Jurnal Surya Beton Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 p-ISSN : 2302-5166, e-ISSN : 2776-1606 https://jurnal. id/index. php/suryabeton Penilaian Kondisi Perkerasan Jalan Dengan Metode Bina Marga Dan SDI (Studi Kasus: Ruas jalan Redin-Tlogosono. Jln. Mayjen DI Panjaitan. TunjunganWonorot. Donan Kelvin Iyyaka Nusuki1*. Agung Nusantoro1. Sriyono 2 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo 1 Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo2 Email: kelvindk15@gmail. Abstrak. Jalan merupakan prasarana transportasi yang menunjang aktivitas ekonomi, sosial, dan pembangunan Kondisi jalan yang baik meningkatkan mobilitas dan keselamatan pengguna, sedangkan kerusakan jalan dapat menghambat aktivitas serta menimbulkan kerugian hingga kecelakaan. Ruas jalan Redin-Tlogosono. Mayjen DI Panjaitan, dan Tunjungan-Wonoroto di Kabupaten Purworejo merupakan jalur penting yang mengalami berbagai jenis kerusakan, seperti lubang, retak, dan amblas. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis kerusakan yang dominan, menganalisis perbedaan hasil, serta menentukan penanganan yang sesuai. Penenlitian ini menggunakan teknik kuantitatif, pengukuran objektif untuk mengetahui kekasaran permukaan, jumlah lubang, tambalan, retak, lebar keretakan, amblas ,dan alur. Penelitian ini menggunakan Metode Bina Marga dan SDI, hasil dari kedua metode di bandingkan untuk mengetahui perbedaan hasil dan penanganan pada ruas jalan tersebut. Hasil Analisis ruas jalan Redin-Tlogosono metode Bina Marga didominasi kerusakan lubang, nilai urutan prioritas 11, penanganan program pememliharaan rutin, sedangkan metode SDI didominasi kerusakan retak dan lubang, kondisi permukaan jalan dengan rating baik, sedang, dan rusak ringan dengan penanganan panjang 1610 m pemeliharaan rutin, 900 m pemeliharaan berkala, 400 m rehabilitasi. Ruas jalan Mayjen DI Panjaitan metode Bina Marga didominasi kerusakan tambalan, nilai urutan prioritas 11, penanganan pemeliharaan rutin, sedangkan metode SDI didominasi kerusakan retak, kondisi permukaan jalan dengan rating baik dengan penanganan panjang 1350 m pemeliharaan rutin. Ruas jalan Tunjungan-Wonoroto metode Bina Marga didominasi kerusakan lubang, nilai urutan prioritas 11, penanganan pemeliharaan rutin, sedangkan metode SDI didominasi oleh kerusakan lubang, kondisi permukaan jalan dengan rating baik, sedang, dan rusak ringan dengan penanganan panjang 625 pemeliharaan rutin, 948 m pemeliharaan berkala, 100 m rehabilitasi. Kata kunci : Perkerasan Jalan. Bina Marga. Surface Distress Index. Abstract. Roads are transportation infrastructure that support economic, social, and regional development activities. Good road conditions improve user mobility and safety, while road damage can hamper activities and cause losses and accidents. The Redin-Tlogosono. Mayjen DI Panjaitan, and Tunjungan-Wonoroto roads in Purworejo Regency are important routes that experience various types of damage, such as potholes, cracks, and sinkholes. This study aims to determine the dominant types of damage, analyze differences in results, and determine appropriate treatment. This study used quantitative techniques and objective measurements to determine surface roughness, the number of potholes, patches, cracks, crack widths, sinkholes, and grooves. This