10. 20414/tasamuh. Tasamuh Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam https://journal. id/index. php/tasamuh USE OF TIKTOK SOCIAL MEDIA IN CONTENT PREACHING TGH. LALU AHMAD ZAENURI Mohammad Alawi Sahril Halim Universitas Islam Negeri Mataram. Indonesia malawi250@uinmataram. sahrilhalim@uinmataram. Abstract The rapid development of digital technology and social media has significantly transformed communication patterns in society, including Islamic preaching . aAowa. TikTok, as a shortvideoAebased social media platform, offers great potential for disseminating Islamic values in an effective and wide-reaching This study aims to analyze the utilization of TikTok as a medium for spreading Islamic values through the daAowah content of Tuan Guru Haji (TGH. ) Lalu Ahmad Zaenuri. This research employs a qualitative approach using qualitative content analysis. The data were collected through non-participant observation and documentation of ten selected daAowah videos from the TikTok account @TuanGuruZaenuri. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that TGH. Lalu Ahmad Zaenuri effectively utilizes TikTok as a daAowah medium by presenting concise, communicative, and contextually relevant messages aligned with everyday life. The Islamic values conveyed encompass aspects of faith . , worship . , morality . , social values, and spirituality. The use of simple language, occasional incorporation of the local Sasak language, and diverse preaching locations serve as distinctive characteristics that enhance audience engagement. Furthermore. TikTokAos interactive features enable two-way communication and facilitate the formation of digital religious communities. This study concludes that TikTok functions not only as an entertainment platform but also as an effective medium for Islamic daAowah in the digital era. Keywords: TikTok. Da'wah . Social media INTRODUCTION Internet adalah suatu teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas saat ini. Karena kemudahan dengan menggunakan internet, hal ini pun memunculkan berbagai macam jenis interaksi sosial baru yang berbeda dari Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri sebelumnya, dimana dahulu masyarakat umumnya berinteraksi secara face to face communication, maka saat ini masyarakat sudah dimudahkan dengan berinteraksi secara online atau virtual. Melalui kecanggihan serta kemudahan teknologi saat ini masyarakat memiliki opsi atau pilihan lain dalam berinteraksi dengan sesamanya secara global atau mendunia sehingga komunikasi tak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Istilah media sosial secara sistematis terdiri dari dua kata, yakni media dan Media diartikan sebagai alat komunikasi, sedangkan kata sosial diartikan sebagai kenyataan sosial bahwa setiap individu melakukan aksi yang memberikan andil kepada masyarakat. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media sosial merupakan suatu alat komunikasi yang digunakan dalam proses Kehadiran media sosial seperti Facebook. Instagram. Twitter. YouTube, dan Tik-Tok merupakan suatu media yang digunakan sebagai wadah untuk mempublikasikan konten seperti profil, aktivitas, atau bahkan sebagai ruang interaksi sesama penggunanya dalam jejaring sosial di ruang cyber. Tak hanya itu media sosial juga dapat digunakan sebagai saluran untuk berinteraksi, berbagi informasi, dan mengekspresikan diri. 3 Media sosial memiliki banyak jenis aplikasi di dalamnya seperti Line. Instagram. Facebook. YouTube, dan Tik-Tok. Tik-Tok merupakan salah satu platform digital yang paling banyak digemari dan diminati oleh khalayak saat ini, karena Tik-Tok merupakan salah satu platform berbagi video pendek yang memungkinkan user atau penggunanya untuk membuat dan mengunggah video dengan durasi sekitar 15 hingga 60 detik dengan format video yang kreatif dan menarik, serta memiliki banyak pilihan filter, efek, dan musik latar yang membuat pengalaman pengguna menjadi lebih kreatif, inovatif, interaktif. Shiefti Dyah Alyusi. AyMedia Sosial : Interaksi. Identitas, dan Modal SosialAy. Ed. I, (Jakarta : Kencana,2. , hal. Nur Indah Sari. AuPengaruh Konten Dakwah Aplikasi TikTok Terhadap Pembentukan Akhlak Generasi Z di Kelurahan Duampanua Kabupaten SidrapAy, (Parepare : IAIN Parepare, 2. , hal. Anisa Sukma Rahayu. Nurti Budiyanti, dkk,Ay Penggunaan Media Sosial Sebagai Trend Dakwah Pendidikan Islam di Era Digital Terhadap Generasi ZAy. Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Vol. No. , hal. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 20414/tasamuh. dan menyenangkan. Secara tidak langsung Tik-Tok telah menjadi salah satu platform digital yang paling banyak menarik perhatian khalayak saat ini baik dalam hal mencari cara baru untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitar mereka atau bahkan mencakup hal yang lebih luas lagi. Dengan adanya perkembangan tekhnologi, media sosial tidak lagi dibatasi oleh negara, wilayah, ruang, serta waktu. Faktor inilah yang membuat para pendakwah mencoba untuk menggunakan media sosial TikTok sebagai sarana untuk menyampaikan dakwah. Menurut data The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) 2023, jumlah populasi Muslim di Indonesia mencapai 240,62 juta jiwa. Jumlah ini setara dengan 86,7% dari populasi penduduk nasional yang mencapai 277,53 juta 4 Dalam kehidupan bermasyarakat yang berbeda-beda latar belakang perkembangan teknologi yang semakin pesat dan cepat pun ikut merubah cara umat islam di Indonesia dalam berinteraksi dan berkomunikasi antar umat beragama, hal ini juga mempengaruhi mereka dalam berbagi, mendapatkan, dan memahami nilai-nilai islami yang selanjutnya membawa ideide baru ke dunia islam seperti rasionalisme, nasionalisme, demokrasi, dan Nilai-nilai islami pada hakikatnya adalah prinsip-prinsip hidup dan ajaran-ajaran tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupan di Secara ringkas, nilai islami mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik spiritual maupun material. Nilai-nilai ini menjadi pedoman bagi umat Islam dalam berinteraksi dengan Allah, sesama manusia, dan alam semesta. Di dunia Islam juga timbul pikiran dan gerakan untuk menyesuaikan nilai-nilai keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern tersebut. Dengan jalan demikian diharapkan dapat melepaskan umat Islam dari suasana kemunduran untuk selanjutnya dibawa kepada Sutan Emir Hidayat. AuPentingnya Literasi Halal Dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi IndonesiaAy. Insight. Ed. 15, . , hal. Zulkarnain. AuDakwah Islam di Era ModernAy. Jurnal RISALAH. Vol. No. 3, . Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri Kecenderungan manusia terhadap media sosial begitu kuat, menyentuh segala usia. Mereka bisa menuangkan apa yang sedang disaksikan, dialami, bagaimana keadaan disekitar dirinya, hingga bagaimana tanggapan mereka terhadap suatu situasi. Misalnya dalam hal berdakwah melalui media sosial yang banyak dilakukan oleh para daAoi pada era modern saat ini. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Baiq Yulia Ahsanunnadia yang meneliti tinjauan etika komunikasi dan penyiaran islam terhadap dakwah Tuan Guru Haji Lalu Supardan Kholil. di channel YouTube dimana hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa TGH. Lalu Supardan Kholil merupakan seorang daAoI dengan julukan daAoI pelawak dikarenakan gaya beliau dalam berdakwah terkesan spontan dengan menyisipkan lelucon dan ekspresi yang dibuat-buat agar lebih menarik dan menghibur, selain itu TGH. Lalu Supardan Kholil juga menggunakan bahasa yang lebih umum dengan gaya komunikasi yang lebih ekspresif. Dalam berdakwah beliau menjadikan YouTube sebagai media utama beliau dalam berdakwah di media Dalam kontennya TGH. Lalu Supardan Kholil menggunakan strategi Rasional, karena saat penyampaian dakwah TGH. Supardan Kholil lebih mengajak masyarakat untuk merenungi setiap penyampaian yang disampaikan oleh beliau saat berdakwah serta menjadikannya pelajaran hidup setiap 6 Sedangkan TGH. Lalu Ahmad Zaenuri merupakan seorang pendakwah sekaligus akademisi yang menyampaikan dakwah dengan gaya yang santai, dan luwes, serta penyampaiannya pun mudah dimengerti. Beliau memiliki banyak jamaah sebab kajian yang ia bawakan menarik, seperti menyampaikan dakwah menggunakan Bahasa Sasak, untuk mempermudah pemahaman bagi masyarakat lokal sehingga tak terkesan monoton. yang sederhana. Gaya komunikatif, beliau menghindari penggunaan istilah- istilah yang rumit, sehingga dapat dengan mudah memberikan pemahaman bagi para pendengarnya. Beliau menjadikan aplikasi TikTok yang banyak digunakan saat ini sebagai media utama Baiq Yulia Ahsanunnadia. Etika Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam Dakwah TGH. Lalu Supardan Kholil di YouTube (Lombok: UIN Mataram, 2. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 20414/tasamuh. beliau dalam berdakwah di media sosial. Penggunaan aplikasi Tiktok sebagai media dakwah oleh TGH. Lalu Ahmad Zaenuri didasarkan pada potensi besar platform tersebut dalam menjangkau audiens secara luas di Indonesia. Berdasarkan data yang diungkap olehs statista pada Agustus 2024. Indonesia tercatat memiliki 157,6 juta pengguna tiktok terbanyak di dunia, bahkan mengalahkan Ameriak Serikat dan Rusia. 7 Jumlah pengguna yang sangat besar ini menjadi inspirasi utama bagi TGh. Lalu Ahmad Zaenuri untuk memanfaatkan tiktok, karena menurutnya, medan atau lapangan dakwah itu sangat luas dan seorang daAoI harus mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi era digital saat 8 Selain itu, konten dakwah yang disajikan di tiktok terbukti dapat menjangkau lebih banyak audiens karena sifatnya yang mudah diakses dan dikonsumsi. TGH. Lalu Ahmad Zaenuri sendiri telah aktif menyampaikan dakwah di tiktok sejak tahun 20229 dengan channel tiktok beliau @tuanGuruZaenuri yang telah memiliki 7000 lebih pengikut dengan total likes mencapai 88 ribu dan telah menggunggah sebanyak 317 video. 