Volume 8 | Nomor 2 | Tahun 2025 | Halaman 435Ai448 E-ISSN 2615-8655 | P-ISSN 2615-725X http://diglosiaunmul. com/index. php/diglosia/article/view/1199 Struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo Personality structure of the main character in the collection of cerkak AuLangit Biru KanayaAy by Sunaryata Soemardjo Egie Yuandita Syah Putri1,* & Sungging Widagdo2 Universitas Negeri Semarang Sekaran. Gunungpati. Semarang. Indonesia Email: egieyuandita@students. Orcid: https://orcid. org/0009-0003-2266-174X Email: sunggingwidagdo@mail. Orcid: https://orcid. org/0009-0002-5637-6296 Article History Received 17 January 2025 Revised 19 April 2025 Accepted 24 April 2025 Published 9 June 2025 Keywords short stories. personality structure. Sigmund Freud. Kata Kunci struktur kepribadian. Sigmund Freud. Read online Scan this QR code with your smart phone or mobile device to read online. Abstract A person's mental health affects their well-being, and a balanced personality structure between id, ego, and superego allows the main character to achieve their well-being. This is illustrated in Sunaryata Soemardjo's collection of cerkak Langit Biru Kanaya. The author displays the character's personality structure to deal with conflicts, so they can achieve prosperity. This study uses a descriptive qualitative method to analyze the main character's personality structure in Soemardjo's cerkak Langit Biru Kanaya, as described by Sigmund Freud's psychoanalysis theory. The data are in the form of words and sentences that contain the personality structure. The data source is Soemardjo's collection. This research found 75 data points of the main character's personality structure from 11 stories: 27 id, 24 ego, 24 superego. The id is the dominant personality structure, affecting the main character's welfare, which ends with regret due to impulsive decisions. The main character's personality structure in dealing with conflicts provides an illustration of resilience in facing problems and maintaining readers' mental health. Abstrak Kesehatan mental seseorang dapat memengaruhi kesejahteraan hidup. Struktur kepribadian yang seimbang antara id, ego, dan superego memungkinkan tokoh utama mencapai kesejahteraan hidupnya. Hal ini terlihat pada para tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo. Pengarang menampilkan struktur kepribadian tokoh utama untuk menghadapi konflik hidupnya, sehingga mereka mampu menyelesaikan permasalahan dan mencapai kesejahteraan hidup. Penelitian ini berupaya memaparkan struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan objektif. Data pada penelitian ini berwujud kata-kata serta kalimat yang diduga mengandung struktur kepribadian tokoh utama. Sumber data pada penelitian ini yaitu kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo. Dalam penelitian ini ditemukan 75 data struktur kepribadian tokoh utama dari 11 cerkak, terdiri atas 27 data id, 24 data ego, serta 24 data superego. Adapun id menjadi struktur kepribadian tokoh utama yang dominan, sehingga memengaruhi kesejahteraan hidup tokoh utama yang berakhir dengan penyesalan akibat keputusan impulsif. Kemunculan struktur kepribadian tokoh utama dalam menghadapi konflik di hidupnya memberikan gambaran kepada pembaca tentang ketahanan dalam menghadapi permasalahan, sehingga membentuk resiliensi dan membantu menjaga kesehatan mental pembaca. A 2025 The Author. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya by Universitas Mulawarman How to cite this article with APA style 7th ed. Putri. , & Widagdo. Struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya, 8. , 435Ae448. https://doi. org/10. 30872/diglosia. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya is an open access article under the terms of the Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License (CC BY-SA 4. Egie Yuandita Syah Putri & Sungging Widagdo Pendahuluan Kesehatan mental menjadi perhatian khusus masyarakat akibat maraknya kasus yang didasari krisis kesehatan mental. Hal ini terlihat maraknya berita beberapa waktu terakhir. Jawapos. pada tanggal 12 Oktober 2023 melaporkan terdapat mahasiswi diduga depresi mengakhiri hidupnya dengan cara lompat dari lantai 4 Mall Paragon Semarang yang setelah dilakukan penelusuran terungkap fakta bahwa orang tua korban bercerai. Sebelumnya. Detik. pada tanggal 12 Agustus 2023 memaparkan kasus serupa yakni anak menikam orang tuanya karena sakit hati sering dimarahi sejak kecil. Hal ini juga didukung oleh WHO . yang memaparkan bahwa pada tahun 2019 terdapat 970 juta jiwa di seluruh dunia yang hidup dengan menanggung gangguan mental. WHO . mengemukakan bahwa kesehatan mental dapat berpengaruh kepada pengambilan keputusan, cara berpikir, serta cara bertindak seseorang di kehidupan sehari-hari. Krisis kesehatan mental juga berdampak kepada hubungan dengan keluarga, teman, serta masyarakat. Gangguan mental dapat tumbuh karena adanya faktor-faktor gangguan yang terjadi kepada jiwa manusia. Freud . alam Hamali, 2. mengemukakan bahwa terdapat prinsip-prinsip yang mengatur proses psikis terhadap problem kejiwaan manusia. Prinsip kesenangan misalnya, psikis