study used the Bina Marga Method and SDI, and the results of both methods were compared to determine differences in results and treatment options for these road sections. Analysis results of the Redin-Tlogosono road section using the Bina Marga method are dominated by pothole damage, priority value 11, routine maintenance program handling, while the SDI method is dominated by cracks and potholes, road surface conditions with good, moderate, and light damage ratings with a length of 1610 m routine maintenance, 900 m periodic maintenance, 400 m rehabilitation. The Mayjen DI Panjaitan road section Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . using the Bina Marga method is dominated by patch damage, priority value 11, routine maintenance handling, while the SDI method is dominated by cracks, road surface conditions with a good rating with a length of 1350 m routine The Tunjungan-Wonoroto road section using the Bina Marga method is dominated by pothole damage, priority value 11, routine maintenance handling, while the SDI method is dominated by pothole damage, road surface conditions with good, moderate, and light damage ratings with a length of 625 routine maintenance, 948 m periodic maintenance, 100 m rehabilitation. Keywords: Road Paving. Bina Marga. Surface Distress Index. Pendahuluan Jalan merupakan prasarana transportasi yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan perekonomian, baik antara satu kota dengan kota lainnya, antara kota dengan desa, antara satu desa dengan desa Pembangunan jalan raya juga mendorong pertumbuhan ekonomi, pertanian, pembangunan, dan sektorsektor lain di suatu wilayah. Di sisi lain, kerusakan pada jalan dapat menyebabkan berbagai kerugian bagi penguna jalan, seperti terganggunya kelancaran lalu lintas, berkurangnya kenyamanan berkendara, bahkan menimbulkan korban jiwa jika tidak segera diperbaiki oleh pihak berwenang. Ruas jalan Redin-Tlogosono, jalan Mayjen DI Panjaitan, ruas jalan Tunjungan-Wonoroto Kabupaten Purworejo terdapat beberapa kerusakan pada permukaan perkerasan seperti jalan yang berlubang, retak-retak, amblas, dan penambalan jalan yang tidak rata. Kerusakan ini disebabkan oleh beban kendaraan yang berulang-ulang. Penelitian tentang kondisi permukaan perkerasan jalan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi permukaan jalan yang mengalami kerusakan. Penilaian kondisi permukaan jalan dapat dilakukan dengan Metode Bina Marga dan Metode Surface Distress Index (SDI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kerusakan yang dominan serta menilai kondisi tingkat kerusakan jalan dengan metode Bina Marga dan SDI untuk menentukan jenis penanganan jalan. Yuntus, dkk . dalam penelitian AuAnalisis Kerusakan Perkerasan Lentur dengan Metode PCI. SDI, dan Bina Marga (Studi Kasus: Jalan Poros Sangatta Ae Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timu. Ay. Penelitian ini dilatarbelakangi jalan yang sering dilewati oleh kendaraan-kendaraan yang berat, sehingga jalan mengalami kerusakan. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan kondisi jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur pada ketiga metode yaitu pada metode Bina Marga didapat nilai Urutan Prioritas 9 termasuk jenis pemeliharaan rutin. Metode SDI didapat hasil 29,25 < 50 sehingga termasuk pemeliharaan rutin. Sementara, metode PCI memperoleh hasil 83,65 dengan kondisi sangat baik yang termasuk jenis penanganan pemeliharaan rutin. Dengan adanya penelitian kondisi jalan yang menggunakan metode PCI. SDI, dan Bina Marga dapat mendeskrispisakn kondisi jalan Poros Sangatta Ae Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur, yang dapat digunakan sebagai acuan untuk penanganan pada jalan tersebut. Putri, dkk . dalam penelitian AuAnalisis Kerusakan Jalan Metode Surface Distress Index (SDI) (Studi Kasus: Ruas Jalan Taman Karya Kota Pekanbaru )Ay. Penelitian ini dilatarbelakangi jalan lokal yang mengalami kerusakan ringan maupun kerusakan berat. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi jalan Taman Karya Kota Pekanbaru STA 0 000 sampai STA 1 800, berdasarkan metode SDI terdapat 4 unsur kerusakan yaitu luas retak sebesar 41,91%, dengan lebar retak 242,2 mm, jumlah kerusakan lubang sebanyak 129, dan rata-rata kedalaman alur sebesar 39,9 Hasil perhitungan SDI menunjukkan bahwa kondisi jalan pada ruas jalan Taman Karya masih dalam kondisi Purnomo dan putra, . dalam penelitian AuAnalisis Kerusakan Jalan dengan Metode PCI. SDI, dan Bina Marga Serta Alternatif Penanganan Kerusakan (Studi Kasus: Jalan Raya Poros Gresik - Lamongan KM 36-. Ay. Penelitian ini dilatarbelakangi jalan yang sering dilewati oleh kendaraan-kendaraan yang bermuatan tinggi, sehingga jalan mengalami kerusakan. Hasil penelitian ini menunjukkan ruas Jalan Raya Poros Gresik Ae Lamongan KM 36-39 didapat jenis kerusakan pelepasan butir, lubang, retak kotak, retak samping, tambalan, keriting, retak buaya, retak memanjang, retak selip, retak sambungan dan retak melintang. Metode Bina Marga didapat nilai urutan prioritas 7 yang masuk ke dalam program pemeliharaan rutin. Metode PCI rata-rata didapat nilai kurang dari 60, dapat dilakukan Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . penanganan rehabilitasi pada kerusakan. Metode SDI didapatkan nilai 45 yang berarti dalam kondisi baik. Penanganan yang dilakukan mengacu kepada buku Petunjuk Praktis Pemeliharaan Rutin Jalan . berupa pengaspalan. Penambalan, dan Perataan. Salsabilla, dkk . dalam penelitian AuAnalisis Penanganan Kerusakan Jalan dengan Menggunakan Metode Bina Marga dan PCI (Pavement Condition Inde. Ay. Penelitian ini dilatarbelakangi jalan yang memiliki kepadatan volume lalu lintas yang cukup tinggi karena merupakan jalur arternatif, sehingga jalan mengalami kerusakan kecil maupun besar. Hasil penelitian ini yaitu penentuan kondisi jalan dengan Metode PCI, diperoleh tingkat kondisi kerusakan untuk Jl. Joyo Agung sebesar 41,72 (Sedan. Jl. Joyosari sebesar 40,50 (Sedan. Jl. Joyo Utomo sebesar 51,50 (Sedan. Jl. Joyo Tambaksari sebesar 62,00 (Sedan. Nilai urutan prioritas berdasarkan metode Bina Marga untuk Jl. Joyo Agung dan Jl. Joyo Utomo adalah 7, sedangkan Jl. Joyosari dan Jl. Joyo Tambaksari adalah 8 yang artinya kondisi jalan tersebut masuk kedalam program penanganan pemeliharaan rutin. Metode Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif, pengukuran objektif dan analisis matematis terhadap sampel Analisis data menggunakan metode Bina Marga dan Surface Distress Index (SDI). 