Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. EFISIENSI TEKNIS RANTAI PASOK JAGUNG TINGKAT PETANI DAN PENGUMPUL DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) KECAMATAN BATANG KUIS. DELI SERDANG. SUMATERA UTARA Sakral Hasby Puarada1C. Riris Nadia Syafrilia Gurning2. Wahyuni Umami Harahap3 Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Email korespondensi: sakralhasby@umsu. Abstract. Indonesia is an agricultural country which has a large agricultural sector. where the agricultural sector continues to grow rapidly. Apart from the large agricultural sector, a very well known agricultural product is food crops. Food crops are one of the fastest growing sectors in Indonesian agriculture. Types of plants cultivated in food crops include rice, corn and soybeans and cassava. Corn food crop is a commodity that has a source of vitamins and minerals. Supply chain management performance measurement is a solution to solving problems that are currently in the corn crop through measuring the performance and efficiency of supply chain performance. The research location is in Batang Kuis District. Deli Serdang Regency. North Sumatra with the consideration that Batang Kuis District is one of the districts that runs the corn supply chain. This study aims to examine the performance of the supply chain and the level of performance of the supply chain for maize farmers and collectors. The performance measurement method uses the Supply Chain Operation Reference (SCOR) which measures results based on measurement indicators. Then to see and compare the efficiency value using the Data Envelopment Analysis (DEA) method by comparing Desicions Making Unit (DMU) 1 with other DMUs, namely other collectors in the research object. From the results of the study, it was found that in measuring the performance of partner farmers, it was found that there were three measurement indicators that were still categorized as bad . Then, from the results of the comparison, it was found that there were 23 partner farmers who were efficient based on the input that was not implemented optimally so that the output obtained was not efficient. Meanwhile, in the comparison and financial assessment of the performance between the collectors of rukun and the work of corn, it was found that the rukun was more effective than the work of corn. This means that the input that has been executed has been maximized so that the output obtained is categorized as efficient. Keywords: efficiency, measurement, supply chain management Abstrak. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sektor pertanian yang besar. dimana sektor pertanian tersebut terus berkembang pesat. Selain sektor pertanian yang besar, hasil pertanian yang sangat dikenal adalah tanaman pangan. Tanaman pangan merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat dalam pertanian Indonesia. Jenis tanaman yang dibudidayakan dalam tanaman pangan meliputi tanaman padi, jagung dan kedelai serta ubi kayu. Tanaman pangan jagung merupakan salah satu komoditas yang memiliki sumber vitamin dan mineral. Pengukuran efisiensi kinerja manajemen rantai pasok menjadi menjadi alternatif penyelesaian masalah yang sedang berjalan dalam Tanaman Jagung melalui pengukuran kinerja dan efisiensi Kinerja rantai pasok. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Batang Kuis merupakan salah satu Kecamatan yang menjalankan rantai pasok jagung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kinerja rantai pasok dan tingkat efisiensi kinerja rantai pasok jagung dari petani dan pengumpul. Metode pengukuran kinerja menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) yang akan melihat hasil pengukuran berdasarkan indikator-indikator pengukuran. Kemudian untuk melihat dan membandingkan nilai efisiensi menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan membandingkan Desicions Making Unit (DMU) 1 dengan DMU lain yaitu pengumpul lain yang ada didalam objek penelitian. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dalam pengukuran kinerja petani mitra, didapatkan hasil bahwa ada tiga indikator dari pengukuran yang masih dikategorikan tidak baik . Kemudian, dari hasil perbandingan efisiensi didapatkan bahwa ada 23 petani mitra yang inefisien dikarenakan input yang dijalankan tidak maksimal sehingga output yang didapatkan belum efisien. Sementara itu, dalam perbandingan dan pengukuran efisiensi teknis kinerja antara pengumpul rukun sena dan karya jagung didapatkan bahwa rukun sena lebih efisien dibandingkan dengan karya jagung. Artinya, input yang telah dijalankan sudah maksimal sehingga ouput yang didapatkan dikategorikan efisien. Kata Kunci: efisiensi, kinerja, rantai pasok Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sektor pertanian yang besar. dimana sektor pertanian tersebut terus berkembang pesat. Selain sektor pertanian yang besar, hasil pertanian yang sangat dikenal adalah tanaman pangan. Tanaman pangan merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat dalam pertanian Indonesia. Jenis dibudidayakan dalam tanaman pangan meliputi tanaman padi, jagung dan kedelai serta ubi kayu. Jagung adalah salah satu bahan pangan pokok yang penting bagi Indonesia. Saat ini, tanaman jagung dijadikan sebagai sasaran utama oleh Kementerian pertanian agar menjadi swasembada pangan (Aini, 2. Jagung juga merupakan salah satu subsektor yang berperan dalam mendukung perekonomian nasional karna memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat masyarakat atau petani berskala kecil, menengah, ataupun besar. Indonesia dengan potensi sumber daya lahan dan agroklimat yang beragam berpeluang untuk mengembangkan berbagai tanaman pangan. Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Deli Serdang, pada tahun 2018 angka ketersedian jagung mencapai 112. 940,01 ton dengan kebutuhan konsumsi mencapai 878,28 ton. Hal ini menunjukkan adanya 061,73 ton . ,22 %), angka ketersediaan jagung dapat dilihat pada (BPS Kabupaten Deli serdang. Produksi/Production Padi/Beras Ubi Kayu Jagung Kebutuhan/Konsumsi Surplus/Devisit Gambar 1. Angka ketersediaan jagung menurut kecamatan kabupaten deli serdang 2019. Sumber: Badan pusat statistik kabupaten deli serdang, 2020. Tanaman pangan dibutuhkan sebagai makanan pokok bagi seluruh penduduk Indonesia. Ketersediaannya diperhatikan guna memenuhi kebutuhan makanan pokok secara berkelanjutan dan memenuhi syarat gizi yang baik. Indonesia memiliki penduduk yang kebutuhan konsumsinya berasal dari padi sebagai makanan sehari-hari, padahal Indonesia sendiri memiliki tanaman pangan lain seperti jagung, ketela dan sagu. Tanaman pangan jagung dapat menjadi alternative kedua bahan makanan pokok utama setelah beras (Erviyana, 2. Fokus komoditas strategis pertanian yang dikembangkan dalam RPJMN 20152019 adalah pada lima bahan pangan pokok strategis yakni, padi, jagung, kedelai gula . dan daging sapi-kerbau. Dalam Renstra Kementerian pertanian tahun 20152019 menjelaskan karbohidrat dalam jagung memiliki dua fungsi yaitu sebagai bahan makanan pokok nasional dan bahan makanan pokok local. Membangun swasembada pangan menjadi hal yang penting dan strategis sebagai upaya penyediaan pangan berbasis lokal dalam pemenuhan produksi domestik (Wening Kusuma & Rachbini, 2. Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. Rantai pasok merupakan salah satu Kabupaten Deli Serdang. dari informasi pendekatan yang diyakini dapat digunakan tersebut luas panen/luas lahan padi sawah berjumlah 1032 Ha, sedangkan jagung komoditas pertanian. Bentuk perhatian berjumlah 310 Ha. Untuk jumlah produksi rantai pasok perlu mendapat perhatian padi sawah berjumlah 6410 ton dan total khusus dengan melakukan pendekatanproduksi jagung 2077 ton. Hal tersebut pendekatan mendalam kepada masingdisajikan pada tabel 1. masing pelaku rantai pasok dan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja petani dan pengumpul mekanisme yang terjadi dalam rantai pasok jagung di Kecamatan Batang Kuis tersebut (Indriani et al. , 2. Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Menurut data Badan Pusat Statistik dan untuk mengetahui tingkat efisiensi Kabupaten Deli Serdang hanya ada dua teknis petani dan pengumpul jagung di komoditas tanaman pangan yang terus Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli berproduksi di Kecamatan Batang Kuis Serdang Sumatera Utara. Tabel 1. Luas panen dan produksi tanaman pangan menurut desa/kelurahan di kecamatan batang kuis, kabupaten deli serdang, sumatera utara, 2018 Luas Panen/Luas Lahan Produksi Desa/Kelurahan No. Sena Tumpatan Nibung Baru Tanjung Sari Bakaran Batu Bintang Meriah Batang Kuis Pekan Paya Gambar Sidodadi Sugiharjo Mesjid Total Padi Sawah (H. Jagung (To. Padi Sawah (H. Jagung (To. Sumber: Badan pusat statistik kabupaten deli serdang, 2019 METODE Penelitian dilakukan melalui tahapantahapan sebagai berikut: peninjauan lokasi E wawancara dan pengisian kuisioner E analisis data E mendeskripsikan hasil tabulasi E simpulan (Gambar . Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Bener Meriah Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Penentuan pemilihan lokasi penelitian pertimbangan bahwa Desa Sena merupakan salah satu desa yang menjalankan Proses Rantai Pasok Jagung di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara agar dapat memperoleh informasi peneliti melihat kinerja petani dan pengumpul serta memperoleh tingkat efisiensi teknis petani dan pengumpul jagung di daerah penelitian Dengan pemilihan lokasi penelitian tersebut diharapkan dapat memperoleh informasi rantai pasok jagung untuk menganalisis kinerja dan efisiensi teknis kinerja petani dan pengumpul. Variabel yang Diamati/Diukur Variabel menjawab tujuan pertama yaitu melihat Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 indikator pengukuran kinerja pada tingkat Kemudian, untuk menjawab tujuan kedua yaitu mengenai efisiensi teknis dan variabel yang diukur adalah input dan ouput pada kinerja rantai pasok jagung di lokasi penelitian. Peninjauan Lokasi Penelitian Wawancara dan Pengisian Kuesioner Analisis Data Mendeskripsikan hasil tabulasi Kesimpulan e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. yaitu purposive sampling sebanyak 30 sampel petani dan 2 sampel Pengumpul di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah . teknik observasi, . teknik wawancara yaitu wawancara . studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah Petani yang sedang menjalankan proses bisnis rantai pasok jagung dengan pengumpul yang ada di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Metode Analisa Data Kinerja Rantai Pasok Jagung Indikator yang digunakan dalam pengukuran kinerja rantai pasok jagung didasarkan pada matriks kerja SCOR (Supply Chain Operation Refferenc. , dimana SCOR responsiveness, flexibility, cost, dan asset (Setiawan et al. , 2. SCOR didasarkan pada tiga hal, yakni pemodelan proses, pengukuran performa atau kinerja rantai pasok, dan penerapan best practices (Marimin & N, 2. Indikator-indikator kinerja rantai pasok jagung di Kecamatan Batang Kuis adalah sebagai berikut: Gambar 2. Tahapan Penelitian Metode Pengambilan Sampel Teknik menggunakan non Ae probability sampling Kinerja Pengiriman ycNycuycycayco ycEyceycycaycuycaycu ycycaycuyci yaycnycoycnycycnyco ycNyceycyycayc ycOycaycoycyc yaycnycuyceycycyca = ycu 100% ycNycuycycayco ycEyceycycaycuycaycu ycycaycuyci yaycnycoycnycycnyco Pemenuhan Pesanan ycEyceycycoycnycuycycaycaycu yaycuycaycyycayc yccycnycyyceycuycEaycn ycycaycuycyyca ycoyceycuycycuyciyciyc ycEyceycoyceycuycEaycaycu ycEyceycycaycuycaycu = ycu 100% ycNycuycycayco ycEyceycycoycnycuycycaycaycu yaycuycuycycycoyceycu Kesesuaian dengan Standar yayceycyceycycycaycnycaycu yccyceycuyciycaycu ycIycycaycuyccycayc ycNycuycycayco ycEyceycycaycuycaycu ycycaycuyci