Jurnal Magistra Volume 3 Nomor 1 Maret 2024 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62200/magistra. Available online at: https://ejurnal. id/index. php/magistra Perintah untuk Menghormati Ayah dan Ibu: Suatu Tinjauan Moralitas Dekalog Megawati Naibaho STP Dian Mandala Gunungsitoli. Indonesia Alamat: Jln. Nilam No. Ilir. Gunungsitoli Korespondensi penulis: carolinekym79@stpdianmandala. Abstract. Every generation complaining the young people in this new era lack of respect towards parents. The young people tend to seek pleasure and pay less attention to manners, especially in relationships with parents. The command to honor one's parents is actually an obligation that God even conveyed to Moses as the leader of the Nation of Israel in the Decalogue. The purpose of this writing is to explain the noble meaning and value of honoring fathers and mothers as stated in the Decalogy. The method used is a combination of two methods, namely qualitative and quantitative research methods. By digging up information from primary and supporting sources and accountable references. The expected result of the research is that the author can present briefly, clearly and systematically the idea of the morality of the act of respecting fathers and mothers. Thus, it is hoped that this research will be a good source of information so that readers will know more about the importance of respecting fathers and mothers and can realize it in daily life. Keywords: Decalogue, morality, youth Abstrak. Setiap generasi mengeluh bahwa kaum muda di era baru ini kurang menghormati orang tua. Kaum muda cenderung untuk mencari kesenangan dan kurang memperhatikan tata krama terutama dalam relasi dengan orang Perintah untuk menghormati orang tua sesungguhnya merupakan suatu kewajiban bahkan telah disampaikan oleh Allah kepada Musa sebagai pemimpin Bangsa Israel dalam Dekalog. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menerangkan makna dan nilai yang luhur untuk menghormati ayah dan ibu sebagaimana telah dituangkan dalam Dekalog. Metode yang digunakan adalah menggunakan penggabungan dua metode yakni metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Dengan menggali informasi dari sumber utama dan pendukung serta referensi yang dapat Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah penulis dapat mempersentasikan dengan singkat, jelas dan sistematis gagasan moralitas tindakan menghormati ayah dan ibu. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini menjadi sumber informasi yang baik agar pembaca semakin mengetahui pentingnya menghormati ayah dan ibu dan dapat merealisasikan dalam hidup harian. Kata kunci: Dekalog, kaum muda, moralitas LATAR BELAKANG Keluarga adalah bagian penting dalam suatu masyarakat yang harus berfungsi secara utuh demi kebaikan keseluruhan generasi. Keluarga sebagai Gereja kecil harus menjadi Gereja yang kudus, suci, taat dan tempat pertumbuhan manusia baru yang bermartabat yang menghantar setiap anggota keluarga menuju Kristus sebagai terang dunia . Matius 4:. Dalam keluarga diajarkan bahwa anak-anak berkewajiban menghormati ayah dan ibu. Menghormati orang lain, terutama untuk menghormati orang tua yang seharusnya dilakukan anak-anak merupakan suatu yang wajar. (Armstrong, 2. Tentu saja tindakan untuk menghormati orang tua sebagai orang yang telah berjasa bagi pertumbuhan dan perkembangan anak untuk menerima sikap hormat dari anak. Anak-anak dan orang tua merupakan suatu kumpulan pribadi dalam suatu keluarga tertentu. Orang tua adalah bagian dari masyarakat yang secara khusus memiliki tanggungjawab terhadap keberlangsungan Received: Februari 02, 2024. Revised: Februari 25, 2024. Accepted: Maret 20, 2024. Published: Maret 24, 2024 Perintah untuk Menghormati Ayah dan Ibu: Suatu Tinjauan Moralitas Dekalog hidup anak (Spollen, 2. Selain untuk memenuhi kebutuhan anak secara material, orang tua juga memiliki tanggungjawab untuk memberikan pendidikan iman, karakter dan tata nilai hidup (Naibaho. Ola, & Sipahutar, 2. Adakalanya, orang tua kurang menyadari peranan dan model yang mereka tetapkan untuk anak-anak mereka, terutama melalui cara hidup dan kesaksian yang mereka tunjukkan. Orang tua mendengar anak kecil mengatakan "sial" atau menunjukkan ekspresi yang lebih buruk (Bertens, 2. Kemudian orang tua bertanya-tanya di mana anak belajar bahasa tersebut. Pertanyaan yang dilontarkan oleh ayah atau ibu