Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 707 - 715 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic.org/index.php/basicedu/index Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains Dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu1, Lizbeth Yulia Christi2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan E-mail : year.rezeki@gmail.com1 lizbethyuliac@gmail.com2 Abstrak Kegiatan microteaching dapat mempersiapkan mahasiswa calon guru untuk menguasai kompetensi pedagogik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan kegiatan microteaching Sains dari mahasiswa calon guru SD di Universitas Pelita Harapan. Hasil analisa diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi dosen yang mempersiapkan mahasiswa menjadi guru sains dan bagi mahasiswa calon guru untuk mengantisipasi kriteria-kriteria yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen rubrik penilaian microteaching dan lembar observasi dosen. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase total perolehan skor dari setiap kriteria rubrik penilaian microteaching, kemudian dikonversi ke dalam data kualitatif melalui tabel persentase kriteria penilaian hasil belajar. Terdapat 7 kriteria yang dinilai berdasarkan rubrik penilaian microteaching, yaitu: pembukaan, metode mengajar, pemahaman konsep, media pembelajaran, manajemen kelas, keterampilan berbicara, dan penutup. Peneliti memperoleh hasil bahwa kegiatan microteaching yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2016 sudah baik dengan persentase untuk kriteria pembukaan sebesar 62,82% (cukup baik), metode mengajar sebesar 82,69% (baik), pemahaman konsep sebesar 77,564% (baik), media pembelajaran sebesar 77,85% (baik), manajemen kelas 72,436% (baik), keterampilan berbicara 82,051% (baik), dan penutup 62,18% (cukup baik). Berdasarkan persentase dari setiap kriteria penilaian microteaching, dapat diketahui bahwa kriteria yang masih perlu ditingkatkan lagi adalah kemampuan membuka pelajaran, manajemen kelas, dan menutup pelajaran. Kata kunci: microteaching, pembelajaran mikro, kompetensi pedagogik Abstract Microteaching can prepare student teachers to master pedagogical competencies. This research aims to analyze the implementation of Science microteaching activities from prospective elementary teacher at Pelita Harapan University. The results of the analysis are expected to be an evaluation for lecturers who prepare students to become Science teachers for prospective teacher to anticipate criteria that still need to be improved. This research uses quantitative descriptive method by using microteaching assessment rubric and lecturer observation sheet. Quantitative calculation is done by calculating the percentage of the total score obtained from each criteria of microteaching assessment rubric, then converted into qualitative data through the percentage table assessment criteria of learning outcomes. There are 7 criterias that are assessed based on the microteaching assessment rubric, namely: opening, teaching method, concept understanding, learning media, classroom management, speaking skills, and closing. Researchers obtained results that the microteaching carried out by the 2016 Primary School Teacher Education students were good with the percentage for the opening criteria by 62.82% (good enough), teaching method by 82.69% (good), concept understanding by 77.564% (good), learning media by 77.85% (good), classroom management by 72.436% (good), speaking skills by 82.051% (good), and closing by 62.18% (good enough). Based on the percentage of each the microteaching assessment criteria, it can be seen that the criteria that still need to be improved are the ability to open the lesson, classroom management, and closing the lesson. Keywords: microteaching, pedagogical competence Copyright (c) 2020 Year Rezeki Patricia Tantu, Lizbeth Yulia Christi  Corresponding author : Address : Jalan Taman Ubud Permata Timur 1 No.25 Karawaci ISSN 2580-3735 (Media Cetak) Email : year.tantu@uph.edu ISSN 2580-1147 (Media Online) Phone : 087808446164 DOI :10.31004/basicedu.v4i3.424 Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 708 Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu, Lizbeth Yulia Christi DOI :10.31004/basicedu.v4i3.424 cukup singkat. Melalui kegiatan microteaching ini, PENDAHULUAN Kesuksesan pembelajaran di kelas tidak terlepas dari peran guru yang menguasai mahasiswa belajar mengasah membuat perencanaan keterampilan pembelajaraan (RPP) kompetensi mengajar. Undang-Undang Nomor 14 dengan tepat dan kreatif, kemudian mengeksekusi Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 8 RPP yang dirancang melalui pengajaran di dalam menyatakan bahwa salah satu kompetensi yang kelas. Kegiatan microteaching ini juga menjadi harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik. sarana bagi mahasiswa calon guru untuk mengasah Lebih detil dijelaskan dalam Standar Nasional kemampuan menguasai konsep. Pendidikan, pasal 28 ayat (3) butir a bahwa salah Salah satu mata pelajaran yang diajar oleh satu kemampuan dalam kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru SD adalah Sains (Ilmu yang perlu dikuasai guru adalah kemampuan Pengetahuan Alam). Pembelajaran Sains bagi anak melaksanakan Sekolah Dasar memiliki keunikan tersendiri karena kemampuan pembelajaran, menerapkan yang meliputi keterampilan dasar mengandung beberapa konsep yang abstrak serta mengajar, menerapkan berbagai jenis model memiliki natur yang berorientasi pada proses dan strategi pembelajaran, menguasai kelas, juga produk. Penting bagi mahasiswa calon guru dan mengukur tingkat ketercapaian kompetensi peserta SD untuk mengetahui keunikan dari didik. Berdasarkan standar nasional tersebut, para sehingga mampu memilih strategi yang tepat mahasiswa calon guru perlu dipersiapkan secara dalam mengajar. Melalui kegiatan microteaching, matang mahasiswa calon guru SD ditantang untuk sehingga mereka mampu mengasah kompetensi pedagogik. Sains menciptakan pembelajaran bermakna yang dapat Salah satu mata kuliah yang mempersiapkan membawa para mahasiswa calon guru SD di Universitas memelihara Pelita Harapan keterampilan berproses. untuk mengasah kompetensi pedagogik mereka adalah Perencanaan, Strategi, para murid alam Kegiatan bertanggung ciptaan microteaching jawab Tuhan melalui dapat menjadi Asesmen, Pembelajaran atau yang dikenal dengan sarana belajar yang baik bagi mahasiswa sebelum sebutan PSAP. Kegiatan inti dalam mata kuliah ini mereka terjun dalam praktik lapangan serta adalah melakukan microteaching dalam kelas. menjadi Microteaching atau pembelajaran mikro dapat microteaching, Ardi (2014) memperoleh hasil diartikan sebagai suatu pendekatan pembelajaran mengenai persentase dari aspek keterampilan yang microteaching, yaitu menutup dan membuka mempersiapkan dan meningkatkan guru nanti. (84,94%) Dalam dengan pelaksanaan kompetensi calon guru melalui program latihan pelajaran kategori baik, pembelajaran yang disederhanakan (Sunaengsih & menjelaskan materi (94,75%) dengan kategori Sunarya, 2018:5). Pembelajaran ini dikatakan sangat baik, sederhana karena dilakukan dalam ruang kelas dengan kategori baik. dan mengelola kelas (72,41%) tempat mahasiswa belajar dengan waktu yang Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 709 Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu, Lizbeth Yulia Christi DOI :10.31004/basicedu.v4i3.424 Penelitian yang dilakukan oleh Kansil & Fredy (2017) menunjukkan bahwa METODE dalam Penelitian ini menggunakan metode pelaksanaan kegiatan microteaching