731 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 IDENTIFIKASI MITIGASI BENCANA DI KAWASAN PANTAI LOANG BALOQ KOTA MATARAM Oleh Mahmudah Budiatiningsih1. Ihyana Hulfa2 1,2 Universita Mataram E-mail: 1Mahmudahb@unram. id, 2Ihyanahulfa@unram. Article History: Received: 19-06-2025 Revised: 01-07-2025 Accepted: 22-07-2025 Keywords: Destinasi wisata. Loang Baloq. Mitigasi Bencana. Pantai. Abstract: Kawasan Pantai Loang Baloq merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kota Mataram. Selain memiliki beragam daya tarik wisata, kawasan ini juga memiliki beragam risiko bencana. Oleh karenanya penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi upaya mitigasi bencana yang diterapkan oleh pengelola Pantai Loang Baloq sebagai destinasi wisata yang rawan terhadap bencana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola Kawasan Pantai Loang Baloq Kota Mataram telah menerapkan beberapa upaya mitigasi bencana, baik berupa mitigasi bencana struktural maupun mitigasi bencana non-struktural. Mitigasi struktural meliputi pengadaan sistem peringatan dini, pengadaan pemecah ombak, dan pengadaan signage terkait bencana. Sementara mitigasi non-struktural dilakukan melalui penanaman pohon di sepanjang pohon di garis pantai serta pengadaan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan terkait kebencanaan. Upaya mitigasi tersebut masih belum cukup untuk menekan risiko bencana secara signifikan. Diperlukan pengadaan sistem peringatan dini yang memenuhi standar serta pengadaan edukasi dan simulasi menghadapi bencana yang melibatkan seluruh stakeholder kawasan secara rutin. PENDAHULUAN Loang Baloq merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kota Mataram. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain lokasinya yang strategis di Kota Mataram, kawasan pantai Loang Baloq juga memiliki beragam daya tarik wisata. Hal ini menjadikan Pantai Loang Baloq selalu ramai pengunjung, terlebih saat akhir pekan. Pantai Loang Baloq yang menawarkan berbagai daya tariknya juga memiliki beragam risiko bencana seperti banjir ROB, tsunami, dan gempa bumi. Kawasan ini juga rawan terhadap gelombang pasang dan abrasi. Sebagai destinasi wisata yang terletak di kawasan yang rawan terhadap bencana, seharusnya kawasan ini dilengkapi dengan sistem mitigasi Sistem mitigasi bencana berkaitan dengan upaya untuk mengurangi risiko dan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan akibat kejadian bencana. Industri pariwisata sangat rentan terhadap bencana, apabila tidak dikelola dengan baik akan memunculkan berbagai dampak negatif yang merugikan ekosistem dan performa a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 pada pariwisata . Tanpa sistem mitigasi yang baik, destinasi wisata rawan bencana berisiko menghadapi berbagai dampak negatif dari kejadian bencana seperti kerusakan daya tarik wisata, kerusakan fasilitas, kerusakan aksesibilitas, dan rusaknya citra destinasi yang dapat menyebabkan penurunan jumlah kunjungan wisata . Bahkan menurut penelitian . , citra destinasi juga mempengaruhi tingkat kepuasan wisatawan di Loang Baloq. Hal ini memperkuat alasan pentingnya penerapan mitigasi bencana di Loang Baloq. Selain untuk meminimalkan risiko akibat kejadian bencana, juga untuk menjaga citra destinasi pariwisata. Adanya sistem mitigasi bencana yang memadai sangat penting untuk memastikan seluruh pengguna kawasan wisata rawan bencana aman dan selamat ketika terdapat risiko bencana . Oleh karenanya, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi upaya mitigasi bencana yang diterapkan oleh pengelola Pantai Loang Baloq sebagai destinasi wisata yang rawan terhadap bencana. LANDASAN TEORI Mitigasi Bencana Mitigasi bencana adalah upaya untuk pengurangan risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana . Mitigasi berupaya untuk mencegah peristiwa berbahaya dan, jika mungkin, mengurangi keparahan yang terjadi, dan meminimalkan kerugian dan efek kerusakan lanjutannya . Dampak buruk akibat bencana tidak sepenuhnya dapat dihindari, akan tetapi upaya mitigasi dapat membantu masyarakat setempat untuk dapat pulih lebih cepat dari situasi krisis . Pelaksanaan mitigasi bencana dilakukan menyesuaikan karakteristik kawasan lingkungan dan budaya setempat . , termasuk juga karakteristik suatu destinasi wisata. Oleh karenanya, penerapan mitigasi bencana sebaiknya mengacu pada hasil kajian risiko bencana. Menurut UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kegiatan mitigasi dapat dilakukan melalui pelaksanaan penataan ruang. pengaturan pembangunan, pembangunan infrastruktur, tata bangunan. penyelenggaraan pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan baik secara konvensional maupun modern . Sementara penanggulangan bencana dalam situasi tidak terjadi bencana . , penyelenggaraannya meliputi: perencanaan penanggulangan bencana. pengurangan risiko bencana. pemaduan dalam perencanaan pembangunan. persyaratan analisis risiko bencana. pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang. pendidikan dan pelatihan. dan persyaratan standar teknis Secara umum, terdapat 2 jenis mitigasi yaitu mitigasi struktural dan mitigasi nonstruktural. Mitigasi struktural adalah upaya pengurangan risiko bencana melalui penggunaan dan pembangunan struktur fisik. Contoh mitigasi struktural antara lain: pembangunan gedung tahan gempa, pembangunan sea wall, pembangunan pemecah ombak, pembangunan TES yang tinggi dan tahan gempa di dekat kawasan pesisir dengan risiko tsunami, penyediaan jalur evakuasi, pemasangan signage, dll. Sementara mitigasi nonstruktural adalah upaya pengurangan risiko bencana tanpa pembangunan fisik. Upaya ini dapat berupa perumusan kebijakan penanganan bencana, pelaksanaan sosialisasi dan simulasi menghadapi bencana, pengaturan tata ruang, dll. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Observasi dilakukan melalui pengamatan fisik kawasan Pantai Loang Baloq untuk mengetahui keberadaan mitigasi struktural. Sementara wawancara dilakukan terhadap pengelola wisata, pelaku usaha, serta pengunjung kawasan Pantai Loang Baloq untuk mengetahui penerapan mitigasi non-struktural. Hasil penelitian selanjutnya dipaparkan secara deskriptif untuk menggambarkan hasil temuan berupa upaya mitigasi bencana yang telah diterapkan di kawasan Pantai Loang Baloq. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pantai Loang Baloq Pantai Loang Baloq terletak di jalan Dr. Soedjono Lingkar Selatan. Kota Mataram. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantai Loang Baloq menawarkan daya tarik wisata alam dan daya tarik wisata budaya. Kawasan ini juga menyediakan banyak pilihan aktivitas bagi para Pengelolaan kawasan pantai Loang Baloq dilakukan oleh masyarakat setempat yang dinaungi oleh Pokdarwis Tanjung Samudera. Attractions Attractions atau atraksi wisata merupakan segala jenis daya tarik yang menjadi alasan wisatawan untuk berkunjung. Daya tarik wisata setidaknya terdiri atas something to see, something to do, dan something to buy . Sementara menurut jenisnya, daya tarik wisata terdiri atas daya tarik wisata alam, dan daya tarik wisata buatan . Kawasan pantai Loang Baloq menawarkan berbagai daya tarik wisata dan beragam aktivitas yang dapat dipilih oleh pengunjung. Something to see Something to see meliputi segala daya tarik wisata yang dapat dilihat oleh pengunjung. Di kawasan Loang Baloq, pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai, menikmati pemandangan area kolam, dan juga dapat menikmati pemandangan kawasan