Economics Professional in Action (E-Profi. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 April 2022 PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN MASYARAKAT UNTUK MELAKUKAN TES PCR DI KOTA BANDUNG Hasti Pramesti Kusnara . Fakultas Admnistrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata Indonesia Hastipramestikusnara26@gmail. ABSTRAK Jumlah kasus masyarakat di Indonesia yang di diagnosa terkena serangan virus Covid-19 terus mengalami peningkatan. Kenaikan jumlah kasus masyarakat yang di diagnosa terkena serangan virus Covid-19 disebabkan karena libur natal dan tahun baru sehingga terjadinya gelombang ketiga kasus Covid-19 di Indonesia. Saat ini, muncul varian terbaru dari Covid-19 selain varian Alpha dan Delta yang pernah menyerang ribuan penduduk di dunia bahkan di Indonesia sendiri, varian baru tersebut bernama Omicron. Mayoritas masyarakat yang mengalami gejala varian Omicron, seperti flu, batuk, demam dan sakit tenggorokan memutuskan untuk melakukan tes PCR untuk mendeteksi akan keberadaan virus tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dan Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu konsumen yang sudah pernah melakukan tes PCR di Kota Bandung. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi dan pengujian hipotesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung, baik secara parsial maupu simultan. Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara harga terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung dan terdapat pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung serta terdapat pengaruh signifikan antara harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung secara simultan. Kata Kunci: Harga. Kualitas Pelayanan dan Keputusan Masyarakat Untuk Melakukan Tes PCR di Kota Bandung. ABSTRACT The number of community cases in Indonesia diagnosed with the Covid-19 virus continues to increase. The increase in the number of community cases diagnosed with the Covid-19 attack virus caused by the Christmas and New Year holidays resulted in the occurrence of three Covid-19 cases in Indonesia. Currently, the latest variant of Covid-19 has emerged beside the Alpha and Delta variants that have attacked the world's population even in Indonesia itself, the new variant is called Omicron. People who experience symptoms of the Omicron variant, such as flu, cough, fever and pain, decide to carry out a PCR test to detect the presence of the virus. The research method used is descriptive and verification methods. The samples used in this study were consumers who had already done a PCR test in the city of Bandung. Data processing is done by using multiple linear Economics Professional in Action (E-Profi. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 regression, correlation coefficient analysis, coefficient of determination analysis and hypothesis testing. This study aims to find out how the price and quality of service affect the community's decision to carry out PCR tests in Bandung City and find out how the influence of price and service quality on community decisions to carry out PCR tests in Bandung City, either partially or simultaneously. The results of the study can be obtained that there is a significant influence between price on people's decisions to carry out PCR tests in Bandung City and there is a significant influence between service quality on people's decisions to carry out PCR tests in Bandung City and there is a significant influence between price and service quality on people's decisions to carry out PCR tests in Bandung City at the same time. Keywords: Price. Service Quality and Community's Decision to Conduct PCR Tests in Bandung City. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 telah berjalan sejak awal tahun 2020 hingga saat ini bahkan pada awal tahun 2022, jumlah kasus masyarakat di Indonesia yang di diagnosa terkena serangan virus Covid-19 terus mengalami Kenaikan jumlah kasus masyarakat yang di diagnosa terkena serangan virus Covid-19 disebabkan karena libur natal dan tahun baru sehingga terjadinya gelombang ketiga kasus Covid-19 di Indonesia. Saat ini, muncul varian terbaru dari Covid-19 selain varian Alpha dan Delta yang pernah menyerang ribuan penduduk di dunia bahkan di Indonesia sendiri, varian baru tersebut bernama Omicron. Omicron pertama kali terdeteksi di Indonesia pada tanggal 16 Desember 2021, yang memiliki ciri Ae ciri dari mulai batuk, demam, flu dan sakit tenggorokan. Varian Omicron memiliki sekitar 30 kombinasi mutasi dari sejumlah varian Covid-19 sebelumnya, seperti 12. Beta dan Delta. Mutasi pada spike protein yang dimiliki varian Omicron membuat virus lebih cepat menyebar dan menular dibandingkan dengan varian Delta dan memungkinkan terjadinya reinfeksi atau berulang (Puji, 2. Terjadi lonjakan jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia, terutama di Kota Bandung. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa 83% kasus Covid-19 varian Omicron tersebar di Kota Bandung. Depok dan Bekasi. Pada hari Kamis 17 Februari 2022, jumlah kasus positif Covid-19 meningkat menjadi 8. 516 orang. Jumlah ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Kota Bandung terdeteksi positif varian Omicron. Namun per Jumat 18 Februari 2022, berdasarkan data dari pedulilindungi, jumlah kesembuhan masyarakat di Kota Bandung mencapai 2. 871 orang sedangkan untuk wilayah Jawa Barat juga cukup tinggi dalam aspek tingkat kesembuhannya, yakni sebanyak 243 orang (Pedulilindungi, 2. Mayoritas masyarakat yang mengalami gejala varian Omicron, seperti flu, batuk, demam dan sakit tenggorokan memutuskan untuk melakukan tes PCR untuk mendeteksi akan keberadaan virus tersebut. Menurut Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan Economics Professional in Action (E-Profi. menyatakan bahwa PCR standar tidak bisa mendeteksi varian Omicron. Pada umumnya. PCR standar hanya bisa mendeteksi virus SAR-CoV-2 penyebab Covid-19. Tes PCR (Polymerase Chain Reactio. diyakini dapat mendeteksi seseorang Covid-19 menggunakan sampel Swab dari hidung dan tenggorokan. Hasil tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. Saat ini, teknik yang digunakan untuk mendeteksi varian Omicron disebut dengan AoS-Gene Target FailureAo (SGTF) (Kompas. Selain, tes PCR terdapat alternatif lain jika ingin mendeteksi apakah kita terdeteksi virus Covid-19 atau tidak, yaitu dengan tes antigen yang memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan tes PCR. Tetapi tingkat akurasinya rendah karena bisa saja salah dalam pengambilan sampel karena ada kemungkinan yang terambil adalah air liur bukan lendir dari hidung. Pemeriksaan sampel air liur ini tentu lebih sulit dalam mendeteksi virus dan cenderung menunjukkan hasil e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 Harga menjadi salah satu faktor yang mementukan bagi masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan tes swab Antigen PCR. Menurut Bangsawan . 5:39-. , konsumen harga merupakan bentuk pengorbanan untuk dapat memenuhi Ditinjau dari produsen, harga merupakan faktor penting pendapatan perusahaan. Disatu sisi . yang harus konsumen tanggung untuk memperoleh produk, namun disisi lain harga sering dijadikan pedoman akan kualitas produk terutama jika tidak ada variabel lain selain harga. Di Kota Bandung, tes swab Antigen dan PCR masih menjadi salah satu kebutuhan masyarakat apabila ingin mendeteksi seseorang terkena virus Covid-19 atau tidak. Terdapat beberapa fasilitas tes swab Antigen dan PCR. Berikut ini disajikan perbandingan harga fasilitas tes swab Antigen dan PCR di beberapa perusahaan di Kota Bandung: Tabel 1. Perbandingan Harga Fasilitas Tes Swab Antigen dan PCR Nama Perusahaan Harga Tes Swab Antigen Rp. Rp. Rp. Harga Tes PCR Rp. Rp. Rp. Bumame Farmasi FastLab Fox Harris Laboratorium Helix Laboratorium Klinik Kimia Farma Rp. Rp. Bandung Halodoc Drive Thru Pusdai Rp. Rp. Lab Klinik Paramitha Pajajaran Rp. Rp. Sumber: Putra, 2022 . ttps://news. com/berita-jawa-barat/d5706829/catat-ini-lokasi-dan-harga-tes-pcr-di-kota-bandun. Economics Professional in Action (E-Profi. Berdasarkan tabel 1 mengenai perbandingan harga fasilitas tes swab Antigen dan PCR di beberapa perusahaan di Kota Bandung, menunjukkan bahwa dari keenam perusahaan tersebut mematok harga yang sama untuk tes PCR, yakni sebesar Rp. 000 sedangkan untuk tes swab Antigen, setiap perusahaan menawarkan harga yang berbeda Ae Meskipun harga tes swab Antigen dan tes PCR tengah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021 yang menawarkan harga hingga Rp. 000 untuk satu kali tes PCR dan tes swab Antigen berada di kisaran Rp. 000 tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, mau tidak mau masyarakat harus melakukan tes PCR yang dirasa bagi beberapa kalangan masyarakat untuk harga tes PCR sebesar Rp. masih dianggap cukup mahal, terutama bagi masyarakat menengah Selain harga, terdapat faktor melakukan tes PCR, yaitu dari kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas medis di perusahaan yang menyediakan fasilitas untuk melakukan tes swab Antigen dan tes PCR. Menurut Tjiptono Gregorius pelayanan merupakan keunggulan jasa yang diberikan oleh pihak penjual kepada pembeli yang diharapkan memiliki keunggulan dan Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat yang berada di Kota Bandung untuk memberikan keterangan mengenai kualitas pelayanan yang diberikan setelah menggunakan fasilitas tes e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 PCR di salah satu perusahaan farmasi yang ada di Kota Bandung, yaitu ibu X . ama dirahasiakan sesuai dengan kode eti. bahwa beliau merasa kurang puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat medis di salah satu perusahaan farmasi di Kota Bandung karena ibu X melakukan pemesanan untuk menjalani tes PCR pada pukul 13. 00 WIB tetapi sebelum 00, ibu X telah menerima hasil tes PCR yang menunjukkan bahwa beliau terindikasi terjangkit Covid-19 padahal beliau belum melakukan tes PCR di tempat. Beliau merasa kecewa dengan pelayanan perusahaan farmasi tersebut karena merupakan perusahaan farmasi yang telah dikenal oleh masyarakat secara Pihak petugas medis hanya menyatakan bahwa telah terjadi menjelaskan lebih lanjut mengenai kesalahan tersebut dan kejadian ini sering terjadi secara berulang kali . umber: hasil wawancara dengan ibu X yang dilakukan pada tanggal 5 Maret 2. Dari hasil wawancara kualitas pelayanan yang diberikan oleh salah satu perusahaan farmasi di Kota Bandung dapat dikatakan kurang baik sehingga hal ini akan berdampak terhadap keputusan untuk melakukan tes PCR. Menurut Assauri . , keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen atau pembeli dipengaruhi pula oleh kebiasaan. Kebiasaan pembelian mencakup dilakukan, dalam jumlah berapa pembelian dilaksanakan, dan dimana Meskipun harga yang dipatok oleh Economics Professional in Action (E-Profi. pemerintah sudah diturunkan untuk melakukan tes swab Antigen dan tes PCR, tetapi keputusan masyarakat di Kota Bandung tetap tinggi untuk melakukan tes PCR karena hasilnya yang lebih akurat dan lebih terjamin e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 Untuk memperoleh data mengenai keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung, peneliti melakukan pra survey terhadap 30 orang, berikut ini hasil dari p-ra survey tersebut: Tabel 2. Hasil Pra Survey Mengenai Keputusan Masyarakat Untuk Melakukan Tes PCR di Kota Bandung Pernyataan Jawaban 24 Orang Pernah melakukan tes PCR di Kota Bandung Frekuensi tes PCR dalam 3 bulan 1 kali >1 kali 11 Orang 19 Orang Berniat untuk melakukan tes PCR Tidak kembali di salah satu perusahaan 21 Orang 9 Orang farmasi di Kota Bandung Sumber: Data Diolah Peneliti, 2020 Berdasarkan hasil tabel 2 mengenai hasil pra survey mengenai keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung, menunjukkan bahwa sebanyak 24 orang pernah melakukan tes PCR di Kota Bandung. Lalu sebanyak 19 orang telah melakukan tes PCR dalam 3 bulan terakhir serta sebanyak 21 orang berniat untuk melakukan tes PCR kembali di salah satu perusahaan farmasi di Kota Bandung. Artinya, keinginan dan keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung dapat dikatakan tinggi meskipun harga yang dikeluarkan untuk satu kali tes PCR masih dianggap terlalu tinggi oleh mayoritas Berdasarkan penjelasan mengenai fenomena diatas, maka peneliti tertarik untuk mengambil judul penelitian AuPengaruh Harga dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Masyarakat Untuk Jawaban Tidak 6 Orang Melakukan Tes PCR di Kota BandungAy. KAJIAN PUSTAKA Harga Menurut Kotler Armstrong dalam Krisdayanto dan Edward . , harga merupakan sejumlah uang yang dibayarkan atas pembelian barang atau jasa yang dijadikan sebagai alat tukar antara penjual dengan pembeli. Menurut Kotler dan Armstrong . , terdapat beberapa dimensi yang dapat digunakan untuk mengukur harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, kesesuaian harga dengan manfaat dan daya saing harga. Kualitas Pelayanan Menurut Kasmir . Economics Professional in Action (E-Profi. tindakan atau perbuatan seseorang pelanggan, sesama karyawan, dan juga pimpinan. Menurut Parasuraman dalam Tjiptono dan Gregorius . , dimensi dan atribut model SERVQUAL terdiri dari, tangible . ukti fisi. , emphaty . , . ata tangga. , reliability . dan assurance . Keputusan Masyarakat Melakukan PCR Untuk Menurut Tjiptono Gregorius . , keputusan