untuk aspek deskriptif kuantitatif. Perhitungan kuantitatif yang pembuka dan penutup berada pada kategori baik dipakai dengan persentase penilaian sebesar 84,41%, sederhana setiap kriteria yang dinilai dalam keterampilan menjelaskan berada pada kategori kegiatan microteaching. Lokasi penelitian di baik (82,40%), dan keterampilan mengelola kelas Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita berada pada kategori baik (81,90%). Harapan. Subjek penelitian adalah mahasiswa merupakan perhitungan persentase Adapun persentase komponen penilaian Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2016 penampilan microteaching pada penelitian yang berjumlah 39 orang. Sampel diambil dengan lain diperoleh hasil sebagai berikut: keterampilan menggunakan teknik pengambilan data secara membuka pelajaran (73,2%) dengan kategori baik, purposive. Penelitian dilaksanakan pada bulan keterampilan menggunakan media pembelajaran Februari sampai bulan April 2019. (78,5%) dengan kategori baik, keterampilan Adapun instrumen yang dipakai dalam memilih metode (65%) dengan kategori cukup proses menganalisis pelaksanaan microteaching baik, keterampilan menjelaskan (75%) dengan Sains bagi mahasiswa PGSD ini adalah rubrik kategori baik, keterampilan mengelola kelas penilaian microteaching dan lembar observasi (60,2%) dan dosen. Rubrik penilaian microteaching memiliki 7 keterampilan menutup pelajaran (74%) dengan kriteria, yaitu: Pembukaan, Metode Mengajar, kategori baik (Agustina, 2019). Beberapa hasil Pemahaman penelitian analisa kegiatan microteaching di atas Manajemen Kelas, Keterampilan Berbicara, dan memberikan hasil yang beragam dengan minimal Penutup. Rubrik digunakan untuk menilai tinggi kategori cukup baik. atau rendahnya skor kinerja dari setiap kriteria dengan kategori cukup baik, Konsep, Media Pembelajaran, Oleh karena itu, tujuan penulisan makalah yang telah ditentukan (Djulia et al., 2020). Setiap adalah pelaksanaan kriteria pada rubrik microteaching memiliki skala microteaching Sains mahasiswa calon guru SD di penskoran yang terdiri dari: 4 (Sangat Baik), 3 Universitas Pelita Harapan. Hasil analisa dapat (Baik), 2 (Cukup), dan 1 (Kurang). ini untuk menganalisa menjadi evaluasi bagi dosen yang mempersiapkan Perhitungan kuantitatif menggunakan hasil mahasiswa menjadi guru Sains dan menjadi dari rubrik penilaian microteaching dengan evaluasi bagi para mahasiswa calon guru untuk menghitung total perolehan skor untuk masing- mengantisipasi kriteria-kriteria yang masih perlu masing kriteria, kemudian diubah dalam bentuk ditingkatkan. Bagi para pembaca lain, paper ini persentase. Menurut Yuanita (2019) perubahan juga dapat memberi gambaran bahwa kegiatan skor menjadi persentase menggunakan rumus microteaching sangat bermanfaat dalam melatih sebagai berikut: kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru SD. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 710 Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu, Lizbeth Yulia Christi DOI :10.31004/basicedu.v4i3.424 (baik), NP = R/SM X 100% NP : Nilai Persentase R : Skor yang diperoleh SM : Skor Maksimum sehingga menampilkan mahasiswa percaya diri juga yang sudah baik saat mengajar. Kriteria media pembelajaran (77,85%), pemahaman konsep (77,564%), dan manajemen Sumber: Yuanita (2019) kelas (72,436%) termasuk dalam kategori baik. Hasil persentase kemudian dikonversi ke dalam data kualitatif dengan menggunakan kriteria penilaian hasil belajar yang diadaptasi dari Sedangkan, untuk kriteria pembuka (62,82%) dan kriteria penutup (62,18%) termasuk dalam kategori cukup baik. kategori persentase pada penelitian pada tabel berikut (Kolai et al., 2016): Tabel 1. Kriteria Penilaian Hasil Belajar Persentase (%) Predikat 86-100 Sangat Baik 76-85,99 Baik 60-75,99 Cukup 55-59,99 Kurang ≤54,99 Sangat Kurang Sumber: (Kolai et al., 2016) Hasil tersebut kemudian dianalisa dan dijelaskan secara deskriptif dengan menggunakan catatan dari lembar observasi dosen. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan gambar 1, dapat diketahui bahwa kriteria dengan persentasi paling tinggi adalah strategi/metode mengajar sebesar 82,69% (baik). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru PGSD sudah baik dalam memilih strategi/metode pembelajaran yang dapat mengarahkan siswa untuk aktif belajar. Kriteria Gambar 1. Grafik Persentase Penilaian Microteaching Kemampuan Membuka Pelajaran Berdasarkan data yang diperoleh, dengan persentase yang tergolong tinggi kedua mahasiswa calon guru PGSD sudah cukup baik adalah keterampilan berbicara sebesar 82,051% dalam membuka pelajaran. Beberapa indikator Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 711 Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu, Lizbeth Yulia Christi DOI :10.31004/basicedu.v4i3.424 yang dinilai dalam bagian pembukaan adalah dilakukan. Hal ini pun dapat membantu siswa kemampuan menarik perhatian siswa sebelum untuk bisa melakukan evaluasi diri setelah mengajar, tujuan pembelajaran berakhir. Prastowo (2017) pembelajaran afektif, kognitif, dan psikomotor, menambahkan bahwa rumusan tujuan kemampuan dan pembelajaran menjadi akuntabilitas kinerja guru mereview pembelajaran serta menghubungkan dan mendorong komitmen guru untuk menciptakan dengan pembelajaran yang dibawakan. Sebagian pengalaman belajar yang menarik, efektif, dan besar mahasiswa sudah bisa menarik perhatian efisien dalam pencapaian tujuan pembelajaran. siswa Oleh karena itu, tujuan pembelajaran perlu kemampuan untuk sebelum menyampaikan memotivasi mengajar. siswa, Namun, sebagian mahasiswa belum mampu memberikan fokus disampaikan melalui tujuan pembelajaran secara utuh kepada pembelajaran sehingga pembelajaran dapat lebih siswa, kurang memberikan motivasi pada awal terarah dan efektif. pembelajaraan, dan kurang dalam memberikan review terkait dengan pembelajaran kepada setiap siswa diawal Selain itu, ketika guru dapat membuka yang pelajaran dengan baik, siswa dapat termotivasi dilakukan. Melalui catatan observasi, terlihat untuk belajar pada tahap berikutnya. Ada banyak bahwa mahasiswa calon guru memberikan review aktivitas yang dapat dipakai oleh guru untuk dapat atau pertanyaan kepada siswa, tetapi review membuat siswa-siswa memiliki motivasi untuk kurang berhubungan dengan materi pembelajaran belajar hingga akhir. yang diajarkan dan review yang diberikan kurang mendalam. Fakta lain yang ditemukan pada saat Strategi/Metode Mengajar observasi adalah mahasiswa calon guru belum Mahasiswa calon guru PGSD sudah baik menyampaikan tujuan pembelajaran secara utuh, dalam memilih metode pembelajaran untuk mata baik dari ranah kognitif, psikomotor, maupun pelajaran Sains. Sutikno (2009) mengatakan afektif. bahwa metode pembelajaran adalah cara-cara Penting bagi setiap guru untuk dapat menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh membuka pelajaran dengan sangat baik karena pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri pada bagian ini, siswa dapat mengetahuai tujuan siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan. pembelajaran yang akan dicapai. Sanjaya (2015) Berdasarkan data yang diperoleh, sebagian besar mengatakan bahwa tujuan pembelajaran adalah mahasiswa calon guru sudah melibatkan seluruh kompetensi atau keterampilan yang diharapkan siswa dengan aktif melalui metode pembelajaran dapat mereka yang bersifat dua arah. Beberapa mahasiswa Sebelum menggunakan pembelajaran inkuiri yang dapat memasuki kegiatan inti, siswa perlu mengetahui membuat siswa aktif dalam menjawab pertanyaan- kompetensi dimiliki melakukan oleh