Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online https://doi. org/10. 22219/JTIUMM. Vol19. No2. Analisa Dampak Lingkungan Pada Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Dengan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Desrina Yusi Irawati*. David Andrian Teknik Industri. Teknik. Universitas Katolik Darma Cendika Jl. Ir. Soekarno No. 201, . 5946482/ . *Korespondensi Penulis. E-mail: desrina. yusi@gmail. Abstract Babat Drinking Water Treatment Plant (IPAM Baba. is one of the clean water facilities for Lamongan community. The process of clean water requires an appropriate processing. This process requires chemicals and energy that it will adverse effects to the environment. Life Cycle Assessment (LCA) is one of the environmental effects analyze methods for clean water process. The four phases of LCA are Goal And Scope Definition. Life Cycle Inventory. Life Cycle Impact Assessment, and Interpretation. The environmental impacts of the LCA method of processing are divided into three broad categories of impacts, namely the categories of human health, ecosystem quality, and resources. The result of LCA analyzed shows that electrical energy utilization product an environment impact significantly. This impact has consequences on the resource category . ossil fuel. and human health . limate chang. due to CO2 combustion. The largest electric consumption is used for tools of pumping water due to the distant length intake and IPAM. The solution for reduced the electric consumption is using the equipment efficiency and water flow system by the power of Keywords: water production process. Life Cycle Assessment (LCA), and IPAM Abstrak Instalasi Pengolahan Air Minum Babat (IPAM Baba. merupakan salah satu fasilitas penyedia air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lamongan. Dalam pengolahan air bersih dibutuhkan pengolahan yang profesional dan tepat guna. Proses produksi air membutuhkan bahan kimia dan energi yang dapat berdampak pada lingkungan. Salah satu metode untuk menganalisis dampak proses produksi terhadap lingkungan adalah Life Cycle Assessment (LCA). Empat fase utama LCA adalah Goal And Scope Definition. Life Cycle Inventory. Life Cycle Impact Assessment, dan Interpretation. Dampak lingkungan hasil pengolahan metode LCA terbagi menjadi tiga kategori besar dampak, yaitu kategori kesehatan manusia, kualitas ekosistem, dan sumber daya. Dari pengolahan LCA, penggunaan energi listrik pada proses produksi air berkontribusi terbesar terhadap dampak lingkungan. Dampak tersebut memengaruhi kategori pengurangan sumber daya . ahan bakar fosi. dan kesehatan manusia . erubahan ikli. akibat pembakaran CO2. Penggunaan energi listrik terbesar disebabkan penggunaan lima pompa di intake dengan jarak tempuh cukup jauh dari intake ke IPAM. Solusi untuk mengurangi dampak lingkungan akibat penggunaan energi listrik adalah peningkatan efisiensi peralatan dan sistem aliran air memanfaatkan gaya gravitasi. Kata kunci: proses produksi air. Life Cycle Assessment (LCA), dan IPAM Pendahuluan Air merupakan kebutuhan terpenting makhluk hidup. Namun saat ini air di alam sangat terbatas untuk digunakan langsung, baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk aktifitas industri. Hal ini disebabkan karena air permukaan sangat rentan pencemaran apabila kesadaran masyarakat masih kurang dan sarana prasarana Diterima 19 Juli, 2018. Direvisi 3 Agustus, 2018. Disetujui 6 Agustus, 2018 Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online pembuangan limbah rumah tangga dan industri tidak memenuhi standar. Air permukaan di Kabupaten Lamongan sebagian