EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Januari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational URGENSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DITINJAU DARI PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN CHRISTIANI ENDAH POERWATI1. I WAYAN SUASTRA2. ANANTA WIKRAMA TUNGGA ATMAJA3. I NYOMAN TIKA4 Program Studi PG-PAUD. Universitas Dhyana Pura1 Program Pascasarjana. Universitas Pendidikan Ganesha234 e-mail: christianiendah@undhirabali. ABSTRAK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan sebagai peletakan dasar bagi anak usia 0-6 tahun yang penting bagi tumbuh kembangnya agar berhasil dalam pembelajaran pendidikan selanjutnya. PAUD menjadi pusat bagi penyediaan lingkungan yang mendukung dan merangsang bagi perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak. Dengan menumbuhkan kecintaan terhadap belajar dan membangun keterampilan dasar, pendidikan anak usia dini menyiapkan anak-anak menuju kesuksesan seumur hidup. Pendidikan anak usia dini penting diselenggarakan dalam rangka membentuk generasi masa depan yang berkualitas. Filsafat sebagai landasan pendidikan anak usia dini memberi arah dan tujuan bagi tercapainya perkembangan anak secara menyeluruh. Pendidikan anak harus berorientasi pada pengembangan holistik dan melibatkan semua pihak terkait. Pragmatisme memberikan pendekatan yang berpusat pada anak dalam pendidikan usia dini. Landasan praktek pendidikan pada anak usia dini yang berlandaskan pada filsafat dan teori pendidikan akan mampu menghadirkan pendidikan yang mengakomodasi upaya meningkatkan capaian tumbuh kembang anak secara optimal. Menjadi tugas dan tanggung jawab pendidikan untuk menstimulasi secara optimal melalui sentuhan-sentuhan yang kondusif bagi anak agar berkembang secara holistik. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini. Perspektif. Filsafat Pendidikan ABSTRACT Early Childhood Education (ECE) is an educational foundation for children aged 0-6 years that is important for their growth and development to succeed in subsequent educational learning. ECE serves as a center for providing an environment that supports and stimulates the physical, social, emotional, and cognitive development of children. By fostering a love for learning and building foundational skills, early childhood education prepares children for lifelong success. Early childhood education is important to organize in order to shape a quality future generation. Philosophy as the foundation of early childhood education provides direction and purpose for achieving the comprehensive development of children. Child education must be oriented towards holistic development and involve all relevant parties. Pragmatism provides a childcentered approach in early childhood education. The foundation of early childhood education practices based on philosophy and educational theory will be able to provide education that accommodates efforts to optimally enhance children's growth and development achievements. It is the duty and responsibility of education to optimally stimulate through conducive interactions for children to develop holistically. Keywords: Early Childhood Education. Perspective. Education Philosophy PENDAHULUAN Masalah pendidikan tidak pernah lepas dari masalah hidup dan kehidupan manusia. Pendidikan dan kehidupan berkembang seiring dengan proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia, bahkan keduanya pada hakikatnya merupakan proses yang satu. Secara Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Januari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational luas pengertian pendidikan dikemukakan oleh Lodge . bahwa: Aulife is education, and education is lifeAy, artinya bahwa seluruh proses hidup dan kehidupan manusia adalah proses pendidikan dimana seluruh pengalaman sepanjang hidupnya akan memberi pengaruh pendidikan bagi hidupnya. Dalam pengertian yang sempit, pendidikan hanya mempunyai fungsi yang terbatas, yaitu memberikan dasar-dasar dan pandangan hidup kepada generasi yang sedang tumbuh, yang dalam prakteknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dan dalam situasi dan kondisi serta lingkungan belajar yang serba terkontrol. Berdasarkan pemikiran bahwa pendidikan merupakan proses kehidupan sepanjang usia, maka pendidikan telah dimulai sejak anak dalam kandungan hingga akhir hayat. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan sebagai peletakan dasar bagi anak usia 0-6 tahun yang penting bagi tumbuh kembangnya agar berhasil dalam pembelajaran pendidikan PAUD menjadi pusat bagi penyediaan lingkungan yang mendukung dan merangsang bagi perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak. Dengan menumbuhkan kecintaan terhadap belajar dan membangun keterampilan dasar, pendidikan anak usia dini menyiapkan anak-anak menuju kesuksesan seumur hidup. Pendidikan anak usia dini penting diselenggarakan dalam rangka membentuk generasi masa depan yang berkualitas. Pendidikan untuk anak usia dini awalnya diselenggarakan tanpa terprogram, karena dimulai dari dalam keluarga, hingga tanpa didasari sekarang semakin membutuhkan ilmu pengetahuan yang memadai untuk mengenali bagaimana proses anak bertumbuh, berkembang, dan belajar. Hal ini juga terjadi terhadap penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di negara Indonesia, sebagaimana banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa penting memberikan stimulasi semenjak anak usia dini agar dapat mengoptimalkan perkembangannya setelah Bahwa esadaran tentang pentingnya pendidikan anak usia dini telah muncul. PAUD telah dipandang sebagai pendidikan yang esensial dalam mengoptimalkan perkembangan anak. Dengan kesadaran ini maka muncul pula minat untuk pempelajari tentang perkembangan anak melalui pandangan-pandangan pada ahli. Mempelajari bagaimana anak tumbuh dan berkembang, bagaimana anak belajar, dan membahas berbagai konsep dan prinsip dasar memperlakukan dan membelajarkan anak merupakan persoalan filsafat pendidikan anak. Pembahasan pemikiran-pemikiran para ahli tentang pendidikan anak merupakan filsafat tentang pendidikan anak usia dini. Selanjutnya, pemikiran-pemikiran filsafat para ahli akan melahirkan konsep-konsep penting tentang pendidikan anak usia dini. Afifuddin dan Ishak . alam Luthfiyah & Lhobir, 2. mengemukakan bahwa filsafat dan pendidikan mempunyai hubungan yang dapat dianalogikan sebagai dua sisi mata uang, karena keduanya merupakan aspek yang berbeda namun dari satu realitas yang sama, pendidikan merupakan penerapan praktis filsafat. Secara khusus filsafat pendidikan mengkaji berbagai masalah pendidikan sebagai objeknya, terdiri tiga masalah utama, antara lain ontologis, epistemologis, serta aksiologis. Metafisika atau ontologi mempelajari tentang epistemologi sesuatu, yang realitas. mempelajari pengetahuan tentang pengetahuan itu sendiri. dan aksiologi mempelajari nilai, termasuk etika dan estetika. Landasan praktek pendidikan pada anak usia dini berlandaskan pada filsafat dan teori pendidikan sesuai dengan tingkat capaian usia tumbuh kembang anak. Menjadi tugas dan tanggung jawab pendidikan untuk menstimulasi secara optimal melalui sentuhan-sentuhan yang kondusif bagi anak agar berkembang secara holistik. METODE PENELITIAN Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat pendidikan. Metode ini digunakan untuk meneliti kondisi objek secara alami, berbeda dari penelitian eksperimen, peneliti berperan sebagai instrumen utama. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk kata-kata atau gambar, tanpa penekanan pada angka, serta dianalisis Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Januari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational berdasarkan data yang ditemukan di lapangan (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan studi pustaka atau literatur, termasuk penemuan, pembacaan, dan evaluasi laporan penelitian yang relevan sebagai dasar observasi dan opini terkait proyek penelitian yang diteliti sebagai teknik pengumpulan datanya (Gall et al. , 2. Menurut Zed . alam Satrianingrum et al. , yang perlu diperhatikan dalam penulisan kajian pustaka yaitu: . hanya mengkaji penelitian sebelumnya tanpa melibatkan eksperimen atau observasi langsung. penelitian ini bersifat siap pakai dengan menggunakan referensi yang sudah ada. daftar pustaka sekunder lebih banyak digunakan dibanding sumber primer. referensi yang dipakai tidak dibatasi ruang dan waktu. Menurut Amri et al. langkah-langkah penulisan dan analisis studi literatur terdiri atas: . pencarian topik. penentuan judul. Sedangkan analisis penulisan studi literatur melibatkan: . pengumpulan data. reduksi data. penarikan kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti menelaah topik, menetapkan judul, mengumpulkan sumber sekunder dari buku, jurnal, dan dokumen yang terkait, melakukan reduksi data dengan penajaman, mengelompokkan, menghapus