manusia akan berusaha untuk selalu mendekatkan kepada hal-hal yang menyenangkan agar mendapatkan kebahagiaan (Nugraha & Widagdo, 2. Hal ini dapat dibuktikan ketika manusia sedang menghadapi konflik batin tertentu akan melakukan penyelewengan dari hal baik ke hal buruk untuk menuruti prinsip kesenangannya tersebut. Selain prinsip kesenangan, terdapat pula prinsip Prinsip realitas memandang dan memahami faktor eksternal sebagai bahan pertimbangan ketika terjadi konflik batin. Pada dasarnya prinsip kesenangan dan prinsip realitas tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat dibandingkan. Sejatinya, prinsip realitas berasal dari prinsip kesenangan yang dihubungkan dengan kenyataan yang ada. Sejalan dengan konflik batin yang dialami jiwa manusia. Freud . alam Daulay et al. , 2. memaparkan dalam teori psikoanalisis terdapat struktur yang berhubungan dengan kejiwaan manusia yaitu struktur kepribadian yang meliputi id, ego, dan superego. id dapat disebut juga sebagai insting, khayalan, atau keinginan dalam diri seseorang. id berprinsip kepada insting yang menginginkan rasa senang secara instan dan menimbulkan kepuasan. id dibagi menjadi 2 yakni insting hidup dan insting mati. ego merupakan wujud tindakan nyata dari id. id yang merupakan angan-angan atau insting, diwujudkan oleh ego menjadi tindakan nyata, di mana tindakan ini dilakukan berdasarkan realitas. ego dibagi menjadi 2 yakni memperoleh energi dari id, serta berpegang pada prinsip realitas. superego atau dengan kata lain adalah hati nurani merupakan pengendali dari id dan ego. superego bertugas sebagai penilai baik dan buruknya suatu keinginan. superego dibagi menjadi 2 macam yakni kata hati dan ego ideal. Hal ini selaras dengan yang terjadi kepada para tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya. Struktur kepribadian berdasarkan pandangan Sigmund Freud meliputi id, ego, dan superego muncul dalam diri setiap tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya. Cerkak tersebut ditulis oleh pengarang berdasarkan realitas yang terjadi di masyarakat sehingga mampu membangkitkan empati pembaca. Unsur id, ego, dan superego yang ada dalam diri tokoh utama memengaruhi keputusan yang diambil, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap segala aspek Menurut Fadilah & Ismail . pengarang dapat menarik pembaca untuk membahas fenomena yang sedang terjadi di tengah masyarakat dengan cara menyampaikan ide ke dalam karya sastra yang diciptakannya. Pendapat serupa sebelumnya diutarakan Susanto et al. yang memaparkan bahwa karya sastra dapat disebut juga sebagai pemikiran pengarang yang digambarkan dalam bentuk narasi melalui sebuah karya sastra. Dengan demikian, struktur kepribadian id, ego, dan superego yang ada dalam diri manusia juga tercermin dalam karya sastra melalui tokoh utama sebagai cerminan psikologis manusia. Wicaksono . menyebutkan bahwa sastra sendiri terbagi dalam tiga genre, yaitu drama, puisi, serta prosa. Cerita singkat atau yang biasa disebut cerkak merupakan salah satu karya sastra prosa Jawa (Suwarni & Sulistiani, 2. Menurut Novita . cerkak memiliki tokoh yang Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo terbatas dan terdiri dari alur, latar, serta konflik yang tunggal. Hal ini membuat cerkak dapat dibaca dalam waktu singkat. Kumpulan cerkak dengan judul Langit Biru Kanaya yang ditulis oleh Sunaryata Soemardjo ini mulanya dimuat dalam kalawarti minggon Jaya Baya. Kemudian dijadikan sebuah buku berisi 11 cerkak kumpulan karya Sunaryata Soemardjo dengan judul Langit Biru Kanaya. Judul Langit Biru Kanaya sendiri berasal dari salah satu cerkak yang berada dalam buku kumpulan cerkak tersebut. Kumpulan cerkak dengan judul Langit Biru Kanaya ini mengisahkan suatu permasalahan yang sedang dihadapi tokoh utama dan menimbulkan konflik batin dalam diri tokoh Kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya akan diteliti menggunakan pendekatan objektif. Menurut Yudiono . alam Rahmawan et al. , 2. pendekatan objektif merupakan pendekatan yang berfokus pada unsur intrinsik dari sebuah karya sastra dan tidak melibatkan penulis maupun unsur luar dari karya tersebut. Nurgiyantoro . memaparkan bahwa strukturalisme dapat disebut juga sebagai pendekatan objektif. Dalam strukturalisme menilik sebuah karya sastra secara objektif berfokus pada isi karya sastra, tidak terikat dengan latar belakang sejarah, niat penulis, maupun efek terhadap pembaca. Penelitian ini sejalan dengan pandangan Nurgiyantoro, yakni menggunakan pendekatan objektif untuk menganalisis unsur intrinsik yaitu struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya. Penelitian ini akan berfokus untuk meneliti tokoh utama dalam setiap cerkak yang disajikan. Menurut Nurgiyantoro . tokoh merupakan seseorang atau sekelompok orang yang dihadirkan dalam suatu karya di mana terdapat sebuah kecenderungan yang diungkapkan baik melalui ucapan maupun tindakan. Lebih lanjut. Nurgiyantoro . memaparkan bahwa ciri tokoh utama dapat ditinjau dari seberapa sering tokoh tersebut muncul dan terlibat di setiap jalan cerita, serta senantiasa diutamakan penceritaannya dengan cara dimunculkan sebagai