164 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 Analisis Pengaruh Rata- Rata Lama Sekolah. Angka Harapan Hidup dan Pengeluaran Perkapita Terhadap Kemiskinan Provinsi Nusa Tenggara Barat Miftahul Jannah1. Indah Fitriana Sari2 Universitas Teknologi Sumbawa E-mail: indah. sari@uts. Article History: Received: 17 Juli 2023 Revised: 06 September 2023 Accepted: 10 September 2023 Keywords: Rata-rata Lama Sekolah. Angka Harapan Hidup, dan Pengeluaran Perkapita Terhadap Kemiskinan. PENDAHULUAN Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rata-rata lama sekolah. Angka Harapan Hidup, dan Pengeluaran perkapita terhadap kemiskinan di provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini terdapat variabel dependen dan independen, variabel dependen meliputi kemiskinan dan variabel independen meliputi Rata-rata lama sekolah. Angka harapan Hidup dan pengeluaran Penelitian ini menggunakan regresi data panel yang terdiri dari 10 kabupaten yang ada di provinsi nusa tenggara barat dengan menggunakan program Eviews 12. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari BPS Nusa tenggara Barat. Estimasi yang digunakan pada penelitian ini Fixed Effect Model (FEM). Secara keseluruhan, hasil analisis regresi data panel dan uji hipotesis disimpulkan bahwa dalam penelitian ini secara simultan Rata-rata lama sekolah. Angka harapan hidup secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Variabel Rata-rata lama sekolah. Angka harapan hidup secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Dan Pengeluaran perkapita secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan pokok yang dialami oleh setiap negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Menurut Todaro . dalam Setiawan . , di hampir semua negara berkembang, standar hidup sebagian besar penduduknya cenderung sangat rendah, tidak hanya jika dibandingkan dengan standar hidup orangAeorang di negara kaya, namun juga dengan golongan elit di negara mereka sendiri. Standar hidup yang rendah tersebut terwujud salah satunya dalam bentuk tingkat pendapatan yang sangat rendah atau Sharp,et. dalam Kuncoro . mencoba mengidentifikasi penyebab kemiskinan dipandang dari sisi ekonomi. Pertama, secara mikro kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 yang timpang. Kedua, kemiskinan muncul akibat perbedaan dalam kualitas sumber daya Ketiga, kemiskinan muncul akibat perbedaan akses dalam modal. Kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah di negara manapun. Salah satu aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi mereka (BPS, 2. Menurut World Bank dalam Jurnal (Nunung, 2. , salah satu sebab kemiskinan adalah karena kurangnya pendapatan dan aset . ack of income and asset. untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, perumahan dan tingkat kesehatan dan pendidikan yang dapat diterima . Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, pengeluaran per kapita baik secara parsial ataupun simultan terhadap kemiskinan di Provinsi NTB Tahun 2019-2022. LANDASAN TEORI Pengertian Kemiskinan Kemiskinan merupakan masalah yang bersifat multidimensi sehingga dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Secara umum, kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar standar atas setiap aspek kehidupan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappena. mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Hak-hak dasar antara lain: terpenuhinya kebutuhan pangan. kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam dan lingkungan. rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak . hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik. Ditinjau dari sumber penyebabnya, kemiskinan dapat dibagi menjadi kemiskinan kultural dan kemiskinan struktural. Kemiskinan kultural adalah kemiskinan yang mengacu pada sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan hidup dan budayanya. Kemiskinan kultural biasanya dicirikan oleh sikap individu atau kelompok masyarakat yang merasa tidak miskin meskipun jika diukur berdasarkan garis kemiskinan termasuk kelompok Sedangkan kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang disebabkan oleh struktur masyarakat yang timpang, baik karena