P a g e | 243 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM SAP LOGON DALAM PENINGKATAN PENGENDALIAN INTERNAL PERSEDIAAN PADA DIVISI LOGISTIK PT BERAU COAL DI KABUPATEN BERAU (STUDI KASUS PADA GUDANG HEAD OFFICE) PUTRI NIDIA AULIA putrinidia79@gmail. DIAH RIYANI diyahriani@gmail. ABDUL HAKIM abdulhakim@gmail. WAHYU ATIQ WIDIANTORO wahyu19@gmail. RUSTAM Rustamemir11@gmail. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas penerapan sistem SAP Logon dalam peningkatan pengendalian internal persediaan pada Divisi Logistik PT Berau Coal di Kabupaten Berau. Data primer berasal dari hasil wawancara dengan karyawan PT Berau Coal divisi logistik tentang penerapan sistem SAP Logon atas pengendalian internal persediaan spare part yang sedang Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk menilai pengendalian internal terhadap sistem SAP Logon persediaan spare parts pada divisi logistik PT Berau Coal, meliputi: ICQ (Internal Control Questionnaire. dan Pengujian kepatuhan (Compliance Tes. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan analisis dan pembahasan sebagai berikut: . Sistem pengendalian internal atas sistem SAP Logon persediaan spare part yang diterapkan oleh divisi logistik PT Berau Coal melalui pengujian internal control questionnaires (ICQ) secara keseluruhan sudah sesuai/memadai, meskipun masih ada yang tidak sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal secara teori. Hasil pengujian pengendalian . ompliance tes. terhadap sistem pengendalian internal pada sistem SAP Logon persediaan spare part yang diterapkan oleh divisi logistik PT Berau P a g e | 244 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia Coal sudah efektif, meskipun masih terdapat beberapa kelemahan. Pada prosedur permintaan dan pengadaan spare part, sistem otorisasi pada semua dokumen telah disahkan oleh pihak-pihak yang berwenang. Pada prosedur penerimaan dan penyimpanan spare part telah dilakukan pemisahan tugas fungsional secara tegas, dimana fungsi penerimaan oleh bagian part distribution center dan fungsi penyimpanan oleh bagian warehouse keeper. Namun divisi logistik belum membuat pedoman baku secara tertulis mengenai sistem dan prosedur yang dapat memudahkan karyawan dalam menjalankan proses sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ditetapkan. Kata kunci: persediaan, pengendalian internal, sistem sistem SAP Logon. ABSTRACT The purpose of this study is to determine and analyze the effectiveness of the implementation of the SAP Logon system in improving internal inventory control in the Logistics Division of PT Berau Coal in Berau Regency. Primary data comes from the results of interviews with employees of the logistics division of PT Berau Coal regarding the implementation of the SAP Logon system on internal control of spare part inventory that is being implemented. The analytical tools used in this study to assess internal control of the SAP Logon system for spare part inventory in the logistics division of PT Berau Coal, include: ICQ (Internal Control Questionnaire. and Compliance Test. The conclusions that can be drawn based on the analysis and discussion are as follows: . The internal control system for the SAP Logon spare part inventory system implemented by the logistics division of PT Berau Coal through internal control questionnaires (ICQ) testing is generally appropriate/adequate, although there are still some that do not comply with the elements of internal control in theory. The results of the control test . ompliance tes. for the internal control system in the SAP Logon spare part inventory system implemented by the logistics division of PT Berau Coal are effective, although there are still some weaknesses. In the spare part request and procurement procedures, the authorization system for all documents has been approved by authorized parties. In the spare part receipt and storage procedures, a clear separation of functional duties has been carried out, where the receipt function is carried out by the part distribution center and the storage function by the warehouse keeper. However, the logistics division has not yet created standard written guidelines regarding the system and procedures that can facilitate employees in carrying out the process in accordance with the established provisions and regulations. Keywords: fiscal reconciliation. Corporate Income Tax Article 25. Annual Tax Return PENDAHULUAN Sebuah perusahaan, baik itu perusahaan kecil, menengah maupun P a g e | 245 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia besar memerlukan adanya suatu persediaan yang baik untuk mendukung dan melancarkan kegiatan perusahaan. Persediaan dalam suatu perusahaan termasuk