10 Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa di era globalisasi informasi ini telah terjadi banyak perubahan yang cukup signifikan dengan trend yang kita sebut saja Aupenipisan atau pendangkalan imanAy. Masalah yang dihadapi dunia Islam di era informasi dalam kaitannya perkembangan zaman maupun perkembangan teknologi sekarang ini adalah bagaimana kita mampu memahami nilai-nilai islami dengan tepat ditengah-tengah perkembangan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak terjadi pertentangan antara pemahaman nash dengan realitas yang ada. 11 Meskipun penelitian mengenai dakwah di media sosial telah banyak dilakukan, terdapat sejumlah kesenjangan yang belum banyak Tim CNN Indonesia. AuIndonesia Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia. Kalahkan AS Hingga RusiaAy. Oktober https://w. com/teknologi/20241007094807-192-1152374/indonesia-penggunatiktok-terbanyak-di-dunia-kalahkan-as-hingga-rusia, diakses pada 10 Februari 2025. Lalu Ahmad Zaenuri. Wawancara dengan Peneliti, 2025 Istina Rakhmawati. AuTantangan Dakwah di Era GlobalisasiAy. Jurnal ADDIN 8, no. Data channel TikTok @TuanGuruZaenuri, 25 Januari 2025. Istina Rakhmawati. AuTantangan Dakwah di Era GlobalisasiAy. Jurnal ADDIN. Vol. No. , hal. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri disentuh oleh para peneliti. Sebagian besar kajian dakwah lebih menyoroti figur pendakwah nasional atau pendakwah populer, dan belum banyak mengangkat pendakwah lokal di lombok yang memanfaatkan aplikasi tiktok sebagai sarana media dakwah utama. Padahal penggunaan media baru oleh pendakwah lokal seperti TGH. Lalu Ahmad Zaenuri menunjukkan adanya kemampuan adaptasi yang kuat terhadap perkembangan teknologi melalui penggunaan bahasa daerah dalam konten dakwah yang singkat dan mudah di akses. METHODS Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan Penggunaan pendekatan ini cenderung menganalisis data secara Pendekatan kualitatif adalah jenis penelitian yang temuannya tidak diperoleh melalui prosedur kuantifikasi, perhitungan statistik, atau bentuk caracara lainnya yang menggunakan ukuran angka. Penelitian kualitatif prinsipnya untuk memahami obyek yang diteliti secara mendalam. 12 Penelitian kualitatif adalah suatu prosedur pengambilan data yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari fenomena dan perilaku tertentu. 13 Salah satu ciri utama penelitian kualitatif adalah manusia sangat berperan dalam keseluruhan proses penelitian, termasuk dalam pengumpulan data, bahkan peneliti itu sendiri sebagai instrumen utamanya. Adapun Jenis penelitian ini menggunakan analisis isi kualitatif. Analisis isi kualitatif adalah teknik penelitian yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha-usaha menemukan karakteristik pesan yang dilakukan secara objektif dan sistematis. 15 Analisis isi digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi, baik verbal maupun nonverbal. Ajak Rukajat. AuPendekatan Penelitian Kualitatif (Qualitatif Research Approac. Ay, (Yogyakarta :Deeplish, 2. , hal. David Hizkia Tobing. Yohanes Kartika Herdiyanto, dkk. AuMetode Penelitian KualitatifAy, ( Bali : Universitas Udayana, 2. , hal. Lexi J. Moleong. AuMetodologi Penelitan KualitatifAy, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Hlm. Jumroni. AuMetode Penelitian KomunikasiAy, (Jakarta : Lembaga Penelitian UIN Press, 2. Hal. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 20414/tasamuh. Penelitian ini penulis akan mendeskripsikan makna data atau fenomena yang ditangkap, dimana peneliti akan menganalisis serta meneliti konten dakwah TGH. Lalu Ahmad Zaenuri dalam berdakwah. Dalam hal ini channel TikTok yang akan diteliti yaitu @TuanGuruZaenuri sebanyak 10 video tiktok. Peneliti akan mengumpulkan data terkait masalah yang akan diteliti mengenai pemanfaatan media sosial TikTok pada konten dakwah TGH. Lalu Ahmad Zaenuri. Kriteria pemilihan konten video dilakukan dengan kriteria inklusi berupa muatan pesan dakwah . khlak, ibadah, etika sosial, dan motivas. Dalam metode penelitian kualitatif ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data secara mendalam terkait bagaimana Pemanfaatan media sosial Tiktok dalam menyebarkan nilai islam melalui konten dakwah di channel TikTok @TuanGuruZaenuri. Adapun Sumber data dalam penelitian adalah sumber data primer berupa video konten dakwah TGH. Lalu Ahmad Zaenuri di akun tiktok, sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari literatur, dokumentasi, jurnal artikel, dan buku yang relevan dengan tema dakwah digital, komunikasi islam, dan pemanfaatan media sosial. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi non partisipan pada channel Tiktok @tuanGuruZaenuri serta dokumentasi terkait channel tiktok @tuanGuruZaenuri berupa dokumen-dokumen, gambar, dan video dari channel Peneliti juga menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data, peneliti menggunakan teknik Triangulasi membandingkan data yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi, sedangkan pengumpulan data yang berbeda untuk objek yang sama. Denzin. Norman K. , dan Yvonna S. Lincoln . Handbook of Qualitative Research, (Thousand Oaks: Sage Publications, 2. , hlm. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri RESULTS AND DISCUSSION A Brief Profile of TGH. Lalu Ahmad Zaenuri Lalu Ahmad Zaenuri, beliau adalah seorang pendakwah asal Lombok sekaligus akademisi yang memanfaatkan saluran TikToknya sebagai wadah atau media dakwah modern saat ini. Beliau lahir di Bunut Baok. Praya. Lombok Tengah, pada 17 Agustus 1976. 