Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 PENGARUH LATIHAN AEROBIK TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK Anita Sri Gandaria Purba1*. Dian Anggri Yanti1. Nur Hamida Pohan1 Program Studi Keperawatan. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jln. Sudirman No. 38 Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara Ae Indonesia *email korespondensi author: anitapurba85@gmail. DOI 10. 35451/jpk. Abstrak Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah peradangan kronis pada paru-paru yang menyebabkan terhambatnya aliran udara melalui saluran udara. PPOK adalah penyakit progresif dan PPOK . enyakit paru obstruktif kroni. berarti semakin memburuk dari waktu ke waktu. Pada penderita PPOK, pernapasan tidak normal dan kondisi yang terjadi dengan PPOK dapat menyebabkan dispnea. Ketika gejala PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kroni. berkembang selama bertahun-tahun, gejala PPOK mempengaruhi tingkat aktivitas dan kualitas hidup. Gejala PPOK bisa tiba-tiba memburuk. Penderita PPOK mengalami sesak napas berupa sesak napas, batuk kronis, produksi sputum kronis, dan aktivitas terbatas. Latihan aerobik pada pasien PPOK bertujuan untuk mengurangi gejala, meningkatkan kualitas hidup, dan meningkatkan aktivitas seharihari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam aerobik terhadap kualitas hidup pasien PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui sosialisasi dan penyuluhan dengan menggunakan metode sampling sebanyak 44 Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tentang kualitas hidup pasien PPOK. Hasil uji-t yang didukung menunjukkan nilai signifikan. 0,000 berarti 0,05 menunjukkan bahwa senam aerobik secara umum berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien PPOK. Pasien PPOK yang akan melakukan latihan aerobik secara teratur dapat mengurangi gejala PPOK, terutama sesak napas, dengan meningkatkan asupan cairan untuk memenuhi kebutuhan jaringannya. Jenis olahraga yang dianjurkan bagi penderita PPOK adalah olahraga aerobik, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran, terutama meningkatkan efisiensi dan fungsi metabolisme tubuh. Latihan aerobik seperti lari, berenang, latihan kelompok, dan bersepeda cocok untuk penderita PPOK karena mereka menggunakan semua otot utama, pernapasan, dan jantung mereka. Kata kunci: Latihan Aerobik. Kualitas Hidup,PPOK Abstract Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a chronic inflammation of the lungs that causes obstruction of airflow through the airways. COPD is a progressive disease and COPD . hronic obstructive pulmonary diseas. means it gets worse over time. people with COPD, abnormal breathing and conditions that occur with COPD can cause As COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Diseas. symptoms develop over Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 the years. COPD symptoms affect activity levels and quality of life. COPD symptoms can suddenly get worse. COPD sufferers experience shortness of breath in the form of shortness of breath, chronic cough, chronic sputum production, and limited activity. Aerobic exercise in COPD patients aims to reduce symptoms, improve quality of life, and improve daily activities. This study aims to determine the effect of aerobic exercise on the quality of life of COPD patients. This research is a quantitative study through socialization and counseling using a sampling method of 44 respondents. Data were collected using a questionnaire about the quality of life of COPD patients. The supported t-test results show significant values. 