Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Perencanaan Ulang Sistem Drainase Bawah Permukaan Lapangan Sepak Bola Stadion Letjen H. Sudirman Kabupaten Bojonegoro Samsul Huda 1, Harjono 2, Mushthofa 3 1,2,3 Teknik sipil, Fakultas sains dan teknik, Universitas Bojonegoro, Bojonegoro. samsul2906@gamil.com ABSTRAK Stadion merupakan bangunan yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga khususnya sepak bola. Drainase merupakan sebuah bentuk bangunan untuk usaha mengurangi air hujan yang jatuh pada suatu wilayah agar tidak menimbulkan genangan yang mengganggu, Sistem drainase pada lapangan sepak bola menjadi aspek penting dalam komponen lapangan sepak bola. Sistem drainase yang sering digunakan di lapangan sepak bola merupakan sistem darinase bawah permukaan. Sistem ini di pilih karena iar hujan yang turun akan meresap ke dalam tanah. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui curah hujan yang mengalir di lapangan sepak bola untuk menanggulangi permasalahan genangan air di lapangan sepak bola. Merencanakan system drainase untuk lapangan sepak bola letjen H. Sudirman Kabupaten Bojonegoro. Dan Merencanakan kapasitas daya tamping pipa drainase bawah permukaan dan pengumpul untuk mengalirkan debit hujan yang terjadi pada lapangan sepak bola letjen H. Sudirman Bojonegoro. Pengumpulan Data dilakukan dengan metode kuantitatif. Dengan menggunakan Analisis Hujan Dan Tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nilai debit beban hujan sebesar 1,71883x10-3 m3/detik lebih besar dari nilai debit resapan sebesar 1,5491x10-1 m3/detik. Artinya masih terdapat air genangan yang akibat intensitas hujan yang jatuh ke permukaan tanah dan tidak terserap dengan baik dan juga genangan terjadi karena hujan yang jatuh lebih besar dari daya resapan tanah sehingga tidak bisa meresap dengan baik untuk drainase memiliki volume sebesar 294,40 m3 yang bisa ditampung maka dengan jumlah debit hujan 1,2032x10-1 m3/detik bisa tertampung dengan baik. Kata Kunci : Lapangan Sepak Bola, Drainase, Curah Hujan, tanah. ABSTRACT The stadium is a building used to organize sports activities, especially football. Drainage is a form of building to try to reduce rainwater that falls on an area so as not to cause disturbing puddles, the drainage system on the soccer field is an important aspect in the soccer field component. The drainage system that is often used on the football field is a subsurface drainage system. This system was chosen because the rain that falls will seep into the ground. The purpose of this study is to determine the rainfall that flows on the soccer field to overcome the problem of puddles in the soccer field. Planning a drainage system for Letjen H. Sudirman's football field, Bojonegoro Regency. And planning the holding capacity of subsurface drainage pipes and collectors to drain the rain discharge that occurred on Letjen H. Sudirman Bojonegoro's football field. Data collection was carried out using quantitative methods. By using Rain And Soil Analysis. The results of this study indicate that the rain load discharge value of 1.71883x10-3 m3/second is greater than the infiltration discharge value of 1.5491x10-1 m3/second. This means that there is still inundation water due to the intensity of rain that falls to the ground and is not absorbed properly and also inundation occurs because the rain that falls is greater than the absorption capacity