Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 270-283 DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrimipa. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika di Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan Angela Dinaro Silalahi Universitas Negeri Medan Rajagukguk Universitas Negeri Medan Korespondensi penulis: angela21silalahi@gmail. Abstract. Mathematics is a scientific field that investigates formless structures and forms of interaction within them. Mathematical interaction is a powerful tool used to express mathematical opinions verbally or in writing. The Think-Talk-Write (TTW) learning approach is designed to facilitate the construction, reflection, and organization of new mathematical views. This study aims to explore the efficacy of using TTW learning examples as a tactic to enhance the quality of students' mathematical communication, and to assess the impact of this approach. In order to achieve these goals, researchers used classroom action research in two stages of testing. The study involved 21 students in grade Vi at SMP Parulian 1 Medan. The initial ability test revealed that the students' mathematical communication ability scores were 34. After conducting test activities in cycle I, the average mathematical communication ability of students rose to 36. In the second cycle (II), the percentage result increased to 88%. The results of the research demonstrate that students in Class Vi at SMP Parulian 1 Medan experience a significant improvement in their mathematical communication skills through learning via the Think-Talk-Write model. We can conclude that this approach is an effective way to enhance students' mathematical communication skills. Keywords: Think-talk-write, plan, act, observe, and reflect. Abstrak. Matematika artinya ilmu yg mengusut struktur tak berbentuhk dan bentuk interaksi pada Interaksi matematis dipakai sebagi alat dalam mengemukakan sebuah pendapat matematika secara llisan ataupun tulisan. Pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) didesain buat mengonstruksi pandangan baru, merefleksi pandangan baru, dan mengorganisasikan pandangan baru matematis. Penelitian ini bertujuan menggali bagaimana taktik penerapan contoh pembelajaran Think-Talk-Write dan melihat dampak penerapannya apakah bisa menaikkan kualitas komunikasi matematis siswa. Peneliti memakai jenis penelitian tindakan kelas yang dilangsungkan dalam II . tahapan tes. Subyek penelitian ini adalah 21 peserta didik kelas Vi SMP Parulian 1 Medan. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa berdasarkan hasil tes kemampuan awal, jumlah nilai kemampuan komunikasi matematis peserta didik sebesar 34,2%. Setelah dilakukan kegiatan tes pada siklus I, diketahui kemampuan komunikasi matematika rata-rata siswa meningkat menjadi 36,8%. Kemudian dilanjutkan pada siklus kedua (II) dan diperoleh hasil persentase yang meningkat yaitu menjadi 88%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa peserta didik Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan mengalami peningkatan kemampuan komunikasi matematis, sehingga pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran Think-Talk-Write mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Kata Kunci: berpandangan-berbicara-menulis, merencanakan, bertindak, mengamati, merefleksi. Received Juni 30, 2023. Revised Juli 18, 2023. Accepted Agustus 03, 2023 * Angela Dinaro Silalahi, angela21silalahi@gmail. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika di Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan LATAR BELAKANG Belajar matematika berarti menilik konsep matematika dan menghubungkan interaksi antara konsep dan strukturnya. Yang menjadi kendala dalam lingkup edukasi di Indonesia adalah kurangnya evaluasi tentang pemahaman berbagai bidang baik yang telah dan sedang dilakukan dalam rangka untuk perbaikan mutu edukasi di Indonesia. Adapun salah satu caranya ialah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran untuk meningkatkan pendidikan mengingat beberapa perkembangan yang membutuhkan wawasan yang luas dari anak didik. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran dimana siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah, mengerjakan tugas, atau melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu tujuan model pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan hasil pendidikan. Maka daripada itu, untuk memantapkan perolehan dari hasil belajar siswa, terlebih dahulu perlu diatasi akar penyebab rendahnya prestasi belajar matematika siswa, yaitu minimnya kemampuan komunikasi matematis siswa (Suherman, 2. Think-Talk-Write adalah metode belajar dimana peserta didik diberi kesempatan untuk belajar secara perseorangan selama proses pemberian edukasi berlangsung, dan mencocokkan minat dengan kerjasama dalam pengembangan diri siswa. Alasan peneliti memilih melakukan penelitian tindakan kelas ialah karena pada kenyataan yang terjadi di lapangan tidaklah sesuai dengan apa yang diharapkan. Peneliti melakukan pertemuan secara langsung dengan salah seorang guru matematika di sebuah sekolah swasta yaitu SMP Parulian 1 Medan. Pada proses pembelajaran matematika, masih cenderung berorientasi pada buku teks, belum menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk- Write, serta masih didominasi oleh guru dalam menyajikan materi, sehingga siswa tidak percaya diri dalam menyampaikan penyelesaian soal matematika. Pembelajaran seperti ini, tentu kurang dapat memacu atau mengembangkan kemampuan komunikasi matematis pada siswa. Sebab, saat siswa diberikan soal yang sedikit saja berbeda dengan apa yang telah dicontohkan oleh guru sebelumnya, maka siswa akan merasa kebingungan dan kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya karena dalam pengerjaanya individu tidak bisa berdiskusi dengan teman lainnya untuk menyelesaikan suatu soal yang diberikan guru kepada siswa di Sekolah SMP Parulian 1 di Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan. JURRIMIPA - VOLUME. NO. OKTOBER 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 270-283 Model pengajaran yang masih digunakan dalam pembelajaran yang berlangsung di SMP Parulian 1 Medan ialah masih dengan metode ceramah yang hanya bergantung pada guru. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan perubahan dalam pembelajaran melalui model pembelajaran Think Talk Write (TTW). KAJIAN TEORITIS Think-Talk-Write Seperti yang dikemukakan Zarin . : AuStrategi pembelajaran Think Talk-Write (TTW) berupaya untuk menyusun, brainstorming, dan menyusun ide matematis, kemudian mengkaji ide tersebut sebelum pembelajaran dihadapkan pada penulisan ide-ide tersebut. Ay Strategi pembelajaran berdasarkan cara berpikir, berbicara dan menulis. Strategi Think-TalkWrite (TTW) dimulai dengan mengajak peserta didik untuk berpikir atau berbicara sendiri melalui berbagai sumber yang dibaca dan berhubungan dengan materi pelajaran. Setelah membaca, mereka berbicara dan berbagi ide yang mereka dapatkan dan kemudian berbagi dengan teman kelompok mereka sebelumnya. Dengan kegiatan seperti ini akan dapat membekali siswa dengan suatu kemampuan yang bermanfaat bagi peserta didik. Merencanakan Model tahapan yang digunakan model Kurt Lewin yang dimodifikasi oleh Kemmis dan Mc Taggart. Menurut Iskandar . bentuk dari PTK yang dikemukakan oleh Kurt Lewin pada ialah dalam satu siklus terdiri dari empat langkah yaitu : . , . , . Adapun bentuk dari perencanaan tindakan yang diberikan yakni : Melakukan penelitian awal ke sekolah dengan mewawancarai pengajar dan mengenal keadaan lingkungan sekolah yang akan diteliti. Melakukan tahapan untuk mengurutkan metode pembuatan program belajar atau yang disebut dengan (RPP) didalamnya sesuai dengan ketetapan pengajaran dari Think- TalkWrite (TTW). Bertindak Untuk bentuk yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK), dimana peneliti bekerja sama dengan pengajar di ruang belajar untuk mencapai perolehan terbaik. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki tujuan sebagai berikut: Membantu pengajar menaikkan kualitas pendidikan. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika di Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan Meningkatkan keterampilan profesional pengajar. Meningkatkan kualitas diri pengajar. Hal ini memungkinkan pengajar secara aktif membangun pengetahuan dan keterampilan Penyelidikan ini memiliki tahapan pelaksanaan sebagai berikut: Persediaan operasional Implementasi Proses riset Hipotesis Berikut penelitian tindakan kelas menurut Iskandar . digambarkan sebagai berikut : Mengamati Menurut Model tahapan yang digunakan model Kurt Lewin yang dimodifikasi oleh Kemmis dan Mc Taggart. Menurut Iskandar . Mengamati pekerjaan yang dikerjakan oleh peserta didik memiliki tujuan dalam memberikan pendapat dari penjelasan yang telah dirangkum, yang merupakan proses didalam melaksanakan model dalam tahapan penelitian Think-Talk-Write. Merefleksi Adapun tahapan model yang digunakan menurut Iskandar . untuk tindakan perbaikan berdasarkan pada perolehan yang diterima anak didik pada tes matematika. Tahapan ini dirangkumkan pada tahap tes akhir yang digunakan untuk menarik kesimpulan saat observasi terhadap penelitian telah usai dilaksanakan sesuai dengan ketetapan yang ditetapkan. JURRIMIPA - VOLUME. NO. OKTOBER 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 270-283 Ketika bagian akhir telah dilaksanakan, pengaplikasian metode belajar ini pastilah akan menaikkan kualitas skill anak didik. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan ialah jenis Penelitian Tindakan kelas (PTK), yaitu metode yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas belajar anak didik, secara khusus agar menggali kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian dilakukan di salah satu sekolah swasta, yaitu di SMP Parulian 1 Medan. Subjek penelitian adalah siswa kelas Vi SMP Swasta Parulian 1 Medan dan yang menjadi objek penelitian adalah pengaruh pengunaan dari model kooperatif tipe Think- Talk- Write (TTW) dalam menaikkan kompetensi komunikasi dan interaksi matematis anak didik Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan metode awal yang digunakan untuk penelitian tindakan kelas (PTK). Model tahapan yang digunakan model Kurt Lewin yang dimodifikasi oleh Kemmis dan Mc Taggart. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap permasalahan I Subjek uji coba adalah 21 siswa kelas Vi SMP Parulian 1 Medan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi siswa masih rendah. Hasil dari tes siklus pertama terdapat 1 siswa kelas Vi-II dengan kemampuan kategori sedang dan 20 siswa lainnya masih termasuk dalam kategori kemampuan rendah. Oleh karena hal tersebut. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika di Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan diperlukan perubahan dalam proses pendidikan untuk dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Tabel 1 Persentase Tingkat Kemampuan Komunikasi Matematis Siklus I Nilai Kriteria Tingkat Jumlah anak didik Persentase Siswa 90 - 100 Kemampuan sangat tinggi 0 orang 80 Ae 89 Kemampuan 0 orang Kemampuan 1 orang Kemampuan 20 orang 21 orang 70 Ae 79 Jumlah Persentase Kemampuan anak didik 43,4% sangat rendah Berdasarkan hasil tes awal yang dilakukan melalui lembar kerja siswa (LKS) yang diberikan secara merata kepada seluruh siswa/peserta didik maka diketahui beberapa hal dibawah ini yang menjadi pokok permasalahan, yaitu: Anak didik masih ragu dalam memberikan penjelasan secara lengkap mengenai pertanyaan yang diberikan. Anak didik tidak mampu mengelompokkan mana saja menjadi bagian yang diketahui dan untuk bagian ditanya. Pembelajaran masih terfokus hanya pada pengajar. Anak didik belum lulus dalam menuliskan informasi pada soal serta belum sepenuhnya mengetahui cara menulis dalam bahasa matematika. Tahap Tindakan I Tahap ini merupakan kegiatan penelitian awal untuk memecahkan masalah yang teridentifikasi pada tes awal dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi pada tes awal, peningkatan kemampuan komunikasi siswa melalui model pembelajaran berpikirberbicara statistika. bahan tulisan Rencana aksi peningkatan kemampuan komunikasi adalah : Membentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat sintak kegiatan pembelajaran yang menerapkan model Think- Talk- Write Perangkat pembelajaran yaitu lembar kerja siswa, papan tulis, spidol . JURRIMIPA - VOLUME. NO. OKTOBER 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 270-283 Persiapan Tes Bakat untuk Meningkatkan Komunikasi Matematis