yang luas khas pesisir. Something to do Something to do meliputi segala aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung saat berada di kawasan wisata. Pengunjung kawasan pantai Loang Baloq dapat memilih berbagai aktivitas, seperti mencicipi kuliner lokal khas Sasak. bermain bola di pantai. dan naik kano. Selain itu, pengunjung juga bisa naik perahu bebek untuk mengelilingi muara dan menikmati keindahan alam di Something to buy Something to buy adalah segala sesuatu yang dapat dibeli oleh pengunjung di kawasan Pengunjung kawasan Loang Baloq dapat membeli berbagai kuliner khas lokal Sasak dan berbagai souvenir untuk oleh-oleh. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Gambar 1. Beberapa atraksi wisata di kawasan Loang Baloq . Amenities Amenities atau amenitas adalah segala fasilitas yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama di destinasi wisata. Kawasan pantai Loang Baloq telah dilengkapi dengan amenitas yang cukup memadai, antara lain: area parkir, gazebo . , pusat informasi, kios souvenir, kuliner, musholla, balai pertemuan, outbound, selfie area, spot foto, tempat maka, posko kesehatan, wastafel, toilet, tempat sampah, dll. Area parkir di kawasan Loang Baloq cukup luas yaitu sekitar 2000 m 2. Kapasitas area parkir dapat menampung sekitar 200 motor, 30 mobil, dan 5 bus . Tempat makan di kawasan ini juga menyediakan kuliner yang sangat beragam, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat seperti olahan ikan dan masakan khas Sasak lainnya. Gambar 2. Beberapa fasilitas di kawasan Loang Baloq . Access Akses menuju kawasan Loang Baloq termasuk sangat mudah. Tersedia angkutan umum seperti taksi, dan ojek bahkan bisa menggunakan transportasi online. Lokasi Loang Baloq juga dapat ditemukan dengan mudah melalui bantuan Google Maps, sehingga memudahkan pengunjung baru untuk mengakses tempat ini dengan mudah. Papan signage juga ditemukan di beberapa persimpangan jalan menuju pantai Loang Baloq. Sementara di dalam kawasan juga tersedia signage yang cukup lengkap yang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 memudahkan pengunjung untuk menemukan spot lainnya. Gambar 3. Signage di kawasan Loang Baloq Upaya Mitigasi Bencana di Kawasan Pantai Loang Baloq Kawasan pantai Loang Baloq selain memiliki keindahan alam dan beragam daya tarik wisata juga memiliki beberapa risiko bencana seperti banjir ROB, tsunami, dan gempa bumi. Kawasan wisata rawan bencana perlu memiliki manajemen krisis. Manajemen krisis di destinasi wisata mencakup serangkaian tindakan terukur dan sistematis yang dilakukan pada ekosistem pariwisata untuk menyiagakan, merespon, dan memulihkan diri dari suatu krisis . Manajemen krisis berfungsi untuk menanggulangi krisis Kepariwisataan yang menyebabkan turunnya citra kepariwisataan Indonesia dan jumlah wisatawan di daerah tujuan pariwisata, kawasan strategis pariwisata, dan daerah wisata lainnya . Salah satu bagian dari manajemen krisis adalah kesiapsiagaan dan mitigasi yang berfungsi sebagai upaya pengelolaan krisis yang dilakukan pada kondisi normal sebelum krisis terjadi. Upaya mitigasi bencana yang diterapkan di masing-masing destinasi wisata berbeda sesuai dengan karakteristik masing-masing destinasi. Mitigasi bencana tidak dapat disamaratakan di semua destinasi wisata karena setiap destinasi wisata memiliki karakteristik yang berbeda . Di Kawasan Loang Baloq. Mataram. NTB, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dilakukan melalui mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural. Mitigasi struktural di kawasan Loang Baloq dilakukan melalui penyediaan sistem peringatan dini, pembangunan pemecah ombak, penyediaan papan signage kebencanaan, penyediaan jalur evakuasi, dan pengadaan menara pengawas. Penyediaan sistem peringatan dini Kawasan pantai Loang Baloq belum dilengkapi dengan penerapan teknologi canggih untuk mendeteksi gempa dan tsunami. Pengelola kawasan menyediakan sistem peringatan dini menggunakan menara pengawas dan pengeras suara. Menara pengawas terletak di pinggiran pantai dan digunakan untuk memantau aktivitas di kawasan pantai, termasuk sebagai titik pantau awal jika terdapat ancaman bencana atau keadaan darurat. Selanjutnya pengelola menggunakan alat bantu pengeras suara untuk menyampaikan informasi bagi para pengunjung. Menurut Lu et al. sebagaimana dikutip oleh Widyaningrum et al. , pengadaan suatu rekayasa merupakan upaya mitigasi bencana yang dapat membantu dalam menciptakan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 ketahanan dan ketangguhan dalam menghadapi bencana. Gambar 4. Menara pengawas dan pengeras suara di kawasan Loang Baloq Pembangunan pemecah ombak Pengelola telah membangun pemecah ombak dari bebatuan besar. Pemecah ombak membantu mengurai kekuatan ombak sehingga abrasi lebih terkendali. Selain itu, kawasan pantai menjadi lebih nyaman untuk beraktivitas pengunjung. Pemecah ombak dapat melindungi struktur pantai di kawasan Loang Baloq. Gambar 5. Pemecah ombak di pantai Loang Baloq . Penyediaan papan signage kebencanaan Kawasan pantai Loang Baloq telah dilengkapi dengan papan peringatan bencana, jalur evakuasi serta petunjuknya, titik kumpul evakuasi, serta papan informasi yang memuat prosedur penyelamatan diri saat terjadi bahaya. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Gambar 6. Penyediaan papan signage kebencanaan Mitigasi non-struktural di kawasan Loang Baloq dilakukan melalui penanaman pohon di sepanjang pohon di garis pantai serta pengadaan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan terkait kebencanaan. Penanaman pohon di garis pantai Salah satu upaya mitigasi yang dilakukan oleh pengelola adalah dengan melakukan penanaman pohon di sepanjang garis pantai. Penanaman ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pantai, mengurangi abrasi, dan sebagai penahan alami jika terjadi gelombang tinggi atau tsunami. Pengadaan edukasi dan simulasi terkait kebencanaan Pengelola bersama pemerintah daerah beberapa kali mengadakan kegiatan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana di kawasan Pantai Loang Baloq. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dan pengunjung untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan menghadapi situasi darurat. Salah satu kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan dilaksanakan pada Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang dikemas dalam HaKaBe Run 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 April 2025 di Taman Rakyat Pantai Loang Baloq Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat. Penyelenggara kegiatan ini adalah BNPB bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB. Pemerintah Kota Mataram serta komunitas pelari . KESIMPULAN Pengelola kawasan pantai Loang Baloq telah menerapkan upaya mitigasi baik secara struktural maupun non-struktural. Upaya ini sangat membantu sebagai langkah pengurangan risiko bencana. Akan tetapi upaya ini masih belum cukup untuk mengurangi risiko secara signifikan. Sistem peringatan dini masih bersifat tradisional, padahal kawasan Loang Baloq memiliki indeks risiko tsunami pada kategori tinggi, sehingga perlu pengadaan sistem peringatan dini dengan menggunakan teknologi yang sesuai dengan standar. Selain itu, upaya edukasi dan pelaksanaan simulasi menghadapi bencana belum terlaksana secara rutin dan belum melibatkan seluruh stakeholder, sehingga kegiatan ini masih perlu dimaksimalkan pelaksanaannya. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 DAFTAR PUSTAKA