informasi yang tidak perlu, dan menambahkan ide pribadi sebagai kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep filosofis pendidikan anak usia dini berlandaskan pada pemahaman bahwa sejak awal kehidupannya anak telah memiliki beragam potensi sehingga perlu dikembangkan. Sebagaimana pandangan para ahli psikologi anak dan etnopediatri dengan mengintegrasikan ilmu kedokteran, perkembangan sosial anak, dan ilmu sosial. Para ahli berpendapat bahwa sejak lahir, anak telah memiliki bakat dan potensi bawaan (Muharram Hidayatullah, dalam Ainur RofiAoah et al. , 2. Tujuan filsafat pendidikan anak adalah membantu merumuskan peran dan fungsi penyelenggaraan pendidikan anak dalam masyarakat, menafsirkan dan mengarahkan peran tersebut dalam merealisasikan tujuannya baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Kajian secara mendalam, luas, mendasar tentang peranan pendidikan terhadap pengembangan anak dan memberikan arah yang benar tentang penyelenggaraan pendidikan anak dilakukan oleh filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan anak doperlukan guna mengungkap dan mengkaji realitas yang sedang terjadi dalam proses pendidikan anak. Berdasarkan hal tersebut maka kajian tentang konsep dasar PAUD selalu dikaitkan dengan filsafat PAUD. Karena sebuah konsep tanpa filsafat adalah sesuatu yang mustahil. Filsafat adalah dasar dari sebuah konsep. Oleh karena itu. PAUD harus mempunyai basis filosofis yang kuat dan jelas. Sejarah Filsafat PAUD Suyadi dan Ulfah . menggolongkan enam periodisasi perkembangan filsafat PAUD yaitu : Sebelum Masehi sampai abad ke-4, anak usia dini disebut AuInfanticidelAy Rentang sejarah pada periode ini belum ditemukan bukti historis adanya konsep tentang pendidikan anak prasekolah atau pendidikan anak usia dini, belum ada konsep pertanggungjawaban orang tua terhadap anak. Maka dapat dipandang bahwa sepanjang sejarah ini, orang tua tidak meletakkan nilai nilai kehidupan kepada anak pada usia dini. Abad ke-4 sampai abad ke-13, anak usia dini disebut AuAbandoningAy Pada periode ini, orang tua telah menunjukkan perhatian yang agak serius terhadap anak-anak, bahkan telah memiliki kesadaran akan hak anak untuk hidup. Namun cara pengasuhan dan pemeliharaan yang layak belum dipraktikkan secara memadai dan holistik. Abad ke-14 sampai abad ke-17, anak usia dini disebut AuAmbivalentAy Masa ini disebut juga masa renaissance. Dinamakan demikian karena munculnya beragam ide dan revolusioner termasuk konsep pendidikan anak (The concept of childhoo. Masa ini mengasumsikan orang tua mempunyai hubungan terdekat dengan anak-anak yang dicirikan dari beberapa Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Januari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational kenyataan bahwa orang tua mulai mengekspresikan kasih sayangnya kepada anak, menghargai kesenangan dan kegembiraan anak, senang membawa anak-anak dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Walaupun begitu, masih ada perasaan bahwa anak merupakan AumusuhAy yang melekat, sehingga terjadi konflik persepsi antar sesama orang tua yang menimbulkan generasi orang tua yang ambivalent . emiliki perasaan yang bertentangan atau kontradiktori. Ditengah ketegangan ini, pada abad ke-16, filsuf Inggris bernama John Locke mengemukakan suatu pemikiran yang revolusioner. Locke menyatakan bahwa, orang tua harus mempunyai sikap sayang terhadap anak. Orang tua tidak boleh mengekang anak-anak dengan ketat sampai tahun kedua, orang tua harus memberi pakaian yang longgar dan kebebasan bermain serta tidak memberi hukuman fisik kepada anak-anak. Pemikiran John Locke didukung pemikiran keagamaan yang berbasis gereja yang menyerukan bahwa orang tua perlu menyayangi dan memberi perhatian yang serius kepada anak, sehingga mengubah pandangan masyarakat tentang pentingnya kehidupan pada masa anak-anak. Abad ke -18, anak usia dini disebut AuInstrusiveAy terjadi perubahan paradigma berpikir terhadap anak yakni masa anak usia dini sangat penting sebagai masa persiapan untuk kehidupan di masa depan. Namun dogma gereja tentang dosa warisan sangat mempengaruhi termasuk pemahaman tentang anak. Dinyatakan bahwa anak lahir telah membawa dosa dari orang tuanya (Aswardi Sudjud, 1. Konsep ini mendapat tanggapan yang berlawanan dari J. J Rousseau . Dengan keberanian rasionalitas Rousseau menentang dogma gereja melalui pemikirannya bahwa anak dilahirkan tanpa dosa. Rousseau dalam bukunya AuyOmile, ou de l'yducationAy