Siswa Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok. Pada tahap ini, peneliti mengembangkan rencana I untuk menyelesaikan tindakan bermasalah siswa: Tabel 2 Rencana Tindakan I No. Identifikasi Masalah I Tindakan I Peserta didik tidak dapat Pengajar Memberikan pemahaman ulang menyelesaikan soal matematika mengenai materi yang tidak di pahami oleh jika sudah berubah bentuk peserta didik dalamm penyelesaiannya Siswa tidak mampu menuliskan apa saja yang menjadi bagian yang ditanyakan pada soal secara lengkap mengenai Melatih siswa untuk bisa menuliskan dengan lengkap terhadap masalah. permasalahan yang diberikan Anak didik kesulitan dalam mengelompokkan bagian mana yang ditanyakan. Siswa diberikan latihan dan dibimbing untuk menyelesaikan soal matematika Membuat strategi pembelajaran yang dapat Masih berpusat pada pengajar membuat siswa sebagai pusat pembelajaran seperti dengan diskusi kelompok Pelaksanaan Tindakan I Dalam proses belajar mengajar, siswa dibimbing untuk mengetahui dan memahami materi Siswa juga dianjurkan untuk menggunakan model pendidikan AuThink-Talk-WriteAy. Sebelum pembelajaran berpikir-berbicara-menulis selesai, guru terlebih dahulu menyatakan tujuan pendidikan dan mengajar memberikan informasi. model yang Menyelenggarakan kegiatan mendidik dan mendidik dengan model pembelajaran AuThinking-Speech-WritingAy. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika di Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan Observasi I Tahap observasi I dilaksanakan saat proses belajar mengajar berlangsung. Aspek yang diamati pada tahap ini adalah aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi kemampuan komunikasi matematika siswa yang diukur dengan tes kemampuan komunikasi matematika. Kesimpulan Data I Dari tes kemampuan komunikasi matematis I, diperoleh nilai rata-rata dari total sampel 21 orang, terdapat 20 orang siswa yang masuk dalam kategori kemampuan rendah atau tidak Hasil observasi yang dilakukan pengajar matematika kelas Vi SMP Parulian 1 Medan pada saat pembelajaran yang dilaksanakan peneliti tergolong kategori baik saat melakukan kegiatan pengajaran memakai model pembelajaran Think-Talk-Write. Analisis Data Hasil Sikus I Hasil dari siklus 1 Setelah dilaksanakannya pertemuan I dan II, saat pertemuan ketiga dilakukan uji kemampuan komunikasi I. Dimana anak didik mengerjakan sebuah kemampuan komunikasi I berbentuk paparan. Dari perolehan peserta didik untuk menelaah soal dengan mempersiapkan informasi dari soal terdapat 8 anak . ,2%) yang kritis dan 13 anak . ,8%) tidak kritis. Dimana perolehan skor kemampuan siswa dalam menganalisis soal ialah 53, 13 yang berarti tingkat kemampuan menganalisis anak didik kelas Vi SMP Parulian 1 Medan termasuk dalam kelompok non kritis. Dari hasil yang diperoleh anak didik dalam melakukan kemampuan komunikasi matematika untuk menyelesaiakan soal matematika diperoleh terdapat 3 anak . ,2%) masuk kategori kritis dan 18 anak . ,81%) masuk dalam kategori tidak kritis. Dari hasil yang diperoleh anak didik dalam melakukan kemampuan untuk memaparkan penyelesaian soal matematika diperoleh terdapat 3 anak . ,2%) masuk kategori kritis dan 18 anak . , 8%) masuk dalam kategori tidak kritis data primer jika di telusuri dari latihan dasar . re-tes. dengan cara tersurat Setelah dilakukan latihan akhir . ost-tes. secara Data kemampuan komunikasi matematis diperoleh hasil data anak didik dengan menggunakan prosedur excel. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan prosedur excel. JURRIMIPA - VOLUME. NO. OKTOBER 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 270-283 Gambar 4. 