of the soil so it cannot seep properly for drainage which has a volume of 294.40 m3 which can be accommodated than with the amount of rain discharge 1.2032x10-1 m3 / second can be accommodated properly. Keywords: Soccer Field, Drainage, Rainfall, Soil. 219 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 1. PENDAHULUAN Sepak bola tidak bisa terlepas dari bagian diri setiap negara di dunia ini. Sepak bola menjadi olahraga popular tidak ada negara yang tidak memiliki tim kesebelas sepak bola dari kategori negara miskin, negara berkembang, negara maju semuaya memiliki tim sepak bola. Inggris, Spanyol, Jerman, Belanda, Italia menjadi negara dengan kualitas kompetisi dan prasarana sepak bola yang maju dan modern. Sepak bola yang awal munculnya di prakarsai oleh negara eropa, Inggris menjadi bagian penting penemu olahraga sepak bola dan merambat ke negara eropa lainnya hingga merambak pada benua asia, Indonesia yang masuk di asia tenggara antaranya yang menjadikan sepak bola olahraga paling digemari dari kalangan anak – anak sampai usai yang sudah tua, kecintaan masyarakat terhadap olah raga sepak bola begitu tinggi dan besar. Stadion merupakan bangunan yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga khususnya sepak bola. Lapangan sepak bola berada di tengah stadion dan dikelilingi oleh Running Track. Menurut standart FIFA, Lapangan sepak bola mempunyai panjang antara 90 hingga 120 meter dengan lebar 45 hingga 90 meter. Sepak bola profesional memilki standart khusus pada lapangan yang digunakan. Lapangan yang ditumbuhi oleh rumput dan terdapat drainase dibawahnya. Drainase merupakan sebuah bentuk bangunan untuk usaha mengurangi air hujan yang jatuh pada suatu wilayah agar tidak menimbulkan genangan yang mengganggu, sistem drainase pada lapangan sepak bola menjadi aspek penting dalam komponen lapangan sepak bola. Oleh karena itu, perlu perhitungan khusus supaya tidak terjadi genangan saat hujan. Sistem drainase yang sering digunakan di lapangan sepak bola merupakan sistem darinase bawah permukaan. Sistem ini di pilih karena air hujan yang turun akan meresap ke dalam tanah air akan mengalir melalui pipa yang berada di bawah permukaan tanah ke tempat pembuangan air. Genangan pada lapangan sepak bola terjadi karena beberapa factor-fakor, salah satunya adalan parameter subdrain yang kurang memadai guna mengatasi masalah genangan air. Ditemukan beberapa masalah yang terjadi di lokasi yang akan di lakukan penelitian, diantaranya curah hujan maximum pada derah penelitian yang belum diketahui. Kemudian perencanakan sistem resapan drainase stadion letjen H. Sudirman Bojonegoro yang belum diketahui, nelum terencananya kapasitas pipa drainase agar dapat meresapkan air dalam sistem drainase lapangan sepak bola stadion letjen H. Sudirman Bojonegoro dengan baik. Sesuai dengan hasil penelitian, untuk merencanakan sistem drainase permukaan terdapat 3 saluran. Saluran I dengan dimensi 0,3 m dan tinggi 0,7 , saluran II dengan lebar 0,3 m dan tinggi 0,45 m, dan saluran III dengan dimensi 1,5 m dan tinggi 1,5 m. Besar saluran pembuang rencana sesuai debit total yang masuk adalah 3,9056 m3/detik dengan dimensi 1,25 dan tinggi 1 m. Soaedy, Febbri H. 2017 yang berjudul perencanaan sistem drainase stadion wergu kabupaten Kudus menghasilkan nilai porositas sebesar 0,31, koefisien permalibitas 50 mm/jam, laju infiltrasi 100 mm/jam , dan nilai hujan periode ulang 5 tahun sebesar 190,765 mm. Berdasarkan perhitungan kedalaman pipa direncanakan 60 cm dari permukaan lapangan, dengan diameter 10cm dan jarak antar 2m. Waktu konsentrasi 2,196 jam dengan debit banjir rencana 0,138 m3/detik. 