CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 94-106 Pengalaman Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dalam Memfasilitasi Masyarakat Belajar di Paud Kartini Sidodadi Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu Suci Rahmaida Sihombing Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan Korespondensi penulis: sucisihombing12@gmail. Sukriani Hasibuan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan Email: sukrianihasibuan46@gmail. Yuda Mulia Ramadhan Sitepu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan Email: yudamuliaramadhan123@gmail. Abstract. The Center for Community Learning Activities (PKBM) is a place where community learning activities in order to increase their knowledge, skills/expertise, hobbies, or talents are managed and organized by the local community themselves. One example is an Out-of-School Education (PLS) at Early Childhood Education Kartini Sidodadi. District of Rank. Labuhan Batu Regency. In line with the development of science and technology as well as the problems of public education and the need for community education, the definition of PKBM continues to be refined, especially with the development of science and technology, institutional needs, objectives, regional conditions and management models. Factors supporting the successful development of the PKBM program in Early Childhood Education Kartini Sidodadi. Pangkatan District. Labuhan Batu Regency include: . the ability to identify and record community needs . earning resident. , . serve the needs and interests of learning residents in various activities or according to their needs and interests, . mobilize existing resources in the community, . build open partnerships and collaborations openly with various institutions or organizations, so that PKBM is able to develop various community development activities according to local needs, . monitor the development of activities and successes so that they are used as the basis for developing community programs future, . record the various advantages and disadvantages of institutionalized PKBM Keywords: PKBM. Learning Facilities. Curriculum Abstrak. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan suatu wadah dimana keterampilan/keahlian, hobi, atau bakatnya yang dikelola dan diselenggarakan sendiri oleh masyarakat sekitar. Salah satu contohnya yaitu sebuah Pendidikan Luar Sekolah (PLS) di Paud Kartini Sidodadi Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah-masalah pendidikan masyarakat serta kebutuhan akan pendidikan masyarakat, definisi PKBM terus disempurnakan terutama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Received Oktober 30, 2022. Revised November 2, 2022. Januari 04, 2023 * Suci Rahmaida Sihombing, sucisihombing12@gmail. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 94-106 kebutuhan lembaga, sasaran, kondisi daerah serta model pengelolaan. Faktor penunjang keberhasilan pengembangan program PKBM di Paud Kartini Sidodadi Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu meliputi: . kemampuan mengidentifikasi dan mencatat kebutuhan masyarakat . arga belaja. , . melayani kebutuhan dan minat warga belajar dalam kegiatan yang bervariasi atau sesuai kebutuhan dan minatnya, . memobilisasi sumberdaya yang ada di masyarakat, . membangun kemitraan dan kerjasama secara terbuka secara terbuka dengan berbagai lembaga atau oranisasi, sehingga PKBM mampu mengembangkan berbagai aktivitas pembangunan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan lokal, . memonitor perkembangan kegiatan serta keberhasilan sehingga dijadikan dasar pengembangan program ke depan, . mencatat berbagai kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang dikelembagaan PKBM. Kata kunci: PKBM. Fasilitas Belajar. Kurlikulum LATAR