proses atau dikembangkan siswa setelah pembelajaran. keterampilan melalui yang perlu pertanyaan. Sebagian besar mahasiswa juga sudah pembelajaran yang terlihat mahir dalam mengakomodir keragaman Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 712 Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu, Lizbeth Yulia Christi DOI :10.31004/basicedu.v4i3.424 learning style siswa, baik secara audio dan visual konsep materi karena mereka mampu menjawab melalui media pembelajaran, serta kinestetik pertanyaan-pertanyaan melalui aktivitas langsung seperti eksperimen siswa ketika mengajar. Mereka mengajar dengan sederhana besar sistematis dan terstruktur. Hal ini sangat penting mahasiswa juga sudah mampu mengembangkan untuk anak sekolah dasar karena karakteristik anak sikap kerja sama dan saling menghargai di antara usia sekolah dasar adalah memiliki rasa ingin tahu siswa melalui tugas kelompok yang diberikan. yang sangat tinggi. Mereka pun berada dalam Sebagian kecil mahasiswa perlu untuk melakukan tahap pengenalan sehingga penting untuk dapat eksplorasi strategi mengajar sehingga mampu membawakan membawakan pembelajaran yang efektif kepada terstruktur. dan role play. Sebagian siswa. materi yang secara dilontarkan sistematis oleh dan Indikator yang masih perlu ditingkatkan Indikator yang masih perlu ditingkatkan adalah kemampuan menekankan konsep-konsep dalam pemilihan strategi mengajar adalah dapat penting atau konsep kunci dari pembelajaran yang mendukung siswa memahami konsep. Keefektifan signifikan, relevan, dan menantang bagi para metode pembelajaran tidak terlepas dari peran siswa. guru yang membawakan metode tersebut di dalam kelas. Setiap metode memiliki keunikan tersendiri dan kelebihannya, tetapi keberhasilan metode Media Pembelajaran Salah satu hal sangat mendukung proses tersebut dibawakan dalam kelas adalah tergantung pembelajaran adalah tersedianya media dari cara guru menyajikan metode tersebut. pembelajaran yang menarik dan efektif untuk Melalui metode yang dipakai, guru perlu hadir anak-anak SD. Keefektifan media pembelajaran dalam mendukung siswa dapat memahami konsep dinilai dari kesesuaian media dengan tujuan yang dipelajari. Bukan hanya sekedar fakta Sains pembelajaran, berfungsi membantu siswa mengerti yang diajarkan, tetapi siswa harus bisa menangkap tentang konsep yang diajarkan, sesuai dengan konsep dari pembelajaran Sains. karakteristik siswa, serta menarik minat siswa. Mahasiswa calon guru PGSD sudah baik dalam menyediakan media pembelajaran yang efektif. Pemahaman Konsep Sains Mahasiswa calon guru PGSD sudah mampu Media pembelajaran yang efektif adalah media memahami konsep Sains dengan baik. Guru perlu pembelajaran menguasai konsep pelajaran dengan baik sehingga mengalami langsung pembelajaran yang ada. dapat siswa. Ketika belajar tentang Sains, para siswa sebaiknya Pemahaman konsep perlu ditanamkan kepada dibawa mendekat kepada alam. Keterbatasan peserta didik sejak dini yaitu sejak anak tersebut untuk mendekat dengan alam, dapat dijembatani masih duduk di bangku sekolah dasar (Herawati et dengan pembuatan alat peraga yang dibuat al., 2013). Sebagian besar mahasiswa menguasai menyerupai mentransfernya kepada para yang alam. dapat Guru membuat Sains harus siswa dapat Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 713 Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu, Lizbeth Yulia Christi DOI :10.31004/basicedu.v4i3.424 menyediakan media pembelajaran bagi anak SD motivasi belajar, maupun pemberian punishment agar membantu mereka melihat secara nyata, untuk mendisiplinkan siswa. Para mahasiswa calon mendorong rasa ingin tahu, dan memahami konsep guru SD memiliki ide-ide yang kreatif dalam lebih baik. Hal tersebut juga didukung oleh hasil mengatur kelas yang diajar. penelitian