dalam golongan aset lancar karena persediaan memegang peranan penting dalam perusahaan untuk Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode tertentu atau persediaan barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi maupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya. Oleh sebab itu, perusahaan harus memiliki persediaan dan harus mencatat selengkap-lengkapnya pemasukan dan pengeluaran barang. Selain kekurangan, kelebihan jumlah persediaan juga berdampak kurang baik bagi perusahaan, karena banyaknya berpotensi menyebabkan kerugian bagi Jadi dapat dikatakan bahwa persediaan dalam suatu perusahaan memegang peranan penting dikarenakan keuntungan dan kelangsungan hidup perusahaan diperoleh dari persediaan. Usaha persediaan yang rentan terhadap kerusakan, kehilangan, distorsi, dan kecurangan, maka perusahaan harus Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, maka sangat diperlukan pengendalian internal, sebagai metode atau cara untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan dan kesalahan dalam perhitungan persediaan . tock opnam. Oleh karena itu, diperlukan ketelitian lebih lanjut dalam segi pencatatan, perhitungan persediaan, penyimpanan persediaan dan berbagai pengolahan untuk menangani persediaan yang ada, agar tidak terjadi kerugian karena kelalaian pada masa mendatang. Sistem berperan penting dalam mencegah dan mendeteksi penggelapan dan melindungi sumber daya perusahaan. Tujuan utama dari diterapkannya pengendalian internal tersebut yaitu melindungi atau mencegah penyalahgunaan, kerusakan, pemborosan serta menjamin keakuratan . penyajian persediaan. Tanpa adanya pengendalian intern bisa saja perusahaan mengalami kerugian yang dapat mengancam perusahaan tersebut, karena adanya kecurangan yang tidak terdeteksi maupun karena pengelolaan sumber daya Supaya perusahaan dapat menciptakan format pengendalian internal yang baik, beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaannya, antara lain akuntansi, dan prosedur pengendalian. Bentuk pengendalian internal persediaan ini harus dilaksanakan secara teliti dan akurat agar tidak terjadi ketidak-sesuaian atau kesalahan pada informasi data Objek dalam penelitian ini adalah Divisi Logistik PT Berau Coal. PT Berau Coal merupakan perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang pertambangan batubara di Kabupaten Berau. Dalam menjalankan aktivitasnya, perusahaan sudah menerapkan teknologi berbasis P a g e | 246 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia sistem, dan untuk memenuhi kebutuhan melalui prosedur permintaan barang, pemeriksaan, penerimaan, penginputan, persediaan, dimana semua kegiatan Hasil survei lapangan sebagai persiapan dalam pembuatan skripsi, pada Divisi Logistik PT Berau Coal banyak ditemukan berbagai kendala atau kelemahan yang berhubungan dengan persediaan, seperti jumlah persediaan yang sering terjadi ketidaksesuaian antara sistem dengan persediaan fisik pada gudang, sehingga terjadi kendala dalam proses pencatatan setiap adanya transaksi ke dalam akun transaksi. Permasalahan tersebut kemungkinan disebabkan karena kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak perusahaan dalam pelaksanaan pengendalian internal atas persediaan, yang belum bisa dikatakan baik. Penggunaan sistem yang sesuai dengan perkembangan zaman juga akan menguntungkan bagi perusahaan karena dapat mempercepat setiap proses administrasi yang ada dan salah satunya adalah pengelolaan barang persediaan, sehingga dapat menjadi lebih efektif dan Pengelolaan barang persediaan dengan menggunakan sistem teknologi, salah satu sistem yang banyak diminati yaitu Enterprise Resources Planning (ERP). Sistem ini merupakan sistem yang mengintegrasi baik dari penjualan, persediaan, pembelian, penggajian, produksi dan sampai dengan sumber daya manusia (SDM). Sistem tersebut merupakan salah satu terobosan terbaru dalam mengelola administrasi yang ada dalam sebuah perusahaan. Sistem ERP yang digunakan Divisi Logistik PT Berau Coal yaitu SAP Logon (System Application and Produc. SAP Logon merupakan software ERP, yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif. SAP Logon terdiri dari sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan satu dengan yang lainnya. Keberadaan SAP Logon bukan berarti tidak adanya hambatan maupun permasalahan yang akan dialami oleh Seperti contohnya adalah masalah kompetensi sumber daya manusia yang belum memadai di bidang sistem informasi akuntansi berbasis komputer, atau bisa juga masalah pemeliharaan akan kemutakhiran dan keamanan sistem tersebut dari bahaya virus, kehilangan data, ataupun tindakan hacker yang tidak bertanggung jawab. Efektifitas penerapan SAP Logon akan perusahaan, juga