perbedaan kepemilikan, kemampuan, pendapatan dan kesempatan kerja yang tidak seimbang maupun karena distribusi pembangunan dan hasilnya yang tidak merata. Kemiskinan struktural biasanya dicirikan oleh struktur masyarakat yang timpang terutama dilihat dari ukuran-ukuran ekonomi. Kemiskinan Neimietz dan Maipita Menurut Niemietz . dalam Maipita . , kemiskinan adalah ketidakmampuan untuk membeli barang-barang kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, papan, dan obatobatan. Sedangkan Badan Pusat Statistik . mendefinisikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Teori Kemiskinan Kuncoro dan Tasya Menurut Kuncoro . dalam Tyas . kemiskinan adalah ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup minimum. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemiskinan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 adalah suatu keadaan dimana seseorang atau daerah tidak dapat meningkatkan kehidupan yang lebih layak atau dapat dikatakan tidak dapat meningkatkan standar hidup yang lebih baik. Ada beberapa pandangan dari para ahli mengenai penyebab kemiskinan, diantaranya adalah (Maipita, 2. Menurut Spicker, penyebab kemiskinan dibagi menjadi dalam 4 mahal, yaitu: Individual explanation: Mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan disebabkan oleh karakteristik orang miskin itu sendiri. Karakteristik yang dimaksud misalnya malas dan kurang sungguh-sungguh dalam segala hal, termasuk dalam bekerja. Mereka juga sering salah dalam memilih, termasuk dalam memilih sekolah, memilih pekerjaan, jalan hidup, tempat tinggal, dan lainnya. Familiar explanation: Mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan cenderung disebabkan oleh faktor keturunan. Dalam hal ini misalnya tingkat pendidikan orang tua yang rendah telah membawa ke dalam kemiskinan karena kurangnya skill yang dimiliki untuk bekerja ditempat yang layak. Akibatnya, sang orang tua juga tidak mampu memberikan pendidikan yang layak kepada anaknya sehingga pada akhirnya si anak juga jatuh kepada . Subcultural explanation: Mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan disebabkan oleh kultur, kebiasaan, adat-istiadat, atau akibat karakteristik perilaku 13 lingkungan. Misalnya, kebiasaan yang bekerja adalah kaum perempuan, kebiasaan yang enggan untuk bekerja keras dan menerima apa adanya, keyakinan bahwa mengabdi kepada para raja atau orang terhormat meski tidak diberi bayaran dan lainnya yang berakibat pada kemiskinan. Terkadang orang seperti ini justru tidak merasa miskin karena sudah terbiasa dan memang kulturnya yang sudah demikian. Structural explanation: Mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan timbul akibat dari ketidakseimbangan, perbedaan status yang dibuat oleh adat istiadat, kebijakan, dan aturan lain menimbulkan perbedaan hak untuk bekerja, sekolah dan lainnya hingga menimbulkan kemiskinan di antara mereka yang statusnya rendah dan haknya terbatas. Menurut Djoyo, membedakan penyebab kemiskinan di desa dan di kota. Pertama, kemiskinan di desa disebabkan oleh faktor-faktor, diantaranya: Ketidakberdayaan. Kondisi ini muncul karena kurangnya lapangan kerja, rendahnya harga produk yang dihasilkan, dan tingginya biaya pendidikan. Keterwakilan, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya keahlian, sulitnya transportasi, serta ketiadaan akses terhadap kredit menyebabkan mereka terkucil dan menjadi miskin. Kemiskinan materi. Kondisi ini diakibatkan kurangnya modal dan minimnya lahan pertanian yang dimiliki menyebabkan penghasilan mereka relatif rendah. Kerentanan, sulitnya mendapat pekerjaan, pekerjaan musiman, dan bencana alam, membuat mereka menjadi rentan dan miskin. Sikap. Sikap yang menerima apa adanya dan kurang termotivasi untuk bekerja keras membuat mereka menjadi miskin. Kedua, kemiskinan di kota pada dasarnya disebabkan oleh faktor-faktor yang sama dengan kemiskinan yang terjadi di desa. Perbedaannya terletak pada penyebab dari faktor-faktor tersebut. Misalnya faktor ketidakberdayaan di kota cenderung disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan, dan tingginya biaya Sharp, et. dalam Kuncoro . mencoba mengidentifikasi penyebab kemiskinan dipandang dari