perihal sikap anak yang kurang memahami etika sering sekali sulit Kesadaran orang tua hanya untuk menemukan dari mana anak itu mempelajari sikap kurang beretika tiidak jarang menimbulkan pencarian yang panjang. Dalam realitas hidup keluarga yang semakin kompleks terutama tindakan untuk menanamkan etika dan cara hidup untuk menghormati ayah dan ibu perlu mendapat perhatian yang serius. Perintah Allah yang terdapat dapat Dekalog yakni untuk menghormati ayah dan ibu merupakan seruan moral yang perlu untuk ditanamkan dan dipraktekkan terutama dalam keluarga sebagai fondasi masyarakat secara luas (Kongregasi Ajaran Iman. Berbagai persoalan yang terjadi dalam keluarga baik yang secara langsung disaksikan oleh anak-anak dalam keluarga maupun yang diketahui melalui media sosial merupakan tantangan yang harus diperhatikan (Danby, 2. Melalui media adakalanya anak-anak secara virtual menyaksikan perilaku buruk orang tua, berita perceraian, perselingkuhan, banyak pasangan yang terjebak dalam kasus perkawinan bebas, wanita yang memiliki beberapa anak dengan banyak pria yang berbeda, kebiasaan orang tua untuk menikmati minuman keras, narkoba, pengabaian nilai moralitas dan pelecehan seksual (Prasetyono & Pandor, 2. Berhadapan dengan realitas bahwa orang tua kurang mamou memberikan teladan hidup yang baik dan kesetiaan dalam mengamalkan nilai moralitas (Ujan, 2. Perintah Allah sebagaimana dituliskan dalam kitab Ulangan merupakan suatu undangan dan teguran kepada ibu dan bapak sebagai berikut. AuEngkau harus mengajarkannya kepada anakanakmu dengan seksamaAy (Ulangan 6:. Sabda Tuhan ini merupakan instruksi yang jelas dan tegas bagi orang tua untuk mengajarkan perintah-perintah kepada anak-anak mereka, termasuk yang berfokus pada moralitas dan etika (Naibaho. Ola, & Den, 2. Banyak orang tua yang terlalu sibuk dengan berbagai tugas dan karir yang membuat mereka lupa akan tanggungjawab pembinaan iman dan karakter anak (Konsili Vatikan II, 1993. Bahkan karena orang tua lebih sibuk untuk tugas di luar adakalanya mereka kurang memiliki waktu untuk menemani anak-anak mereka. Dengan kata lain, orang tua kurang JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. memberi diri sebagai sahabat seperjalanan bagi putra atau putri mereka. Di sisi yang lain, para petugas pastoral melalui kunjungan kepada umat dan kegiatan pembinaan umat sebagaiman dilakukan oleh Martina Marbun dan tim juga memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan iman dan moral anak (Marbun et al. , 2. Penulis bertitik tolak dari masalah yang ditemukan hendak memberikan suatu motivasi agar ibu dan ayah mampu menyadari keluhuran panggilan mereka sebagai guru moral dan iman. Orang tua perlu diyakinkan bahwa mereka bertanggung jawab untuk mengajar anak-anak mereka. Dalam bahasa Ibrani, kata horim. Auorang tua,Ay terkait dengan kata moreh, yakni AuguruAy (Sufiyanta, 2. Dengan demikian dapat dipahami bahwa orang tua adalah guru iman dan moralitas. Tuhan menyampaikan perintah untuk menghormati orang tua sebagaimana ditegaskan dalam Dekalog menunjukkan bahwa pengorbanan orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka sangat diperhitungkan Tuhan dan ,mereka patut dihormati (Hoffman, 2. Perintah Tuhan agat anak-anak menghormati ayah dan ibu juga merupakan suatu peringatan bagi orang tua yang gagal menjadi orang tua dengan lebih terfokus pada karir, persahabatan atau kenyamanan, dan pemenuhan kebahagiaan diri. Panggilan yang paling luhur dari orang tua yang tidak dapat digantikan adalah kontribusi mereka dalam upaya membentuk iman dan karakter moral anak-anak mereka sehingga anak-anak memiliki landasan iman yang kokoh dan nilai moral yang solid sebagai kekuatan untuk melakukan apa yang benar di dunia yang terkadang mendorong mereka untuk melakukan sebaliknya (John Laux, 1. Orang tua tidak menyerahkan secara total pembinaan iman dan karakter anak-anak pada pendidikan formal di sekolah, sebaliknya di sekolah merupakan lanjutan dari pembinaan yang di rumah untuk memperkuat nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tua (Green, 2. Pengalaman anak dalam keluarga terutama dengan sikap dan kebiasaan baik di rumah merupakan hal yang fundamental dalamperkembangan karakter anak selanjutnya. Jika tidak ada contoh perilaku etis di rumah, tidak ada yang perlu diperkuat oleh sekolah (Atkinson, 2. Tanpa rasa hormat, kekaguman, dan bahkan rasa hormat yang wajar terhadap orang tua, anak-anak tidak mungkin mampu untuk menghormati orang lain di luar rumah. Sebaliknya kemungkinan anak-anak akan mengedepankan hasrat dan dorongan hati mereka yang tak terkendali, sehingga mengambil keputusan dan reaksi yang belum matang bahkan bertolak belakang dari nilai moralitas (Armstrong, 2. Perintah untuk Menghormati Ayah dan Ibu: Suatu Tinjauan Moralitas Dekalog Undangan untuk menghormati ayah dan ibu sebagaimana tertuang dalam perintah keempat Dekalog adalah salah satu langkah atau strategi untuk menanamkan kesadaran untuk menghormati orang tua yang telah terlebih dahulu mengasihi dan membingbing anakanak mereka (Hoffman, 2. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran kepada orang tua akan keluhuiran panggilan sebagai guru iman dan moral terhadap anak-anak. Hal ini merupakan seruan moral dan pastoral yang dapat memberikan daya hidup bagi pertumbuhan anak-anak untuk menyadari kewajiban mereka untuk menghormati orang tua. Kitab Amsal 13:24 dan 22:15 memperingatkan tentang kurangnya disiplin orangtua: "Siapa sayang kepada tongkat, benci kepada anaknya. siapa mengasihi anaknya, menghajarnya pada masa mudanya," dan "Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan menjauhkan orang muda dari padanya. Kata-kata ini tidak selalu merupakan resep yang siap saji, tetapi hal ini dapat menjadi motivasi bagi orangtua untuk mendisiplinkan diri dan mengajarkan iman dan moral kepada anak-anak melalui kesaksian hidup yang baik (Kongregasi Ajaran Iman, 1. KAJIAN TEORITIS Perintah untuk menghormati ayah dan ibu merupakan perintah Allah yang dituliskan di dua loh batu dan diberikan kepada Musa sebagai pemimpin bangsa Israel (Hoffman. Pesan yang dapat dimengerti tentang perintah Allah untuk menghormati ibu dan ayah merupakan suatu kewajiban anak terhadap orang tua. Anak-anak yang mendapat pendampingan dan pengajaran iman dan moral dari orang tua, kemungkinan akan lebih mampu untuk menghormati orang tua mereka (Atkinson, 2. Sebagian mungkin anak menghormati ayah dan ibu karena rasa takut, tetapi dapat diyakini bahwa sebagian besar anak menghormati ayah dan ibu karena terlebih dahulu sudah mengalami cinta dan kebaikan orang tua. Dalam upaya untuk menanamkan sikap agar anak menghormati ibu dan bapak tidak boleh mengedepankan hukuman fisik atau ancaman bila anak tidak menghormati ayah dan Kata kavod yang berarti menghormati adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan rasa hormat yang pantas (Atkinson, 2. Dalam bahasa Inggris, istilah kehormatan dan rasa hormat adalah sinonim. Dalam banyak terjemahan Alkitab bahasa Inggris, kata rasa hormat digunakan untuk menyiratkan keberpihakan. Misalnya, "Jangan menghormati orang dalam penghakiman" (Ulangan 1:. adalah perintah untuk tidak memihak saat bertindak sebagai hakim. Oleh karena itu, secara alkitabiah, menghormati JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. adalah perintah penghormatan dan sopan santun. Dalam konteks perintah untuk menghormati ibu dan ayah istilah kehormatan lebih tepat digunakan daripada istilah rasa hormat. Ketika mendalami tentang kewajiban anak terhadap orang tua, kita perlu memahami bahwa dasar sikap penghormatan anak terhadap ibu dan bapak adalah cinta kasih, bukan karena ancaman atau hukuman bila tidak melakukannya (Paus Benediktus XVI, 2. Menurut tradisi Yahudi, menghormati orang tua berarti anak-anak melakukan berbagai tindakan yang memberikan kebaikan kepada orang tua seperti memberikan makanan dan minuman, menyediakan pakaian dan tempat berteduh, dan memberikan segala sesuatu yang diperlukan agar orang tua dapat hidup secara pantas (Atkinson, 2. Perintah untuk menghormati orang tua juga disebutkan dalam kitab Imamat yang menyatakan bahwa perintah untuk menghormati ibu dan bapak didasarkan oleh sikap takut. Hal ini dituliskan dalam Alkitab Modified Indonesian Literal Translation (MILT) tahun 2008 sebagai berikut. Ay setiap orang di antara kamu haruslah takut pada ibunya dan ayahnya, dan kamu harus memelihara sabat-sabat-Ku. Akulah Tuhan. AllahmuAy (Imamat 19:. Tradisi Yahudi menafsirkan penghormatan disejajarkan dengan sikap takut terhadap ayah dan ibu. Hal ini secara sederhana dapat dipahami sebagai sesuatu yang berarti bahwa anak tidak boleh boleh menentang perkataan orang tua. Hal ini juga diupayakan dalam pembinaan calon katekis yang akan mengajari dan membina iman dan karakter umat (Naibaho, 2. Kehormatan