SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 E-ISSN 2988-0823 | P-ISSN 2988-0858 Website: https://ejurnal-unisap. id/index. php/sibernetik/index Email: ejurnal. sibernetik@gmail. PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM PEMANFAATAN OBJEK WISATA PANTAI Zulfikar1. Irma Rahmayani2. Suastika Nurafiati3 STKIP YPUP Makassar1,3. Universitas Patompo2 Email Korespondensi: fikartakalar@gmail. comuO Info Artikel Histori Artikel: Masuk: 01 Juni 2025 Diterima: 28Juni 2025 Diterbitkan: 30 Juni 2025 Kata Kunci: PJOK. Wisata Pantai. Peran Guru. ABSTRAK Pendidikan jasmani akan menarik ketika guru dapat menciptakan suasana menyenangkan dalam proses pembelajaran. Guru Pendidikan jasmani olahraga dan Kesehatan perlu mengambil peran dengan memanfaatkan objek wisata pantai. Untuk mencapai tujuan penelitian di gunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan observasi dan wawancara dengan para guru olahraga, pengelolah objek wisata dan pemangku kepentingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa wahana berbasis olahraga di wisata pantai Galesong yang dapat di manfaatkan guru dalam memberikan pembelajaran Pendidikan jasmani dan olahraga kepada siswa, seperti renang, jet ski, polo air, voli pantai, dayung, water sport, sepeda. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif Guru untuk memberikan materi Pendidikan jasmani olahraga dan Kesehatan dengan suasana yang menyenangkan kepada siswanya dan sebagai bahan referensi untuk penelitian model pembelajaran pendidikan jasmani dan penelitian wisata olahraga Peran guru terhadap pemanfaatan objek wisata Pantai dan pengembangan pariwisata olahraga sangat mendukung dengan mengarahkan siswa untuk aktif berolahraga atau menekuni olahraga air. Dalam kurikulum saat ini, guru tidak cukup hanya memberikan pembelajaran, tetapi guru harus mampu menjadi motivator dan trainer dengan keterbatasan yang ada. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan adalah segala sesuatu dalam kehidupan yang mempengaruhi pembentukan pemikiran dan tindakan seseorang. Pendidikan merupakan proses tanpa akhir yang diupayakan oleh siapapun. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 mengatakan pendidikan merupakan kegiatan yang dapat mengembangkan potensi peserta didik dalam berpikir kritis dan kreatif. Memberikan pendidikan yang maksimal kepada peserta didik akan menciptakan peserta didik yang berkualitas. Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan adalah suatu proses untuk memperoleh dan menanamkan keterampilan yang dilakukan oleh peserta didik (Maison, 2. Wisata olahraga diperkenalkan pada Konferensi Olahraga dan Pariwisata pertama oleh Organisasi Pariwisata Dunia (WTO) dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada tahun 2001 Belakangan ini berkembang pesat menjadi fenomena global (Greenwell, et. Ini menciptakan peluang untuk: . pengembangan sistem olahraga, . pengembangan ekonomi, dan . warisan sosial dan komunitas (Dena, et. Berkembang sebagai bagian dari industri pariwisata dan olahraga, sport tourism dengan cepat menjadi primadona bagi sektor pariwisata di Indonesia. Negara yang kaya akan sumber daya alam, tradisi dan budaya (Soedjatmiko. Pendidikan jasmani akan menarik ketika guru dapat menciptakan suasana menyenangkan dalam proses pembelajaran. Guru Pendidikan jasmani olahraga dan Kesehatan perlu mengambil peran dengan memanfaatkan objek wisata pantai. Peningkatan kualitas pembelajaran sangat penting keberadaannya guna mencapai tujuan pendidikan. Hal ini sangat ditentukan oleh kemampuan guru yang terampil dalam CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 melaksanakan tugas. Pembangunan pariwisata memerlukan keterlibatan peran guru di sekolah dalam memanfaatkan objek wisata untuk bagian dari