepada hal yang bersifat kerohanian atau kejiwaan dibandingkan hal yang bersifat fisik atau material. Spiritualitas merupakan kebangkitan atau pencerahan diri dalam mencapai tujuan dan makna hidup. Spiritualitas merupakan bagian esensial dari keseluruhan kesehatan dan kesejahteraan seseorang . Kecerdasan spiritual (SQ) berkaitan dengan kemampuan anak untuk memahami dan merasakan kehadiran Tuhan, serta menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks yang lebih luas. Pendidikan spiritual bertujuan untuk mendekatkan anak kepada nilai-nilai agama dan moral, yang sangat penting dalam membentuk kepribadian yang baik . Di sisi lain, kecerdasan intelektual (IQ) memungkinkan anak untuk memahami dan menyerap informasi, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari . Perkembangan dan pertumbuhan anak memiliki beberapa tahapan penting yang tidak bisa diabaikan. Perkembangan adalah suatu proses perubahan dalam diri individu atau organisme, baik fisik . maupun psikis . sampai pada suatu tingkat kedewasaan atau kematangan yang terjadi secara sistematis, bertahap dan terus menerus dan terjadi pada diri seseorang dalam banyak hal yang berlangsung terus menerus sepanjang hidup orang tersebut . Kecerdasan spiritual mengacu pada semua kecerdasan-kecerdasan yang ada dalam diri manusia. Dalam pembelajaran, motivasi cenderung menurun seiring dengan kemajuan pembelajaran. Sebaliknya, jika pembelajaran berlangsung lambat, motivasi juga akan menurun. Kegiatan yang melibatkan nilai-nilai agama, seperti berdoa dan aktivitas sosial, dapat memperkuat kecerdasan spiritual anak, yang pada gilirannya mendukung kecerdasan emosional dan intelektual mereka . Program Ahad Ceria merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan spiritual dan intelektual anak-anak secara bersamaan. Program ini mengintegrasikan kegiatan pendidikan agama dengan aktivitas yang merangsang kognitif anak, menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan menyenangkan. Ahad Ceria adalah sebuah program pendidikan yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan spiritual dan intelektual anak-anak secara bersamaan melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan Program ini umumnya dilaksanakan pada hari Minggu (Aha. dan sering kali diadakan di masjid, sekolah, atau komunitas lokal. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pendidikan agama yang mendalam dan juga merangsang keterampilan kognitif anak-anak dengan cara yang interaktif dan menarik. Program ini melibatkan berbagai aktivitas yang merangsang keterampilan kognitif, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, dan proyek kreatif. Aktivitas ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas anak-anak. Kegiatan Sosial dan Kreatif: Anak-anak juga dilibatkan dalam kegiatan sosial dan kreatif, seperti seni, olahraga, dan kerja sama kelompok, untuk memperkuat keterampilan sosial dan komunikasi mereka. Nurrahmayani et. al/ Vol. 1 No. 1 Oktober 2024 hal 22Ae26 METODE PELAKSANAAN Dalam konteks "Ahad Ceria", beberapa metode yang dapat diterapkan untuk mengasah kecerdasan spiritual anak meliputi: Metode Bercerita: Menggunakan cerita-cerita yang mengandung nilai-nilai spiritual untuk menanamkan pemahaman tentang moral dan etika. Aktivitas Berdoa: Mengajarkan anak untuk berdoa secara teratur dapat membantu mereka merasakan kedekatan dengan Tuhan dan meningkatkan kesadaran spiritual mereka . Sosiodrama: Menggunakan permainan peran untuk mengajarkan nilai-nilai sosial dan spiritual, sehingga anak dapat belajar berempati dan memahami perspektif orang lain . Kegiatan Sosial: Melibatkan anak dalam kegiatan sosial yang bermanfaat, seperti membantu sesama, untuk mengajarkan nilai kepedulian dan tanggung jawab . Pendekatan Interaktif: Menggunakan berbagai metode pengajaran yang interaktif untuk menjaga minat dan keterlibatan anak-anak, seperti permainan, simulasi, dan diskusi. Kegiatan ahad ceria dilaksakan setiap hari minggu di pelataran sekolah SDN Cacalepeng Kelurahan Jennae Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng selama priode penelitian ini berlangsung. Jumlah siswa yang ikut dalam kegiatan ini sekitar 7-9 orang. Adapun langkah-langkah kegiatan pengabdian masyarakat dalam program kerja ahad ceria yaitu. Menyiapkan buku bacaan yang diperlukan dalam hal ini buku tentang kisah para nabi dan rasul, serta buku yang dianggap perlu untuk mereka baca. Memberikan istruksi kepada anak-anak yang berprtisipasi dalam kegiatan ini untuk membaca buku Peserta . nak-ana. memiliki buku yang mereka ingin baca. Peneliti dan anak-anak mulai membaca buku bersama. Setelah itu, anak-anak di beri kesempatan untuk bermain sebelum kegiatan berakhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengembangan Pengetahuan Spiritual: Ahad Ceria fokus pada pembelajaran agama yang mendalam melalui metode yang interaktif dan menarik. Kegiatan dalam program ini meliputi pembelajaran Al-Qur'an, tafsir, doa-doa harian, serta nilai-nilai Islam. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang menyenangkan dalam pendidikan agama dapat meningkatkan pemahaman dan minat anak-anak terhadap ajaran Islam . Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami Al-Qur'an tetapi juga membangun kedekatan dengan ajaran agama. Pengembangan Kognitif dan Intelektual: Selain aspek spiritual. Ahad Ceria juga berfokus pada pengembangan kognitif anak melalui berbagai aktivitas intelektual. Program ini mencakup kegiatan seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, dan proyek kreatif yang merangsang kemampuan berpikir kritis dan kreatif anak-anak. Menurut teori pendidikan, kegiatan yang melibatkan permainan dan diskusi dapat meningkatkan keterampilan kognitif anak, seperti pemecahan masalah dan kemampuan berpikir analitis . Metode dan Pendekatan: Ahad Ceria menggunakan metode pengajaran yang beragam, termasuk ceramah, diskusi, dan praktikum. Metode ini dirancang untuk memenuhi berbagai gaya belajar anak dan memastikan bahwa setiap anak dapat terlibat aktif dalam proses belajar. Metode talaqqi dan musyafahah, yang juga digunakan dalam program ini, memungkinkan anak-anak untuk memperbaiki bacaan Al-Qur'an mereka secara langsung dengan bimbingan dari pengajar. Evaluasi dan Dampak: Evaluasi program Ahad Ceria menunjukkan bahwa anak-anak yang berpartisipasi dalam program ini mengalami peningkatan dalam pengetahuan agama dan keterampilan kognitif mereka. Program ini membantu anak-anak dalam membangun karakter dan disiplin yang kuat, serta memperbaiki pemahaman mereka tentang nilai-nilai Islam. Dengan hasil ini. Ahad Ceria dapat dianggap sebagai model yang efektif dalam mengintegrasikan pendidikan spiritual dan intelektual. Manfaat program ini adalah : Pengembangan Spiritual: Anak-anak memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran agama Islam dan dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan Kognitif: Aktivitas edukatif dan kreatif membantu meningkatkan keterampilan berpikir, pemecahan masalah, dan kreativitas anak-anak. Penguatan Karakter: Program ini juga berfokus pada pembentukan karakter yang baik, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Nurrahmayani et. al/ Vol. 1 No. 1 Oktober 2024 hal 22Ae26 Gambar 1. Kegiatan membaca buku Sumber: Dokumen pribadi Gambar 2. Kegiatan bermain Sumber: Dokumen pribadi Program Ahad Ceria diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan spiritual dan intelektual anak-anak. Evaluasi dilakukan untuk mengukur kemajuan anak-anak dalam pembelajaran Al-Qur'an serta keterampilan kognitif mereka. Hasil evaluasi ini digunakan untuk memperbaiki dan mengoptimalkan program agar lebih efektif dan bermanfaat. Nilai-nilai keagamaan yang sangat penting untuk ditanamkankepada anak dalam mengembangkan dimensi spiritualnya diantaranya sebagai berikut . Penanaman takwa melalui ibadah shalat, puasa, mengaji dan lainnya Pengajaran dzikir dan berdoa setiap akan melakukan sesuatu apapaun Pembentukan kesabaran Penanaman amal sholeh Pembentukan ajaran istiqomah. Penerapan praktik pembiasaan nilai-nilai keagamaan dapat mengasah kecerdasan spiritual anak. Kecerdasan spiritual anak merupakan peristiwa-peristiwa yang bermakna yang berkaitan dengan keagamaan . KESIMPULAN DAN SARAN Mengasah pengetahuan spiritual dan intelektual anak melalui kegiatan seperti "Ahad Ceria" sangat penting untuk membentuk karakter yang seimbang. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan, anak tidak hanya akan berkembang secara intelektual, tetapi juga menjadi individu yang memiliki kesadaran moral dan spiritual yang tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali anak dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Nurrahmayani et. al/ Vol. 1 No. 1 Oktober 2024 hal 22Ae26 UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa yang telah memberi penelitian ini selesai dimudahkan kelancaran dalam menyelesaikan jurnal ini. Peneliti ini mengucapkan banyak terima kasih pada orang tua yang mendukung untuk berkolaborasi dalam tumbuh kembang anak dalam mengasah kecerdasan spiritual anak usia DAFTAR PUSTAKA