e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 pembelian merupakan salah satu bagian dari perilaku konsumen. Perilaku tindakan yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh, menentukan produk dan jasa, keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut. Menurut Kotler dan Armstrong . , sebelum melakukan pembelian, konsumen akan melewati beberapa tahap terlebih dahulu, seperti pengenalan kebutuhan, pencarian keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Kerangka Pemikiran Harga (X. Keterjangkauan Harga Kesesuaian Harga dengan Kualitas Produk Kesesuaian Harga dengan Manfaat Daya Saing Harga Keputusan Masyarakat Untuk Melakukan Tes PCR Kotler dan Armstrong . Kualitas Pelayanan (X. Tangible (Bukti Fisi. Emphaty (Empat. Responsiveness (Daya Tangga. Reliability (Reliabilita. Assurance (Jamina. (Y) Pengenalan Kebutuhan Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian Perilaku Pasca Pembelian Kotler dan Armstrong . Parasuraman dkk. dalam Tjiptono dan Gregorius . Gambar 1. Kerangka Pemikiran Hipotesis Penelitian Economics Professional in Action (E-Profi. Berdasarkan uraian kerangka pemikiran tersebut, maka penulis merumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: H1 : Terdapat pengaruh secara masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung. H2 : Terdapat pengaruh secara signifikan antara kualitas pelayanan terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung. H3 : Terdapat pengaruh secara signifikan antara harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode yang deskriptif-verifikatif. Menurut Sugiyono metode deskriptif adalah metode yang keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain . ariabel mandiri adalah variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen karena jika independen selalu dipasangkan dengan variabel Sedangkan metode verifikatif menurut Sugiyono . , adalah metode verifikatif adalah suatu metode penelitian yang bertujuan mengetahui hubungan kausalitas antara variabel melalui suatu e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 pengujian melalui suatu perhitungan statistik didapat hasil pembuktian yang menunjukkan hipotesis ditolak atau diterima. Berdasarkan pengertian diatas, dapat dijelaskan bahwa motode deskriptif - verifikatif merupakan metode yang bertujuan untuk menggambarkan benar atau tidaknya fakta-fakta yang ada, serta menjelaskan tentang hubungan antar variabel yang diteliti dengan cara mengumpulkan data, mengolah, menganalisis dan menginterprestasi data dalam pengujian hipotesis statistik untuk akhirnya diambil sebuah kesimpulan. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik (Sugiyono, 2017:. Populasi merupakan keseluruhan dari objek yang akan Populasi bisa termasuk orang, tumbuhan, hewan, dokumen atau catatan yang dipandang sebagai objek Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang sudah pernah melakukan tes PCR di Kota Bandung. Sampel merupakan bagian karakteristik yang sama dengan populasinya sehingga dapat mewakili populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti tidak mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena memiliki keterbatasan dalam dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut Economics Professional in Action (E-Profi. Jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus Zikmund dalam Santoso . , karena besarnya populasi belum diketahui dengan pasti, maka untuk menentukan besarnya sampel yang diambil yaitu sebagai berikut: ycsycI ycu = [ ya ]2 Keterangan : n : Jumlah sampel Z : Nilai yang sudah di standarisasi sesuai derajat keyakinan 95% . erarti nilai Z = 1,. S : Deviasi standar sampel atau estimasi deviasi standar populasi 0,25 E : Tingkat kesalahan yang ditolerir 0,05 Maka besarnya sampel untuk penelitian ini yaitu sebagai berikut: n = UOycs. ycIUO2 UOyaUU n = UO. UO UO0,05UU n = UO0,49UO2 UO0,05UU n = 96,04 Berdasarkan hasil perhitungan diatas, maka diperoleh hasil besarnya sampel adalah 96,04. Jadi jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini hasilnya dibulatkan yaitu menjadi 100 responden yang berada di Kota Bandung yang disebarkan secara merata yang dibagi menjadi 5 wilayah, yaitu Bandung Utara. Bandung Selatan. Bandung Timur. Bandung Barat dan Bandung Tengah. Menurut Sugiyono . , teknik non probability sampling adalah teknik yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 populasi untuk dipilih menjadi Jenis teknik non probability sampling yang digunakan yaitu Menurut Sugiyono sampling adalah teknik penentuan Alasan pemilihan sampel sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria sesuai dengan yang telah penulis tentukan. Kriteria responden yang digunakan pada penelitian ini, yaitu masyarakat yang sudah pernah melakukan tes PCR di Kota Bandung. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji dengan mengkorelasi masing-masing pernyataan dengan total skor masingmasing pernyataan atau corrected membandingkannya dengan nilai Berdasarkan hasil pengujian validitas menunjukkan nilai r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,197. Artinya, semua item pernyataan variabe harga, kualitas pelayanan dan keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung dapat dinyatakan Uji Reliabilitas Setelah validitas, langkah selanjutnya adalah Reliabilitas merupakan suatu alat ukur untuk mengetahui konsistensi jawaban Berdasarkan pengujian, maka hasil pengujian Economics Professional in Action (E-Profi. instrument penelitian adalah reliabel. Hal ini dapat dilihat bahwa penelitian ini mempunyai alpha yang lebih dari 0,70. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 Analisis meramalkan variabel terikat ketika variabel bebas dinaikkan atau Dari pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Dependent Variable: KEP Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: SPSS (Statistic Program for Social Scienc. Dari tabel diatas diperoleh bertanda positif sebesar 0,595, persamaan sebagai berikut: hal ini berarti apabila nilai X2 Y = 0,572 0,254X1 0,595X2 ualitas Dari hasil persamaan regresi mengalami perubahan dengan linear berganda tersebut, masingasumsi variabel harga tetap, diinterpretasikan sebagai berikut: melakukan tes PCR di Kota Nilai konstanta bertanda Bandung akan mengalami positif sebesar 0,572 yang perubahan sebesar 0,595. menunjukkan apabila variabel harga dan kualitas pelayanan. Analisis Koefisien Korelasi tidak ada perubahan atau sama Tabel 4. Hasil Analisis Koefisien dengan 0 maka keputusan Korelasi untuk melakukan tes PCR di Correlations Kota Bandung sebesar senilai 0,572. Pearson Correlation Variabel harga memiliki Sig. -taile. koefisien regresi bertanda positif sebesar 0,254, hal ini Pearson Correlation berarti apabila nilai X1 . Sig. -taile. mengalami perubahan dengan Pearson Correlation asumsi variabel kualitas KEP Sig. -taile. keputusan untuk melakukan **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. tes PCR di Kota Bandung Sumber: SPSS (Statistic Program akan mengalami perubahan for Social Scienc. sebesar 0,254. Variabel kualitas pelayanan memiliki koefisien regresi KEP Economics Professional in Action (E-Profi. Analisa: Hubungan antara variabel harga (X. terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung sebesar 0,632. Dengan Interpretasi skor kuat karena berada pada interval 0,60 Ae 0,799. Hubungan antara variabel kualitas pelayanan (X. terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung sebesar 0,717. Dengan Interpretasi skor kuat karena berada pada interval 0,60 Ae 0,799 Analisis Koefisien Determinasi Untuk menghitung berapa besar pengaruh . yang diberikan oleh harga (X. terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung secara parsial dapat diketahui melalui koefisien determinasi (K. , dengan rumus: Kd = r 2 ycu100% = . 2 x 100% = 39,94% e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 pada penelitian ini, misalnya seperti marketing, pengetahuan konsumen dan lain sebagainya. Lalu koefisien determinasi kualitas pelayanan (X. terhadap melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung secara parsial adalah sebagai berikut: Kd = r 2 ycu100% =. 2 x 100% = 51,41% Koefisien determinasi (K. adalah sebesar 51. 41% mempunyai arti bahwa kualitas pelayanan (X. berpengaruh terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung sebesar 51,41% sedangkan sisanya sebesar 48,59% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini, misalnya seperti kualitas produk, experiential marketing, pengetahuan konsumen dan lain sebagainya. Adapun perhitungan secara simultan untuk menghitung berapa besar pengaruh . yang diberikan oleh harga (X. dan kualitas pelayanan (X. terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung pada dapat diketahui dengan melihat nilai R square pada tabel model summary. Koefisien determinasi (K. adalah sebesar 39,94% mempunyai arti bahwa harga (X. berpengaruh terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung sebesar 39,94% sedangkan sisanya sebesar 60,06% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti Tabel 5. Analisis Koefisien Determinasi Secara Simultan Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Economics Professional in Action (E-Profi. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 Predictors: (Constan. KP. H Sumber : SPSS (Statistic Program for Social Scienc. Berdasarkan hasil output SPSS, diperoleh nilai R square sebesar 0,558 atau 55,8%. Secara Simultan besar pengaruh . antara harga (X. dan kualitas pelayanan (X. keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung secara bersama-sama adalah sebesar 55,8% sedangkan sisanya sebesar 44,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Uji Hipotesis Parsial (Uji . Tabel 6. Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji . Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Sig. Beta (Constan. Dependent Variable: KEP Sumber: SPSS (Statistic Program for Social Scienc. Pengujian Hipotesis Parsial Dari tabel 6 diatas, dapat dilihat bahwa nilai thitung yang diperoleh variabel harga (X. adalah sebesar 3,067. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai ttabel pada tabel distribusi Dengan = 0,05, df = n-k-1 = 1002-1 = 97, diperoleh nilai ttabel untuk pengujian dua pihak sebesar 1,985. Dari nilai-nilai diatas terlihat bahwa nilai thitung yang diperoleh variabel harga (X. sebesar 3,067 > ttabel 1,985, sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa H0 ditolak dan Ha Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara harga (X. terhadap melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung. Pengujian Hipotesis Parsial Dari tabel 6 diatas, dapat dilihat bahwa nilai thitung yang diperoleh variabel kualitas pelayanan (X. adalah sebesar 5,901. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai ttabel pada tabel distribusi t. Dengan = 0,05, df = n-k-1 = 100-2-1 = 97, diperoleh nilai ttabel untuk pengujian dua pihak sebesar 1,985. Dari nilai-nilai diatas terlihat bahwa nilai thitung yang diperoleh variabel kualitas pelayanan (X. sebesar 5,901 > ttabel 1,985, sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa H0 ditolak dan Ha Economics Professional in Action (E-Profi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan terhadap keputusan masyarakat untuk e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 4 No. 01 Maret 2022 melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung. Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: KEP Predictors: (Constan. KP. H Sumber: SPSS (Statistic Program for Social Scienc. Berdasarkan tabel 7 diatas, dapat dilihat bahwa nilai Fhitung sebesar 61,147. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai Ftabel pada tabel distribusi F. Dengan = 0,05, df2 = n-k-1 = 100-2-1 = 97, diperoleh Ftabel sebesar 3,09. Dengan demikian Fhitung 61,147 > Ftabel 3,09 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara harga (X. dan kualitas pelayanan (X. terhadap melakukan tes PCR (Y) di Kota Bandung. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan tentang harga dan keputusan untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Variabel harga yang ditawarkan untuk tes PCR di Kota Bandung dapat dikatakan tinggi. Variabel kualitas pelayanan dapat dikatakan kurang baik. Variabel keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung dapat dikatakan tinggi. Berdasarkan koefisien determinasi bahwa harga berpengaruh terhadap keputusan untuk melakukan tes PCR dengan pengaruh sebesar 39,94%. Dapat dilihat juga bahwa thitung 3,067 > ttabel 1,985 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terhadap keputusan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung Berdasarkan koefisien determinasi diantara berpengaruh terhadap keputusan untuk melakukan tes PCR dengan pengaruh sebesar 51,41%. Dapat dilihat juga bahwa thitung 5,901 > ttabel 1,985 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti experiential marketing memiliki terhadap keputusan masyarakat Economics Professional in Action (E-Profi. untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung. Berdasarkan koefisien determinasi diantara bahwa harga dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap keputusan untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung dengan pengaruh sebesar 55,8%. Dapat dilihat juga bahwa Fhitung 61,147 > Ftabel 3,09 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti harga dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Bandung. REFERENSI