proses pembelajaran dengan upaya meningkatkan minat belajar gerak dan olahraga serta dapat memajukan pariwisata, antara lain melalui pariwisata olahraga berbasis olahraga air . ater spor. , karena di negeri kita ini merupakan negara kepulauan jadi sudah terbukti bahwa perairan . di Indonesia lebih luas dari pada daratan (Yana, et. al, 2. Pada tahun 2020. Kemenpora mengungkapkan bahwa kontribusi wisata olahraga masih rendah dalam industri pariwisata . aat ini 5%). Olahraga diakui sebagai aktivitas perjalanan yang signifikan baik dalam fitur perjalanan utama maupun sekunder. Hal ini dipandang sebagai faktor penting dalam banyak keputusan untuk bepergian, sering menonjol dalam pengalaman perjalanan, dan sering kali menjadi pertimbangan penting dalam penilaian pengunjung atas pengalaman perjalanan. Wisata olahraga lebih diperjelas tentang pembahasan sebelumnya tentang domain olahraga. Pertama, setiap olahraga memiliki seperangkat aturannya sendiri yang memberikan struktur spasial dan temporal yang unik. Kedua, kompetisi yang berkaitan dengan kecakapan fisik merupakan konsolidasi dari apa yang disebut sebagai aspek olahraga berbasis goal orientation, competition, dan contest-based. Ini digunakan di sini dalam arti luas untuk menunjukkan rangkaian kompetisi termasuk apa yang sering dianggap sebagai olahraga rekreasi atau `olahraga untuk semua' (Roe. Hrymak. , & Dimanche, 2. Sikap kerjasama dalam permainan olahraga ini diharapkan dapat berimplikasi pada kehidupan masyarakat dalam bidang yang lebih luas (Firmansyah, 2. Prestasi di bidang olahraga dapat mengangkat nama baik sekolah, daerah dan mengharumkan nama bangsa dan negara di antara ratusan dunia. Persaingan dalam olahraga prestasi dewasa ini semakin Prestasi bukan lagi milik individu, tetapi menyangkut harkat dan martabat suatu bangsa. Itulah sebabnya berbagai daya dan upaya dilakukan oleh sekolah atau daerah, atau negara untuk menempatkan atletnya sebagai juara dalam kegiatan olahraga utama. Pembinaan olahraga merupakan tahapan penting dalam pencapaian prestasi olahraga. Sistem pembinaan prestasi olahraga di Indonesia adalah pembinaan bakat dan pengembangan bakat. Sehingga untuk mencapai tingkat prestasi yang tinggi diperlukan sistem pembinaan yang baik. Salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan sikap mental positif adalah melalui kegiatan yang mengisi waktu luang mereka yaitu kesenian, olah raga dan rekreasi yang dalam kegiatan tersebut mereka dapat menyalurkan bakat masing-masing. Rekreasi berdampak untuk menciptakan atau memperoleh kembali keseimbangan antara jasmani, rohani, emosi, dan sosial sehingga diperoleh kesegaran, semangat, kebaruan. Objek wisata pantai Galesong merupakan tempat wisata bagi masyarakat yang berada di pinggir pantai dengan pemandangan yang begitu indah. Kawasan pesisir pantai Galesong yang berada di Desa Sampulungan hingga saat ini dibenahi oleh pemerintah dan pihak swasta agar nyaman dan menarik di kunjungi, selalu mendapat kunjungan dari wisatawan terutama pada hari libur yang sangat ramai dengan Ramainya objek wisata pantai Galesong didukung oleh adanya pengembangan penginapan, taman outbond, mobil ATV, skuter listrik, motor krosmini, kolam renang, waterboom dan tempat kuliner. objek wisata pantai Galesong yang telah lama dijadikan sebagai pusat perekonomian oleh masyarakat sekitar. Pemerintah melihat peluang yang baik di objek wisata pantai Galesong, yaitu dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi dan olahraga seperti, jet ski, renang, voli pantai dan lain Saat ini wisata olahraga semakin maju sehingga banyak lapangan olahraga yang sekarang dijadikan objek dan daya tarik bagi wisatawan penyelenggara wisata olahraga secara langsung akan membawa keuntungan dalam beberapa bidang seperti ekonomi, memperluas nilai-nilai kehidupan sosial dan pengetahuan, seni dan budaya, pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan, serta dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar karena dapat membuka peluang usaha seperti penyediaan makanan, minuman, usaha transportasi baik tradisional maupun konvensional dan lain-lain (Franzoni, 2. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru Pendidikan jasmani olahraga dan Kesehatan dalam pemanfaatan objek wisata pantai. CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kombinasi. Metode penelitian kombinasi menurut (Sugiyono, 2. merupakan pendekatan dalam penelitian yang mengkombinasikan atau menghubungkan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk digunakan secara bersamasama dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliabel dan obyektif. Tipe yang digunakan adalah sequential explanatory. Sequential Explanatory research (Sugiyono, 2. adalah metode penelitian kombinasi yang menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara berurutan . , dimana pada tahap pertama penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dan tahap kedua dilakukan dengan metode kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui pemberian angket peran Guru kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kualitatif yaitu melakukan wawancara. Penelitian ini menggunakan 105 Guru yang berada di sekitar objek wisata pantai kabupaten Takalar dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan rincian 75 lakilaki dan 30 perempuan. Dikatakan simple . menurut (Sugiyono, 2. karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota anggota populasi di anggap homogen. Kemudian mewawancarai semua sampel dalam penelitian ini. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket dan wawancara. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia menjawab . sesuai dengan permintaan pengguna. Dalam tipe penelitian sequential explanatory, peneliti memiliki instrumen untuk aspek kuantitatif yaitu angket persepsi dan aspek kualitatif instrumen menggunakan wawancara dan dokumen. Pada proses pengumpulan data yang pertama, karena menggunakan jenis penjelasan sekuensial, maka data pertama yang diperoleh adalah data kuantitatif melalui angket peran Guru dalam pemanfaatan wisata pantai Sampulungan. Angket peran Guru diuji oleh ahli dan diperoleh sebanyak 24 pernyataan valid dengan nilai cronbach alpha 0,75, dimana angket persepsi menggunakan Skala Likert 4 . yaitu untuk pernyataan positif sangat tidak setuju memiliki Skor 1, tidak setuju diberi skor 2, setuju diberi skor 3 dan sangat setuju diberi skor 4 (Sugiyono, 2. Kemudian melakukan wawancara semi terstruktur untuk mengkonfirmasi hasil kuantitatif yang telah dilakukan. Untuk pengolahan data menggunakan SPSS 21 yang dimaksudkan untuk mencari statistik deskriptif untuk melihat data kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif menggunakan miles & huberman (Sugiyono, 2. aktivitas analisis data yaitu mereduksi data, menampilkan data, dan menyimpulkan. Penyajian data dalam statistik deskriptif seperti modus, median, minimum, maksimum, rata-rata dan standar deviasi. Dalam penelitian ini statistik deskriptif yang digunakan adalah mean, min, max, dan Categori. Pada saat pengumpulan data pada kegiatan pertama yang harus dilakukan adalah memilih warga berdasarkan kategori yang telah disediakan oleh peneliti, kemudian memberikan angket persepsi masyarakat terhadap pengembangan wisata olahraga. Angket tersebut kemudian diolah dengan menggunakan data aplikasi SPSS 21 untuk melihat statistik deskriptif dalam bentuk, mean, min, max, persentase, dan kategori warga. Berikut adalah kategori peran Guru dalam pemanfaatan objek wisata pantai antara lain sangat