JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Aku. Menggunakan Metode Certainty Factor Aisyah Nurhuda 1 . Iskandar Zulkarnain 2 . Juniar Hutagalung 3 Sistem Informasi. STM IK Triguna Dharma Sistem Komputer. STM IK Triguna Dharma Email: 1ayicha21@gmail. com, 2iskandarzulkarnain. tgd@gmail. com, 3juniarhutagalung991@gmail. Email Penulis Korespondensi: ayicha21@gmail. Abstrak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Aku. adalah penyakit infeksi pernapasan yang menyerang salah satu atau lebih bagian dari saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, udara tercemar dan alergi benda-benda tertentu. ISPA adalah penyakit y ang sering terjadi pada anak, dikarenakan sistem kekebalan tubuh anak masih rendah. Tetapi bukan berari orang dewasa tidak bisa t erkena penyakit ini. Banyak orang tua yang tidak mengetahui bagaimana gejala dan tindakan awal jika anak terserang penyakit ISP A. Jenis ISPA yang paling sering menyerang anak adalah Commond Cold. Biasanya orang tua baru akan membawa anaknya ke dokter setelah kondisinya parah. Hal ini yang menyebabkan tingginya angka kematian karena ISPA pada anak. Oleh karena itu, maka dibutuhkanlah sebuah sistem yang akan menjadi Knowledge Assistant untuk membantu membantu mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi terkait peyakit ISPA dengan menggunakan metode Certainty Factor. M etode Certainty Factor merupakan metode yang menggambarkan tingkat keyakinan seorang pakar dengan menggunakan nilai keyakinan dan ketidakyakinan dalam mengukur tingkat diagnosis berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien. Hasil yang diperoleh adalah terciptanya sebuah Sistem Pakar dengan penerapan M etode Certainty Factor yang dapat membantu pihak puskesmas dalam mendiagnosis penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Aku. , sehingga penanganan bisa dilakukan dengan lebih cepat. Kata Kunci: Sistem Pakar. Certainty Factor. ISPA. Saluran Pernapasan. Commond Cold. Abstract ARI (Acute Respiratory Infectio. is a respiratory infectious disease that attacks one or more parts of the respiratory tract caused by bacteria, viruses, fungi, polluted air and allergies to certain objects. ARI is a disease that often occurs in children, because the childAos immune system is still low. But that doesnAot mean adult canAot get this disease. Many parents donAot know what the symptoms and initial action are if their child has an ARI. The type of ARI that most often is the Commond Cold. Usually the parents will take their children to the doctor after their condition is severe. This is what causesthe high mortality rate due to ARI in children. Therefore, a system is needed that will become a Knowledge Assistant to help make it easier for the public to obtain information related to ARI diseases by using the Certainty Factor method. The Certainty Factor method is a method that describes the level of confidence of an expert by using the value of confidence and uncertainty in measuring the level of diagnosis based on the symptoms experienced by the patient. The result obtained is the creation of an Expert System with the application of the Certainty Factor method which can assist the puskesmas in diagnosing ARI (Acute Respiratory Infectio. , so that treatment can be carried out more quickly. Keywords: Expert System. Certainty Factor. ARI. Respiratory. Commond Cold. PENDAHULUAN Infeksi saluran pernapasan akut atau sering disebut sebagai ISPA adalah terjadinya infeksi yang parah pada bagian sinus, tenggorokan dan saluran pernapasan. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini . ISPA adalah penyakit gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus dan bakteri sehingga dapat menimbulkan infeksi ringan sampai penyakit parah atau mematikan akibat faktor lingkungan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala dan cara penanganan penyakit ISPA merupakan salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian akibat penyakit ISPA. Salah satu penyebabnya adalah virus seperti Rotavirus, virus Influensa, bakteri Streptococcus pneumoniae dan bakteri Staphylococcus aureus. ISPA merupakan salah satu penyebab utama dari tingginya angka kematian dan angka kesakitan pada balita dan bayi di Indonesia. Peran sistem pakar yang dibuat dalam bentuk aplikasi sangat diperlukan untuk membantu seseorang dalam melakukan diagnosa penyakit ISPA secara mudah dan cepat . Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat memudahkan proses diagnosa dan memiliki kemampuan layaknya seorang dokter. Sistem yang dimaksud adalah sistem pakar. Sistem pakar adalah sistem yang meniru apa yang dilakukan oleh seorang ahli ketika berhadapan dengan masalah yang kompleks, berdasarkan pada pengetahuan yang dimilikinya . Pengetahuan sistem pakar terbentuk dari aturan atau pengalaman perilaku elemen dari sebuah bidang ilmu tertentu . Kecerdasan buatan merupakan adalah sebuah bidang keilmuan dengan pemfokuskan berupa perancangan sistem yang dapat melakukan sebuah tindakan cerdas dalam sudut pandang manusia dan salah satu ruang lingkup dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence adalah sistem pakar. Sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan seorang pakar/ahli dalam mengambil suatu keputusan untuk menyelesaikan masalah . Penerapan sistem pakar juga banyak digunakan dalam dunia medis, termasuk penggunaan metode Certainty Factor (CF) pada beberapa kasus. Sistem pakar memiliki banyak metode salah satu metode sistem pakar yang bisa membantu memecahkan masalah pada penyakit ISPA adalah metode Certainty Factor (CF). Teori Certainty Factor (CF) adalah salah satu teori untuk menentukan nilai kepastian dan ketidakpastian dari sebuah kasus. Seorang pakar . isalnya dokte. Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 1 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi menganalisis informasi atau data dengan ungkapan kepastian atau ketidakpastian dengan metode Certainty Factor terhadap masalah yang dihadapi. Certainty Factor atau jika dalam bahasa matematika bisa dipanggil dengan fuzzy logic merupakan metode yang mendefinisikan ukuran kepastian terhadap suatu fakta untuk menggambarkan keyakinan seorang pakar dan pengguna terhadap masalah yang sedang dialami atau dihadapi. Nilai certainty factor dari pakar diambil dari pakar itu sendiri, nilai tersebut muncul sesuai dengan seberapa tinggi kepercayaan pakar terhadap suatu rule . METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian Dalam pengumpulan data terdapat teknik atau tahapan yang dapat dilakukan untuk memperoleh sebuah informasi mengenai data yang diperlukan dalam penelitian yang bertujuan untuk mempertimbangkan hasil yang dapat diuraikan. Ada beberapa teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data diantaranya, yaitu : Observasi Dalam teknik pengumpulan data dengan cara observasi, peneliti melakukan pra - riset terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi mengenai data yang diperlukan oleh peneliti. Melakukan pengamatan dengan cara meninjau secara langsung ke lokasi penelitian yaitu Puskesmas Gunung Meriah untuk melakukan informasi tentang data terkait penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Aku. yang akan digunakan dalam proses diagnosa penyakit tersebut. Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung dengan narasumber yaitu seorang pakar guna untuk mendapatkan dan mengumpulkan sebuah informasi dan data yang Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung kepada dr. Rahmah Fauziah. Dari pengumpulan data melalui wawancara tersebut diperoleh data gejala, data penyakit dan basis pengetahuan tentang penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Aku. Didalam penerapan metode Certainty Factor terdapat langkah Ae langkah yang digunakan. Adapun langkah -langkah dari metode Certainty Factor tersebut adalah menentukan jenis penyakit, menentukan gejala penyakit, menentukan baris aturan, menetukan asumsi data penyakit, menentukan nilai MB dan MD, melakukan perhitungan metode certainty factor dan mengambil kesimpulan diagnosis. 2 Kerangka Penelitian Didalam penerapan metode Certainty Factor terdapat kerangka penelitian yang digunkanan, adalah sebagai berikut: Menentukan jenis penyakit. Menentukan gejala penyakit. Menenntukan baris aturan. Menentukan asumsi data penyakit. Menentukan nilai MB dan MD. Melakukan perhitungan metode Certainty Factor. Mengambil kesimpulan diagnosis. 3 Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Aku. ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Aku. merupakan penyakit menular penyebab kesakitan dan kematian dari penyakit infeksi di dunia. Prevalensi ISPA pada balita di Indonesia secara keseluruhan sebesar 12,8% (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2. Udara yang tercemar juga sangat berpotensi dalam proses penularan penyakit ISPA. Itu sebabnya ISPA dikategorikan sebagai Airborne Disease . enyakit yang menyebar lewat udar. Pencemaran yang ditularkan lewat udara adalah proses awal mula terjadinya pencemaran tanpa adanya kontak terhadap si penderita dan juga dengan benda tercemar . Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah salah satu infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan baik salah satu bagian ataupun lebih . 4 Sistem Pakar Expert System atau yang lebih sering disebut dengan sistem pakar merupakan sebuah program berbasis pengetahuan yang mencakup pengetahuan dan pengalaman oleh satu atau lebih pakar dalam bidang pengetahuan yang tertentu . Sistem pakar adalah suatu sistem yang dirancang untuk dapat menirukan keahlian seorang pakar dalam menjawabpertanyaan dan memecahkan suatu masalah. Dengan bantuan sistem pakar, seorang yang bukan pakar atau ahli dapat menjawab pertanyaan, menyelesaikan masalah serta mengambil keputusan yang biasanya dilakukan oleh seorang pakar . 5 Certainty Factor Certainty factor (CF) adalah suatu algoritma yang digunakan pada saat menghadapi suatu masalah yang jawabannya adalah tidak pasti. Ketidakpastian ini merupakan probabilitas. Certainty Factor menyatakan kepercayaan dalam sebuah kejadian . akta atau hipotesi. berdasarkan bukti penilaian pakar. Certainty factor akan melakukan proses penalaran Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 2 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi seperti halnya yang dilakukan oleh seorang pakar dengan tujuan untuk mendapatkan nilai kepercayaan . Untuk mendapatkan tingkat keyakinan dengan metode Certainty Factor terdapat cara yang dilakukan, yaitu . CF(Rul. = MB(H,E) Ae MD(H,E) . MB(H,E) = { max . cE . ,ycE. ]OeycE. } P(H) = 1 max . OeycE. MD(H,E) = { min . cE . ,ycE. ]OeycE. a ) } P(H) = 0 min . OeycE. CFcombine. = CF1 CF2 * . - CF. Keterangan : CF (Rul. : Faktor kepastian MB(H,E) : Measure of belief . kuran kepercayaa. MD(H,E) : Measure of disbelief . kuran ketidakpercayaa. P(H) : Probabilitas kebenaran terhadap hipotesis H P(H,E) : Probabilitas bahwa H benar karena fakta E HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Menentukan Jenis Penyakit Berdasarkan hasil wawancara dengan pakar di Puskesmas Gunung Meriah dengan dr. Rahmah Fauziah, maka didapati data jenis penyakit sebagai berikut : Tabel 1. Jenis Penyakit ISPA Kode Penyakit Nama Penyakit Laringitis Tonsilitis Commond Cold Faringitis Sinusitis 2 Menentukan Gejala Penyakit Berdasarkan hasil wawancara