000 means significant. indicates that aerobic exercise in general affects the quality of life of COPD patients. COPD patients who will engage in regular aerobic exercise can reduce COPD symptoms, especially shortness of breath, by increasing fluid intake to meet the needs of their tissues. The type of exercise that is recommended for people with COPD is aerobic exercise, which aims to improve health and fitness, especially increasing the efficiency and function of the body's metabolism. Aerobic exercises such as running, swimming, group exercise, and cycling are suitable for people with COPD because they use all of their major, respiratory, and heart muscles. Keywords: Aerobic Exercise. Quality Of Life. COPD PPOK meningkat sebesar 28,2% pada wanita dibandingkan dengan 13% pada pria (Bauldoff, 2011 ). PPOK merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Inggris dengan 26. 000 kematian setiap tahunnya. Prevalensinya adalah 000 orang. 8 Angka ini lebih tinggi di negara maju, daerah perkotaan, kelas menengah ke bawah dan orang (WHO, 2. The Asia Pacific CPOD Roundtable Group memperkirakan 56,6 juta orang di negara-negara Asia Pasifik menderita PPOK sedang hingga berat, dengan (Davey,2. Angka kejadian PPOK di Indonesia diperkirakan mencapai 4,8 juta penderita dengan prevalensi 5,6%. Pada tahun 2010. PPOK menduduki peringkat ke-8 dari 10 besar penyakit untuk pasien rawat jalan di BP4 Sumut sebanyak 1401 kasus, dan peringkat ke-5 untuk pasien rawat inap dengan 51 kasus, sedangkan pada tahun 2015 pasien rawat jalan peringkat ke-6 dengan 646 kasus dan pasien rawat inap peringkat ke-3 dengan 647 kasus dengan 92 pasien (Dinkes Sumut, 2. Pendahuluan Kesehatan setiap manusia di seluruh dunia. Namun, seiring bertambahnya waktu dan populasi, begitu pula jumlah orang yang akan terinfeksi penyakit ini. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kroni. merupakan kondisi yang paling banyak (Potter & Perry, 2. PPOK, atau penyakit paru obstruktif kronik, adalah kondisi pernapasan yang prevalensi, meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PPOK adalah penyebab kematian terbesar ketiga di dunia pada tahun 2014, sedangkan pada tahun 2015 telah menempati urutan ke-2 sebagai penyakit yang menyebabkan kematian (Petty, 2. PPOK kematian keempat di Amerika Serikat. Angka kematian akibat PPOK adalah 119 per 2. 000 penduduk. PPOK merupakan penyebab kematian ketiga pada pria berusia 557 tahun dan penyebab kematian keempat pada wanita pada kelompok usia yang Dari tahun 1990 hingga 2012. Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 Gejala klinis PPOK antara lain batuk, produksi sputum, sesak nafas Ketidakmampuan beraktivitas pada pasien PPOK terjadi bukan hanya akibat dari adanya kelainan obstruksi saluran nafas pada parunya saja tetapi faktor,salah satunya adalah penurunan fungsi otot skeletal. Adanya disfungsi otot skeletal dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup penderita karena akan membatasi kapasitas latihan dari pasien PPOK. Penurunan aktivitas pada kehidupan sehari-hari akibat sesak nafas yang dialami pasien PPOK akan mengakibatkan makin (Agustin, 2. Faktor patofisiologi yang diperkirakan berkontribusi dalam kualitas dan intensitas sesak nafas saat melakukan aktivitas pada PPOK antara lain kemampuan mekanis . lastisitas dan reakti. dari otot-otot . restriksi selama beraktivitas, lemahnya fungsi otot-otot inspirasi, gangguan pertukaran gas, kompresi jalan nafas dinamis dan factor Akibatnya. PPOK cenderung menghindari latihan penurunan hubungan pasien dengan lingkungan dan situasi sosial, dan penurunan kualitas hidup. Kualitas hidup pasien PPOK sangat penting karena terkait dengan sesak napas, yang membuat pasien sulit untuk melakukan aktivitas fisik (Agustin, 2. Latihan fisik adalah pengobatan pasien PPOK. Latihan fisik dapat memperbaiki daya tahan fisik, kapasitas aerobik, dan kapasitas oksidatif otot skeletal. Akan tetapi, pada beberapa penderita PPOK berat mungkin mendapat kesulitan dalam melaksanakan latihan fisik . hususnya latihan dengan intensitas tingg. akibat Keterbatasan dalam latihan fisik sering perlahan-lahan terhadap kapasitas latihan dan kekuatan otot (Waspodo. Jenis olahraga yang dianjurkan untuk pasien PPOK adalah aerobik, terutama untuk meningkatkan fungsi dan efisiensi metabolisme tubuh. Latihan aerobik seperti lari, berenang, latihan kelompok, dan bersepeda