Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pemanfaatan Limbah Sayur Sebagai Desain Ecoprint Pada Totebag Untuk Anak Sanggar Yatim Kutilang Tembung Cut Latifah Azhari1. Putri Romauli Hutasoit2. Rahmi Diah3. Ratna Sari Sitompul4 Resi Febrina Nainggolan5. Rika Mawarni6. Rima Rizky Melati7 1,2,3,4,5,6,7 UMN Al-Wasliyah (Prodi PGSD,Kota Medan. Negara Indonesi. Korespondensi : . utlatifah@umnaw. Abstrak Pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya limbah sayuran, menjadi salah satu solusi kreatif dan ramah lingkungan dalam mengurangi pencemaran serta memberikan nilai tambah melalui pendekatan seni. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada anak-anak di Sanggar Yatim Kutilang Tembung agar mampu memanfaatkan limbah sayur sebagai bahan utama dalam teknik ecoprint pada media totebag. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi mengenai pentingnya daur ulang, demonstrasi teknik ecoprint, serta praktik langsung mencetak sayuran seperti sawi dan pakcoy menggunakan cat akrilik pada totebag berbahan kanvas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak-anak mengenai pengelolaan sampah, peningkatan kreativitas, serta kemampuan motorik halus mereka. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, semangat berkreasi, dan rasa bangga terhadap hasil karya yang dihasilkan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman estetis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan sejak usia Kesimpulannya, program ecoprint ini berhasil memberdayakan anak-anak melalui seni berbasis lingkungan sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular di lingkungan komunitas. Kata kunci : Limbah Sayur. Ecoprint. Totebag Abstract Managing household waste, especially vegetable waste, offers a creative and eco-friendly solution to reduce pollution while providing added value through artistic approaches. This community engagement project aimed to educate and train children at the Kutilang Tembung Orphanage Studio to utilize vegetable scraps as the main material in ecoprint techniques applied to totebags. The method included awareness sessions on recycling, demonstrations of the ecoprint process, and hands-on activities where children printed vegetable waste such as mustard greens and pakcoy onto canvas totebags using acrylic paint. The results showed increased understanding of waste management, enhanced creativity, and improvement in children's fine motor skills. Participants displayed high enthusiasm, joy in expressing themselves artistically, and pride in their finished products. Beyond the artistic experience, this activity instilled important values related to environmental conservation and sustainable living from an early age. conclusion, the ecoprint program effectively empowered children through environmentally themed art and introduced the concept of a circular economy within the community setting. Keywords: Vegetable Waste. Ecoprint. Totebag Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 konteksnya, limbah sayur dapat dimanfaatkan untuk teknik ecoprint dengan melibatkan penggunaan daun, kulit buah serta sayuran lainnya sebagai media cetaknya. Penelitian yang relevan mengatakan bahwa dengan pemanfaatan bahan-bahan organik yang berada di lingkungan sekitar tidak hanya dapat mengurangi limbah, akan tetapi juga dapat menciptakan produk yang ramah lingkungan (Widyo et al. , 2. Kegiatan ecoprint juga dapat anak-anak menyelesaikan suatu permasalahan, kreativitas muncul dari pola pikir setiap Dengan meningkatkan kreativitas anak sejak dini diharapkan dapat dimulai Kegiatan melibatkan anak-anak diharapkan tidak hanya dilaksanakan secara teoritis namun dilakukan secara praktis dengan melibatkan eksekusi ataupun praktik dengan penyediaan bahan dan alat yang disediakan oleh pelaksana. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan ketrampilan motorik, ketelitian, serta kepercayaan anak-anak dalam menciptakan karya mereka sendiri (Noviyana dkk 2. Salah satunya adalah Desa Tembung dimana merupakan desa yang berada di kecamatan Percut Sei Tuan yang merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Deli Serdang. Dimana daerah tersebut memiliki akses ke berbagai jeni sayuran lokal seperti sawi manis, pakcoi yang dapat dimanfaatkan sebagai media cetak yang Dengan keanekaragaman ini dapat memberikan peluang untuk mengeksplorasi berbagai teknik ecoprint menggunakan limbah sayur terutama bagi anak-anak Sanggar Kutilang Tembung. Pelatihan dan Pendampingan dalam kegiatan ini dapat PENDAHULUAN Limbah adalah bahan