yang menujukkan bahwa dengan adanya media pembelajaran, siswa sangat tertarik untuk Keterampilan Berbicara belajar dan lebih termotivasi karena memperoleh Keterampilan berbicara merupakan suatu gambaran jelas dari konsep yang dipelajari (Rejeki proses untuk mengekspresikan, menyatakan, serta et al., 2020). menyampaikan ide, pikiran, gagasan, atau isi hati kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan yang dapat dipahami oleh orang lain Manajemen Kelas Kemampuan manajemen kelas adalah (Nurhasnah, 2018). Kesuksesan guru dalam kemampuan guru untuk menciptakan situasi mengajar sangat didukung oleh keterampilan belajar kondusif (Helsa & Hendriati, 2017). berbicara yang baik. Berdasarkan data yang Pemilihan strategi metode mengajar yang baik, diperoleh, mahasiswa calon guru SD sudah penguasaan memiliki konsep, penyediaan media keterampilan berbicara yang baik. pembelajaran tidak akan menjadi efektif jika Mereka mampu mengajar dengan volume suara situasi belajar tidak terkontrol. Manajemen kelas sesuai dengan kondisi kelas, menggunakan tempo adalah salah satu kriteria yang sangat mendukung bicara yang tepat, menggunakan tata bahasa yang tercapainya pembelajaran yagn efektif. Hasil baik dan jelas, serta memiliki kontak mata penelitian yang dilakukan oleh Nurmaya (2019) langsung dan bahasa tubuh yang sesuai ketika juga mengajar. menyatakan pembelajaran yang hal yang efektif serupa bahwa mempersyaratkan keterampilan manajerial dari seorang guru, yaitu kemampuan untuk yang Pada bagian penutup, mahasiswa diharapkan kondusif untuk belajar. Beberapa indikator yang mampu membimbing siswa untuk menyimpulkan dinilai melalui kriteria ini adalah pengaturan pembelajaran, mengecek kembali pemahaman waktu, pengaturan lingkungan kelas yang efektif, siswa, mempertegas pengerjaan tugas mandiri, dan dan pengelolaaan perilaku siswa secara konsisten. memberikan nasehat atau motivasi kepada siswa Mahasiswa calon guru SD sudah baik dalam terkait melakukan manajemen kelas. Ada banyak strategi Terlihat bahwa mahasiswa sudah cukup baik yang dalam dalam menutup pembelajaran. Berdasarkan catatan mengendalikan situasi kelas, seperti pemberian observasi yang ada, sebagian mahasiswa tidak rules and procedures di awal pembelajaran, mampu menutup pelajaran dengan baik karena pemberian reinforcement untuk meningkatkan waktu membantu menciptakan para kelas Kemampuan Menutup Pelajaran mahasiswa pembelajaran pembelajaran yang sudah sudah dilakukan. berakhir. Dalam Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 714 Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu, Lizbeth Yulia Christi DOI :10.31004/basicedu.v4i3.424 microteaching ini, mahasiswa diberi waktu selama 30 menit untuk mengajar. Sebagian UCAPAN TERIMA KASIH besar Terima kasih kepada LPPM Universitas mahasiswa tidak memberikan tugas mandiri Pelita Harapan yang mendanai publikasi jurnal ini. kepada siswa dan tidak memberikan nasehat atau motivasi terkait pembelajaran yang dibawakan. Kebanyakan mahasiswa kesimpulan dan hanya memberi langsung mengakhiri SIMPULAN Berdasarkan dilakukan, dapat penelitian peneliti yang telah simpulkan bahwa pembelajaran yang dibawakan. Sekalipun ada di kegiatan microteaching mahasiswa Pendidikan akhir, bagian penutup penting untuk diperhatikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2016 sudah baik, karena melalui bagian inilah siswa merangkum namun terdapat tiga kriteria yang masih perlu semua pembelajaran yang dilakukan. Pada bagian ditingkatkan lagi yaitu dalam hal kemampuan penutup, guru juga perlu melakukan evaluasi membuka melalui cek pemahaman kepada siswa untuk menutup pelajaran. pelajaran, manajemen kelas, dan melihat ketercapaian tujuan pembelajaran yang diberikan pada bagian pembukaan. DAFTAR PUSTAKA Berdasarkan ketujuh