220 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Dimensi saluran permukaan pada hulu adalah 0,30 m x o,4 m, sedangkan pada hilir sebesar 1 m x 1 m. Perencanaan saluran permukaan menggunakan beton pracetak. Debit ijin keluar stadion adalah 0,109 m3/detik sehingga tidak membebani saluran kota. Evan, Rosyid 2019 yang berjudul ” Evaluasi Sistem Drainase Lapangan sepak Bola Stadion Maguwoharjo Sleman” mengahasilkan debit pipa eksisting tidak mampu menahan debit beban hujan sehingga lapangan sepak bola dapat terganggu saat hujan turun. Sistem drainase baru yang direncanakan memiliki kedalaman, jenis lapisan tanah, serta nilaii laju infiltrasi yang sama. Maka, didapat hasil dari perhitungan pipa drainase yang digunakan adalah jenis HDPE ukuran 4” dengan jarak antar pipa 10 m, panjang 38 m, dan kemirigan 1%. 2. METODE PENELITIAN LOKASI PENELITIAN Objek penelitian berada di stadion Letjen H. Sudirman Bojonegoro (Jl. Lettu Suwolo, Mlaten, Ngroworejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62119) dengan koordinat 7°08'53.0"S 111°54'02.0"E Gambar 1 . Lokasi Stadion letjen H. Sudirman Kabupaten Bojonegoro (sumber : google maps) TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lokasi , wawancara , dan dokumentasi. Observasi lokasi dilakukan dengan magandalkan penelitian dan pengamatan di lokasi dan dan laboratorium sehingga akan ditemukan gejala-gejala dan permasalah yang sebenernya terjadi di lokasi penelitian. Wawancara dilakukan dengan diskudi tanya jawab dengan pihak pengelola dan dinas yang terkait serta dengan masyarakat yang sering beraktifitas di lokasi tersebut. Teknik pengumpulan data yang terakhir yaitu dokumentasi, Teknik ini dilakukan dengan pengambilan dokumen yang dibutuhkan untuk menunjang proses penelitian di lapangan seperti data tanah dan data curah hujan pada wilayah lapangan. TEKNIK ANALISA DATA a. Data curah hujan Data Curah Hujan yang dianalisi dari stasiun pengukuran hujan wilayah kecamatan Bojonegoro karena stasiun tersebut berada satu wilayah dengan stadion letjen H. Sudirman Bojonegoro. Data curah hujan digunakan untuk menganalisi data hidrologi. Analisi yang pertama dilakukan yaitu menganalisis jenis sebaran yang berdasarkan syarat syarat pemilihan jenis sebaran yang akan digunakan untuk menentukan kesesuaian distribusi dan intensitas curah hujan. Langkah selanjutnya menghitung data yang sudah 221 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 didapatkan untuk kesesuaian ditristribusi. Kemudian langkah yang terakhir menghitung intensitas curah hujan pada kala ulang 2, 5, dan 10 tahun. Perhitungan intensitas curah hujan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : I= 𝑅24 24 2 24 (𝑇𝑐)4 (1) Dengan keterangan Tc = waktu konsentrasi , R24 = curah hujan maksimum dalam 24 jam (mm), I = intensitas curah hujan (mm/jam) b. Data Tanah Data tanah digunakan untuk menghitung uji infiltrasi, uji porositas. Uji laju infiltrasi dicari langsung di lapangan untuk pengujian. Laju infiltrasi Pengukuran laju infiltrasi pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat berupa ring infiltrometer. Dalam pengujian langsung di lapangan didapatkan data-data yang selanjutnya dilakukan perhitungan. Menghitung