Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan Oktober Tahun 2025 e-ISSN: 2776-785X Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) Berbasis Komputer Tri Wahyuni1A. Ahmad Yani2. Ali Imran3 1,2Prodi Pendidikan Masyarakat. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Pendidikan Mandalika. Mataram. Indonesia 3Prodi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat. Universitas Pendidikan Mandalika. Mataram. Indonesia Email: triwahyuni@undikma. Article history: Received: 2025-12-28 Revised: 2026-1-15 Accepted: 2026-1-26 DOI: https://doi. org/ 10. 59935/lej. ABSTRAK Pelatihan Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) Berbasis Komputer Melalui Aplikasi Microsoft Excel kepada Pengurus BUMDes Se-Kecamatan Sakra Barat merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan literasi pembukuan keuangan dan keterampilan manajerial, khususnya bagi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Se-Kecamatan Sakra Barat. Pengelolaan keuangan yang tidak optimal menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh BUMDes. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes Se-Kecamatan Sakra Barat dalam pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik sesuai peraturan perundang-undangan. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, praktik langsung pencatatan transaksi menggunakan Microsoft Excel, serta pendampingan penyusunan laporan keuangan sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam memahami konsep pelaporan dasar, melakukan pencatatan keuangan secara profesional, serta menyusun laporan keuangan yang lebih sistematis dan sesuai format standar. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran pengurus akan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana usaha desa. Tindak lanjut berupa monitoring dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan BUMDes Se-Kecamatan Sakra Barat mampu menjadi model pengelolaan keuangan desa yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Kata Kunci: bumdes. manajemen pembukuan. pengelolaan keuangan. ABSTRACT Computer-Based Bookkeeping and Financial Management Recording (P3K) Training Using Microsoft Excel Application for BUMDes Administrators in Sakra Barat District is a form of community empowerment to improve financial bookkeeping literacy and managerial skills, especially for Badan Usahan Milik Desa (BUMDe. administrators in Sakra Barat District. Suboptimal financial management is one of the main challenges faced by BUMDes. This community service activity aims to increase the capacity of Village-Owned Enterprises BUMDes administrators in Sakra Barat District in transparent, accountable financial management, and in accordance with the principles of good governance according to laws and regulations. The methods used include interactive lectures, group discussions, direct practice of recording transactions using Microsoft Excel, and assistance in preparing simple financial reports. The results of the activity showed a significant increase in the ability of participants to understand basic reporting concepts, conduct financial records professionally, and prepare financial reports that are more systematic and in accordance with standard formats. This activity succeeded in raising administrators' awareness of the importance of the principles of transparency and accountability in managing village business funds. Follow-up in the form of continuous monitoring and mentoring, it is hoped that BUMDes throughout West Sakra District will be able to become a model for professional, transparent, and sustainable village financial management. Keywords: bumdes. bookkeeping management. financial management. Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan Oktober Tahun 2025 e-ISSN: 2776-785X PENDAHULUAN Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. adalah badan hukum yang didirikan oleh desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktifitas, menyediakan jasa pelayanan dan atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebesar besarnya kesejahteraan masyarakat desa (Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 2. Peran BUMDes dalam pembangunan ekonomi sangat strategis diantaranya sebagai lembaga yang menyediakan layanan bagi kebutuhan masyarakat, penyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) dan penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Keberadaan BUMDes akan memiliki peran yang nyata dalam perekonomian desa apabila dalam pengelolaannya dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, efektif dan efisien serta menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong royong. Perwujudan pengelolaan yang baik tersebut dapat dilihat dari terlaksananya penyampaian laporan Pertanggungjawaban Semesteran maupun Pertanggungjawaban Tahunan. BUMDes merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan ekonomi desa yang berfungsi sebagai penggerak utama kegiatan ekonomi Masyarakat berbasis potensi lokal. Pembentukan BUMDes bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat melalui optimalisasi aset desa, pengelolaan potensi sumber daya alam, serta pengembangan unit-unit usaha produktif yang dapat meningkatkan pendapatan asli Namun dalam pelaksanaannya. BUMDes menghadapi sejumlah permasalahan yang cukup mendasar, terutama dalam aspek pengelolaan keuangan dan administrasi usaha. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal dengan pengurus BUMDes serta aparat desa, diketahui bahwa pencatatan transaksi keuangan masih dilakukan secara manual dan belum mengikuti prinsip pelaporan keuangan standar yang benar. Hal ini menyebabkan ketidakteraturan dalam pelaporan, kesulitan dalam memantau arus kas, serta lemahnya akuntabilitas terhadap dana yang dikelola. Permasalahan lain yang ditemukan adalah rendahnya kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola keuangan secara sistematis. Sebagian pengurus belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai konsep dasar pelaporan keuangan, pencatatan transaksi, maupun penyusunan laporan keuangan. Selain itu, keterbatasan penguasaan teknologi, seperti penggunaan Microsoft Excel atau aplikasi pembukuan sederhana, menjadi kendala tambahan dalam upaya membangun sistem pelaporan keuangan yang transparan dan efisien. Kecamatan Sakra Barat secara administratif berada dalam wilayah Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kecamatan ini terdiri dari 18 Desa dan setiap desa telah memiliki 1 BUMDes, dengan demikian terdapat 18 BUMDes yang ada di Kecamatan Sakra Barat. Seiring waktu pada awal tahun 2021 Pemerintah Pusat menetapkan standar laporan keuangan BUMDes yang tertuang dalam Lampiran Permendesa PDTT RI No. tahun 2021 dan ini menjadi acuan bagi pengurus BUMDes dalam menyusun pelaporan keuangan. Dengan kondisi terbatasnya kemampuan pengelola BUMDes di Kecamatan Sakra Barat dalam memahami pembukuan dan penyusunan laporan keuangan sesuai ketentuan tersebut maka, perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus BUMDes dalam hal Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) Berbasis Komputer Melalui Aplikasi Microsoft Excel sehingga standar yang ditetapkan tersebut dapat dipenuhi oleh pengurus-pengurus BUMDes pada 18 desa di wilayah Kecamatan Sakra Barat. Akibat dari lemahnya pengelolaan keuangan ini adalah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja BUMDes yang ada. Tanpa sistem keuangan yang tertata. BUMDes sulit melakukan evaluasi usaha, mengukur keuntungan dan kerugian secara tepat, serta mengambil keputusan bisnis berbasis data. Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2021, setiap BUMDes wajib melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh aspek pengelolaan, terutama keuangan. Tim pengabdian Universitas Pendidikan Mandalika merancang kegiatan Pelatihan Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) Berbasis Komputer Melalui Aplikasi Microsoft Excel kepada Pengurus BUMDes Se-Kecamatan Sakra Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi konkret melalui peningkatan kapasitas pengurus dalam hal pengetahuan dan keterampilan pengelolaan keuangan desa. Selain itu, permasalahan keuangan pada BUMDes juga disebabkan oleh kurangnya pengelola yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan. Salah satu hambatan terbesar dalam pengelolaan BUMDes adalah terbatasnya pengetahuan pengelola tentang manajemen keuangan, yang mengakibatkan ketidakmampuan dalam merencanakan anggaran dengan baik dan dalam mengelola dana yang ada secara efisien. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan bagi pengelola BUMDes untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola keuangan dan merumuskan kebijakan yang berbasis pada data keuangan yang tepat dan akurat (Saputra, 2. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi mengenai manajemen pembukuan dan pencatatan keuangan dengan prinsip standar dasar, teknik pencatatan transaksi harian, dan penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar sederhana. Sementara itu, pendampingan dilakukan secara intensif untuk membantu pengurus mengimplementasikan sistem pembukuan berbasis Excel yang mudah digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional BUMDes. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya transparansi, tanggung jawab, dan akuntabilitas publik dalam pengelolaan dana desa. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar BUMDes Se- Page 30 of 5 Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) Berbasis Komputer Tri Wahyuni. Ahmad Yani. Ali Imran Kecamatan Sakra Barat mampu mempertahankan sistem keuangan yang tertib, akurat, dan dapat Upaya dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan pengelolaan BUMDes yang profesional, transparan, akuntabel, efektif dan efisien, maka Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan melalui Pelatihan Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) Berbasis Komputer Melalui Aplikasi Microsoft Excel kepada Pengurus BUMDES Se-Kecamatan Sakra Barat. Adanya kegiatan pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan BUMDes yang ada di wilayah Kecamatan Sakra Barat dapat menjadi model pengelolaan keuangan yang baik bagi BUMDes lain di Kabupaten Lombok Timur. Sistem keuangan yang tertata tidak hanya memperkuat kepercayaan masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal seperti lembaga keuangan dan pemerintah daerah. Pada akhirnya, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi desa dan mendukung terwujudnya tata kelola BUMDes yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. METODE Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi yang bertujuan untuk memberikan solusi langsung terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat, dalam hal ini adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. yang ada di Kecamatan Sakra Barat. Pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes di Kecamatan Sakra Barat, metode pengabdian kepada masyarakat yang dapat diterapkan meliputi pendekatan partisipatif, pelatihan, dan pendampingan. Sebelum pemecahan masalah, tim pengabdian melakukan identifikasi permasalahan pada BUMDes Sakra Barat. Beberapa permasalahan yang telah diidentifikasi di BUMDes meliputi: Sistem Keuangan dan Manajemen yang Tidak Optimal serta masalah Pelaporan. Metode pelaksanaan pelatihan bersifat partisipatif dan aplikatif terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta. Pendekatan learning by doing melalui simulasi transaksi keuangan nyata membuat peserta lebih cepat memahami konsep yang diajarkan. Pendampingan langsung oleh tim pelaksana juga membantu peserta mengatasi kendala teknis yang dihadapi selama proses praktik. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dengan pelatihan dan pendampingan dalam praktek, dengan tahapan sebagai berikut: . Pelatihan Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) Berbasis Komputer Melalui Aplikasi Microsoft Excel dilaksanakan selama 2 jam untuk meningkatkan pemahaman pengurus BUMDes dalam mencatat dan melaporkan keuangan BUMDes Se-Kecamatan Sakra Barat. Kegiatan ini mencakup 3 hal yaitu: Pemahaman konsep dasar tentang pembukuan dan pelaporan keuangan BUMDes. Penyampaian pentingnya menyusun laporan keuangan. Pemahaman tentang cara pencatatan pembukuan (Buku Kas Umum. Jurnal. Buku Besar. Neraca Sald. dan penyusunan laporan keuangan (Laporan Laba/Rugi. Neraca. Perubahan Modal. Arus Kas dan Catatatan Atas Laporan Keuanga. Pendampingan dalam praktek Pendampingan yang dilakukan pada kegiatan praktek adalah pencatatan Pembukuan secara langsung oleh peserta dengan menggunakan Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Keuangan BUMDes berbasis computer melalui Microsoft Excel macro untuk meningkatkan pemahaman pencatatan keuangan dan menyusunnya menjadi laporan keuangan BUMDes di Kecamatan Sakra Barat. Kegiatan pendampingan praktek dilakukan selama 3 jam, sedangkan implementasi serta refleksi dan tindak lanjut dibutuhkan waktu masing-masing 40 Menit. Tingkat keberhasilan kegiatan pelatihan dan pendampingan, dilakukan test awal . re tes. sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingan serta test akhir (Post tes. Soal yang diberikan kepada peserta pelatihan adalah soal yang sama antara pre test dengan post test yaitu sebanyak 20 pilihan ganda. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pelatihan Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) Berbasis Komputer Melalui Aplikasi Microsoft Excel kepada Pengurus BUMDES Se-Kecamatan Sakra Barat bertempat di WBS Coffee. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus BUMDes Se-Kecamatan Sakra Barat yang terdiri dari Ketua. Sekretaris. Bendahara. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa serta Pemerintah Kecamatan. Secara umum, kegiatan ini menghasilkan beberapa capaian penting, baik dari sisi peningkatan pengetahuan, keterampilan, maupun perubahan pola pikir pengurus terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib dan akuntabel. Adapun hasil yang diperoleh selama kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut. Peningkatan Pemahaman Manajemen Pembukuan Hasil observasi dan evaluasi menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan, peserta mulai memahami konsep dasar manajemen pengelolaan keuangan, seperti pengertian aset, kewajiban, modal, pendapatan, dan Sebelumnya, sebagian besar pengurus belum mengenal istilah-istilah tersebut secara sistematis. Melalui penyampaian materi interaktif dan studi kasus yang relevan dengan kegiatan operasional BUMDes, peserta dapat mengaitkan teori pencatatan keuangan dengan praktik nyata yang mereka hadapi sehari-hari. 31 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan Oktober Tahun 2025 e-ISSN: 2776-785X Penerapan Format Laporan Keuangan Baku Salah satu hasil nyata dari kegiatan ini adalah tersusunnya format laporan keuangan sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik BUMDes. Format tersebut mencakup laporan laba rugi, neraca, arus kas, dan buku besar transaksi. Pengurus kini telah memiliki acuan yang jelas untuk menyusun laporan keuangan secara periodik dan seragam, sehingga proses evaluasi kinerja keuangan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Kemampuan Pencatatan Transaksi Berbasis Komputer Melalui Microsoft Excel Saat kegiatan pelatihan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan praktik pencatatan transaksi keuangan menggunakan Komputer melalui aplikasi Microsoft Excel. Awalnya, beberapa peserta mengalami kesulitan dalam mengoperasikan komputer dan memahami rumus sederhana. Namun, dengan bimbingan intensif, seluruh peserta akhirnya mampu melakukan pencatatan transaksi pemasukan dan pengeluaran dengan benar. Hal ini menjadi langkah awal menuju keuangan BUMDes yang lebih efisien dan Peningkatan Kesadaran akan Transparansi Laporan Pembukuan Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran pengurus terhadap pentingnya prinsip transparansi laporan pembukuan keuangan. Sesi diskusi dan refleksi, peserta menyatakan komitmen untuk menyusun laporan keuangan secara rutin dan menyampaikannya kepada Pemerintah Desa serta masyarakat melalui forum musyawarah desa. Hal ini menunjukkan adanya perubahan positif dalam pola pikir pengurus terhadap tata kelola lembaga yang lebih terbuka dan bertanggung jawab. Adapun beberapa indikator yang dicapai setelah melakukan Pelatihan Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) kepada Pengurus BUMDES Se-Kecamatan Sakra Barat sebagai . Pengetahuan mengenai pembuatan pembukuan BUMDes Menurut UU Nomor 28 tahun 2007 pasal 28 . alam Triyono & Rahayu, 2. , menjelaskan bahwa pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan. Pelatihan pembukuan keuangan ini yang dimaksud terdiri dari Buku Kas Umum. Jurnal. Buku Besar dan Neraca Saldo. Sebelum melakukan pelatihan, para peserta kurang mengetahui pengertian dan tujuan dari pembukuan tersebut. Namun setelah di lakukan pelatihan maka peserta dapat memahaminya sebagai berikut: . sebagai dasar menyusun laporan keuangan, . sebagai dasar perhitungan besarnya keuntungan atau kerugian dari usaha, . mengetahui setiap transaksi yang di lakukan oleh usaha tersebut, . sebagai alat penyusun rencana dan . sebagai bahan penilaian atau evaluasi terhadap usaha BUMDes yang dijalankan. Keterampilan dalam menyusun laporan pembukuan keuangan BUMDes Berdasarkan data yang ada pada Buku Kas Umum selanjutnya peserta diarahkan untuk memasukkan transaksi tersebut menjadi jurnal selanjutnya dengan bantuan aplikasi Mss Excel BUMDes maka secara otomatis laporan keuangan yang dibutuhkan seperti: . Laporan Laba/Rugi, . Neraca, . Laporan Perubahan Modal . Arus Kas akan terisi dengan sendirinya tugas pengurus selanjutnya tinggal melengkapi Catatan Atas Laporan Keuangan dari laporan yang sudah terisi. Peserta memahami arti yang terkandung dari angka-angka yang ada pada laporan keuangan dan memaknainya pada usaha BUMDes yang sedang dijalankan. SIMPULAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui Pelatihan Manajemen Pembukuan dan Pencatatan Pengelolaan Keuangan (P3K) Berbasis Komputer Melalui Aplikasi Microsoft Excel kepada Pengurus BUMDES Se-Kecamatan Sakra Barat mampu memberikan manfaat terhadap pengurus BUMDes SeKecamatan Sakra Barat dalam peningkatan pengetahuan manajemen dan keterampilan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan berbasis Komputer melalui Microsoft Excel pada pengurus BUMDes. Kegiatan pengabdian ini juga mendapat respon yang sangat baik dari peserta pelatihan karena mereka menyadari bahwa sebagai pengurus BUMDes maka untuk menyajikan laporan keuangan merupakan tugas mereka yang harus Implikasi dari kegiatan ini mampu menyajikan laporan keuangan yang akan dituangkan dalam laporan pertanggungjawaban untuk dibahas pada Musyawarah Desa sebagai wujud profesionalitas, transparansi dan akuntabel dalam mengelola BUMDes di desa masing-masing. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan positif pada sistem pencatatan dan pelaporan keuangan yang kini lebih teratur, akurat, dan dapat Pengurus juga menunjukkan komitmen untuk menjaga keterbukaan informasi keuangan kepada masyarakat desa. Adanya pendampingan berkelanjutan, pengurus BUMDes Kecamatan Sakra Barat berpotensi menjadi model pengelolaan keuangan desa yang profesional, transparan, dan mandiri di Kabupaten Lombok Timur. REFERENSI