yaycnycoycnycycnyco ycyceycycycaycn yccyceycuyciycaycu ycIycycaycuyccycayc ycu 100% ycNycuycycayco ycEyceycycaycuycaycu ycycaycuyci yccycnycoycnycyco Lead Time Pemenuhan Pesanan Siklus Pemenuhan Pesanan Siklus Pemenuhan Pesanan = Waktu Perencanaan Waktu Pengemasan Waktu Pengiriman Fleksibilitas Rantai Pasok Fleksibilitas Rantai Pasok = Siklus mencari Barang Siklus Mengemas Barang Siklus Mengirim Barang Biaya Total Rantai Pasok Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. Biaya Total Rantai Pasok = Penjual Ae Profit Ae Biaya (Biaya Perencanaan Biaya Pengadaan Biaya Pengemasan Biaya Pengiriman Biaya Pengembalia. Cash to Cash Cycle Time Cash to Cash Cycle Time = Rata-rata persediaan (Inventory days of suppl. waktu yang dibutuhkan ritel membayar ke stake holder . ays sales outstandin. Ae waktu yang dibutuhkan perusahaan membayar ke pemasok untuk barang yang sudah diterima . ays payble outstandin. Persediaan Harian ycIycaycyca Oe ycIycaycyca ycEyceycycyceyccycnycaycaycu ycEyceycycyceyccycnycaycaycu yaycaycycnycaycu = ycIycaycyca Oe ycycaycyca yayceycaycycycEaycaycu Tabel 2. Kriteria Pencapaian Kinerja Rantai Pasok Indikator Target untuk Mencapai Kriteria Baik Target untuk Mencapai Kriteria Kurang Baik Lead Time Pemenuhan Pesanan O 3 Hari > 3 Hari Siklus Pemenuhan Pesanan O 4 Hari > 4 Hari Fleksibilitas Rantai Pasok O 10 Hari > 10 Hari Biaya Total Rantai Pasok Cash to Cash Cycle Time O29 Hari > 29 Hari Persediaan Harian O 23 Hari > 23 Hari Kinerja Pengiriman Ou 95. < 95. Pemenuhan Pesanan Ou 88. < 88. Kesesuaian dengan Standar Ou 99. < 99. Sumber : (Bolstroff P, 2. Efisiensi Teknis Rantai Pasok Jagung Dalam penelitian ini telah dijelaskan pada tujuan penelitian yaitu untuk mengukur efisiensi kinerja rantai pasok jagung dengan cara meminimumkan input untuk mendapatkan nilai yang efisien pada pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Nilai input masih bisa dikatakan dapat ditekankan karna nilai output pada petani sudah memiliki Variabel input dan output yang digunakan didasarkan pada matrik Supply Chain Operation Refference (SCOR) yang didalam variabel tersebut mengacu pada tiga hal yaitu: . Pemodelan proses, . Pengukuran kinerja rantai pasok, dan . Penerapan best practices (Marimin & N, 2. Adapun input yang digunakan adalah: . Waktu tunggu pemenuhan, . Siklus pesanan,. Fleksibilitas rantai pasok, . Biaya total manajemen rantai pasok, . Siklus cash to cash, dan . Persediaan harian, sedangkan variabel output adalah : . Kinerja pengiriman, . Pemenuhan pesanan, dan . Kesesuaian dengan (Rusydiana, 2. menjelaskan Efisiensi yang ditentukan dengan metode DEA adalah suatu nilai yang relatif, sehingga bukan merupakan suatu nilai mutlak yang dapat dicapai oleh satu unit. DMU yang memiliki performansi terbaik akan memiliki tingkat efisiensi yang dinyatakan dalam nilai 100%, sedangkan DMU lain yang berada dibawahnya akan Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. memiliki nilai efisiensi yang bervariasi, yaitu antara 0% hingga 100%. Tahapan dalam pengukuran nilai efisiensi pada metode DEA sebagai berikut : Melakukan penentuan DMU Menentukan variabel input dan variabel output Melakukan analisis untuk memperoleh nilai efisiensi relatif DMU (Decision Making Uni. adalah organisasi atau entitas yang akan diukur efisiensinya secara relatif terhadap Homogen artinya adalah input dan output dari masing-masing DMU yang dievaluasi harus sama atau sejenis. Pendekatan DEA pembobotan yang bersifat fixed pada seluruh masukan . dan keluaran . dari setiap DMU yang dievaluasi. INPUT : Lead time Pemenuhan Siklus pemenuhan Fleksibilitas rantai Biaya total rantai Cash to cash cycle Persediaan harian DEA juga menunjukkan unit-unit yang menjadi referensi bagi unit yang inefisien. Nilai efisiensi dengan adanya beberapa faktor input dan output didefinisikan sebagai berikut : yayceyceycnycaycnyceycuycayc = ycyceycnyciEaycyceycc ycycyco ycuyce ycuycycycyycycyc