ARTIKEL Media Promosi Kesehatan Berbahasa Daerah dalam Upaya Penanganan Stunting di Kota Kupang Aloysius Liliweri1. Silvania S. Mandaru2. Herman Elfridus Seran3. Abner P. Sanga4 1,2,3,4 Universitas Nusa Cendana. Kupang. Indonesia Email: herman. seran@staf. Abstrak Penanganan stunting merupakan program yang harus menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dari lembaga pendidikan. Peran Lembaga Pendidikan dalam program penanganan stunting adalah membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting yang dirancang melalui beragam kegiatan. Salah satu metode edukasi yang dibuat oleh Lembaga perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Nusa Cendana adalah melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM Media Promosi Kesehatan Berbahasa Daerah Terkait Stunting di Kota Kupang telah dilaksanakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi bertempat di lokasi Car Free Day. Jl. Eltari. Kota Kupang yang dihadiri oleh masyarakat Kota Kupang yang hadir dalam ajang Car Free Day. Kegiatan ini melibatkan Mitra dari Puskesmas Oebobo yang berperan sebagai konsultan gizi bagi orang tua yang hadir dalam kegiatan ini. Berdasarkan beberapa rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, kegiatan pengabdian ini telah memberikan dampak bagi Mitra maupun masyarakat tentang penanganan Dampak bagi mitra dapat diketahui melalui adanya tambahan pengetahuan terkait bentuk media promosi yang harus digunakan serta perencanaan pesan berbahasa daerah sehingga pesan promosi kesehatan dapat dipahami oleh masyarakat. Sedangkan dampak bagi masyarakat dapat dilihat dari adanya perubahan pola pikir dalam bentuk perubahan pemahaman dan pengetahuan tentang stunting serta sikap untuk memperhatikan asupan gizi Selain memberi dampak atau impak bagi masyarakat, kegiatan PKM ini juga memiliki luaran kegiatan yakni publikasi kegiatan pada media massa lokal Pos Kupang dan publikasi pada Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Kata Kunci: Media Promosi Kesehatan. Stunting. Bahasa Daerah. Abstract Handling stunting is a program that must be the concern of many parties, including educational The role of educational institutions in the stunting handling program is to assist the government in providing education to the community about stunting which is designed through various activities. One of the educational methods created by higher education institutions in this case Nusa Cendana University is through Community Service (PKM) The PKM Health Promotion Media Activity in Regional Languages Related to Stunting in Kupang City has been carried out by the Communication Science Study Program at the Car Free Day location. Jl. Eltari. Kupang City which was attended by the Kupang City community who attended the Car Free Day event. This activity involved Partners from the Oebobo Health Center who acted as nutrition consultants for parents who attended this Based on several series of activities that have been carried out, this community service activity has had an impact on Partners and the community regarding handling stunting. The impact on partners can be seen through the addition of knowledge related to the form of promotional media that must be used and the planning of messages in regional languages so that health promotion messages can be understood by the community. Meanwhile, the impact Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL on the community can be seen from changes in mindset in the form of changes in understanding and knowledge about stunting and attitudes to paying attention to children's nutritional intake. In addition to having an impact on the community, this PKM activity also has activity outputs, namely publication of activities in the local mass media Pos Kupang and publication in the Community Service Journal. Keywords: Health Promotion Media. Stunting. Regional Language. PENDAHULUAN Berdasarkan data Dinas Kesehatan Propinsi NTT tingkat kematian bayi di NTT sejak tahun 2019 meningkat pada tahun 2022, dari 913 bayi pada tahun 2019 menjadi 1116 bayi pada Kota Kupang sendiri jumlah kematian bayi pada tahun 2022 berjumlah 56 bayi meningkat dari tahun 2019 yang berjumlah 18 bayi. Bahkan pada tahun 2022 Kota Kupang termasuk dalam 5 daerah di NTT dengan tingkat kematian bayi paling tinggi. Sementara menurut data dinas kesehatan kota Kupang hasil operasi timbang pada agustus 2022 terdapat 487 anak yang mengalami stunting. Pada sisi lain, menurut data dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga berencana (PPKB) kota kupang terdapat 26. 