Penanaman Sikap Nasionalisme Dalam Menghargai Perbedaan Dalam Pembelajaran IPS Ely Novita SMP TRI SHAKTI Surabaya elynovita14@gmail. Indari Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Univesitas Negeri Surabaya ndhaindari@gmail. ST. Fatimah MTsN Sumber Bungur Pamekasan 3 stfatimah0707@gmail. Abstrak Persepsi siswa tentang sikap nasionalisme dalam menghargai perbedaan berbeda-beda karena fungsi dari adanya nasionalisme selain menghargai perbedaan-perbedaan antar kelompok yang lain juga perwujudan nilai-nilai dasar yang berorientasi kepada kepentingan bersama dan menghindarkan segala legalisasi kepentingan pribadi yang merusak tatanan kehidupan bersama. Tetapi seringkali para siswa belum memahami adanya nasionalisme yang mengakibatkan mereka bersiap individualistik. Dari sekian banyak masalah peneliti memfokuskan pada penanaman sikap nasionalisme dalam menghargai perbedaan di dalam pembelajaran IPS. Tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui manfaat dari sikap nasionalisme dan juga dengan adanya pelajaran IPS para guru bisa menanamkan sikap nasionalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa cara guru menanamkan sikap nasionalisme menggunakan pembiasaan, keteladanan, memberikan contok kontekstual, penggunaan cerita dalam pembelajaran dan adanya pemanfaatan sumber belajar. Selain itu guru juga menanamkan nilai-nilai dalam menghargai perbedaan dengan cara menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi, mengajarkan kejujuran dan pentingnya persatuan dan kesatuan. Kata Kunci: Nasionalisme 1. Sikap 2. Ilmu Pengetahuan Sosial 3. Perbedaan 4 Installation Of Nationalism Attitude in Respect for Differences in Learning Ips Abstract Students' perceptions of nationalism in respecting differences vary because the function of nationalism besides respecting differences between other groups is also the embodiment of basic values that are oriented to common interests and avoid any legalization of personal interests that damages the order of life together. But often students do not understand the existence of nationalism which causes them to be Of the many problems, researchers focus on cultivating an attitude of nationalism in respecting differences in social studies learning. The author's goal of conducting this research is to find out the benefits of nationalism and also with social studies lessons teachers can instill an attitude of nationalism. The method used in this research is a qualitative method and data collection techniques using interviews. Based on the results of the study, it was found that the way the teacher instilled an attitude of nationalism used habituation, exemplary, provided contextual examples, used stories in learning and utilized learning resources. In addition, the teacher also instills values in respecting differences by cultivating a high sense of tolerance, teaching honesty and the importance of unity and oneness. Keywords: Nationalism 1. Attitude 2. Social Sciences 3. Difference 4 PENDAHULUAN Sebagaimana telah kita lihat, di Indonesia sendiri nasionalisme bukan merupakan sesuatu yang sudah sejak dulu ada. Ia baru lahir dan mulai tumbuh pada awal abad ke20, seiring dengan lahir dan tumbuhnya berbagai bentuk organisasi pergerakan nasional yang menuntut kemerdekaan dan sistem pemerintahan negara bangsa yang demokratis (Sudibyo, 2. Tampak pula bahwa nasionalisme di Indonesia merupakan sesuatu yang hidup, yang bergerak terus secara dinamis seiring dengan perkembangan masyarakat, bahkan sampai sekarang (Saputra et al. , 2. Makna nasionalisme sendiri tidak statis, tetapi dinamis mengikuti bergulirnya masyarakat dalam waktu (Pratomo et al. , 2. Nation berasal dari bahasa Latin natio, yang dikembangkan dari kata nascor . aya dilahirka. , maka pada awalnya nation . dimaknai sebagai Ausekelompok orang yang dilahirkan di suatu daerah yang samaAy . roup of people born ini the same plac. (Nurhasanah et al. , 2. Kata AonasionalismeAo menurut Abbe Barruel untuk pertama kali dipakai di Jerman pada abad ke-15, yang diperuntukan bagi para mahasiswa yang datang dari daerah yang sama atau berbahasa sama, sehingga mereka itu . i kampus yang baru dan daerah bar. tetap menunjukkan cinta mereka terhadap bangsa/suku asal mereka. Nasionalisme pada mulanya terkait dengan rasa cinta sekelompok orang pada bangsa, bahasa dan daerah asal usul Rasa cinta seperti itu dewasa ini disebut semangat patriotisme. Jadi pada mulanya nasionalisme dan patriotisme itu sama maknanya (Lehmann & Richter. Adanya nasionalisme akan dapat memberikan manfaat yakni: . menghargai perbedaan-perbedaan diantara kelompok yang lain, . adanya perwujudan nilai-nilai dasar yang berorientasi kepada kepentingan bersama dan menghindarkan segala legalisasi kepentingan pribadi yang merusak tatanan kehidupan bersama, dan . adanya keinginan untuk hidup bersama, adanya jiwa dan pendirian rohaniah, adanya perasaan setia kawan yang besar yang terbentuk bukan disebabkan persamaan ras, bahasa, agama atau batas-batas negeri, melainkan terbentuk karena pengalaman-pengalaman historis yang menjembatani kesediaan untuk berkorban bersama (Resfira, 2. Karena suatu bangsa adalah sekelompok manusia dengan persamaan karakter atau watak yang tumbuh karena persamaan nasib atau pengalaman yang telah dijalani. Kondisi masyarakat indonesia yang bersifat pluralistis boleh jadi akan melahirkan berbagai wawasan lokal yang berkembang di berbagai daerah nusantara, yang digunakan dalam membangun waasan nasional, sebagaimana dikenal dengan wawasan nusantara. Persoalan yang berkaitan dengan SARA . uku, agama, ras dan antar golonga. , hendaknya dipandang secara positif, yaitu sebagai energi demokrasi atau kemajemukan masyarakat Indonesia dan bukan dikatakan sebagai sumber konflik. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak keragaman dan Oleh karena itu, semua keberagaman dan perbedaan tersebut sangat berpotensi menimbulkan perselisihan dan perpecahan. Tentunya bukanlah perkara mudah untuk dapat mempersatukan keberagaman tersebut. Akan tetapi, setidaknya ada beberapa hal yang dapat mempersatukan dan membangun kembali semangat nasionalisme dalam masyarakat Indonesia yang bersifat pluralistis (Masrukhi et al. , 2. IPS adalah suatu bahan kajian terpadu yang merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi dan modifikasi diorganisasikan dari konsep-konsep ketrampilanketrampilan Sejarah. Geografi. Sosiologi. Antropologi, dan Ekonomi menyatakan bahwa IPS merupakan mata pelajaran yang memadukan konsepkonsep dasar dari berbagai ilmu sosial disusun melalui pendidikan dan psikologis serta kelayakan dan kebermaknaannya bagi siswa dan kehidupannya. Adanya mata pelajaran IPS di sekolah para siswa diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan wawasan tentang konsep-konsep dasar ilmu sosial dan humaniora, memiliki kepekaan dan kesadaran terhadap masalah sosial di lingkungannya, serta memiliki ketrampilan mengkaji dan memecahkan masalah-masalah sosial tersebut (Ningrum, 2. Fungsi pembelajaran IPS menurut Ishack diantaranya yaitu: . Memberi bekal pengetahuan dasar, baik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi maupun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengembangkan keterampilan dalam mengembangkan konsep-konsep IPS. Menanamkan sikap ilmiah dan melatih siswa dalam menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Menyadarkan siswa akan kekuatan alam dan segala keindahannya sehingga siswa terdorong untuk mencintai dan mengagungkan penciptanya, dan. Memupuk daya kreatif dan inovatif siswa (Karim, 2. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dimana penelitian dilakukan dengan mendalam, teliti dan mendetail. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 1 Kudu. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas VII SMP Negeri 1 Kudul (Gunawan, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penanaman sikap nasionalisme dalam pembelajaran IPS pada siswa SMP dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, pemberian contoh kontekstual, penggunaan cerita dalam pembelajaran, serta adanya pemanfaatan sumber Pembiasaan dilakukan guru dalam membiasakan diri siswa di agar mempunyai sikap nasionalisme melalui pembelajaran IPS adalah membiasakan diri siswa untuk tertib masuk kelas dan hormat bendera serta menyanyikan lagu nasional sebelum memulai kegiatan pembelajaran di kelas (Khoirul Chabiba et al. Untuk membiasakan diri siswa agar mempunyai sikap nasionalisme, guru menerapkan beberapa peraturan yang dapat mengarahkan siswa menjadi seorang nasionalis, salah satunya disiplin. Sebelum masuk kelas, guru menyalami siswa di depan ruang guru. Dalam kegiatan bersalaman tersebut, guru tidak segan untuk bertegur sapa dengan siswa. Di awal kegiatan pembelajaran IPS, guru selalu memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Contoh yang guru berikan atau laksanakan untuk menanamkan sikap nasionalisme pada diri siswa selama pembelajaran IPS berlangsung adalah dengan mengutamakan sopan