1 Data hasil penelitian Siklus 1 pada kelas Vi-2 SMP Parulian 1 Medan Siklus 1 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 TKD (Tes Kemampuan Dasa. : 43,42105263 TKA (Tes Kemampuan Akhi. : 60,52631579 Tahap Perencanaan Tindakan II (Alternatif Pemecahan II) Seperti kendala pada tingkat edukasi komunikasi peserta didik dalam pembelajaran Adapun rencana tindakan alternatif direncanakan, yaitu: Guru menyusun skema ajar sesuai ketetapan model Think- Talk- Write. Guru menyediakan tugas karya siswa berdasarkan materi statistika. Pelaksanaan Tindakan II Dirancang sebuah tindakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang tepat dimana penulis berperan menjadi pengajar di dalam ruang belajar yang berlangsung dan menerapkan model pembelajaran Think-talk-Write serta materi pelajaran yang akan dibahas ialah statistika. Berikut merupakan serangkaian tahapan yang dilakukan sebelum mengajar : Langkah awal yang perlu kita ketahui saat hendak memulai segala kegiatan mengajar ialah terlebih dahulu melakukan sapa kepada anak didik, lalu menjelaskan apa yang menjadi tujuan pencapaian belajar tersebut. Memulai pemberian materi ajar dibarengin pada saat proses belajar itu menggunakan model Think- Talk- Write saat pengajar menjelaskan beberapa poin penting maka tugas anak didik menyimak, menuliskan pada buku mereka lalu mereka mendiskusikan poin-poin penting itu ke rekan kelompok mereka . Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika di Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan Pengajar melangsungkan prinsip edukasi dalam menaikkan kualitas komunikasi matematis dengan adanya tes matematik diakhir siklus tentang materi yang telah Gambar 2 Data Hasil penelitian Siklus II di kelas Vi-2 SMP Parulian 1 Medan Siklus 2 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 TKD (Tes Kemampuan Dasa. : 71,05263158 TKA (Tes Kemampuan Akhi. : 88,15789474 Observasi II Pada bagian observasi II dikerjakan pada saat pembelajaran berjalan. Bagian pada tahap ini dimana peserta didik saat pembelajaran berlangsung diberikan kertas observasi untuk melihat kesanggupan interaksi matematika anak didik. Kesimpulan Data Tingkat kemampuan komunikasi matematis pada tahap II didapati perolehan skor ratarata kemampuan komunikasi siswa sebesar 85% mengalami peningkatan. Hasil yang diiperoleh peneliti pada saat mengajarkan matematika pada kelas Vi SMP Parulian 1 Medan selama penelitian terkira pada tingkat cukup memuaskan saat melakukan penelitian yang menggunakan Think-Talk-Write. Pembahasan Penelitian Pembahsasan penelitian yang diliat dari tes kesanggupan interaksi matematis itu ditujukan kepada anak didik didapati bahwa edukasi yang mereka miliki dalam komunikasi matematis di materi statistika mengalami peningkatan. Dari hasil penelitian, didapati peniliti berhasil dalam melakukan perubahan model ajar melalui proses belajar memakai metode Think- Talk- Write. JURRIMIPA - VOLUME. NO. OKTOBER 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 270-283 Peningkatan Nilai Rata-rata Kelas Yang Diperoleh Siswa Pada keterangan tabel berikut, dipaparkan rata-rata jumlah pencapaian tes yaitu latihan tes awal dan pretest menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik dalam tes I dan tes II yang menunjukkan perbandingan yang didapat saat menguji kemampuan komunikasi matematis pada awal tes soal . re-tes. dan tes yang terakhir . ost tes. pelaksanaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk- Write. Deskripsi Hasil Penelitian Pada Siklus II Tabel 3 Persentase Tingkat Kemampuan Komunikasi Siswa Setiap Siklus Pesentase Kemampuan Awal Persentase Siklus I Persentase Siklus II 34,2% Berdasarkan hasil yang diperoleh pada tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa tipe pembelajaran kooperatif Think- Talk- Write secara tertulis/ kuantitatif dapat menaikkan edukasi korespondensi matematis anak didik. Hal tersebut dapat diketahui dari angka pada tabel, yaitu pada siklus pertama (I) hanya sebesar 43%, tetapi pada siklus yang kedua (II) diperoleh hasil persentase yang meningkat yaitu sebesar 88%. Model pembelajaran tipe Think-Talk Write (TTW) ini awalnya dimulai dengan membangun cara berpikir, berbicara dan menulis, yang merupakan tahapan pembelajaran model Think- Talk- Write diikuti dengan keikutsertaan anak didik dengan sendirinya membaca, kemudian sebelum menulis didiskusikan dan membagikan ide dengan teman . Model pembelajaran ini dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir dan berbicara siswa. Untuk memperkuat hasil perolehan ini, peneliti membandingkan dampak yang sangat signifikan pada saat menilai edukasi komunikasi matematis, yaitu : - Menurut Prayitno . , karena suasana yang dihadapi di sekolah, menjadikan peserta didik menjadi tidak senang untuk pergi ke