nilai infiltrasi (f) setiap selang waktu pengukuran menjadi laju infiltrasi dengan persamaan dibawah ini : ∆𝑉𝑐 f = [𝐴𝑐 𝑥 ∆𝑡] 𝑥 60 (2) Dengan keterangan f = laju infiltrasi (cm/jam), ∆𝑉𝑐 = perubahan volume air pada selang waktu (cm), 𝐴𝑐 = luas cincin, ∆𝑡 = selang waktu pengukuran (menit). Porositas tanah Porositas digunakan untuk mengetahui kemampuan tanah dalam meloloskan air yang berlebih sehingga tidak ada air jenuh di udara yang dapat masuk kedalam tanah. Tanah tersusun dari butiran, pori air, dan pori udara. Volume tanah (vol) terdiri dari volume butiran (Vs), pori air (Vw), dan pori udara (Va). Porositas (P) berhubungan erat dengan angka pori (e). Angka pori adalah perbandingan antara volume rongga (Vv) dengan volume butiran (Vv). 𝑉 𝑣 P = 𝑉𝑜𝑙 (3) 𝑉 𝑣 P = 𝑉 +𝑉 𝑆 (4) 𝑉 Dibagi dengan VS P= 𝑉𝑉 𝑉𝑆 𝑉𝑆 𝑉𝑉 + 𝑉𝑆 𝑉𝑆 (5) 𝑉 Karena e = 𝑉𝑣 , Maka 𝑆 222 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 𝑒 P = 1+𝑒 (6) Dari persamaan diatas, dapat diketahui nilai porositas (p) dengan mencari nilai angka pori (e) terlebih dahulu. e= 𝑉𝑉 𝑌𝑊 𝑌𝑑 −1 (7) dengan : e = Angka pori,t = Berat jenis tanah, YW Berat volume kering tanah (gram/cm3) = Berat volume air (gram/cm3), Yd = Permeabilitas tanah Tanah tersusun dari butiran – butiran rongga yang saling berhubungan di antaranya. Kemampuan tanah untuk meloloskan air disebut dengan permeabilitas, permeabilitas di bagi menjadi dua jenis yaitu permeabilitas tanah jenuh dan permeabilitas tanah tak jenuh. Permeabilitas tanah jenuh merupakan permeabilitas yang pengukurannya dilakukan saat seluruh pori tanah terisi air. Faktor yang mempengaruhi permeabilitas ini antara lain ukuran, distribusi, dan hubungan pori. Berbeda dengan permeabilitas tak jenuh hanya di pengaruhi oleh faktor kandungan air. Persyaratan yang di buat oleh FIFA , lapangan sepak bola memiliki koefisien permeabilitas tanah sebesar 0,005. Mencari nilai permeabilitas tanah dalam perancangan ulang ini berguna untuk mengetahui nilai drainase tanah. Pengujian dilakukan dengan uji Constant Head Permeameter, yaitu metode yang didasari oleh tekanan tetap. Prosedur pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut. 1. Ukur berat, tinggi, dan diameter pipa gelas, 2. Ambil contoh tanah dari tabung yang sudah diketahui berat volumenya, lalu contoh tanah dimasukkan ke dalam pipa gelas permeabilitas dengan berat dan volume yang sama dengan keadaan lapangan, 3. Ukur berat tanah dan pipa gelas, 4. Bagian atas ditutup dengan sekrup berlubang, pasang pipa plastik ke empat sisi bagian atas, dan dua bagian bawah, 5. Ambil gelas ukur untuk mengukur tumpahan air, 6. Bak penampung diisi air dan perhatikan agar tinggi air selalu konstan, jika air mengalir keluar dari contoh tanah berarti sudah jenuh, pembacaan bisa dimulai, 7. Catat tinggi muka air mula – mula (h1) dan hitung waktu saat itu juga (t0), 8. Tinggi h1, tinggi h2, dan t dibaca dalam detik saat volume mencapai 50 cc, 100 cc, 150 cc, 200 cc, dan 250 cc. Dari hasil pengujian didapat nilai koefisien permeabilitas dengan persamaan berikut. Vol x L K = Axhxt (8) 223 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 dengan: K = koefisien permeabilitas (cm/detik), Vol = volume air yang masuk ke dalam gelas ukur (cm3 ), L = tinggi sampel tanah (cm), A = luas sampel tanah (cm2 ), h = tinggi energi hilang (cm), dan t = waktu (detik). Ambil rata – rata nilai permeabilitas dengan rumus berikut. K= K1 +K2 + K3 +…. +Kn (9) n