Fernando dan Tunjung : Analisa Pengaruh CSR dan GCG Terhadap Financial . ANALISA PENGARUH CSR DAN GCG TERHADAP FINANCIAL PERFORMANCE PERHOTELAN INDONESIA TAHUN 2019-2021 Fernando* dan Herlin Tunjung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: Fernando. 125190067@stu. Abstract: This study aims to identify the influence of Corporate Social Responsibilities and Good Corporate Government on Financial Performance in the Indonesian Hospitality Industry on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2019 to 2021. This findings used purposive sampling as its sampling method. The sample obtained were 13 companies for the 2019 to 2021 period. The data was processed using E-views 12 software and multiple linear regression analysis. The results of this findings obtained that the GCG mechanism in the form of an audit committee has a positive influence on financial performance. the other hand, other GCG mechanisms such as independent commissioners, institutional ownership and managerial ownership, along with CSR have no effect on financial performance during the Covid-19 pandemic. Keywords: Corporate Social Responsibilities. Good Corporate Government. Financial Performance, profit. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Corporate Social Responsibilities dan Good Corporate Government terhadap Kinerja Keuangan Industri Perhotelan Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 hingga 2021. Penelitian ini menggunakan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampelnya. Sampel yang diperoleh sebanyak 13 perusahaan untuk periode tahun 2019 sampai dengan tahun Data diolah dengan menggunakan software E-views 12 dan analisis regresi linier Hasil temuan ini diperoleh bahwa mekanisme GCG dalam bentuk komite audit berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Di sisi lain, mekanisme GCG lainnya seperti komisaris independen, kepemilikan institusi dan kepemilikan manajerial, serta CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan di masa pandemi Covid-19. Kata kunci : Corporate Social Responsibilities. Good Corporate Government. Financial Performance, laba. Pendahuluan Dari sekian banyak negara. Indonesia menjadi negara yang ikut terkena efek dari munculnya wabah COVID-19. Bersamaan dengan itu, titik-titik infeksi baru terus bermunculan, bertumbuh pesat, dan akhirnya memaksa pemerintah untuk memberlakukan lockdown di beberapa wilayah dengan kasus paling tinggi. Masyarakat dianjurkan untuk melakukan beberapa kebijakan seperti menjaga jarak, memakai masker. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1285-1294 Fernando dan Tunjung : Analisa Pengaruh CSR dan GCG Terhadap Financial . mencuci tangan, dan dilarang untuk berkumpul di keramaian. Selain itu, pemilik industri serta perusahaan diperintahkan untuk menutup sementara badan usaha mereka. Karyawan-karyawan diperintahkan untuk bekerja dari dalam rumah secara daring (Onlin. Masyarakat juga diharapkan untuk tidak keluar dari dalam rumah mereka dan sebisa mungkin membatasi aktivitas mereka di luar. Segala situasi tersebut membuat tingkat inflasi meningkat drastis, memberikan efek yang kuat terhadap laju ekonomi negara, dan memberikan hantaman kuat bagi banyak industri yang ada akibat pengurangan jumlah customer dalam waktu cepat. Terutama untuk industri pariwisata yang merupakan sektor andalan dan merupakan pilihan bagi pembangunan ekonomi di negara berkembang. Di dalam berbagai industri, kinerja keuangan mempunyai fungsi yang vital di dalam penentuan keputusan yang baik. Masalah pada kinerja keuangan dapat dilihat dari bagaimana pandemi Covid-19 membuat pendapatan laba menurun yang disebabkan oleh penurunan pada Return On Equity pada korporasi hotel, restoran, dan pariwisata setelah terjadinya wabah Covid-19 di Indonesia. Pengurangan dari ROE menunjukkan menurunnya kinerja manajemen untuk penggunaan sumber daya yang ada dalam perusahaan untuk menghasilkan laba. Berbagai usaha dilakukan oleh industri di dalam negara untuk memulihkan perekonomian mereka, salah satunya adalah dengan menggunakan CSR dan GCG. Pelaksanaan CSR dan GCG dapat menjadi solusi untuk memulihkan kinerja keuangan Menurut penelitian Nugroho . , kepemilikan manajerial dan komisaris independen sebagai bentuk dari penerapan GCG dapat meningkatkan Return on Equity dari kinerja keuangan perusahaan. Sementara menurut penelitian Prayanthi & Budiarso . yang dilakukan pada masa pandemi. CSR dapat berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Return on Equity dari kinerja keuangan suatu perusahaan sehingga bisa menarik investor untuk tertarik berinvestasi pada perusahaan melalui pengungkapan CSR. Hal ini tentunya juga bisa menjadi solusi untuk penurunan laba yang mempengaruhi keefektifan dan efesiensi dari produktivitas industri hotel pada masa pandemi Covid-19. Implikasi yang baik tentunya akan membantu seorang pemilik perusahaan membawa usaha mereka menuju arah yang juga baik. Apabila para pemilik usaha perhotelan dapat memahami betul implikasi yang diberikan oleh kedua konsep tersebut, maka mereka akan dapat memberikan keputusan yang baik dan efektif dalam mempertahankan usaha mereka di tengah masa pandemi Covid-19 yang tengah merebak di antara masyarakat Indonesia. Kajian Teori Agency Theory. Teori Agensi menjelaskan koneksi antara pemilik korporasi dan agen, serta pendelegasian wewenang pengambilan keputusan kepada agen. Pada koneksi dengan keagenan, mungkin ada kotradiksi kepentingan antara prinsipal dan agen. Pemegang saham menginginkan penaikan pendapatan serta dividen perusahaan, sedangkan manajer merupakan agen yang termotivasi demi memaksimalkan pemenuhan kriteria ekonomi dan psikologis. Atas dasar hubungan keagenan dan prinsipal, manajemen didorong untuk melakukan manajemen laba dengan menampilkan laporan Untuk itu, salah satu cara yang dapat digunakan untuk memantau masalah kontrak antara investor dengan manajemen dan membatasi sifat oportunistik manajemen adalah melalui GCG. Stakeholder Theory. Teori ini menyatakan bahwa kelangsungan hidup suatu perusahaan bergantung pada dukungan dari para pemangku kepentingan, dan dukungan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1285-1294 Fernando dan Tunjung : Analisa Pengaruh CSR dan GCG Terhadap Financial . tersebut harus ditemukan sehingga perusahaan juga harus mencari dukungan itu. Semakin besar suatu pemangku kepentingan, semakin banyak perusahaan mencoba yang akan beradaptasi. Teori stakeholder juga penting dalam penelitian ini karena teori tersebut terkoneksi dengan berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan. pihak-pihak yang akan dan dipengaruhi oleh aktivitas dari perusahaan, seperti tanggungjawab manajemen pada pemangku kepentingan dalam bentuk kegiatan CSR dan kinerja keuangan dari Legitimacy Theory. Teori legitimasi merupakan bagian dari sistem terorientasi berperspektif, di mana perusahaan dapat dan dipengaruhi masyarakat di tempat korporasi Oleh sebab itu, teori legitimasi digunakan sebagai dasar korporasi untuk pengungkapan aktivitas CSR. Deegan . menjelaskan bahwa legitimasi dapat diperoleh ketika ada kesesuaian antara keberadaan suatu korporasi yang tidak mengganggu atau sesuai dengan keberadaan sistem nilai dalam masyarakat dan Pengungkapan laporan CSR juga diharapkan dapat memberi manfaat bagi korporasi, yakni memperoleh legitimasi dari masyarakat serta menaikan keuntungan perusahaan di masa depan. Financial performance. Menurut IAI . , kinerja keuangan adalah kemampuan korporasi untuk mengelola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya. Kinerja keuangan dapat diukur dengan menganalisis laporan keuangan melalui rasio keuangan. Menurut Harahap . 8, hlm. , rasio keuangan dibagi menjadi empat jenis rasio, yaitu rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas dan rasio aktivitas. Hasil pengukuran pencapaian kinerja menjadi dasar manajemen untuk meningkatkan kinerja pada periode selanjutnya dan digunakan sebagai dasar imbalan dan hukuman. Firm Value. Menurut pendapat Husnan . 6: . , untuk perusahaan yang belum mempublikasikan diri, nilai perusahaan adalah sejumlah uang biaya yang sukarela dikeluarkan oleh calon pembeli apabila perusahaan dijual, sementara untuk perusahaan yang telah go public, nilai korporasi dapat terlihat dari nilai saham yang ada di pasar Good corporate governance. GCG merupakan seperangkat aturan yang memegang aturan hubungan antara pemegang saham, kreditur, pemerintah, manajer korporasi, karyawan, serta pemegang kepentingan internal dan eksternal yang berkaitan dengan hak dan juga kewajiban. Komite audit. Hamdani . menyebut bahwa komite audit merupakan suatu komite yang bertugas mendukung Dewan Komisaris dalam memastikan laporan keuangan esecara tersaji dengan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, struktur pengendalian internal perusahaan yang dilaksanakan sesuai dan benar, pelaksanaan audit eksternal perusahaan yang terlaksana sesuai dengan standar audit yang berlaku, tindakan lebih lanjut dari temuan hasil audit kemudian dilaksanakan oleh manajemen. Komisaris Independen. Effendi . menyebut istilah independen di direktur independen maupun komisaris independen tersebut tidak berarti mengarahkan direktur atau komisaris lainnya sebagai tidak independen. Istilah komisaris independen lebih tepatnya menunjukkan keberadaan mereka sebagai wakil dari pemegang saham yang independen dan termasuk pemegang saham lain. Kepemilikan Institusional. Hery . menyebut bahwa Kepemilikan Institusional adalah jumlah proporsi saham korporasi yang dipunyai oleh institusi seperti bank, asuransi, perusahaan investasi serta kepemilikan lain. Keberadaan investor secara Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1285-1294 Fernando dan Tunjung : Analisa Pengaruh CSR dan GCG Terhadap Financial . institusional dilihat menjadi mekanisme pengawasan yang efektif untuk pengambilan pilihan yang dilakukan oleh manajer. Kepemilikan Manajerial. Downes dan Goddman . menyebut kepemilikan manajerial merupakan para pemegang saham. Hal ini memiliki arti yakni dalam hal ini sebagai pemilik dalam korporasi dan pemilik manajer secara aktif terlibat dalam pengambilan keputusan pada suatu korporasi yang bersangkutan. Manajer mengambil posisi yang penting karena manajer melaksanakan pembuatan rencana, organisasi, pengaturan arah, memberikan pengawasan serta menentukan keputusan. Corporate social responsibility. Menurut ISO 26000. CSR adalah tanggung jawab organisasi terhadap dampak dari pengambilan keputusan dan kegiatannya terhadap masyarakat dan lingkungan, yang diwujudkan dalam wujud transparansi dan perilaku yang etis. Hal tersebut sejalan dengan pembangunan berkelanjutan serta kesejahteraan masyarakat, melalui pertimbangan harapan pemangku kepentingan, yang sejalan dengan aturan hukum dan norma perilaku internasional yang diterapkan, serta terintegrasi dalam organisasi secara keseluruhan. Kaitan Antar Variabel Pengaruh GCG terhadap Kinerja Keuangan. Good Corporate Governance (GCG) merupakan suatu keharusan dalam rangka membangun kondisi perusahaan yang tangguh dan sustainable. Sistem yang benar akan memberi perlindungan yang efektif kepada stakeholder untuk memperoleh kembali investasinya secara tepat, efektif dan efisien, serta memastikan bahwa manajemen bertindak demi laba korporasi. Pengaruh Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan. Komite audit dengan jumlah lebih sedikit, membuat kendali terhadap internal meningkat, kesadaran aktivitas serta pilihan yang diambil dewan yang pada akhirnya ditingkatkan sehingga akan menambah profitabilitas perusahaan. Komite audit yang independen menjadi karakteristik komite audit. Independensi adalah faktor vital yang wajib dipunyai oleh komite audit. Fungsi komite audit independen diharapkan mampu mengurangi sifat oportunistik yang dilakukan oleh manajer korporasi (Romano et al, 2. Pengaruh Komisaris independen terhadap Kinerja Keuangan. Fungsi pengawasan direksi adalah mengawasi kebijakan direksi dalam menjalankan korporasi dan membawa saran terhadap direksi. Dengan anggota dewan komisaris yang berjumlah banyak, pengawasan yang diberi pada direksi menjadi meningkat, saran serta masukan terhadap direksi menjadi lebih meningkat. Sehingga kinerja korporasi menjadi lebih benar serta juga mempengaruhi kinerja korporasi (Adestian, 2. Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Keuangan. Kepemilikan institusional merupakan persen saham yang mencakup institusi swasta serta pemerintah pada rumah dan luar negeri. Pengawasan terhadap koporasi akan naik seiring dengan meningkatnya kepemilikan institusi dan manajemen dapat bertindak sesuai dengan keinginan pemegang saham maka kinerja keuangan perusahaan akan meningkat (Puniayasa dan Triaryat, 2. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan. Proporsi dari saham manajerial di dalam korporasi menunjukkan kepentingan bersama pemilik dan manajer perusahaan. Kepentingan yang sama inilah yang akan memberi motivasi para manajer demi meningkatkan kinerja mereka sehingga memberi dampak pada kinerja keuangan korporasi (Puniayasa dan Triaryat, 2. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1285-1294 Fernando dan Tunjung : Analisa Pengaruh CSR dan GCG Terhadap Financial . Pengaruh CSR terhadap Kinerja Keuangan. Corporate social responsibility merupakan sebuah konsep di mana organisasi, terutama perusahaan memiliki tanggung jawab untuk pemegang saham, komunitas, konsumen, karyawan, dan lingkungan dalam seluruh aspek operasional perusahaan seperti berbagai masalah yang berdampak pada lingkungan seperti polusi, keamanan produk, dan tenaga kerja. Sesuai dengan konsep stakeholder yang secara teoritis berasumsi bahwa korporasi harus bertanggung jawab terhadap beragam kelompok masyarakat yang berpengaruh pada korporasi oleh perilaku dan keputusan yang dipilih akan memberi efek pada kesejahteraan masyarakat. Pengembangan Hipotesis Penelitian yang dilakukan oleh Ho et al. Iskandar Itan . membuktikan bahwa CSR berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Sementara penelitian Nugroho . memberi bukti bahwa CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan H1: CSR mempengaruhi secara positif kinerja keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Romano et al. memberi hasil mengenai adanya hubungan negatif antara jumlah dari komite audit dengan kinerja keuangan dari Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian dari Hermiyetti dan Katlanis . yang menyatakan bahwa komite audit berpengaruh secara positif kepada kinerja keuangan, namun di sisi lain penelitian yang dilakukan oleh Nugroho . dan Nuryana dan Sujandari . memberikan hasil bahwa Komite Audit tidak memberi pengaruh apapun terhadap kinerja keuangan perusahaan. H2: Komite Audit mempengaruhi secara positif kinerja keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Nugroho . menyatakan bahwa Komisaris Independen berpengaruh secara positif terhadap kinerja perusahaan, sedangkan penelitian Nuryana dan Sujandari . memberikan hasil bahwa Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. H3: Komisaris Independen mempengaruhi secara positif kinerja keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Nuryana dan Sujandari . Nugroho . memberi hasil bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, namun berlawanan dengan mereka, temuan dari Hermiyetti dan Katlanis . memberi hasil bahwa Kepemilikan Institusional memberi pengaruh secara positif terhadap kinerja keuangan dari perusahaan. H4: Kepemilikan Institusi mempengaruhi secara positif kinerja keuangan perusahaan. Temuan yang dilakukan oleh Nugroho . dan Hermiyetti dan Katlanis . memberi hasil bahwa Kepemilikan Manajerial memiliki pengaruh secara positif terhadap kinerja keuangan perusahaan, namun penelitian lain dari dari Nuryana dan Sujandari . memberi hasil bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. H5: Kepemilikan Manajerial mempengaruhi secara positif kinerja keuangan perusahaan. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti digambarkan di bawah ini: Gambar 1. Kerangka Pemikiran Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1285-1294 Fernando dan Tunjung : Analisa Pengaruh CSR dan GCG Terhadap Financial . Metodologi Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang didapat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2019 hingga 2021. Metode yang digunakan untuk pemilihan sampel adalah purposive sampling pada perusahaan perhotelan dengan kriteria: . perusahaan terdaftar di BEI pada tahun 2019 hingga 2021, . mengeluarkan laporan keuangan tahunan di BEI, dan . berada di Index IHSG. Jumlah seluruhnya sampel setelah melalui proses seleksi dengan kriteria adalah 13 perusahaan. Variabel Operasional dan pengukuran yang digunakan adalah : Tabel 1. Variabel Operasional Dan Pengukuran ROE GCG Komisaris independen Kepemilikan institusional Kepemilikan manajerial Komite audit CSR (Laba Bersih : Total Equita. ycU 100% Number of independent board of commissioners : Total board of commissioners Jumlah Saham Institusional : Total Saham Beredar Jumlah Saham Milik Direksi dan Komisaris : Total Saham Perusahaan Jumlah Anggota Komite Audit Total value of Au1Ay : Number of item GR - G4 Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Uji Asumsi Klasik. Untuk menguji kelayakan pada model regresi yang digunakan maka diperlukan pengujian asumsi analisis data. Uji asumsi klasik yang pada penelitian ini adalah uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedasitsitas, dan autokorelasi. Uji normalitas menggunakan uji Jarque-Bera. Hasil pengujian normalitas menunjukkan nilai 108166 yang lebih besar dari 0,05 sehingga data terdistribusi dengan Untuk uji multikolinieritas, hasilnya menunjukkan nilai korelasi antara variabel Komite Audit dan CSR adalah -0,449593, nilai korelasi antara Komisaris Independen dengan CSR adalah 0. 354960, nilai korelasi antara Kepemilikan Institusional dengan CSR adalah 0,027217, dan nilai korelasi antara Kepemilikan Manajerial dengan CSR adalah 0,188133. Semua nilai korelasi tersebut lebih kecil dari 0,85 sehingga tidak terdapat masalah multikolinearitas antar data. Uji heteroskedastisitas menggunakan uji White memperoleh nilai probability Obs*R-Squared sebesar 0,0678 sehingga tidak terdapat masalah heteroskedastisitas pada data. Uji autokolerasi dengan metode BreuschGodfrey didapatkan nilai probability Chi-square Obs*R-squared adalah 0,8654 sehingga Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1285-1294 Fernando dan Tunjung : Analisa Pengaruh CSR dan GCG Terhadap Financial . dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi. Setelah rangkaian uji asumsi klasik sudah memenuhi persyaratan, maka dilakukan uji t dan hasilnya tertera pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda dan Uji t Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka diperoleh persamaan regresi linear berganda yang dipakai untuk penelitian ini, yaitu sebagai berikut: ycIycCya = -0. 018790yaycA 0. 266566yaycOya 381845yaycIycIyaya yce Nilai konstanta berdasarkan persamaan regresi linear berganda di atas adalah Nilai tersebut menunjukkan bahwa jika semua variabel independen bernilai nol maka nilai return on asset sebesar --0. Variabel Kepemilikan Institusional mendapat nilai koefisien sebanyak -0. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan jika variable Kepemilikan Institusional meningkat satu satuan dan variabel lain konstan maka Kinerja Keuangan akan menurun 091236 dan sebaliknya. Variabel Kepemilikan Manajerial mendapat nilai koefisien sebanyak 0. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan jika variabel Kepemilikan Manajerial meningkat satu satuan dan variabel lain konstan maka Kinerja Keuangan akan meningkat 018790 dan sebaliknya. Variabel Komisaris Independen mendapat nilai koefisien sebanyak 0. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan jika variabel Komisaris Independen meningkat satu satuan dan variabel lain konstan maka Kinerja Keuangan akan meningkat 211299 dan sebaliknya. Variabel Komite Audit mendapat nilai koefisien sebanyak 0. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan jika variabel Komite Audit meningkat satu satuan dan variabel lain konstan maka Kinerja Keuangan akan meningkat sebanyak 0. 266566 dan Variabel CSR mendapat nilai koefisien sebanyak 0. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan jika variabel CSR meningkat satu satuan dan variabel lain konstan maka Kinerja Keuangan akan meningkat sebanyak 0. 381845 dan sebaliknya. Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui korelasi variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai Adjusted R-Squared bermanfaat untuk Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1285-1294 Fernando dan Tunjung : Analisa Pengaruh CSR dan GCG Terhadap Financial . mengukur jumlah variabel independen yang mampu menerangkan variabel dependen. Pada tabel di bawah ini tertera hasil uji koefisien determinasi (Adjusted R. Tabel 3. Hasil Uji Koefisien Determinasi dan Uji F Bedasarkan tabel di atas, dapat dilihat nilai adjusted R- Squared sebesar 0,554712. Nilai sebesar 0,554712 dapat menunjukkan bahwa 55. pengungkapan sustainability report dapat dijelaskan oleh CSR dan GCG. Sisanya sebesar 53% variabel dependen kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh variabel independen diluar dari variabel independen dalam penelitian ini. Uji F digunakan untuk mengetahui apakah model regresi variabel independen terhadap variabel dependen layak untuk digunakan. Melalui proses pengujian, didapatkan hasil probability (F-statisti. sebanyak 0,063708 yang melebihi dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa GCG dan CSR tidak memiliki pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap kinerja keuangan. Uji parsial . dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh secara individual terhadap variabel dependen. CSR memiliki nilai probabilititas sebesar 0. 7239 dimana nilai probabilitas ini dibawah tingkat signifikansi Mengacu pada Tabel 2, koefisien variabel tersebut sebanyak 0. 381845 yang berarti variabel tersebut memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas. Komite Audit secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai prob memiliki nilai probabilititas sebesar 0. 0049 dimana nilai probabilitas ini di bawah tingkat signifikansi yaitu 0. Mengacu pada Tabel 2, koefisien variabel tersebut sebanyak 0. 266566 yang berarti variabel tersebut memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas. Komisaris Independen secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan memiliki probabilititas sebesar 0. 9216 dimana nilai probabilitas ini di atas tingkat signifikansi yaitu 0. Mengacu pada Tabel 2, koefisien variabel tersebut 211299 yang berarti variabel tersebut memiliki pengaruh negatif terhadap Kepemilikan Institusional secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai probabilititas sebesar 0. 6254 dimana nilai probabilitas ini dibawah tingkat signifikansi yaitu 0. Mengacu pada Tabel 2, koefisien variabel tersebut sebanyak -0. 091236 yang berarti variabel tersebut memiliki pengaruh negatif terhadap profitabilitas. Kepemilikan Manajerial secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai probabilititas sebesar 0. 9378 dimana nilai probabilitas ini dibawah tingkat signifikansi yaitu 0. Mengacu pada Tabel 2, koefisien variabel tersebut Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1285-1294 Fernando dan Tunjung : Analisa Pengaruh CSR dan GCG Terhadap Financial . 018790 yang berarti variabel tersebut memiliki pengaruh positif terhadap Diskusi