BELAKANG Dibentuknya PKBM adalah sebagai pemicu dan bersifat sementara, masyarakat sendirilah yang selanjutnya memiliki wewenang untuk mengembangkannya, karena itulah pendekatan dalam program PKBM ini disebut pendidikan berbasis masyarakat atau community-based education dengan harapan dapat dijadikan pijakan dan titik permulaan bagi semua komponen pembangunan untuk memberdayakan potensi-potensi yang ada di dalam masyarakat. Sihombing . menyebutkan bahwa tujuan pelembagaan PKBM adalah untuk menggali, menumbuhkan, mengembangkan, dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat itu sendiri. Dalam arti memberdayakan seluruh potensi dan fasilitas pendidikan yang ada di desa sebagai upaya membelajarkan masyarakat yang diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, dengan prinsip pengembangan dalam rangka mewujudkan demokrasi bidang pendidikan. Pada sisi lain tujuan PKBM adalah untuk lebih mendekatkan proses pelayanan pendidikan terutama proses pelayanan pembelajaran yang dipadukan dengan berbagai tuntutan, masalah-masalah yang terjadi di sekitar lingkungan masyarakat itu sendiri. Langkah-langkah dalam penyusunan program PKBM dapat diikuti sebagai berikut: . merencanakan program kegiatan, . menentukan dan menetapkan berbagai sumber yang dibutuhkan baik sumber daya manusia, material maupun finansial, . melakukan sosialisasi program ke masyarakat dan pemerintah daerah, . menerima warga belajar, . mencari kebutuhan warga belajar berkaitan dengan materi yang dikembangkan dalam program, . menetapkan kebutuhan materi pembelajaran . , . menetapkan target dan tujuan program, . menyusun kurikulum dan materi pembelajaran, . menjalankan program, . melakukan monitoring PENGALAMAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM MEMFASILITASI MASYARAKAT BELAJAR DI PAUD KARTINI SIDODADI KECAMATAN PANGKATAN KABUPATEN LABUHAN BATU dan evaluasi program, . mengembangkan program berdasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan wadah pembelajaran bagi masyarakat yang terus eksis untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat sekitarnya melalui pemberian layanan Pendidikan Nonformal (Rizka. & Hardiansyah. Eksisitensi PKBM di Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu berkembang untuk menjawab dan mengatasi berbagai hambatan masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan, dimana sebagian dari warga masyarakat di desa tersebut masih kesulitan dalam mengakses layanan pendidikan formal karena berbagi keterbatasan dan kendala baik dari perekonomian, sosial, budaya, dan lain Perkembangan program-program PNF di PKBM menunjukan dinamika dan keberlanjutan yang perlu untuk terus ditingkatkan. Program-program PNF yang terselenggara di PKBM Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu cukup variatif yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat. Program-program PNF yang diselenggarakan oleh PKBM tersebut antara lain program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program Pendidikan Kesetaraan (Paket A. B, dan C). Program Pendidikan Keaksaraan Fungsional. Pemberdayaan Perempuan. Pendidikan Kepemudaan. Program Kursus. Pendidikan Kecakapan Hidup dan Program Kewirausahaan Masyarakat. Secara umum penyelenggaraan program PNF di PKBM dari aspek manajemen program perlu untuk di improvisasi melalui pengembangan kemampuan pengelolaan program secara METODE PENELITIAN Berdasarkan paradigmanya, penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dan Penulisan menggunakan metode penelitian studi literatur. Penelitian studi literatur dilakukan dengan cara mengumpulkan sumber informasi melalui buku-buku, jurnal, penelitian sebelumnya yang relevan guna menyempurnakan kekurangan pada penelitianyang sudah ada. Sumber data pada penelitian ini terbagi menjadi dua yakni data