dengan: K = koefisien permeabilitas rata – rata (cm/detik), K1 = koefisien permeabilitas ke – 1 (cm/detik), K2 = koefisien permeabilitas ke – 2 (cm/detik), K3 = koefisien permeabilitas ke – 3 (cm/detik), Kn = koefisien permeabilitas ke – n (cm/detik), dan n = jumlah pembacaan koefisien permeabilitas. Pada temperatur 20℃ nilai koefisien permeabilitas dinyatakan, hal ini karena nilai koefisien kekentalan air pada temperatur mendekati 1 poise. Setiap pengujian disesuaikan dengan temperatur 20℃ dengan rumus berikut. 𝜇 K 20 = 𝐾𝑇 𝜇 𝑇 (10) 20 dengan: K20 = koefisien permeabilitas pada temperatur 20 ℃ (cm/detik), KT = koefisien permeabilitas pada temperatur T (cm/detik), dan µT/ µ20= perbandingan koefisien kekentalan air pada temperatur T terhadap temperatur 20 ℃. 3. PEMBAHASAN ANALISIS DATA CURAH HUJAN Data curah hujan yang digunakan merupakan data curah hujan maksimum yang terdapat pada stasiun pengukuran kecamatan Bojonegoro. Stasiun pengukuran kecamatan Bojonegoro digunakan karena stasiun pengukuran ini berada dalam satu wilayah dengan stadion letjen H. Sudirman Kabupaten Bojonegoro. Data curah hujan yang digunakan dengan kala ulang 10 tahun terakhir. Mulai dari tahun 2013-2022. Tabel 1 Data Curah Hujan Harian Maksimum Stasiun Bojonegoro TAHUN BULAN JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL 444,0 174,0 281,0 241,0 45,0 104,0 98,0 2013 AGS - 2014 174,0 165,0 347,0 280,0 2015 30,0 - 43,0 9,0 - 280,0 326,0 78,0 247,0 316,0 320,0 136,0 136,0 40,0 109,0 24,0 339,0 217,0 219,0 107,0 134,0 142,0 32,0 7,0 - SEP - OKT NOP DES 25,0 11,0 208,0 329,0 - - 87,0 71,0 318,0 - 46,0 238,0 2016 2017 48,0 - 54,0 162,0 183,0 162,0 88,0 155,0 338,0 257,0 224 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 2018 142,0 246,0 266,0 69,0 39,0 26,0 - 2019 357,0 105,0 502,0 276,0 57,0 253,0 417,0 128,0 97,0 92,0 - 280,0 116,0 33,0 128,0 57,0 110,0 228,0 233,0 - - - - 9,0 97,0 149,0 7,0 124,0 164,0 2020 2021 2022 2,0 44,0 - 40,0 276,0 112,0 31,0 50,0 2,0 139,0 230,0 107,0 24,0 29,0 9,0 384,0 245,0 18,0 12,0 343,0 484,0 294,0 Sumber : Data DPU Pengairan Bojonegoro Tabel 2. Intensitas Hujan Metode Log Person III Intensitas Curah Hujan Rencana No. Periode Ulang Tahun 1 2 2 5 3 10 4 20 5 25 6 50 7 100 8 1000 i i i i Faktor Frekuensi K 0,0302 0,8505 1,2623 1,5467 1,6888 1,9594 2,1969 2,8434 i i Log X RT i mm 1,9660 2,0580 2,1041 2,1360 2,1520 2,1823 2,2089 2,2814 92,4667 114,2787 127,0983 136,7791 141,8925 152,1573 161,7805 191,1683 Sumber : Hasil perhitungann ANALISA DATA TANAH a. analisis lapisan tanah Gambar 2. Detail Konstruksi Lapangan Sepak Bola Sumber : Dispora kabupaten Bojonegoro 225 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 b. porositas tanah Nilai porositas tanah dapat dicari menggunakan persamaan dengan sampel tanah lapangan stadion letjen H. Sudirman Bojonegoro. Pengujian tanah dilakukan untuk mencari berat jenis tanah. Maka, didapat nilai porositas tanah dari pengujian adalah 0,4186. ANALISIS DEBIT RESAPAN PADA PIPA Pada informasi yang diterima bahwa pipa drainase yang dipakai dalam system drainase adalah pipa piforated. Pipa dengan diameter 6 inci dan Panjang 34 meter, jarak antar pipa sepanjang 5 meter serta kemiringan pipa pada sistem drainse sebesar 0,5%. Dengan tidak ada data sekunder berupa as built drawing maka peneliti mencoba menggambarkan dari informasi tersebut sesai dengan referensi penggambaran yang sudah sring digunakan dalam