1 Metode Bina Marga Metode Bina Marga merupakan metode yang ada di indonesia yang mempunyai hasil akhir yaitu urutan prioritas serta bentuk program pemeliharaan sesuai nilai yang didapat dari urutan prioritas, jenis kerusakan jalan berdasarkan metode Bina Marga berupa kekasaran permukaan, tambalan, lubang, retak, amblas, dan alur. Tabel 1. Penentuan Angka Kondisi Berdasarkan Jenis Kerusakan Berdasarkan Metode Bina Marga. Retak-Retak Tipe Angka Lebar Angka Buaya >2 mm Acak 1-2 mm Melintang <1 mm Memanjang Tidak ada Tidak ada Jumlah Kerusakan Angka >30% 10-30% <10% Tidak ada Kekasaran Permukaan Tambalan dan Lubang Jenis Angka Luas Angka Disintegration >30% Pelepasan Butir 20-30% Rough 10-20% Fatty <10% Close Texture Amblas Alur Kedalaman Angka Kedalaman Angka >5/100 m >20 mm 2-5/100 m 11-20 mm 0-2/100 m 6-10 mm Tidak ada 0-5 mm Sumber: Direktorat Jenderal Bina Marga, 1990. Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Tabel 2. Penetapan Nilai Kondisi Berdasarkan Total Angka Kerusakan Total Angka Kerusakan Nilai Kondisi Jalan Sumber: Direktorat Jenderal Bina Marga, 1990. Tabel 3. Kelas Lalu Lintas Untuk Pekerjaan Pemeliharaan LHR KELAS LALU LINTAS (SMP/Har. <20 >50000 Sumber: Direktorat Jendral Bina Marga, 1990. Tabel 4. Tindakan Yang Diambil Berdasarkan Hasil Urutan Prioritas. Urutan Prioritas (UP) Tindakan Yang Diambil Program Peningkatan Program Pemeliharaan Berkala Program Pemeliharaan Rutin Sumber: Direktorat Jendral Bina Marga, 1990 2 Metode SDI Metode Surface Distress Index (SDI) merupakan sistem penilaian kondisi perkerasan jalan yang berdasarkan dengan pengamatan visual dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan jalan raya dengan hasil akhir yaitu kondisi jalan mantap . aik & sedan. dan tidak mantap . usak ringan & rusak bera. serta bentuk program pemeliharaan sesuai dengan hasil nilai SDI. Jenis kerusakan jalan berdasarkan metode SDI berupa retak, lubang dan bekas roda. Tabel 5. Kondisi Jalan Berdasarkan Nilai SDI. Retak Kategori Luas Retak Tidak Ada <10% 10%-30% >30% Lubang Kategori Jumlah Lubang Nilai SDI 3 Tidak Ada <10 / 100m Hasil SDI 2 15 10-50 / 100m Hasil SDI 2 75 >50 / 100m Hasil SDI 2 225 Bekas Roda Kategori Bekas Roda Nilai SDI 4 Kategori Bekas Roda Nilai SDI 4 Nilai SDI 1 Retak Kategori Lebar Retak Kategori Lebar Retak Nilai SDI 2 Nilai SDI 2 Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Tidak Ada Halus <1 mm Sedang 1 mm Ae 3mm Lebar >3mm Sumber: Bina Marga, 2011 Nilai SDI 1 x 2 Tida Ada <1cm dalam 1cm dalam Ae 3cm dalam >3cm dalam Hasil SDI 3 5 x 0. Hasil SDI 3 5 x 2 Hasil SDI 3 5 x 4 Tabel 6. Jenis Penanganan Jalan Berdasarkan Metode SDI Penanganan Nilai SDI Pemeliharaan Rutin <50 Pemeliharaan Berkala Rehabilitasi Rekonstruksi >150 Sumber: Bina Marga, 2011 Tabel 7. Kondisi Jalan Berdasarkan Nilai SDI. Kondisi Jalan Nilai SDI Baik <50 Sedang Rusak Ringan Rusak Berat >150 Sumber: Bina Marga, 2011 No. Tabel 8. Tempat Penelitian. Nama Ruas Jalan Panjang Ruas Jalan . Redin-Tlogosono Mayjen DI Panjaitan Tunjungan-Wonoroto Jumlah Segmen Data yang dibutukan didapat dari survei lapangan dan data dari dinas terkait. Panjang ruas jalan, lebar ruas jalan, luas kerusakan, jenis kerusakan, dan dokumentasi didapat dari survei lapangan. Data detail jalan dan peta ruas jalan didapat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo. Langkah Ae langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Menentuakan ruas jalan. Mengumpulkan data primer dan data sekunder. Menganalisis data dengan metode Bina Marga dan SDI. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Penilaian Kondisi Perkerasan Jalan Metode Bina Marga Dan SDI Metode Bina Marga Hasil penilaian menggunakan metode Bina Marga ke tiga ruas jalan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9. Hasil Penilaian Metode Bina Marga Nama Ruas Total Angka Total Rata-Rata Nilai Nilai Kondisi Kelas Kerusakan Jalan Segmen Kondisi Jalan Jalan LHR Nilai Prioritas Tindakan Yang Diambil RedinTlogosono Program Pemeliharaan Rutin Mayjen DI Panjaitan Program Pemeliharaan Rutin TunjunganWonoroto Program Pemeliharaan Rutin Sumber: Hasil Perhitungan Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Metode SDI Hasil penilaian menggunakan metode SDI sebagai berikut. Segmen Luas Retak Tabel 10. Hasil Penilaian Metode SDI Ruas Jalan Redin-Tlogosono Lebar Retak Kedalaman Jumlah Bekas SDI1 SDI2 SDI3 SDI4 Nilai Klasifikasi Lubang Roda . Sumber: Hasil Perhitungan Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Segmen Luas Retak Tabel 11. Hasil Penilaian Metode SDI Ruas Jalan Mayjen DI Panjaitan Lebar Retak Kedalaman Jumlah Bekas SDI1 SDI2 SDI3 SDI4 Nilai Klasifikasi Lubang Roda . Wide Wide Wide Wide Wide Nilai SDI Klasifikasi Sedang Sedang Baik Rusak Ringan Sedang Rusak Ringan Rusak Ringan Sedang Baik Sedang Sedang Sedang Sedang Baik Baik Baik Baik Baik Rusak Ringan Baik Sedang Baik Baik Baik Baik Sedang Baik Baik Baik Baik Nilai SDI Klasifikasi Baik Baik Baik Baik Baik Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Segmen Luas Retak Lebar Retak Nilai . Sumber: Hasil Perhitungan. Luas Segmen Retak Klasifikasi Jumlah Lubang Kedalaman Bekas Roda . SDI1 SDI2 SDI3 SDI4 Nilai SDI Klasifikasi Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Tabel 12. Hasil Penilaian Metode SDI Ruas Jalan Mayjen DI Panjaitan Lebar Retak Kedalaman Nilai . Klasifikasi Jumlah Lubang Bekas Roda . SDI1 SDI2 SDI3 SDI4 Nilai SDI Klasifikasi Sedang Sedang Sedang Sedang Baik Sedang Baik Sedang Sedang Rusak Ringan Sedang Baik Sedang Baik Baik Baik Sedang Sedang Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Perkerasan Kaku Perkerasan Kaku Perkerasan Kaku Perkerasan Kaku Wide Sumber: Hasil Perhitungan. Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide Wide 2 Kerusakan Yang Dominan Terjadi Keruskan Yang Dominan Terjadi Berdasarkan Metode Bina Marga Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Tabel 13. Rekapitulasi Kerusakan Metode Bina Marga Ruas Jalan Redin-Tlogosono Jenis Kerusakan Jumlah Kekasaran Lubang Tambalan Retak Amblas Alur Sumber: Hasil Perhitungan. Tabel 14. Rekapitulasi Kerusakan Metode Bina Marga Ruas Jalan Mayjen DI Panjaitan Jenis Kerusakan Jumlah Kekasaran Lubang Tambalan Retak Amblas Alur Sumber: Hasil Perhitungan Tabel 15. Rekapitulasi Kerusakan Metode Bina Marga Ruas Jalan Tunjungan-Wonoroto Jenis Kerusakan Jumlah Kekasaran Lubang Tambalan Retak Amblas Alur Sumber: Hasil Perhitungan. Berdasarkan Tabel 12, 13, dan tabel 14 kerusakan yang dominan terjadi pada ruas jalan Redin-Tlogosono yaitu LUBANG dengan Jumlah 248, ruas jalan Mayjen DI Panjaitan yaitu TAMBALAN dengan jumlah 55, dan untuk ruas jalan Tunjungan-Wonoroto kerusakan yang dominan berupa LUBANG dengan jumlah 247. Keruskan Yang Dominan Terjadi Berdasarkan Metode SDI Tabel 16. Rekapitulasi Kerusakan Berdasarkan Metode SDI Rekapitulasi Kerusakan Metode SDI Nama Ruas Jalan Retak Lubang Bekas Roda Total Jumlah Titik Jumlah Titik Jumlah Titik Jumlah Titik Redin-Tlogosono Mayjen D I Panjaitan Tunjungan-Wonoroto Total Sumber: Hasil Perhitungan. Berdasarkan Tabel 16 kerusakan yang dominan terjadi pada ruas jalan Redin-Tlogosono yaitu RETAK dan LUBANG dengan persentase 35,37%, ruas jalan Mayjen DI Panjaitan yaitu RETAK dengan persentase 43. 