sebagai dasar evaluasi dan peningkatan pengendalian internal Permasalahan masih belum dijumpai terkait dengan kelemahan atau kualitas teknologi informasi pada sistem SAP Logon yang ada pada Divisi Logistik PT Berau Coal. Namun dalam sistem pengendalian internal persediaan masih kurangnya peran manajemen dalam maksimal, sehingga sistem pengendalian P a g e | 247 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia intern masih kurang bermanfaat dalam meningkatkan kinerja karyawan dan kecurangan yang akan terjadi. KAJIAN TEORI Halim. Supomo dan Kusufi . , menyatakan bahwa akuntansi manajemen adalah suatu kegiatan . yang menghasilkan informasi keuangan bagi keputusan ekonomi dalam melaksanakan fungsi manajemen. Sistem informasi akuntansi menurut Baridwan . , adalah formulirformulir, buku-buku catatan, prosedurprosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data yang berhubungan dengan usaha suatu perusahaan dengan tujuan menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan manajemen untuk mengawasi usahanya pihak-pihak berkepentingan seperti pemegang saham, lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi Pengendalian internal adalah cara untuk mengarahkan, mengawasi dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan . dan melindungi sumber daya organisasi, baik yang berwujud maupun tidak . eperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagan. (Kumaat, 2. Persediaan adalah istilah yang diberikan untuk aktiva yang akan dijual dalam kegiatan normal perusahan atau aktiva yang dimasukan secara langsung atau tidak langsung kedalam barang yang diproduksi dan kemudian dijual (Stice dan Skousen, 2. SAP (System Application and Produc. merupakan software Enterprise Resources Planning (ERP), yaitu suatu membantu perusahaan merencanakan dan melakukan kegiatan operasional secara efektif dan efisien. SAP terdiri dari terintegrasi/terhubung antara satu dengan kemampuan untuk mendukung transaksi yang dilakukan suatu perusahaan (Belet dan Purcarea, 2. METODE PENELITIAN Unit analisis dalam penelitian ini adalah Divisi Logistik PT. Berau Coal yang berlokasi di Jalan Pemuda No. Kelurahan Tanjung Redeb Kecamatan Tanjung Redeb Kabupaten Berau. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengambil informan penelitian sebanyak 3 orang, yaitu pejabat dan karyawan yang berwenang dengan penerapan Sistem SAP Logon dan pengendalian internal persediaan pada PT Berau Coal. Informan tersebut terdiri atas Logistic Jr. Supervisor. Warehouse Crew, dan Asset Management Jr. Supervisor. Data primer berasal dari hasil wawancara dengan karyawan PT Berau P a g e | 248 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia Coal divisi logistik tentang penerapan sistem SAP Logon atas pengendalian internal persediaan spare part yang sedang diterapkan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk menilai pengendalian internal terhadap sistem SAP Logon persediaan spare parts pada divisi logistik PT Berau Coal. ICQ (Internal Control Questionnaire. Pengujian kepatuhan (Compliance Tes. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Efektivitas penerapan sistem SAP Logon persediaan dalam meningkatkan sistem pengendalian internal persediaan yang diterapkan divisi logistik PT Berau Coal dievaluasi menggunakan internal control questionnaires (ICQ) dan . engujian dianalisis sebelumnya. Internal Control Questionnaires (ICQ) Unsur-unsur pengendalian internal persediaan yang menjadi dasar terkait pembahasan efektivitas penerapan sistem SAP Logon persediaan adalah: Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara Struktur organisasi divisi logistik PT Berau Coal yang telah digambarkan, terlihat adanya pemisahan fungsi yang Divisi logistik telah menerapkan pemisahan tanggungjawab fungsional secara tegas, dimana tidak ada tugas yang dirangkap dalam satu fungsi. Fungsi penghitungan dan fungsi penghitung, sehingga data yang dihasilkan dapat dijamin ketelitian dan keandalannya. Kemudian tujuan penghitungan fisik persediaan adalah untuk meminta pertanggungjawaban mengenai barang yang disimpan oleh bagian warehouse keeper dan pertanggung jawaban mengenai ketelitian dan keandalan data oleh bagian administration parts. Tim yang dibentuk bukan karyawan dari pertanggungjawaban tersebut. Hal ini penyelewengan dalam pelaksanaannya. Maka dapat disimpulkan pada unsur ini sudah efektif. Sistem otorisasi dan prosedur perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan Setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Pada divisi logistik PT Berau Coal, setiap transaksi menyangkut sepengetahuan manajer dan mendapatkan otorisasi dari manajer dan staf pada bagian yang bersangkutan. Contohnya pada Surat Order Pengadaan (SOP) harus diotorisasi terlebih dahulu oleh bagian parts distribution center sebagai pembuat dokumen dan disetujui oleh manajer. Setiap dokumen sumber dibuat atas dasar data yang dijamin ketelitiannya sehingga terhindar dari kesalahan dalam melaksanakan prosedur pencatatan. Sebagai permintaan dan pengadaan spare part. P a g e | 249 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia dimana Surat Order Pengadaan (SOP) dibuat berdasarkan Surat Permintaan Pengadaan (SPP). Kemudian setelah spare part diterima bersama Faktur Pengadaan maka dibuatkan Laporan Penerimaan Barang (LPB). Dengan demikian pada unsur ini sudah diterapkan dengan efektif. Praktik melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa formulir-formulir yang digunakan sudah bernomor urut dan dipertanggungjawabkan oleh masingmasing bagian yang membuatnya. Pada proses pengukuran dan penghitungan kuantitas persediaan spare part, divisi logistik telah menggunakan peralatan dan metode yang baik melalui sistem SAP Logon dan manual sehingga terjamin ketelitiannya. Dengan demikian pada unsur ini dapat disimpulkan sudah berjalan dengan efektif. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya Divisi logistik PT Berau Coal berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Calon karyawan yang mendaftar harus memenuhi kriteria perusahaan yang kemudian akan dilakukan seleksi secara objektif untuk mendapatkan karyawan yang bermutu. Setelah itu dilakukan pelatihan . dan pengembangan agar meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja karyawan dan menjadi karyawan yang cakap dan terampil dalam melaksanakan tugas yang Dengan demikian unsur ini telah berjalan dengan Ada beberapa ketidaksesuaian yang ditemukan pada saat penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: Divisi logistik memberikan hak cuti bagi karyawan sesuai peraturan Sebaiknya adanya keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian karyawan lebih senang tetap bekerja walaupun mendapatkan hak cuti, terutama yang telah berkeluarga. Tujuannya adalah mendapatkan upah lembur yang lebih besar apabila tetap Semua kegiatan diorganisir dan diawasi oleh manajer, sehingga divisi logistik tidak membentuk suatu sub divisi atau departemen khusus sebagai internal audit. Seharusnya dibentuk unit organisasi yang bertugas untuk mengecek efektivitas unsur-unsur sistem pengendalian internal yang Hal ini adalah kebijakan dari manajer, dengan pertimbangan bahwa karyawan pada divisi logistik tidak banyak sehingga diyakini sudah cukup efektif dalam pengecekan dan pengawasan pada divisi logistik Compliance Test (Pengujian Pengendalia. Pembahasan selanjutnya compliance test dengan didukung oleh ICQ . nternal Tujuan dilakukannya wawancara ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas penerapan sistem SAP Logon pada sistem pengendalian internal P a g e | 250 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia persediaan spare part pada divisi logistik PT Berau Coal. Bertujuan untuk menganalisis kelebihan dan kelemahan sistem pengendalian intenal pada sistem SAP Logon persediaan spare part yang meliputi: permintaan dan pengadaan spare part, penerimaan dan penyimpanan spare part, pengeluaran spare part serta pengembalian spare part. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh, terlihat bahwa pengendalian internal yang telah diterapkan divisi logistik terdapat beberapa kelemahan yang terlihat dari jawaban AuTidakAy pada diantaranya adalah tidak adanya pedoman tertulis pada prosedur yang dijalankan Pada prosedur permintaan dan pengadaan spare part, sistem otorisasi yang dilakukan oleh divisi logistik sudah sesuai dimana formulir permintaan pengadaan spare part dan surat order pengadaan diotorisasi oleh bagian yang berkaitan ditambah otorisasi manajer Formulir permintaan pengadaan spare part diotorisasi oleh bagian parts analyst dan surat order pengadaan spare part diotorisasi oleh bagian parts distribution Hal ini untuk mencegah terjadinya kecurangan yang akan berdampak pada kerugian bagi perusahaan. Prosedur penyimpanan spare part pada divisi pemisahan tugas fungsional secara tegas, dimana fungsi penerimaan oleh bagian part distribution center dan fungsi penyimpanan oleh bagian warehouse Hal ini berimplikasi pada bagian warehouse keeper yang tidak dapat memungkiri apabila ingin menyimpan sendiri barang yang sudah diterima. Dengan adanya pemisahan fungsi yang baik seperti ini, akan mengecilkan risiko kecurangan karena yang mengontrol tidak hanya satu bagian saja. Dalam prosedur pengeluaran atau penjualan spare part pada divisi logistik, pada saat melakukan pengambilan spare part ke gudang, tidak terdapat adanya pedoman tertulis yang dibuat oleh divisi Sebaiknya divisi