Vol. No. 2, 2024, pp. DOI: https://doi. org/10. 29210/1202424551 Contents lists available at Journal IICET Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. ISSN: 2476-9886 (Prin. ISSN: 2477-0302 (Electroni. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jppi Pengaruh model pembelajaran experiental learning terhadap keterampilan menulis puisi siswa di sekolah menengah pertama Dame Uli Eva Christina Aritonang*). Teguh Trianton. Esra Perangin-angin Universitas Prima Indonesia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Received Aug 23 , 2024 Revised Sept 20th, 2024 Accepted Oct 02nd, 2024 Keywords: Experiental learning Keterampilan menulis puisi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Experiential Learning terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas Vi di SMP Swasta Budi Setia Sunggal. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu . uasi-experimenta. dengan desain nonequivalent control group, di mana kelas Vi-A dijadikan kelas eksperimen dan kelas Vi-B sebagai kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, tes pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan peningkatan efektivitas pembelajaran dari 50,73% menjadi 81,67% pada pertemuan kedua. Hasil pre-test menunjukkan keterampilan menulis puisi siswa kelas eksperimen dengan rata-rata 50,73 dan kelas kontrol 47,63, keduanya dalam kategori Cukup Terampil. Setelah perlakuan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata kelas eksperimen 81,67 (Sangat Terampi. dan kelas kontrol 64,60 (Cukup Terampi. Uji N-Gain menunjukkan peningkatan keterampilan menulis puisi dengan kategori sedang dan rata-rata 0,6093 untuk kelas eksperimen, sementara uji t independen menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol setelah perlakuan . -hitung = 15,18 > t-tabel = 2,048, df = 58, = 5%). Kesimpulannya, model pembelajaran Experiential Learning secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas Vi di SMP Swasta Budi Setia Sunggal, dan diharapkan para guru dapat menerapkan metode ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa. A 2024 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Dame Uli Eva Christina Aritonang. Universitas Prima Indonesia Email: dameulieva@gmail. Pendahuluan Pendidikan merupakan suatu usaha pembentukan pribadi anak, baik itu dari segi ilmu pengetahuan, kedewasaan, dan pembentukan karakter anak. Pada dasarnya pendidikan tidak hanya berlangsung di sektor formal saja akan tetapi bisa di sektor non formal seperti lingkungan rumah, masyarakat, ataupun lingkungan Dalam dunia pendidikan peran guru sangat penting yaitu sebagai motivator dan juga sebagai fasilitator untuk membantu siswa dalam belajar. Dengan demikian, akan memudahkan bagi guru untuk menumbuhkan minat belajar siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Pendidikan merupakan wahana untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan untuk mendukung terciptanya manusia yang cerdas serta mampu bersaing di era globalisasi. Pendidikan berkembang seiring dengan teknologi yang semakin maju. Peningkatan kualitas pendidikan, terutama pendidikan di sekolah menengah merupakan lanjutan untuk peningkatan sumber daya manusia. Pembelajaran adalah salah satu usaha yang melibatkan dan menggunakan pengetahuan professional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan Aritonang. , et al Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. Menurut Rahmi. AuPembelajaran adalah suatu aktivitas yang disengaja untuk memodifikasi sebagai kondisi yang disarankan untuk tercapainya proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai dan diwariskan agar terlaksana secara efektif dan efisienAy (Rahmi,dkk, : 2. Pemerintah telah berusaha mengadakan inovasi pendidikan yaitu dengan mempengaruhi pengembangan kurikulum, memberikan fasilitas belajar, peningkatan mutu tenaga pengajar melalui pelatihan dan penataran guru, pemberian intensif berupa bantuan yang tujuannya meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Guru harus memiliki strategi agar pembelajaran menjadi menarik siswa dapat belajar secara efektif. Seorang guru ideal mampu bertindak dan berpikir kritis dalam menjalani tugasnya secara professional dan dapat menemukan alternative yang harus diambil dalam proses mengajar guna mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu faktor terpenting untuk mencapai tujuan pendidikan adalah proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah yang diinegrasikan dengan pendekatan, strategi, model dan metode pembelajaran untuk memperoleh kualitas proses pembelajaran yang baik, salah satu upaya yang digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran adalah