17 Beliau merupakan anak ke 6 dari 8 bersaudara, hasil buah hati dari pasangan Bapa H. Lalu Muslim dengan Ibu Hj. Amenah. Beliau menamatkan masa pendidikan dasarnya di salah satu Sekolah Dasar yang berada di Praya, tepatnya di SDN Buse Praya pada tahun 1987, yang kemudian melanjutkan pendidikannya ke bangku SMPN 5 Praya dan lulus pada tahun 1990. Setelah itu beliau melanjutkan kembali pendidikannya di Pondok Pesantren AlIstiqamah, di tempat inilah beliau menghabiskan masa pendidikan SMAnya yang kemudian lulus pada tahun 1994. Beliau tumbuh dan berkembang di lingkungan yang kental akan nilai- nilai islam serta mengajarkannya kepada anak-anak mereka sedari dini. Beliau mulai tertarik dengan dunia dakwah sedari kecil, dikarenakan pada saat itu beliau melihat bagaimana penghormatan masyarakat terhadap Tuan Guru, bagaimana mereka dimuliakan, serta bagaimana posisi mereka di tengahtengah masyarakat. Singkat cerita saat beliau hendak melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi di Yordania, beliau menemui kesulitan dimana pada saat itu ternyata Penerimaan Mahasiswa Baru telah ditutup. Saat itu di Yordania memiliki peraturan dimana untuk dapat diterima sebagai Mahasiswa baru maka calon Mahasiswa ini diwajibkan untuk berkunjung ke Kedutaan untuk meminta stampel serta pengakuan terhadap keberadaan mereka sebagai Mahasiswa baru yang nantinya akan dipergunakan untuk kelegalitasan ijazah pada saat itu. Ternyata di tengah perjalanannya beliau menemui kesulitan, dimana pengajuannya ditolak dengan alasan Penerimaan Mahasiswa Baru telah ditutup. Namun tidak berhenti sampai Lalu Ahmad Mataram,2. , hal. Zaenuri. AuMenjadi Penceramah Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 HebatAy. Cet. (Sanabil 20414/tasamuh. disitu, semangat belajar yang tinggi mendorong beliau untuk terus mencoba berbagai cara, hingga akhirnya usahanya tersebut membuahkan hasil yang manis. Beliau berhasil bertemu dengan salah seorang Mentri yang bernama Dr. Ratib AsSuud yang saat itu berwenang memberikan rekomendasi ke berbagai Universitas. Semasa perkuliahannya beliau termasuk salah seorang Mahasiswa yang cukup aktif dan komunikatif. Beliau juga cukup dikenal oleh beberapa dosen pada saat itu karena keaktifan beliau dalam ruang kelas. Tak hanya itu, beliau juga mulai mencoba hal-hal baru selama masa perkuliahannya di Yordania, yakni beliau pernah menjadi tenaga musiman yang membantu para jamaah saat akan melaksanakan ibadah haji, pada tahun 1996 Ae 1998. Pada tahun 1997 beliau diundang ke Australia sebagai Tokoh Pemuda Muslim untuk menjelaskan tentang Islam di Indonesia. Beliau merampungkan masa pendidikan S1nya di Universitas MuAotah Yordania pada jurusan Islamic Studies, selama 3,5 tahun dan lulus pada Pada akhir tahun 1998 beliau akhirnya kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikan S2 pada tahun 2002 pada salah satu Universitas di Jakarta yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dalam bidang Dakwah dan Komunikasi serta merampungkan pendidikan Doktornya di Universitas dan bidang yang sama pada tahun 2009. Setelah itu beliau mulai aktif sebagai tenaga pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram pada tahun 2010 hingga kini. Selain sebagai dosen tetap pada Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, beliau merupakan salah satu dari Pembina Pondok Pesantren Nurul Hakim, yang berlokasi di Kediri. Lombok Barat. Selain itu beliau juga aktif di beberapa organisasi seperti NU. MDI (Majelis Dakwah Islamiya. Pusat, serta Rahmat Semesta Center daerah NTB. Ia juga telah menulis sebanyak 5 buku yang telah di terbitkan dengan judul : Retorika Dakwah Teori dan Praktik Bagaimana Menjadi Penceramah Hebat Mengupas Rahasia JumAoat Etika Dakwah Khutbah JumAoat. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri Beliau tercatat memiliki sejumlah pengalaman dan keaktifan di berbagai Lembaga, seperti pada tahun 2007 ia bersama tim memenuhi undangan dari Pemerintah Amerika dalam rangka Dialog Agama dan Masyarakat yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat selama 3 minggu dengan berbagai macam kegiatan di dalamnya serta mengunjungi beberapa tempat seperti Virginia, dan Dallas. Di Dallas mereka diperkenalkan bagaimana kehidupan warga muslim serta bagaimana cara membangun toleransi antar agama di Amerika. Kemudian pada tahun 2008 beliau hijrah ke Australia tepatnya ke Sydney. Melbourne, dan Canberra sebagai anggota Delegasi Pertukaran Pemuda Islam yang diadakan selama 2 minggu. Tahun 2014 beliau melakukan kegiatan studi banding dan research kolaboratif di Universitas Ibnu Thufael Maroko, setelah itu pada tahun 2017 melakukan kegiatan Quality Assurance di Perth Australia. Beliau juga tercatat pernah menjadi pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Universitas Negeri Islam (UIN) Mataram pada tahun 2022 dan 2024 di Universitas Sultan Zainal Abidin. Trengganu. Malaysia. Beliau juga pernah melakukan perjalanan ke Mesir pada tahun 2024 dalam rangka membangun kerja sama terkait dengan bagaimana kuliah di Mesir dan Madinah, di tahun yang sama beliau juga melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian di Universitas Brunei Darussalam terkait Strategi Peningkatan Potensi Halal Industri. Characteristics TGH Lalu Ahmad Zaenuri's Islamic content on TikTok TGH. Lalu Ahmad Zaenuri merupakan salah seorang pendakwah yang berasal dari Lombok, ia merupakan seorang mubaligh yang juga memanfaatkan kecanggihan teknologi dan tidak menyia-nyiakannya untuk menyebarkan dakwah dengan membuat channel dakwah di TikTok dengan nama akun resmi @TuanGuruZaenuri. Beliau menjadi salah seorang content creator yang kontenkontennya berisi berbagai macam tema dakwah mengenai nilai-nilai keimanan, ibadah, dan akhlak. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 20414/tasamuh. Tampilan Channel TikTok TGH. Lalu Ahmad Zaenuri Gambar 1. 1 Tampilan Channel TikTok TGH. Lalu Ahmad Zaenuri. Ia mulai aktif menyampaikan dakwah di TikTok pada tahun 2022 dengan video pertama yang diupload oleh TGH. Lalu Ahmad Zaenuri yaitu membahas tentang AuTanda Orang Islam Itu BaikAy. Dalam ceramahnya tersebut beliau menceritakan terkait sirah nabawiyah. Saat ini channel TikTok beliau telah memiliki 7 ribu lebih pengikut dengan jumlah likes mencapai hingga 88 ribu, dengan total video yang telah di upload sebanyak 317 video per tanggal 25 Januari 2025. Beliau memiliki ribuan pengikut dikarenakan dakwah yang beliau sampaikan terkesan unik dan menarik sehingga tidak menimbulkan kesan monoton yang membuat banyak para jemaah online beliau merasa tertarik dengan dakwah yang beliau sampaikan. Selain itu beliau juga pandai dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah yang sangat baik, membuat ceramah TGH. Lalu Ahmad Zaenuri begitu mudah dicerna dan dipahami oleh berbagai kalangan TGH. Lalu Ahmad Zaenuri memiliki keunikan tersendiri ketika menyampaikan dakwahnya, yang menjadikan ciri khas dari konten TikTok beliau sehingga tidak terkesan boring dan monoton. Salah satu gaya berdakwah yang khas dari TGH. Lalu Ahmad Zaenuri yakni beliau kerap kali menyampaikan dakwah di tempattempat yang tidak biasa seperti di taman bermain, di depan Menara Kembar Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri Petronas Malaysia, pinggir pantai, tambak ikan, bahkan di atas boat ketika beliau hendak mengunjungi salah satu destinasi wisata Gili Air. Beliau mampu menyampaikan dakwah dan mengaitkannya berdasarkan apa yang sedang beliau lihat, dan lakukan pada saat itu yang menjadikan konten dakwah beliau memiliki ciri khas tersendiri. Beliau juga memiliki sapaan untuk para jamaah online nya, yakni AuAssalamualaikum SaudarakuAy. Beliau mampu menyampaikan dakwah secara terstruktur sehingga pesan yang disampaikan mudah dipahami. Selain itu beberapa tema yang ia bahas penyampaiannya juga terkadang menggunakan Bahasa Sasak untuk mempermudah pemahaman bagi masyarakat lokal, beliau menghindari penggunaan istilah-istilah yang rumit dan lebih memilih bahasa yang Dalam setiap konten dakwah yang diupload. TGH. Lalu Ahmad Zaenuri selalu menyertakan dalil-dalil dari Al-QurAoan dan Hadist sehingga para jemaah online beliau mampu melakukan verifikasi terkait kebenaran informasi yang diberikan. Ia juga sering terlihat mengenakan peci putih dalam setiap kontennya, yang memberikan kesan sopan dan berwibawa. Tak hanya berdakwah, dalam channel TikToknya beliau juga sering menampilkan beberapa kegiatan, seperti Yudisium Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram pada tahun 2024 yang lalu, bernasyid atau musik islami yang dinyanyikan tanpa alat musik pengiring, murrotal Al-QurAoan, berbagai macam doAoa sehari-hari, hingga berduet dengan salah satu pedangdut ternama yakni Raden Oma Irama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rhoma Irama. Berdasarkan paparan diatas telah menggambarkan bahwa TGH. Lalu Ahmad Zaenuri dalam channel TikToknya memiliki ciri khas tersendiri terkait konten dakwah yang beliau sampaikan. Maka dari itu tak heran jika beliau memiliki ribuan pengikut dalam channel TikToknya serta jumlah likes yang begitu Utilizing TikTok for TGH Lalu Ahmad Zaenuri's Islamic Content DaAoI (Pelaksana Dakwa. merupakan faktor penting dalam menunjang kegiatan berdakwah, keberadaan daAoi sangat menentukan berhasil tidaknya Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 20414/tasamuh. kegiatan dakwah yang dilakukan, oleh karena itu seorang daAoi harus pandai dan cermat dalam mengetahui kondisi psikis dan kejiwaan obyek dakwah, agar daAoi mampu menyusun strategi yang tepat untuk obyek dakwah . adAo. dan proses perubahan perilaku dapat tercapai secara optimal. 18 Di era digital yang semakin berkembang saat ini seorang daAoi dapat memanfaatkan berbagai macam aplikasi di media sosial seperti Facebook. Instagram. YouTube. TikTok, dll, dalam memberikan dampak yang positif untuk melihat konten yang mengandung nilainilai islami di dalamnya serta mengajak ke arah yang lebih baik. Tujuan utama dari adanya kegiatan dakwah adalah untuk mengajak atau mempengaruhi madAou . asaran dakwa. menuju kepada jalan yang diridhai Allah SWT. TGH. Lalu Ahmad Zaenuri dalam menyebarkan nilai-nilai islami di ruang digital beliau memanfaatkan aplikasi TikTok yang saat ini banyak digunakan. Berdasarkan data yang diungkap oleh Statista pada Agustus 2024. Indonesia memiliki 157,6 juta pengguna TikTok terbanyak di dunia, melebihi Amerika Serikat hingga Rusia. 