santun, masuk kelas sebelum bel masuk berbunyi dan tidak membeda-bedakan setiap siswa yang ada, baik siswa reguler maupun siswa berkebutuhan khusus . aling mengharga. serta tolong menolong (Ratnasari, 2. Setiap hari Senin baik siswa ataupun guru juga diwajibkan mengikuti upacara bendera yang diadakan di sekolah. Para guru memberi contoh nyata kepada siswa agar siswa mengikuti tindakan antau perilaku baik yang dilakukan oleh guru. Yang hendak guru lakukan apabila menjumpai siswa yang melakukan suatu tindakan yang kurang baik dalam mengikuti pembelajaran IPS adalah dengan memberikan teguran dan nasihat kepada siswa yang bersangkutan untuk tidak melakukan tindakan tersebut, apabila perbuatan tersebut dilakukan secara berulang, guru akan memberikan sanksi sesuai dengan kesepakatan peraturan yang telah ditetapkan dalam kelas maupun sekolah (Sagita & Supriatna. Di awal pembelajaran, guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Cara guru dalam menerangkan materi pembelajaran IPS sekaligus menanamkan sikap nasionalisme pada siswa dalam pembelajaran IPS adalah dengan menyesuaikan materi dengan metode dan media pembelajaannya. Apabila materinya tentang tokoh pahlawan, guru akan meminta setiap siswa menyebutkan nama dan sikap yang dapat diteladani dari tokoh pahlawan yang menjadi idolanya disertai dengan menggunakan media gambar, dengan kata lain guru menggunakan cerita keteladanan dalam menyampaikan materi pembelajaran IPS (Amelia et al. , 2. Pihak sekolah harus mengadakan kegiatan kunjungan yang dilakukan setiap satu tahun sekali. Adapun sasaran lokasi kegiatan kunjungan yang dilakukan yakni tempat-tempat bersejarah, seperti museum atau home industry . ebagai perwujudan sikap menghargai dan mencintai produk dalam negeri. Dengan adanya pembelajaran IPS akan memberikan pengetahuan kepada siswa bahwa negara Indonesia memiliki agama, suku, dan ras yang berbeda-beda sehingga kita harus saling menghormati agama maupun kebudayaan yang dianut oleh masingmasing orang. Menurut siswa SMP Negeri 1 Kudu lebih suka belajar kelompok daripada belajar sendiri karena akan menghargai pendapat temannya walaupun pendapat tersebut berbeda dengan pendapatnya (Safira Maulidiyah & Adi, 2. Siswa akan memberi tahu bahwa dirinya tidak menyukai sikap temannya dan menasehati temannya agar tidak bersikap yang tidak baik. Hal tersebut merupakan salah satu wujud sikap jujur yang dimiliki siswa. Selain hal tersebut, siswa kelas tinggi akan bertanya kepada guru ketika kesulitan dalam mengerjakan soal ulangan (Sholeh & Rizki, 2. Faktor penghambat penanaman sikap nasionalisme pada diri siswa dalam pembelajaran IPS di lingkungan SMP Negeri 1 Kudu adalah alokasi waktu pembelajaran IPS yang terbatas dan terbatasnya media pembelajaran. Alokasi waktu yang disediakan untuk pembelajaran IPS tidak cukup untuk menanamkan sikap nasionalisme dalam diri siswa karena total waktu yang diberikan untuk mata pelajaran IPS hanya 3x35 menit dalam satu Cara yang digunakan guru untuk mengatasi berbagai faktor penghambat yang ada adalah . memberikan tambahan waktu untuk menyelesaikan penyampaian materi pembelajaran IPS ketika materi pembelajaran IPS belum dapat tersampaikan seluruhnya. melakukan pengadaan media pembelajaran, seperti pengadaan gambar, dan. mem-bentuk siswa ke dalam beberapa kelompok apabila media pembelajaran yang disediakan dalam jumlah terbatas (Guswantoro et al. , 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa manfaat adanya sikap nasionalisme yakni: . bisa menghargai perbedaan-perbedaan dengan kelompok lain, . mewujudkan nilai-nilai yang berorientasi pada kepentingan bersama, dan . adanya keinginan untuk hidup bersama. Sedangkan cara guru untuk menanamkan sikap nasionalisme dengan cara pembiasan, keteladanan, pemberian contoh kontekstual, penggunaan cerita dalam pembelajaran dan pemanfaatan sumber belajar. Dengan adanya pengembangan dan penanaman sikap nasionalisme rasa toleransi antar siswa akan semakin tinggi, selain itu akan menumbuhkan kejujuran dan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat. Dalam menanamkan sesuatu yang baik kepada siswa akan selalu ada hambatan yang harus dilewati karena tidak semua siswa bisa menerima sesuatu hal yang baru. Dan hal yang menghambat proses penanaman sikap nasionalisme adalah kurangnya alokasi waktu pembelajaran dan juga terbatasnya media pembelajaran, sehingga harus diberikan banyak waktu untuk menyampaikan materi pembelajaran IPS dan juga mengadakan media pembelajaran yang cukup. REFERENSI