merencanakan sistem drainase bawah permukaaan lapangan speak bola. Jumlah pipa yang digunakan dengan ukuran pipa 6 inci. Perhitungan pipa drainase dikelompokkan berdasarkan luas debit resapannya. Hasiil peirhiitungan yang teilah diilakukan, diikeitahuii bahwa beisar deibiit reisapan yang beirada pada lapangan seipak bola adalah 2,0716x10-2 m3/deitiik dan luar lapangan seibeisar 8,4121x10-2 m-3/deitiik seirta Runniing track 1,5491x10-2 m3/deitiik. Deingan kalkulasii total 0,120328 mm/jam atau 1,20328x10-1 m3/deitiik. no piipa jarak antar piipa (m) 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 2,5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2,5 Tabel 3. Debit Resapan Pada Lapangan keidalamana volumei lama aliiran dalam panjang 3 piipa (m) aiir (m ) tanah (deitiik) saluran (m) 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 17,6482 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 35,2964 17,6482 45444,6383 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 69993,0787 45444,6383 deibiit reisapan (m3/deitiik) 0,00038834 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00050428 0,00038834 Sumber : Hasil perhitungan 226 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 no pipa i jarak antar pipa (m) Tabel 4. Debit Resapan Pada Luar Lapangan panjang kedalamana volume lama aliran pipa (m) saluran (m) air (m^3) dalam tanah (detik) debit resapan (m^3/detik) 5 5 5 5 2,5 2,5 5 5 5 5 15,6416 23,5455 28,4426 31,8225 34,1472 34,1472 31,8225 28,4426 23,5455 15,6416 0,00026159 0,00039378 0,00047567 0,00053220 0,00043978 0,00043978 0,00053220 0,00047567 0,00039378 0,00026159 i i 2 3 4 5 6 28 29 30 31 32 i i i i i 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 0,620 17,2427 25,9557 31,3540 35,0799 18,8213 18,8213 35,0799 31,3540 25,9557 17,2427 i i i i i i 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 42796,7009 42796,7009 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 Sumber : Hasil perhitungan Tabel 6. Debit Resapan Pada Luar lapangan no pipa i jarak antar pipa (m) 6,455 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 panjang pipa (m) i kedalamana saluran (m) i volume air (m^3) i i i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 lama aliran dalam tanah (detik) 81195,1383 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 i i 43,3542 16,9152 13,3853 11,7743 10,8473 20,5627 19,8961 9,7890 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 61,6994 18,6467 14,7554 12,9796 11,9576 22,6675 21,,9326 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 10,7910 debit resapan (m^3/detik) i i i i i i 0,00075989 0,00028289 0,00022386 0,00019691 0,00018141 0,00034389 0,00033274 0,00016371 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 0,00016323 227 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 26 27 28 29 30 31 32 33 5 5 5 5 5 5 5 6,455 9,7890 19,8961 20,5627 10,8473 11,7743 13,3853 16,9152 43,3542 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 0.620 10,7910 21,9326 22,6675 11,9576 12,9796 14,7554 18,6467 61,6994 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 65914,7694 81195,1383 0,00016371 0,00033274 0,00034389 0,00018141 0,00019691 0,00022386 0,00028289 0,00075989 Sumber : Hasil perhitungan ANALISIS DEBIT BEBAN HUJAN Debit beban hujan dihitung untuk mengetahui beban hujan yang mampu meresap sehingga dari hasil perhitungan debit resapan pada pipa sesuai dengan yang