ycyceycnyciEaycyceycc ycycyco ycuyce ycnycuycyycycyc Pengolahan data dengan metode DEA menggunakan software DEAP version Hasil dari pengolahan dengan metode ini adalah matriks kinerja yang potensial untuk diperbaiki (Gurning. Mulyo. , 2. Adapun model pengukuran Data Envelopment Analysis (DEA) dan variabel-variabel yang digunakan dalam penilitian ini adalah sebagai berikut: Output : Kinerja Pengiriman Pemenuhan Pesanan Kesesuaian Standar DMU Gambar 3. Model Pengukuran Data Envelopment Analysis (DEA) Sumber: (Bolstroff P, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kinerja Rantai Pasok Jagung (Zea May. Kinerja merupakan salah satu ukuran atau indikator untuk mengevaluasi apakah tujuan akhir dari pelaku yang terlibat didalam suatu sistem kerja telah tercapai atau belum. Pada penelitian ini, kinerja yang dimaksud adalah kinerja dari pelaku rantai pasok seperti Rukun Sena . dan petani mitra yang bekerja sama dengan Rukun Sena . Pengukuran kinerja memegang peran penting karena akan mempengaruhi perilaku atau hal yang krusial didalam setiap anggota rantai pasok yang terlibat didalamnya, sehingga berdampak langsung pada keseluruhan kinerja rantai pasok (J, 2. Dalam penelitian ini, kinerja yang diukur adalah kinerja dalam satu periode produksi tanaman jagung pakan ternak oleh petani mitra yang bekerja sama dengan Rukun Sena . Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 Pengukuran Kinerja Jagung (Zea May. Pengukuran kinerja rantai pasok jagung pakan ternak ini dilakukan dengan cara membandingkan niai rata-rata dari atribut kinerja rantai pasok petani mitra dengan nilai benchmarking pada food SCORcard dari Supply Chain CouncilAos. begitu juga dengan Rukun Sena . akan diukur kinerjanya berdasarkan nilai rata-rata dalam satu dibandingkan dengan nilai benchmarking pada food SCORcard dari Supply Chain CouncilAos. (J, 2. menjelaskan bahwa perusahaan dengan rujukan eksternal yang Hal ini memungkinkan sebuah e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. perusahaan untuk jauh lebih memahami seberapa baik kinerjanya, dan dapat diguakan untuk menetapkan target yang Pada penelitian ini, target kinerja rantai pasok jagung yang ditetapkan adalah dengan target status superior bagi Rukun Sena . dan petani Apabila pencapaian nilai aktual dari metrik kinerja berada diposisi yang ditargetkan dalam metrik SCOR, maka kinerja pelaku rantai (Rukun Sena dan Petani Mitr. berdasarkan benchmarking rantai pasok berada di posisi kinerja terbaik sesuai dengan penjelasan metrik SCOR. Tabel berikut akan menjelaskan tentang nilai rata-rata metrik kinerja rantai pasok jagung pada petani mitra dan Rukun Sena dengan nilai benchmarking. Tabel 3. Perbandingan nilai rata-rata metrik kinerja rantai pasok pada petani mitra dan Rukun Sena dengan nilai benchmarking pada food SCORcard Aktual Kriteria (Rata-rat. Metrik Kinerja Rukun Petani Parity Adventage Superior Rukun Petani Sena Mitra Sena Mitra Lead Time . Baik Tidak Baik Siklus Pemenuhan 3. Baik Baik Pesanan . Fleksibilitas Rantai 16. Baik Baik Pasok . Biaya Rantai 1. Pasok (Rp/K. Cash Cash 1. Baik Baik Cycle Time . Persediaan Harian . Kinerja Baik Tidak Pengiriman (%) Baik Pemenuhan Baik Baik Pesanan (%) Kesesuaian dengan 100 Baik Kurang Standar (%) Baik Sumber : Analisa Data Primer, 2020 Pengukuran kinerja rantai pasok jagung berdasarkan nilai rata-rata dari atribut kinerja rantai pasok pada petani mitra dan Rukun Sena . dengan melihat perbandingan nilai rata-rata dari benchmarking yang mengacu pada food SCORcard. Berdasarkan hasil dari tabulasi data dan analisis yang dilakukan, maka Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 untuk Petani Mitra masih ada yang digolongkan untuk kriteria Parity dan Advantage. Dimana, didalam Metrik pengukuran kinerja menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) terdapat tiga kriteria yakni Parity. Advantage, dan Superior. Kriteria Superior adalah kriteria tertinggi karena telah tergolong dalam kriteria baik. Pengukuran Efisiensi Kinerja Rantai Pasok Jagung dengan Menggunakan Metode DEA (Data Envelopment Analysi. Efisiensi kinerja rantai pasok yang sedang berlangsung dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode DEA (Data Envelopment Analysi. untuk mengetahui tingkat efisiensi rantai pasok jagung yang dilakukan oleh petani mitra dan Rukun Sena . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kinerja rantai pasok jagung dengan membandingkan kinerja petani mitra yang memiliki status Rukun Sena . di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Dengan demikian, efisiensi kinerja rantai pasok jagung akan dianalisis untuk petani mitra Rukun Sena . dengan membandingkan kinerja rantai pasok antara Rukun Sena . dengan nilai superior yang telah ditetapkan dalam foodSCOR card (Bolstroff P, 2. Didalam pengukuran efisiensi, indikator dan nilai kinerja akan menjadi acuan untuk melakukan perhitungan efisiensi kinerja. Pengukuran kinerja petani dilakukan untuk membandingkan kinerja petani mitra dengan nilai petani mitra yang lainnya. Bagi perusahaan, dengan melakukan pengukuran kinerja dari petani maka dapat diketahui petani mitra mana saja yang selanjutnya akan menilai efisien dari kinerja tersebut. Masing-masing input dan output mempunyai tujuan yang berbedabeda untuk mengukur kinerja rantai pasok. Setiap atribut kinerja mempunyai indikator e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. kinerja yang berguna untuk mengetahui efisien kinerja dari suatu organisasi. Atribut kinerja ini terdiri dari realibilitas, responsibilitas, fleksibilitas, biaya, dan (YOLANDIKA, 2. menjelaskan DEA (Data Envelopment Analysi. akan berlandaskan dari variabel input dan output yang dilakukan oleh petani mitra dan Variabel input adalah waktu tunggu pemenuhan, siklus pemenuhan pesanan, fleksibilitas rantai pasok, biaya total manajemen rantai pasok, siklus cash to cash, dan persediaan harian. Sedangkan variabel output adalah kinerja pengiriman, pemenuhan pesanan, dan kesesuaian Efisiensi Kinerja Petani Mitra Dalam pengukuran efisiensi kinerja petani, dapat diketahui petani mitra mana saja yang harus di tingkatkan kinerjanya meminimumkan input. Petani responden yang efisien secara teknis adalah petani yang memiliki nilai efisien teknis sebesar 000, sedangkan petani yang memiliki nilai efisien teknis kurang dari 1. merupakan petani yang tidak efisien secara Nilai efisien teknis yang diperoleh dari hasil perhitungan merupakan nilai efisien relatif, sehingga tidak dapat ditarik kesimpulan secara umum. Nilai efisiensi menunjukkan bahwa seorang petani responden efisien secara relatif pada lokasi penelitian terhadap petani responden lainnya dalam periode musim tanam Seluruh petani mitra tidak memiliki fleksibilitas rantai pasok karena setiap petani mitra tidak memiliki persediaan harian, sehingga tidak dapat memenuhi permintaan yang tidak terencana. Alasan terbesar petani mitra tidak memiliki persediaan harian adalah untuk mengurangi risiko dalam berjalannya sebuah rantai pasok dari produk pertanian yang mudah rusak . dan tidak tahan lama Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 . dan tidak dibutuhkannya persediaan tersebut. Kelebihan keuntungan bagi petani mitra. Berdasarkan nilai input pengukuran efisiensi kinerja rantai pasok jagung pada petani mitra, setiap petani mitra memiliki biaya rantai pasok yang berbeda-beda. Perbedaan biaya tersebut disebabkan karena perbedaan biaya kemasan dan biaya pengiriman dari masing-masing petani mitra. dari seluruh indikator pengukuran efisiensi kinerja berdasarkan nilai input terlihat jelas bahwa setiap petani memiliki nilai dari indikator yang berbeda, kondisi ini dapat dikatakan sebagai representative karena nilai setiap petani yang berbeda dengan faktor, kendala, dan kelebihan dari masing-masing Berdasarkan pengukuran efisiensi kinerja rantai pasok jagung pada petani mitra, diketahui