tertampung di waduk, embung, dan mengalir melalui sungai. Salah satu sungai yang dimanfaatkan airnya adalah sungai Bengawan Solo. Sumber air dari Sungai Bengawan Solo sampai saat ini belum memenuhi syarat air minum (Permenkes nomor 492 tahun 2. sehingga perlu dilakukan pengolahan air bersih. Usaha agar masyarakat sekitar sungai Bengawan Solo dapat menikmati air bersih, maka dibangun instalasi pengolahan air minum. Instalasi pengolahan air minum tersebut dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan. PDAM Lamongan memiliki tiga Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM), yaitu IPAM Babat. IPAM Ploso Wahyu, dan IPAM Waduk Gondang. IPAM Babat merupakan IPAM terbesar yang memenuhi kebutuhan mayoritas masyarakat wilayah Lamongan. Sumber air IPAM berasal dari sungai Bengawan Solo sehingga IPAM Babat menjadi IPAM vital PDAM Lamongan. IPAM Babat berkontribusi sebanyak 62% dari kapasitas total air yang dipasok PDAM Lamongan . Pada setiap proses pengolahan air menjadi air bersih akan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Secara umum yang mengakibatkan dampak lingkungan adalah proses menghilangkan kotoran dalam sumber air yang digunakan dan menipisnya sumber daya alam. Analisa siklus pengolahan dan dampak lingkungan dari proses produk dapat menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). LCA adalah suatu metode analisis yang digunakan untuk mengevaluasi dampak yang dihasilkan dari suatu proyek, produk, atau jasa terhadap lingkungan . LCA dapat dipakai untuk mengetahui potensi limbah yang akan muncul, konsumsi energi yang digunakan serta bahan baku yang diperlukan selama proses pengolahan suatu produk . Terdapat penelitian sebelumnya membahas tentang pengolahan air bersih perkotaan dengan metode LCA menggunakan pendekatan Environmental Sustainability Indicator (ESI). Dari penelitian tersebut menghasilkan indikator lingkungan pada sistem pengolahan air bersih sehingga mampu mengontrol dampak negatif dari pengolahan air bersih . Bahkan ada penelitian yang sudah melakukan analisis lingkungan pada setiap tahap siklus air perkotaan di Tarragona dengan menggunakan metode LCA dan menghasilkan tiga skenario perbaikan untuk meningkatkan permintaan air bersih dan memperbaiki profil lingkungan dari sistem air perkotaan . Namun beberapa penelitian tersebut memiliki kekurangan yaitu indikator pencemaran terhadap lingkungan tidak berupa data kuantitatif sehingga tidak dapat diketahui faktor yang berkontribusi buruk terbesar terhadap lingkungan serta bagian dampak lingkungan yang mana yang akan terpengaruh terhadap faktor tersebut. Penelitian LCA pada pengolahan air bersih pernah dilakukan juga di Colombia. Dalam penelitian tersebut, metode pengukuran indikator lingkungan menggunakan CML 2001. Metode tersebut hanya menghasilkan 6 indikator pengukuran . Penelitian terkait siklus hidup pengolahan air khususnya air limbah juga pernah dilakukan di Cina. Dalam penelitiannya, model yang diusulkan adalah LCA berbasis proses dan LCA berbasis input-output dengan metode Ecoindicator 99 namun hanya menggunakan konsumsi energi sebagai satu-satunya parameter untuk evaluasi proyek. Sehingga dampak yang ditimbulkan hanya terbatas pada dampak penggunaan energi . Penelitian serupa juga pernah dilakukan di Spanyol. LCA digunakan untuk membandingkan skenario pemanfaatan air limbah. Penelitian tersebut khusus berfokus pada kategori dampak terkait toksisitas . Banyaknya penelitian tentang siklus pengolahan air dikarenakan fasilitas publik yang menghasilkan CO2 cukup besar dari konsumsi listrik adalah instalasi pengolahan air . Proses ini menggunakan zat kimia seperti alum, garam besi atau koagulan dari bahan polimer, zat alkali dan juga senyawa untuk membunuh bakteri patogen. Penggunaan zat kimia akan meninggalkan zat sisa residu atau produk hasil samping di Irawati and Andrian. Analisa Dampak Lingkungan Pada Instalasi Pengolahan Air. Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online dalam air olahan. Penggunaan bahan kimia tersebut berkontribusi kedua terbesar terhadap lingkungan setelah konsumsi energi . Selain itu, dengan semakin buruknya sumber air, teknologi, dan teknik pengolahan maka akan membutuhkan energi dan biaya yang semakin besar. Semakin besar kapasitas pengolahan air bersih, maka semakin sering siklus berjalan dan besar limbah serta dampak lingkungan yang Berdasarkan penelitian terdahulu, belum ada penelitian di IPAM dengan menggunakan beberapa data kuantitatif input air, bahan kimia dan natural gas . serta menggunakan Eco-indicator 99 untuk mengetahui 11 kategori dampak Pada penelitian ini akan melakukan identifikasi faktor yang berkontribusi buruk terhadap lingkungan dan dampak yang ditimbulkan terhadap proses produksi air di IPAM Babat dengan metode LCA. Output yang dihasilkan berupa data kuantitatif untuk masing-masing dampak sesuai kategori dampak Eco-indicator 99. Pemilihan IPAM Babat sebagai obyek amatan dikarenakan proses pengolahan air tersebut masih mempertahankan pengolahan sistem tradisional. Dari hasil identifikasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi performansi produk terhadap lingkungan dan membantu menentukan dasar dalam melakukan perbaikan lingkungan. Metode Penelitian Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data yang dibutuhkan adalah data sekunder dari pihak IPAM Babat. Data sekunder yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu proses pengolahan air bersih di IPAM Babat, kandungan dalam proses pengolahan air, kadar dan jenis bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air, mesin yang digunakan untuk pengolahan, limbah hasil produksi, dan data pendukung penelitian. Data yang digunakan adalah data 1 tahun pada tahun 2017. Pengolahan Data Dengan Life Cycle Assessment (LCA) Data sekunder yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan metode LCA dengan bantuan program komputer SimaPro 7. Berdasarkan ISO 14040, metodologi LCA terdiri dari 4 fase utama. Goal and Scope Definition Sebelum dilakukan Life Cycle Assessment (LCA), terlebih dahulu mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup untuk menunjukkan hubungan sistem produk dengan unit fungsi dan sistem pembatas. Goal yang dicapai yaitu mengidentifikasi dampak lingkungan dari pengolahan air bersih di IPAM Babat. Sedangkan scope LCA meliputi produksi air bersih dan limbah produksi. Life Cycle Inventory Pada tahap life cycle inventory, dilakukan pengumpulan semua data mengenai emisi yang berpotensi timbul, konsumsi bahan baku, energi, dan limbah pada proses produksi IPAM Babat. Life Cycle Impact Assessment Penilaian life cycle impact assessment dilakukan untuk mengevaluasi dampak selama proses produksi air bersih. Pada tahap penentuan dampak dilakukan beberapa langkah yaitu characteristization, damage assessment, normalization, weighting dan single score. Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online Metode yang digunakan pada langkah characteristization pada penelitian ini adalah Eco-indicator 99. Eco-indicator 99 menghasilkan 11 kategori dampak. Sebelas kategori dampak dievaluasi menggunakan dasar pembobotan sesuai perspektif hirarki Sebelas kategori dampak dikelompokkan menjadi tiga kategori kerusakan, yaitu kesehatan manusia, kualitas ekosistem dan sumber daya . Dampak lingkungan dengan metode Eco-indicator 99 akan mengukur 11 kategori dampak lingkungan seperti Tabel 1. Tabel 1 Deskripsi dampak lingkungan berdasarkan Eco-indcator 99 No. Kelompok kerusakan Dampak Keterangan Kesehatan manusia Carcinogens Kerusakan pada kesehatan manusia dari zat karsinogenik Respiratory organics Efek pernapasan dari polutan organik dipancarkan ke udara Respiratory inorganics Efek pernapasan dari polutan anorganik dipancarkan ke udara Climate change Dampak tidak langsung dari perubahan iklim terhadap kesehatan manusia Radiation Kerusakan pada kesehatan manusia terkait dengan pancaran bahan radioaktif ke Ozone layer Kerusakan pada kesehatan manusia karena penipisan lapisan ozon Kualitas ekosistem Ecotoxity Kerusakan kualitas ekosistem . dara, air dan tana. yang disebabkan oleh zat-zat ekotoksik Acidification Kerusakan kualitas ekosistem yang disebabkan oleh pengasaman dan eutrofikasi karena pengendapan zat anorganik. Land use Penggunaan lahan merubah kualitas ekosistem Sumber daya Minerals Kerusakan sumber daya yang disebabkan oleh penipisan Fossil fuels Kerusakan sumber daya yang disebabkan oleh menipisnya bahan bakar fosil. Tahap normalization bertujuan menyeragamkan satuan dari segala impact category dan menunjukkan kontribusi impact category terhadap masalah lingkungan dikawasan IPAM Babat. Tahapan weighting adalah penilaian yang dihasilkan dengan membandingkan berbagai potensi dampak lingkungan, dilakukan dengan cara mengalikan hasil normalisasi nilai potensial oleh faktor bobot. Pembobotan yang Irawati and Andrian. Analisa Dampak Lingkungan Pada Instalasi Pengolahan Air. Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online dilakukan dengan semua potensi dampak lingkungan akan dikonversi ke single score dengan menampilkan tiap-tiap proses yang mempunyai dampak lingkungan. Interpretation Kombinasi hasil dari life cycle inventory dan life cycle impact assessment digunakan untuk menginterpretasikan, menarik kesimpulan dari goal and scope yang telah diidentifikasikan sebelumnya. Input Data Data yang diinput pada program SimaPro 7. 1 adalah data bahan baku . ir sunga. yang masuk proses pengolahan, bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air, penggunaan listrik, limbah yang dihasilkan selama proses produksi, dan air bersih yang dihasilkan dari proses produksi. Dari input tersebut akan diperoleh nilai characteristization, damage assessment, normalization, weighting dan single score. Gas Chlorine Peran gas klorin pada pengolahan air adalah sebagai disinfektan. Air yang terklorinasi ditemukan juga senyawa organik lainnya yaitu trihalomethanes . loroform, dichlorobromo-methane, dibromochloromrthane dan bromofor. Klorin berdampak pada kesehatan dan lingkungan baik itu udara, air, dan makhluk hidup. Besarnya dampak yang ditimbulkan tergantung dari jenis senyawa klorin, kadar, dan tingkat toksisitas senyawa tersebut . Aluminium Sulfat Aluminium sulfat merupakan bahan koagulan yang umum digunakan pada pengolahan air bersih. Koagulasi adalah proses yang bersifat kimia yang bertujuan menurunkan kekeruhan dan material pada air yang kebanyakan merupakan partikel Ae partikel koloidal . erukuran 1-200 milimikro. seperti bakteri, alga, lempung dan zat organik anorganik . Koagulasi bekerja dengan memberikan ion berlawanan muatan sehingga menurunkan gaya tolak menolak dan terjadi tarik menarik antara partikel Gaya tarik menarik antara partikel koloid membuat partikel menjadi lebih besar dan mengendap di dasar air . Polimer Polimer merupakan bahan flokulan alternatif yang berfungsi membantu proses Flokulasi merupakan proses lanjutan