dengan pakar di Puskesmas Gunung Meriah dengan dr. Rahmah Fauziah, maka didapati data gejala penyakit sebagai berikut : Tabel 2. Gejala Penyakit ISPA Kode Gejala Nama Gejala G01 G02 Batuk Demam G03 Hidung Tersumbat G04 G05 Suara Serak Suara Sengau G06 G07 Nyeri Saat Menelan Nafas Berbau G08 G09 Lendir Pada Hidung Disertai Darah Bersin G10 G11 Sakit Kepala Nyeri Tenggorokan G12 G13 Nyeri Pada Wajah Nyeri Telinga 3 Menentukan Baris Aturan (Rul. Berdasarkan hasil wawancara dengan pakar di Puskesmas Gunung Meriah dengan dr. Rahmah Fauziah, maka dapat dibentuk masing-masing gejala pada setiap penyakit sebagai berikut : Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 3 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Tabel 3. Data Gejala Penyakit ISPA Data Penyakit ISPA Kode Gejala Nama Gejala G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 Batuk Demam Hidung Tersumbat Suara Serak Suara Sengau Nyeri saat Menelan Nafas Berbau G08 Lendir pada Hidung Disertai Darah G09 G10 G11 G12 G13 Bersin Sakit Kepala Nyeri Tenggorokan Nyeri Wajah Nyeri Telinga Laringitis Tonsilitis Oo Oo Oo Oo Oo Oo Commond Cold Oo Oo Oo Faringitis Sinusitis Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo 4 Menentukan Asumsi Data Penyakit Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat diasumsikan data penyakit. Asumsi data penyakit sebanyak 60 pasien yang mengalami penyakit ISPA. Sehingga dapat dideskripsikan sebagai berikut : Tabel 4. Jumlah Kasus Penyakit ISPA Kode Penyakit Penyakit Jumlah Kasus Terjangkit Laringitis Tonsilitis Commond Cold Faringitis Sinusitis Total 5 Penerapan Metode Certainty Factor Certainty Factor adalah metode yang digunakan untuk menyatakan tingkat keyakinan seorang pakar dalam suatu kejadian atau fakta. Untuk mengasumsikan tingkat keyakinan seorang pakar, maka digunakan langkah -langkah sebagai berikut : 1 Menentukan Nilai CF Untuk menentukan nilai CF, maka digunakan data yang ada pada rumusan yang telah ditentukan, adapun langkah langkahnya sebagai berikut: Menentukan nilai P(H) untuk setiap penyakit Nilai probabilitas setiap penyakit diambil dari nilai kasus yang terjadi dari data sample sebagai berikut : P (H1. E) = P (H2. E) = P (H3. E) = P (H4. E) = P (H5. E) = ycE . ycE . ycE . ycE . ycE . ycE . ycE . ycE . ycE . ycE . = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 4 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Menentukan nilai P(H) untuk setiap gejala Nilai probabilitas pada setiap gejala diambil dari banyaknya pasien yang mengalami gejala tersebut dibagi dengan jumlah pasien yang mengalami penyakit pada rule yang bersangkutan. Jenis Penyakit Laringitis ycE . P (H1. = = 0. ycE . ycE . P (H1. = = 0. ycE . ycE . P (H1. = = 0. ycE . ycE . P (H1. = = 0. ycE . ycE . P (H1. = = 0. ycE . 7 Jenis Penyakit Tonsilitis ycE . P (H2. = = 0. ycE . ycE . P (H2. = 0. ycE . 15 ycE . P (H2. = = 0. ycE . ycE . P (H2. = 0. ycE . ycE . P (H2. = 0. ycE . 15 ycE . P (H2. = = 0. ycE . Jenis Penyakit Commond Cold ycE . P (H3. = 0. ycE . ycE . P (H3. = 0. ycE . ycE . P (H3. = 0. ycE . ycE . P (H3. = 0. ycE . ycE . P (H3. = 0. ycE . 17 ycE . P (H3. = = 0. ycE . Jenis Penyakit Faringitis ycE . P (H4. = = 0. ycE . ycE . P (H4. = = 0. ycE . ycE . P (H4. = = 0. ycE . ycE . P (H4. = = 0. ycE . ycE . P (H4. = = 0. ycE . Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 5 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Jenis Penyakit Sinusitis ycE . P (H5. = = 0. ycE . 12 ycE . P (H5. = = 0. ycE . ycE . P (H5. = 0. ycE . ycE . P (H5. = 0. ycE . 12 ycE . P (H5. = = 0. ycE . 12 ycE . P (H5. = = 0. ycE . 12 ycE . P (H5. = = 0. ycE . 12 Menentukan nilai MB(H,E) Setelah diketahui nilai P(H) untuk penyakit dan setiap gejala, maka diimplementasikan dengan rumus berikut : max [ ycE( ya . a ) , ycE. a )] Oe P(H) MB(H1. = max [ 1,. Oe P(H) max [ 0. 