sisi ekonomi. Pertama, secara mikro kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 yang timpang. Kedua, kemiskinan muncul akibat perbedaan dalam kualitas sumber daya Ketiga, kemiskinan muncul akibat perbedaan akses dalam modal. Ketiga penyebab kemiskinan tersebut bermuara pada teori lingkaran setan kemiskinan (Vicious circle of povert. menurut Nurkse (Kuncoro, 2. : Adanya keterbelakangan, ketidaksempurnaan pasar, dan kurangnya modal mengakibatkan rendahnya pendapatan yang mereka terima. Rendahnya pendapatan akan berimplikasi pada rendahnya tabungan dan investasi. Rendahnya investasi berakibat pada keterbelakangan, dan seterusnya. Rata-Rata Lama Sekolah Rata-rata lama sekolah merupakan rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk yang berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah Menurut standar UNDP batas maksimum untuk rata-rata lama sekolah adalah 15 tahun dan batas minimum sebesar 0 tahun. Batas maksimum 15 tahun mengindikasikan tingkat pendidikan maksimum yang ditargetkan adalah setara Sekolah Menengah Atas (SMA). Rata-rata lama sekolah mencerminkan tingkat pendidikan yang dicapai oleh masyarakat suatu daerah. Semakin tinggi angka rata-rata lama sekolah berarti semakin tinggi jenjang pendidikan yang dijalani. Asumsi secara umum bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula kualitas seseorang, baik dari pola pikir maupun tindakan nya. Menurut Tobing dalam Hastarini dan Dwi . ,berpendapat bahwa seseorang yang pendidikannya tinggi yang diukur dengan lamanya waktu bersekolah akan memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Menurut Todaro . , tingkat penghasilan ini sangat dipengaruhi oleh lamanya seseorang memperoleh pendidikan. Rata-rata lama sekolah merupakan indikator tingkat pendidikan di suatu daerah. Pendidikan merupakan salah satu bentuk modal manusia . uman capita. yang menunjukkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk dapat memaksimumkan selisih antara keuntungan yang diharapkan dengan biaya-biaya yang diperkirakan, maka strategi 20 optimal bagi seseorang adalah berusaha menyelesaikan pendidikan setinggi mungkin. Investasi dalam modal manusia akan terlihat lebih tinggi manfaatnya apabila kita bandingkan antara total biaya pendidikan yang dikeluarkan selama menjalani pendidikan terhadap pendapatan yang nantinya akan diperoleh ketika mereka sudah siap bekerja. Orangorang yang berpendidikan tinggi akan memulai kerja penuh waktunya pada usia yang lebih tua, namun pendapatan mereka akan cepat naik dari pada orang yang bekerja lebih awal (Todaro. Angka Harapan Hidup Menurut Rahmawati . , di negara-negara yang memiliki tingkat kesehatan yang baik, setiap masyarakatnya cenderung memiliki rata-rata hidup yang lebih lama, dengan demikian memiliki lebih banyak peluang untuk dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Keluarga yang usia harapan hidupnya lebih panjang, cenderung untuk menginvestasikan pendapatannya di bidang pendidikan dan tabungan. Dengan demikian tabungan nasional dan investasi akan meningkat, dan pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tentu pada akhirnya juga akan membantu menurunkan tingkat kemiskinan Kemudian menurut Lincolin . dalam Merna dan Dwi . menjelaskan intervensi untuk memperbaiki kesehatan dari pemerintah juga merupakan suatu alat untuk mengurangi Salah satu faktor yang mendasari kebijakan ini adalah perbaikan kesehatan akan meningkatkan produktivitas golongan miskin: kesehatan yang lebih baik akan meningkatkan daya kerja, mengurangi hari tidak bekerja dan menaikkan output energy. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 Pengeluaran Perkapita Teori Konsumsi yang dikemukakan oleh Keynes merupakan teori yang fenomenal dan dianggap sebagai sebuah keberhasilan empiris di zamannya. Keynes berpendapat jika seseorang mendapatkan tambahan pendapatan, maka secara alamiah dia akan menambah konsumsi namun besarnya tambahan konsumsi ini tidak sebesar tambahan pendapatan. Kenaikan pendapatan didasarkan pada besarnya Marginal Propensity to consume (MPC), dimana besarnya MPC berkisar antara 0 sampai dengan 1. MPC adalah kecenderungan masyarakat, yang merupakan persentase dari pendapatan yang digunakan untuk berkonsumsi. Sehingga jika terjadi kenaikan pendapatan maka akan terjadi kemungkinan kenaikan jumlah konsumsi (Mankiw, 2. Konsep jumlah pengeluaran dari (Samuelson, 1. menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi menentukan jumlah pengeluaran untuk konsumsi adalah pendapatan disposibel sebagai faktor utama, pendapatan permanen dan pendapatan menurut daur hidup, kekayaan serta faktor permanen lainnya seperti faktor sosial dan harapan tentang kondisi ekonomi dimasa datang. Dalam perbandingan terukur terhadap pendapatan nasional, jika proporsi pengeluaran masyarakat semakin meningkat maka terdapat kemungkinan proporsi uang kuasi mengalami penurunan karena digunakan untuk keperluan konsumsi. Meskipun juga terjadi kenaikan uang kuasi dalam periode yang sama, tetapi persentase kenaikannya lebih kecil dibandingkan persentase kenaikan konsumsi. Sebaliknya, jika proporsi pengeluaran konsumsi masyarakat mengalami penurunan maka terdapat kecenderungan proporsi uang kuasi mengalami kenaikan sehingga hubungan antara konsumsi dengan jumlah uang kuasi merupakan hubungan yang saling berlawanan. Hubungan Variabel Rata-Rata Lama Sekolah Terhadap Tingkat Kemiskinan Pendidikan ( formal dan non forma. bisa berperang penting dalam mengurangi kemiskinan dalam jangka panjang, baik secara tidak langsung melalui perbaikan produktivitas dan efisiensi secara umum, maupun secara langsung melalui pelatihan golongan miskin dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas mereka dan pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan mereka (Lincolian, 1. Salah satu faktor mempengaruhi kemiskinan adalah pendidikan. Pendidikan adalah pelopor pembangunan dalam negara. Pendidikan merupakan bentuk investasi individu, di mana jika semakin tinggi pendidikan, maka kesejahteraan suatu individu akan meningkat dan hal ini juga akan mempengaruhi jangka panjang kesejahteraan ekonomi suatu negara (Mankiw, 2. Dalam aspek pendidikan indikator yang berpengaruh terhadap kemiskinan di suatu daerah ditentukan dari Rata Lama Sekolah. perusahaan akan memperoleh hasil yang lebih banyak dengan mempekerjakan tenaga kerja dengan produktivitas yang lebih tinggi, sehingga perusahaan akan bersedia memberikan upah/gaji yang lebih tinggi kepada yang bersangkutan. Pada akhirnya seseorang yang memiliki produktivitas yang tinggi akan memperoleh kesejahteraan yang lebih baik, yang dapat diperlihatkan melalui peningkatan pendapatan maupun konsumsinya. Hubungan Variabel Angka Harapan Hidup Terhadap Kemiskinan Angka harapan hidup (AHH) merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerinta dalam meningkatkan kesejahteraan pada umumnya, meningkatkan derajat kesehatan pada Dalam membandingkan tingkat kesejahteraan antara kelompok masyarakat sangatlah penting untuk melihat angka harapan hidup. Di negara- negara yang tingkat kesehatannya lebih baik, setiap individu memiliki rata-rata hidup lama, dengan demikian secara ekonomis mempunyai peluang untuk memperoleh pendapatan lebih tinggi. Selanjutnya. Lincoln . menjelaskan intervensi untuk memperbaiki kesehatan dari pemerinta juga merupakan suatu alat a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 kebijakan ini adalah perbaikan kesehatan akan meningkatkan daya kerja, mengurangi hari tidak bekerja dan menaikan output energi. Hubungan Variabel Pengeluaran Perkapita Terhadap Tingkat Kemiskinan Tingkat kesejahteraan dikatakan meningkat jika terjadi peningkatan konsumsi riil perkapita, yaitu peningkatan nominal pengeluaran rumah tangga lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Pengeluaran perkapita memiliki hubungan terhadap kemiskinan Dengan pengeluaran perkapita yang meningkat mampu memberikan pengaruh pada tingkat kemiskinan di suatu daerah, karena kesejahteraan yang meningkat ditunjukkan dengan tingginya pengeluaran perkapita (Ismi Wulandari. Abdul Aziz Nugraha Pratama, 2. METODE PENELITIAN Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif, yaitu penelitian yang menanyakan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hubungan kausal. Hubungan kausal adalah hubungan sebab akibat yang terdiri dari variabel independen . ariabel yang mempengaruh. dan variabel dependen . ariabel yang dipengaruh. (Sugiyono, 2. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, mencari peranan, pengaruh, dan hubungan antara variabel independen dan dependen (Sugiyono, 2. Penelitian asosiatif pada penelitian ini guna mengetahui hubungan dan pengaruh dari variabel, yaitu variabel X1 ( Rata rata Lama Sekola. X2 (Angka harapan hidu. X3 (Pengeluaran perkapit. , dan variabel Y . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data panel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, dan pengeluaran perkapita terhadap kemiskinan pada tahun 20192022. Dilihat dari pengolahan data panel untuk tiga model estimasi yaitu. CEM. FEM. REM analisis regresi dilakukan dengan uji chow, uji hausman, dan uji lagrange multiplier. Dari ketiga model yang telah di uji model yang terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil regresi data panel sebagai berikut. Tabel 1. Hasil Regresi Daltile Panel Model FEM Coefficient Rata-rata la ma angkah harapan Pengeluaran per Sumber : Olah Dental Eviews 12 Std. Error t-Statistic Prob. Yit =185. 028330X1 it -2. 435169X2it 0. 507059X3it Berdasarkan tabel dalam persamaan regresi diatas, dapat dilihat bahwa nilai koefisien a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 konstanta pada hasil estimasi metode FEM adalah 185. 5075 Koefisien dari variabel variabel tersebut ada yang berpengaruh positif dan juga negatif. Selanjutnya merujuk pada hipotesis yang diajukan oleh peneliti pada bab sebelumnya ,pengaruh ratal-rental lama sekolah, langkah halral plan hidup, dan pengeluaran perkapita terhadap kemiskinan Beredar secara parsial dan simultan. Berikut penjelasan pengaruh masing-masing variabel berdasarkan hasil penelitian yang telah Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah Terhadap Kemiskinan Berdasarkan hasil pengujian dalam menggunakan analisis regresi data panel menunjukkan bahwa Rata-rata lama sekolah secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Nusa Tenggara Barat tahun 2019-2022. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien 028330 dan nilai probabilitas sebesar 0. 2510 > 0,05 sehingga hipotesis terbukti kebenarannya. Dengan nilai koefisien regresi dalton panel (Rata-rata Lama sekola. 028330, yang menunjukkan bahwa peningkatan Rata-rata lama sekolah satuan akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 6. 028330 satuan. Pengaruh Angka Harapan Hidup Terhadap Kemiskinan Berdasarkan hasil pengujian dalam menggunakan analisis regresi data panel menunjukan bahwa Angka harapan Hidup secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Nusa Tenggara Barat tahun 2019-2022. Hal ini ditunjukan dengan koefisien 2. 435169 dan nilai probabilitas sebesar 0. 3280 > 0,05 sehingga hipotesis terbukti Dengan nilai koefisien regresi data panel (Angka harapan hidu. adalah -2435169 yang menunjukan bahwa angka harapan hidup satuan akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar -2435168 satuan. Pengaruh Pengeluaran Perkapita Terhadap Kemiskinan Berdasarkan hasil pengujian dalam menggunakan analisis regresi data panel menunjukan bahwa pengeluaran perkapita secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Nusa Tenggara Barat tahun 2019-2022. Hal ini di tujukan dengan koefisien 507059 dan nilai probabilitas sebesar 0. 8267 > 0,05 sehingga hipotesisnya terbukti kebenarannya. Dengan nilai koefisien regresi dalton flanel. engeluaran per kapit. 507059 yang menunjukan bahwa peningkatan pengeluaran perkapita satuan akan mengakibatkan peningkatan terhadap kemiskinan sebesar 0. 507059 sulthan. Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah. Angka Harapan Hidup dan Pengeluaran Perkapita Terhadap Kemiskinan Berdasarkan hasil pengujian dalam menggunakan analisis regresi data flanel menunjukkan bahwa Investasi penanaman modal dalam negeri. Belanja Pemerintah, dan Konsumsi Rumah Tangga secara bersama-saman atau secara simultan tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Tingkat Inflasi di NTB tahun 2018-2021. Hal ini di tunjukkan dengan nilai probabilitas F sebesar 0. 