dan koagulasi. Pada proses flokulasi terjadi penggabungan partikel yang tidak stabil sehingga membentuk flok yang lebih besar dan lebih cepat untuk dipisahkan . Polimer dalam penelitian ini adalah ammonium chloride 45%. Natural gas . Penggunaan alat proses produksi air akan membutuhkan energi listrik. Alat-alat proses produksi air yang membutuhkan energi listrik ditampilkan di Tabel 2. Penggunaan listrik secara tidak langsung akan menghasilkan emisi apabila sumber daya alam tersebut tidak dapat diperbarui dan mengurangi sumber daya alam. Perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya dengan berbagai cara sering memengaruhi lingkungan dan udara. Polutan yang dihasilkan pada pembakaran fosil merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam, dan pemanasan global dan perubahan iklim. Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online Hasil dan Pembahasan Proses Produksi Air di IPAM Babat Air baku pada pengolahan di IPAM Babat berasal dari sungai Bengawan Solo. IPAM Babat memiliki tiga unit intake, dua unit sumur pengumpul, dua unit reservoir, serta dua cara pengolahan yaitu cara tradisional dan cara modern (Water Treatment Plan. Pembeda antara dua cara pengolahan tersebut adalah pengolahan tradisional merupakan pengolahan yang masih memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengalirkan air dalam setiap proses produksi. Sedangkan cara moderen (WTP), adanya usaha menaikkan bahan baku . ir sunga. ke tangki pengolahan. Masing-masing proses produksi tetap melewati tahap koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan Thomson. Secara umum proses pengolahan air di IPAM Babat disajikan dalam Gambar 1. Gambar 1 Alur proses produksi air di IPAM Babat Dalam proses produksi air, dibutuhkan bahan kimia yang berfungsi membunuh kuman . dan proses pengendapan . Bahan kimia yang digunakan IPAM Babat adalah sebagai berikut: . Aluminium Sulfat (Al2(SO. Fungsi aluminium sulfat adalah membantu proses penggumpalan kotoran atau pengendapan partikel sehingga lebih mudah disaring. Kadar yang dibutuhkan antara 40-60 ppm. Dalam sehari dibutuhkan aluminium sulfat sebanyak 700-1500 kg/hari. Besar kecilnya jumlah aluminium sulfat yang dicampurkan bergantung pada kondisi air . ekeruhan, warna, dan P. saat proses produksi air berlangsung. Selama 1 tahun. IPAM Babat menggunakan aluminium sulfat sebanyak 305. 700 kg. Polimer. Penambahan polimer membantu pembentukan flok. Jenis polimer yang digunakan adalah amonium chloride poly DADMAC dengan kadar 45%. Dalam 1 tahun. IPAM Babat menggunakan polimer 933,2 kg. Gas chlorine. Gas chlorine berfungsi sebagai desinfektan yaitu membunuh bakteri, virus, dan patogen dalam air. Gas chlorine yang di gunakan pada produksi air IPAM Babat sebanyak 5 kg/hari atau 1. 800 kg/tahun. Selain bahan kimia, proses produksi air membutuhkan peralatan, yaitu pompa air baku . ntake dan sumu. , pompa proses alum, blower proses polimer, dan blower WTP. Setiap peralatan tersebut membutuhkan energi. Daya listrik yang digunakan oleh keseluruhan proses produksi air di IPAM Babat sebesar 1. 809,6 kWH/tahun. Pengolahan Data Life Cycle Assessment (LCA) Pengolahan data LCA menggunakan software SimaPro 7. Input data penelitian dimulai dari pengadaan bahan baku sampai menjadi produk jadi. Semua data penggunaan bahan kimia dan energi listrik pada proses produksi air IPAM Babat dimasukkan pada tahapan Life Cycle Inventory. Keseluruhan data yang dimasukkan berasal dari informasi perusahaan. Input data secara lengkap disajikan pada Tabel 2. Irawati and Andrian. Analisa Dampak Lingkungan Pada Instalasi Pengolahan Air. Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online Penentuan dampak lingkungan diperoleh pada tahapan characteristization, damage assessment, normalization, weighting dan single score. Tabel 2 Input dan output data IPAM Babat dalam 1 tahun Output/produk Air Bersih yang Keluar 000 kg Input listrik Input bahan kimia Sludges air Intake Sumur 160 kWH Pompa pencucian pasir manual 400 kWH Pompa proses alum 289,6 kWH Blower proses polimer (WTP) 120 kWH Blower WTP 120 kWH Blower air alum 752 kWH Blower air polimer (WTP) 728 kWH Aluminium Sulfat Polimer (Ammonium Cloride 700 kg Gas chlorine Input air 000 kg 240 kWH Air sungai 933,2 kg 800 kg 000 liter Hasil Pengolahan Hasil pengolahan data menggunakan software SimaPro 7. 1 dibagi menjadi empat macam assessment yaitu network, characterization impact assessment, normalization impact assessment, dan single score. Network dampak lingkungan menggambarkan hubungan setiap proses yang dapat mengakibatkan dampak lingkungan. Tanda panah ke atas pada network menunjukkan proses produksi air. Garis merah pada network menggambarkan pengaruh terhadap dampak lingkungan sedangkan garis hijau menunjukkan emisi terproses sehingga tidak menghasilkan dampak lingkungan berdasarkan pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Garis merah yang lebih tebal menggambarkan proses memiliki pengaruh besar pada dampak lingkungan. Berdasarkan hasil network pada Gambar 2, tidak terdapat garis hijau yang artinya seluruh bahan kimia dan energi listrik yang digunakan tidak terproses sempurna sehingga masih berdampak terhadap Garis merah yang paling tebal terdapat pada penggunaan natural gas atau energi listrik. Hal ini disebabkan banyaknya pompa yang digunakan untuk mengambil air baku dan menaikkan air baku pada tangki WTP. Selanjutnya kandungan sulfur pada penggunaan aluminium sulphate memberikan dampak lingkungan kedua setelah penggunaan energi listrik. Aluminium sulphate merupakan senyawa kimia utama dalam penjernihan air dan memiliki fungsi sebagai pengikat partikel-partikel pengotor. Penggunaan gas chlorine pada aliran proses produksi air tidak tergambar pada network. Hal ini disebabkan kadar penggunaan gas chlorine cukup kecil, sehingga dampak lingkungan yang ditimbulkan juga kecil atau bahkan tidak berpengaruh terhadap Output SimaPro terkait persentase aliran penggunaan bahan kimia dan energi listrik pada proses produksi air di IPAM Babat disajikan pada Tabel 3. Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online Tabel 3 Persentase penggunaan bahan kimia dan listrik pada proses produksi air Inflows Flow (%) Natural gas Aluminium sulphate Ammonium chloride Chlorine . Total Gambar 2 Network proses produksi air di IPAM Babat Setelah diperoleh network (Gambar . , langkah selanjutnya adalah melakukan pengolahan data untuk mengetahui dampak lingkungan yang diakibatkan oleh penggunaan raw material, bahan kimia, dan energi. Penelitian ini menggunakan metode Eco-indicator 99 yang akan menghasilkan 11 kategori dampak. Berdasarkan metode Eco-indicator 99, kerugian dampak lingkungan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: . Kerugian terhadap kesehatan manusia: carcinogens, respiratory organics, respiratory inorganics, climate change, radiation, dan ozone layer. Kualitas Irawati and Andrian. Analisa Dampak Lingkungan Pada Instalasi Pengolahan Air. Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online ekosistem: ecotoxity, acidification, dan land use. Sumber daya: minerals dan fossil Berdasarkan Tabel 4 tentang characterization dampak, kerugian dampak lingkungan yang paling tinggi adalah kerugian sumber daya . ossil fuel. karena pemakaian listrik/energi yang cukup tinggi pada proses produksi air. Kerugian dampak lingkungan yang paling rendah adalah ozone layer, karena tidak ada bahan kimia dalam proses produksi air yang merusak lapisan ozone. Tabel 4 Characterization dampak lingkungan masing-masing kategori Impact category Unit Total Air PDAM Aluminium Chlorine,gas Ammoniu m Chloride Natural Carcinogens DALY 1,79E-12 1,08E-12 2,48E-14 6,15E-13 6,55E-14 Resp. DALY 7,85E-14 1,41E-14 7,57E-17 5,96E-14 4,64E-15 Resp. DALY 4,72E-11 3,79E-11 1,45E-13 4,42E-12 4,74E-12 Climate change DALY 1,42E-11 2,47E-12 5,11E-14 1,92E-12 9,8E-12 Radiation DALY 5,44E-14 3,61E-15 4,95E-14 1,28E-15 Ozone layer DALY 6,98E-15 3,79E-15 7,31E-16 8,73E-16 1,59E-15 7,39E-6 3,74E-6 6,83E-8 3,34E-6 2,38E-7 1,28E-6 8,86E-7 3,54E-9 1,33E-7 2,6E-7 1,54E-7 2,64E-9 1,04E-7 4,74E-8 7,75E-7 1,72E-8 7,21E-7 3,73E-8 0,000134 1,07E-5 1,79E-7 1,46E-5 0,000108 Ecotoxicity Acidification/ Eutrophication Land use Minerals Fossil fuels PAF*m PDF*m PDF*m Analisa dampak terhadap gangguan kesehatan manusia untuk satuan DALY dipengaruhi oleh jumlah kecacatan (Years Lived Disable. dan kematian (Years of Life Los. Skala DALY digunakan untuk WHO dan World Bank. Dalam metode ini diijinkan untuk penambahan DALY mempunyai efek kerdinogenik yang disebabkan perubahan PDF*m2yr atau potentially disappeared fraction of species . quare metre of land per yea. memiliki arti potensial kehilangan spesies per m2 tiap tahun. Ini merupakan satuan kontribusi proses dampak lingkungan terhadap kualitas ekosistem. Nilai PDF diperoleh dari rasio perbedaan relatif antara jumlah spesies pada kondisi referensi dan kondisi yang diciptakan oleh konversi . Pada tahap normalization diperoleh dengan membagi characterization dengan nilai normal. Hasil nilai normalisasi untuk tiga kategori kerugian dampak lingkungan dari mulai terbesar sampai terkecil adalah dampak lingkungan terhadap sumber daya, kesehatan manusia, dan ekosistem. Nilai dampak lingkungan dari tahap normalization dapat dilihat pada Tabel 5. Pembobotan yang dilakukan dengan semua potensi dampak lingkungan akan di konversi ke single score dengan memperlihatkan tiap-tiap proses yang mempunyai dampak lingkungan. Hasil single score disajikan pada Tabel 6. Pada dampak lingkungan kategori kesehatan manusia, kategori dampak carcinogens . enyawa yang terdapat pada polutan lingkungan dan berpengaruh pada kesehatan manusi. terbesar ada pada Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online penggunaan aluminium sulphate. Kategori dampak respiratory organics . fek saluran pernapasa. dan radiation terbesar dipengaruhi oleh penggunaan ammonium chloride . Kategori dampak respiratory inorganics . fek saluran pernapasa. terbesar dipengaruhi oleh penggunaan aluminium sulphate. Kategori dampak climate change . erubahan iklim pada periode tertent. terbesar dipengaruhi oleh penggunaan natural gas . nergi listri. Kategori dampak ozone layer terbesar dipengaruhi oleh penggunaan aluminium sulphate. Tabel 5 Hasil nilai normalisasi dampak lingkungan Ammoni Air Aluminium Chlorine,g Total PDAM Chloride Damage Human Health Ecosystem Quality Resources Natural 4,12E-9 2,7E-9 1,47E-11 4,6E-10 9,52E-10 4,24E-10 2,46E-10 2,54E-12 1,12E-10 6,45E-11 1,6E-8 1,27E-9 2,34E-11 1,82E-9 1,29E-8 Tabel 6 Single score dampak lingkungan proses produksi air di IPAM Babat Impact category Uni Total Air PDAM Aluminium Chlorine,ga Ammoni Chloride Natural Total 6,21E-6 1,29E-6 1,24E-8 7,29E-7 4,18E-6 Carcinogens 3,49E-8 2,11E-8 4,84E-10 1,2E-8 1,28E-9 Resp. 1,53E-9 2,76E-10 1,48E-12 1,16E-9 9,06E-11 Resp. 9,22E-7 7,4E-7 2,84E-9 8,63E-8 9,26E-8 Climate change 2,78E-7 4,82E-8 