sekolah, maka motivasi belajar menurun, beberapa takut pada guru. takut pada mata pelajaran tertentu. takut akan pekerjaan rumah yang akan diberikan. Hal ini membuat peneliti lebih termotivasi daalam memotivasi anak didik kelas XI AP 1 untuk diskusi kelompok menggunakan memberikan nilai pada akhir pengerjaan Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika di Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan LKS. Peningkatan interaksi matematika yang diukur ada lima poin dengan tes penempatan pada tahapan I dan II yaitu: Menggabungkan wujud fisik, bingkai dan bagan menjadi ide matematika 57,14% sampai 8,51%. Memaparkan suatu situasi, ide matematis dengan cara tertulis ada yang berupa gambar, grafik atau diagram 66,67% . Memaparkan kejadian dalam kehidupan misalnya dari segi ucapan atau tanda dalam matematika 58,73-73,815% Pembahasan mengenai model Think-Talk-Write ini memacu dalam memajukan pengetahuan belajar mengenai matematika menjadi bersemangat dari sebelumnya sehingga dapat memberikan pengalaman belajar untuk siswa, sehingga siswa mampu untuk menyelesaiakan setiap soal yang diberikan melalui langkah-langkah dan bimbingan yang dirangkai secara jelas. Ketika model Think-Talk- Write mampu dilaksanakan dengan seefisien mungkin untuk mengurangi kesulitan dalam suatu proses belajar, maka jenis Think- Talk- Write ini baik sebagai reverensi yang memberikan pengetahuan peserta didik menjadi lebih meningkat serta lebih aktif lagi didalam proses edukasi yang berlangsung. Dengan kata lain model ini meningkatkan kemahiran interaksi matematis anak didik menjadi tercapai yang dilihat dari hasil ketuntasan belajar siswa yang lebih baik lagi. Tabel 4 Evaluasi Tindakan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran No. RPP Tujuan Pembelajaran Masalah Melalui model Pada proses Peneliti Tipe pembelajaran berlangsung, beberapa Think- Talk-Write ada sebagian siswa yang sederhana agar siswa Tindakan dapat tidak dapat membedakan dapat contoh penyajian data mengenai dari berdasarkan sumber data data yang disediakan. berbagai sumber media yang telah disediakan. Melalui model Pada saat peserta didik Peneliti membuat soal Tipe melakukan diskusi dalam sederhana Thinkpeserta Talk-Write mengolah data kompleks mengulangi dapat yang di tentukan, mereka penjelasan JURRIMIPA - VOLUME. NO. OKTOBER 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 270-283 data kesulitan distribusi menentukan rata-rata, median dan modus untuk materi yang dianggap rata-rata, siswa median, modus. Menganalisis data Siswa untuk Peneliti ukuran mengidentifikasi dan berdasarkan penyebaran data penyebaran data ukuran bertujuan dan mengasah kemampuan diberikan soal yang masing-masing siswa Menyimpulkan Terdapat siswa yang tidak Memberikan antara memahami untuk pemahaman median, rata-rata, dan menyelesaikan soal jika kepada modus dengan tepat ditanyakan mengenai tergolong kompleks rata-rata, median dan modus KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan dari hasil penelitian serta pembahasan yang sudah diuraikan, maka diperoleh kesimpulan dari penelitian ini ialah Setelah dilakukan tes pada kedua siklus, kemampuan komunikasi matematis peserta didik untuk materi statistik di kelas Vi SMP Swasta Parulian 1 Medan menjadi meningkat dengan adanya penerapan metode pembelajaran Think-Talk-Write (TTW). Adapun yang menjadi saran dari penelitian berikut ialah : Kepada Pengajar matematika khususnya pengajar pada mata pelajaran matematika siswa Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan dapat menerapkan model yang berpusat pada siswa, salah satunya yaitu model pembelajaran Think-Talk-Write. Kepada peserta didik Kelas Vi SMP Parulian 1 diharapkan supaya tampil lebih percaya diri, aktif serta memiliki kemauan yang besar untuk mencoba saat berlangsungnya proses pembelajaran matematika dalam menyampaikan hasil pemahaman yang sudah didapat peserta didik selama proses pembelajaran Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika di Kelas Vi SMP Parulian 1 Medan Kepada peneliti untuk berikutnya supaya pencapaian dalam memakai jenis metode penelitian dapat ditinjau ulang untuk menerapkan model pembelajaran Think-TalkWrite. DAFTAR PUSTAKA