833826 > dari 0,05, sehingga hipotesis tidak terbukti kebenarannya. Hasil dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa peningkatan Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri akan mengakibatkan penurunan Tingkat Inflasi dan investasi penanaman modal dalam negeri memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat inflasi. Hasil dalam penelitian ini jika belanja pemerintah meningkat maka tingkat inflasi alkali menurun dan dalam penelitian ini belanja pemerintah memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat Hasil dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi rumah tanggal akan mengakibatkan penurunan Tingkat Inflasi dan konsumsi rumah tanggal tidak memiliki pengaruh dan tidak signifikan terhadap tingkat inflasi. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa rata-rata lama sekolah secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Nusa Tenggara Barat tahun 2019-2022. Angka harapan hidup secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Nusa Tenggara Barat tahun 2019-2022. Pengeluaran perkapita secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Nusa Tenggara Barat tahun Secara simultan, rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, pengeluaran per kapita berpengaruh terhadap kemiskinan di Nusa Tenggara Barat tahun 2019-2022. DAFTAR REFERENSI Arif. Pengaruh Rata Lama Sekolah. Pengeluaran Perkapita. Pendapatan Asli Daerah. Investasi. Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Nusa Tenggara Barat Tahun 2012-2021. Jurnal Ilmiah Manajemen. Vol. 4 No. 1, 2023, 48-58. Along Galdini. Analisis Pengaruh Sangkal Halral Plan Hidup. Angka Melek Huruf. Tingkat Pengangguran Terbuka Dan Pendapatan Domestik Regional Bruto Perkapita Tterhadap Kemiskinan Pada Kabupaten/Kota Diprovinsi Sulawesi Tengah Tahun 20102013. e-Jurnal Katalogis. Vol. No. 7, 40-49. Gunawan. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi. Pengangguran dan Langkah Harapan Hidup (AHH) Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010-2018. Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) 8 . Halsall. Syal Alruddin, & Rosmel. Pengaruh pangkal harapan hidup, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran perkapita terhadap tingkat kemiskinan pada Kabupaten /Kota di Provinsi Jambi . e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 2303-1255. Huda. AuPengaruh Rata-rata Lama Sekolah, angka Harapan Hidup dan Pengeluaran Perkapita Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Timur Tahun 2014-2018Ay . Buletin Ekonomikaa Pembangunan: Vol. No. 1 , 55-66. Inggit. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi. Pertumbuhan Penduduk dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Jawa Timur Tahun 2004-2014. Jurnal Ekonomi & Bisnis. Vol. No. 2, 257. Kumalasari. Analisis Pertumbuhan Ekonomi, angka harapan hidup. Angka Melek Huruf. Rata-rata lama sekolah. Pengeluaran Perkapita dan Jumlah Penduduk terhadap Tingkat Kemiskinan di Jawa Tengah. Semarang : Skripsi. Universitas Diponegoro. , 40564081. Kusumal 1. Analisis Pengaruh Angka Harapan Hidup. Rata-rata Lama Sekolah. Tingkat Kemiskinan Terhadap Kesejahteraan Pada Kabupaten/Kota Di provinsi Bali. EJurnal EP Unud,11. , 4059 Ae 4081. Meimela. Model Pengaruh Tingkat Setengah Pengangguran. Pekerja Informal dan Pengeluaran Perkapita Disesuaikan Terhadap Kemiskinan di Indonesia Tahun 2015- 2017. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 19. , 7-13. Muda. Kolangal. , & Kalangi. Pengaruh Angka Harapan Hidup. Tingkat Pendidikan dan Pengeluaran Perkapita terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sulawesi Utara Pada Tahun 2003-2017. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 19 . Pradipta. , & Dewi. Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah dan Pengangguran Terbuka terhadap Kemiskinan. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 8. , 109-115. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 Ahmad Rafiqi. AuPengaruh Rata-Rata Lama Sekolah. Pengeluaran Riil Perkapita. Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi D. YogyakartaAy Skripsi Stephanie. Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah dan Pengangguran Terbuka Terhadap Kemiskinan. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) 8 . , 109-115 a. ISSN : 2828-5298 .