terbuang yang dapat memiliki dampak positif jika dimanfaatkan dan dampak negatif jika tidak dimanfaatkan (Intan, dkk 2. Akan tetapi masih banyak limbah yang kurang dimanfaatkan oleh masyarakat karena tidak memiliki nilai ekonomis yang dapat digunakan. Padahal limbah hasil rumah tangga seperti limbah sayur. Limbah sayur memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai karya seni termasuk ecoprint. dimanfaatkan dengan berbagai karya yang mempunyai nilai ekonomi. Salah satu alternatif dari pemanfaatan limbah tersebut adalah bahan warna alami untuk batik, bisa juga sebagai media cetak untuk menciptakan karya seni yang unik. Totebag merupakan sebuah model tas zaman sekarang yang sedang digemari oleh masyarakat luas terutama untuk anak remaja. Totebag merupakan tas besar yang memiliki pegangan Selain digunakan sebagai tas gaul untuk bepergian. Totebag juga bias digunakan sebagai tas belanja yang dapat digunakan kembali. Ramah lingkungan . ustainable livin. adalah gaya hidup untuk mengurangi penggunaan akan sumber daya alam dan mengganti apa yang telah digunakan dari alam dengan Pada zaman milenial seperti saat ini, kebutuhan akan sandang sangat meningkat, salah satu contohnya adalah tas. Masyarakat cenderung memilih tas- tas yang unik berbeda dari yang lain. Maka dari itu kami akan menciptakan sebuah tas yang berasal dari bahan kain kanvas/totebag dengan menggunakan teknik ecoprint yang ramah lingkungan. Teknik memanfaatkan bahanbahan alami yang ada di lingkungan sekitar untuk menciptakan suatu pola pada suatu karya sangat sesuai dengan fungsi dari limbah tersebut. Dalam Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) memberdayakan masyarakat sekitar, terutama anak-anak yang mempunyai kreativitas tinggi untuk mengolah limbah menjadi produk yang menarik dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi (Suyati et al. , 2. Selain memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, ecoprint juga lingkungan dan peningkatan kesadaran (Maharani,dkk 2. Pemanfaatan sebagai pengurangan sampah dan meningkatkan nilai kegunaan dapat penyuluhan kesadaran masyarakat, termasuk generasi mudah sebagai salah satu pentingnya menjaga lingkungan nilai-nilai pelestaraian lingkungan kepada anakanak. Penananm karakter peduli lingkungan dapat diimplementasikan melalui upaya untuk menjaga dan Pendidikan karakter berwawasan peduli lingkungan yang bertujuan untuk memotivasi para anak-anak dalam menjaga lingkungan dari sifat yang merusaknya dan memupuk tanggung lingkungan dengan menjadikan anakanak sebagai misi dalam menyelamatkan (Fatmawati,dkk 2. Proyek Kepemimpinan ini adalah ruang/wadah bagi mahasiswa PPG Calon Guru Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah berdedikasi dan berkontribusi kepada masyarakat dalam bidang pendidikan yang diartikan sebagai pengalaman yang dilakukan perguruan tinggi (Mahasisw. secara langsung kepada masyarakat, dalam berbagai bentuk yang mencirikan interkasi dengan masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan yaitu Vol. 9 No. Mei 2025 Pengabdian Kepada Masyarakat. Berdasarkan pemaparan diatas, maka perlu diadakan kegiatan yang dapat mengedukasi anak-anak Sanggar Yatim Kutilang Tembung dalam memanfaatkan limbah sayur tersebut sebagai media cetak dalam ecoprint sehingga dapat mengelola limbah yang sudah tidak dapat digunakan lagi dan meningkatkan kreativitas yang menarik dalam suatu media totebag. METODE PELAKSANAAN Pendekatan yang diterapkan pada kegiatan ini berupa sosialisasi dan Pada saat kegiatan melibatkan 6 mahasiswa dan peserta sosialisasi adalah anak-anak Sanggar Yatim Kutilang Tembung, sebanyak 20 peserta didik tingkat sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di Jalan Kutilang No. Tembung. Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan ecoprint menggunakan limbah sayur sebagai pewarna alami pada media totebag. Metode pelaksanaan terdiri dari beberapa tahapan sistematis, yaitu: Tahapan Persiapan Untuk tahap persiapan hal-hal yang dilakukan adalah survei lokasi dan koordinasi dengan pengurus sanggar. Kemudian menyusun jadwal serta modul pelatihan, setelah itu mempersiapkan sarana dan prasarana pelaksanaan kegiatan seperti alat dan bahan. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan, mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, dan lingkungan tempat tinggal. Gambar1. Survei lokasi Pelaksanaan Kegiatan Tahapan Sosialisasi Sosialisasi penyampaian materi secara langsung kepada peserta yaitu anak-anak Sanggar Yatim Kutilang Tembung. Sosialisasi dilakukan dengan pemaparan materi terkait pentingnya mengelola limbah, proses pembuatan desain ecoprint pada totebag dari limbah sayur serta manfaat yang diperoleh dari kegiatan yang Limbah adalah bahan terbuang yang dapat memiliki dampak positif jika dimanfaatkan dan dampak negatif jika tidak dimanfaatkan (Intan, dkk 2. Akan tetapi masih banyak limbah yang kurang dimanfaatkan oleh masyarakat karena tidak memiliki nilai ekonomis yang dapat digunakan. Oleh karena itu, masih banyak masyarakat yang langsung membuang limbah tersebut dan tidak dimanfaatkan lagi. Padahal limbah hasil rumah tangga seperti limbah sayur memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai karya seni termasuk ecoprint. Kami juga mengadakan demonstrasi singkat melalui sosialisasi cara membuat desain ecoprint pada totebag dari limbah Tujuan dari kegiatan ini untuk keterampilan dalam membuat desain ecoprint pada totebag menggunakan limbah sayur, serta diharapkan mampu Gambar2. Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Tahapan Demonstrasi Adapun alat serta bahan yang digunakan pada proses demonstrasi pembuatan desain ecoprint pada totebag dari limbah sayur yaitu cat akrilik, kuas, totebag polos, dan limbah sayur. Proses pembuatan desain ecoprint pada totebag dari limbah sayur sebagai berikut: Gambar3. Demonstrasi Pelaksanaan Kegiatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan Kegiatan proyek kepemimpinan ini dilaksanakan di Sanggar Yatim Kutilang Tembung, dengan tujuan untuk mengajarkan teknik ecoprint kepada anak-anak melalui pemanfaatan limbah sayur sebagai media seni pada totebag. Kegiatan ini berhasil menciptakan menyenangkan, kreatif, dan edukatif, sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan anak-anak. Anak-anak dengan berbagai jenis limbah sayur yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti batang pakcoy, sawi, dan wortel. Proses ecoprint dilakukan dengan metode sederhana yaitu mencelupkan permukaan pangkal sisa sayur . Kemudian menempelkan pangkal sisa sayur yang sudah diberi warna dengan cat akrilik pada media totebag dengan cara sedikit ditekan, agar warna dan bentuk sayurnya Selanjutnnya menjemur di bawah sinar matahari untuk mengeringkan cat acrilik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa limbah sayur, yang selama ini dianggap tidak berguna, ternyata dapat disulap menjadi karya seni yang unik dan Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Widyo dkk. , yang menegaskan bahwa limbah organik rumah tangga seperti sayuran dapat dimanfaatkan untuk produk daur ulang yang memiliki nilai ekonomi dan Selama kegiatan, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memilih pola, komposisi warna, dan menciptakan desain totebag mereka masing-masing. Aktivitas ini mendorong tumbuhnya imajinasi dan kreativitas, sekaligus melatih keterampilan motorik halus Anak-anak juga belajar untuk Vol. 9 No. Mei 2025 bekerja sama, saling memberi masukan, dan bangga dengan hasil karya yang mereka ciptakan sendiri. Temuan ini diperkuat oleh penelitian Noviyana dkk. , yang menyatakan bahwa ecoprint tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga melatih kepercayaan diri dan kreativitas anak sejak usia dini melalui kegiatan berbasis praktik langsung. Kegiatan ini secara langsung menanamkan nilai-nilai pelestarian Anak-anak diajak berdiskusi mengenai bahaya penggunaan kantong plastik sekali pakai dan manfaat menggunakan produk ramah lingkungan seperti totebag ecoprint. Diskusi dan memahami konsep daur ulang dalam kehidupan sehari-hari. Fatmawati dkk. penyuluhan dan pelatihan ecoprint sebagai sarana menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada anak usia sekolah dasar. Kegiatan seni ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga Produk totebag ecoprint yang dihasilkan oleh anak-anak menunjukkan kualitas yang cukup baik. Warna alami dari limbah sayur cukup kuat menempel pada kain, dan motif yang dihasilkan memiliki karakteristik unik yang tidak ditemukan pada tas komersial biasa. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran kreatif, tetapi juga memiliki potensi sebagai produk ekonomi yang dapat dipasarkan. Penelitian Maharani dkk. menyebutkan bahwa ecoprint berbasis bahan alami tidak hanya ramah dikembangkan sebagai usaha kecil yang bernilai jual tinggi karena keunikan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pembahasan Vol. 9 No. Mei 2025 proses fiksasi untuk mengunci warna. Namun, pendekatan ini disesuaikan dengan kondisi lokal, keterbatasan bahan yang tersedia, serta karakteristik peserta yang masih pemula, terutama anak-anak. Penggunaan cat air dipilih karena lebih praktis dan aman, serta mudah diaplikasikan dalam kegiatan edukatif. Meskipun hasil dari teknik ini tidak sekuat ecoprint konvensional dalam hal ketahanan warna, namun nilai edukatifnya sangat tinggi. Melalui metode ini, anak-anak dapat mengenal seni dan lingkungan secara bersamaan. Kegiatan menumbuhkan minat anak terhadap seni, pemanfaatan limbah rumah tangga, dan memberikan pengalaman langsung dalam menciptakan produk ramah Pendekatan ini tidak ditujukan untuk produksi massal, melainkan sebagai pengenalan terhadap prinsip-prinsip dasar ecoprint dan daur Proses ecoprint dilakukan dengan diterapkan di lingkungan rumah tangga. Bahan utama yang digunakan adalah limbah sayuran seperti batang sawi, pakcoy, kol, dan wortel. Setelah bentuk sayur dicetak pada media tote bag berbahan kanvas, peserta diberi kebebasan untuk menambahkan aksen menggunakan cat air. Kanvas dipilih karena daya serapnya cukup baik dan Pewarnaan dengan cat air bertujuan agar kegiatan tetap ekonomis serta aman bagi anak-anak, tanpa mengurangi unsur estetika dalam karya yang dihasilkan. Sebagian menunjukkan antusiasme tinggi dalam merancang desain mereka masingmasing. Mereka mengombinasikan bentuk alami dari cetakan sayur dengan menghasilkan karya yang unik dan Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Sanggar Kutilang Tembung memanfaatkan limbah sayur sebagai alternatif bahan alami dalam proses penciptaan desain ecoprint. Ecoprint merupakan teknik mencetak motif pada kain dengan menggunakan pigmen alami dari bahan organik, seperti daun, bunga, dan kulit kayu. Dalam kegiatan ini, sayur-sayuran sisa yang biasanya dibuang, seperti daun seledri, bayam, kol, dan kulit bawang, dijadikan media utama untuk menciptakan motif pada kain katun dan mori. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa beberapa jenis limbah sayur mampu menghasilkan warna dan bentuk motif yang cukup baik, khususnya kulit bawang merah yang memberikan warna jingga hingga coklat, dan daun seledri yang menghasilkan pola yang tegas. Namun, tidak semua limbah sayur memberikan hasil optimal misalnya, daun bayam dan kol menghasilkan warna yang cenderung pudar dan cepat memudar jika tidak melalui proses fiksasi yang benar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan teknik dasar ecoprint kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja di Sanggar Kutilang Tembung, dengan pendekatan yang sederhana dan terjangkau. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemanfaatan limbah sayur sebagai cetakan motif alami, yang kemudian dikombinasikan dengan cat air untuk memperkuat warna dan ekspresi artistik pada media kain tote bag. Penggunaan cat air sebagai pewarna tambahan dalam teknik ecoprint merupakan pendekatan kreatif yang berbeda dari praktik ecoprint Biasanya, mengandalkan pewarna alami yang berasal dari daun atau bunga melalui Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Meskipun warna dari limbah sayur tidak terlalu kuat tanpa penggunaan mordant, cat air membantu memperjelas bentuk dan meningkatkan daya tarik visual karya. Hasil akhir dari kegiatan ini dipamerkan dalam sebuah mini showcase di Sanggar Kutilang dan mendapat sambutan positif dari para orang tua. Secara merupakan teknik pewarnaan kain yang menggunakan zat warna alami dari konvensional biasanya melibatkan proses mordanting dan pemanasan untuk hasil yang tahan lama. Kegiatan ini berbeda dari teori konvensional, karena tidak menggunakan mordant maupun pemanasan, tetapi tetap mampu menyampaikan nilai-nilai edukasi dan Dibandingkan dengan pengabdian serupa di Desa Wisata Taman Sari Yogyakarta menggunakan bahan alami seperti daun jati dan jarak, kegiatan di Sanggar Kutilang pendekatan yang lebih kontekstual, ramah anak, dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat sekitar, sekaligus membangun kesadaran lingkungan dan kreativitas warga secara lebih luas. Vol. 9 No. Mei 2025 dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini pengetahuan dan keterampilan anak Ae anak di lingkungan sekitar dapat tumbuh berkat adanya sosialisasi dan praktik langsung, sehingga tidak hanya efektif dalam mengurangi limbah sayur, tetapi Masyarakat yang ada di lingkungan sekitar Kutilang Tembung ini. Hal yang dapat diberikan kepada anak Ae anak di Kutilang Tembung ini program dengan menyediakan sarana dan pelatihan lanjutan bagi Masyarakat, serta mengelola produksi dan pemasaran dari totebag ecorpint ini, sehingga dapat mendorong pemberdayaan ekonomi di Kutilang Tembung. UCAPAN TERIMA KASIH