primer dandata sekunder. Data primer berasal dari data yang dikumpulkan peneliti dari buku atau karya ilmiah yang dijadikan objek penelitian. Sedangkan data sekunder berasal dari sekumpulan data penunjang data primer (Sugiono, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara. Pertama editing, peneliti memeriksa keselarasan variabel satu CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 94-106 dengan yang lain. Kedua organizing, data yang sudah dikumpulkan harus sesuai dengan kerangka penelitian. Ketiga finding, peneliti menganalisis kembali dari hasil datadatadengan teori, kaidah dan metode yang dipilih sampai kemudian peneliti dapat menarik kesimpulan permasalahan tersebut (Zed, 2. HASIL PENELITIAN Partisipan . penelitian ini sejumlah lima PKBM yang berada di wilayah Labuhan Batu. Secara umum, informan adalah warga PKBM seperti kepala/ketua, pengelola, tutor, dan warga belajar, sejumlah kurang lebih 15-20 orang. Karakteristik PKBM yang dipaparkan berikut adalah berdasarkan lokasi, status akreditasi, status kepemilikan, lama operasional, lingkungan, dan program yang diselenggarakan. Berikut ini akan diuraikan karakteristik PKBM yang berpartisipasi dalam penelitian. PKBM pertama adalah PKBM yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Pangkatan. PKBM ini berada di bawah pengawasan Wilayah Labuhan Batu. PKBM ini merupakan PKBM swasta dan belum terakreditasi. PKBM ini berdiri sejak tahun 2012, berada di Kecamatan Pangkatan, tepat di pinggir jalan, di dalam komplek permukiman warga dengan status gedung sewa. Program yang saat ini diselenggarakan adalah kesetaraan (Paket A. Paket B. Paket C. PAUD Kartin. Sarana dan prasarana yang dimiliki antara lain ruang pengelola . etua, sekretaris, dan bendahar. PKBM yang di dalamnya juga terdapat beberapa unit computer . empat kurusus komputer menyatu dengan ruang pengelola PKBM). ruang belajar yang di dalamnya terdapat papan tulis . hite boar. , meja dan kursi belajar. lemari yang berisi buku-buku. Kegiatan pembelajarna dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat Malam, serta hari Minggu pagi hingga sore. PKBM kedua adalah PKBM yang termasuk dalam wilayah kecamatan bilah barat. PKBM ini berada di bawah pengawasan Wilayah Labuhan Batu. PKBM ini merupakan PKBM swasta yang telah PKBM ini berdiri sejak tahun 2012, berlokasi di sekitar pemukiman padat masyarakat penduduk yang didominasi oleh anak-anak jalanan. Program yang diselenggarakan adalah kesetaraan (Paket A. Paket B. Paket C. PAUD), dan keterampilan/ life skills. PKBM memiliki gedung 2 lantai dengan status gedung milik sendiri . idak sew. Sarana dan prasarana yang tersedia antara lain: ruang pengelola . epala, sekretaris, bendahar. PKBM, 8 ruang belajar, aula terbuka . Taman Bacaan Masyarakat (TBM), lab komputer, lab seni musik, lab menjahit, lab tata boga PENGALAMAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM MEMFASILITASI MASYARAKAT BELAJAR DI PAUD KARTINI SIDODADI KECAMATAN PANGKATAN KABUPATEN LABUHAN BATU Kegiatan pembelajaran dilaksanakan setiap hari, untuk kesetaraannya hari Senin hingga Jumat, dari pagi hingga sore. PKBM ketiga adalah PKBM negeri yang berada di wilayah Kecamatan Rantau Utara, sekaligus PKBM negeri satu-satunya di wilayah Labuhan Batu. PKBM ini berdiri sejak tahun 2000dan sudah terakreditasi. PKBM ini berlokasi di ujung Labuhan Batu Program yang diselenggarakan yaitu pendidikan kesetaraan (Paket A. Paket B. Paket C). Memiliki gedung 2 lantai . ilik pemerinta. dengan sarana dan prasarana yang tersedia antara lain ruang pengelola . etua, sekretaris, dan bendahar. PKBM, 2 ruang belajar yang dilengkapi AC, lab komputer, perpustakaan, halaman parkir. Kegiatan pembelajaran berlangsung dari hari Senin Ae Kamis pada pukul 14:00 Ae 16:00. Penelitian ini menghasilkan 8 