Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Penerapan Terapi Komplementer: Senam Osteoporosis Dalam Penanganan Nyeri Sendi pada Lansia dengan Riwayat Osteoartritis Eva Dwi Ramayanti1*. Wiwin Sulistyawati 2 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri Kediri Jawa timur Email: *eva. dwi@unik-kediri. Abstrak Lansia merupakan seseorang yang mengalami proses degeratif. Penurunan fungsi tubuh salah satunya pada fungsi sistem muskuloskeletal. Seringkali lansia akan mengalami nyeri pada Salah satu penanganan dengan menerapkan terapi senam osteporosis. Tujuan kegiatan baksos ini bisa melatih lansia untuk melalukan senam osteoporosis sehingga meningkatkan upaya pemeliharaan kesehatan pada muskuloskeltal. Kegiatan pengabdian masayrakat dilakukan dengan memberikan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan pemberian terapi senam osteoporosis pada lansia di Posyandu Dahlia RW1 Desa Bujel Kota Kediri. Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan media lembar balik dan leaflet sedangkan pemberian terapi dan pelatihan diberikan secara demontrasi. Hasil baksos diantaranya: Nyeri sendi pada lansia berkurang setelah mengikuti terapi senam osteoporosis. Ketrampilan lansia melakukan senam menjadi lebih baik. Peserta baksos mengikuti pelatihan dengan baik sesuai agenda kegiatan. Baksos berjalan dengan lancar. Kata kunci: lansia, nyeri sendi, senam osteoporosis PENDAHULUAN Osteoarthritis merupakan penyebab utama kecacatan dan nyeri pada orang usia lanjut (Rasjad. Chairudin , 2. Menurut laporan tahunan dinas kesehatan kota Jatim pada tahun 2022 penderita artrisis umur 45-54 tahun sebanyak 2070 jiwa. Berdasarkan survey yang telah dilakukan di dapatkan data bahwa 90% lansia mengalami nyeri sendi. Di Desa Gujel kota kediri merupakan salah satu wilayah di kota kediri dengan jumlah lansia terbanyak. Masalah kesehatan utama yang dikeluhkan lansai disana adalah nyeri sendi. Sebagian besar lansia tidak pernah memeriksakan diri atau mengobatkan masalah tersebut ke layanan kesehatan terkait. Mereka lebih senang berobat hanya bila keluhan muncul mendadak. Kader posyandu disana memberikan informasi bila belum banyak upaya penangan nyeri sendi pada lansia di Desa. Semakin bertambah jumlah lansia yang mengalami nyeri sendi di komunitas dan sebagian besar dari mereka belum mendapat penangan yang berarti. Salah satu solusi dengan menerapkan terapi komplemneter salah satunya dengan memberikan terapi senam osteoporosis. Dengan melakukan senam osteoporosis secara rutin dan berkelanjutan maka sendi dan muskuloskeletal lansia akan bertambah kuat dan nyeri yang dirasakan bisa berkurang. Gerakan aktif dalam senam bertujuan untuk meningkatkan stabilitas sendi dan kekuatan otot-otot sekitar lutut. Gerakan ini berguna untuk mengurangi iritasi yang terjadi pada permukaan kartilago (Kushariyadi, 2. Berdasarkan wawancara dengan kader dan lasia di Desa Bujel mereka belum pernah mendapat terapi apapun dalam penanganan nyeri sendi. Diperlukan penerpanan senam osteoporosis dalam bentuk pelatihan dan pemberian terapi untuk menangani masalah nyeri sendi pada lansia. Penerapan senam osteoporosis dilakukan sebagai Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X bentuk upaya penangan nyeri sendi pada lansia secara promotif, kuratif danrehabilitatif. Berdasarkan latar belakang diatas dirasa perlu untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan senam Osteoporosis terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia di Kelurahan Bujel Kota