Jurnal Pendidikan Sultan Agung Volume 3 Nomor 3. O k t o b e r Tahun 2023 Hal. 212 Ae 220 JP-SA Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ========================================================================= PENGARUH METODE BRAINSTORMING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DI SD INPRES BUMI SAGU ASandra Putri Wahyunisa. AMufidah. AAkina, 4Nurul Kami Sani Pendidikan Guru Sekolah Dasar. FKIP. Universitas Tadulako Email: sandraputri477@gmail. Abstrak Kemampuan berpikir kritis siswa di indonesia tergolong rendah, hal ini dibuktikan pada hasil survei penelitian PISA tahun 2018. Pemilihan metode diperlukan untuk mengatasi permasalahan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode brainstorming terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika kelas V di SD Inpres Bumi Sagu. Desain penelitian menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design dengan sampel siswa kelas V B SD Inpres Bumi Sagu yang berjumlah 18 orang. Pengambilan data menggunakan instrument soal pilihan ganda yang memuat indikator berpikir kritis dengan analisis data menggunakan uji Paired Sample T-test berbantuan program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada indikator mengenal dan memecahkan masalah 47,22. menganalisis 33,33. indikator mengevaluasi 30,55. dan indikator menyimpulkan 18,51. Berdasarkan hasil uji-t menggunakan uji Paired Sampel T-test diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,000<0,05. Maka Hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak, artinya metode brainstorming pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres Bumi Sagu. Kata kunci: metode brainstorming, berpikir kritis, matematika Abstract The critical thinking ability of students in Indonesia is relatively low, this is proven by the results of the 2018 PISA research survey. Method selection is needed to overcome this problem. This research aims to determine the effect of using the brainstorming method on students' critical thinking abilities in fifth-grade mathematics at SD Inpres Bumi Sago. The research design used a One-Group Pretest-Posttest Design with a sample of 18 students in class V B of SD Inpres Bumi Sago. Data collection used a multiple choice question instrument that contained indicators of critical thinking with data analysis using the Paired Sample T-test assisted by the SPSS version 16 The results of the research showed an increase in the indicator of recognizing and solving problems 47. analyzing indicators 33. indicator evaluates 30. and the indicator Based on the results of the t-test using the Paired Sample T-test, a sig . -taile. value of 0. 000<0. 05 was obtained. So Hypothesis Ha is accepted and Ho is rejected, meaning that the brainstorming method in the mathematics subject material on spatial shapes has an effect on the critical thinking abilities of fifth-grade students at SD Inpres Bumi Sago. Keywords: brainstorming method, critical thinking, mathematics PENDAHULUAN Pendidikan merupakan faktor terpenting yang harus mampu mempersiapkan dan membentuk generasi emas untuk menghadapi tantangan masa depan Era Revolusi Industri 4. 0 dan seterusnya. Generasi Emas adalah representasi indah anak bangsa yang cerdas bangsanya dan pemikir kritis di Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 3 No. 3 Oktober 2023 berbagai bidang. Revolusi Industri 4. 0, dunia mengalami perubahan yang sangat pesat dan kompetitif di berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah dunia pendidikan. Di era RI 4. 0, kompetensi dan keterampilan yang kompleks harus ada untuk dapat bersaing dengan yang lain. Oleh karena itu, di abad 21 ini, keterampilan atau kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan bagi setiap orang, bahkan dalam dunia pendidikan. Keterampilan berpikir kritis merupakan kebutuhan bagi siswa, sehingga pendidik harus bisa melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa (Zakiah & Lestari, 2. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, bidang Pendidikan Indonesia perlu merevisi kurikulum dengan menambahakan lima kopentensi siswa dalam memasuki era revolusi industry 4. 0, yaitu: memiliki kemampuan berpikir kritis, memiliki kreatifitas dan kemampuan yang inovatif, memiliki kemampuan dan keterampilan berkomunikasi, bisa bekerja sama dan berkolaborasi, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi (Saepudin, 2. Wakil Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) 2018 Satriawan Salim, membenarkan bahwa sebagian besar siswa masih berpikir pada tingkatan atau level rendah. Hal ini di tujukan melalui sejumlah survei Pendidikan salah satunya adalah Programme for International Student Assesment (PISA). Satriawan menjelaskan tingkatan keterampilan berpikir dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah C-I . C-2 . C-3 . C-4 . C-5 . enilai/mengevaluas. dan C-6 . encipta/kreas. Untuk keterampilan berpikir C-1 sampai dengan C-3 disebut Auketerampilan berpikir rendahAy sedangkan C-4 sampai C-6 disebut Auketerampilan berpikir tingkat tinggiAy (Puspita, 2. Hal yang harus diutamakan untuk anak jenjang sekolah dasar adalah bagaimana mengembangkan rasa ingin tahu dan daya berpikir kritis mereka terhadap suatu masalah. Berpikir kritis mempersiapkan siswa untuk berpikir dalam berbagai bidang dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan intelektual mereka dan mengembangkan potensi mereka saat mempersiapkan mereka untuk karir dan kehidupan nyata. Salah satu pembelajaran yang berdampak langsung pada proses peningkatan kemampuan berpikir siswa adalah pembelajaran matematika. Matematika adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berpikir, karena itu matematika sangat diperlukan baik untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk menunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Rachmantika & Wardono, 2. Ini berarti bahwa belajar matematika untuk mempersiapkan siswa agar mampu menggunakan pola pikir matematika dalam kehidupan kesehariannya dan dalam mempelajari ilmu pengetahuan lain. Pembelajaran