ditunjukkan melalui tindakan kebaikan dan kepedulian, sementara penghormatan berarti menahan diri dari tindakan yang merendahkan peran mereka sebagai orang tua atau mempermalukan mereka di depan umum. Perbedaan sederhana ini masih relevan hingga saat ini menunjukkan pemahaman mendalam seorang orangtua tentang perlunya orangtua mengajarkan anak-anak mereka tentang yang benar dan yang salah (Hinde, 2. Dengan demikian, perintah Allah dalam dekalog untuk menghrmati ibu dan ayah menunjukkan tanggung jawab anak terhadap orang tua. Perintah Allah agar anak menghormati ibu dan ayah perlu diajarkan oleh orang tua terhadaop anak. Orang tua memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk menetapkan batasan yang jelas, konkrit dan adil serta tentang perintah untuk menghormati orang tua . awancara dengan kelompok ibu Katolik. Januari 2. Orang tua perlu menyadari bahwa sebelum mengharapkan anak menghormati mereka, oran gtua terlebih dahulu sudah menghormati anak dan telah mengajar anak dengan baik tentang iman dan moral termasuk perintah Allah agar anak menghormati ibu dan bapak (Bertens, 2. Dengan kata lain, orang tua tidak mungkin menerima penghormatan dari anak bilaorang tua tidak terlebih Perintah untuk Menghormati Ayah dan Ibu: Suatu Tinjauan Moralitas Dekalog dahulu memenuhi tanggung jawab saya untuk mengajar mereka. Anak-anak yang kurang mendapat pengajaran dan pendidikan iman dan moral dari orang tua akan bertumbuh tanpa rasa hormat, kekaguman, dan bahkan rasa takut yang wajar terhadap ketidaksetujuan orang tua mereka (Seran & Naibaho, 2. Dalam kitab Amsal Allah menegaskan sebagai berikut. AySiapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunyaAy (Amsal 13:. Hal ini menunjukkan makna tongkat sebagai suatu petunjuk untuk mengajar dan mendidik anak sesuai dengan iman dan kaidah moral. Dengan demikian mereka mampu menjalankan perintah Allah untuk menghormati ibu dan bapa secara sukarela dan didasarkan oleh Di sisi lain hal yang perlu untuk dimengerti bahwa perintah untuk menghormati ibu dan ayah bukan sesuatu yang dapat terjadi dengan sendirinya. Agar anak memahami kewajiban untuk menghormati ibu an ayah, orang tua harus memberikan tuntunan yang Orang muda atau anak-anak merupakan generasi yang membutuhkan pendampingan dan arahan, sebab Kitab Amsal menyebutkan bahwa. Aykebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya (Amsal 22:. Sabda Allah ini mengingatkan bahwa anak-anak atau kaum muda sungguh memerlukan pendampingan dan arahan yang benar (Bertens, 2. Kata-kata ini tidak selalu merupakan resep yang mudah dilakukan, tetapi pesan ini sebagai pengingat bagi orangtua untuk menyadari peran mereka yang sangat signifikan untuk memberikan pengajaran iman dan nilai moral kepada anak (Naibaho. Ola, & Den, 2. Dengan kata lain, perintah Allah dalam dekalog agar anak menghormati ibu dan bapak merupakan perintah yang mustahil dihayati anak bila orang tua tidak mengajarkan bagaimana cara untuk mengasihi atau menghormati orang tua sesuai perintah Allah. Orang tua yang mengajar, mendampingi, dan mendisiplinkan anak dengan kasih boleh berharap untuk menerima hormat dari anak-anak mereka. METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan penggabungan dua metode yakni metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Melalui metode ini, penulis hendak mengetahui secar lebih konfrehensif tentang perintah Allah untuk mgnghormati ayah dan ibu serta bagaimana perintah ini dihayati dan dilaksanakan dalam realitas hidup. Dengan menggali informasi dari sumber utama yakni buku-buku yang berkaitan dengan pentingnya menghormati ayah dan ibu. Penulis hendak mendengarkan dari beberapa responden tentang implementasi dari perintah Allah untuk menghormati ayah dan ibu sebagaiman ditulisakan dalam dekalog. JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. tentang seruan untuk menghormati ayah dan ibu sebagaimana diserukan dalam Dekalog. Penulis dipertanggungjawabkan, serta sedapat mungkin penulis mendengarkan respondent secara terbuka dan mendengarkan informasi sebagaimana adanya. Penulis sedapat mungkin menghindari sikap mendengarkan dan mengintervensi. Penulis berusaha untuk menemukan gagasan yang dapat diimplementasinya dengan hidup beriman Katolik, terutama sebagai seruan pastoral untuk menghormati ayah dan ibu. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengajaran iman dan karakter anak dilandasi oleh perintah Allah Orangtua mengajarkan anak-anak mereka tentang apa yang benar dan yang salah, secara khusus petunjuk agar anak-anak menghormati ibu dan ayah dan Ibu secara layak dan Dalam wawancara dengan ibu Ana yang memiliki dua anak remaja yang sedang bertumbuh dalam upaya pencarian identitas menyatakan bahwa sesungguhnya harapan orang tua agar anak-anak mereka menghormati ibu dan ayah merupakan sesuatu yang harus dimulai oleh orang tua terhadap anak . awancara dengan bu Ana. Februari 2. Tindakan yang dilakukan oleh bu Ana dan orang tua pada umumnya menunjukkan pentingnya aspek pengajaran iman dan karakter dalam keluarga. Setiap manusia dipanggil untuk menjadi gambar dan rupa trinitarian Allah (Moltmann, 1. Dengan demikian, keluarga membentuk trinitas manusia yaitu suami, istri, dan anak, dan Allah Bapa bermaksud agar setiap orang menjadi cerminan wajah-Nya yang kudus bagi dunia. Setiap orang menyadari bahwa Yesus sebagai jalan, kebenaran, dan hidup yang diwujudkan dalam tindakan kasih kepada yang lain . Yohanes 14:. Dengan menjalani kehidupan yang baik dan bertumbuh dalam iman yang terwujud dalam tugas-tugas kita sehari-hari, kasih Allah akan bersinar di mata kita dan cahaya itu adalah terang Allah. AuDemikianlah hendaknya terangmu bercahaya di hadapan orang, supaya mereka yang melihat perbuatanmu yang baik, memuliakan Bapamu yang di sorgaAy (Matius 5:. Tindakan konkrit yang dilakukan oleh ibu Ana adalah secara terus menerus tanpa bosan mengingatkan anak-anak bahwa mereka memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menghormati ibu dan bapa. Ibu Ana juga menetapkan batasan yang jelas dan adil serta konkrit tentang tindakan menghomati ibu dan bapa . awancara dengan bu Ana. Februari 2. Ajaran yang disampaikan kepada anak secara jelas dan berkesinambungan akan memampukan anak menyadari kewajiban untuk menghormati ibu dan sepanjang hidup mereka (Hoffman, 2. Proses penanaman sikap untuk menghormati Perintah untuk Menghormati Ayah dan Ibu: Suatu Tinjauan Moralitas Dekalog ibu dan bapak tersebut harus dilandasi oleh tindakan orang tua yang terlebih dahulu sudah memenuhi kebutuhan anak-anak baik kebutuhan fisik, iman, kenyamanan dan pembinaan karakter anak (Ola et al. , 2. Ibu Ana dengan tegas menyatakan hal ini dengan berkata. Aysaya tidak dapat mengharapkan anak-anak untuk menghormati saya, jika saya tidak terlebih dahulu memenuhi tanggung jawab saya untuk memenuhi kebutuhan dan mengajar mereka dengan sabar dan pantang menyerahAy . awancara dengan bu Ana. Februari 2. Tingkat argumen berkaitan dengan ajaran orang tua terhadap anak-anak untuk menghormati ibu dan bapa perlu didasarkan atas kata-kata Tuhan sebagai tolok ukur moralitas (Paus Benediktus XVI, 2. Sering kali terjadi perbedabatan tentang penetuan tentang moralitas yang objektif yakni tentang siapa yang bisa mengatakan moralitas yang baik atau buruk? benar? Pada masa dewasa ini, terutama dalam perkembangan teknologi adakalanya orang-orang merasa mampu untuk menentukan standar moral tentang apa yang baik dan benar menurut pendapat sendiri. Dalam tradisi Yahudi diberikan dasar pentingnya perintah untuk menghormati ibu dan bapak. Disebutkan bahwa seorang anak tidak pernah dihukum mati karena anak tersebut berlaku bandel. Allah menegaskan dalam kitab Keluaran bahwa Aysiapa yang memukul ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati (Keluaran 21:. Lebih lanjut lagi. Allah mengingatkan pentingnya untuk menghormati orang tua dengan berkata bahwa. Aysiapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum matiAy (Keluaran 21: . Dengan demikian dapat dipahami makna dan pesan penting dibalik perintah Allah yang tertulis dalam dekalog untuk menghormati ayah dan ibu. Pelanggaran atau sikap yang tidak sopan kepafa orang tua mengakibatkan anak menerima hukuman mati. Hal ini hendak menegaskan pesan pesan moral yang sangat penting dalam perintah Allah untuk menghormati ayah dan ibu (Lahikainen, 2. Argumen klasik orang tua yang sibuk Ada hal yang menarik yang perlu disikapi tentang perintah untuk menghormati ibu dan bapak. Perintah ini mengandaikan syarat mutlak agar anak-anak memahami kewajiban mereka untuk menghormati orang tua mereka memerlukan pengajaran akan hal itu. Pengajaran orang tua terhadap anak-anak mereka diawali dengan percakapan yang baik. Percakapan adalah saat-saat yang baik untuk membentuk karakter anak (Danby, 2. Dalam konteks