Jurnal Agrisistem Volume 21 Nomor 1. Juni 2025 DOI: https://doi. org/10. 52625/j-agr-sosekpenyuluhan. p-ISSN 1858-4330 e-ISSN 2776-4362 PENINGKATAN PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG PRODUKSI DAN MANAJEMEN PAKAN KOMPLIT SERTA DIGITAL MARKETING MELALUI PENYULUHAN DENGAN METODE PRAKTIK LANGSUNG DAN PENDAMPINGAN Increasing Farmers' Knowledge About Complete Feed Production and Management and Digital Marketing through Counseling with Direct Practice Methods and Mentoring Fitriana Akhsan1* . Basri1 . Nurjannah Bando1 . Syahruni Thamrin1 . Muhammad Kadir1. Firdayana Akhsan1. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Kabupaten Pangkep. Indonesia, 90655 Telp: 624102312703. Fax: 62410-2312705 ABSTRAK Pengetahuan tentang produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing penting untuk meningkatkan produksi dan produktifitas sapi potong. Penyuluhan telah terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing melalui penyuluhan dengan metode praktik langsung dan pendampingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat peternak Desa Paopao. Kecamatan Tanete Rilau. Kabupaten Barru. Populasi yang dijadikan sampel yaitu masyarakat peternak yang tergabung dalam kelompok tani hutan Tompo Sekka Desa Paopao. Kecamatan Tanete Rilau. Kabupaten Barru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner yang berisi daftar pertanyaan dengan skala likert. Metode praktik langsung dan pendampingan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing. Penerapan teknologi produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing dapat menggenjot produksi sapi potong yang akan meningkatkan minat peternak untuk memperbesar skala usahanya. Kata kunci: Pengetahuan. Penyuluhan. Pakan komplit. Manajemen pakan. Digital marketing ABSTRACT Complete feed production knowledge, beef feed management and digital marketing are important to increase beef cattle production and productivity. Counseling increases public knowledge. This study aims to evaluate the increase of public knowledge about complete feed production, beef feed management and digital marketing through counseling with direct practice methods and mentoring. The method used in this study is a quantitative approach with a type of comparative research. The population used in this study is the farming community of Paopao Village. Tanete Rilau District. Barru Regency. The population used as a sample is a farming community that is a member of the Tompo Sekka forest farmer group in Paopao Village. Tanete Rilau District. Barru Regency. The instrument used in this study is a questionnaire containing a list of questions on a Likert scale. Direct practice methods and mentoring are proven to increase public knowledge about complete feed production, beef cattle feed management and digital marketing. The application of complete feed production technology, beef feed management and digital marketing can boost beef cattle production which will increase farmers' interest in increasing their business scale . Diterbitkan oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Jurnal Agrisistem. Volume Nomor . Juni 2025 Fitriana Akhsan et al. Keywords: Knowledge. Counseling. Complete Feed. Feed Management. Digital marketing @ 2025 Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Halaman Jurnal : https://ejournal. polbangtan-gowa. id/index. php/J-AgrSosekpenyuluhan/article/view/443/version/443 Received : 9 April 2025 Accepted : 27 Juni 2025 Published Online : 30 Juni 2025 * Email Korespondensi: fitriana. akhsan@yahoo. PENDAHULUAN Kebutuhan daging sapi nasional semakin meningkat dari tahun ketahun. Seiring meningkatnya pendapatan, permintaan daging merah, termasuk daging sapi, diproyeksikan meningkat secara signifikan. Secara global, permintaan daging merah per orang diperkirakan akan meningkat sebesar 14% pada tahun 2050, dengan daerah berkembang seperti Indonesia kemungkinan mengalami peningkatan yang lebih tinggi (Komarek et al. Meningkatnya kebutuhan daging sapi nasional di Indonesia didorong oleh meningkatnya populasi dan permintaan konsumsi, yang memerlukan pendekatan multifaset untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Saat ini, sekitar 30-40% pasokan daging sapi Indonesia diimpor, terutama di daerah perkotaan seperti Jakarta (Suhendar and Sukardi Pemenuhan kebutuhan daging sapi dapat dicapai dengan peningkatan produksi dan produktifitas sapi Meningkatkan produksi