menegaskan bahwa kondisi lingkungan mempunyai kontribusi terhadap perilaku anak untuk menjadi baik atau tidak Abad ke-19 sampai pertengahan abad ke-20, anak usia dini disebut AuSocializingAy . Perubahan paradigma konsep tentang anak yang digemakan oleh Rousseau bahwa anak lahir tidak berdosa telah membawa angin segar bagi dunia pendidikan anak. Dinyatakan oleh Rousseau bahwa lima tahun pertama kehidupan anak merupakan masa unik dan penting sehingga membuka jalan bagi pendekatan baru dalam pendidikan anak. Gagasan tentang program pendidikan anak prasekolah usia dini berdampak besar dalam Adanya revolusi industri ikut mempercepat dan mendorong imigrasi secara besar-besaran. Imigrasi berimplikasi pada hilangnya kesempatan para orang tua untuk mengasuh anak kandungnya sebagaimana seharusnya karena sebagian orang tua membawa anak-anak ke kota besar untuk bekerja. Hal ini mengakibatkan anak-anak terlantar di jalanan karena tidak ada yang mengurus. Anak-anak yang AuterlantarAy ini menyita perhatian Hasilnya melahirkan konsep tentang AuNursery SchoolAy atau semacam kelompok bermain, atau Kindergarten atau Taman Kanak-kanak. Hal ini juga mendorong pemerintah menyesuaikan sistem pendidikan agar dapat membantu anak dan melayani Periode ini menjadi babak baru dengan munculnya pendidikan anak usia dini secara institusional (Aswardi Sudjud, 1. Abad ke-20, anak usia dini disebut AuHelpingAy . Lahirnya AuNursery SchoolAy atau semacam kelompok bermain atau Kindergarten baru berfungsi sebatas bantuan . De Mause . alam Aswardi Sudjud, 1. menegaskan bahwa lahirnya lembaga ini sebagai langkah permulaan. Lembaga ini mengharuskan adanya kerja sama antara orang tua dengan Setiap lembaga bantuan anak harus mendapat dukungan secara efektif dan komitmen dari orang tua sebagai syarat utama. Karena orang tua lebih mengerti tentang kebutuhan tumbuh kembang anak. Pemahaman orangtua terhadap perkembangan anak usia dini serta perilaku spesifik yang ditunjukkan anak. Berdasarkan pemahaman ini bantuan atau layanan yang diberikan akan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Januari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Inilah yang dimaksud anak usia dini memberi bantuan tertentu kepada orang tua, sehingga orang tua mengetahui apa yang menjadi kebutuhan anaknya. Pembahasan Berdasarkan tinjauan perjalanan sejarah perkembangan filosofis tentang pendidikan anak, dapat dinyatakan betapa pentingnya pendidikan anak usia dini. Urgensi pendidikan anak usia dini dapat ditinjau dari berbagai perspektif, terutama dalam konteks filsafat pendidikan. Beberapa poin penting berikut ini mencerminkan pentingnya pendidikan anak usia dini Pendidikan Anak Usia Dini Sebagai Dasar Pembentukan Karakter Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral anak sejak dini. Filsafat pendidikan menekankan pentingnya pendidikan sebagai proses yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian Pendidikan karakter pada anak dapat diintegrasikan melalui berbagai kegiatan bermain, pembiasaan, teladan, pemberian contoh dan nasihat (Ulwan dalam Atabik dan Burhanuddin, 2. sehingga terinternalisasi dalam diri anak membentuk kebiasaan, kepribadian dan karakter yang kuat. Sarana Pengembangan Potensi anak Dalam perspektif filsafat pendidikan, setiap anak memiliki potensi unik yang perlu Pendidikan anak usia dini memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakat serta minatnya, sehingga menjadi kekuatan dan keterampilan di masa depan. Memberi banyak kesempatan pada anak untuk mencoba berbagai kegiatan, akan mempermudah orang tua dalam mengidentifikasi bakat dan minat anak sejak dini (Familia, 2. Pembelajaran Holistik Filsafat pendidikan modern mendorong pendekatan holistik yang mencakup aspek kognitif, emosional, sosial, dan fisik. Pendidikan anak usia dini perlu dirancang guna memenuhi semua aspek tersebut sehingga memastikan perkembangan yang seimbang. PAUD perlu merancang program yang mampu mengintegrasikan berbagai sumber daya dan strategi (Nadlifah, 2. sehingga kebutuhan setiap anak dapat dipenuhi secara Persiapan Bagi Pendidikan Selanjutnya PAUD merupakan fondasi dan mempersiapkan anak bagi pendidikan selanjutnya. Konsep filsafat pendidikan menyatakan bahwa pengalaman awal sangat mempengaruhi cara anak belajar di masa depan. Pendidikan pada PAUD yang baik dan holistik akan meningkatkan kesiapan anak untuk belajar di pendidikan selanjutnya. Peranan Lingkungan dan Budaya Filsafat pendidikan