000 keluarga beresiko mengalami stunting. (Dinas Kesehatan Kota Kupang: 5. 487 Anak Mengalami Stunting, 2. Kelompok beresiko stunting adalah kelompok yang berisiko menjadi stunting dan perlu pendampingan agar tidak menghasilkan anak-anak stunting. Sasaran kelompok yang harus didampingi ialah keluarga yang memiliki bayi balita, remaja, pasangan usia subur, ibu hamil dan menyusui. Lebih lanjut apabila kita merujuk pada hasil laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 tercatat angka prevalensi balita stunting mencapai 37,8%, dan kota Kupang berada pada urutan ke-2 dengan tingkat prevalensi 26. (Kementrian Kesehatan RI, 2. Data diatas menunjukkan bahwa tingkat stunting pada balita di kota kupang berada posisi yang cukup tinggi. Stunting merupakan kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan rata-rata anak seusianya. Kondisi ini terjadi akibat masalah gizi kronis atau kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama (Ini Penyebab Stunting Pada Anak Ae Sehat Negeriku, 2. Penanganan persoalan stunting ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak mulai dari pemerintah hingga kelompok dan komunitas dalam masyarakat yang peduli pada persoalan stunting ini. Pemerintah kota Kupang sendiri telah melakukan beberapa usaha penanganan untuk menekan tingkat prevalensi balita stunting di kota Kupang, melalui sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat hingga program suplementasi yang terkoneksi langsung dengan kementrian kesehatan. Persoalan penanganan stunting dapat dilakukan lewat pemberian informasi sejak dini baik kepada remaja, keluarga muda, hingga keluarga yang sedang mempersiapkan kelahiran Bentuk sosialisasi yang dilakukan dapat melalui berbagai macam bentuk media. Dalam sosialisasi ini penting untuk memperhatikan ketersampaian pesan pada khalayak, salah satu metode memperkuat ketersampaian pesan ini dapat dilaksanakan dengan memperhatikan keterikatan budaya masyarakat setempat, misalnya memlaui symbol atau bahasa lokal. Melalui program kemitraan yang dibangun dengan pihak puskesmas dapat memberikan alternative sosialisasi bahaya stunting lewat media berbasiskan simbol-simbol masyarakat lokal guna mencapai ketersampaian pesan yang maksimal. Proses penyampaian pesan ini perlu dilaksanakan di ruang public lewat pembagian informasi dalam bentuk flyer, konsultasi, sticker, dan standing banner, berisi informasi lengkap mengenai stunting dan bahayanya. METODE Proses penyampaian pesan akan lebih efektif apabila pesan yang diberikan memiliki kedekatan dengan penerima pesan. Bentuk kedekatan penerima pesan dengan pesan yang Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL diberikan oleh pengirim pesan dapat berupa simbol budaya dan bahasa. Untuk itu dalam rangka mendekatkan pesan mengenai bahaya Stunting dan bagaimana cara mengananinya pada masyrakat Kota Kupang, maka perlu diterapkan metode penyampaian pesan yang berbasis pada symbol budaya dan bahasa yang dipahami oleh masyrakat NTT khususnya masyrakat di Kota Kupang. Untuk mencapai tujuan ketercapaian pesan tersebut digunakan metode sebagai berikut: Analisis Kondisi untuk mendapatkan bahan pertimbangan bentuk dalam pembuatan program media dan konten yang akan diaplikasikan Perancangan dan Pembuatan Media berbasis Simbol Budaya dan bahasa yang akan digunakan dalam media, termasuk memilih bentuk media yang digunakan Membangun Kemitraan dengan pihak yang berkompeten dalam sosialisasi penanganan stunting untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan sosialisasi Menentukan Tempat dan Waktu pelaksanaan yang paling efektif agar pesan dapat tersampaikan secara luas kepada public