kriteria yang dinilai, mahasiswa calon guru SD sudah baik dalam melakukan kegiatan microteaching. Terdapat kriteria yang masih perlu diasah oleh para mahasiswa adalah kemampuan membuka pelajaran dengan baik, kemampuan memanajemen kelas, dan kemampuan menutup pembelajaran agar bisa menjadi lebih baik. Seluruh kriteria dalam Agustina, L. (2019). Analisis Penampilan Praktik Microteaching Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Tahun Pelajaran 2017/2018. Seminar Nasional Pendidikan Sains 2019, 59–63. Ardi, M. (2014). Pelaksanaan Pembelajaran Bagi Mahasiswa Program Studi PPKn STKIPPGRI Pontianak. Jurnal Edukasi, 1(88), 75– 84. pelaksanaan microteaching saling berkaitan satu dengan yang lain. Tidak ada kriteria yang lebih tinggi atau lebih unggul dari yang lain. Setiap kriteria dibutuhkan untuk tercapainya pembelajaran yang efektif. Jika dilihat secara individu berdasarkan catatan observasi, mahasiswa calon guru masih perlu mengembangkan kompetensi pada setiap kriteria microteaching yang dijelaskan. Djulia, E., Hasrudin, Arwita, W., Simatupang, Z., Brata, W. W. W., Sipayung, M., Aryeni, Amrizal, Simatupang, H., Rezeqi, S., Pratiwi, N., & Purnama, D. (2020). Evaluasi Pembelajaran Biologi. Yayasan Kita Menulis. https://books.google.co.id/books?id=GrjQDw AAQBAJ&printsec=frontcover&dq=evaluasi +pembelajaran+biologi&hl=id&sa=X&ved= 0ahUKEwi_kJHo8NvpAhWHbisKHW1EAt YQ6AEIKDAA#v=onepage&q=evaluasi pembelajaran biologi&f=false Helsa, H., & Hendriati, A. (2017). KEMAMPUAN Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 715 Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu, Lizbeth Yulia Christi DOI :10.31004/basicedu.v4i3.424 MANAJEMEN KELAS GURU: PENELITIAN TINDAKAN DI SEKOLAH DASAR DENGAN SES RENDAH. Jurnal Psikologi, 16(2), 89. https://doi.org/10.14710/jp.16.2.89-104 Herawati, O. D. P., Siroj, R., & Basir, D. (2013). Pengaruh Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas Xi Ipa Sma Negeri 6 Palembang. Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1). https://doi.org/10.22342/jpm.4.1.312. Kansil, Y. E. Y., & Fredy. (2017). Analisis Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa PGSD pada Mata Kuliah Microteaching. Prosiding Seminar Nasional Himpunan Dosen PGSD Indonesia Wilayah IV, 49–59. Kolai, K., Zainudin, & Suryani. (2016). Peningkatan aktivitas belajar peserta didik melalui penerapan metode eksperimen pada pembelajaran ipa kelas iv. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan, 1, 1–13. Pemanfaatan Media Pembelajaran pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. Jurnal basicedu, 4(2), 337–343. Sanjaya, W. (2015). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. In Kencana,Prenadamedia Group. Sunaengsih, C., & Sunarya, D. T. (2018). Pembelajaran Mikro. UPI Sumedang Press. Sutikno, M. S. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Prospect. Yuanita, Y. (2019). Tingkat Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Sekolah Dasar Pada Perkuliahan Mikroteaching [Level of Basic Skills for Teaching Prospective Primary School Teachers at Mikroteaching Lectures]. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 8(1), 69. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v8i1.1952 Nurhasnah, N. (2018). UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE PEMBELAJARAN LIHAT UCAP DI KELAS I SDN 005 KOTO SENTAJO KECAMATAN SENTAJO RAYA. JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran). https://doi.org/10.33578/pjr.v2i3.5528 Nurmaya, A. L. (2019). Peranan Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Kota Baubau. Jurnal basicedu, 3(2), 736–745. Prastowo, A. (2017). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu. In Kencana. Rejeki, Adnan, M. F., & Siregar, P. S. (2020). Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147