Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Analisis Sistem Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada Kantor Pegadaian Cabang Kerobokan Unit Muding Julia Adriani Peti1*. Luh Diah Citra Resmi Cahyadi2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Bisnis. Pariwisata. Pendidikan dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia Email: *21111501053@undhirabali. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem Akuntansi Penerimaan dan pengeluaran kas pada kantor pegadaian cabang kerobokan unit muding, dimana Sistem akuntansi erat kaitannya dengan sebuah organisasi ataupun perusahaan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Pada sistem akuntansi manajemen perusahaan diharapkan mampu menjalankan sebuah sistem akuntansi yang baik dan bermutu dalam menangani kegiatan pokok perusahaan. Untuk itulah perusahaan memerlukan adanya suatu sistem akuntansi yang dapat membuat perusahaan mampu untuk mencapai tujuan secara efektif dan juga efisien. Sistem akuntansi juga memiliki bagian yang penting dalam suatu perusahaan. Dimana Dalam sebuah perusahaan sistem akuntansi yang sedang berjalan, berfungsi untuk menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan, untuk mengetahui maju mundurnya suatu perusahaan dari laporan keuangan perusahaan tersebut. Laporan ini menjelaskan terkait dengan sistem penerimaan dan pengeluaran kas pada kantor pegadaian cabang Kerobokan Unit Muding. Pegadaian bergerak dalam bidang layanan keuangan, khususnya gadai, dan juga menyediakan layanan lain seperti pembiayaan kredit dengan sistem gadai, jasa titipan, jasa taksiran, sertifikasi dan perdagangan logam mulia serta batu permata, investasi emas, pembelian emas batangan secara tunai atau ansuran Pegadaian merupakan lembaga keuangan buka bank yang dapat membantu Masyarakat untuk mendapatkan dana yang cepat untuk berbagai keperluan, seperti pengembangan usaha atau kebutuhan tak terduga. Pegadaian juga dapat membantu masyarakat untuk menghindari pinjaman berbunga tinggi. Kata Kunci : Sistem Akuntansi. Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pendahuluan Sistem akuntansi erat kaitannya dengan sebuah organisasi ataupun perusahaan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Pada sistem akuntansi manajemen perusahaan diharapkan mampu menjalankan sebuah sistem akuntansi yang baik dan bermutu dalam menangani kegiatan pokok perusahaan. Untuk itulah perusahaan memerlukan adanya suatu sistem akuntansi yang dapat membuat perusahaan mampu untuk mencapai tujuan secara efektif dan juga efisien. Sehingga perusahaan dituntut agar selalu mampu menggunakan sistem akuntansi sesuai dengan kondisi dari masingmasing perusahaan. Salah satu yang di gunakan oleh perusahaan adalah sistem penerimaan dan pengeluaran kas. Menurut Mulyadi . Sistem akuntansi merupakan organisasi formulir. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 catatan, dan laporan yang di koordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan berbagai informasi keuangan yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk mempermudah pengelolaan perusahaan. Sistem akuntansi memiliki bagian yang penting dalam suatu perusahaan. Dalam sebuah perusahaan sistem akuntansi yang sedang berjalan, berfungsi untuk menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan, untuk mengetahui maju mundurnya suatu perusahaan dari laporan keuangan perusahaan tersebut. Dengan adanya sistem akuntansi pada suatu perusahaan berfungsi sebagai dasar dalam perhitungan pajak suatu perusahaan (Mulyadi, 2. Sistem akuntansi dalam hal penerimaan dan pengeluaran kas menjadi perhatian khusus, dikarenakan kas adalah kekayaan dalam sebuah perusahaan yang sangat Penerimaan berasal dari dua sumber utama, yaitu penerimaan dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang atau penjualan secara kredit. Penerimaan kas merupakan kas yang di terima dari perusahaan baik yang dalam bentuk uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifat dapat segera di pergunakan, yang berasal dari transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang atau transaksi lainnya dapat menambah kas perusahaan (Mulyadi, 2001:. Pengeluaran kas dalam perusahaan dilakukan dengan menggunakan cek. Pengeluaran kas yang tidak dilakukan dengan menggunakan cek . iasanya karena jumlahnya yang relatif keci. , di laksanakan melalui dana kas kecil yang di selenggarakan dengan salah satu diantara dua sistem: fluctuating fund balance system dan imprest system (Mulyadi, 2001:. Kas dalam hal ini merupakan kas perusahaan dan uang yang disimpan di bank, yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan dengan bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Kas meliputi uang logam, uang kertas, cek, giro, wesel dan simpanan mata uang yang dapat ditarik setiap saat dari bank dan lembaga kegiatan lainnya. Menggabungkan informasi diatas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa kas adalah aset dalam bentuk moneter ataupun non-moneter yang dapat dipergunakan untuk membayar utang perusahaan dan merupakan aset yang paling likuid. Kas dapat berupa kas bank dan kas Berbicara mengenai kas tentunya tidak terlepas dari terjadinya transaksi ekonomi perusahaan seperti penerimaan dan pengeluaran kas. Pendapatan tunai merupakan transaksi yang meningkatkan kas perusahaan dan saldo bank karena adanya penjualan hasil produksi, piutang. dan transaksi lain yang menghasilkan peningkatan kas. Sedangkan untuk pengeluaran kas adalah transaksi yang mengurangi kas dan saldo bank miliki suatu perusahaan sebagai akibat dari pembelian tunai, pembayaran utang, atau transaksi yang mengakibatkan penurunan Kesimpulannya adalah bahwa penerimaan kas merupakan suatu peristiwa yang mengakibatkan peningkatan kas perusahaan, sedangkan pengeluaran kas adalah peristiwa yang menyebabkan penurunan kas perusahaan. Setiap transaksi yang berhubungan dengan uang tunai, apakah itu penerimaan atau pengeluaran uang tunai, memerlukan pertimbangan yang cermat, karena uang tunai adalah aset yang paling likuid dan oleh karena itu dapat dengan mudah mengalami penipuan. Untuk mencegah adanya kecurangan seperti ini perlu adanya sebuah sistem pencatatan dan pengendalian kas yang baik. Salah satu bentuk pengendalian kas adalah dengan memisahkan fungsi pemegang kas dari fungsi pencatatan kas. Perusahaan yang menjadi fokus perhatian saya adalah kantor pegadaian cabang kerobokan unit muding. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Metode Metode pengumpulan data yang di gunakan pada kegiatan praktek kerja lapangan yaitu melalui Dokumentasi yaitu suatu cara untuk mengumpulkan dan mencatatkan data yang diperoleh dengan cara meminta data-data terkait permasalahan sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada kantor pegadaian cabang kerobokan unit muding. Metode Wawancara menggumpulkan data dengan cara menanyakan secara langsung kepada pegawai, atasan pegadaian maupun kepada pemimpin terkait bagaimana Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada Kantor Pegadaian Cabang kerobokan Unit Muding. Hasil dan Pembahasan Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Belanda (VOC) mendirikan Bank kredit dengan sistem gadai, lembaga yaitu lembaga keuangan yang memberikan PRIAU ini pertama kali didirikan di Batavia pada UNIVERS tanggal 20 Agustus 1746. Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Indonesia dari tangan Belanda . Bank Van Leening milik pemerintah dibubarkan, dan masyarakat diberi keleluasaan untuk mendirikan usaha pegadaian asal mendapat lisensi dari Pemerintah Daerah setempat ("liecentie stelsel"). Namun metode tersebut berdampak buruk pemegang lisensi menjalankan praktik rentenir atau lintah darat yang dirasakan kurang menguntungkan pemerintah berkuasa (Inggri. Oleh karena itu metode "liecentie stelsel" diganti menjadi "pacth stelsel" yaitu pendirian pegadaian diberikan kepada umum yang mampu membayar pajak yang tinggi kepada pemerintah daerah. Pada saat Belanda berkuasa kembali, pacth stelsel tetap dipertahankan dan menimbulkan dampak yang sama. Pemegang hak ternyata banyak melakukan penyelewengan dalam menjalankan bisnisnya. Selanjutnya pemerintah Hindia Belanda menerapkan apa yang disebut dengan "cultuur stelsel" di mana dalam kajian tentang pegadaian saran yang dikemukakan adalah sebaiknya kegiatan pegadaian ditangani sendiri oleh pemerintah agar dapat memberikan perlindungan dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Staatsblad No. 131 tanggal 12 Maret 1901 yang mengatur bahwa usaha Pegadaian merupakan monopoli Pemerintah dan tanggal 1 April 1901 didirikan Pegadaian Negara pertama di Sukabumi. Jawa Barat. Selanjutnya setiap tanggal 1 April diperingati sebagai hari ulang tahun Pegadaian. Pada masa pendudukan Jepang gedung kantor pusat Jawatan Pegadaian yang terletak di jalan Kramat Raya 162. Jakarta dijadikan tempat tawanan perang dan kantor pusat Jawatan Pegadaian dipindahkan ke jalan Kramat Raya 132. Tidak banyak perubahan yang terjadi pada masa pemerintahan Jepang baik dari sisi kebijakan maupun struktur organisasi Jawatan Pegadaian. Jawatan Pegadaian dalam bahasa Jepang disebut 'Sitji EKANBARD Eigeikyuku'. Pimpinan Jawatan Pegadaian dipegang oleh orang Jepang yang bernama Ohno-San dengan wakilnya orang pribumi yang bernama M. Saubari. Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, kantor Jawatan Pegadaian sempat pindah ke Karanganyar. Kebumen karena situasi perang yang kian memanas. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Agresi Militer Belanda II memaksa kantor Jawatan Pegadaian dipindah lagi ke Magelang. Pasca perang kemerdekaan kantor Jawatan Pegadaian kembali lagi ke Jakarta dan Pegadaian dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dalam masa ini. Pegadaian sudah beberapa kali berubah status, yaitu sebagai Perusahaan Negara (PN) sejak 1 Januari 1961, kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7/1969 menjadi Perusahaan Jawatan (Perja. , dan selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 10/1990 . ang diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah No. 103/2. berubah lagi menjadi Perusahaan Umum (Peru. Kemudian pada tahun 2011, perubahan status kembali terjadi yakni dari Perum menjadi Perseroan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 51/2011 yang ditandatangani pada 13 Desember 2011. Namun, perubahan tersebut efektif setelah anggaran dasar diserahkan ke pejabat berwenang yaitu pada 1 April 2012. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerimaan dan pengeluaran kas pada kantor pegadaian cabang kerobokan unit muding dapat ditarik simpulan bahwa sistem Akuntansi penerimaan Kas pada Kantor Pegadaian Cabang Kerobokan Unit Muding telah sesuai dengan sistem yang ada dan sudah cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dari sistem pemasukan dan pengeluaran kas. Pengeluaran kas di kantor pegadaian dilakukan untuk membiayai kegiatan perusahaan, seperti: Pembentukan dana kas kecil. Pembentukan dana kas operasional. Pengeluaran dana kas kecil. Pengisian kembali dana kas kecil. Pengeluaran kas di kantor pegadaian dilakukan Pertanggungjawaban atas penggunaan kas pengeluaran berada di tangan kasir dan pimpinan cabang. Daftar Rujukan Izzaty. Astuti. , & Cholimah. Sejarah Pegadaian Syariah. Angewandte Chemie International Edition, 6. , 951Ae952. , 5Ae24. Mulyadi. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.