Melakukan evaluasi dan penggalian informasi sebagai bahan pertimbangan bagi kegiatan sosialisasi penganganan stunting di waktu kedepan HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Lembaga Pendidikan dalam program penanganan stunting adalah membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting yang dirancang melalui beragam kegiatan. Salah satu metode edukasi yang dibuat oleh Lembaga perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Nusa Cendana adalah melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM Media Promosi Kesehatan Berbahasa Daerah Terkait Stunting di Kota Kupang dilaksanakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi bertempat di lokasi Car Free Day yang dihadiri oleh masyarakat Kota Kupang. Kegiatan ini melibatkan Mitra dari Puskesmas Oebobo yang berperan sebagai konsultan gizi bagi orang tua yang hadir dalam kegiatan ini. Berdasarkan beberapa rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, kegiatan pengabdian ini telah memberikan dampak bagi Mitra maupun masyarakat tentang penanganan stunting. Dampak bagi mitra dapat diketahui melalui adanya tambahan pengetahuan terkait bentuk media promosi yang harus digunakan serta perencanaan pesan berbahasa daerah sehingga pesan promosi kesehatan dapat dipahami oleh masyarakat. Sedangkan dampak bagi masyarakat dapat dilihat dari adanya perubahan pola pikir dalam bentuk perubahan pemahaman dan pengetahuan tentang stunting serta sikap untuk memperhatikan asupan gizi anak. Selain memberi dampak atau impak bagi masyarakat, kegiatan PKM ini juga memiliki luaran kegiatan yakni publikasi kegiatan pada media massa lokal Pos Kupang dan publikasi pada Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengadian ini antara lain: Peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat kota Kupang tentang Stunting. Kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan oleh tim pengadian ini didesain menggunakan bahasa daerah dengan dialek Kupang sehingga memudahkan masyarakat Kota Kupang untuk memahami tentang stunting. Informasi yang diberikan kepada masyarakat dengan dialek Kupang tersebut membantu Masyarakat yang hadir dalam membedakan antara gizi buruk dan stunting. Masyarakat yang awalnya memahami stunting melalui penimbangan berat badan, kemudian memilki pengetahuan yang baru terkait cara mengetahui stunting yakni pengukuran tinggi badan anak. Selain penyampaian informasi terkait stunting yang dilakukan oleh MC dengan dialek Kupang, media promosi kesehatan yang disiapkan tim pengabdian juga menggunakan dialek Kupang sehingga memudahkan warga yang hadir dalam kegiatan konsultasi gizi . engukuran tinggi dan berat badan ana. memahami tentang stunting. Penggunaan bahasa pada stand banner dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan bahasa Kupang AuKosi Buang StuntingAy yang secara harafiah memiliki arti menendang stunting Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL sehingga makna yang diperoleh warga yang terlibat dalam kegiatan ini adalah pentingnya pencegahan stunting melalui pemberian asupan makanan yang bergizi. Gambar 1 Media Promosi Berbahasa Daerah (Diale. Kupang Peningkatan pemahaman warga masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini dapat dilihat dari adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah melakukan konsultasi gizi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Oebobo. Sebelum melakukan konsultasi gizi, warga masyarakat yang hadir belum memiliki pemahaman yang tepat tentang stunting dimana masyarakat mengartikan stunting sebagai gizi buruk. Namun setelah melakukan kegiatan konsultasi konsultasi gizi, masyarakat kemudian memiliki pemahaman yang tepat terkait stunting yakni kondisi pertumbuhan tinggi badan anak yang lambat dibandingkan anak seusianya karena adanya penyampaian informasi stunting dengan menggunakan bahasa/dialek Kupang oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Oebobo. Peningkatan pemahaman Masyarakat Kota Kupang tentang stunting dapat diketahui melalui survey yang dilakukan oleh tim Gambar 2 Diagram Pengukuran Pengetahuan Masyarakat Tentang Stunting Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL Gambar 3 Diagram Pengukuran Pemahaman Masyarakat Tentang Stunting Berdasarkan data pada diagram di atas dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan warga masyarakat tentang stunting setelah mengikuti kegiatan konsultasi gizi dengan tenaga Peningkatan pengetahuan ini diketahui melalui pemberian jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang diberikan. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan adanya penyampaian informasi terkait stunting melalui media promosi kesehatan berbahasa daerah dapat menjadi stimulus bagi masyarakat untuk memahami informasi yang diterima. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan Mitra tentang penggunaan media untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat kota Kupang tentang Stunting. Kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan oleh tim pengabdian memberikan kontribusi dari sisi perencanaan media informasi bagi mitra Puskesmas Oebobo dalam melakukan kampanye penanganan dan penanggulangan stunting. Dalam kegitan yang dilakukan pada car free day, mitra memiliki kesempatan untuk memberikan informasi kepada warga masyarakat melalui pesan promosi kesehatan yang dirancang menggunakan bahasa daerah . Kupang. Mitra pada akhirnya memiliki pemahaman yang baru terkait perencanaan pesan yang berbasis pada masyarakat Kota Kupang yang beragam dari segi tingkat pendidikan yang mana hal tersebut turut berpengaruh terhadap tingkat pemahaman masyarakat terkait stunting. Dalam kegiatan ini, mitra memiliki kesempatan untuk memberikan sosialisasi terkait stunting di Kota Kupang dengan pesan-pesan komunikasi yang telah direncakan dan didesain oleh tim pengabdian. Mitra juga kemudian memiliki pemahaman tentang bentuk-bentuk media promosi kesehatan yang dirancang dengan menggunakan bahasa daerah sehingga memudahkan masyarakat dalam memahami informasi yang diberikan. Pada kegiatan ini, media promosi kesehatan yang digunakan terdiri dari banner, komik strip, poster dan juga stiker. Dari beberapa media yang digunakan ini, mitra kemudian memiliki referensi terkait bentuk media yang dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan. Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL Gambar 4 Media Promosi dalam Bentuk Poster dan Stand Banner Gambar 5 Media Promosi Kesehatan dalam Bentuk Comic Strip Peningkatan pemahaman warga masyarakat . rang tua /Ib. dalam memberi perhatian peningkatan Gizi anak. Sasaran dari kegiatan media promosi kesehatan dan konsultasi gizi anak ini adalah warga Kota Kupang yang hadir dalam ajang car free day. Dalam kegiatan ini, warga masyarakat diberikan stimulus tentang pemberian gizi yang seimbang bagi anak melalui konsultasi gizi setelah melakukan pengukuran tinggi dan berat badan anak. Hasil dari konsultasi ini adalah adanya peningkatan pemahaman warga masyarakat tentang stunting pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Peningkatan pemahaman tentang stunting ini dapat diukur melalui pemberian jawaban dari warga atas pertanyaan seputar stunting, baik pertanyaan yang diberikan secara langsung oleh MC maupun dalam bentuk kuis serta google form. Berdasarkan hasil jawaban atas pertanyaan yang diberikan melalui beberapa media pengukuran, dapat dilihat juga pada komitmen dari orang tua dalam hal ini warga masyarakat untuk memperhatikan pertumbuhan anak melalui pemberian gizi seimbang. Berikut adalah kuis pra test dan post-test yang diberikan kepada orang tua sebelum dan sesudah mengikuti konsultasi Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL Gambar 6 Kuis Pertanyaan Tentang Stunting Gambar 7 Laporan Jawaban Kuis Stunting Selain jawaban atas pertanyaan terhadap kuis yang diberikan, hasil kegiatan ini juga memberikan stimulus bagi warga untuk memperhatikan pertumbuhan anak dengan memberikan makanan yang mengandung gizi seimbang. Berikut hasil survey terhadap warga terkait komitmen pemberian gizi seimbang bagi anak: Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL Gambar 8 Komitmen Orang Tua dalam Pemberian Gizi Seimbang Setelah Mengikuti