Musica Journal of Music ISSN: 2807-1026 (Online - Elektroni. Available online at: https://journal. isi-padangpanjang. id/index. php/MSC Pembelajaran Lagu Kamiri Dalam Formasi Vokal Grup Pada Siswa SMAN 2 Padangpanjang Naluri Era Bia Ulfani1. Yusnelli2. Arga Budaya3. Yon Hendri4. Hidayatmi5. naluryulfani31@gmail. com, 2yusnelli63@gmail. com, 3maizanbabe@gmail. com, 4yok. hendri01@gmail. hidayatmi@isi-padangpanjang. Submitted : 16 Februari 2026 Revised : 17 April 2026 Accepted : 10 Mei 2026 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran lagu AuKamiriAy dalam format vokal grup di SMAN 2 Padangpanjang. Lagu AuKamiriAy merupakan lagu tradisional Minangkabau yang mengandung nilai budaya lokal. Melalui pembelajaran berbasis vokal grup, siswa tidak hanya dilatih keterampilan teknik vokal seperti pernapasan, artikulasi, intonasi, dan phrasing, tetapi juga diperkenalkan pada warisan budaya melalui musik daerah. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, dengan subjek delapan siswa yang dibagi dalam formasi suara . opran, alto, tenor, dan bas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan siswa pada aspek teknik vokal dan performa kolektif setelah evaluasi dan perbaikan strategi pembelajaran di siklus kedua. Pembelajaran vokal grup lagu AuKamiriAy terbukti meningkatkan kualitas vokal serta menumbuhkan apresiasi terhadap musik tradisional di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Pembelajaran vokal. Lagu daerah. Teknik vokal. Vokal grup. Budaya Minangkabau. ABSTRACT Musical performance serves as a medium to present a composition to the audience, requiring a deep understanding of the work itself. This study aims to analyze and apply interpretative approaches in a trumpet solo performance through three diverse repertoires: Concerto No. 1 in D Major. 412 (Western classica. Tanjung Katung . traditional Malay piece arranged in a contemporary styl. , and El Preso . Colombian salsa piec. The selection of these repertoires was based on their varied styles, technical demands, and expressive qualities, allowing for a broad exploration of musical interpretation and the performerAos technical abilities. To grasp the unique character of each piece, the performer engaged in intensive trumpet practice . uch as Arban etude. , focusing on mastering fundamentals like articulation, legato, and rhythmic control. The research employed a qualitative method with a performance-based approach known as creative reconstructionAireviving musical works through historical reference while offering fresh interpretations. The outcome of the performance reflects interpretations aligned with the distinctive characteristics of each repertoire and a rich musical atmosphere that engages the audience. Keywords: Trumpet. Creative reconstruction. Musical interpretation. Diverse repertoire. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Naluri Era Bia Ulfani Yusnelli. Arga Budaya. Yon Hendri. Hidayatmi PENDAHULUAN Vokal grup merupakan salah satu bentuk ansambel vokal yang memadukan suara dari sejumlah kecil penyanyi . iasanya 3Ae8 oran. secara harmonis, tanpa perlu keberadaan dirigen sebagaimana pada paduan suara (Soeharto. Dalam pendidikan musik di tingkat sekolah menengah, vokal grup memiliki nilai strategis dalam melatih siswa untuk mengembangkan teknik vokal secara individual maupun kolektif, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, ekspresi musikal, dan apresiasi terhadap keragaman budaya musik. Seiring kurikulum berbasis seni budaya di sekolah, banyak penelitian telah