tema mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi PKBM dalam memfasilitasi belajar masyarakat Labuhan Batu. Tema 1: Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat Tema ini terdiri dari tiga subtema. Pertama, latar belakang terdiri dari kategori kepedulian sosial dan tanggung jawab Kedua, visi dan misi terdiri dari kategori pembinaan dan pendidikan anak jalanan, menyelesaikan yang putus sekolah, menyelesaikan yang pututs sekolah, sarana belajar sepanjang hayat, serta mengubah hidup melalui pendidikan hati dan pikiran. Ketiga, kriteria warga belajarnya meliputi kategori anak jalanan, masyarakat yang kurang mampu, tidak diterima di pendidikan formal, anak putus sekolah, anak usia sekolah, anak yang umurnya di luar usia sekolah, bebas usia, serta tidak hanya untuk orang miskin. Dengan demikian, dalam melaksanakan tugas dan fungsi mengidentifikasi kebutuhan masyarkaat, dapat disimpulkan bahwa: . latar belakang berdirinya PKBM sebagian besar adalah masih cenderung kepada kepedulian sosial yangtinggi terhadap kaum . visi dan misi masing-masing PKBM berbeda-beda serta adanya perbedaan pemahaman tentang visi dan misi PKBM antara pengelola dengan tutor. secara umum, semua warga belajar PKBM memiliki karakteristik yang sama, yaitu masyarkaat yang kurang mampu, secara khusus, terdapat perbedaan karakteristik warga belajar di tiap-tiap PKBM berdasarkan usia dan pekerjaannya. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 94-106 Tema 2: Melaksanakan program pendidikan dan keterampilan Tema ini terdiri dari lima Pertama, program yang diselenggarakan meliputi sub-subtema . akademik, terdiri dari kategori kesetaraan. nonakademik, terdiri dari kategori komputer, bahasa, senin teater/musik, menjahit, pelatihan motivasi, dan kegiatan keagamaan. kelompok belajar usaha, terdiri dari kategori usaha sabun dan sesuai dengan pemesanan. Kedua, merumuskan program meliputi kategori kerjasama dengan aparat desa (RT/RW/Lura. , melibatkan masyarakat/ warga belajar secara langsung, dan musyawarah kerja. Ketiga, sosialisasi program yang terdiri dari kategori menyebarkan brosur stiker, memasang spanduk, mengundang masyarakat mengikuti salah satu program PKBM, serta melakukan sosialisasi melalui media internet: website, blog, media sosial. Keempat. Kurikulum yang digunakan terdiri dari kategori menggunakan KTSP, tidak ada kurikulum kesetaraan, tidak semua pakai KTSP, dan kondisional. Kelima, proses pembelajaran meliputi lima sub-subtema: . sistem pemebelajaran terdiri dari kategori seperti formal, berbeda dengan formal, dan kelas ragkap . perencanana pembelajaran terdiri dari kategori tidak mengacu ke RPP, tidak ada RPP, menggunakan RPP pendidikan formal. metode pembelajaran terdiri dari kategori pembelajaran klasikal, waktu habis untuk mencatat, diskusi, memberikan motivasi di awal pembelajaran, pendekatan kekeluargaan, selalu belajar di kelas, belajar di luar kelas, pasrah dengan pengalaman, berbagi pengalaman. Tema 3: Menyediakan sumber daya potensial Sumber daya potensial yang dimaksud meliputi pengelola, tutor, sarana dan prasarana, serta dana. Hasil penelitian mengenai subtema pengelola menunjukkan bahwa struktur organisasi masing-masing PKBM berbeda-beda dan latar belakang pengelolanya bervariasi, mulai dari lulusan SMA hingga S1 dan dari prodi kependidikan maupun non kependidikan. Berdasarkan subtema tutor menghasilkan bahwa . masing-masing PKBM merekruit tutor dengan cara yang berbeda-beda, seperti dari relawan, kenalan ke kenalan, kaderisasi, serta membuka lowongan kerja terbuka. latar belakang tutor bervariasi, mulai dari SMA hingga S2, serta berasal dari berbagai latar pekerjaan. kualifikasi tutor yang berbeda-beda di tiap-tiap PKBM. PENGALAMAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM MEMFASILITASI MASYARAKAT