pelaku maupun sebagai korban dari suatu permasalahan dalam sebuah cerita. Penelitian ini berfokus pada tokoh utama karena dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya berfokus pada jalan cerita yang dihadapi oleh tokoh utama, serta hanya gejolak batin yang dirasakan tokoh utama yang senantiasa ditampilkan di setiap cerita. Kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya dipilih sebagai objek kajian karena diduga memiliki keunikan struktur kepribadian pada diri tokoh utama di setiap cerkak-nya. Struktur kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud selaras dengan konflik yang muncul dalam diri setiap tokoh utama kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya. Struktur kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud dapat membedah struktur kepribadian yang muncul dari para tokoh utama, sehingga dapat mempermudah pemahaman atas apa yang sedang dirasakan oleh tokoh utama. Pembahasan mengenai struktur kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih memahami dorongan batin yang dialaminya. Masyarakat diharapkan dapat membedakan manakah dorongan id, ego, serta superego sehingga dapat mencegah munculnya gangguan mental serta dapat memunculkan kesejahteraan hidup. Karya sastra dinilai cocok sebagai media edukasi kepada masyarakat karena digandrungi masyarakat dari berbagai usia, serta dapat memberikan gambaran secara jelas dan sederhana sehingga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan mudah. Penelitian mengenai struktur kepribadian tokoh utama telah banyak dilakukan. Beberapa sampel penelitian yang relevan yakni penelitian dari Latifah . tentang rasa khawatir tokoh utama dalam antologi cerkak Trem, dengan hasil berupa struktur kepribadian tokoh utama berdasarkan teori Sigmund Freud yang lebih condong ke arah ego, serta memaparkan konflik kejiwaan berwujud khawatir. Selanjutnya penelitian dari Ulfa . tentang rasa bingung tokoh utama dalam novel Tembang Raras ing Tepis Ratri. Hasil penelitiannya berupa struktur kepribadian tokoh utama berdasarkan teori Sigmund Freud, sistem pengelolaan ego dari tokoh utama, serta wujud rasa bingung. Selanjutnya penelitian dari Kurniawati & Purnomo . memaparkan data wujud rasa bingung, serta sistem pengelolaan ego tokoh Fitri dalam novel Uran-uran Katresnan. Adapun penelitian dari Jamal & JaF . meneliti tentang faktor kerusakan jiwa manusia melalui analisis novel Cormac McCarthyAos The Road, yang digambarkan dengan perjuangan hidup serta solusi dari masalah yang dihadapi tokoh. Kemudian penelitian yang dikemukakan oleh Najia et Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Egie Yuandita Syah Putri & Sungging Widagdo . tentang struktur kepribadian id, ego, dan superego yang memengaruhi kehidupan tokoh Amir dalam novel The Kite Runner. Penelitian-penelitian tersebut hanya memberikan analisis satu tokoh utama di dalam satu judul karya sastra. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis struktur kepribadian setiap tokoh dari 11 judul cerkak dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo. Penelitian ini mampu memberikan gambaran bagi pembaca terkait corak kepengarangan karya Sunaryata Soemardjo dalam mengembangkan struktur kepribadian tokoh di dalam setiap karyanya. Kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo belum pernah diteliti dengan menggunakan kajian apa pun, dan memberikan peluang besar terhadap berbagai kajian sekaligus menjadi objek pembeda dari penelitian struktur kepribadian sebelumnya. Penelitian ini berupaya memaparkan struktur kepribadian para tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang struktur kepribadian tokoh utama pada karya sastra, serta dapat menggugah masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dengan cara memahami dorongan batin yang dialaminya. Metode Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif studi pustaka dengan pendekatan objektif, serta berfokus kepada tokoh utama di setiap cerkak sebagai sasaran penelitiannya. Data berwujud kata-kata serta kalimat yang diduga mengandung struktur kepribadian tokoh utama yang bersumber dari kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo . Adapun sumber data pada penelitian ini yaitu kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo . Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik baca dan catat. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis konten yang dipadukan dengan model analisis data berlangsung yang dicetuskan oleh Miles dan Huberman. Analisis konten memfasilitasi pemahaman yang komprehensif tentang sebuah karya sastra melalui analisis yang sistematis (Aristya, 2. Hal ini diwujudkan melalui tahapan: . pengumpulan data, . reduksi data, . pengelompokan data, . penyajian data, . Pengumpulan data dilakukan terhadap kata-kata serta kalimat yang diduga mengandung struktur kepribadian tokoh utama yang bersumber dari kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo, lantas data dicatat dalam kartu data. Kemudian proses reduksi data dilaksanakan dengan cara menyortir serta mengelompokkan data yang berkaitan dengan struktur kepribadian tokoh utama. Selanjutnya penyajian data, yaitu