dilakukan mengenai peran vokal grup sebagai sarana pengembangan kreativitas siswa. Teguh Abdiguna . dalam penelitiannya di SMPN 15 Bandung menunjukkan bahwa pembelajaran vokal grup yang dilakukan secara bertahap . ase awal, inti, dan akhi. dengan metode ceramah, demonstrasi, dan latihan berhasil meningkatkan partisipasi aktif siswa serta kemampuan teknis Penelitian oleh Kiki Reski Ananda . di SMA Negeri 1 Sungai Puar juga menunjukkan efektivitas pengajaran teknik vokal melalui vokal grup untuk membentuk pemahaman musikal siswa dalam lagu populer. Selain itu. Muhammad Rasul Alkuantani . menekankan pentingnya penggabungan lagu-lagu populer dan lokal dalam pembelajaran vokal grup sebagai pendekatan kontekstual berbasis budaya. Ia menunjukkan bahwa lagu AuYa MaulanaAy yang diajarkan pada siswa SMAN 2 Padangpanjang mampu meningkatkan motivasi dan kolaborasi antarsiswa dalam format vokal grup. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa vokal grup bukan hanya media pembelajaran teknik vokal, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada peserta didik. Meskipun studi-studi sebelumnya telah banyak membahas efektivitas vokal grup dalam pembelajaran musik, masih sedikit yang secara spesifik mengeksplorasi penerapan lagu tradisional Minangkabau dalam konteks vokal grup sebagai media Lagu AuKamiriAy, yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi, belum banyak dijadikan objek kajian dalam konteks pendidikan formal. Lagu ini tidak hanya kaya akan unsur musikal . rama dan melodi khas Minan. , tetapi juga memuat nilai-nilai sosial seperti amanah, tanggung jawab, dan kejujuran yang relevan untuk penguatan karakter siswa. Lagu AuKamiriAy merupakan salah satu lagu daerah Minangkabau yang cukup populer pada era 1980Ae1990-an. Lagu ini dinyanyikan dalam bahasa Minang dan menceritakan seorang anak yang kehilangan uang dari mamaknya yang diberikan untuk membeli kemiri. Cerita sederhana ini menyiratkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap orang tuaAinilai-nilai penting dalam budaya Minangkabau. Secara musikal. AuKamiriAy memiliki struktur melodi yang ringan namun ekspresif, dengan irama khas Minang yang ritmis dan sedikit melankolis. Lagu ini cocok dijadikan materi vokal grup karena menuntut teknik intonasi, phrasing, dan harmonisasi yang baik. Studi ini menjadi penting karena dengan pelestarian budaya lokal dalam konteks pendidikan menengah. Dengan melatih siswa menyanyikan lagu daerah secara harmonis dalam format vokal grup, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek teknik vokal, tetapi juga pada aspek pemaknaan budaya dan ekspresi Musica Vol 6. No. Januari - June . ISSN 2807-1026 Naluri Era Bia Ulfani Yusnelli. Arga Budaya. Yon Hendri Hidayatmi Berdasarkan latar belakang dan kajian literatur tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: AuBagaimana proses pembelajaran lagu Kamiri dalam format vokal grup pada siswa SMAN 2 Padangpanjang, dan sejauh mana hal tersebut berkontribusi terhadap peningkatan teknik vokal dan pemahaman budaya lokal?Ay METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari empat tahap siklus: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran vokal grup menggunakan lagu AuKamiriAy. Subjek penelitian terdiri dari delapan siswa kelas X dan XI SMAN 2 Padangpanjang yang mengikuti kegiatan vokal grup. Pembelajaran dilaksanakan di ruang praktik vokal sekolah dan studio Setiap siklus terdiri dari latihan teknik vokal dasar seperti pernapasan, artikulasi, intonasi, dan phrasing. Pada siklus pertama dilakukan