BELAJAR DI PAUD KARTINI SIDODADI KECAMATAN PANGKATAN KABUPATEN LABUHAN BATU Tema 4: Membangun kerjasama dengan mitra Tema ini meliputi bentuk kemitraan, cara membangun kerjasama, serta keuntungan yang dirasakan. Masing-masing PKBM memiliki bentuk kemitraan yang berbeda-beda, antara lain seperti dana/materi, pengadaan sarana dan prasarana, seminar/pelatihan serta beasiswa. Selain itu, cara membangun kerjasama dengan mitra pun berbedabeda di tiap-tiap PKBM, seperti ada yang dikelola oleh yayasan, ada yang mitranya datang sendiri mencari PKBM, ada juga PKBM yang mengalami kesulitan mencari mitra. Dilihat dari bentuk kemitraan yang berbeda-beda, maka keuntungan yang dirasakan masing-masing PKBM juga berbedabeda, seperti bantuan dana/materi, meningkatkan motivasi warga bealjar dan tutor. PKBM lebih dikenal luas, serta makin banyak yang memperhatikan PKBM. Namun hanya sebagian kecil saja PKBM yang merasakan keuntungan tersebut karena kebanyakan PKBM memiliki mitra yang sedikit, bahwa ada yang mengaku tidak memiliki mitra. Tema 5: Memonitoring dan mengevaluasi program Hasil penelitian menunjukkan pada dasarnya semua PKBM telah melakukan monitorin dan evaluasi diri, namun pelaksanaannya yang berbeda-beda, seperti musyawarah kerja dan rapat koordinasi. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara ekternal yang dilakukan oleh penilik, dinas pendidikan, maupun direktorat. Pelaksanaan monev eksternal tersebut berbedabeda, ada yang rutin dan ada juga yang tidak rutin. Selain itu, monev eksternal yang dilakukan cenderung kepada pendanaan dari bantuan yang diberikan. Tema 6: Pendidikan alternative Tema pendidikan alternatif secara rinci tergambar dari . PKBM menyelenggarakan pendidikan yang tidak didapatkan di pendidikanformal dan untuk memantapkan keterampilan . sebagai pengganti pendidikan formal, yaitu dengan melayani anak-anak yang putus sekolah. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 94-106 PEMBAHASAN Beberapa program pendidikan PKBM yang dikembangkan di antaranya adalah: Program keaksaraan fungsional Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keaksaraan dasar warga masyarakat yang masih buta aksara. Saat ini di Indonesia terdapat 5,2 juta orang usia 10 sampai 44 tahun yang masih buta huruf, apabila ditambah dengan anak yang putus sekolah . rop ou. maka jumlah tersebut akan mencapai 6 juta orang (Depdiknas, 2. Olah karena itu sasaran dari kegiatan ini adalah melayani warga masyarakat yang menyandang buta aksara berusia di antara 10 sampai 44 tahun, dengan prioritas usia antara 17 sampai 30 tahun. Materi pembelajaran dan bahan atau sarana pembelajaran dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan mata pencaharian warga belajar. Perkembangan kemampuan dan keterampilan warga belajar dicatat oleh tutor sebagai hasil evaluasi pembelajaran, terutama berhubungan dengan mata pencahariannya, baik dalam bentuk tulisan maupun perubahan tingkah laku warga belajar selama mengikuti . Sangat dimungkinkan tidak ada tes khusus hasil belajar. Pengembangan anak dini usia . arly childhoo. Salah satu program yang dikembangkan di PKBM adalah program pendidikan anak usia dini. Alasan dasar mengapa program ini dikembangkan karena sampai saat ini perhatian terhadap pendidikan anak usia dini masih sangat rendah. Padahal, konsep pembangunan sumber daya manusia (SDM) justru dimulai sejak masa usia dini. Rendahnya kualitas hasil pendidikan di Indonesia selama ini cerminan rendahnya kualitas SDM Indonesia. Oleh sebab itu PKBMmemiliki kewajiban untuk mengembangkan program tersebut sejalan dengan tujuan dan fungsi PKBM di tengahtengah masyarakat. Program kesetaraan . quivalency educatio. Rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia salah satunya diakibatkan oleh tingginya angka putus sekolah, pada