bahwa nilai dari setiap indikator memiliki nilai yang fluktuatif, dimana untuk kinerja pengiriman memiliki rata-rata 75, pemenuhan pesanan 86, kesesuaian standar 93. Hasil ini menunjukkan bahwa pengiriman dan masih perlu ditingkatkan, sementara untuk pemenuhan pesanan dan kesesuaian dengan standar sudah memiliki persentase yang baik. Perhitungan efisiensi dalam penelitian Data Envelopment Analysis (DEA) dengan menggunakan asumsi Variable Return To Scale (VRS) dan Constant Return To Scale dengan orientasi output didapatkan bahwa e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. hanya ada 7 petani yang dikatakan efisien secara VRS dan CRS. Artinya keseluruhan petani yang masih dikatakan inefisien perlu meningkatkan nilai input dari setiap kegiatan pertanian jagung agar dapat dikatakan efisien. Petani mitra dikatakan efisien dengan arti dapat menggunakan kombinasi input dan output yang ada dengan efisien guna mencapai output Petani mitra yang efisien secara relatif apabila mempunyai nilai efisiensi sebesar 1 . , sedangkan petani mitra yang inefisiensi ditunjukkan dengan nilai efisiensi dibawah 1 . Penelitian ini menetapkan 30 petani mitra pada satu periode musim tanam. Hasil analisis DEA (Data Envelopment Analysi. dalam penelitian ini dalam bentuk suplemen. Hasil analisis efisiensi yang dihitung dengan menggunakan software DEAP 1 untuk menentukan efisiensi kinerja petani mitra pada rantai pasok yang sedang berlangsung menggunakan variabel input yaitu lead time pemenuhan pesanan, siklus pemenuhan pesanan, fleksibilitas rantai pasok, biaya total rantai pasok, cash to cash cycle time dan persediaan harian. Sedangkan untuk variable output nya menggunakan indikator kinerja pengiriman, pemenuhan pesanan, dan kesesuaian dengan standar. Informasi variabel input dan output didapatkan dari metode wawancara secara intens dengan petanipetani mitra. Informasi secara ringkas tentang informasi nilai efisiensi rantai pasok jagung di Kabupaten Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dapat disajikan dalam tabel 4 berikut. Tabel 4. Perhitungan DEA dengan asumsi CRS. VRS Keterangan Nilai rata-rata (Mea. Nilai efisiensi maksimum Nilai efisiensi minimum Jumlah petani dengan nilai efisiensi sama dengan satu Jumlah petani dengan nilai efisiensi kurang dari satu CRSte VRSte Sumber : Analisa Data Primer, 2020. Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. Efisien Inefisien CRS VRS Gambar 4. Kategori Efisiensi Petani Mitra Efisiensi Kinerja Bandar Kecamatan Batang Kuis Pengukuran menggunakan DEA menggunakan data yang berasal dari variabel input dan output dari dua pengumpul yang terdapat di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara selama satu musim tanam tanaman jagung. Pengumpul jagung yang berada di Kecamatan Batang Kuis adalah Rukun Sena dan Karya Jagung. Berdasarkan hasil pengukuran efisiensi kinerja rantai pasok terhadap kedua pengumpul tersebut dihasilkan bahwa Rukun Sena . bjek menunjukkan nilai 1 atau 100%, artinya kinerja rantai pasok pemasaran tanaman jagung yang dilakukan oleh Rukun Sena . sudah mencapai efisien teknis secara relatif. Adapun perbandingan nilai efisiensi dari kedua pengumpul tersebut Tabel 5. Hasil efisiensi kinerja pengumpul kecamatan batang kuis DMU Rukun Sena Karya Jagung Rata-Rata VRSte CRSte Sumber : Analisa Data Primer, 2020. Berdasarkan tabel 10 diketahui bahwa kinerja rantai pasok pada Rukun Sena . berdasarkan faktor input dan output telah berjalan sesuai dengan semestinya, artinya penggunaan input telah seimbang terhadap output yang diharapkan sehingga dapat dikatakan kegiatan rantai pasok terhadap Rukun Sena . berjalan dengan efisien. Kemudian dari informasi tabel diatas dapat diketahui posisi Return to Scale (RTS) dari masing-masing Rukun Sena . berada pada Contants Return to Scale (CRS) artinya penambahan variabel input akan proporsional dengan penambahan variabel output yang hasilkan. Sedangkan pada