menyajikan informasi dalam bentuk teks deskriptif guna menjawab rumusan masalah penelitian. Langkah terakhir melakukan verifikasi dan menarik kesimpulan atas dasar data serta hasil penelitian yang telah terlaksana terkait struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo. Pembahasan Berdasarkan temuan analisis terhadap struktur kepribadian pada tokoh utama dalam buku kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo ditemukan hasil yang mengemukakan bahwa struktur kepribadian pada tokoh utama di setiap cerkak terdiri dari id yang diklasifikasikan ke dalam insting hidup dan insting mati, ego yang diklasifikasikan ke dalam memperoleh energi dari id dan berpegang pada prinsip realitas, dan superego yang diklasifikasikan ke dalam kata hati dan ego ideal. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan data struktur kepribadian id yang diklasifikasikan ke dalam insting hidup dan insting mati berjumlah 27 data, dengan perincian data tertera dalam Tabel 1. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo Tabel 1. Data Temuan Id Judul Anak Kadho Saka Dhimas Tilpun Kalung Mobil Anyar Layang Oma Grimise Isih Kerep Langit Biru Kanaya SofieAo Kompor Bang Wetan Wus Sumulak Total Tokoh Mining Mak Imah Rik Joko Yitno Opa Kirana Yuriko Sofie Aku Bayu Karakter P Ae Ibu P Ae Pengasuh P Ae Istri L Ae Teman L Ae Ayah L - Suami P Ae Istri P Ae Teman P Ae Teman Kencan L Ae Dewasa L Ae Teman Insting Hidup Insting Mati Insting Hidup Ardiansyah et al. menjelaskan bahwa insting hidup bergerak atas dasar pemenuhan kebutuhan hidup manusia, seperti makan, minum, seksualitas, pendidikan, dan pekerjaan. Energi hidup menggunakan energi berbentuk libido. Hal ini dialami oleh para tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo sebagaimana tercantum pada beberapa kutipan berikut. Damar, anake lanang sing mung siji wis klas loro SMP butuh ragad kanggo nerusake sekolahe. Arep dibandhani apa wong wis ora duwe apa-apa (AuAnak,Ay Soemardjo, 2019:. Damar, anak laki-lakinya yang hanya satu sudah kelas dua SMP membutuhkan uang untuk meneruskan sekolahnya. Mau dimodali apa orang sudah tidak punya apa-apa. Kutipan di atas menunjukkan bahwa Mining berkeinginan untuk meneruskan sekolah anaknya, meskipun ekonominya sedang terpuruk. Ardiansyah et al. memaparkan bahwa pendidikan berperan penting dalam membentuk kehidupan manusia. Keinginan Mining untuk menyekolahkan anaknya mencerminkan dorongan insting hidup yang ingin mempertahankan kehidupan yang layak di masa depan melalui jalur pendidikan. Pemikiran Mining didukung oleh pernyataan Apriansyah et al. bahwa insting hidup adalah dorongan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, baik secara individu maupun dalam konteks sosial. Dorongan id yang muncul pada diri Mining berkaitan erat dengan keinginan untuk memenuhi kebutuhan ego kemudian menyalurkan energi libido dari dorongan tersebut menjadi usaha untuk tetap menyekolahkan anaknya, meski harus mengorbankan banyak hal. Keputusan Mining ini menunjukkan bahwa insting hidup bisa menjadi kekuatan pendorong bagi seseorang untuk bertahan dan terus berjuang, meskipun berada dalam kondisi yang sangat sulit. Yen lulus mengko dheweke isih kepengin nerusake kuliah (AuSofieAo,Ay Soemardjo, 2019:. Ketika lulus nanti dirinya masih ingin meneruskan kuliah. Kutipan di atas menunjukkan keinginan Sofie untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi meskipun kondisi keluarganya berantakan dan kekurangan. Keinginan ini mencerminkan dorongan insting hidup yang mendorong seseorang untuk bertahan hidup dan memperbaiki kualitas hidupnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Ardiansyah et al. , pendidikan termasuk kebutuhan dasar manusia yang menjadi bagian dari insting hidup. Sofie melihat pendidikan sebagai sarana untuk melepaskan diri dari kemiskinan untuk hidup yang lebih Pandangan Sofie serupa dengan gagasan Apriansyah et al. yang menyatakan bahwa insting hidup atau eros, mendorong manusia untuk bertahan hidup dan menghindari bahaya dengan cara memperbaiki masa depan. Dalam konteks Sofie, dorongan id yang kuat untuk mengubah nasib disalurkan melalui ego dan memotivasi dirinya untuk melanjutkan kuliah. Dengan demikian, keinginan Sofie menunjukkan bahwa insting hidup tidak hanya mencakup Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Egie Yuandita Syah Putri & Sungging Widagdo kebutuhan biologis, tetapi juga kebutuhan sosial dan psikologis, seperti pendidikan dan Kedua kutipan di atas menggambarkan bagaimana insting hidup mendorong tokoh-tokoh utama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, dengan pendidikan sebagai jalan untuk memperbaiki hidup mereka. Mining dan Sofie memiliki kesadaran bahwa keterbatasan akses pendidikan menyebabkan penderitaan dan kemiskinan. Oleh karena itu, mereka berjuang untuk melanjutkan pendidikan sebagai bentuk perlawanan terhadap keadaan yang sulit. Melalui pendidikan, tokohtokoh ini berharap dapat memperoleh pekerjaan yang layak dan mengatasi siklus kemiskinan. Pendidikan menjadi saluran bagi insting hidup mereka, yang memperlihatkan resiliensi dalam menghadapi tekanan hidup dan keterbatasan yang ada. Insting Mati Taum . memaparkan bahwa insting mati bersifat merusak dan senantiasa mendorong manusia untuk bertindak agresif demi mendapatkan kepuasan instan tanpa mempertimbangkan Hal ini dialami oleh para tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo sebagaimana tercantum pada beberapa kutipan berikut. Saupama ketemu Wawan, paling ora banjur tuwuh rasa kaya biyen maneh. Nanging ora apa-apa. Wong mung ketemu wae kok (AuGrimise Isih Kerep,Ay Soemardjo, 2019:. Seumpama bertemu Wawan, paling tidak kemudian tumbuh rasa seperti dulu lagi. Namun tidak apa-apa. Kan cuma bertemu saja kok. Kutipan di atas menunjukkan bahwa Rik memutuskan untuk menerima tawaran tumpangan dari mantan kekasihnya tanpa mempertimbangkan perasaan suaminya yang telah menunggunya Tindakan Rik tergolong sebagai tindakan agresif karena menyakiti orang lain, dalam hal ini suaminya. Berdasarkan pemaparan Apriansyah et al. , tindakan agresif merupakan bagian dari insting mati yang mendorong seseorang untuk merusak atau menyakiti. Tindakan Rik juga bersifat impulsif karena dilakukan tanpa pertimbangan matang. ego dan superego tidak mampu membendung dorongan id untuk bertemu kembali dengan seseorang yang pernah ia cintai. Hal ini serupa dengan yang dijelaskan oleh Annisa & Israhayu . bahwa tindakan impulsif muncul karena ego gagal mengontrol keinginan id dan superego tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai pengontrol moral. Maka dari itu, tindakan Rik termasuk dalam dorongan insting mati karena dilakukan secara agresif dan impulsif tanpa mempertimbangkan norma dan perasaan orang lain. AuSenajan batine wis janji ora bakal nuntut dinikahi papa, nanging rasane ora bisa upama kudu pisah (AuSofieAo,Ay Soemardjo, 2019:. Walaupun batinnya sudah berjanji tidak akan menuntut dinikahi papa, namun rasanya tidak bisa jika harus pisah. Kutipan di atas menunjukkan bahwa Sofie memaksa Om Dedi untuk tetap bersamanya meskipun telah berjanji tidak akan menuntut dinikahinya. Tindakan ini tergolong agresif karena menyakiti hati istri dan anak dari Om Dedi, mengingat status Sofie sebagai perempuan simpanan. Berdasarkan Apriansyah et al. , insting mati mendorong manusia untuk melakukan tindakan destruktif atau merusak sebagai bentuk pemenuhan hasrat, yang dalam hal ini terlihat dari keinginan Sofie mempertahankan hubungannya secara sepihak tanpa mempertimbangkan dampak bagi orang lain. Tindakan Sofie juga merupakan bentuk impulsivitas karena dorongan id yang kuat tidak diimbangi oleh fungsi ego dan superego, sebagaimana dijelaskan dalam Annisa & Israhayu . bahwa tindakan agresif terjadi ketika ego gagal membendung keinginan id dan superego tidak berfungsi sebagai kontrol moral. Oleh karena itu, tindakan Sofie mencerminkan insting mati Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo berupa agresivitas emosional yang menimbulkan ketegangan dan konflik, baik bagi dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya. Melalui dua tokoh tersebut, tampak bahwa insting mati mendorong individu bertindak secara impulsif demi pemuasan sesaat. Ketidakmampuan ego dan superego mengendalikan dorongan id menjadikan tokoh-tokoh tersebut cenderung melukai orang lain maupun dirinya sendiri. Insting mati dalam kutipan tersebut menjadi gambaran tentang kerapuhan kepribadian yang tidak seimbang, yang pada akhirnya menjauhkan tokoh dari kesejahteraan dan ketenangan hidup. Temuan ini sejalan dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang menjelaskan bahwa ketidakseimbangan antara id, ego, dan superego dapat memicu perilaku destruktif dan konflik batin dalam diri individu. Ego Berdasarkan hasil analisis, ditemukan data struktur kepribadian ego yang terdiri dari memperoleh energi dari id dan berpegang pada prinsip realitas berjumlah 24 data, dengan perincian data tertera dalam Tabel 2. Tabel 2. Data Temuan Ego Judul Tokoh Anak Kadho Saka Dhimas Tilpun Kalung Mobil Anyar Layang Oma Grimise Isih Kerep Langit Biru Kanaya SofieAo Kompor Bang Wetan Wus Sumulak Total Mining Mak Imah Rik Joko Yitno Opa Kirana Yuriko Sofie Aku Bayu Karakter P Ae Ibu P Ae Pengasuh P Ae Istri L Ae Teman L Ae Ayah L - Suami P Ae Istri P Ae Teman P Ae Teman Kencan L Ae Dewasa L Ae Teman Memperoleh Energi dari Id Berpegang pada Prinsip Realitas Memperoleh Energi dari Id Ristiana & Adeani . mengemukakan bahwa id memberikan energi kepada ego kemudian mendorong ego untuk memuaskan kebutuhan id bagaimanapun caranya. Dalam hal ini id menuntut untuk dituruti dan tidak ingin dikecewakan. Hal ini dialami oleh para tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo sebagaimana tercantum pada beberapa kutipan berikut. Ah,. cuek wae, ben omongane wong-wong sing ngana sing ngene, ora perlu digubris. Sing penting dheweke bisa urip mandiri lan seneng. (AuSofieAo,Ay Soemardjo, 2019: . Ah. cuek saja. Biar pembicaraan orang-orang yang seperti itu seperti ini, tidak perlu digubris. Yang penting dirinya bisa hidup mandiri dan senang. Kutipan di atas menunjukkan bahwa Sofie memilih untuk tidak memedulikan omongan orang demi bisa hidup mandiri dan bahagia. Ia menerima uang dan kasih sayang dari Om Dedy sebagai cara untuk memenuhi kebutuhannya baik secara materi maupun emosional. Dalam hal ini, dorongan id mendorong Sofie untuk mencari kebahagiaan dan kemandirian. ego kemudian bekerja sebagai pengelola yang menyalurkan dorongan tersebut ke dalam tindakan nyata, yaitu menjadi teman kencan Om Dedy. Nugraha . menjelaskan bahwa ego berperan sebagai manajer kepribadian yang menentukan insting mana yang dipuaskan dan bagaimana caranya, dengan tetap mempertimbangkan kenyataan. Seluruh energi ego berasal dari id, sehingga upaya Sofie untuk bertahan hidup dan mengejar kebahagiaan berasal dari kekuatan dorongan id yang dikelola oleh Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Egie Yuandita Syah Putri & Sungging Widagdo Dalam hal ini, keputusan Sofie merupakan bentuk kompromi antara kebutuhan batin dan tuntutan lingkungan, sebagai upaya untuk mereduksi ketegangan dalam dirinya dan memperkuat harga diri. AuGedhe banget, senajan diijoli awakmu isih durung nyucuk. Ay Krungu omonganku dheweke mbrabak, kaya tersinggung. Iki sing dakgoleki (AuKalung,Ay Soemardjo, 2019:. AuBesar sekali, walaupun diganti dirimu masih belum cukup. Ay Mendengar perkataanku dia menahan tangis, seperti tersinggung. Ini yang aku cari. Kutipan di atas menunjukkan bahwa Jono melampiaskan rasa sakit hatinya kepada Resti dengan ucapan yang menyakitkan. Ia merasa tidak bisa membalas secara fisik, sehingga memilih cara lain yang menurutnya lebih tepat yakni dengan cara menyakiti secara emosional. Keputusan Jono untuk mengucapkan kalimat yang membuat Resti tersinggung merupakan bentuk pelampiasan dari dorongan id yang menuntut kepuasan atas rasa sakit hati dan ketidakadilan yang ia rasakan. Dalam hal ini, ego bekerja sebagai penengah antara dorongan id dan kenyataan, dengan menyalurkan dorongan tersebut ke dalam bentuk tindakan verbal. Nugraha . menyatakan bahwa ego bertugas memilih insting mana yang dipuaskan dan bagaimana caranya, dengan tetap mempertimbangkan realitas. ego Jono tidak memilih kekerasan fisik, tetapi menggunakan katakata untuk mencapai kepuasan emosional. Maka, kepuasan yang dirasakan Jono setelah melihat Resti tersinggung menjadi bentuk pemuasan id yang disalurkan melalui proses ego yang tetap mempertahankan kontrol dalam batas realitas. Kedua kutipan di atas menunjukkan bahwa dorongan id mendorong tokoh utama untuk memenuhi kebutuhan emosional dan materiil, meskipun tidak selalu tanpa pertimbangan. Sofie dan Jono bertindak berdasarkan dorongan id, tetapi ego mereka berperan dalam menyalurkan dorongan tersebut ke dalam tindakan yang lebih realistis. ego memperoleh energi dari id untuk menyeimbangkan keinginan batin dengan tuntutan lingkungan. Dalam hal ini, dorongan id menjadi sumber daya psikis yang mana ketika dikelola dengan baik oleh ego, memungkinkan tokoh bertahan dalam situasi penuh tekanan. Dengan demikian, peran ego sebagai penengah memperlihatkan resiliensi tokoh dalam mengatasi konflik batin dan tekanan eksternal. Berpegang pada prinsip realitas Fatih . menjelaskan bahwa ego juga berperan sebagai mediator antara dorongan dari id dengan kenyataan yang ada. ego berpegang pada prinsip realitas yang berfungsi untuk meredam dorongan id hingga ditemukan cara yang sesuai dengan kenyataan untuk mewujudkan dorongan dari id. Hal ini dialami oleh para tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo sebagaimana tercantum pada beberapa kutipan berikut. Pungkasane Mining sida budhal menyang Surabaya nyambut gawe ana omahe Pak Marno (AuAnak,Ay Soemardjo, 2019:. Akhirnya Mining jadi berangkat ke Surabaya bekerja di rumahnya Pak Marno. Kutipan di atas menunjukkan bahwa Mining memutuskan untuk bekerja demi menyekolahkan anaknya. Dorongan untuk menyekolahkan anak berasal dari id, sementara keputusan untuk bekerja mencerminkan fungsi ego yang merespons kenyataan secara realistis. Mining tidak menuruti keinginan id secara impulsif, tetapi menyalurkannya melalui jalan rasional, yaitu bekerja. Hal ini sejalan dengan pendapat Ristiana & Adeani . bahwa ego membantu individu berhubungan dengan kenyataan. Mining mampu membedakan antara dunia batin dan dunia nyata. Tidak hanya mengimajinasikan pendidikan untuk anak, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk mewujudkannya. Keputusan ini menggambarkan bagaimana ego mengelola energi dari id untuk mencapai tujuan yang realistis. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo Kirana ora bisa alasan maneh. Mas Budi isih nepati janjine (AuGrimise Isih Kerep,Ay Soemardjo, 2019:. Kirana tidak bisa alasan lagi. Mas Budi masih menepati janjinya. Kutipan di atas menunjukkan bahwa Kirana berhasil melanjutkan kuliah meskipun awalnya terhambat oleh tuntutan ibunya untuk menikah. Keputusan Kirana mencerminkan penerapan prinsip realitas ego, yang meredam dorongan id dan mencari cara realistis untuk mencapai tujuan (Ristiana & Adeani, 2. Meskipun harus menuruti keinginan ibunya, ego Kirana berhasil mengelola dorongan untuk mengejar pendidikan dengan cara yang dapat diterima dalam kenyataan hidupnya. Suami Kirana yang menepati janjinya untuk mendukung kuliah Kirana setelah anak mereka besar, menunjukkan bagaimana prinsip realitas diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keputusan ini menggambarkan bagaimana ego menyeimbangkan keinginan pribadi dengan tuntutan sosial dan keluarga. Kedua kutipan di atas menggambarkan bagaimana ego, dengan prinsip realitasnya, berperan sebagai mediator antara dorongan id dan kenyataan yang ada. Mining dan Kirana menghadapi dorongan kuat dari id, baik untuk memenuhi kebutuhan batin maupun meraih tujuan pribadi, namun keduanya tidak hanya mengikuti dorongan tersebut tanpa pertimbangan. ego mereka berfungsi untuk meredam dorongan id dan menyalurkan energi tersebut melalui cara-cara yang sesuai dengan kenyataan yang ada. Keputusan Mining untuk bekerja demi menyekolahkan anaknya dan keputusan Kirana untuk melanjutkan kuliah setelah memenuhi kewajiban sosial menunjukkan kemampuan ego untuk merumuskan langkah konkret yang dapat diterima oleh lingkungan sosial dan keluarga. Dengan demikian, prinsip realitas yang dijalankan ego memperlihatkan bagaimana tokoh-tokoh ini tetap bertahan dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan, sembari mengelola kebutuhan batin dan tuntutan dunia nyata secara seimbang. Superego Berdasarkan hasil analisis, ditemukan data struktur kepribadian superego yang meliputi kata hati dan ego ideal berjumlah 24 data, dengan perincian data tertera dalam Tabel 3. Tabel 3. Data Temuan Superego Judul Anak Kadho Saka Dhimas Tilpun Kalung Mobil Anyar Layang Oma Grimise Isih Kerep Langit Biru Kanaya SofieAo Kompor Bang Wetan Wus Sumulak Total Tokoh Mining Mak Imah Rik Joko Yitno Opa Kirana Yuriko Sofie Aku Bayu Karakter P Ae Ibu P Ae Pengasuh P Ae Istri L Ae Teman L Ae Ayah L Ae Suami P Ae Istri P Ae Teman P Ae Teman Kencan L Ae Dewasa L Ae Teman Kata Hati Ego Ideal Kata Hati Aditya et al. memaparkan bahwa kata hati berperan sebagai pengawas ketika berbuat salah dengan memberikan sanksi berupa penyesalan. Hal ini dialami oleh para tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo sebagaimana tercantum pada beberapa kutipan berikut. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Egie Yuandita Syah Putri & Sungging Widagdo Ana rasa dosa sing nylempit atine Rik. Rik rumangsa wis tumindak kliru tumrap ketulusan tresnane Mas Jati. Rik kaya-kaya wis nyepelekake katresnane Mas Jati sing sasuwene iki kanthi sabar (AuTilpun,Ay Soemardjo, 2019:. Ada rasa dosa yang terselip dalam hati Rik. Rik merasa sudah bertindak keliru terhadap ketulusan cintanya Mas Jati. Rik seperti sudah menyepelekan rasa cintanya Mas Jati yang selama ini dengan sabar. Kutipan di atas menunjukkan bahwa Rik merasa bersalah setelah bertemu dengan Wawan yang merupakan mantan kekasihnya, karena menyadari telah mengkhianati cinta suaminya. Meskipun dipengaruhi dorongan id untuk bertemu Wawan secara impulsif, perasaan bersalahnya muncul sebagai bentuk kerja superego yang menilai tindakannya salah. Menurut Ristiana & Adeani . , perasaan bersalah adalah hasil dari superego yang mengadili kesalahan individu. Resiliensi Rik terlihat dalam upayanya untuk menghadapi perasaan bersalah tersebut dan berusaha memperbaiki hubungan dengan suaminya, menunjukkan kemampuannya untuk mengatasi masalah emosional dan konflik batin yang timbul dari tindakannya. Sadalan-dalan tangise Sofie ora bisa diampah, nggetuni lelakone. Dheweke banjur janji ora kepengin ketemu Papa maneh (AuSofieAo,Ay Soemardjo, 2019:. Sejalan-jalan tangisnya Sofie tidak bisa dibendung, menyesali kelakuannya. Dirinya kemudian berjanji tidak ingin bertemu Papa lagi. Setelah lama menjadi teman kencan Om Dedy demi memenuhi kebutuhan hidup. Sofie akhirnya menunjukkan penyesalan mendalam. Tangisnya mencerminkan munculnya suara kata hati yang menyadarkan dirinya akan kesalahan tersebut. superego bekerja sebagai komponen kepribadian yang menilai tindakan berdasarkan norma moral. Nugraha . mengemukakan bahwa kata hati berperan sebagai penentu kebenaran dalam diri individu yang akan menghukumnya dengan perasaan bersalah apabila melakukan kesalahan. Penyesalan Sofie menunjukkan perasaan bersalah atas tindakannya yang selama ini melukai keluarga Om Dedy, meskipun didorong oleh dorongan untuk bertahan hidup. Resiliensi Sofie tercermin dalam kemampuannya menghadapi konflik batin dan bertekad memperbaiki diri. Keputusannya untuk tidak bertemu lagi dengan Om Dedy menunjukkan keberanian meninggalkan zona nyaman demi menebus kesalahan dan menjalani kehidupan yang lebih sesuai dengan nilai moral. Melalui dua kutipan di atas, terlihat bahwa kata hati berperan penting dalam membentuk kesadaran moral tokoh-tokoh utama. superego bekerja sebagai penyeimbang yang menilai dan mengoreksi tindakan impulsif yang lahir dari dorongan id. Baik Rik maupun Sofie sama-sama mengalami konflik batin yang memunculkan perasaan bersalah sebagai bentuk sanksi moral dari dalam diri. Namun, keduanya tidak tenggelam dalam rasa bersalah semata, melainkan menunjukkan ketahanan untuk memperbaiki keadaan. Resiliensi mereka tampak dalam kemauan menghadapi kenyataan, mengambil tanggung jawab atas kesalahan, dan membuat keputusan yang lebih selaras dengan nilai moral. Hal ini menegaskan bahwa superego tidak hanya menjadi pengadil, tetapi juga pendorong bagi proses pemulihan dan pertumbuhan pribadi tokoh. Ego Ideal Mushodiq & Saputra . mengemukakan bahwa ego ideal berfungsi untuk menerapkan standar moral yang ideal serta memberikan hadiah berupa rasa bangga kepada diri manusia ketika telah berbuat kebaikan berdasarkan nilai moral yang ada. Hal ini dialami oleh para tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo sebagaimana tercantum pada beberapa kutipan berikut. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Struktur kepribadian tokoh utama dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo Tanpa dirasa eluhe kembeng-kembeng. Gusti paringana kekiyatan, keikhlasan dhumateng kawula lan paringana papan ingkang murwat tumrap Mas Budi, cundhuk kaliyan perjuwanganipun ngantos kawula saged sukses kados dinten menika (Soemardjo, 2019:. Tanpa dirasa matanya berkaca-kaca. Tuhan berikanlah kekuatan, keikhlasan kepadaku dan berikan tempat yang sepadan kepada Mas Budi, sesuai dengan perjuangannya hingga Aku bisa sukses seperti hari ini. Kutipan di atas menunjukkan keberhasilan Kirana mewujudkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan setelah melalui proses panjang yang penuh pengorbanan. Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan ego mengelola dorongan id melalui prinsip realitas, serta peran superego dalam bentuk ego ideal yang menumbuhkan rasa bangga atas tindakan bermoral. Kirana merasa bangga atas perjuangan dan dukungan suaminya, serta terhadap dirinya sendiri yang mampu meraih impian tanpa mengabaikan nilai keluarga. Nugraha . menyebutkan bahwa ego ideal memberikan ganjaran berupa perasaan bangga ketika individu bertindak sesuai nilai Dalam hal ini, superego berperan sebagai pemberi apresiasi, bukan penghukum. Resiliensi Kirana tampak dalam kemampuannya bertahan menghadapi tekanan keluarga, mengelola konflik batin, dan tetap berpegang pada tujuan hidupnya secara dewasa dan bertanggung jawab. Bersumber pada paparan hasil temuan struktur kepribadian tokoh utama dari kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo, berikut disajikan simpulan dalam Tabel 4. Tabel 4. Rekapitulasi Temuan Struktur Kepribadian pada Tokoh Utama Judul Anak Kadho Saka Dhimas Tilpun Kalung Mobil Anyar Layang Oma Grimise Isih Kerep Langit Biru Kanaya SofieAo Kompor Bang Wetan Wus Sumulak Jumlah Presentase Sumber: kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya Ego Superego Jumlah 1 Cerkak Berdasarkan data yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa Soemardjo membangun struktur kepribadian tokoh utama secara seimbang, meskipun ada dominasi unsur id. Struktur ini memperlihatkan bagaimana tokoh menghadapi konflik batin dengan peran ego dan superego sebagai penyeimbang id. Kecenderungan dominasi id ini muncul karena tekanan hidup dan keterbatasan yang dihadapi tokoh, sehingga dorongan untuk bertahan hidup menjadi sangat kuat. id menjadi penggerak utama dalam kondisi tersebut, meskipun terkadang melanggar norma. Pengaruh dominasi id pada kepribadian tokoh terlihat pada tindakan impulsif yang dilakukan, namun tetap dikelola ego dan disadarkan oleh superego. Gaya kepengarangan Soemardjo menekankan kebebasan individu, namun tetap memperhatikan realitas dan moralitas. Karya ini mencerminkan dinamika batin tokoh dan menjadi sarana resiliensi yang relevan dengan fenomena sosial saat ini. Tokoh utama yang mampu menyelesaikan masalah batin melalui kontrol diri, memberi contoh cara mengelola tekanan psikologis dan menjaga kesehatan mental. Temuan penelitian ini mengungkapkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Latifah . Ulfa . , serta Kurniawati & Purnomo . yang lebih fokus pada dominasi ego dan pengelolaan ego. Dalam kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya, dominasi id yang diimbangi dengan munculnya ego dan superego menunjukkan bahwa pemenuhan hasrat pribadi tetap bisa selaras dengan nilai sosial dan moral. Hal ini mencerminkan bagaimana struktur kepribadian menjadi jalan menuju ketahanan hidup. Penelitian Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 435Ai448 Egie Yuandita Syah Putri & Sungging Widagdo ini juga sejalan dengan teori psikoanalisis Freud, khususnya dalam memahami interaksi antara id, ego, dan superego dalam membentuk kepribadian dan perilaku tokoh. Penutup Struktur kepribadian tokoh utama pada sebelas cerkak dalam buku kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo didominasi oleh id. ego dan superego hadir setelah munculnya dorongan id pada diri tokoh utama sebagai penentu pengambilan keputusan serta tindakan sang tokoh utama. Soemardjo selaku pengarang memiliki kecenderungan membangun struktur kepribadian tokoh utama dalam setiap cerkak kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya dengan Di mana setiap pengarang memunculkan dorongan id dalam diri tokoh utama, akan diikuti oleh munculnya ego maupun superego sebagai pertimbangan pengambilan keputusan serta tindakan tokoh utama. Oleh karena itu, para tokoh utama dalam buku kumpulan cerkak Langit Biru Kanaya karya Sunaryata Soemardjo memiliki keseimbangan untuk memanajemen konflik batin yang terjadi dalam dirinya dengan baik. Daftar Pustaka