19 Sebagaimana yang disampaikan oleh TGH. Lalu Ahmad Zaenuri yang mengatakan : AuSaya terinspirasi dari jumlah data pengguna TikTok di dunia, ternyata Indonesia menempati urutan pertama sebagai pengguna, yaitu lebih dari 150 jutaAy. Berdasarkan dari hasil wawancara dan data yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi TikTok saat ini merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan oleh pengguna media sosial, selain dapat dimanfaatkan sebagai media hiburan, aplikasi TikTok juga dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah yang memiliki potensi lebih besar dalam menyebarkan nilai- nilai islami di ruang digital. TGH. Lalu Ahmad Zaenuri memilih aplikasi TikTok sebagai media berdakwahnya, dikarenakan penggunaan aplikasi tersebut yang lebih mudah dan efektif sehingga dapat menjangkau lebih banyak audience sehingga memiliki potensi lebih besar dalam menyebarkan pesan-pesan keagamaan. Anas Habibi Ritonga. AuSistem Interaksi Antar Unsur Dalam Sistem Dakwah dan Implikasinya Dalam Gerakan DakwahAy, . Vol. No. 1, hal. Tim CNN Indonesia. AuIndonesia Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia. Kalahkan AS Hingga RusiaAy, dipublikasi pada 7 Oktober 2024, https://w. com/teknologi/20241007094807-192-1152374/indonesia-. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri Dalam pandangan dakwah yang dimiliki TGH. Lalu Ahmad Zaenuri beliau menekankan bahwa medan dakwah atau lapangan dakwah itu sangat luas sekali, sehingga seorang daAoI harus mampu untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi. Tiktok memaksa para daAoi . untuk menyampaikan pesan secara ringkas dan padat. Durasi video yang singkat sangat sesuai dengan rentang perhatian generasi muda . illenial dan gen Z) yang menjadi pengguna dominan platform ini. Nilai-nilai islami yang disajikan dalm bentuk poin-poin utama seperti penjelasan hukum fiqh praktis . ata cara berwudh. , nasihat singkat tentang akhlak dan etika sehari-hari atau motivasi islami dan pengingat keimanan terkait Di era digital saat ini beliau memanfaatkan aplikasi TikTok sebagai media dakwah beliau di ruang digital sehingga kegiatan berdakwah yang beliau lakukan tidak hanya terbatas pada masjid atau tempat ibadah saja, tetapi berdakwah itu juga dapat dilakukan di ruang digital, contohnya dengan memanfaatkan aplikasi TikTok yang saat ini banyak digunakan, hal ini tentunya akan berdampak dalam menjangkau lebih banyak kemampuan aplikasi tersebut dalam menyesuaikan konten yang muncul di beranda pengguna sehingga sangat efektif untuk berdakwah, dengan konten dakwah yang lebih mudah diakses dan dikonsumsi. Pemanfaatan tiktok menungkinkan pengamasan nilai-nilai islami melalui pendekatan yang relatable dengan kehidupan sehari-hari anak muda. Konten dakwah sering diintegrasikan dengan tren, musik populer yang islami atau tantangan yang sedang viral, sehingga pesan agama terasa tidak menggurui dan tidak membosankan. Beliau memiliki pandangan bahwa seorang daAoI tidak boleh abai dengan adanya arus perubahan penyebaran teknologi dan informasi, oleh karena itu seorang daAoI juga harus mengambil peran di dalamnya agar media-media sosial yang berkembang saat ini tidak hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak memiliki korelasi dengan dakwah. Peningkatan jangkauan dan potensi viralitas didasarkan pada minat pengguna yang memberikan peluang besar bagi konten dakwah untuk menyebarkan secara viral, bahkan melampaui batas geografis dan demografis Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 20414/tasamuh. yang sulit dijangkau media konvensional. 20 Melihat dari banyaknya pengguna atau user dari media sosial khususnya TikTok yang memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai media hiburan, pendidikan, dan bisnis, maka beliau memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai medan dakwah beliau dalam menyebarkan nilai-nilai islami di ruang digital. AuKecenderungan pengguna TikTok itu lebih kepada hal-hal yang bersifat hiburan, hura-hura, atau hanya menampilkan sisi gemerlap dunia, maka saya sebagai seorang daAoI juga harus masuk ke dalam TikTok dengan membawa tematema agama, agar media sosial seperti TikTok ini dapat juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyampaikan nilai-nilai islami di ruang digital, tentunya bersama dengan para ustadz yang menggunakan media TikTok untuk berdakwahAy. TikTok adalah aplikasi yang dapat digunakan oleh pengguna dengan mudah. Aplikasi ini menawarkan pembuatan video dengan durasi pendek dan bisa menarik perhatian lebih banyak audience dikarenkan berbagai macam fitur menarik yang ditawarkan oleh aplikasi tersebut. 