Karya Jagung . berada pada posisi Decreasing Return to Scale (DRS) artinya penurunan variabel input per unit bersamaan dengan meningkatnya jumlah variabel output nya. Pengukuran efisiensi kinerja rantai pasok tanaman jagung yang berorientasi output, yaitu merupakan kinerja rantai pasok dalam memenuhi pesanan konsumen dengan produk, jumlah, waktu, kondisi, dan kualitas yang tepat sehingga mampu pelanggan bahwa pesanannya dapat terpenuhi dengan baik. Perbandingan tingkat efisiensi kinerja dari pengumpul jagung di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara disajikan dalam tabel 6. Hal tersebut menunjukkan pada Rukun Sena . pengiriman, pemenuhan pesanan, dan kesesuaian dengan standar sebagai faktor output dari kinerja rantai pasok tanaman jagung telah mencapai tingkat efisiensi teknis rata-rata dengan baik. Kinerja Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. pengiriman yang dilakukan oleh Rukun Sena . menunjukkan persentase pengiriman Jagung yang dilakukan telah sesuai dengan tepat waktu serta kuantitas yang diinginkan oleh konsumen. Begitu juga dengan kinerja pemenuhan pesanan yang dilakukan menunjukkan kemampuan dari Rukun Sena . dalam memenuhi kebutuhan pesanan jagung secara penuh sesuai dengan jumlah dan waktu yang diminta oleh konsumen. Tabel 6. Perbandingan Indikator Efisiensi Pada Tingkat Pengumpul Indikator Input Lead time pemenuhan Siklus pemenuhan pesanan Biaya rantai pasok Cash to cash cycle time Output Kinerja pengiriman Pemenuhan pesanan Kesesuaian dengan standar Rukun Sena Keterangan Karya Jagung Keterangan Baik Kurang Baik Baik Kurang Baik Baik Baik Baik Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Baik Sumber : Analisa Data Primer, 2020. Apabila dibandingkan dari kedua Rukun Sena . memiliki lead time waktu pemesanan dan siklus pemenuhan pesanan yang relatif singkat dibandingkan dengan Karya jagung . Hal tersebut menunjukkan waktu perencanaan yang dilakukan Rukun Sena . telah sesuai mengingat tanaman jagung yang memiliki sifat yang mudah rusak . Selain itu pada biaya rantai pasok pada Rukun Sena . memiliki nilai yang lebih rendah dari pada Karya Jagung . , hal tersebut disebabkan Rukun Sena . memasang harga yang lebih rendah ke petani sehingga dapat mempertahankan petani yang bermitra dengan Rukun Sena . Dari segi variabel output yaitu kinerja pengiriman dan pemenuhan pesanan Rukun Sena . cenderung lebih unggul karena mencapai angka 100%. Kemudian pada aspek kesesuain dengan standar. Rukun Sena . mengutamakan kualitas dengan melakukan penyortiran terlebih dahulu untuk menghasilkan produk jagung yang paling baik lalu kemudian dilakukan pengiriman sehingga kesesuai dengan standar pada Rukun Sena . mencapai 100%. SIMPULAN Berdasarkan perbandingan dalam atribut kinerja yang mengacu pada FoodSCOR Card. Tujuan pertama dalam penelitian ini yakni mengenai kinerja rantai pasok pada petani mitra masih dikatakan belum optimal karena masih ada petani mitra yang dalam gologan atau kriteria Adventage dan Parity Rukun Sena . Kemudian, dari hasil yang didapatkan dari analisis tujuan kedua dalam penelitian, yakni efisiensi Data Envelopment Analysis (DEA), ditemukan bahwa hanya ada tujuh orang petani yang dikatakan Efisien dari keseluruhan sampel. kondisi ini dikarenakan input yang digunakan tidak menghasilkan output yang Sehingga diharapkan tidak optimal. Sedangkan untuk Efisiensi teknis pengumpul dari sampel hanya Rukun Sena . yang dikatakan Efisien. Artinya. Karya Jagung . harus meningkatkan input yang dimilikinya agar bisa mendapatkan nilai efisiensi secara teknis. Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 234-245. December 2020 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah mempercayai penulis melakukan kegiatan PKM dan Kepala Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Bayu Anggara. H serta Ketua PKK. Rendi Ayu. Ikom yang telah melakukan pelaksanaan kegiatan di kantor kepala desa. DAFTAR PUSTAKA