Jurnal Peduli Masyarakat Volume 5 Nomor 2. Juni 2023 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM EDUKASI KESEHATAN MELALUI PELATIHAN PERAWATAN MENTAL SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Dwi Sapta Aryantiningsih*. Alfi Hamduna. Nova Oktavia,Tengku Nova Ilsya. Aie Desthia Viola. Winda Parlin Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. STIKes Payung Negeri Pekanbaru. Jl. Tamtama No. 6 Labuh Baru. Pekanbaru. Riau 28291. Indonesia *dwisapta. aryantiningaih@payungnegeri. ABSTRAK Kesehatan mental adalah suatu kondisi manusia yang berada dalam keadaan sejahtera, mampu mengenal potensi dirinya, menghadapi tekanan dan berkontribusi secara sosioemosional. Kesehatan mental pada remaja menjadi isu penting dan harus mendapatkan perhatian karena remaja merupakan penerus bangsa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan pada remaja dengan rentang usia 15-20 tahun melalui pelatihan tentang kesehatan mental. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan ceramah dengan topik pengetahuan dasar kesehatan mental, manajemen stress, cara mengenali lingkungan toksik dan flexing, tips dan trik untuk mencintai diri sendiri, demontrasi dan praktikum pencegahan gangguan mental yaitu Thought Stopping Theraphy. Sasarannya yaitu remaja remaja berusia 15-20 tahun sebanyak 22 orang. Penyampaian materi dibagi menjadi 4 sesi dengan durasi 60 menit pemaparan materi dan 45 menit sesi tanya jawab. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan memberikan kuesioner di awal dan di akhir kegiatan . re-post tes. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu adanya peningkatan rata-rata pengetahuan mahasiswa antara sebelum . dan setelah diberikan pelatihan . sebesar 21,96% dengan nilai uji beda berpasangan yaitu nilai p = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan antara pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan. Kata kunci: edukasi kesehatan mental. HEALTH EDUCATION THROUGH MENTAL CARE TRAINING AS AN EFFORT TO MAINTAIN MENTAL HEALTH IN ADOLESCENTS ABSTRACT Mental health is a condition in which humans are in a state of prosperity, able to recognize their own potential, face pressure and contribute socio-emotionally. Mental health in adolescents is an important issue and must receive attention because adolescents are the future of the nation. This community service activity aims to provide health education to adolescents with an age range of 1520 years through training on mental health. The method used in this community service is by giving lectures on the topic of basic knowledge of mental health, stress management, how to recognize toxic and flexing environments, tips and tricks for loving yourself, demonstrations and practicum to prevent mental disorders, namely Thought Stopping Therapy. The target is 22 young people aged 15-20 years. Submission of material is divided into 4 sessions with a duration of 60 minutes of material presentation and 45 minutes of question and answer session. Evaluation of this activity was carried out by giving questionnaires at the beginning and at the end of the activity . re-post The result of this community service activity is that there is an increase in the average Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group knowledge of students between before . and after being given training . with the value of the paired different test, namely the value of p = 0. 000, it can be concluded that there is a difference significant difference between knowledge before and after training Keywords: mental health education. PENDAHULUAN Kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesehatan manusia secara umum dan kesejahteraan serta hak azazi dasar manusia. Kesehatan mental yang bagus berati adanya kemampuan untuk terhubung, berfungsi, mengatasi dan berkembang (Osborn. Wasanga, & Ndetei, 2. Pendapat Pieper dan Uden . tentang kesehatan mental yaitu keadaan seseorang yang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang realistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, serta mampu menghadapi masalah dan memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya, selain itu juga memiliki kebahagiaan dalam hidupnya (Kholig et al. , 2. Semple dan Smyth . menyatakan jika individu yang sehat mental yaitu memiliki perasaan berharga dan bermanfaat, merasa cukup, mampu dipercaya orang lain, mampu belajar dari pengalaman, mampu memberi dan menerima pertemanan, afeksi, dan cinta, maupun mampu membangun keeratan emosional (Qoyyimah et al , 2. Kesehatan mental merupakan kontributor terbesar kelima untuk beban penyakit global. Lebih dari 80% orang yang menderita penyakit global belum mendapatkan pengobatan. (Narayanan SP. Rath H. Mahapatra S, 2. Pada remaja, kesehatan mental yang akan dialaminya akan melibatkan ranah perkembangan kognitif, fisik dan sosioemosional. Jika tugas perkembangan ini terganggu maka permasalahan psikologis kemungkinan dapat muncul seperti tidak percaya diri, sulit mengekspresikan diri, kesepian sampai mengalami depresi (Qoyyimah et al. , 2. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak menuju dewasa, dimana pada masa ini terjadi berbagai macam perubahan yang cukup bermakna baik secara fisik, biologis, mental dan emosional maupun psikososial. Masa ini merupakan mas kritis dalam siklus perkembangan seseorang. Masa ini penuh dengan gejolak dengan adanya perubahan biologik, psikologik, dan sosial. Dalam keadaan ini seringkali memicu terjadinya konflik antara remaja dengan dirinya sendiri . onflik interna. , atau masalah yang tidak dapat terselesaikan sehingga memberikan dampak negatif terhadap perkembangan remaja tersebut di masa mendatang, terutama terhadap pematangan karakternya dan tidak jarang memicu terjadinya gangguan mental (Remschmidt, 2. Permasalahan psikologis pada remaja cukup tinggi. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 menunjukkan hasil bahwa remaja yang mengalami masalah mental dan emosional pada usia 15 tahun ke atas meningkat sebesar 3,8% pada tahun 2018 dibandingkan sebelumnya di tahun 2013. Kecenderungan depresi pada penduduk yang berusia 15-24 tahun mencapai angka 6,2 % (Kemenkes RI . Salsabila. Hidayat, & Ramdani . Untuk mengurangi beban gangguan mental yang lebih besar maka Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group diperlukan upaya pencegahan dan promosi di kesehatan mental pada tingkat perumusan kebijakan, legislasi, pengambilan keputusan, alokasi sumber daya dan sistem perawatan kesehatan secara keseluruhan (Alini & Meisyalla, . World Health Organisation, . Berdasarkan hasil penelitian (Lubis. Sati. Adhinda. Yulianirta, & Hidayat, 2. diketahui bahwa individu anak dan remaja yang memahami ibadah dan melaksanakan ibadah akan mampu mengatasi permasalahan dalam kehidupan, produktif dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Upaya lain untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan mental pada remaja adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan. Thought Stopping Theraphy, memiliki rasa syukur sehingga dapat mengendalikan keadaan lingkungan, menerima keadaan dirinya, adanya dukungan teman sebaya dalam pemecahan masalah, melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran jasmani yang dapat berpengaruh pada kesehatan mental (Lestarina . Maharani & Naqiyah . Hardianti. Erika, & Nauli . (Qoyyimah et al. , 2. (Kosanke, 2. Berdasarkan hasil survei melalui sosial media yang dilakukan pada remaja pada tanggal 811 mei 2023, diperoleh hasil bahwa 85% remaja memiliki pengetahuan kategori kurang mengenai kesehatan mental sehingga menganggap bahwa kesehatan mental itu tidak penting, 90% menyatakan tidak adanya kegiatan atau usaha remaja untuk dapat mengatasi gangguan kesehatan mental sehingga remaja mengalihkan kegiatan pada hal- hal yang Berdasarkan uraian diatas, maka perlunya memberikan pendidikan kesehatan mengenai kesehatan mental pada remaja sebagai upaya menjaga kesehatan mental remaja dan menjadi wadah dalam mengurangi beban serta keluhan remaja dan memberikan solusi terkait gangguan kesehatan mental yang dialami remaja tersebut. Adapun tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan mental, melatih remaja dalam deteksi dini dan tekhnik pengendalian kesehatan mental. METODE Metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dengan pelatihan . dukasi kesehatan dan praktiku. secara virtual terhadap remaja dengan rentang usia 1520 tahun. Topik pelatihan yang diberikan yaitu pengetahuan dasar kesehatan mental, manajemen stress, cara mengenali lingkungan toksik dan flexing, tips dan trik untuk mencintai diri sendiri. Kegiatan ini diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Kesehatan STIKes Payung Negeri Pekanbaru Peminatan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku dan dosen STIKes Payung Negeri Pekanbaru serta narasumber yang berasal dari Universitas Islam Riau dan psikolog. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 03-04 Juni 2023 dengan sasaran sebanyak 22 orang. Metode yang digunakan dengan ceramah, demontrasi dan praktikum pencegahan gangguan mental yaitu Thought Stopping Theraphy. Penyampaian materi dibagi menjadi 4 sesi dengan durasi 60 menit pemaparan materi dan 45 menit sesi tanya jawab. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan memberikan kuesioner di awal dan di akhir kegiatan . re-post tes. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan secara daring melalui platform zoom meeting dapat dijabarkan sebagai berikut: Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Kegiatan Pelaksanaan Pembukaan pelatihan yang dihadiri oleh peserta pelatihan dan tamu undangan. Pada kegiatan ini, tim pengabdian masyarakat menjelaskan tujuan, waktu pelaksanaan, sasaran dan tekhnis evaluasi pelatihan. Gambar 1. Pembukaan Pelatihan Gambar 2. Pembukaan Pelatihan Pemaparan materi I tentang pengetahuan dasar kesehatan mental dengan narasumber Dr. Diana Elfida. Psi (UIN Suska Ria. Pada sesi ini diuraikan tentang permasalahan di kalangan anak dan remaja, gangguan mental, kesehatan mental, miskonsepsi, mental health literacy, faktor protektif, help seeking behavior, aplikasi manajemen kesehatan mental. Gambar 3. Pemaparan Materi I Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Pemaparan materi II tentang manajemen stress dengan narasumber Iin Setiyowati. Psi. Psikolog (Psikolog Remaj. Pada sesi ini diuraikan tentang definisi stres, faktor penyebab stres, manajemen stres, strategi manajemen stres dan upaya mengatasi Gambar 4. Pemaparan Materi II Pemaparan materi i tentang cara mengenali lingkungan toxic dan flexing dengan narasumber Ns. Yeni Devita. Kep (STIKes Payung Negeri Pekanbar. Pada sesi ini diuraikan tentang definisi lingkungan toxic, ciri-ciri lingkungan toxic, dampak lingkungan toxic, cara menghindari lingkungan toxic. Selain itu materi yang diampaikan juga tentang definisi, penyebab dampak yang ditimbulkan dari tindakan flexing, cara agar tidak terjebak dalam fenomena flexing. Gambar 5. Pemaparan Materi i Pemaparan materi IV tentang tips dan trik untuk mencintai diri sendiri dengan narasumber Ns. Eka Malfasari. Kep. Sp. Kep (STIKes Payung Negeri Pekanbar. Pada sesi ini diuraikan tentang permasalahan pada remaja di seluruh dunia, cara mengatasi masalah konstruktif, mencintai diri sendiri, aspek self love, . Selain itu, peserta juga diajarkan praktik tentang terapi Thought Stopping Theraphy yaitu teknik untuk membantu mengelola pikiran negatif yang mengganggu, mengkhawatirkan, dan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group mengakibatkan gangguan panik, kecemasan, serta agrofobia. Setelah materi ini, peserta diminta untuk melakukan terapi Thought Stopping Theraphy secara langsung. Gambar 6. Pemaparan Materi IV Pelaksanaan evaluasi kegiatan. Pada kegiatan ini tim Pengabdian Masyarakat melakukan evaluasi pelatihan yang telah ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan pelatihan, yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest. Hasil peningkatan pengetahuan remaja terlihat pada gambar dibawah ini: Gambar 7. Hasil Mean dan Uji Beda Dependent Setelah Diberikan Pelatihan Gambar 7 terlihat peningkatan rata-rata pengetahuan mahasiswa antara sebelum . dan setelah diberikan pelatihan . sebesar 21,96%. Perbedaan ini diuji dengan t berpasangan menghasilkan nilai p = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan antara pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan. SIMPULAN Remaja merupakan generasi penerus bangsa, maka diperlukan perhatian agar kesehatan mentalnya dapat terjada sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang Kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang didalamnya terdapat kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan serta berperan aktif Gangguan mental dapat berupa gejala kecemasan, depresi yang dapat Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group digambarkan dari kehilangan motivasi terhadap sesuatu, mudah tersinggung, dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan mental dapat mengakibatkan kerentanan remaja dalam pengelolaan kesehatan mental. Pemberian pendidikan kesehatan melalui pelatihan tentang kesehatan mental merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Adapun materi yang diberikan yaitu terkait pengetahuan dasar kesehatan mental, manajemen stress, cara mengenali lingkungan toksik dan flexing, tips dan trik untuk mencintai diri sendiri dan praktikum terapi Thought Stopping Theraphy. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan rata-rata pengetahuan mahasiswa antara sebelum . dan setelah diberikan pelatihan . sebesar 21,96% dengan nilai uji beda berpasangan yaitu nilai p = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan antara pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan. Diharapkan dengan adanya pengetahuan tentang kesehatan mental maka remaja dapat mampu menjaga kesehatan mental dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada STIKes Payung Negeri Pekanbaru yang telah membiayai kegiatan pengabdian masyarakat ini, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh anggota tim pelaksana, peserta, serta segenap civitas Akademika STIKes Payung Negeri Pekanbaru yang telah memberi dukungan terhadap keberhasilan kegiatan pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA