Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 2. Julii 2025 . Pengembangan Media Pembelajaran Smart Cards untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar *Asmedy1. Titi Pujiarti2. Putri Wulan3. Hasan4 1,2,3,4STKIP Yapis Dompu. Nusa Tenggara Barat. Indonesia E-mail: asmedy. ainara@gmail. Article Info Article History Submission: 2025-05-14 Accepted: 2025-07-16 Published: 2025-07-25 Keywords: Learning Media. Smart Card. Learning Interest. Elementary Science Education. Artikel Info Sejarah Artikel Penyerahan: 2025-05-14 Diterima: 2025-07-16 Dipublikasi: 2025-07-25 Kata kunci: Media Pembelajaran. Kartu Pintar. Minat Belajar. IPA Sekolah Dasar. Abstract This study aimed to develop a smart card-based instructional media to enhance thirdgrade elementary studentsAo interest in science learning. The development was conducted at SD IT AL-HILMI Dompu. Indonesia, using the ADDIE model, which comprises analysis, design, development, implementation, and evaluation phases, carried out from October to December 2023. A total of 25 students were purposively selected from a population of 73. Data was collected through observations, interviews, and questionnaires and analyzed descriptively. The developed media demonstrated high content validity . %), was rated highly practical and effective . ach reaching 100%), and succeeded in increasing studentsAo learning interest . %). This research fills a gap in the existing literature by applying smart cards to lower-grade science instruction an area rarely explored compared to their use in language or social studies. The visual and thematic features of the smart cards fostered active engagement and supported the cognitive development stage of concrete operations. These findings suggest that smart cards serve as a practical and engaging learning tool, offering promising implications for broader adoption in elementary science classrooms, especially within the Merdeka Curriculum framework. Abstrak Penelitian ini difokuskan pada perancangan media pembelajaran berbasis smart card yang ditujukan untuk meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas i sekolah dasar. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE melalui lima tahap selama Oktober hingga Desember 2023. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas i SD IT AL-HILMI Dompu yang dipilih secara purposif dari populasi 73 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan validitas media sebesar 87%, validitas materi 82%, kepraktisan dan efektivitas masingmasing 100%, serta tingkat minat belajar siswa mencapai 86%. Temuan ini menunjukkan bahwa smart card yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif dalam pembelajaran IPA. Riset ini mengisi kekosongan literatur pada penerapan smart card untuk pembelajaran sains di kelas rendah SD, yang sebelumnya didominasi bidang non-sains. Implikasi penelitian menggarisbawahi potensi smart card sebagai media visual konkret yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa SD, serta mampu memfasilitasi pembelajaran aktif dengan pendekatan sederhana dan kontekstual. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Minat belajar merupakan faktor krusial dalam menunjang keberhasilan siswa, terutama pada jenjang sekolah dasar di mana peserta didik berada pada tahap perkembangan operasional konkret menurut teori Piaget. Pada tahap ini, pembelajaran yang bersifat visual, kontekstual, dan nyata menjadi kebutuhan mendasar agar siswa dapat memahami konsep secara bermakna. Sayangnya, hasil observasi awal di SD IT AL-HILMI Dompu pada Oktober 2023 mengungkapkan bahwa antusiasme siswa kelas i terhadap pembelajaran IPA masih rendah. Hal ini disebabkan oleh minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik secara visual, serta dominasi metode ceramah tanpa dukungan alat bantu konkret. Guru menghadapi keterbatasan waktu dan sumber http://journal. org/index. php/jekas daya dalam merancang media yang sesuai dengan karakteristik siswa usia dini. Media jembatan antara kemampuan berpikir konkret siswa. Asyhar . menekankan bahwa media yang dirancang secara tepat dapat memperkuat penyampaian pesan pembelajaran dan menciptakan lingkungan Dalam pembelajaran IPA di kelas rendah, smart card hadir sebagai alternatif media visual konkret yang memuat informasi secara tematik dan ringkas dalam bentuk kartu bergambar. Media ini tidak hanya memfasilitasi klasifikasi konsep dan asosiasi visual, tetapi juga membuka peluang integrasi permainan edukatif yang mampu meningkatkan atensi dan keterlibatan siswa. Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 2. Julii 2025 . Dari sisi fungsi. Munadi dalam Hasan . mencakup dimensi psikologis, semantik, manipulatif, bahkan sosiokultural. Pemanfaatan media yang sesuai diyakini mampu meningkatkan interaksi memperkaya simbolisasi konsep dalam memori Terlebih di era digital, media juga berperan sebagai jembatan informasi yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran abad Beberapa membuk-tikan efektivitas smart card dalam pembelajaran non-IPA. Permatasari et al. menunjukkan bahwa media ini meningkatkan Kirbillah . peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris di madrasah ibtidaiyah. Namun demikian, belum banyak penelitian yang secara khusus mengembangkan dan menguji media smart card untuk pembelajaran IPA di kelas rendah sekolah dasarAibidang yang justru sangat membutuhkan pendekatan visual konkret agar siswa mampu memahami konsep sains secara Gap ini menunjukkan urgensi eksplorasi lebih lanjut. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru kelas i SD IT AL-HILMI Dompu, diperoleh informasi bahwa keterbatasan waktu guru dalam menyiapkan media berdampak pada keterlibatan siswa yang rendah. Beberapa siswa bahkan tampak tidak memperhatikan penjelasan guru saat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, dibutuhkan media yang tidak hanya efektif dari segi isi, tetapi juga praktis dan mudah digunakan oleh guru dalam waktu terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran smart card yang valid, praktis, dan efektif untuk pembelajaran IPA kelas i sekolah dasar. Selain mengembangkan prototipe media, studi ini juga mengevaluasi kualitas media dari aspek validitas isi, meningkatkan minat belajar, serta relevansi dengan perkembangan kognitif siswa dan kebutuhan guru di lapangan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan media visual konkret yang adaptif terhadap konteks pendidikan dasar di Indonesia. II. METODE PENELITIAN Penelitian Research and Development (R&D) yang terstruktur ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. sebagaimana dikembangkan oleh Branch . Model ini dipilih karena memiliki keunggulan dalam memberikan kerangka kerja sistematis untuk menghasilkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa sekolah Proses pengembangan dilakukan selama http://journal. org/index. php/jekas empat bulan, yaitu dari Agustus hingga November 2023, bertempat di SD IT AL-HILMI Dompu. Tahap pertama, analisis, dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan melakukan observasi pembelajaran serta wawancara dengan guru kelas i. Tujuan dari tahap ini adalah mengidentifikasi masalah pembelajaran yang terjadi di kelas, terutama terkait rendahnya minat belajar siswa IPA. Hasil menunjukkan bahwa minimnya penggunaan media visual yang menarik serta keterbatasan waktu guru dalam merancang media turut berkontribusi terhadap kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Awal September 2023, dilakukan tahap desain yang berfokus pada perancangan media smart card sebagai solusi atas masalah yang ditemukan. Peneliti menyusun isi dan struktur media berdasarkan kompetensi dasar IPA kelas i sekolah dasar. Desain media disusun dalam bentuk kartu tematik bergambar yang memuat informasi secara ringkas dan visual, sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa. Memasuki pertengahan hingga akhir September 2023, penelitian berlanjut ke tahap pengembangan. Prototipe media divalidasi oleh dua ahli, yaitu dosen PGSD sebagai ahli media dan guru IPA sebagai ahli materi. Validasi mencakup aspek kelayakan isi, kejelasan bahasa, tampilan visual, serta keterpaduan dengan kurikulum. Angket validasi dikembangkan dalam bentuk skala Likert . Ae. dan telah diuji terlebih dahulu melalui uji coba terbatas . ilot tes. pada tiga guru dari sekolah berbeda untuk memastikan kejelasan dan konsistensi butir. Hasil validasi digunakan untuk merevisi media sebelum implementasi. Tahap implementasi berlangsung pada bulan Oktober Media smart card diuji coba secara langsung pada 25 siswa kelas i . elas Mekka. yang dipilih secara purposif dari populasi 73 siswa. Guru melaksanakan dua sesi pembelajaran