level pendidikan dasar dan level pendidikan Pada tingkat Sekolah Dasar 25 persen dari jumlah lulusannya tidak melanjutkan ke jenjang . yang lebih tinggi atau jenjang SMP/Mts, begitu pula 50 persen lulusan SMP/Mts tidak melanjutkan ke jenjang SMA/MA. (Depdiknas 2. Oleh karena permasalahan-permasalahan tersebut, program kesetaraan merupakan program yang sangat vital dalam menjawab permasalahan kualitas . sumber daya PENGALAMAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM MEMFASILITASI MASYARAKAT BELAJAR DI PAUD KARTINI SIDODADI KECAMATAN PANGKATAN KABUPATEN LABUHAN BATU Sesuai dengan fungsi dan peranannya PKBM sebagai pusat kegiatan pembelajaran masyarakat memiliki peran penting dalam mengembangkan programprogram kesetaraan di tengah-tengah masyarakatnya. Program kesetaraan melingkupi program Kelompok Belajar paket A setara SD/MI. Kelompok Belajar Paket B setara SMP/MTs dan Kelompok Belajar Paket C SMA/MA. Kelompok belajar usaha Program kelompok belajar usaha (KBU) diperuntukkan bagi masyarakat . arga belaja. yang minimal telah bebas buta aksara dan atau selesai program kesetaraan. Juga masyarakat lainnya yang merasa perlu untuk meningkatkan dan memperoleh pengetahuan serta keterampilan baru. Warga belajar dikelompok belajar usaha dapat memilih berbagai alternatif jenis keterampilan dan jenis usaha yang akan dikembangkan dalam kelompoknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Pengembangan program magang pada PKBM Salah satu program yang teridentifikasi dikembangkan PKBM adalah program Dalam PKBM magang dibagi dalam dua kegiatan ada magang individual dan ada magang kelompok. Magang individual adalah magang yang dilakukan oleh satu orang warga belajar pada kegiatan-kegiatan pelatihan atau keterampilan tertentu. Sedangkan magang kelompok adalah pemagangnya lebih dari 1 orang biasanya 2 sampai dengan 5 orang. Jenis keterampilan yang dimagangkan sangat bervariasi dan tergantung kebutuhan dan kesiapan warga belajar serta kesiapan PKBM dalam meyiapkan programprogram yang sesuai dengan dunia industri. Sasaran magang adalah warga belajar yang minimal sudah terbebas dari buta huruf atau telah menyelesaikan pendidikan dasar (Paket A dan B. SD/MI. SMP/MT. serta memiliki dasar keterampilan tertentu. Program magang merupakan program khusus yang dikembangkan PKBM, dan tidak semua PKBM menyelenggarakan program ini karena menuntut kesiapan dan kerjasama dengan mitra . atau bengkel kerja tertentu. Kegiatan magang yang diselenggarakan PKBM umumnya disesuaikan dengan daerah tertentu, seperti Pangkatan, banyak warga belajar yang cetak batu bata . embuat bat. , penganyam lidi atau menjadi tukang bangunan, serta magang pada industri kerajinan khas Labuhan Batu seperti souvenir. Begitu pula di daerah lainnya seperti di Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan magang banyak dilakukan pada industri anyaman khususnya CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 94-106 kerajinan tangan. Di Labuhan Batu magang keterampilan banyak dilakukan di industri percetakanbatu bata baik yang berskala kecil maupun menengah. Kursus keterampilan Beberapa jenis keterampilan yang teridentifikasi dan dikembangkan dalam PKBM adalah: keterampilan komputer . oftware dan hardwar. , kursus keterampilan bahasa (Inggris, tata busana. Mandarin. Arab dan lain-lain. Kursus mekanik otomotif, elektronika, perhotelan, tata busana, tata boga, tata kecantikan, gunting rambut, akupuntur, memasak, pijat dan lain-lain. Program-program tersebut dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mendukung profesi . Program-program PKBM di Paud Kartini Sidodadi Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu dikembangkan secara bervariasi dan tergantung pada kebutuhan sasaran didik atau warga belajar. Jarang sekali ditemukan satu