43,0. Oe 0. max [ 1,. Oe 0. 43 Oe 0. 1 Oe 0. = 0. Kemudian, nilai MB dicari untuk setiap gejala pada setiap jenis penyakit . Menentukan nilai MD(H,E) Selanjutnya dicari nilai MD(H,E) sebagai berikut : min[ ycE . a ) , ycE. a ) ] Oe P (H) MD [ H1. = min[ 1,. Oe P (H) min [ 0. 43,0. Oe 0. min[ 1,. Oe 0. 12 Oe 0. = 0 0 Oe 0. Lanjutkan perhitungan hingga seluruh nilai MD diketahui, karena nilai pembagi pada rumus ini adalah nilai minimum 0 . Menentukan nilai CF Rumus mencari nilai pakar yaitu dengan mengurangkan nilai MB dengan MD yang telah didapatkan sebelumnya. Setiap gejala memiliki bobot nilai menggunakan rumus : CF(Rul. = MB(H,E) Ae MD(H,E) CF(H1,E. = 0. 35 Ae 0 = 0. Kode Penyakit Nama Penyakit Laringitis Tabel 5. Nilai CF Kode Gejala Nama Gejala G01 Batuk G02 Demam G04 Suara Serak G11 Nyeri Tenggorokan G13 Nyeri Telinga Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 6 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi G01 Batuk G02 Demam G04 Suara Serak G06 Nyeri Saat Menelan G11 Nyeri Tenggorokan G13 Nyeri Telinga G01 Batuk G02 Demam G03 Hidung Tersumbat G05 Suara Serak G09 Bersin G10 Sakit Kepala G02 Demam G04 Suara Serak G06 Nyeri Saat Menelan G10 Sakit Kepala G11 Nyeri Tenggorokan G01 Batuk G02 Demam G07 G10 Nafas Berbau Lendir pada Hidung Disertai Darah Sakit Kepala G12 Nyeri pada Wajah Tonsilitis Commond Cold Faringitis Sinusitis G08 2 Penyelesaian Kasus dengan CF Pada studi kasus ini seseorang diduga terinfeksi penyakit Commond Cold. Berikut ini adalah gejala-gejala yang dialami pasien : Batuk (G. Demam (G. Hidung Tersumbat (G. Suara Sengau (G. Bersin (G. Nyeri Tenggorokan (G. Untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita, nilai CF dari seluruh gejala -gejala yang dialami kemudian akan dimasukkan ke dalam rumus combine sebagai berikut : Gejala yang mengindikasikan pada P1 (Laringiti. adalah : (G01. G02. CF(CF1. CF. = CF1 CF2 * . - CF. CF(G01 AND G. = 0. 84 * . Ae 0. = 0. 896 (CFcombine1 ) CF(CFcombine1 AND G. = 0. 84 * . Ae 0. = 0. 98336 (CFcombine2 ) Maka nilai kepercayaan terhadap P1 adalah 0. 98336 x 100% = 98. Gejala yang mengindikasikan pada P2 (Tonsiliti. adalah : (G01. G02. CF(CF1. CF. = CF1 CF2 * . - CF. CF(G01 AND G. = 0. 56 * . Ae 0. = 0. 648 (CFcombine1 ) CF(CFcombine1 AND G. = 0. 83 * . Ae 0. = 0. 94016 (CFcombine2 ) Maka nilai kepercayaan terhadap P2 adalah 0. 94016 x 100% = 94. Gejala yang mengindikasikan pada P3 (Commond Col. adalah : (G01. G02. G03. G05,G. CF(CF1. CF. = CF1 CF2 * . - CF. CF(G01 AND G. = 0. 58 * . Ae 0. = 0. 7606 (CFcombine1 ) CF(CFcombine1 AND G. = 0. 67 * . Ae 0. = 0. 920998 (CFcombine2 ) Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 7 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi CF(CFcombine2 AND G. = 0. 67 * . Ae 0. = 0. 97392934 (CFcombine3 ) CF(CFcombine3 AND G. = 0. 75 * . Ae 0. = 0. 993482335 (CFcombine4 ) Maka nilai kepercayaan terhadap P3 adalah 0. 993482335 x 100% = 99. Gejala yang mengindikasikan pada P4 (Faringiti. adalah : (G02. CF(CF1. CF. = CF1 CF2 * . - CF. CF(G02 AND G. = 0. 87 * . Ae 0. = 0. 9311 (CFcombine1 ) Maka nilai kepercayaan terhadap P4 adalah 0. 9311 x 100% = 93. Gejala yang mengindikasikan pada P5 (Sinusiti. adalah : (G01. CF(CF1. CF. = CF1 CF2 * . - CF. CF(G01 AND G. = 0. 59 * . Ae 0. = 0. 7417 (CFcombine1 ) Maka nilai kepercayaan terhadap P5 adalah 0. 7417 x 100% = 74. Berdasarkan hasil diagnosis yang didapat atas contoh kasus tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pasien kemungkinan besar menderita penyakit ISPA dengan jenis penyakit Commond Cold dengan tingkat probabilitas terhadap penyakit tersebut adalah 99. 34 %. 