matematika adalah membentuk logika berpikir bukan sekedar pendai berhitung. Berhitung dapat dilakukan dengan alat bantu, seperti kalkulator dan komputer, namun menyelesaikan masalah perlu logika berpikir dan analisis (Fatimah, 2. Oleh karena itu, siswa dalam belajar matematika harus memiliki pemahaman yan benar dan lengkap sesuai tahapan, melalui cara dan metode yang menyenangkan dengan menjalankan prinsip matematika. Menentukan metode pembelajaran dinilai sangat efektif dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan menghasilkan proses pembelajaran yang bermakna sesuai dengan berbagai literatur yang ditemukan yang berkaitan erat dengan penelitian ini. Maka salah satu usaha yang dapat dilakukan peneliti yakni melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Brainstorming dalam kegiatan diskusi kelompok kecil. Pembelajaran menggunakan metode Brainstorming, maka siswa akan dilibatkan secara langsung dan mengalami sendiri proses belajar dan anak dapat mencurahkan gagasan-gagasan yang mereka miliki tanpa ada tekanan, sehingga diharapkan anak akan lebih mudah memahami materi yang sedang mereka pelajari. Menurut Roestiyah N. K . Brainstorming adalah suatu cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru atau dapat Wahyunisa, dkk. Pengaruh Metode Brainstorming Terhadap Kemampuan Berpikir KritisA. diartikan pula sebagai salah satu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang sangat singkat. Menurut Osborn. Brainstorming adalah suatu Teknik kreatifitas yang mengupayakan pencarian penyelesaian dari suatu masalah tertentu dengan mengumpulkan gagasan tertentu dengan mengumpulkan gagasan secara spontan dari anggota kelompok. Sedangkan Menurut Philips, metode brainstorming adalah Teknik untuk menggali sebanyak mungkin gagasan atau masalah. Sehingga melalui metode brainstorming ini siswa menjadi mampu meningkatkan aktifitas belajar yang mendorong peningkatan pada hasil belajar dan melatih tingkat kemampuan berpikir siswa. Keunggulan dari metode brainstorming yaitu: . anak-anak berpikir untuk menyatakan pendapat, . melatih siswa berpikir dengan cepat dantersusun logis, . merangsang siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan masalah yang diberikan guru, . Meningkatkan partisipasi siswa dalam menerima pelajaran, . Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang mampu dan guru, . Terjadi persaingan yang sehat, . Anak merasa gembira dan bebas, . Suasana demokrasi dan disiplin dapat ditumbuhkan. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan guru kelas V SD Inpres Bumi Sagu ditemukan bahwa siswa masih kurang dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi atau berpikir kritis dalam pembelajaran. kemudian pada saat guru melontarkan permasalahan siswa cenderung belum bisa menyampaikan jawaban secara sistematis dan logis, ini terjadi karena kemampuan berpikir siswa dalam pemecahan masalah yang belum dibiasakan, kemudian juga beberapa siswa masih kurang mengekspresikan diri dalam menyampaikan pendapat, masih ada siswa yang masih takut dalam menyampaikan pendapatnya karena takut di kritisi oleh teman-temannya. Hal ini mengakibatkan siswa pasif dalam pembelajaran terutama dalam pembelajaran matematika. Selain itu juga metode brainstorming juga belum pernah diterapkan dikelas untuk mengukur kemampuan berpikir kritis Dengan demikian penggunaan metode ini diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk menyatakan gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman serta ide-ide mengenai suatu masalah tanpa adanya penilaian dari peserta lain. Tujuan penggunaan cara ini ialah untuk menguras habis apa yang dipikirkan para siswa dalam menanggapi masalah yang dilontarkan guru ke kelas tersebut (Yusuf & Trisiana, 2. Maka dari itu dengan menerapkan metode Brainstorming diharapkan dapat melatih siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya dengan cara melatih mereka dalam mengungkapkan pendapatnya sesuai materi pokok yang sedang dipelajari. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Sugiyono . menyatakan, bahwa metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh tertentu terhadap yang lain dalam kondisi terkendalikan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian One-Group PretestPosttest Design. Adapun Sampel penelitian ini adalah kelas V B yang terdiri dari 18 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Bumi Sagu, jalan Letjen Soeprapto No. 5 Mantikulore. Palu timur. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang datanya bersumber dari sampel dengan pemberian pretes dan posttes yang memuat indikator berpikir kritis kepada siswa. Sedangkan sumber data yang didapatkan penulis berasal dari hasil observasi, wawancara dan dokumntasi siswa kelas dan guru kelas V B SD Inpres Bumi Sagu. Instrumen tes yang digunakan adalah soal pilihan ganda matematika yang memuat indikator berpikir kritis berdasarkan teori yang diuraikan oleh Arief (Achmad, 2. yang kemudian dikaitkan dengan teori taksonomi Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 3 No. 3 Oktober 2023 bloom (Nafiati, 2. dan teori van Hiele dalam pembelajaran geometri (Abdussakir, 2. sehingga dapat di ruumuskan indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan ialah . menganalisis, . Mengenal dan memecahkan masalah, . Menyimpulkan, dan . Mengevaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Menurut Sugiyono . analisis deskriptif adalah analisis statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Terdapat beberapa cara dalam analisis data, diantaranya uji normalitas, dan uji-t. Uji normalitas adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari populasi berdistribusi normal atau tidak. Untuk uji normalitas ini dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 16 menggunakan uji Lilliefors (Kolmogrov-Smirno. Setelah dinyatan normal maka selanjutnya uji hipotesis dengan menggunakan uji Independent Sample Paired T-Test berbantuan program SPSS versi 16 dengan taraf signifikan =0,05. Adapun dasar pengambilan keputusan signifikan adalah jika nilai signifikansi