pengajaran vokal grup secara umum, sementara pada siklus kedua dilakukan penguatan latihan melalui pendekatan individu, latihan gabungan dengan iringan piano, dan evaluasi kolektif. Pembelajaran dilakukan melalui metode demonstrasi, imitasi, serta latihan kelompok dan perorangan. Lagu AuKamiriAy diaransir ulang oleh peneliti dalam format vokal grup tiga suara dan digunakan sebagai materi utama. Data dikumpulkan melalui empat teknik utama, yaitu observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Observasi dilakukan selama proses latihan, di mana peneliti mencatat perkembangan teknik vokal siswa, kekompakan harmonisasi suara, serta sikap dan keterlibatan mereka dalam latihan. Pengamatan menggunakan lembar observasi dan catatan lapangan, serta diperkuat dengan rekaman video. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur kepada seluruh siswa setelah masing-masing siklus, untuk mengetahui pengalaman mereka selama proses belajar, tantangan teknis yang dihadapi, serta tanggapan terhadap lagu AuKamiriAy sebagai Dokumentasi berupa rekaman audio, video, foto kegiatan, partitur lagu, dan hasil evaluasi siswa digunakan sebagai data pendukung dan bahan refleksi. Studi pustaka dilakukan terhadap buku dan jurnal yang relevan dengan pembelajaran vokal grup, teknik vokal dasar, serta pembelajaran musik berbasis budaya. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Reduksi dilakukan dengan memilih data yang relevan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi serta tabel dan grafik yang menggambarkan perkembangan kemampuan siswa. Meskipun pendekatan utama bersifat kualitatif, penyajian numerik sederhana digunakan untuk menunjukkan kecenderungan peningkatan keterampilan siswa antara siklus I dan siklus II, terutama pada aspek teknik vokal yang diamati. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil berdasarkan dua siklus pembelajaran vokal grup menggunakan lagu AuKamiriAy. Masingmasing siklus menunjukkan perkembangan signifikan terhadap aspek teknik vokal siswa dan pemahaman mereka terhadap lagu daerah sebagai bentuk ekspresi budaya. Deskripsi Lagu Kamiri Lagu AuKamiriAy merupakan salah satu lagu daerah Minangkabau yang populer di Musica Vol 6. No. Januari - June . ISSN 2807-1026 Naluri Era Bia Ulfani Yusnelli. Arga Budaya. Yon Hendri. Hidayatmi kalangan masyarakat Sumatera Barat pada era 1980Ae1990-an. Lagu ini ditulis dalam bahasa Minang dan memiliki struktur melodi yang ringan, ekspresif, serta mudah diterima oleh berbagai kalangan usia. Tema yang diangkat dalam lagu ini berkisar pada kehidupan seharihari, khususnya tentang amanah, tanggung jawab, dan ketulusan dalam hubungan keluarga. Dari sisi musikal, lagu AuKamiriAy memiliki ciri khas Minangkabau yang kuat, baik dalam ritme, melodi, maupun gaya penyajiannya. Lagu ini ditulis dalam tangga nada mayor, dengan pola irama yang berulang dan phrasing yang Melodi lagu ini memberikan tantangan tersendiri bagi vokal grup karena adanya perpindahan register suara, frasa panjang yang memerlukan pengaturan napas, serta penekanan pada artikulasi vokal untuk menjaga kejelasan makna lirik. Lagu ini kemudian diaransemen ulang oleh peneliti untuk format vokal grup tiga suara (Vokal 1, 2, dan . , dengan pendekatan harmoni yang sederhana namun efektif untuk tingkat siswa SMA. Aransemen disesuaikan dengan karakter suara siswa: suara tinggi . , menengah . , dan rendah . enor/bas. , dan disusun menggunakan aplikasi musik digital Sibelius. Pemilihan lagu AuKamiriAy sebagai materi utama dalam penelitian ini bukan hanya karena keunikan