diinginkan. Hasil perhitungan wilayahnya sama seperti perhitungan debit resapan menghasilkan debit beban hujan yang berada pada lapangan adalah 8,738 x 10-3 m3/detik, luar lapangan sebesar 2,8524 x 10-3 m3/detik. Dan Running Track sebesar 5,9263 x 10-3 m3/detik. Tabel 7. Debit hujan Yang Turun Pada Lapangan no piipa 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 iinteinsiitas hujan (m/deitiik) 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 jarak piipa (m) panjang piipa (m) 2,5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2,5 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 deibiit beiban hujan (m^3/deitiik) 0,00104 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,002081 0,00104 Sumber : Hasil perhitungan Tabel 8. Debit Hujan Yang Turun Pada Luar Lapangan no piipa 2 3 4 iinteinsiitas hujan (m/deitiik) 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 jarak piipa (m) panjang piipa (m) 5 5 5 15,6416 23,5455 28,4426 deibiit beiban hujan (m^3/deitiik) 0,000957 0,00144 0,001741 228 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 5 6 28 29 30 31 32 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 5 2,5 2,5 5 5 5 5 31,8225 34,1472 34,1472 31,8225 28,4426 23,5455 15,6416 0,001947 0,001045 0,001045 0,001947 0,001741 0,001441 0,000957 Sumber : Hasil perhitungan Tabel 9. Debit Hujan Yang Turun Pada Running Track no piipa iinteinsiitas hujan (m/deitiik) jarak piipa (m) panjang piipa (m) deibiit beiban hujan (m^3/deitiik) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 1,22394Ei-05 6,455 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 6,455 43,3542 16,9152 13,3853 11,7743 10,8473 20,5627 19,8961 9,7890 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,76 9,7890 19,8961 20,5627 10,8473 11,7743 13,3853 16,9152 43,3542 0,003425 0,00104 0,000819 0,000721 0,000664 0,001258 0,001218 0,000599 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000597 0,000599 0,001218 0,001258 0,000664 0,000721 0,000819 0,001035 0,003425 Sumber : Hasil perhitungan PERENCANAAN DIMENSI SALURAN Perencanaan dimensi saluran pada pipa saluran yang terpasang dapat diketahui dengan menghitung debit pipa eksisting. Perhitungan ini dilakukan dengan data sekunder berupa 229 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 as bult drawing . dikarenakan tidak mendapat gambar yang pasti hanya mendapatkan informasi dari penjaga, maka penulis manggambar dengan referensi yang di dapatkan sehingga bisa membantu dalam menganalisi pipa eksistingnya. Dengan perhitungan yang berada pada 66 pipa yang terpasang. Data yang bisa digunakan untuk perhitungan sebagai berikut. Diameter (D) = 0,165 m (6 inci asumsi dalam merk dagang ) Koefisien kekasaran manning (n) = 0,010 (jenis pipa PVC) Kemiringan = 0,5% Pada data yang didapat, tidak diketahui rencana berapa persen pipa akan terisi. Oleh karena itu, diasumsikan pipa terisi 70%. Dengan perhitungan debit dihitung dari luas terisi 100%, lalu dicari debit pipa terisi 70%. Perhitungan untuk debit terisi air 100% adalah sebagai berikut. = 0,25 𝜋 𝐷2 Luas basah penampang (A) (11) = 0,25 𝜋 0,1652 = 2,1382x10-2 Keliling basah penampang (p) =𝜋𝐷 (12) = 𝜋 0,165 = 0,5184 m Debit pipa eksisting (Qre) 100% 1 5 −2 1 = 𝑛 𝑋 𝐴3 𝑋 𝑃 3 𝑋 𝑆02 1 (13) 5 −2 0,5 1 =0,01 𝑋 (2,1382x𝑃−2 )3 𝑋 0,5184 3 𝑋 (100)2 = 1,805x10-2 m3/detik Dari perhitungan di atas maka sudah didapat nilai debit terisi 100%, kemudian mencari debit terisi 70% dengan perbandingan berikut. Debit pipa eksisting (Qpe) 70% = 70 % / 100 % x Debit pipa eksisting 100% (14) = 70 % / 100% x 1,8051x10-2 = 1,2634x10-2 m3 /detik Dari perhitungan di atas, maka nilai debit pipa eksisting adalah 1,2634x10-2 m3 /detik. Total debit dari 66 pipa yang berada pada lapangan sebesar 8,3394x10-1 m3 /detik. 