Kediri. METODE Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode: edukasi, pemeriksaan kesehatan dan pemberian pelatihan terapi senam osteoporosis. Edukasi diberikan dengan menggunakan penyuluhan kesehatan secara tatap muka. Media edukasi berupa lembar balik dan leaflet. diberikan sebagai bentuk penyuluhan kesehatan dengan topik osteporosis dan kesehatan muskuloskeletal pada lansia. Edukasi kesehatan diikuti oleh warga dan peserta baksos. Sedangkan pemeriksaan kesehatan dilakukan berupa pengukuran antopometri , screaning darah sederhana dan pemeriksaan TTV. Metode yang dilakukan dengan pemeriksaan langsung. alat yang digunakan berupa timbangan BB, glukostick dan cek darah. Kegiatan pelatihan dan terapi senam osteoporosis dilakukan dengan metode demontrasi. Diawali dengan melaksanakan pelatihan cara melakukan senam osteoporosis selama 2 hari. Peserta baksos mengikuti demontrasi yang dilakukan pelatih dalam melakukan senam osteoporosis. Dilanjutkan dengan mencoba menerapkan senam osteoporosis sebagai bentuk terapi terhadap nyeri sendi pada lansia di Desa Bujel. Lansia diminta menerapkan senam ini 2 hari sekali dalam kelompok kecil . orang per kelompo. Dilakukan pemantauan secara berkala ditiap kelompok oleh pelaksana baksos. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 minggu. Dalam penerapan senam osteoporisi dilakukan pengukuran nyeri sendi sebelum dan setelah melakukan terapi. Sehingga terpantau perubahan nyeri sendi untuk mengevaluasi pelaksanaan terapo senam osteoporosis. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Bujel Kota Kediri pada bulan Desember 2022. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu lansia kelurahan Bujel Kota Kediri yang diikuti oleh lansia di RW 1. Mitra dalam kegiatan baksos ini adalah kader posyandu lansia Desa Bujel Kota Kediri. Kegiatan baksos berupa : edukasi kesehatan, pemeriksaan keseehatan sampai dengan pelaksanaan terapi senam osteoporosis. Pelaksanaan bakti sosial dilakukan selama 7 hari dari tanggal 3-9 Desember tahun 2022. Edukasi kesehatan diberikan dengan menggunakan media lembar balik dan leaflet. Penyuluhan kesehatan terbagi dalam 2 sesi yaitu sesi penyampaian materi dan sesi diskusi. Peserta nampak antusias dengan bertanya beberapa materi yang dianggap belum Komunikasi dan interaksi selama penyuluhan berjalan dengan baik. Pemeriksaan diagnostik dilakukan untuk mengetahui kondisi pada gula darah, kolesterol dan asam urat sesuai dengan keluhan yang disampaikan saat anamnese. Screaning kesehatan dilakukan dengan mengambil darah perifer dengan menggunakan glukostick dan kolesterol Dari hasil screaning kesehatan didapatkan beberapa lansia mengalami kenaikan gula darah diatas normal. Sebagian besar mengalami hipertensi ringansampai sedang. Beberapa diantara lansia mempunyai nilai kolesterol dan asam urat diatas ambang normal. Selain itu juga dilakukan penimbangan BB dari hasil pemeriksaan lansia dijelaskan tentang staus IMT mereka. Selanjutnya adalah meja pemriksaan TTV. Pada meja ini lansia akan diukur tensi, nadi , pernapasan dan suhu. Hasil pemeriksaan kesehatan ditulis dikitir untuk kemudian diminta untuk memeriksakan diri dan berobat di layanan kesehatan terkait. Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Senam osteoporosis diberikan ke lansia dengan diawalai pelatihan selama 1 hari dilanjutkan dengan sesi terapi selama 3 hari. Senam osteoporosis dilakukan secara berkelompok sesuai penjadwalan. Gambar1. Pengisisan absensi, kitir dan Pemeriksaan kesehatan Tampak dalam gambar sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan berupa: pengukuran antopometri (BB dan TB). Screaning kesehatan berupa pengukuran gula darah, kolesterol dan asam Hasil pemeriksaan ditulis dalam kitir. Untuk selanjutnya dibawa pulan oleh lansia. Terdapat beberapa lansia yang mengalami peningkatan tekanan darah. Selain itu terdapat beberapa peserta baksos dengan peningkatan gula darah. Warga jarang memeriksakan dirinya ke puskesmas atau RS. Mereka hanya datang saat merasa sakit dan tidak mampu beraktivitas. Gambar 2. pelaksanaan edukasi kesehatan Dalam gambar 2 menunjukan bahwa lansia dan warga mengikuti edukasi yang diberikan oleh pelaksana baksos. Tema yang diambil tentang kesehatan muskuloskeletal dan osteoporosis pada lansia. Edukasi dilakukan dengan tatap muka dengan menggunakan media lembar balik. Peserta edukasi mendapatkan leaflet. Edukasi terbagi dalam 2 sesi yaitu penyampaian materi dan Dalam diskusi tampak beberapa warga bertanya tentang beberapa topik yang dianggap belum jelas. Gambar 3. Tampak pelaksanaan senam osteoporisis Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Tampak dalam gambar sedang dilakukan demontrasi senam osteoporosis. Pemberian pelatihan senam osteoporosis dilakukan secara bersama di balai posyandu desa Bujel Kota Kediri. Senam dilakukan bersama dengan dipandu oleh dosen dan mahasiswa keperawatan Universitas Kadiri. Kegiatan ini diikuti oleh lansia peserta baksos beserta warga yang kebanyakan adalah keluarga dari lansia yang turut hadir. Peserta tampak antusias mengikuti tiap gerakan yang dilakukan. Mereka menyampaikan gerakannya mudah dilakukan dan gampang untuk dihapalkan. Setelah pelatihan beberapa warga berkumpul di rumahs alah satu warga untuk melakukan senam osteoporosis sesuai jdwal selama 2 minggu. Kegiatan ini sebagai lanjutan dari pelatihan yang sudah diberikan. Gambar 4. Dokumentasi pelaksanaan baksos pada lansia di posyandu dahlia Desa Bujel Kota kediri. Evaluasi kegiatan terapi senam osteoporosis dilakukan dengan melakukan penilaian kondisi nyeri yang dialami lansia antara sebelum dan sesudah pemberian terapi. Terdapat perubahan tingkat nyeri sendi pada lansia yang mengikuti bakasos dimana sebelum mengikuti senam osteoporosis sebagian besar lansia mengalami nyeri sedang bahkan diantara mereka ada yang nyeri berat namun setelah mengikuti senam secara rutin terjadi penuruna tingkat nyeri lansia menjadi ringan sampi dengan tidak nyeri. Terdapat pengurangan nyeri yang signifikan pada lansia setelah menjalankan pelatihan dan terapi senam mosteoporosis. KESIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan serangkaian kegiatan seperti: edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan pemberian terapi senam kegiatan edukasi dilakukan dengan memberikan penjelasan tentang kesehatan muskuloskletal dan osteoporosis pada lansia. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan dengan memeriksa BB. Dilanjutkan screaning kesehatan dengan memeriksa gula dara, kolesterol dan asam Sedangkan pemeriksaan TTV . anda Aetanda vita. dilakukan dengan mengukur tekanan darah, nadi. RR dan suhu. Hasil pemeriksaan ditulis dalam kitir yang kemudian dibawa pulang oleh peserta baksos. Bila didapatkan ada temuan hasil pemeriksaan meebihi batas normal maka warga dan kader disarankan untuk memeriksankan dan berobat lebih lanjut ke layanan kesehatan terkait. Peserta dalam kegiatan baksos mengikuti tiap sesi dengan antusias. Baksos dilaksanakan sesuai dengan agenda kegiatan. Tiap sesi baksos berlangsung dengan lancar. Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X DAFTAR PUSTAKA