75%, dan untuk ruas jalan Tunjungan-Wonoroto kerusakan yang dominan berupa RETAK dengan persentase 40,48%. Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . 3 Penanganan Kondisi Perkerasan Jalan Berdasarkan Metode Bina Marga dan SDI Metode Bina Marga Berdasarkan metode Bina Marga untuk jenis penanganan kondisi perkerasan jalan pada ruas jalan RedinTlogosono. Mayjen DI Panjaitan. Tunjungan-Wonoroto di dapat hasil nilai prioritas yang sama yaitu 11 untuk penanganan masuk didalam program pemeliharaan rutin, untuk lebih jelas dapat dilihat dalam Tabel 17. berikut ini: Tabel 17. Rekapitulasi Penanganan Kondisi Jalan Metode Bina Marga. Nama Ruas jalan Nilai Prioritas Penanganan Jalan Redin-Tlogosono Program Pemeliharaan Rutin Mayjen DI Panjaitan Program Pemeliharaan Rutin Tunjungan-Wonoroto Program Pemeliharaan Rutin Sumber: Hasil Perhitungan. Metode SDI Untuk jenis penanganan kondisi perkerasan jalan berdasarkan nilai SDI pada ruas jalan Redin-Tlogosono di dapat hasil pemeliharaan rutin sepanjang 1610 m, pemeliharaan berkala 900 m, dan rehabilitasi sepanjang 400 m, untuk penanganan lebih jelas dapat dilihat dalam Tabel 18. berikut ini: Tabel 18. Jenis Penanganan Ruas Jalan Redin-Tlogosono. Segmen Nilai SDI Klasifikasi Jenis Penanganan Sedang Pemeliharaan Berkala Sedang Pemeliharaan Berkala Baik Pemeliharaan Rutin Rusak Ringan Rehabilitasi Sedang Pemeliharaan Berkala Rusak Ringan Rehabilitasi Rusak Ringan Rehabilitasi Sedang Pemeliharaan Berkala Baik Pemeliharaan Rutin Sedang Pemeliharaan Berkala Sedang Pemeliharaan Berkala Sedang Pemeliharaan Berkala Sedang Pemeliharaan Berkala Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Rusak Ringan Rehabilitasi Baik Pemeliharaan Rutin Sedang Pemeliharaan Berkala Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Sedang Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Segmen Nilai SDI Klasifikasi Baik Baik Pemeliharaan Rutin . Pemeliharaan Berkala . Rehabilitasi . Rekonstruksi . Sumber: Hasil Perhitungan. Total Panjang Penanganan Jalan Jenis Penanganan Pemeliharaan Rutin Pemeliharaan Rutin Pada ruas jalan Mayjen DI Panjaitan jenis penanganan kondisi perkerasan jalan berdasarkan nilai SDI di dapat hasil pemeliharaan rutin sepanjang 1350 untuk penanganan lebih jelas dapat dilihat dalam Tabel 19. berikut ini: Tabel 19. Jenis Penanganan Ruas Jalan Mayjen DI Panjaitan. Segmen Nilai SDI Klasifikasi Jenis Penanganan Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Pemeliharaan Rutin . Total Panjang Pemeliharaan Berkala . Penanganan Jalan Rehabilitasi . Rekonstruksi . Sumber: Hasil Perhitungan. Ruas jalan Tunjungan-Wonoroto jenis penanganan kondisi perkerasan jalan berdasarkan nilai SDI di dapat hasil pemeliharaan rutin sepanjang 625, pemeliharaan berkala 948 m, dan rehabilitasi sepanjang 100 m untuk penanganan lebih jelas dapat