cocok untuk pasien PPOK karena menggunakan semua otot utama, pernapasan, dan jantung. Misalnya, dalam latihan aerobik, menyesuaikan langkah-langkah memenuhi dan melakukan kriteria CRIPE . erus menerus, berirama, intermite. , bertahap, terus meneru. dalam berbagai gerakan, termasuk (Agustin, 2. Metode Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menggunakan metode berupa sosialisasi penyuluhan kesehatan terkait dengan pemberian PPOK. Dengan tujuan meningkatkan PPOK. Kegiatan PKM ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang. Sasaran pada kegiatan PKM PPOK Yang mengalami gangguan aktivitas yang berjumlah 44 orang. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Tabel 1 Rata rata kualitas hidup pasien sebelum latihan aerobik Variabel Kualitas hidup Frekuensi Persentase Baik Kurang Buruk Total Berdasarkan frekuensi diatas menunjukan bahwa Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 sebelum dilakukan latihan aerobik responden . 5%), kualitas hidup pasien penyakit paru obstruktif kronik yang buruk 10 responden . 7%), dan kualitas hidup pasien penyakit responden . 7%). latihan, pelaksanaan selama 3 minggu. Kualitas hidup Frekuensi UcapanTerimaKasih Ucapan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan PKM ini yang tidak dapat saya sebut kan satu per Persentase Baik Kurang Buruk Total Kesimpulan Pasien PPOK yang mengalami gangguan pada kualitas hidup sebelum perlakuan yang kualitas hidup nya buruk 10 orang dan setelah diberikan perlakuan menjadi 5 orang. Penerapan untuk latihan aerobic pada pasien PPOK terus dilakukan untuk terapi non farmakologi yang dapat dilakukan oleh Tabel 2 Rata rata kualitas hidup pasien sesudah latihan aerobik Variabel Berdasarkan frekuensi diatas menunjukan bahwa penyakit paru obstruktif kronik setelah banyak baik 21 responden . 4%), kualitas hidup pasien penyakit paru obstruktif kronik yang kurang baik 18 responden . 9%), dan kualitas hidup pasien penyakit paru obstruktif kronik . 4%)Berdasarkan hasil uji statistic Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji paired t test menunjukan bahwa rerata kualitas hidup pasien penyakit paru obstruktif. DaftarPustaka Alimul. Aziz. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika American Diabetes Association. Diabetes http://w. Borrott. & Bush. Measuring Quality Of Life Among Those With COPD In Primary Care. Boyd. Physical. Mental & Social Effects of Diabetes. Giriwoyo. Santosa. Ilmu Faal Olahraga. Fungsi Tubuh Manusia pada Olahraga. Bandung: Rosdakarya. Harisson. Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Editor edisi bahasa Indonesia. Jakarta: EGC Heathplus. s_and_Conditions1/Diabetes. Indriyanti RS. Pemeriksaan Laboratorium untuk Diagnosis Pemantauan Diabetes Mellitus. Forum Diagnosticum: Sosialisasi Penyuluhan Kesehatan Latihan Aerobik pada pasien PPOK Sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat pada kegiatan PKM ini tentang pemberian latihan aerobic dengan latihan yang diberikan selama 2 kali sehari pada pagi hari dan sore hari dengan durasi 30 menit setiap Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 30 June 2021 :: Published: 30 June 2021 Laboratorium Klinik Prodia. International Diabetes Federation. Diabetes Atlas: Impact On The Individual. Sardar. Mohammad Ali. The Effects of Aerobic Exercise Training on Psychosocial Aspects of Men with COPD. Health Science : Canadian Center if Sciense and Education Slamet. Suyono. Modifikasi Gaya Hidup Sehat Cegah Timbulnya Penyakit. http://w. Smeltzer. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Volume I Edisi Vi. Jakarta : EGC Sudoyo. Et al . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid i. Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbit Illmu Penyakit Dalam. Sugiyono. Statistik Untuk Penelitian. Edisi Satu. Bandung: CV Alfa Beta. Sutedjo. Buku Saku Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Yogyakarta : Amara Books. WHO. The World Health Organization Quality Of Life (WHOqol-Bre. Indonesia Version