Kegiatan Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini juga kemudian mendapatkan respon atau tanggapan positif dari warga masyarakat yang menilai kegiatan promosi kesehatan dan konsultasi gizi anak sebagai kegiatan yang penting dalam menanggulangi stunting di Kota Kupang. Warga masyarakat mengharapkan untuk terus dilakukannya kegiatan seperti ini yang melibatkan lebih banyak warga masyarakat serta diadakan secara berkesinambungan sehingga para orang tua dapat memperoleh pengetahuan yang tentang kebutuhan gizi anak. Selain itu, dalam kegiatan ini, panitia juga menyiapkan adanya sesi doorprize bagi peserta kegiatan yang berhasi menjawab dengan benar pertanyaan yang diberikan oleh panitia. Pengadaan dooprize ini pun dilihat sebagai salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan serta memberikan stimulus bagi warga dalam menguji tingkat pemahaman mereka tentang stunting. Berikut adalah hasil penilaian . orang tua terhadap kegiatan ini: Gambar 9 Evaluasi Sesi Kuis Pre-Test dan Post-Test Kegiatan Gambar 10 Evaluasi Sesi Pembagian Asupan Makanan Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL Gambar 11 Evaluasi Sesi Konsultasi Gizi Gambar 12 Evaluasi Pelayanan Panitia Kegiatan Gambar 13 Evaluasi Sesi Door Prize dalam Kegiatan Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini pada akhirnya memberikan dampak positif bagi warga masyarakat yang dapat dilihat dari adanya tambahan pengetahuan dan pemahaman tentang stunting serta adanya perubahan sikap yang terlihat dari komitmen orang tua untuk memperhatikan asupan gizi anak. Perubahan pola pikir masyarakat tersebut dapat dilihat dari hasil evaluasi masyarakat setelah mengikuti kegiatan ini. Berikut adalah pemaparan hasil Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL Gambar 14 Hasil Evaluasi Terkait Pengetahuan Gambar 15 Hasil Evaluasi Terkait Pemahaman Gambar 16 Hasil Evaluasi Terkait Sikap Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL Gambar 17 Hasil Evaluasi Terkait Kesadaran Gambar 18 Hasil Evaluasi Terkait Kesadaran KESIMPULAN Kegiatan PKM Media Promosi Kesehatan Berbahasa Daerah Terkait Stunting di Kota Kupang telah dilaksanakan pada tanggal 2 September 2023 bertempat di lokasi Car Free Day. Jl. Eltari. Kota Kupang yang dihadiri oleh masyarakat Kota Kupang yang hadir dalam ajang Car Free Day. Kegiatan ini melibatkan Mitra dari Puskesmas Oebobo yang berperan sebagai konsultan gizi bagi orang tua yang hadir dalam kegiatan ini. Berdasarkan beberapa rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, kegiatan pengabdian ini telah memberikan dampak bagi Mitra maupun masyarakat tentang penanganan stunting. Dampak bagi mitra dapat diketahui melalui adanya tambahan pengetahuan terkait bentuk media promosi yang harus digunakan serta perencanaan pesan berbahasa daerah sehingga pesan promosi kesehatan dapat dipahami oleh masyarakat. Sedangkan dampak bagi masyarakat dapat dilihat dari adanya perubahan pola pikir dalam bentuk perubahan pemahaman dan pengetahuan tentang stunting serta sikap untuk memperhatikan asupan gizi anak. Selain memberi dampak atau impak bagi masyarakat, kegiatan PKM ini juga memiliki luaran kegiatan yakni publikasi kegiatan pada media massa lokal Pos Kupang dan publikasi pada Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Penanganan stunting merupakan program yang harus menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dari lembaga pendidikan. Peran Lembaga Pendidikan dalam program penanganan stunting adalah membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting yang dirancang melalui beragam kegiatan. Media edukasi pun menjadi salah satu aspek penting yang perlu direncanakan secara matang sehingga pesan komunikasi terkait stunting dapat dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL terus dilakukan serta melibatkan masyarakat dalam jumlah yang lebih besar agar dampak dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan demikian maka Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana dapat menindaklanjuti kegiatan-kegiatan seperti ini melalui kolabirasi dengan berbagai Lembaga. DAFTAR PUSTAKA