230 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 PERENCANAAN DRAINASE Perencanaan drainase pengumpul aliran dari dalam lapangan, luar lapangan, dan Running track sehingga debit beban hujan yang begitu besar sebesar 1,2032x10-1 m3/detik dan debit resapan sebesar keseluruhan dilapangan, luar lapangan Running track sebesar 2,9221x10-3 m3/detik. Dengan merencanakan dimensi pipa untuk menampung debit hujan sebesar 1,2032x10-1 m3/detik maka pipa yang digunakan Diameter = 6 inci Kedalaman H = 1,50 meter Kedalaman h = 1,40 meret Lebar A = 1,70 meter Lebar a = 1,50 meter Panjang = 184 meter Dengan perhitungan sebagai berikut Volume pekerjaan drainase = luas penampang bersih x Panjang drainase (15) = (luas total – luas lubang drainase) x Panjang drainase = ( (HxA)-(hxa)) x Panjang drainase = ((1,50 x 1,70) – (1,40 x 1,50)) x 184 meter = (3,70 – 2,10) x 184 = 1,6 x 184 = 294,40 m3 Hasil diatas volume drainase sebesar 294,40 m3 yang bisa ditampung maka dengan jumlah debit hujan 1,2032x10-1 m3/detik bisa tertampung dengan baik. Sedangkan dengan intensitas hujan maksimum yang terdapat pada data hujan dari dinas pengairan tercatat 128 mm/jam, maka dengan luasan 1 hektar asumsi wilayah stadion letjen H. Sudirman Bojonegoro maka dihitung dengan persamaan Data hujan maksimum x luasan wilayah = 128 x 100 x 100 231 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 = 1.280.000 mm/jam Dalam perhituangan harian maka di bagikan dalam jumlah satu hari dengan persamaan Data hujan dibagi dalam satu hari yaitu 1.280.000 mm/jam / 86.400 = 1,4814 m3 dari hasil ini maka drainase yang direncanakan masih mampi menampung resapan dan hujan yang jatuh langsung di wilayah luar lapangan dan Running Track. Dari hasil perhitungan yang diatas,dapat diketahui bahwa kecepatan resap mempengaruhi nilai debit resapan. Pada perhitungan diatas, hasil debit resapan dilapangan sepak bola 1,20328x10-1 m3/detik, masih lebih kecil dari debit beban hujan dilapangan sepak bola sebesar 1,71883x10-3 m3/detik. Sehingga jika terjadi hujan dan lapisan tanah tidak bisa meresap lebih cepat maka akan terjadi genangan lagi . Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan ulang untuk mencari porositas tanah yang cocok. Tanah dilapangan sepak bola dengan luar lapangan running track memiliki besar porositas yang sama. Perancangan ulang yang dilakukan untuk mengatasi genangan sebatas lapisan tanah saja sehingga pipa tidak perlu berubah formasi jaringannya. 4. KESIMPULAN Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Hasil akhir untuk lapangan sepak bola Stadion Letjen H. Sudirman Bojonegoro memiliki nilai debit beban hujan sebesar 1,71883x10-3 m3/detik lebih besar dari nilai debit resapan sebesar 1,5491x10-1 m3/detik. Artinya masih terdapat air genangan yang akibat intensitas hujan yang jatuh ke permukaan tanah dan tidak terserap dengan baik. Peresapan pada lapisan permukaan tanah lapangan sepak bola dapat diasumsikan mengalami penurunan kualitas sehingga lapisan tanah perlu diganti. Oleh karena itu, perlu diadkan perencanaan yang lebih detail lagi agar memenuhi syarat Qbh