6 Implementasi Sistem Hasil tampilan antarmuka adalah tahapan dimana sistem atau aplikasi siap untuk dioperasikan pada keadaan yang sebenarnya sesuai dari hasil analisis dan perancangan yang dilakukan, sehingga akan diketahui apakah sistem atau aplikasi yang dirancang benar-benar dapat menghasilkan tujuan yang dicapai. Tampilan Menu Utama Form Menu Utama adalah halaman utama dari aplikasi. Gambar 1. Form Menu Utama Tampilan Halaman Diagnosa Halaman Diagnosa adalah menu yang digunakan user untuk melakukan diagnosa mandiri dari penyakit ISPA. Gambar 2. Form Halaman Diagnosa Tampilan Halaman Hasil Diagnosa Halaman Hasil Diagnosa menggambarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan oleh sistem. Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 8 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Gambar 3. Form Hasil Diagnosa Tampilan Halaman Login Admin Halaman Login Admin adalah halaman yang berfungsi memberikan akses kepada admin untuk mengelola data. Gambar 4. Form Login Admin Tampilan Halaman Dashboard Admin Halaman Dashboard Admin merupakan tampilan dari halaman utama admin pada sistem yang telah dibangun. Gambar 5. Form Dashboard Admin Tampilan Data Gejala Halaman Data Gejala adalah halaman yang berfungsi bagi seorang admin dalam mengelola data gejala. Gambar 6. Form Data Gejala Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 9 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Tampilan Data Penyakit Halaman Data Penyakit adalah halaman yang berfungsi bagi seorang admin untuk mengelola data penyakit. Gambar 7. Form Data Penyakit Tampilan Data Basis Pengetahuan Halaman Data Basis Pengetahuan adalah halaman yang berfungsi bagi seorang admin untuk mengelola data Gambar 8. Form Data Basis Pengetahuan Tampilan Data Pasien Halaman Data Pasien adalah halaman yang berfungsi bagi seorang admin untuk mengelola data pasien. Gambar 9. Form Data Pasien Tampilan Data Admin Halaman Data Admin adalah halaman yang berfungsi untuk mengelola username dan password admin. Gambar 10. Form Data Admin Aisyah Nurhuda, 2025. Hal 10 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 01-11 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Tampilan Laporan Hasil Diagnosa Laporan Hasil Diagnosa menggambarkan hasil diagnosa pasien. Gambar 11. Form Laporan Hasil Diagnosa KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis permasalahan terkait mendiagnosis penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Aku. , sistem dapat digunakan oleh pasien, admin puskesmas ataupun dokter di Puskesmas Gunung Meriah untuk melakukan diagnosis penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Aku. secara akurat yang dapat mengeluarkan output berupa nilai kemungkinan dan hasil diagnosis dengan menerapkan metode Certainty Factor sebagai alat perhitungan. Dalam mendiagnosis penyakit ISPA terlebih dahulu ditentukan nilai mb dan md pada setiap gejala berdasarkan sampel riwayat kasus yang telah terjadi sebelumnya dan kemudian menghitung nilai kemungkinan hasil diagnosis penyakit berdasarkan basis aturan (Rulebas. pada setiap gejala. Perancangan dan pembangunan sistem dirancang terlebih dahulu dengan menggunakan bahasa pemodelan UML. Kemudian dibangun berbasis web dengan desain tampilan antarmuka (Interfac. dan setelah itu pada tahapan penulisan kode program (Codin. pada setiap form agar sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan hasil uji dan implementasi, sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan perhitungan yang dihasilkan oleh sistem sama dengan hasil perhitungan manual yang dilakukan dengan menggunakan metode Certainty Factor. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih disampaikan kepada dosen pembimbing Bapak Iskandar Zulkarnain dan Ibu Juniar Hutagalung serta pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses penyelesaian penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA