https://myjurnal. poltekkes-kdi. id/index. php/HIJP p-ISSN: 2083-0. e-ISSN: 2622-5905 Volume 12. Nomor 1. Juni 2020 HIJP : HEALTH INFORMATION JURNAL PENELITIAN Penggunaan Sarung Tangan Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Petani Rumput Laut Muhammad Risal Prodi Ilmu Keperawatan. STIKES Batara Guru Soroaka. Luwu Timur. Indonesia: muhrisalichal17@gmail. *(Korespondensi e-mail: muhrisalichal17@gmail. ABSTRAK Dermatitis kontak iritan merupakan peradangan kulit yang terjadi sebagai respon nonspesifik kulit terhadap zat kimia melalui pelepasan mediator inflamasi dari sel-sel Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan alat pelindung diri yaitu sarung tangan terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional pada responden sebanyak 47 orang. Dari hasil kajian menggunakan uji chisquare didapatkan nilai p = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan sarung tangan memiliki hubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut khusunya yang berada di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu, sehingga diharapkan kepada pemerintah Desa untuk mensosialisasikan manfaat penggunaan sarung tangan yang salah satunya melalui kerja sama dengan pusat pelayanan kesehatan. Kata kunci: Alat pelindung diri. Dermatitis kontak. Petani rumput laut Abstract Irritant contact Dermatitis is an inflammation of the skin that occurs as a non-specific skin response to a chemical substance through the release of inflammatory mediators from the epidermis cells. The purpose of this research is to know the relationship of use of personal protective equipment namely gloves against the incidence of irritant contact dermatitis on seaweed farmers in the village Bawalipu. Wotu subdistrict. The study used a descriptive analytical design with cross sectional plans for respondents of 47 people. From the results of the study using Chi-square test obtained the value P = 0. 05 so that it can be concluded that the use of gloves have a relationship with the incidence of irritant contact dermatitis in the seaweed farmer especially in Bawalipu village. Wotu District, so it is expected to the village government to socialize the benefits of use of gloves that one of them through cooperation with health care center. Keywords: Contact dermatitis. Seaweed farmer. Personal protective equipments https://myjurnal. poltekkes-kdi. id/index. php/HIJP PENDAHULUAN p-ISSN: 2083-0. e-ISSN: 2622-5905 Volume 12. Nomor 1. Juni 2020 kerja dengan peringkat keenam terbanyak di dunia industri (Harrington & Gill, 2. Kesehatan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara sosial dan ekonomis. Keselamatan mempunyai arti keadaan terbebas dari celaka ataupun hampir celaka. Kerja berarti kegiatan atau usaha untuk mencapai tujuan. Kesehatan dan keselamatan kerja (K. adalah suatu sistem yang dirancang untuk menjamin keselamatan di tempat kerja agar tidak menderita luka maupun menyebabkan penyakit ditempat kerja (Malik, 2. Keselamatan kerja berlaku di segala tempat kerja, baik di darat, di laut, di permukaan air, di dalam air maupun di udara (Irzal, 2. Studi Indonesia menunjukkan bahwa 97 persen dari 389 kasus adalah dermatitis kontak, dimana 66,3 persen diantaranya merupakan Dermatitis Kontak Iritan (DKI) dan 33,7 persennya adalah Dermatitis Kontak Alergi (DKA). Insiden dermatitis kontak akibat kerja diperkirakan sebanyak 0,5 sampai 0,7 kasus per 1000 pekerja per tahun. Penyakit kulit diperkirakan menempati 9 sampai 34 persen dari penyakit yang berhubungan dengan Dermatitis kontak akibat kerja biasanya terjadi di tangan dan angka insiden untuk dermatitis bervariasi antara 2 sampai 10 persen. Diperkirakan sebanyak 5 sampai 7 persen penderita dermatitis akan berkembang menjadi kronik dan 2 sampai 4 persen di antaranya sulit untuk disembuhkan dengan pengobatan topikal (Tombeng et al. Dermatoses akibat kerja merupakan penyakit kulit yang berhubungan dengan Penyakit disebabkan oleh pekerjaan itu sendiri maupun faktor-faktor lingkungan kerja. Penyakit kulit akibat kerja tidak selalu berupa suatu peradangan, dapat juga berupa tumor, alergi atau rangsangan fisik. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, terdapat dua jenis kelompok penyakit kulit akibat kerja, yaitu: . dermatosis yang disebabkan oleh penyebab fisis, kimiawi, atau biologis. Penyakit kulit epitelioma primer yang disebabkan oleh ter, pic, bitumen, minyak mineral, antracena atau persenyawaannya, produk atau residu dari zat tersebut (SumaAomur. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi penyakit kulit di Indonesia sebesar 6,8 persen dan khusunya di Sulawesi Selatan sebesar 53,2 Dermatitis pada nelayan dilaporkan bahwa ada hubungan antara penggunaan sarung tangan dengan kejadian dermatitis pada nelayan. Diketahui pada 21 orang pekerja tidak menggunakan sarung tangan saat bekerja, 17 orang . %) di antaranya menderita dermatitis dan 4 orang . %) diantaranya tidak menderita dermatitis dan sebanyak 34 orang yang menggunakan sarung tangan saat bekerja, 7 orang . ,6%) di antaranya menderita dermatitis dan 27 orang . ,4%) di antaranya tidak menderita dermatitis (Kesehatan, 2. Laporan United Stases Bureau of Labor Statistict Annual Survey of Occupational Injuries and Illnesses menyatakan bahwa pada tahun 1988, 24 persen kasus penyakit akibat kerja merupakan penyakit kulit. Data di Inggris menunjukan bahwa 1,29 kasus per 1000 pekerja merupakan dermatitis akibat kerja. Apabila ditinjau dari jenis penyait kulit akibat kerja, maka lebih dari 95 persen merupakan dermatitis kontak (Suryani. Laporan penyakit akibat kerja di Inggris pada tahun 1984-1989 menyatakan bahwa dermatitis merupakan penyakit akibat Penyakit akibat kerja terjadi pada petani rumput laut di Kabupaten Bantaeng. Sulawesi Selatan. Menurut laporan kepala peningkatan kasus penyakit kulit pada hampir 75 persen petani rumput laut dengan keluhan gatal dan infeksi sekunder dalam Juni-Desember Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter puskesmas memperkirakan gangguan kulit https://myjurnal. poltekkes-kdi. id/index. php/HIJP itu sebagian besar adalah dermatitis kontak (Herryanto et al. , 2. p-ISSN: 2083-0. e-ISSN: 2622-5905 Volume 12. Nomor 1. Juni 2020 sedang melakukan pekerjaan rumput laut di Desa Bawalipu. Kecamatan Wotu pada saat berlangsungnya penelitian serta bersedia menjadi responden sebanyak 47 orang. Data kejadian yang dihimpun di Puskesmas Wotu dalam kurun empat bulan terakhir pada tahun 2019, jumlah dermatitis menurut umur, 1-11 bulan 11 orang, 1-4 tahun 26 orang, 5-9 tahun 22 orang, 10-14 tahun 6 orang, 15-19 tahun 14 orang, 1-4 tahun 60 orang, 45-54 tahun 29 orang. tahun 15 orang, 60-69 tahun 22 orang, >70 tahun 9 orang. Terdapat sekitar 100 petani rumput laut yang menderita DKI, baik itu DKI berat maupun DKI sedang, dan hanya 10 persen dari mereka yang menggunakan sarung tangan saat bekerja. Mereka beralasan bahwa menggunakan sarung tangan terlalu memperlambat proses kerja. Pengumpulan Data Data menggunakan kuesioner dan observasi secara langsung. Pengolahan dan Analisis Data Data hasil penelitian dibagi menjadi dua jenis agar memudahkan analisis. Analisis univariate dilakukan terhadap tiaptiap variabel dari penelitian. Analisis ini menggambarkan tentang distribusi frekuensi dan persentase dari tiap-tiap variabel yang Sedangkan analisis bivariate untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan sarung tangan dengan DKI pada petani rumput laut. Sedangkan uji kemaknaan hubungan menggunakan chisquare dengan patokan kemaknaan O 0,05. Kemudian berdasarkan survei awal pada petani rumput laut di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu, enam dari 11 petani rumput laut mengalami kelainan kulit dengan keluhan gatal pada tangan dan kaki Sebagian menggunakan sarung tangan ketika bekerja. HASIL Tabel 1. Kelompok Umur Jumlah Kelompok Umur Total Sumber data: data primer 2020 Hal inilah yang menjadi landasan peneliti untuk mengkaji lebih lanjut hubungan antara penggunaan sarung tangan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di Desa Bawalipu. Kecamatan Wotu. METODE Jenis Penelitian Responden dengan kelompok umur terbanyak berada adalah usia 50-65 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional (Notoatmodjo, 2. Tabel 2. Jenis Kelamin Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Sumber data: data primer 2020 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Desa Bawalipu. Kecamatan wotu. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Januari hingga Maret 2020. Responden dengan kelompok jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, dengan total dua kali dari jumlah responden jenis kelamin laki-laki. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah seluruh petani rumput laut yang ada di Desa Bawalipu. Kecamatan Wotu. Sampel penelitian adalah petani rumput laut yang https://myjurnal. poltekkes-kdi. id/index. php/HIJP Tabel 3. Penggunaan Sarung Tangan Jumlah Penggunaan Sarung Tangan Tidak Total Sumber data: data primer 2020 p-ISSN: 2083-0. e-ISSN: 2622-5905 Volume 12. Nomor 1. Juni 2020 Tabel 4. Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Jumlah Kejadian DKI Tidak Total Sumber data: data penelitian 2020 Responden yang menggunakan sarung tangan ketika bekerja hampir sama jumlahnya dengan yang tidak menggunakan sarung tangan. Mayoritas kejadian DKI. Tabel 5. Uji Hubungan Penggunaan Sarung Tangan dengan Kejadia Dermatitis Kontak Iritan Kejadian Dermatitis Penggunaan Tidak Sarung Tangan 0,05 Tidak Total Sumber data: hasil uji chi-square Hasil uji kemaknaan uji chi-square memberikan nilai p = 0,05. Nilai ini menggambarkan bahwa hipotesis terdapat hubungan antara penggunaan sarung tangan terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu Tahun 2020 diterima. Secara umum, penggunaan APD yang lengkap saat bekerja berhubungan dengan kejadian terjadinya dertatitis kontak. penggunan APD yang rendah menjadi faktor risiko kejadian dermatitis kontak akibat kerja (Fielrantika & Dhera, 2. dan bahkan pekerja yang tidak menggunakan APD berisiko 2,71 kali lebih tinggi mengalami kejadian dermatitis kontak (Saftarina et al. , 2. Keterkaitan hubungan ini berlaku baik pada bidang pekerjaan umum maupun khususnya pada pekerjaan yang berhubungan dengan air (Retnoningsih, 2. PEMBAHASAN Dermatitis kontak iritan merupakan kelainan yang diakibatkan oleh pajanan toksik non-spesifik yang merusak epidermis atau dermis, sehingga lapisan kulit tersebut memberikan respon inflamasi yang tidak berkaitan dengan reaksi imun (Pardiansyah. Kejadian dermatitis kontak pada nelayan rumput laut tidak terlepas dari berbagai aspek, baik itu individu manusianya, proses saat bekerja, dan lingkungan kerja itu sendiri. Aspek lingkungan dapat meliputi rumput laut, air laut (Nurika & Susanto, 2. , dan organisme yang berasosiasi dengan rumput Sedangkan kedisiplinan dalam menggunakan APD, khususnya sarung tangan menjadi faktor yang berhubungan dengan manusia namun hal ini juga tidak terlepas dari kondisi Kesehatan pekerja (Azhar & Hananto, 2011. Jeyaratnam. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui terdapat hubungan penggunaan sarung tangan terhadap penyakit dermatitis kontak iritan. Pola hubungan yang terbentuk adalah responden yang menggunakan sarung tangan, mayoritas dari mereka tidak mengalami kejadian dermatitis kontak iritan. Sedangkan menggunakan sarung tangan sebagian besarnya mengalami kejadian dermatitis kontak iritan. Pernyataan ini didukung oleh hasil penelitian yang telah dilakukan oleh (Fielrantika & Dhera, 2017. Retnoningsih, https://myjurnal. poltekkes-kdi. id/index. php/HIJP Masyarakat sering menyepelekan faktor-faktor tertentu karena mereka belum mendapat kecelakaan itu sendiri. Sehingga di perlukan cara untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. Selain pemberian peringatan diri dan pengertian kepada masyarakat, tentu mengurangi resiko terjadi kecelakaan. Disinilah alat sarung tangan dibutuhkan. Secara umum APD adalah salah satu usaha yang dapat mencegah kecelakaan guna masyarakat (Rudyarti, 2017. Tarwaka, p-ISSN: 2083-0. e-ISSN: 2622-5905 Volume 12. Nomor 1. Juni 2020 Proses Kerja Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Petani Rumput Laut Di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Indonesian Journal of Health Ecology, 10. Website Fielrantika. , & Dhera. Hubungan Karakteristik Pekerja. Kelengkapan Dan Higienitas APD Dengan Kejadian Dermatitis Kontak (Studi Kasus Di Rumah Kompos Jambangan Surabay. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6. , https://doi. org/10. 20473/ijosh. Frosch. , & John. Clinical aspects of irritant contact dermatitis. Contact Dermatitis (Fifth Editio. 305Ae. Springer Berlin Heidelberg. https://doi. org/10. 1007/978-3-64203827-3_16 Harrington. , & Gill. Buku saku kesehatan kerja . rd ed. EGC. Indonesia Onesearch Herryanto. Musadad. Hananto. , & Elsi. Survei Penyakit Kulit Pada Petani Rumput Laut Di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2005. Repositori Irzal. Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja . st ed. Kencana. Indonesia Onesearch Jeyaratnam. Buku ajar praktik . exbook occupational medicine practic. EGC. Indonesia Onesearch Kesehatan. dan P. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Lembaga Penerbitan Balitbangkes. Google Scholar Malik. Pengaruh Kebijakan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja . Terhadap Kinerja Karyawan Proyek Konstruksi Pada PT. Pembangunan Perumahan . Tbk. Di Makassar. Repositori Notoatmodjo. Metodologi penelitian kesehatan . nd ed. Rineka Cipta. Indonesia Onesearch Edukasi pencegahan terjadinya DKI mudah untuk diaplikasikan, sebab seringnya kerjadian dermatitis kontak iritan ini pada tangan (Wijaya et al. , 2. atau bagian tubuh yang tidak terlindungai oleh APD (Frosch & John, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Terdapat hubungan antara penggunaan sarung tangan terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu. Diharapkan Kepada Pemerintah Desa bawalipu Dapat bekerja sama dengan pihak pelayanan kesehatan untuk memberikan informasi berupa penyuluhan dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat khususnya pada petani rumput laut yang terkena dermatitis kontak iritan agar menggunakan alat pelindung diri berupa sarung tangan. memperhatikan kebersihan diri dan senantiasa memperhatikan jam kerja/hari agar dapat mengurangi terjadinya tingkat kejadian dermatitits kontak. Untuk peneliti selanjutnya agar dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut. DAFTAR PUSTAKA Azhar. , & Hananto. Hubungan https://myjurnal. poltekkes-kdi. id/index. php/HIJP Nurika. , & Susanto. Pengaruh Faktor Internal Terhadap Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Petani Garam Desa Karanganyar Kabupaten Sumenep. Journal of Public Health Research and Community Health Development, 3. , 56. https://doi. org/10. 20473/jphrecode. Pardiansyah. Association Between Personal Protective Equipment With Contact Dermatitis In Scavengers. Jurnal Majority, 4. , 80Ae Google Scholar Retnoningsih. Analisis FaktorFaktor Kejadian Dermatitis Kontak Pada Nelayan. Google Scholar Rudyarti. The Relationship Of Safety And Health Knowledge And Attitude Of Use Of Self-Protector Equipment With Work Accident Accident In Batik Knife Crafts In PT. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 2. , 31. https://doi. org/10. 21111/jihoh. Saftarina. Sibero. Aditya. , & Dinanti. Prevalensi Dermatitis Kontak Akibat Kerja dan Faktor yang Mempengaruhinya pada p-ISSN: 2083-0. e-ISSN: 2622-5905 Volume 12. Nomor 1. Juni 2020 Pekerja Cleaning Service di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. Prosiding Seminar Presentasi Artikel Ilmiah Dies Natalis FK Unila Ke 13, 19Ae25. Google Scholar SumaAomur. Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Sagung Seto. Indonesia Onesearch Suryani. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Dermatitis Kontak Pada Pekerja Bagian Processing Dan Filling PT. Cosmar Indonesia Tangerang Selatan Tahun Google Scholar Tarwaka. Keselamatan dan kesehatan kerja : manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja. Harapan Press. Indonesia Onesearch Tombeng. Darmada. , & Darmaputra, . Occupational Contact Dermatitis In Farmers. E-Jurnal Medika Udayana, 2. , 200Ae217. Google Scholar Wijaya. Darmada. , & Rusyti. Edukasi Dan Penatalaksanaan Dermatitis Kontak Iritan Kronis Di RSUP Sanglah Denpasar Bali Tahun 2014/2015. Jurnal Medika, 5. Google Scholar UCAPAN TERIMAKASIH