dengan memperbaiki pola pembelajaran. Pada kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya memiliki karakteristik yang berbeda, setiap materi pelajaran memiliki tujuan mengembangkan potensi pengalaman belajar dan keterampilan belajar. Salah satunya mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai alat komunikasi. Oleh sebab itu Bahasa Indonesia sangat penting dalam dunia pendidikan. Pembelajaran bahasa adalah pembelajaran yang bertujuan untuk memperoleh keterampilan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Terdapat empat keterampilan dalam berbahasa yakni: keterampilan menyimak . istening skill. , keterampilan berbicara . peaking skill. , keterampilan membaca . eading skill. dan keterampilan menulis . riting skill. Dari keempat keterampilan berbahasa, keterampilan menulis berada pada urutan tertinggi karena menulis merupakan keterampilan produktif yang hanya diperoleh setelah membaca, menyimak dan berbicara. Salah satu aspek yang diajarkan dalam pembelajaran di sekolah mata pelajaran Bahasa dan sastra Indonesia adalah menulis puisi. Dalam pembelajaran menulis puisi, siswa diharapkan mampu menuliskan apa yang dirasa atau apa yang dipikirkan dalam bahasa yang indah sehingga mengandung bahasa kiasan dan berkonotasi. Keterampilan menulis puisi merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa terutama dalam mengungkapkan ide, pikiran dan perasaan melalui karangan, baik fiksi maupun non fiksi. Para siswa sebagai penulis pemula harus dibina, dibekali dan ditempa keterampilan menulisnya sehingga mampu menuangkan ide, pikiran, perasaan dan gagasan dalam berbagai jenis. Menurut Tarigan . 0: . AuMenulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dengan orang lain, hal ini mengandung pengertian bahwa dengan tulisan dapat membantu menjelaskan pikiran-pikiran kita melalui sebuah tulisan tanpa saling bertatap mukaAy. Salah satu kegiatan menulis yang wajib digalakkan bagi siswa kelas Vi sebagai penulis yaitu menulis karya sastra, khususnya puisi. Menulis merupakan aktivitas berbahasa yang tidak dapat dipisahkan dari keterampilan berbahasa yang lainnya yakni menyimak, membaca dan berbicara. Keempat aspek tersebut terintegrasi dalam pembelajaran yang harus diberikan secara seimbang dan terpadu. Hal tersebut didasarkan pada keterampilan menulis puisi di jenjang SMP adalah kemampuan mendasar sebagai bekal siswa dalam menulis puisi di jenjang Keterampilan menulis memberikan banyak manfaat dalam dunia pendidikan seperti mengembangkan kreativitas, menanamkan keberanian dan rasa percaya diri, serta dapat membantu siswa dalam menuangkan ide, pikiran, pengalaman, gagasan dan perasaan. Berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi di kelas Vi SMP Swasta Budi Setia Sunggal, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi puisi masih mengalamai kesulitan. Hal ini disebabkan oleh dua aspek yaitu guru dan siswa. Dari segi guru belum maksimal dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, guru belum menggunakan model pembelajaran yang tepat saat proses pembelajaran, dan model yang digunakan guru dalam pembelajaran masih menggunakan metode konvensional . Dilihat dari segi siswa, mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ide dan imajinasi mereka serta dalam menemukan topik yang akan dikembangkan dalam menulis puisi. Selain itu siswa juga mengalami kesulitan dalam memilih diksi yang tepat untuk merangkainya dalam sebuah puisi, kurangnya penguasaan kosakata dalam menulis membuat siswa kesulitan menyusun kalimat dengan menggunakan bahasa sendiri. Untuk itu, agar pembelajaran menulis puisi terasa mudah bagi siswa, diperlukan metode pembelajaran yang tepat. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini karena penelitian ini memiliki keunikan dimana siswa akan menulis puisi berdasarkan pengalamannya. Metode experiental learning juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mencapai keberhasilan dengan memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk menentukan pengalaman apa yang akan mereka fokuskan ketika menulis puisi berdasarkan pengalaman yang mereka miliki sebelumnya. Pembelajaran menulis dengan metode yang tepat akan membuat siswa merasa tidak bosan dan tidak kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Untuk mengatasi pembelajaran yang terjadi pada siswa tersebut akan diterapkan suatu model pembelajaran yang kreatif, inovatif, vJournal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Pengaruh model pembelajaran experiental learning terhadap keterampilan menulisA dan dapat melibatkan siswa secara aktif. Proses pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan menulis puisi yaitu model