9,97E-10 3,75E-8 1,91E-7 Radiation 1,06E-9 7,06E-11 9,67E10 2,49E-11 Ozone layer 1,36E-10 7,4E-11 1,43E-11 1,7E-11 3,11E-11 Ecotoxicity 5,76E-8 2,92E-8 5,33E-10 2,61E-8 1,86E-9 Acidification/E 1E-7 6,91E-8 2,76E-10 1,04E-8 2,0E-8 Land use 1,2E-8 2,06E-10 8,15E-9 3,7E-9 Minerals 2,77E-8 6,13E-10 2,57E-8 1,32E-9 Fossil fuels 4,77E-6 3,81E-7 6,4E-9 5,2E-7 3,86E-6 Dampak lingkungan kategori kualitas ekosistem, kategori dampak ecotoxicity dan acidification/eutrophication . enyebabkan hujan asa. terbesar ada pada penggunaan aluminium sulphate. Kategori dampak land use . ampak terhadap tana. terbesar dipengaruhi oleh penggunaan ammonium chloride . Dampak lingkungan kategori sumber daya, kategori dampak minerals . etersediaan dan kualitas Irawati and Andrian. Analisa Dampak Lingkungan Pada Instalasi Pengolahan Air. Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2018, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online bahan minera. terbesar dipengaruhi oleh penggunaan ammonium chloride. Kategori dampak fossils fuel . etersediaan dan kualitas bahan bakar fosi. terbesar dipengaruhi oleh penggunaan natural gas. Secara keseluruhan dari hasil output SimaPro, yang paling berkontribusi terhadap dampak lingkungan adalah penggunaan pemakaian energi listrik. Dalam sehari penggunaan listik di IPAM Babat sebesar 4. 413,36 kWH. Penggunaan listrik terbesar terdapat pada proses pengambilan bahan baku air. Hal ini dikarenakan dibutuhkan pompa dengan daya besar untuk mengambil air dari sungai menuju IPAM Babat, jarak tempuh intake ke IPAM cukup jauh. Penggunaan listrik berdampak pada kerusakan sumber daya alam. Peranan energi listrik cukup besar dalam pengolahan air, sesuai dengan penelitian sebelumnya . , . Disamping itu emisi karbon dioksida (CO. hasil pembakaran karbon yang terkandung pada energi fosil secara tidak langsung berkontribusi pada dampak climate change. Dibutuhkan usaha penghematan listrik, salah satunya dengan cara peningkatan efisiensi peralatan dan penggunaan sistem arah aliran atas ke bawah . emanfaatkan gravitas. Penggantian peralatan yang sudah tua dapat menjadi salah satu alternatif meningkatkan efisiensi peralatan. Mengubah posisi pelarutan aluminium sulfat lebih dekat dari kolam pengolahan air juga dapat mengurangi kebutuhan energi listrik. Simpulan Hasil pengolahan dengan Life Cycle Assessment menghasilkan informasi berupa network, characterization impact assessment, normalization impact assessment, dan single score. Dari 4 input tersebut, kegiatan proses produksi air di IPAM Babat yang berkontribusi terbesar pada dampak lingkungan adalah penggunaan natural gas atau energi listrik. Penggunaan listrik secara tidak langsung memengaruhi kategori pengurangan sumber daya alam . ossil fuel. dan kesehatan manusia . limate chang. akibat pembakaran CO2. Penggunaan listrik/energi terbesar disebabkan penggunaan 5 pompa dengan daya besar pada tahap pengambilan bahan baku air dan jarak tempuh pengiriman yang cukup jauh dari intake ke IPAM. Disamping itu adanya penggunaan pompa untuk menaikkan air pada tangki WTP. Usaha penghematan energi listrik dapat dilakukan dengan cara efisiensi peralatan dan memaksimalkan sistem arah aliran air dari atas ke bawah . emanfaatkan gravitasi bum. Dari penelitian ini masih memiliki kekurangan yaitu belum memperhitungkan perbaikan secara teknis yang dibutuhkan IPAM Babat dalam mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi air. Diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat memperhitungkan prioritas perbaikan teknis yang dibutuhkan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat proses produksi Referensi