PKBM yang mengembangkan lebih dari 4 program kegiatan, paling dominan 2 sampai 3 program kegiatan dengan sasaran yang bervariasi, baik dari usia maupun latar belakang pendidikan dan ekonomi. Beberapa PKBM lebih banyak mengembangkan program yang sesuai dengan program pemerintah khususnya Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah atau program daerah seperti dari Dinas Pendidikan (Sub Dinas PLS). Kurikilum PKBM Pendidikan yang disetarakan dengan pendidikan umum atau sekolah formal melalui Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. Satuan pendidikan tersebut adalah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyaraka. yang secara kurikulum menerapkan kurikulum K13, sama seperti kurikulum di sekolah formal pada Bahkan capaian kompetensinya terbilang sama dan setara. Perbedaan yang paling mencolok antara PKBM dengan sekolah formal ialah adanya fleksibilitas proses Pada pendidikan formal, kegiatan belajar mengajar baku dilaksanakan selama 5 atau 6 hari dengan jam pelajaran yang telah ditentukan. Sedangkan di PKBM terdapat fleksibilitas kegiatan belajar mengajar dengan menggabungkan pola pembelajaran tatap muka Langsung. Tutorial, dan atau Mandiri. sehingga PKBM dapat mengatur jam dan metode pembelajaran yang digunakan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2013 tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal. PKBM dapat didirikan oleh perorangan, kelompok orang dan atau badan hukum. Sehingga PENGALAMAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM MEMFASILITASI MASYARAKAT BELAJAR DI PAUD KARTINI SIDODADI KECAMATAN PANGKATAN KABUPATEN LABUHAN BATU PKBM juga memiliki batas kemampuan yang tidak sama dengan sekolah formal. Meskipun begitu. PKBM memiliki tujuan yang mulia, yakni berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Manajemen PKBM Manajemen PKBM Perencanaan Perencanaan sebagai bagian penting dalam proses manajemen merupakan suatu tahap yang harus dilewati sebelum melangkah ke tahap berikutnya, karena melalui proses ini dapat ditentukan tujuan yang hendak dicapai melalui proses tersebut disesuaikan dengan kebutuhan serta fakta-fakta di lapangan. Sebagaimana diungkapkan Maman Ukas . bahwa perencanaan dapat didefinisikan sebagai Ausuatu proses penggunaan faktafakta yang berhubungan dengan dugaan masa yang akan datang yang akan diikuti dengan tindakan perbuatan untuk mencapai tujuan tertentuAy. Sehubungan dengan hal tersebut maka pendirian PKBM sebagai suatu wadah pemberdayaan masyarakat memerlukan suatu perencanaan yang matang dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan tertentu serta penggunaan strategi yang tepat dalam mewujudkannya. Melalui perencanaan yang baik PKBM diharapkan dapat menjadi suatu wadah pemberdayaan masyarakat yang benar- benar handal sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sebagaimana yang diharapkan dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manuasia secara menyeluruh. Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam suatu proses perencanaan PKBM berdasarkan Balai Pengembangan Kegiatan Belajar . adalah sebagai berikut: . Melakukan pendataan umum masalah/kebutuhan dan sumber daya pendukungnya. Menyusun prioritas kebutuhan program masing-masing bidang. Menyusun program kegiatan layanan. Menyusun program kerja tahunan PKBM. Pengorganisasian Pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen bertujuan menciptakan hubungan yang baik antar tiap bagian sehingga mampu melahirkan koordinasi yang baik antara atasan dengan bawahan dalam suatu organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut Maman Ukas . mengemukakan bahwa Auada tiga langkah yang dapat dilaksanakan: Merancangkan struktur organisasi, . Mendefinisikan wewenang, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab, dan . Menetapkan hubungan kerjaAy. Sejalan dengan tujuan pengorganisasian di atas, berdasarkan Balai Pengembangan kegiatan pembelajaran CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 94-106 menjelaskan bahwa tujuan pengoranisasian dalam PKBM adalah: . Pendayagunaan sumber daya untuk pelaksanaan program/kegiatan. Pelaksanaan program/kegiatan. Tenaga kependidikan pada penyelenggaraan PKBM dan pelaksanaan program kegiatan. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam proses pengorganisasian PKBM sebagaimana diuraikan Balai Pengembangan Kegiatan Belajar . adalah sebagai: . Menyiapkan dan menggerakkan sumber daya yang teridentifikasi. Mengkaji dan menata sumber daya yang akan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan/tuntutan program/kegiatan. Menata pelaksanaan program/kegiatan serta menata tenaga Pelaksanaan Pembelajaran Pada prinsipnya pelaksanaan pembelajaran di PKBM tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran pada sistem persekolahan, namun di dalam PKBM kegiatan pembelajaran lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat setempat disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta tuntutan pasar, di samping itu warga belajar yang ada di dalam PKBM tidak dibatasi oleh usia sebagaimana dalam pendidikan Adapun kegiatan dalam pelaksanaan PKBM berdasarkan Balai Pengembangan Kegiatan Belajar . adalah: . Memotivasi warga belajar, . Mengadakan dan atau mengembangkan bahan belajar pokok bagi warga belajar dan bahan pengajaran pokok bagi tutor/ nara sumber. Melaksanakan proses belajar dan . Menilai proses dan hasil kegiatan mengajar secara berkala. Pengendalian dan Pengevaluasian Proses pelaksanaan kegiatan dalam berbagai bidang perlu dikendalikan serta dievaluasi secara berkesinambungan guna memperoleh hasil yang maksimal. Demikian halnya pelaksanaan PKBM sebagai suatu wadah pengembangan sumber daya manusia, karenanya Balai Pengembangan Kegiatan Belajar . menetapkan langkah-langkah: Melaksanakan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program/kegiatan. Mengukur tingkat pencapaian tujuan penyusunan. Menyusun rekomendasi hasil pengukuran dan bahan masukan penyusunan rencana kerja tahunan. Menyusun laporan tahunan penyelenggaraan PKBM. PENGALAMAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM MEMFASILITASI MASYARAKAT BELAJAR DI PAUD KARTINI SIDODADI KECAMATAN PANGKATAN KABUPATEN LABUHAN BATU KESIMPULAN PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Beberapa program pendidikan PKBM yang dikembangkan di antaranya adalah: Program keaksaraan fungsional Pengembangan anak dini usia . arly childhoo. Program kesetaraan . quivalency educatio. Kelompok belajar usaha Pengembangan program magang pada PKBM Kursus keterampilan Manajemen PKBM Manajemen PKBM Perencanaan Pengorganisasian Pelaksanaan Pembelajaran Pengendalian dan Pengevaluasian DAFTAR RUJUKAN Creswell. Penelitian kualitatif & desain riset: Memilih di antara lima pendekatan, edisi ketiga. (Diterjemahkan dari Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches. Third Edition. SAGE, 2. Penerjemah: Ahmad Lintang Lazuardi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kaufman. ,& Mayer dalam Rita C. Richey. Encyclopedia of terminology for educational communications and technology. New York: Springer. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Standar dan prosedur penyelenggaraan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sitepu. Pengembangan sumber belajar. Jakarta: Rajawali Pers. Suparman. Desain instruksional. Jakarta: Universitas Terbuka, 2010. https://m. com/humaniora/336733/pusat-kegiatan-belajar-masyarakatkejar-pendidikan-di-wilayah-3t https://datakata. com/2014/11/28/pkbm-pusat-kegiatan-belajar-masyarakat/ CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023