percakapan orang tua perlu menyadari bahwa pikiran anak-anak ibarat taman dan perasaan anak yang mengalami cinta ibarat lahan yang subur. Pikiran dan perasaan ini dapat diumpamakan sebagai tanaman yang tumbuh subur dan berbuah lebat dan manis, bila dirawat dan diperhatikan dengan baik, sebaliknya bila tidak dirawat pikiran dan perasaan ibarat pohon dan semak, lumut, dan gulma . awancara dengan kelompok ibu JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. Katolik. Januari 2. Hal ini akan bertumbuh, menyebar, saling terkait, dan berkembang dengan cara yang tidak pernah dapat diprediski orang tuam(Naibaho. Ola, & Den, 2. Percakapan yang baik yang dilakukan orang tua dan anak seakan seperti benih, sinar matahari, air, dan pupuk bagi pikiran dan perasaan anak-anak. Ide-ide atau nilai-nilai kebaikan dapat dimulai dari percakapan yang sederhana. Ibarat sinar matahari sangat bagi pertumbuhan tanaman, demikian halnya percakapan yang baik sangat diperlukan untuk menyehatkan pikiran dan hati (Corbett, 2. Percakapan yang baik memberi otak anak-anak bahasa harian yang dibutuhkan, hubungan sosial, dan latihan dengan ide-ide yang mendorong pertumbuhan. Perintah Allah agar anak menghormati ibu dan ayah juga dapat diajarkan kepada anak melalui percakapan yang baik. Percakapan yang rutin dilakukan antara orang tua dan anak juga memungkinkan orang tua mengetahui apa yang dipahami dan tidak dipahami anak, sehingga orang tua dapat mengisi kekosongan di sepanjang jalan, seperti memberi air dan pupuk pada tanaman untuk membantu tanaman Orang tua perlu menyediakan cukup waktu dan dengan penuh kasih membagikan pengalaman, cerita, deskripsi, dan percakapan yang menarik untuk anak (Spollen, 2. Percakapan yang baik antara otang tua dan anak hanya mungkin bila orang tua memberikan waktu untuk percakapan tersebut. Dewasa ini penyediaan waktu dari pihak orang tua untuk melakukan percakapan dengan anak mengalami tantangan. Orang tua sering tidak punya waktu. Orang tua dengan mudah mengatakan bahwa mereka sibuk dalam melaksanakan tugas atau bisnis untuk keluarga. Sebagai konsekunsi orang tua kurang menganggap penting percakapan terhadap anak-anak . awancara dengan kelompok ibu Katolik. Januari 2. Allah sejak awal yakni sejak Perjanjian Lama telah menegaskan perlunya pengajaran orang tua terhadap anak-anak. Dalam kitab Ulangan Allah bersabda. AuEngkau harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan seksamaAy (Ulangan 6:. Sabda Allah ini bagaiman suatu nstruksi bagi orang tua untuk mengajarkan perintah-perintah kepada anakanak mereka, termasuk yang berfokus pada moralitas dan etika (Hinde, 2. Dewasa ini adakalanya orang tua terlalu sibuk dengan berbagai tugas atau karir dan lupa akan panggilan mereka sebagai AyguruAy atau Aypembimbing pertamaAy atau menjadi AytemanAy bagi anak. Orang tua sering melupakan tanggung jawab untuk mengajar anak-anak mereka. Dalam bahasa Ibrani, kata horim, yakni orang tua dapat dipahami juga dengan kata moreh yakni guru. Dengan demikian, sesungguhnya orang tua memiliki panggilan khusus sebagai guru iman dan moralitas bagi anak-anak (Armstrong, 2. Perintah untuk Menghormati Ayah dan Ibu: Suatu Tinjauan Moralitas Dekalog Ajaran Tuhan bagi anak-anak sesungguhnya diteruskan oleh orang tua bagi anak. Perlu diakui bahwa ada kalanya beberapa orang tua menjadi begitu terfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan materi, perekonomian, persahabatan, kenyamanan, pemenuhan diri, kebahagiaan, atau kehidupan cinta mereka sendiri sehingga mereka lupa bahwa tugas mereka adalah membantu membentuk karakter moral dan penanaman iman anak. (Kongregasi Ajaran Iman, 1. Orang tua yang gagal dalam melaksanakan tugas sebagai guru iman dan moral bagi anak, adakalanyamembawa anak pada kebingungan akan arah hidup . awancara dengan kelompok ibu Katolik. Januari 2. Pada akhirnya bila orang tua sungguh-sungguh gagal dalam mewujudkan panggilan sebagai guru iman dan moral bagi anak, akibatnya anak-anak mereka kurang memiliki kekuatan untuk memilih dan melakukan yang benar. Sebaliknya anak-anak terjerumus dalam hal yang kurang baik dan menjadi jahat. Dalam konteks ini temtu saja anak gagal dalam menghormati ibu dan ayah mereka (Wangga, 2. Orang tua yang sibuk dengan berbagai kegiatan dan cenderung menyerahkan secara total pengajaran dan pembinaan anak-anak mereka kepada pihak sekolah. Ketika anak-anak mereka gagal dalam