baik, baik, tidak baik, dan sangat tidak baik, seperti tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Kategori Peran Guru dalam pemanfaatan objek wisata pantai Kategori Interval Sangat tidak baik 0 Ae 45. Tidak baik 6 Ae 65. Baik 1 - 84. Sangat baik 6 Ae 104,0 Pengumpulan data kedua adalah melakukan wawancara dan dokumentasi peran Guru dalam pemanfaatan potensi wisata pantai. Wawancara menggunakan semi terstruktur untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Dokumentasi dalam penelitian ini berupa foto keadaan lingkungan dan kegiatan CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 olahraga di sekitar Kawasan wisata Pantai Galesong. Wawancara dan dokumentasi dianalisis dengan menggunakan metode Mile & Huberman (Sugiyono, 2. Reduksi data. Display data dan Kesimpulan. Prosedur pengumpulan dan analisis data dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini. Gambar 1. Prosedur Pengumpulan Data Tabel 2. Hasil dari persepsi masyarakat tentang pengembangan wisata olahraga Kategori Range Respond Toatal Mean Min Max 0 Ae 45. Sangat tidak baik 6 Ae 65. Tidak baik 1 - 84. Baik 6 Ae 104,0 Sangat baik TOTAL Data yang diperoleh dari angket peran Guru dalam pemanfaatan objek wisata pantai dan dikumpulkan dengan aplikasi SPSS 21. Kemudian statistik deskriptif diberikan untuk menghitung ratarata, min, maks, frekuensi, dan persentase dari suatu sampel. Serta menganalisis data kualitatif yang diperoleh dengan menggunakan metode miles & Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data , dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Objek Wisata Pantai terletak di dusun Sampulungan Beru desa Sampulungan kecamatan Galesong utara kabupaten Takalar. Objek wisata ini berada di kawasan pesisir pantai yang sangat cocok sebagai tempat rekreasi baik untuk pengunjung pasangan, keluarga, komunitas atau perusahaan yang mau mengadakan acara gathering, training, perayakan ulang tahun maupun kegiatan siswa dalam proses pembelajaran olahraga karena obyek wisata ini menyediakan fasilitas yang cukup lengkap, bersih, hijau, aman dan nyaman. Kawasan wisata Pantai Galesong merupakan salah satu destinasi wisata di kabupaten Takalar sebagaimana tertuang dalam lampiran 8 peraturan daerah provinsi Sulawesi Selatan nomor 3 tahun 2022 tentang rencana tata ruang wilayah provinsi Sulawesi Selatan tahun 2022-2041 bahwa pantai Sampulungan termasuk dalam zona pariwisata dengan luas 17,01 Ha dengan titik koordinat 5o14Ao 273Ao Lintang Selatan dan 119o22Ao 47. 112Ao Bujur Timur. Secara geografis kawasan wisata Pantai Galesong berbatasan dengan selat Makassar di sebelah barat. Disebelah timur berbatasan dengan kelurahan Bontolebang, sebelah selatan berbatasan dengan desa Tamalate dan disebelah utara berbatasan dengan desa Aeng Batu-batu. CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 1. Objek wisata Pantai Galesong kabupaten Takalar Tempat rekreasi terbesar di kabupaten Takalar ini tepat berada di pesisir pantai dengan ombak yang tenang terutama di pagi hari. Pengunjung yang suka berenang di laut dapat menikmati hangatnya air laut di pagi hari. Pihak pengelola meyediakan pelampung bagi pengunjung yang ingin menyewa. Selain itu. Pengunjung juga dapat menyewa perahu tradisional yang ada di pesisir pantai baik untuk tujuan berkeliling menikmati petualangan di laut sambil menikmati pemandangan aktivitas para nelayan maupun pengunjung dapat menyewa perahu tersebut untuk memancing. Penginapan/hotel yang disediakan oleh pengelolah objek wisata pantai Galesong saat ini menjadi penginapan /hotel yang terbesar dengan jumlah kamar terbanyak jika di bandingkan dengan penginapan/hotel lain di kabupaten Takalar dengan lahan parkir yang cukup luas. Objek wisata pantai Galesong sangat strategis karena berbatasan