melodinya, tetapi juga karena nilai edukatif dan budaya yang terkandung di Melalui pembelajaran vokal grup menggunakan lagu ini, siswa tidak hanya dilatih teknik vokalnya, tetapi juga diajak untuk memahami pesan moral yang terkandung, serta mengenal identitas budaya lokal mereka sendiri secara lebih mendalam. Siklus I: Pengajaran Teknik Vokal Dasar dan Latihan Awal Lagu AuKamiriAy Pada tahap awal, siswa diperkenalkan pada teknik vokal dasar melalui pendekatan praktik langsung. Materi pembelajaran meliputi teknik pernapasan . iafragma, dada, dan peru. , artikulasi, intonasi, serta phrasing Gambar 1. PernapasanDiagfragma Gambar 2. Pernapasan Dada Gambar 3. PernapasanPerut Artikulasi adalah teknik pengucapan kata yang jelas saat bernyanyi, penting untuk menyampaikan pesan dan emosi lagu. Artikulasi dipengaruhi oleh sikap badan dan posisi mulut: Musica Vol 6. No. Januari - June . ISSN 2807-1026 Naluri Era Bia Ulfani Yusnelli. Arga Budaya. Yon Hendri Hidayatmi A Sikap badan: Kepala tegak, punggung lurus, dada membusung, kaki mantap di lantaiAisemua membantu kelancaran A Sikap mulut: Setiap vokal (A. O) memiliki posisi mulut dan lidah yang berbeda untuk menghasilkan suara yang jernih dan kuat. Intonasi menyanyikan nada dengan tepat. Intonasi yang baik menciptakan suara harmonis, sedangkan yang buruk membuat suara terdengar fals. Latihan pendengaran dan kontrol suara penting untuk meningkatkannya. Sedangkan Phrasering adalah teknik memenggal kalimat lagu dengan tepat agar pesan lagu tersampaikan dengan baik. Tabel 1. Evaluasi Kemampuan Teknik Vokal Ae Siklus I Aspek Teknik Vokal Mampu Kurang Mampu Tidak Mampu Pernapasan 2 siswa 1 siswa 3 siswa Artikulasi 2 siswa 1 siswa 3 siswa Intonasi 2 siswa 1 siswa 3 siswa Phrasing 1 siswa 2 siswa 3 siswa Dalam latihan vokal grup, digunakan metode belajar mandiri dan kelompok. Siswa mempelajari materi secara bersama saat latihan, dan melanjutkan dengan latihan mandiri di luar Gambar 4. Latihan Siklus I Pembagian berdasarkan rentang dan karakter vokal siswa: sopran, alto, tenor, dan bass. Siswa kemudian dilatih menyanyikan lagu AuKamiriAy yang telah diaransir dalam tiga suara (Vokal 1, 2, dan . , secara bertahap Grafik1. DistribusiKemampuan Teknik VokalSiklus I Grafik menunjukkan bahwa hanya sekitar 17,5% siswa yang sudah menguasai teknik vokal secara optimal. Kesulitan terbesar tampak pada phrasing dan intonasi, terutama saat menyanyikan bagian reffrain dan modulasi antarfrase lagu. Pada tahap ini, juga dilakukan evaluasi kemampuan siswa memainkan iringan piano untuk mendukung latihan Tabel 2. Evaluasi Iringan Piano Ae Siklus I Kurang Mampu Tidak Mampu Fingering 1 siswa Broken Chord 1 siswa Aspek Mampu Analisis Siklus I: Dari hasil observasi, sebagian besar siswa belum dapat menyelaraskan nada secara konsisten dalam harmoni vokal grup. Masih terdengar ketimpangan volume antarsuara, artikulasi kurang jelas, serta phrasing yang belum teratur. Dalam refleksi, diketahui bahwa durasi latihan per individu belum mencukupi, dan banyak siswa masih ragu terhadap bagian mereka sendiri. Musica Vol 6. No. Januari - June . ISSN 2807-1026 Naluri Era Bia Ulfani Yusnelli. Arga Budaya. Yon Hendri. Hidayatmi Siklus II: Penguatan Latihan dan Evaluasi Perbaikan Pada siklus kedua, strategi pembelajaran diubah dengan menambahkan sesi latihan individual dan penguatan terhadap teknik vokal Guru memberikan umpan balik langsung selama latihan. Pendekatan interaktif diterapkan, dengan memberikan waktu eksplorasi mandiri kepada siswa terhadap harmoni suara dan artikulasi. Gambar 