menghayati hidup baik dan juga kurang menghormati ibu dan ayah, orang tua cenderung menyalahkan sekolah . awancara dengan kelompok ibu Katolik. Januari 2. Orang tua melupakan bahwa pelajaran iman dan moral pertama-tama harus diterima anak di rumah bukan di sekolah. Hal yang pasti bahwa guru di sekolah bertugas hanya untuk memperkuat nilai-nilai iman dan moral yang telah diajarkan orang tua di Dengan kata lain, jika anak tidak melihat atau menerima contoh perilaku etis tentang iman dan moral di rumah, dengan demikian tidak mungkin guru di sekolah dapat memperkuat aspek iman dan moral anak. Metode pengajaran pada anak untuk menghormati ayah dan ibu Perintah Allah yang dituliskan dalam Dekalog agar anak-anak menghormati ayah dan ibu tidak dapat berlangsung secara genetis. Anak-anak perlu mendapat waktu dan pendampingan untuk belajar bagaimana menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dengan memberikan penghormatan yang wajar kepada ayah dan ibu (Hoffman, 2. Salah satu cara yang sangat efektif dalam pengajaran nilai-nilai iman dan moral kepada anak yakni melalui percakapan yang baik, jujur, terbuka dan berkesinambungan. Percakapan antara orang tua dan anak-anak harus dijiwai oleh kasih yang tulus. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa percakapan dapat diibaratkan sebagai urat nadi suatu relasi. Untuk memiliki hubungan yang sehat, anak-anak perlu mengalami lingkungan yang sehat dan memberikan nutrisi yang cukup baik bagi pertumbuhan jasmani, intelektual, spiritual dan JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. sosial (Corbett, 2. Orang tua aadalah guru iman dan moral yang pertama dan utama bagi anak. Perintah untuk menghormati ayah dan ibu pertamaAetama diterima oleh anak dalam keluarga. Panggilan yang melekat kepada orang tua sebagai guru iman dan moralitas. Gereja memberikan perhatian yang serius terhadap persiapan hidup berkeluarga. Sakramen perkawinan membantu para suami dan istri untuk lebih memahami ajaran Gereja yang mengagumkan tentang menghayati panggilan sebagai orang tua dalam kehidupan keluarga dengan mengembangkan sifat dan nilai yang baik (Lypez & Trujillo, 1. Para Bapa Gereja awal menyebut keluarga Kristen sebagai AuGereja Kecil. Ay Kemudian digunakan istilah AuGereja DomestikAy (Ecclesia Domestic. Lebih lanjut St. Yohanes Paulus II juga menyebut keluarga sebagai Gereja dalam bentuk miniatur (Konsili Vatikan II. Konsep ini penting untuk memahami bahwa setiap orang dilahirkan dalam keluarga yang memiliki pribadi yang unik sebagai Gambar Allah. Dengan demikian, perintah untuk menghormati ayah dan ibu merupakan perintah yang sangat penting dan merupakan kewajiban untuk setiap anak. Dengan demikian, ketika keluarga retak dan hancur karena kegagalan yang dialami oleh pasangan suami dan istri, keluarga itu tetaplah sebuah gereja kecil dan perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan pastoral kepada suami dan istri sebagai pemimpin dalam keluarga (Paus Yohanes Paulus II, 2. Hanya dengan kesadaran dan pemahaman bahwa Allah memanggil keluarga ke dalam keharmonisan di dalam Tuhan, dan dalam keluarga yang demikian, anak-anak dapat belajar bagaimana menciptakan sebuah gereja kecil bagi diri mereka sendiri ketika mereka memutuskan untuk menikah dan mampu untuk mengamalkan perintah Allah untuk menghomati ayah dan ibu. Anak-anak perlu belajar bagaimana menafsirkan dan memprediksi perasaan orang tua ketika mereka kurang mematuhi ajaran orang tua . awancara dengan kelompok ibu Katolik. Januari Anak-anak dapat memaknai setiap ajaran orang tua yang dialami melalui percakapan untuk membantu pikiran anak-anak tertarik ke fokus yang lebih sehat dan lebih positif dalam hidup, seperti menghormati ayah dan ibu, membantu orang lain dan menekuni hobi tertentu yang berguna bagi perkembangan pribadi anak. Perintah ini dilakukan bukan sebagai beban yang membelenggu, melainkan dilakukan sebagai ucapan syukur kepada Allah yang telah memberikan orang tua yang baik. KESIMPULAN DAN SARAN Perintah Allah dalam dekalog untuk menghormati ayah dan ibu tetap merupakan seruan moral yang harus diajarkan, disebarluaskan dan dipraktekkan demi hidup yang lebih Di dunia yang serba modern dan yang mengedepankan efisiensi seringsekali secara Perintah untuk Menghormati Ayah dan Ibu: Suatu Tinjauan Moralitas Dekalog tidak sadar mengabaikan perintah untuk menghormati ayah dan ibu, terutama ketika ayah