juga mengakui pentingnya konteks sosial dan budaya dalam Pendidikan anak usia dini memberikan wawasan tentang nilai-nilai budaya dan lingkungannya, sehingga membantu anak dalam memahami identitas mereka di Mengenalkan lingkungan dan budaya pada anak akan megembangkan kemampuan anak untuk beradaptasi dan menguatkan identitas diri yang bermakna. Keterlibatan Orang Tua Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini menjadi krusial karena peran orangtua sebagai pengasuh utama anak dalam keluarga. Mengoptimalkan peran orang tua untuk mendukung program sekolah dengan memberi kesempatan kepada orang tua untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan pembelajaran anak guna memperkaya pengalaman dan pengetahuan anak. Kerjasama dengan orangtua harus terus diupayakan dan ditingkatkan agar pendidikan dan pengajaran anak di sekolah dan di rumah dapat di Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Januari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Filsafat pendidikan menekankan kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan, yang dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Selanjutnya filsafat pragmatisme juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendidikan anak usia dini. Prinsip-prinsip filsafat pragmatisme mempengaruhi pendidikan anak usia dini dapat diuraikan sebagai berikut: Fokus pada Pengalaman Praktis Pragmatisme menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar. Pada pendidikan anak usia dini, ini berarti bahwa anak-anak diajak untuk belajar melalui aktivitas praktis, bermain, dan eksplorasi. Pembelajaran berbasis pengalaman akan membantu anak memahami konsep-konsep secara lebih mendalam. Pembelajaran Berbasis Masalah Pragmatisme mendorong pendekatan pembelajaran yang fokus pada pemecahan masalah. Anak-anak diajar untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan dan Melalui cara ini, anak akan belajar dalam menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Keterlibatan Aktif Anak Pragmatisme percaya bahwa anak harus terlibat aktif dalam proses belajarnya. Pendidikan anak usia dini, harus memberikan anak kesempatan untuk berpartisipasi, bertanya, dan berinteraksi dengan lingkungan serta teman-temannya, sehingga anak dapat menjadi agen aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Fleksibilitas Kurikulum Pragmatisme mengakui bahwa setiap anak memiliki karakteristik, kecepatan dan cara belajar yang berbeda. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan anak usia dini harus bersifat fleksibel dan adaptif, sehingga memungkinkan guru untuk menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan dan minat individu setiap anak. Keterhubungan dengan Dunia Nyata Pragmatisme menekankan relevansi antara pembelajaran dengan dunia nyata. Pendidikan anak usia dini yang dipengaruhi oleh pragmatisme cenderung mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari anak, sehingga anak dapat belajar melalui pengalaman langsung dan melihat manfaat langsung dari apa yang telah dipelajarinya. Pendidikan Sebagai Proses Berkelanjutan Pragmatisme memandang pendidikan sebagai proses yang terus-menerus. Dalam konteks anak usia dini, ini berarti bahwa pembelajaran anak bukan hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas dan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang KESIMPULAN Pendidikan anak usia dini sangat penting karena berfungsi sebagai fondasi bagi perkembangan karakter, potensi, dan kesiapan belajar anak. Dalam perspektif filsafat pendidikan, pendidikan ini harus berorientasi pada pengembangan holistik dan melibatkan semua pihak terkait. Pragmatisme memberikan pendekatan yang berpusat pada anak dalam pendidikan usia dini. Dengan menekankan pengalaman praktis, keterlibatan aktif, dan relevansi dunia nyata, filsafat ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan efektif, yang mendukung perkembangan anak secara holistik. Filsafat pendidikan anak usia dini dibutuhkan untuk mengkaji dan mengarahkan proses pendidikan anak usia dini agar sesuai dengan tatanan dan nilai-nilai dalam masyarakat. Sebaliknya bila praktik pendidikan tidak berlandaskan filasafat pendidikan yang benar akan menjadikan pendidikan tanpa arah yang jelas, tujuan pendidikan menjadi tidak relevan dengan sifat, kebutuhan dan perkembangan anak. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Januari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational DAFTAR PUSTAKA