logistik membuat standar operasional (SOP), sehingga prosedur yang dijalankan menjadi terkendali dan mengurangi kesalahan serta memudahkan karyawan dalam menjalankan proses sesuai ketentuan dan peraturan yang telah Dengan demikian dapat disimpulkan pada masing-masing sistem dan prosedur terkait persediaan spare part pada sistem SAP Logon yang diterapkan divisi logistik telah dilakukan secara efektif. Bersadarkan dilakukan oleh Tumanan, dkk. penggunaan SAP dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi penerapan akuntansi sparepart masih dilakukan secara manual. Pengendalian internal dilakukan melalui pengelolaan stok yang efisien dan pengecekan fisik berkala. Selain itu, penelitian oleh Soleh dan Vikaliana . mengungkapkan bahwa efisiensi pengelolaan barang persediaan dengan menggunakan sistem SAP adalah langkah awal untuk meningkatkan efisiensi dalam mengelola barang persediaan. Cara kerja sistem SAP dalam meningkatkan efisiensi pada pengelolaan barang P a g e | 251 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia persediaan yaitu dengan modul yang telah tersedia pada sistem tersebut yang Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Halim, dkk. yang pengelolaan barang persediaan dengan menggunakan sistem SAP adalah langkah awal untuk meningkatkan efisiensi dalam mengelola barang persediaan. Cara kerja sistem SAP dalam meningkatkan efisiensi pada pengelolaan barang persediaan yaitu dengan modul yang telah tersedia pada sistem tersebut yang Dengan sistem SAP ini adalah sebagai suatu meningkatkan efisiensi pengelolaan barang persediaan sehingga dapat membantu pekerjaan lain yang bisa meningkatkan efektivitas pekerjaan. Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian Soleh dan Vikaliana . , bahwa hasil evaluasi penerapan SAP pada Inventory Logistics yang terjadi di PT Haier Sales Indonesia tergolong baik. Semua data dari setiap kegiatan sudah terdokumentasi dan terintegrasi ke dalam sistem, lebih cepat dibandingkan dengan sebelumnya dan dapat menghasilkan laporan persediaan secara akurat. Efektivitas pengunaan sistem SAP dalam penelitian ini juga mendukung penemuan dari penelitian Nurhidayati dan Rahmawati . , penggunaan sistem SAP pada penerimaan dan pengeluaran kas pada PT Mutiara Tanjung Lestari lebih efektif karena semua catatan telah dicatat dalam sistem masing-masing Dalam melaksanakan pengendalian internal penerimaan dan pengeluaran kas di bagian keuangan membuat pemantauan sehingga pengingat dapat dibuat dan pembayaran serta penagihan dapat dilakukan tepat waktu. Penelitian empiris lainnya yang menyimpulkan hasil yang sama dengan penelitian ini mengenai pengunaan sistem SAP pada sistem pengendalian internal yaitu pada penelitian SaAoadi . yang meneliti tentang implementasi System Application and Product in Data Processing (SAP) dalam meningkatkan efektivitas tracking dan monitoring produksi pada perusahaan produsen obat. Demikian juga pada penelitian Ridwan. Hajar, dan Junaidi . yang mengkaji tentang penggunaan aplikasi keuangan SAP Logon dalam upaya peningkatan efisiensi proses bisnis perusahaan Listrik Negara. Kedua penelitian ini menyetujui SAP memberikan efek efektivitas dan efisiensi dalam proses-proses akuntansi dan memberikan penguatan pada sistem pengedalian internal perusahaan. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, yang penerapan sistem SAP Logon dalam persediaan pada divisi logistik PT Berau Coal, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Sistem pengendalian internal atas sistem SAP Logon persediaan spare part yang diterapkan oleh divisi logistik PT Berau Coal melalui P a g e | 252 Accountia Journal (Accounting Trusted. Inspiring. Authentic Journa. Vol. No. October 2025, pp. 243- 256 ISSN 2620-5335 (Onlin. ISSN 2622-8270 (Prin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/accountia (ICQ) keseluruhan sudah sesuai/memadai, meskipun masih ada yang tidak sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal secara teori. Hasil . ompliance tes. terhadap sistem pengendalian internal pada sistem SAP Logon persediaan spare part yang diterapkan oleh divisi logistik PT Berau Coal sudah efektif, meskipun masih terdapat beberapa kelemahan. Pada prosedur permintaan dan pengadaan spare part, sistem otorisasi pada semua dokumen telah disahkan oleh pihak-pihak yang berwenang. Pada prosedur penerimaan dan penyimpanan spare part telah dilakukan pemisahan tugas fungsional distribution center dan fungsi penyimpanan oleh bagian warehouse Namun divisi logistik belum membuat pedoman baku secara tertulis mengenai sistem dan prosedur yang dapat memudahkan karyawan dalam menjalankan proses sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang DAFTAR PUSTAKA