pembelajaran experiental learning. Pembelajaran dengan model experiental learning mulai diperkenalkan oleh David Kolb pada tahun 1984. Menurut Kolb . alam Fathurrohman 2018: . mendefenisikan belajar sebagai Auproses bagaimana pengetahuan diciptakan melalui perubahan bentuk pengalamanAy. Melalui model ini, siswa akan mengabstraksikan sendiri pengalamannya, pengalaman ini nantinya digunakan sebagai media belajar, sehingga model expreriental learning dapat meningkatkan keterlibatan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Teori tersebut diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu, yang berkaitan dengan model pembelajaran experiental learning. Penelitian yang dilakukan oleh Hendrisman . dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiental Learnin. terhadap keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas Vi SMPN 3 Kecamatan Harau. Hasil pembelajaran siswa pada penelitian ini yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran experiental learning lebih baik dibanding hasil pembelajaran siswa kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan metode konvensional. Pembelajaran konvensional sering juga disebut metode tradisional, dimana pendekatan yang menekankan peran guru sebagai sumber utama informasi, proses pembelajaran didominasi oleh ceramah, dimana siswa berperan sebagai pendengar pasif. Menurut Djamarah . , metode ini masih banyak digunakan meskipun sering dikritik karena kurangnya interaksi dan partisipasi aktif dari siswa. Dalam kasus yang ditemui peneliti pada kelas Vi SMP Swasta Budi Setia Sunggal, guru dalam memberikan pembelajaran masih menggunakan metode konvensional. Dapat dilihat dari interaksi siswa yang terbatas, guru menjelaskan pembelajaran berfokus dari buku paket, tidak menggunakan media ajar yang inovatif, siswa hanya mendengarkan dan belajar dalam bentuk individu di dalam kelas. Berdasarkan hasil identifikasi yang telah diuraikan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi perlu adanya dalam penggunaan model pembelajaran keterampilan menulis puisi perlu adanya inovasi dalam penggunaan model pembelajaran dan peneliti berargumentasi bahwa penelitian ini memiliki keaslian kebaruan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan pengaruh pada keterampilan menulis puisi dalam pembelajaran khususnya pada siswa kelas Vi SMP Swasta Budi Setia Sunggal. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini diberi judul AuPengaruh Model Pembelajaran Experiental Learning terhadap Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas Vi SMP Swasta Budi Setia SunggalAy Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu . uasi-experimenta. dengan desain nonequivalent control group. Penelitian ini menyelidiki hubungan sebab-akibat dengan menerapkan perlakuan pada kelompok eksperimen dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan Namun, kedua kelompok tidak dipilih secara acak (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hipotesis, dan data dianalisis menggunakan program SPSS 25. Variabel dalam penelitian terdiri dari dua, yaitu variabel bebas (X) "pengaruh penggunaan metode Experiential Learning" dan variabel terikat (Y) "keterampilan menulis puisi bahasa Indonesia". Desain penelitian merupakan cara yang dipilih dalam melakukan prosedur atau langka-langkah penelitian. Penelitian eksperimen ini menggunakan desain penelitian quasi experimental dalam bentuk nonequivqlent control group design. Desain ini hampir sama dengan pre-test Ae post-test control group design, yang membedakan yaitu pada desain ini kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara acak (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan dua kelas sebagai objek penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua kelas tersebut akan diberi tindakan dengan cara yang berbeda. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan teknik pembelajaran metode experiental learning, sedangkan pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional pada saat mengajar. Sehingga dalam penelitian ini, penulis akan melakukan sebuah tindakan dalam kelas dengan bentuk memberikan pelajaran dengan menggunakan teknik pembelajaran menggunakan metode experiental pada kelas eksperimen untuk mengetahui peningkatan kemampuan keterampilan menulis puisi siswa kelas Vi SMP Swasta Budi Setia Sunggal. Instrumen penelitian adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk memperoleh, mengelola dan menginterpresentasikan informasi yang diperoleh dari para responden yang dilakukan dengan mengukur pola ukur yang sama. Instrumen pada penelitian experiental learning ini, penulis menggunakan lembar observasi dan instrument tes. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan menyampaikan pendapat dengan menggunakan metode experiental learning. Tes diberikan dalam bentuk lisan dengan meminta siswa untuk menyampaikan gagasan atau ide yang ada dalam pikiran mereka berdasarkan materi yang diberikan, selain itu tes juga diberikan dalam bentuk tulisan yaitu menulis puisi. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Aritonang. , et al Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. Teknik analisis data dilakukan dengan mengumpulkan seluruh data yang diperoleh. Data yang telah dikumpulkan perlu dianalisis, sehingga data tersebut mempunyai makna untuk menjawab masalah dan dapat menguji pertanyaan peneliti. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan. Pengamatan dilakukan setiap kegiatan pembelajaran berlangsung. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pre-test dan post-test mengenai keterampilan menulis puisi pada saat pembelajaran. Data skor keterampilan menulis puisi dihitung perindikator yang terdiri dari lima indikator yaitu: . tema, . diksi, . majas, . imajinasi dan . Adapun teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data statistik dekriptif dan analisi data Hasil dan Pembahasan Hasil Observasi Pelaksanaan Proses Pembelajaran Proses pembelajaran dengan model pembelajaran experiental learning dapat dikatakan sangat efektif. Hal ini dapat dilihat dari perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran, semangat, keaktifan dan antusias siswa pada saat guru melakukan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran experiental learning yaitu merangsang siswa untuk mengingatkan kembali pengalaman yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari baik belajar dari pengalaman sendiri ataupun pengalaman orang lain. Menanyakan pengalaman apa saja yang mereka rasa paling berkesan. Memanggil salah satu siswa untuk maju kedepan menceritakan pengalamannya agar teman yang lain mendengarkan apa yang disampaikan oleh teman yang di depan dan menyuruh siswa mencatat pengalaman yang hampir mirip dengan cerita temannya. Dari pengalamannya sendiri siswa memiliki lebih banyak kata-kata karena menulis puisi dari pengalamnnya. Hasil observasi yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran ketererampilan menulis puisi dengan model pembelajaran Experiental Learning, pada pertemuan pertama proses pembelajaran dikategorikan efektif dengan persentase tingkat pencapaian 64,60%, sedangkan pada pertemuan kedua proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan persentase tingkat keberhasilan 81,67% dan berada pada kategori sangat efektif. Gambaran Keterampilan Menulis Puisi Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keterampilan menulis puisi siswa kelas Vi-A sebagai kelas eksperimen dan kelas Vi-B sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, nilai rata-rata pre-test sebesar 50,73 dengan standar deviasi 12,97, menunjukkan bahwa keterampilan menulis puisi siswa berada pada kategori cukup terampil. Skor pre-test tersebar antara nilai terendah 25 dan nilai tertinggi 68 dengan rentang skor 43. Dari distribusi persentase, 60% siswa berada dalam kategori cukup terampil, 36% siswa kurang terampil, dan 4% siswa sangat tidak terampil. Setelah dilakukan post-test, nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat signifikan menjadi 81,67 dengan standar deviasi 4,22. Skor post-test tersebar dari nilai terendah 70 hingga tertinggi 86 dengan rentang skor 16. Sebanyak 33,33% siswa tergolong sangat terampil dan 66,66% siswa tergolong terampil. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan menulis puisi yang signifikan dari kategori cukup terampil menjadi sangat terampil pada kelas eksperimen. Di sisi lain, kelas kontrol menunjukkan peningkatan yang lebih rendah. Rata-rata nilai pre-test sebesar 47,63 dengan standar deviasi 11,14, menunjukkan keterampilan menulis puisi yang berada pada kategori cukup Skor pre-test tersebar dari nilai terendah 25 hingga tertinggi 60 dengan rentang skor 35. Sebanyak 53,33% siswa tergolong cukup terampil, 36,66% kurang terampil, dan 10% sangat tidak terampil. Pada post-test, nilai rata-rata kelas kontrol meningkat menjadi 64,80 dengan standar deviasi 4,38, namun peningkatan ini masih tergolong dalam kategori cukup terampil. Skor post-test tersebar dari nilai terendah 55 hingga tertinggi 75 dengan rentang skor 20. Dari distribusi persentase, 6,66% siswa tergolong terampil, sementara 93,33% siswa masih berada dalam kategori cukup terampil. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan keterampilan menulis puisi yang lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol, terlihat dari perbedaan rata-rata nilai post-test, di mana kelas eksperimen mencapai 81,67 . ategori sangat terampi. sementara kelas kontrol hanya mencapai 64,80 . ategori cukup terampi. Uji Kategori N-Gain Berdasarkan uji kategori N-Gain dapat dilihat bahwa nilai rata-rata uji N-Gain kelas eksperimen yang diperoleh adalah 0,6093 artinya berada pada kategori peningkatan sedang. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran experiental learning dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi sisswa dengan kategori ratarata uji N-Gain berkategori AuSedangAy. Nilai rata-rata uji N-Gain kelas kontrol yang diperoleh adalah 0,2254, artinya berada pada kategori peningkatan rendah. Maka disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran konvensional dapat meningkatkan katerampilan menulis puisi siswa dengan kategori rata-rata uji N-Gain berkategori AuRendahAy. vJournal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Pengaruh model pembelajaran experiental learning terhadap keterampilan menulisA Hasil Analisis Statistik Inferensial Hasil analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan uji t dengan taraf signifikansi = 0,05. Syarat yang harus dipenuhi untuk pengujian hipotesis adalah data yang diperoleh berdistribusi normal sehingga sebelum uji hipotesis adalah data yang diperoleh berdistribusi normal sehingga sebelum uji hipotesis, maka dilakukan terlebih dahulu uji asumsi yaitu uji normalitas. Uji normalitas untuk mengetahui apakah data pre-test dan data post-test berdistribusi normal atau tidak. Pengolahan uji normalitas menggunakan bantuan aplikasi SPSS 25. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Shapiro-Wilk. Kriteria pengujian bahwa data berdistribusi normal jika signifikansi yang diperoleh > 0,05. Sebaliknya, data dikatakan tidak berdistribusi normal jika signifikansi yang diperoleh < 0,05. Berikut hasil uji normalitas data pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan Uji Normalitas Pre-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol diketahui bahwa data pre-test pada kelas eksperimen memperoleh nilai sign. -taile. sebesar 0,66 sedangkan kelas kontrol memperoleh Sign. -taile. sebesar 0,005. Hal tersebut menunjukkan bahwa data pre-test menulis puisi kedua kelompok dinyatakan berdistribusi normal karena nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari alpha 5% . ,66 dan 0,05 Ou 0,. Berdasarkan Uji Normalitas Post-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol diketahui bahwa data post-test pada kelas eksperimen memperoleh nilai sig. Ae taile. 02 sedangkan kelas kontrol memperoleh sign. Ae taile. sebesar 0,49. Hal tersebut menunjukkan bahwa data post-test kedua kelompok dinyatakan memiliki perbedaan karena nilai signifikansi yang diperoleh pada kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol, dimana nilai alpha post-test kelas eksperimen lebih besar dari alpha 5% . ,49 > 0,. , sedangkan nilai post-test kelas kontrol nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari alpha 5% . ,02 < 0,. Dengan hasil perhitungan yang menunjukkan perbedaan kenormalan distribusi, maka data pada kelas eksperimen telah memenuhi syarat untuk dianalisis. Uji Homogenitas Setelah data kelas eksperimen dan kelas kontrol dinyatakan berdistribusi normal, selanjutnya mencari nilai homogenitas varians pre-test dan post-test dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perhitungan uji homogenitas dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Kriteria pengujian homogenitas adalah Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima, artinya varian dinyatakan homogen. Kemudian, jika probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak, artinya varian dinyatakan homogen. Berdasarkan Uji Homogenitas Pre-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol, hasil perhitungan uji homogenitas dengan SPSS 25, diketahui bahwa levene statistic adalah 1,121 dengan nilai probabilitas 0,294. Oleh karena itu probabilitas > 0,05, maka Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa data hasil pre-test dari kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen. Berdasarkan Uji Homogenitas Post-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol, hasil perhitungan uji homogenitas dengan aplikasi SPSS 25, diketahui bahwa leave statistic adalah 0,268 dengan nilai probabilitas 0,607. Oleh karena itu probabilitas > 0,05, maka Ho diterima. Dapat disimpulkan bahwa data hasil post-test dari kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen. Uji Paired Sample T-Test Analisis uji Paired Sample T-Test dilakukan untuk membandingkan hasil belajar keterampilan menulis puisi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada pre-test, nilai signifikansi . -taile. sebesar 0,325 lebih besar dari 0,05, dan nilai t-hitung sebesar 0,993 lebih kecil dari t-tabel 2,048. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelas sebelum perlakuan. Namun, pada post-test, nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . , dan t-hitung sebesar 15,18 lebih besar dari t-tabel 2,048, menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol setelah perlakuan. Dengan demikian, hipotesis nol (H. ditolak, dan hipotesis alternatif (H. diterima, yang berarti penerapan model pembelajaran experiential learning secara signifikan mempengaruhi keterampilan menulis puisi siswa kelas Vi di SMP Swasta Budi Setia Sunggal. Uji Hipotesis Uji hipotesis menggunakan teknik Independent Sample T-test bertujuan untuk membandingkan perbedaan ratarata keterampilan menulis puisi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dalam analisis ini, digunakan SPSS dengan metode uji-T Equal Variance Assumed . arian sam. , yang dilakukan jika data bersifat normal dan Jika data tidak memenuhi kriteria tersebut, maka digunakan analisis non-parametrik. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-Test pada tabel, diperoleh nilai signifikansi . -taile. sebesar 0,325, yang lebih besar dari 0,05. Ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara keterampilan menulis puisi pada kedua Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Aritonang. , et al Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. kelas sebelum perlakuan. Selain itu, nilai t-hitung sebesar 0,993 lebih kecil dari t-tabel 2,048 . engan = 5% dan df = . , sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam hasil pre-test antara kedua Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan eksperimen yang dilakukan di kelas Vi SMP Swasta Budi Setia Sunggal, dengan kelas Vi-A sebagai kelas eksperimen . dan kelas Vi-B sebagai kelas kontrol . Desain penelitian yang digunakan adalah **Non-Equivalent Control Group Design**, di mana kedua kelompok diberikan pre-test sebelum perlakuan dan post-test setelah pembelajaran. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes tertulis, dan dokumentasi. Pada pertemuan pertama, siswa diberikan pre-test untuk mengetahui kemampuan menulis puisi sebelum penerapan model **Experiential Learning**. Pada pertemuan kedua dan ketiga, siswa menjalani pembelajaran menggunakan langkah-langkah model ini, yang melibatkan pengalaman pribadi siswa dalam proses penulisan Pada pertemuan keempat, post-test dilakukan untuk mengukur perubahan keterampilan menulis. Hasil observasi menunjukkan peningkatan persentase efektivitas pembelajaran dari 50,73% pada pertemuan pertama menjadi 81,67% pada pertemuan kedua. Berdasarkan analisis deskriptif, rata-rata keterampilan menulis puisi pada kelas eksperimen meningkat dari kategori "Cukup Terampil" pada pre-test . menjadi "Sangat Terampil" pada post-test . Sebaliknya, kelas kontrol mengalami peningkatan dari "Sangat Kurang Terampil" . menjadi "Cukup Terampil" . pada post-test. Hasil uji statistik **Independent Sample T-test** menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada pre-test . -hitung 0,993 < t-tabel 2,. , namun ada perbedaan signifikan pada post-test . -hitung 15,18 > t-tabel 2,. Oleh karena itu, hipotesis alternatif diterima, menunjukkan bahwa model Experiential Learning berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis puisi siswa. Penelitian ini konsisten dengan studi sebelumnya yang juga menemukan bahwa model ini efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan nahwa proses pembelajaran yang berlangsung selama empat kali pertemuan dan diobservasi menggunakan lembar pelaksanaan proses pembelajaran dengan model pembelajaran experiental learning, hasil yang diperoleh menunjukkan proses peningkatan disetiap pertemuan dan dikategorikan sangat efektif. Keterampilan menulis puisi siswa sebelum diadakan perlakuan yaitu terdapat 11 siswa berada pada kategori AuKurang TerampilAy dengan persentase dan terdapat 20 siswa kategori AuCukup TerampilAy. Setelah diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran experiental learning maka kemampuan keterampilan mebulis puisi siswa meningkat yaitu terdapat 18 siswa AuCukup TerampilAy dan terdapat 20 siswa AuCukup TerampilAy. Hal ini menunjukkan ada peningkatan kemampuan menulis puisi sebelum dan sesudah perlakuan diberikan. Terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran experiental learning terhadap keterampilan menulis puisi siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan yang signifikan keterampilan menulis puisi antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan. Referensi