langsung dengan kota Makassar dan saat ini memang difokuskan untuk menjadi tempat wisata keluarga. Selain itu terdapat juga fasilitas kolam renang bagi para lokasi kolam renang yang berada di pinggir pantai dan dikelilingi oleh beberapa gazebo serta patung- patung eropa bergaya klasik dan juga kolam ikan koi sehingga memberikan nuansa yang menyenangkan bagi pengunjung yang ingin mandi dan berenang di kolam renang. Dalam menjawab pertanyaan penelitian yang telah di uraikan maka dapat dilihat pada tabel ke 2 di atas. Dari tabel tersebut yang berasal dari 105 responden Guru yang berada di sekitar kawasan pesisir pantai Galesong dikategorikan baik untuk laki-laki sebanyak 61 dan perempuan sebanyak 16 dalam kategori baik, dan setelah diolah diperoleh hasil dengan menggunakan program aplikasi SPSS 21, didapatkan peran Guru dalam pemanfaatan objek wisata pantai memiliki kategori baik sebesar 72,3% untuk 77 dari 105 total Guru, tidak baik sebesar 8,2% untuk total 8 dari 105 total Guru, dan sangat baik 5% untuk 20 dari 105 total Guru. Dari 105 Guru diperoleh nilai Mean 76,2. Nilai Maksimal 97, dan Nilai Minimal 32. Dilihat dari hasil yang telah diperoleh peran Guru dan pemanfaatan objek wisata pantai saling berkaitan dan tumpang tindih serta berpengaruh terhadap kegiatan olahraga. hal ini dapat dibuktikan dengan hasil peran Guru dalam pemanfaatan o=bjek wisata pantai memiliki kategori baik 3%, hal ini diperkuat dengan hasil wawancara yang telah dilakukan berikut ini. AuMenurut Bapak, bagaimana peran Guru dalam memanfaatkan objek wisata pantai Galesong kabupaten Takalar dalam pengembangan pariwisata dan olahraga ?Ay AuSaya setuju dan mendukung program yang diusulkan oleh pemda tentang menjadikan Objek wisata pantai Galesong sebagai kawasan wisata olahraga, yang dapat mendorong ekonomi masyarakat dan mampu menjadi tempat mendidik siswa melalui kegiatan olahraga yang menyenangkanAy. "apakah itu berarti wisata olahraga juga mempengaruhi siswa yang di ajar?" CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 AuYa betul sekali karena saya fikir selain sebagai tempat mendidik para siswa, objek wisata pantai Galesong juga bisa menjadikan pusat pemanduan bakat ataupun tempat latihan para calon atlit dan atlit yang ada di kabupaten TakalarAy. Jika salah satu siswa Anda masuk memenuhi syarat untuk menjadi atlet dan mewakili kabupaten Takalar, apa yang akan Anda lakukan? AuSaya akan mendukung penuh, dan merekomendasikan anak dalam menggapai citacitanya, selain itu juga akan siswa dapat mengharumkan nama sekolah, dan daerahAy. Olahraga merupakan kegiatan penting dalam pariwisata dan pariwisata merupakan karakteristik dasar dari olahraga tersebut. Pertemuan khusus dari kedua konsep ini bervariasi mengenai perspektif orang yang berurusan dengan topik dan definisi yang mereka adopsi. Olahraga diakui sebagai aktivitas perjalanan yang signifikan baik dalam fitur perjalanan utama maupun sekunder. Hal ini dipandang sebagai faktor penting dalam banyak keputusan untuk melakukan perjalanan, seringkali menonjol dalam pengalaman perjalanan, dan seringkali menjadi pertimbangan penting dalam penilaian pengunjung terhadap pengalaman perjalanan. Sanusi . sport tourism yang menawarkan tantangan, bertujuan untuk mendapatkan keseruan dan menghilangkan kebosanan akibat pekerjaan Gambar 2. Suasana pantai di objek wisata Pantai Galesong kabupaten Takalar Pembahasan Terlihat dari gambar 1 & 2 bahwa selain bisa dijadikan sebagai tempat berolahraga, juga bisa mengajak anak belajar dan bermain disana. Salah satunya adalah kolam renang di pinggir pantai yang dijadikan spot unggulan bagi siswa atau peserta didik untuk belajar, bermain dan berolahraga, khususnya olahraga renang, polo air dan olahraga pinggir pantaiu seperti voli pantai. Tidak