dan produktivitas sapi dapat memenuhi kebutuhan daging sapi, terutama di negara berkembang (Suhendar and Sukardi 2. Pengetahuan produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing penting untuk meningkatkan produksi dan produktifitas sapi potong. Formulasi pakan lengkap sangat penting untuk memastikan keseimbangan nutrisi. Kandungan nutrisi dan pemahaman kebutuhan nutrisi sangat penting untuk mengoptimalkan formulasi pakan, yang dapat menyebabkan tingkat pertumbuhan yang lebih baik dan kesehatan ternak (Gao et al. Menerapkan strategi manajemen pakan, seperti pemberian pakan terprogram, dapat meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi emisi metana, yang sangat penting untuk produksi daging sapi yang berkelanjutan (Galyean and Hales 2. Integrasi strategi pemasaran digital sangat penting untuk mempromosikan produk daging sapi, karena preferensi konsumen semakin condong ke pertanian berkelanjutan (Fuentes et al. Penyuluhan meningkatkan pengetahuan masyarakat peternak. Penyuluhan peternak menunjukkan harapan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tantangan tetap ada, seperti kebutuhan akan pendanaan yang konsisten dan dukungan untuk layanan penyuluhan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya dalam konteks pertanian yang beragam (Ogundari 2. Penyuluhan peternak secara signifikan meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan memfasilitasi penyebaran inovasi dan praktik Pendekatan ini tidak hanya memberdayakan petani tetapi juga menumbuhkan lingkungan belajar kolaboratif, yang mengarah pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian. Swasembada daging sapi nasional saat ini belum bisa tercapai. Pemenuhan swasembada daging sapi nasional Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan, terutama karena masalah yang berkaitan dengan pasokan pakan, kesadaran kebijakan di kalangan petani, dan praktik keberlanjutan. Inisiatif pemerintah, seperti program 1000 desa sapi, bertujuan untuk meningkatkan peternakan sapi lokal melalui bank pakan, namun keberlanjutan program-program ini tetap rendah, dengan skor keseluruhan 49,55 pada penilaian keberlanjutan (Mashur et al. Selain itu, petani kecil seringkali kurang sadar akan kebijakan pertanian, yang menghambat implementasi dan dukungan yang efektif untuk produksi daging sapi (Nugroho et al. Pemenuhan kebutuhan daging sapi mendesak untuk dipenuhi, namun usaha sapi potong hanya berskala rumah tangga dengan jumlah kepemilikan ternak rata-rata hanya 2-3 ekor setiap peternak (Akhsan et al. Diterbitkan oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Jurnal Agrisistem. Volume Nomor . Juni 2025 Fitriana Akhsan et al. Produksi pakan komplit, penerapan manajemen pakan dan digital marketing dapat menjadi Solusi dalam peningkatan produksi dan produktifitas peternak, namun persentase masyarakat yang menerapkan teknologi tersebut sangat kurang. Petani sering menghadapi tantangan seperti kurangnya akses ke informasi dan sumber daya, yang menghambat kemampuan mereka untuk mengadopsi teknologi baru (Ndimbo. Yu, and Ndi Buma 2. Kegiatan penyuluhan menjadi program utama pada kelompok tani, namun tingkat pengetahuan masyarakat masih sangat rendah. Studi menunjukkan bahwa program penyuluhan yang berkelanjutan dibutuhkan untuk meningkatkan adopsi inovasi teknologi oleh peternak (Khainga. Marenya, and da Luz Quinhentos 2. Penelitian ini penting karena untuk mengetahui metode penyuluhan yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam beternak sapi potong. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode praktik langsung dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing melalui penyuluhan dengan metode praktik langsung dan pendampingan. MATERI DAN METODE Jenis Dan Tipe Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Populasi dan Sampel Populasi Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat peternak Desa Paopao. Kecamatan Tanete Rilau. Kabupaten Barru. Sampel Populasi yang dijadikan sampel yaitu masyarakat peternak yang tergabung dalam kelompok tani hutan Tompo Sekka Desa Paopao. Kecamatan Tanete Rilau. Kabupaten Barru sebanyak 10 orang. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner yang berisi daftar pertanyaan dengan skala likert. Prosedur Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data Primer dan data sekunder. Data primer berupa data yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian. Pengambilan data primer penelitian dilakukan sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilakukan. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebar kuisioner kepada anggota kelompok tani hutan Tompo Sekka yang hadir pada saat penyuluhan. Data sekunder yang digunakan yaitu data yang telah diolah sebelumnya oleh kelompok tani hutan Tompo Sekka. Analisis Data Metode analisis data merupakan tahap lanjutan setelah dilakukannya penggumpulan data. Menganalisis data bertujuan untuk menmberikan informasi dari data yang telah terkumpulkan serta sebagai jawaban dari perumusan masalah penelitian ini. Ada dua tahapan analisis data dalam penelitian ini yaitu : Uji normalitas Diterbitkan oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Jurnal Agrisistem. Volume Nomor . Juni 2025 Fitriana Akhsan et al. Menurut Ghozali . uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variable pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Pendeteksian normalitas secara statistik adalah dengan menggunakan uji kolmogorov-Smirnov. Uji kolmogorov-Smirnov dilakukan dengan tingkat signifikan 0,05. Data dapat memenuhi distribusi normal jika nilai residual signifikansi lebih besar dari 0,05. Apabila data tidak terdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji non parametrik sample melalui uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan rata-rata. Uji Wilcoxon Apabila data tidak terdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji non parametrik sample melalui uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan rata-rata. Rumusan hipotesis H0 : tidak ada rata-rata perbedaan H1 : ada rata-rata perbedaan Dasar pengambilan keputusan : Jika nilai sig . > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak Jika nilai sig . < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Normalitas Berdasarkan pengujian normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov dan Shapiro wil test terdapat 4 data yang tidak terdistribusi normal dengan nilai signifikansi < 0. 05 sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji non parametrik sample melalui uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan ratarata. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variable pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali 2. Tabel 1. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pengetahuan Produksi Pakan komplit Sebelum penyuluhan Pengetahuan Produksi Pakan komplit Setelah penyuluhan Pengetahuan Manajemen pakan . Sapi potong Sebelum Pengetahuan Manajemen pakan . Sapi potong Setelah penyuluhan Pengetahuna Digital marketing sebelum penyuluhan Pengetahuna Digital marketing setelah penyuluhan Lilliefors Significance Correction Diterbitkan oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Jurnal Agrisistem. Volume Nomor . Juni 2025 Fitriana Akhsan et al. Uji Hipotesis Uji Wilcoxon menunjukan ketiga variable <0. 05 sehingga hipotesis terpenuhi yaitu terdapat perbedaan pengetahuan tentang produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing antara sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan dilakukan. Tabel 2. Uji Hipotesis Test Statisticsa Pengetahuan Pakan komplit sebelum dan setelah penyuluhan Pengetahuan manajemen Pengetahuan Digital pakan Sapi Potong sebelum marketing sebelum dan dan setelah penyuluhan setelah penyuluhan Asymp. Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Pembahasan Berdasarkan data kusioner yang telah dianalisis, maka dapat diketahui bahwa masyarakat tertarik untuk melakukan produksi pakan komplit dan menerapkan manajemen pakan sapi potong dan digital marketing dalam usaha ternak sapi potong. Minat publik dalam produksi pakan lengkap, manajemen pakan sapi, dan pemasaran digital dalam bisnis sapi mencerminkan kesadaran yang berkembang akan keberlanjutan dan efisiensi dalam peternakan. Minat ini didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan produksi sambil meminimalkan dampak lingkungan, serta memanfaatkan teknologi untuk praktik manajemen yang lebih baik. Produksi pakan lengkap sangat penting untuk memastikan nutrisi yang memadai dan meningkatkan produktivitas ternak. Ini melibatkan penggunaan sumber daya dan teknologi lokal, seperti inokulum bakteri selulolitik, untuk mengubah limbah pertanian menjadi pakan berharga, yang dapat meningkatkan berat sapi sebesar 0,5-0,6 kg/hari (Lamid. Nurhajati, and Sidik 2. Manajemen pakan sapi yang efektif mencakup