5. Latihan Siklus II denganIringan Piano Grafik2. PeningkatanKemampuan Teknik VokalSiklus II Grafik menunjukkan peningkatan kemampuan vokal mencapai 35% . ategori "mampu"), dengan penurunan signifikan pada kategori Autidak mampuAy yang hanya tersisa satu siswa. Hal ini menunjukkan efektivitas intervensi perbaikan di siklus Tabel 4. Evaluasi Iringan Piano Ae Siklus II Kurang Mampu Tidak Mampu Fingering 1 siswa Broken Chord Aspek Latihan lebih difokuskan pada: Penguasaan nada tinggi . ntuk sopran dan teno. A Pengendalian vibrato dan suara datar . ntuk alto dan bas. A Penguatan phrasing sesuai struktur lagu. Tabel 3. Evaluasi Kemampuan Teknik Vokal Ae Siklus II Aspek Kurang Mampu Teknik Vokal Mampu Tidak Mampu Pernapasan 3 siswa 2 siswa 1 siswa Artikulasi 4 siswa 1 siswa 1 siswa Intonasi 4 siswa 1 siswa 1 siswa Phrasing 3 siswa 2 siswa 1 siswa Mampu 1 siswa Diskusi Peningkatansignifikanantarasiklus dan II menunjukkanbahwapendekatanbertahapdalamvokalgrupAimelaluilatihanteknikvokalintensif, pianoAimampumeningkatkankualitasperformasiswasecaramenyeluruh. Hasil inisejalandengantemuanAbdiguna . , yang menyatakanbahwapembelajaranvokalgrupefektifsaatdilakukanmelaluitahap-tahappraktis sistematis dan responsifterhadapkemampuanawalsiswa. Selaindariaspekteknikvokal, dimensiafektifsiswa juga berkembang: merekamenunjukkanpeningkatan rasa percayadiri, motivasibelajar, dan keterlibatanemosional- Musica Vol 6. No. Januari - June . ISSN 2807-1026 Naluri Era Bia Ulfani Yusnelli. Arga Budaya. Yon Hendri Hidayatmi terhadaplagu AuKamiriAy yang membawanilainilailokal Minangkabau. Temuaninimemperkuatgagasanbahwapengajaranlagudaerahmelaluivokalgrupbukanhanyasaranateknis, tetapi juga membangunidentitasbudayasiswa (Alkuantani, 2. Penguasaanteknik phrasing dan intonasi yang meningkat pada siklus II menunjukkanbahwaaspekmusikalsepertiekspresi hanya dapat mengembangkan teknik vokal siswa, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal. Bagi pihak sekolah, kegiatan ekstrakurikuler seperti vokal grup perlu difasilitasi secara konsisten karena berkontribusi pada pengembangan karakter, ekspresi seni, serta identitas budaya peserta Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, diharap untuk mengembangkan kajian mengenai vokal grup dengan melibatkan lebih banyak partisipan, mengeksplorasi berbagai variasi lagu daerah, serta menerapkan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pertunjukan atau kolaborasi lintas bidang seni agar memperoleh cakupan hasil yang lebih luas dan mendalam. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran vokal grup menggunakan lagu AuKamiriAy melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas dalam dua siklus dapat secara efektif meningkatkan kemampuan teknik vokal Peningkatan terlihat jelas pada aspek pernapasan, artikulasi, intonasi, dan phrasing, serta dalam hal kekompakan harmoni suara. Strategi pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan berfokus pada praktik langsung terbukti mampu mengatasi kesulitan siswa, baik secara teknis maupun afektif. Selain dari segi teknis, lagu AuKamiriAy sebagai lagu daerah Minangkabau juga memberikan nilai tambah dalam membangun kesadaran budaya lokal di kalangan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran vokal grup dapat menjadi media efektif untuk pelestarian budaya daerah dalam lingkungan pendidikan formal. Secara keseluruhan peneliti berharap kepada tenaga pendidik terkhusus bagi guru seni musik, untuk menggunakan lagu daerah sebagai materi pembelajaran vokal grup karena tidak KEPUSTAKAAN