dengan menggunakan media tersebut, sementara peneliti melakukan observasi partisipatif guna mencatat proses keterlibatan siswa, alur pembelajaran, dan respon terhadap media. Uji coba ini merupakan implementasi skala kecil yang belum menggunakan kelompok kontrol. Tahap evaluasi dilaksanakan pada bulan November 2023 dengan menilai tiga aspek utama: validitas media, kepraktisan implementasi, dan efektivitas pembelajaran. Instrumen evaluasi terdiri dari . lembar validasi untuk pakar, . angket kepraktisan guru, . angket minat belajar siswa, serta . lembar observasi keterlibatan siswa. Validitas isi instrumen diperkuat melalui expert judgment, sedangkan triangulasi dilakukan melalui perbandingan data observasi dengan hasil angket. Seluruh data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Skor dari setiap aspek dikonversi ke dalam bentuk persentase dan diinterpretasikan menggunakan kategori validitas dari Arikunto . , yakni: sangat valid . Ae100%), cukup valid . Ae80%), kurang valid . Ae60%), dan tidak valid (<40%). Media dikatakan Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 2. Julii 2025 . layak digunakan apabila minimal memenuhi kategori "cukup valid" pada seluruh indikator. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian . Analisis Hasil validasi Ahli Uji validitas dilakukan oleh dua validator ahli, yaitu dosen PGSD sebagai ahli media dan guru IPA sebagai ahli materi. Penilaian dilakukan terhadap aspek tampilan visual, kelengkapan informasi, keterbacaan, kesesuaian materi dengan kurikulum, dan relevansi pedagogis. Tabel 1. Data Hasil Validasi Ahli No Pakar PSD Hasil Akhir Skor Skor Max Kategori Sangat Valid Sangat Valid Sangat Valid Berdasarkan tabel di atas. Hasil validasi menunjukkan skor 85% dari ahli media dan 90% dari ahli materi, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 87%, yang termasuk dalam kategori sangat valid berdasarkan kriteria Arikunto . Meskipun menunjukkan adanya beberapa catatan perbaikan, khususnya pada konsistensi simbol dan tata letak informasi pada beberapa kartu. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media telah memenuhi kriteria kelayakan, masih terdapat ruang untuk penyempurnaan dalam aspek estetika dan penyusunan isi. Media smart card yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, baik dari sisi pedagogis, estetika visual, maupun kejelasan isi. Analisis Kepraktisan Media Kepraktisan media diukur melalui observasi guru saat mengimplementasikan media dalam penggunaan, integrasi dalam pembelajaran, dan kelancaran penyampaian materi. Gambar 1. Grafik Kepraktisan Media Berdasarkan Grafik di atas, bahwa hasil observasi menunjukkan bahwa seluruh indikator kepraktisan memperoleh skor tertinggi, dengan tingkat kepraktisan mencapai 100%, yang dikategorikan sebagai sangat praktis. Artinya, media ini mudah digunakan guru di kelas tanpa memerlukan pelatihan khusus atau persiapan teknis yang rumit. Desain smart card yang ringkas dan fleksibel terbukti memudahkan guru http://journal. org/index. php/jekas dalam mengintegrasikan media ke dalam alur pembelajaran, khususnya untuk pembelajaran tematik di kelas rendah. Namun, ditemukan bahwa beberapa siswa masih memerlukan pendampingan saat awal penggunaan kartu, terutama dalam membaca instruksi permainan Ini menjadi catatan penting bahwa pelatihan siswa juga diperlukan agar media dapat berfungsi optimal. Data Efektivitas Media Efektivitas diukur berdasarkan ketercapaian tujuan pembelajaran serta keterlibatan siswa selama proses berlangsung. Penilaian dilakukan oleh guru melalui lembar evaluasi efektivitas. Gambar 2. Grafik hasil Uji efektivitas Media Berdasarkan grafik di atas, dijelaskan bahwa, hasil menunjukkan bahwa seluruh indikator efektivitas tercapai secara optimal, dengan skor rata-rata mencapai 100%, yang tergolong dalam kategori sangat efektif. Media smart card mampu meningkatkan fokus siswa, mempermudah IPA, serta menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Hal ini diperkuat oleh skor minat belajar siswa sebesar 86%, yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Siswa menunjukkan antusiasme dalam menggunakan media, aktif dalam menjawab pertanyaan, dan tertarik mengikuti permainan edukatif yang disisipkan dalam isi kartu. Skor efektivitas secara umum mencapai 100% berdasarkan evaluasi guru, tetapi hal ini tetap perlu disikapi dengan hatihati. Kemungkinan adanya bias antusiasme awal . ovelty effec. pada penggunaan media baru tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, efektivitas jangka panjang perlu diuji lebih lanjut dengan desain eksperimen yang lebih ketat dan durasi implementasi yang lebih lama. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran smart card yang dikembangkan kepraktisan 100%, efektivitas 100%, serta minat belajar siswa mencapai 86%. Capaian ini membuktikan bahwa media yang dikembangkan telah memenuhi kriteria layak secara pedagogis, teknis, dan fungsional untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA di kelas Secara keberhasilan media ini dapat dijelaskan melalui pendekatan perkembangan kognitif Piaget. Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 2. Julii 2025 . yang menyatakan bahwa anak usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret, di mana proses belajar sangat dipengaruhi oleh pengalaman langsung dan visualisasi. Dalam hal ini, smart card sebagai media visual konkret berfungsi sebagai jembatan antara konsep abstrak IPA dan dunia nyata anak. Informasi tematik yang dikemas dalam bentuk gambar dan permainan edukatif terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa secara kognitif maupun afektif. Analisis hasil uji validitas Validitas media yang tinggi menunjukkan bahwa isi dan desain visual telah sesuai dengan prinsip desain pembelajaran untuk siswa SD, sebagaimana ditegaskan oleh Arsyad . dan Asyhar . Penilaian memperkuat bahwa media ini tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga relevan secara konten. Hal ini sejalan dengan pendapat Hasan . bahwa media pembelajaran yang efektif harus mencakup fungsi semantik, psikologis, hingga manipulatif untuk merangsang interaksi bermakna dalam . Analisis hasil uji efektivitas Dari sisi efektivitas, pencapaian 100% pada indikator tujuan pembelajaran dan 86% minat belajar siswa menunjukkan bahwa media ini berhasil meningkatkan keterlibatan aktif Siswa menjadi lebih fokus, antusias, dan partisipatif selama proses pembelajaran. Temuan ini konsisten dengan penelitian Permatasari et al. dan Kirbillah . yang menunjukkan bahwa smart card dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam berbagai mata pelajaran. Namun demikian, kontribusi utama penelitian ini adalah penerapan smart card dalam pembelajaran IPA untuk kelas rendah bidang yang selama ini masih jarang dikembangkan dalam literatur pengembangan media pembelajaran di Indonesia. Analisis hasil uji kepraktisan Kepraktisan media dengan skor sempurna menggunakannya secara langsung dalam kelas tanpa kendala berarti. Ini menjadi aspek penting mengingat banyak guru di jenjang dasar menghadapi keterbatasan waktu dan sumber daya dalam merancang Desain smart card yang ringkas, fleksibel, dan langsung aplikatif telah mendorong efisiensi proses pembelajaran. Di sisi lain, perlu diakui bahwa efektivitas tinggi yang dicapai dalam dua sesi pembelajaran bisa http://journal. org/index. php/jekas penggunaan media baru. Penelitian ini juga belum melibatkan kelompok kontrol atau uji Oleh karena itu, klaim keberhasilan perlu diuji lebih lanjut dalam desain kuasi eksperimen yang membandingkan kelompok pengguna dan non-pengguna media dalam jangka waktu lebih panjang. Selain itu, perlu dicermati bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dan kultur kelas. Dalam konteks kelas rendah, aspek seperti pendampingan, bahasa instruksi yang sederhana, serta fleksibilitas kegiatan sangat menentukan keberhasilan media. Maka dari itu, smart card sebaiknya tidak hanya dinilai dari isi dan bentuknya, tetapi juga dari kesesuaiannya terhadap konteks implementasi dan latar budaya siswa. IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Media smart card yang dikembangkan terbukti valid . %), praktis . %), dan efektif . %) untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPA kelas i sekolah dasar. Penyajian visual yang konkret, tematik, dan interaktif terbukti selaras dengan tahap perkembangan kognitif siswa usia dini yang masih berada pada fase operasional konkret. Temuan ini mengisi kekosongan dalam literatur pengembangan media pembelajaran sains di kelas rendah, yang selama ini lebih didominasi oleh mata pelajaran non-IPA, serta memberikan karakteristik siswa dan konteks pembelajaran Kurikulum Merdeka. Saran