strategi seperti pemberian makan terbatas dan manajemen perkandangan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi ekskresi nutrisi (Galyean and Hales 2. Pertanian digital mengubah rantai pasokan ternak dengan meningkatkan ketertelusuran, kesejahteraan hewan, dan kualitas produk, yang sangat penting untuk memenuhi permintaan konsumen (Baker. Jackson, and Cook 2. Terdapat perbedaan pengetahuan kegiatan penyuluhan menggunakan metode praktik langsung dan Latihan langsung memungkinkan peserta untuk terlibat secara aktif, yang sangat efektif untuk pelajar yang lebih muda dan dalam konteks pendidikan Teknik (Diaz et al. Peserta dalam program praktik langsung sering melaporkan peningkatan langsung dalam keterampilan praktis, seperti yang terlihat dalam program pelatihan pertanian di mana peserta memperoleh keterampilan agribisnis yang Studi menunjukkan bahwa pendampingan secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan di antara peserta, seperti yang ditunjukkan dalam program penyuluhan pertanian (Sumarwono. Sukardi, and Soenarto 2. Mentoring telah memfasilitasi adopsi praktik pertanian berkelanjutan, berkontribusi pada pemberdayaan dan ketahanan masyarakat jangka panjang (Iriani and Suprianto 2. Metode praktik langsung dan pendampingan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing. Panduan teknis (Bimte. dilaksanakan di Kabupaten Blora, menghasilkan penyerapan pengetahuan lebih dari 50% di antara peserta mengenai pengelolaan ternak, termasuk produksi pakan dan manajemen Kesehatan (Fariyanti et al. Sebuah proyek pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pendampingan dalam pemasaran digital Diterbitkan oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Jurnal Agrisistem. Volume Nomor . Juni 2025 Fitriana Akhsan et al. secara signifikan meningkatkan pemahaman dan implementasi di kalangan UMKM, yang mengarah pada peningkatan jangkauan pasar (Syah et al. Penerapan Teknologi Peternakan Sapi Cerdas, termasuk pelatihan dan bantuan dalam strategi pemasaran digital, menghasilkan peningkatan 85% dalam pengetahuan mitra, menunjukkan efektivitas praktik langsung dan metode pendampingan dalam meningkatkan keterampilan mereka (Pasaribu et al. Praktik langsung dan metode pendampingan untuk produksi pakan lengkap atau pemasaran digital dapat meningkatkan pengetahuan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan manajemen ternak melalui program pendidikan, menunjukkan hasil pembelajaran yang efektif (VanValin et al. Swasembada daging sapi nasional dapat tercapai apabila pola fikir dan pengetahuan masyarakat tentang berbagai teknologi dalam budidaya sapi potong sudah memadai. Mencapai swasembada daging sapi nasional bergantung pada peningkatan pemahaman publik dan adopsi berbagai teknologi dalam peternakan sapi. Integrasi teknologi modern dengan pengetahuan lokal dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan dalam industri daging sapi. Lebih dari 90% pasokan daging sapi lokal berasal dari petani kecil, yang menghadapi tantangan seperti harga daging sapi lokal yang lebih rendah dibandingkan dengan impor. Menyediakan akses ke pasar, teknologi, dan pembiayaan dapat memberdayakan petani kecil dan meningkatkan kemampuan produksi mereka (Widiati 2. Swasembada daging sapi nasional dapat dicapai dengan menyinergikan pengetahuan lokal dengan teknologi modern dalam peternakan sapi. Integrasi ini meningkatkan pemahaman petani dan adopsi praktik yang efektif, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan dalam industri ternak (Amrawaty. Ali, and Husnah 2. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peternak dalam pengelolaan ternak sangat penting untuk mencapai swasembada daging sapi nasional. Tanpa pemahaman yang tepat tentang aspek teknis, produktivitas dan profitabilitas dalam peternakan sapi tidak dapat dioptimalkan untuk memenuhi permintaan daging (Hetharia et al. Penerapan teknologi produksi pakan komplit, manajemen pakan sapi potong dan digital marketing dapat menggenjot produksi sapi potong yang akan meningkatkan minat peternak untuk memperbesar skala usahanya. KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini yaitu produksi pakan komplit, manajemen pakan dan digital marketing merupakan teknologi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas sapi Kegiatan penyuluhan dengan metode praktik langsung dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat peternak. DAFTAR PUSTAKA