hanya potensi di perairan, kawasan objek wisata pantai Galesong juga juga mengembangkan kawasan outbond dan sarana rekreasi lainnya. Keindahan alam objek wisata pantai Galesong menjadi daya tarik pengunjung untuk datang. Dengan menjadikan objek wisata pantai Galesong sebagai objek wisata unggulan di kabupaten Takalar diharapkan dapat membuat citra pariwisata di kabupaten Takalar menjadi lebih baik. Melihat potensi alam yang ada, peran Guru sangat mendukung untuk pengembangan wisata alam. Melalui hal tersebut pemerintah daerah perlu membuat program agar potensi objek wisata pantai Galesong dapat dimanfaatkan oleh guru olahraga, salah satunya adalah kerjasama dalam pelaksanaan kegiatan olahraga bagi siswa di objek wisata pantai Galesong, pembuatan sarana bermain untuk anak-anak. Selain itu. Pemerintah, pihak swasta dan masyarakat setempat dapat bekerjasama dalam pengembangan pariwisata olahraga, seperti pengembangan water sport dan pengembangan kawasan outbond serta pengadaan event-event olahraga kedepannya. Hariyanto . Destinasi adalah satu atau lebih kawasan geografis CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 dalam suatu wilayah administratif yang memiliki daya tarik, fasilitas wisata, aksesibilitas, dan peran masyarakat yang saling melengkapi untuk mewujudkan kepariwisataan. Berbagi kemajuan pembangunan di bidang olahraga yang bermuara pada peningkatan prestasi budaya dan olahraga. Melalui pemanduan bakat yang sistematis, kualitas sumber daya manusia dapat diarahkan pada peningkatan pengendalian diri, tanggung jawab, disiplin, sportivitas, yang pada gilirannya dapat membudayakan olahraga dan memasyarakatkan olahraga. Oleh karena itu pembangunan olahraga perlu mendapatkan perhatian yang lebih proporsional melalui pembinaan, pengelolaan, perencanaan dan pelaksanaan yang sistematis. Berbagai daya dan upaya dilakukan oleh suatu sekolah atau daerah untuk melahirkan siswa ataupun warga yang berprestasi khususnya dibidang Pembudayaan olahraga merupakan tahapan penting dalam pencapaian prestasi olahraga. Sistem pembinaan prestasi olahraga di Indonesia adalah pembinaan bakat dan pengembangan bakat. Sehingga untuk mencapai tingkat prestasi yang tinggi diperlukan sistem pembinaan yang baik. PENUTUP Dengan adanya peran guru Pendidikan jasmani olahraga dan Kesehatan dalam memanfaatkan objek wisata pantai Galesong, maka akan mempengaruhi pengembangan pariwisata olahraga dan perekonomian masyarakat sekitar serta sekolah yang berada di sekitar objek wisata pantai Galesong terkena dampaknya. Salah satunya dapat membangkitkan semangat siswa yang berada di sekolah untuk aktif berolahraga dan termotivasi menjadi atlet renang atau olahraga air lainnya yang pemanduan bakatnya di objek wisata pantai Galesong. Serta para guru olahraga mendukung penuh pelaksanaan program pengembangan pariwisata olahraga karena dapat meningkatkan derajat kebugaran siswa dan perekonomian daerah serta mengharumkan nama sekolah melalui partisipasi siswa yang menjadi calon Namun, diperlukan sinergitas antar elemen untuk mewujudkan rencana yang dilaksanakan. Selain itu, tempat objek wisata pantai Galesong ini masih baru dilaksanakan sehingga masih bisa digali lebih besar lagi potensi yang ada di objek wisata pantai Galesong, salah satu potensi olahraga seperti yang pernah diadakan yaitu voli pantai, renang, jet ski, polo air namun hanya sampai saat ini belum di adakan pertandingan ataupun event olahraga yang resmi. Peran guru dalam pengembangan pariwisata olahraga sangat mendukung sehingga dapat mengarahkan siswa untuk aktif berolahraga atau menekuni olahraga Dalam kurikulum saat ini, guru tidak cukup hanya memberikan pembelajaran, tetapi guru harus mampu menjadi motivator dan trainer dengan keterbatasan yang ada. DAFTAR PUSTAKA