dilihat dalam Tabel 20. berikut ini: Tabel 20. Jenis Penanganan Ruas Jalan Tunjungan-Wonoroto. Segmen Nilai SDI Klasifikasi Jenis Penanganan Sedang Pemeliharaan Berkala Sedang Pemeliharaan Berkala Sedang Pemeliharaan Berkala Sedang Pemeliharaan Berkala Perkerasan kaku Perkerasan kaku Perkerasan kaku Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Segmen Nilai SDI Klasifikasi Jenis Penanganan Perkerasan kaku Baik Pemeliharaan Rutin Sedang Pemeliharaan Berkala Baik Pemeliharaan Rutin Sedang Pemeliharaan Berkala Sedang Pemeliharaan Berkala Rusak Ringan Rehabilitasi Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Sedang Pemeliharaan Berkala Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Baik Pemeliharaan Rutin Sedang Pemeliharaan Berkala Sedang Pemeliharaan Berkala Pemeliharaan Rutin . Total Panjang Pemeliharaan Berkala . Penanganan Jalan Rehabilitasi . Rekonstruksi . Sumber: Hasil Perhitungan. Berdasarkan Tabel 18, 19, 20 penanganan jalan pada ruas jalan Redin-Tlogosono didominasi oleh pemeliharaan rutin. Mayjen DI Panjaitan pemeliharaan rutin, sedangkan Tunjungan-Wonoroto didominasi oleh pemeliharaan berkala, untuk dominasi penanganan jalan dapat dilihat pada Tabel 21 berikut: Tabel 21. Rekapitulasi Penanganan Jalan Metode SDI. Nama Ruas Jalan Jenis Penanganan Redin-Tlogosono Pemeliharaan Rutin Mayjen DI Panjaitan Pemeliharaan Rutin Tunjungan-Wonoroto Pemeliharaan Berkala Sumber: Hasil Perhitungan. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil dan analisa data didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut ini: Penelitian di ruas jalan Redin-Tlogosono berdasarkan metode Bina Marga didominasi oleh kerusakan lubang, sedangkan metode SDI didominasi kerusakan retak dan lubang. Ruas jalan Mayjen DI Panjaitan berdasarkan metode Bina Marga didominasi oleh kerusakan tambalan, sedangkan metode SDI didominasi kerusakan retak. Ruas jalan Tunjungan-Wonoroto berdasarkan metode Bina Marga didominasi oleh kerusakan lubang, sedangkan metode SDI didominasi kerusakan lubang. Hasil penilaian ketiga ruas jalan dengan metode Bina Marga menunjukkan nilai prioritas yang sama, yaitu Sementara itu, metode SDI menilai kondisi ruas jalan Redin-Tlogosono dan Tunjungan-Wonoroto dalam kategori baik, sedang, dan rusak ringan, sedangkan ruas jalan Mayjen DI Panjaitan dinilai dalam kategori baik. Jenis Penanganan pada 3 ruas jalan yang diteliti dengan metode Bina Marga dengan hasil nilai prioritas yang sama adalah Pemeliharaan Rutin . Sedangkan metode SDI untuk ruas jalan Redin-Tlogosono dengan Donan Kelvin Iyyaka Nusuki dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . panjang 1610 m jenis penanganan pemeliharaan rutin, panjang 900 m jenis penanganan pemeliharaan berkala, dan panjang 1350 m jenis penanganan pemeliharaan rutin, dan untuk ruas jalan TunjunganWonoroto dengan panjang 625 m jenis penanganan pemeliharaan rutin, panjang 948 m jenis penanganan pemeliharaan berkala, dan panjang 100 jenis penanganan rehabilitasi. Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan dapat diberikan saran-saran sebagai berikut. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan metode IRI. PCI. RCI. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi refrensi untuk keperluan pemeliharaan dan perbaikan jalan terhadap instansi terkait. Daftar Pustaka