atau ibu kurang berdaya dan kurang efektif secara ekonomi. Dasar untuk menghormati ayah dan ibu adalah kasih Allah yang telah menciptakan manusia secitra denganNya. Nilai tidak bergantung pada kemampuan fisik atau intelektual, sebaliknya manusia bermartabat karena memiliki identitas sebagai pembawa gambar Allah. Pada akhirnya, perintah untuk mengasihi ayah dan ibu berarti juga perintah untuk menjaga gambar Allah dalam diri orang tua dan anak secara bersama. DAFTAR REFERENSI Armstrong. Existential Elements of the Family Finding Meaning through LifeAos Stages (L. Armstrong . )). Peeters. Atkinson. Biblical dan Theological Foundation of the Family: Domestic Church. The Catholic University of America Press. Bertens. Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga. Aruzz Media. Corbett. What is A Family? and Why it Matters. Tasmania Family Institute. Danby. Social Interactional Understandings in Investigating Family Practices of Digital Media Use. Dalam A. Lahikainen. Mylkiy, & K. Repo (Ed. Media. Family Interaction and the Digitalization of Childhood. Edward Elgar Publishing. Inc. Green. Habitus in the Roman Catholic Tradition: Context and Challenges. Dalam Habits in Mind: Integrating Theology. Philosophy, and the Cognitive Science of Virtue. Emotion, and Character Formation. Brill. Hinde. Why Good is Good: the Sources of Morality. Routledge. Hoffman. The Status of the Decalogue in the Hebrew Bible. Dalam H. Reventlow & Y. Hoffman (Ed. The Decalogue in Jewish and Christian Tradition. T & T Clark International. John Laux. Catholic Morality. TAN Books. Kongregasi Ajaran Iman. Hormat terhadap Hidup Manusia Tahap Dini (Donum Vita. (P. Go . )). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI. Konsili Vatikan II. Dekrit tentang Pembinaan Imam (Optatam Totiu. Dalam R. Hardawiryana (Penerj. Dokumen Konsili Vatikan II. Dokumentasi dan Penerangan KWI-Obor. Konsili Vatikan II. Konstitusi Dogmatis tentang Gereja (Lumen Gentiu. Dalam R. Hardawiryana (Penerj. Dokumen Konsili Vatikan II. Dokumentasi dan Penerang KWI-Obor. Lahikainen. New Media. Family Interaction and Socialization. Dalam A. JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. Lahikainen. Mylkiy, & K. Repo (Ed. Media. Family Interaction and the Digitalization of Childhood. Edward Elgar Publishing. Inc. Lypez. , & Trujillo. Pontifical Council for the Family: Preparation for the Sacrament of Marriage. Marbun. Lay. Sipahutar. , & Naibaho. Pembinaan Iman Umat di Stasi Santo Tomas Onodohalawa sebagai Wujud Kasih kepada Sesama. Aksi Nyata: Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan, 1. , 146-154. Moltmann. The Trinity of the Kingdom: The Doctrine of God. Harper and Row. Naibaho. The Current Occurrences of Inequality: Formation Catechist for Awareness of Significant Moral Values. International Journal of Multidisciplinary: Applied Business Education Research, 4. , https://doi. org/https:org/10. 11594/ijmaber. Naibaho. Ola. , & Den. Internalisasi Etika: Menjadikan Hidup. Bukan Hanya Sekedar Hidup. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik, 1. , 78-88. Naibaho. Ola. , & Sipahutar. Pembinaan Spiritualitas. Iman dan Karakter dalam Keluarga di Era Digital. Yayasan Drestanta Pelita Indonesia. Ola. Naibaho. , & Yesse. Proses Penanaman Nilai-Nilai Moral Kristiani Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di Asrama Putri St. Anna Gunungsitoli dan Asrama Putri Bintang Laut Teluk Dalam. DIDAKTIKA: Jurnal Kependidikan. Xi. , 523532. Paus Benediktus XVI. Deus Caritas Est (Allah adalah Kasi. (P. Ocarm . )). Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Paus Yohanes Paulus II. Anjuran Apostolik tentang Keluarga (Familiaris Consortio. (R. Hardawiryana . )). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI. Prasetyono. , & Pandor. Manusia Dalam Logika Politik di Era Media Digital. Studia Philosophica et Theologica, 24. , 116-134. Seran. , & Naibaho. Peran Spiritualitas dan Agama bagi Pendidikan Karakter Generasi Digital. Seminar Nasional Filsafat 2024. Spollen. Connecting with Parents: A CatechistAos Guide to Involving Parents in Their ChildAos Religious Formation. Paulist Press. Sufiyanta. Jalan Sang Guru: Spiritualitas Guru Kristiani [The Way of Teacher: The Spirituality of Christian Teache. Obor. Ujan. Moralitas Lentera Peradaban Dunia. PT Kanisius. Wangga. Pola Asuh Orang Tua dalam Membangun Konsep Diri Anak. Bina Media Perintis.