21 AuDisamping itu TikTok menjanjikan konten- konten yang simple dengan durasi pendek sehingga orang lebih senang mengaksesnyaAy. TGH. Lalu Ahmad Zaenuri dalam menyampaikan nilai-nilai islami di ruang digital beliau memanfaatkan aplikasi TikTok tersebut dengan menyajikan konten dakwah dalam bentuk video singkat yang menampilkan point-point penting dari pesan yang ingin disampaikan, sehingga pendengar tidak merasa bosan dikarenakan durasi video yang terlalu panjang. Dengan durasi video yang lebih singkat audience akan lebih mudah dalam mengingat pesan dakwah yang disampaikan, tentunya dengan penggunaan bahasa yang lebih sederhana. Dalam penyampaiannya beliau menggunakan bahasa yang ringan dan komunikatif, beliau juga menghindari penggunaan kata yang rumit agar pesan dakwah yang Smith J. , & Johnson. Digital Da'wah: The Use of Algorithm in Islamic Content Dissemination. Journal of Communication and Religion, 15. , 45-60. Ambar Kuswati. AuPengaruh Media Sosial TikTok Terhadap Akhlakul Karimah Remaja di Desa Bunton Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Tahun 2021Ay, (Cilacap : IAI Imam Ghazali Cilacap, 2. , hal. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh audience, serta dapat diamalkan dalam kehidupan sehari- hari. Aplikasi TikTok ini beliau manfaatkan untuk merekam, mengedit, serta mengunggah pesan dakwah yang ingin disampaikan, sehingga dakwah tersebut dapat menjangkau lebih banyak Melalui aplikasi TikTok ini beliau mampu membawa pesan-pesan agama ke tengah-tengah kehidupan masyarakat modern yang saat ini sangat akrab dengan media sosial. Inovasi beliau dalam memanfaatkan media sosial sebagai media dakwah, menunjukkan bahwa dakwah dapat disampaikan dengan cara yang kreatif juga menarik tanpa mengurangi substansi pesan yang dikandung di dalamnya. Hal ini juga beliau sampaikan dalam wawancara yang dilakukan dengan peneliti, beliau menyatakan AuKonsekuensinya biaya yang dikeluarkan juga sedikit, artinya dengan durasi video yang pendek, audience tetap bisa mendapatkan informasi yang dicari dengan biaya seminim mungkin. Seorang daAoI juga dapat berkreasi di ruang TikTok dengan memanfaatkan berbagai macam fitur yang terdapat di dalamnyaAy. Hal ini tentunya akan berdampak pada kehidupan sosial para jamaahnya dimana mereka mendapatkan pengajaran yang baik dengan cara yang baru, sehingga pesan dakwah tersebut dapat diakses berulang kali, dan mereka akan terus mengingat pesan dakwah yang disampaikan secara singkat, padat, dan jelas. Adapun Pemanfaatan aplikasi tiktok dalam menyebarkan dakwah oleh TGH. Lalu Ahmad Zaenuri yaitu: TikTok sebagai Media Pendidikan Hal ini ditunjukkan dari postingan video beliau yang memberikan pemahaman yang benar tentang konsep berjihad dalam islam, berusaha dalam hal kebaikan harus dilakukan secara sadar dan konsisten dalam kehidupan seharihari, semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati berisikan pelajaran tentang introspeksi diri dalam menjalin kehidupan yang bermakna, mengajarkan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian alam, serta mengajarkan pentingnya berkerja keras dalam setiap tujuan yang ingin dicapai dalam hidup. TGH. Lalu Ahmad Zaenuri juga mengajarkan Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 20414/tasamuh. pentingnya bekerja keras dalam setiap tujuan yang ingin dicapai dalam hidup. Banyak konten kreator yang berbagi perjalanan mereka dalam mencapai Impian, mulai dari berjuang melewati berbagai rintangan hingga meraih kesuksesan. Konten-konten ini tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menunjukkan bahwa usaha dan ketekunan adalah kunci untuk mencapai tujuan. Dengan menampilkan berbagai kisah inspiratif, tiktok dapat mendorong penontonnya untuk tidak menyerah pada Impian mereka dan terus berusaha meskipun menghadapi kesulitan. TikTok sebagai Media Informasi Ditunjukkan dari postingan video TGH. Lalu Ahmad Zaenuri yang menyampaikan pesan bahwa kejujuran dan keadilan adalah nilai yang penting dalam transaksi jual beli, menyampaikan konsekuensi dari sifat sombong dari segi agama, menjaga hubungan baik dengan sesama yang berisi kutipan motivasi dan pandangan tokoh besar yang menekankan pentingnya saling menghargai dan memahami satu sama lainnya. Kutipan-kutipan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa dalam menjalani kehidupan sosial, kita perlu mengedapankan sikap toleransi dan saling menghormati. membahas mengenai karakteristik umat Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan perumpamaan pohon kelapa. Pohon kelapa, yang tumbuh menjulang tinggi dan memberikan banyak manfaat, menjadi simbol dari umat yang baik. Ia menjelaskan bahwa seperti halnya pohon kelapa yang dapat memberikan air, buah, dan bahkan kayu, umat Nabi Muhammad diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dalam hal ini, kita diajak untuk berkontribusi positif dalam masyarakat, dengan cara berbagi ilmu, membantu sesama, dan memberikan inspirasi. Analisis ini menekankan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam membentuk komunitas yang lebih baik. dan bagaimana cara bersyukur kepada Allah. Bersyukur bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga harus tercermin dalam tindakan sehari-hari. TikTok sebagai Nilai Sosial dan Moral Ditunjukkan dari postingan video TGH. Lalu Ahmad Zaenuri yang mendorong para jamaahnya agar memiliki nilai solidaritas, kepedulian, dan kasih Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri sayang dalam bermasyarakat, mengajak para jamaah untuk senantiasa memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan spiritual. Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun komunitas yang solid dan saling mendukung, serta mendorong individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. TikTok sebagai Media Spiritual atau Keagamaan Ditunjukkan dalam postingan yang menjelaskan keutamaan salam merupakan doa kebaikan bagi orang lain, salam bukan hanya sekedar ucapan, tetapi merupakan doa kebaikan yang mendalam bagi ornag lain. kisah inspiratif nabi Yunus as menghadapi ujian dengan penuh kesabaran, dan video yang berisikan ajakan bagaimana pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, hal ini menunjukkan bahwa tiktok sebagai pengingat akan nilai-nilai keluarga dan kasih sayang yang sering kali terabaikan dalam kesibukan kehidupan modern ini. Serta pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan serta doAoa sehari-hari membantu pengguna untuk mengingat dan melafalkan doa-doa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga spritualitas mereka semakin terintegrasi dengan rutinitas harian. Dari penjelasan di atas, jelas bahwa media sosial tiktok telah menjadi platform yang multifungsi, tidak hanya sebagai alat hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyebarkan pesan spiritual dan keagamaan. Pengguna dapat dengan mudah mengakses konten yang mendidik dan menginspirasi, yang pada gilirannya dapat memperkuat iman dan nilai moral. Melalui video yang interaktif dan kreatif, tiktok memungkinkan penyampaian pesan lebih mendalam dan berkesan, sehingga pengguna dapat merasakan dampak positif dalam kehidupan spiritual mereka. Tiktok sebagai Ruang Interaksi Langsung dan Pembentukan Komunitas. Tiktok memiliki fitur interaktif seperti komentar, live streaming, dan sesi tanya jawaba (Q&A) yang memungkinkan daAoI menjalin komunikasi dua arah dengan Hal ini membuka ruang bagi para daAoI untuk klarifikasi, menjawab pertanyaan agama secara real-time dan membentuk komunitas daring yang saling mendukung dalam mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Islami. Tiktok berhasil menciptakan ruang interaksi yang unik dan produktif bagi para daAoi dan Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 20414/tasamuh. audiens mereka. Dengan demikian tiktok bukan sekedar media sosial, tetapi juga menjadi alat yang kuat untuk Pendidikan dan pengembangan komunitas dalam konteks agama. Dengan adanya TikTok sangat mempermudah TGH. Lalu Ahmad Zaenuri dalam menyajikan konten dengan durasi singkat namun tetap sesuai dengan substansi pesan yang ingin disampaikan sehingga mempermudah pengguna TikTok dalam menerima pesan dakwah secara cepat tetapi juga tetap tepat sesuai dengan ajaran islam. CONCLUSION TGH. Lalu Ahmad Zaenuri sebagai salah satu pendakwah yang popular di NTB memanfaatkan aplikasi TikTok untuk menyebarkan nilai- nilai islami di era digital saat ini. Hasilnya menunjukkan bahwa TGH. Lalu Ahmad Zaenuri sangat aktif dalam memanfaatkan platform ini. Adapun pemanfaatan media sosial tiktok pada konten dakwah TGH. Lalu Ahmad Zaenuri adalah . TikTok sebagai media pendidikan memiliki potensi yang sangat besar untuk menyebarkan nilai-nilai positif dan pengetahuan yang bermanfaat. , . TikTok sebagai media informasi memiliki potensi yang besar untuk menyebarkan pesan-pesan moral dan nilai-nilai Melalui konten yang disajikan oleh Ahmad Zaenuri, kita diajak untuk merenungkan pentingnya kejujuran, kerendahan hati, dan kontribusi positif bagi . TikTok tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat yang efektif untuk menyebarkan nilai-nilai sosial dan moral yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui inisiatif TGH Ahmad Zaenuri yang mendorong solidaritas, kepedulian, dan kasih sayang, kita dapat melihat bagaimana platform ini mampu menginspirasi individu untuk berkontribusi positif dalam komunitas. TikTok telah berhasil menciptakan ruang bagi penggunanya untuk mengeksplorasi dan memperdalam pemahaman tentang spiritualitas dan agama. Dengan memanfaatkan platform ini, individu tidak hanya dapat berbagi informasi, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung dalam perjalanan spiritual mereka, dan . TikTok telah berhasil menciptakan ruang interaksi yang unik dan Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 Use of Tiktok Social Media In Content Preaching Tgh. Lalu Ahmad Zaenuri produktif bagi para dai dan audiens mereka. Melalui fitur-fitur interaktifnya, platform ini tidak hanya memfasilitasi komunikasi dua arah, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung dalam mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Islami. Dengan demikian. TikTok bukan sekadar media sosial, tetapi juga menjadi alat yang kuat untuk pendidikan dan pengembangan komunitas dalam konteks agama. Dari kesimpulan di atas, penulis merasa adanya keterbatasan dalam menganalisis bagaimana pemanfaatan media sosial tiktok oleh TGH. Lalu Ahmad Zaenuri dalam menyebarkan ajaran agama islam sehingga penulis tidak dapat menggambarkan dinamika dakwah melalui platform media sosial tiktok secara keseluruhan. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2, hal. Desember 2025 20414/tasamuh. BIBLIOGRAPHY