1471 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembuatan Konten Bahasa Inggris: Inovasi Literasi Digital di MAS Islamiyah Hessa Air Genting Iin Almeina Loebis1. Ricki Ananda2. Muhammad Amin3. Febrina Aulya Putri4 1,2,3,4 Universitas Royal. Indonesia E-mail: 1lubisiinalmeina@gmail. com, 2anandaricki@yahoo. id, 3stmikroyal13@gmail. febrinaauliyaputri@gmail. Article History: Received: 01 Agustus 2025 Revised: 18 Agustus 2025 Accepted: 20 Agustus 2025 Keywords: Artificial Intelligence. Pembuatan Konten Bahasa Inggris. Pengabdian masyarakat Abstract: Rendahnya kemampuan siswa dalam menyusun konten Bahasa Inggris serta terbatasnya Artificial Intelligence (AI), di madrasah menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Tujuan meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Inggris sekaligus literasi digital siswa melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi AI seperti ChatGPT dan Grammarly. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 27 siswa kelas XI serta guru Bahasa Inggris di MAS Islamiyah Hessa Air Genting. Tahapan kegiatan mencakup persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Proses pelatihan dilakukan secara interaktif melalui praktik langsung, diskusi, dan refleksi bersama. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis siswa dari aspek struktur kalimat, kosa kata, serta kepercayaan diri, disertai dengan meningkatnya literasi teknologi dan kemampuan berpikir kritis melalui interaksi aktif dengan fitur AI. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah dapat menjadi solusi inovatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. PENDAHULUAN Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan telah menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan di era digital. Salah satu teknologi yang semakin banyak digunakan dalam mendukung proses pembelajaran adalah Artificial Intelligence (AI) (Rissi & Sinaga, 2. AI kini tidak hanya hadir dalam bentuk perangkat lunak canggih untuk industri besar, tetapi juga telah menjangkau dunia pendidikan, terutama dalam membantu guru dan siswa menciptakan konten pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan menarik (Lutfi, 2. Kemampuan siswa dalam memproduksi konten Bahasa Inggris masih menjadi tantangan di banyak lembaga pendidikan, terutama di sekolah menengah berbasis keagamaan seperti a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Islamiyah Hessa Air Genting. Keterbatasan sumber daya guru, akses terhadap media pembelajaran modern, serta rendahnya kepercayaan diri siswa dalam menulis dan berbicara menggunakan Bahasa Inggris menjadi hambatan yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menghadirkan pendekatan baru dalam pengajaran dan pembuatan konten Bahasa Inggris yang lebih inovatif dan mendukung karakteristik siswa lokal (Hidayati et al. , 2. Artificial Intelligence menawarkan beragam fitur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris, seperti asisten penulisan otomatis, penerjemah cerdas, hingga penyusun materi ajar interaktif (Wiranto & Suwartini, 2. Melalui teknologi ini, siswa dapat terbantu dalam menghasilkan kalimat, paragraf, atau bahkan naskah yang sesuai dengan kaidah Bahasa Inggris yang benar, sekaligus meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas mereka. AI juga dapat memfasilitasi guru dalam merancang materi ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa (Ridwan & Syafei, 2. Teori konstruktivisme sosial yang diperkenalkan oleh Vygotsky menekankan bahwa pembelajaran yang efektif terjadi melalui interaksi sosial dan penggunaan alat-alat budaya yang Dalam konteks ini. AI dapat diposisikan sebagai alat budaya modern yang menjembatani antara kemampuan awal siswa dan kemampuan potensial mereka dalam menciptakan konten Bahasa Inggris. Dengan pendampingan yang tepat, penggunaan AI tidak hanya berperan sebagai alat bantu teknis, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kemandirian belajar dan kolaborasi antar siswa (Deng et al. , 2. MAS Islamiyah Hessa Air Genting sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada integrasi nilai-nilai keislaman dan kemajuan teknologi perlu diberikan dukungan dalam bentuk program pengabdian masyarakat. Penerapan AI untuk pembuatan konten Bahasa Inggris di lingkungan sekolah ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam keterampilan produksi bahasa, serta memperkecil kesenjangan antara teknologi modern dan dunia pendidikan lokal. Ketersediaan teknologi AI dalam dunia pendidikan semakin meluas, tetapi pemanfaatannya secara langsung oleh siswa dan guru di lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti madrasah masih tergolong minim (Tarwana et al. , 2. Banyak institusi masih berfokus pada metode konvensional dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan belum menjadikan AI sebagai bagian dari strategi pedagogis. Ketidaktahuan akan potensi penggunaan AI menjadi penghalang utama dalam menciptakan konten Bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan abad ke-21 (Nurcholiq, 2. Guru dan siswa di MAS Islamiyah Hessa Air Genting belum memiliki pengalaman yang cukup dalam menggunakan AI untuk membantu proses kreasi konten. Sebagian besar kegiatan pembelajaran bahasa masih berfokus pada hafalan struktur gramatikal dan terjemahan manual, tanpa melibatkan proses kreatif yang memanfaatkan teknologi. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara kebutuhan kompetensi abad digital dengan pendekatan belajar yang tersedia. Tingkat literasi teknologi siswa madrasah juga masih bervariasi, sehingga sulit untuk mengintegrasikan teknologi seperti AI secara mandiri tanpa bimbingan atau pelatihan. Belum adanya pedoman praktis atau modul kontekstual yang memfasilitasi penggunaan AI untuk pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah membuat pemanfaatan teknologi ini belum optimal. Dalam kerangka teori Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), keberhasilan integrasi teknologi seperti AI dalam pembelajaran sangat tergantung pada sinergi antara pengetahuan konten . alam hal ini Bahasa Inggri. , pedagogi . trategi mengajar yang tepa. , dan teknologi (Zuzana, 2. Ketika ketiganya tidak terpenuhi secara seimbang, a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 penerapan AI berisiko menjadi hanya alat tanpa makna pedagogis. Madrasah sebagai institusi pendidikan dengan karakteristik khusus membutuhkan pendekatan pengembangan konten yang mempertimbangkan elemen-elemen tersebut secara utuh. Penggunaan AI dalam pembuatan konten Bahasa Inggris diyakini dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan berbahasa sekaligus literasi digital. Melalui bimbingan pengabdian masyarakat, siswa tidak hanya akan mampu menghasilkan teks Bahasa Inggris yang sesuai kaidah, tetapi juga memahami proses berpikir di balik penyusunan konten. Hal ini penting untuk membentuk kepercayaan diri dan kemandirian belajar di era digital. Proyek pengabdian ini dirancang untuk mengimplementasikan AI sebagai alat bantu edukatif yang mendorong kolaborasi guru dan siswa dalam menciptakan materi Bahasa Inggris. Pelatihan praktis akan memfasilitasi integrasi AI secara bertahap dalam kegiatan belajar mengajar, mulai dari tahap eksplorasi, produksi, hingga refleksi hasil. Dampaknya tidak hanya diukur dari kualitas konten yang dihasilkan, tetapi juga dari peningkatan minat belajar dan keterlibatan aktif siswa dalam prosesnya. Teori konektivisme yang dikembangkan oleh George Siemens menekankan bahwa pembelajaran pada era digital terjadi melalui jejaring informasi, teknologi, dan interaksi. Dengan menerapkan AI, siswa madrasah diajak untuk menjadi bagian dari jaringan tersebut, di mana mereka belajar tidak hanya dari guru, tetapi juga dari sistem cerdas yang menyediakan umpan balik instan, sumber data luas, dan dukungan kreatif dalam menghasilkan konten berbahasa Inggris (Winda, 2. METODE Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menekankan pada keterlibatan aktif semua pihak dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan secara kolaboratif (Gonzalez & Gale, 2. Pendekatan ini dipilih karena mampu memadukan unsur edukatif, partisipatif, dan reflektif, sehingga setiap pesertaAibaik guru maupun siswaAiberkontribusi langsung dalam proses perubahan dan inovasi pembelajaran. Melalui pendekatan PAR, kegiatan difokuskan pada pemecahan masalah nyata yang dihadapi siswa dalam menulis Bahasa Inggris dengan bantuan teknologi AI. Kegiatan ini dilaksanakan di MAS Islamiyah Hessa Air Genting, sebuah madrasah aliyah swasta yang terletak di Kabupaten Asahan. Provinsi Sumatera Utara. Pelaksanaan program berlangsung pada bulan mei 2025. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan institusi terhadap penguatan keterampilan Bahasa Inggris dan peningkatan literasi digital, serta kesiapan pihak madrasah untuk berkolaborasi dalam kegiatan pengabdian berbasis teknologi. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas XI MAS Islamiyah Hessa Air Genting yang berjumlah 27 orang dan memiliki minat tinggi terhadap Bahasa Inggris dan teknologi. Selain itu, guru mata pelajaran Bahasa Inggris juga dilibatkan secara aktif sebagai mitra pendamping Kehadiran guru sangat penting dalam memastikan keterhubungan antara materi pembelajaran dan aplikasi teknologi AI agar sesuai dengan kurikulum yang berlaku serta karakteristik peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri atas kuesioner untuk mengukur persepsi awal dan akhir siswa terhadap penggunaan AI, lembar observasi untuk menilai partisipasi dan keterlibatan siswa selama kegiatan, serta dokumen portofolio hasil karya siswa berupa tulisan Bahasa Inggris yang dibuat dengan bantuan AI. Selain itu, catatan lapangan dan dokumentasi visual juga digunakan untuk memperkaya data dan mendukung analisis kualitatif. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahap utama, yaitu: . tahap persiapan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 yang mencakup koordinasi dengan pihak madrasah, penyusunan materi pelatihan, dan persiapan . tahap pelatihan yang berisi pengenalan teori dasar AI dan praktik penggunaan aplikasi ChatGPT dan Grammarly. tahap pendampingan intensif dalam pembuatan konten Bahasa Inggris oleh siswa, dengan bimbingan langsung dari tim pengabdian dan guru. tahap evaluasi yang melibatkan refleksi, pengumpulan karya siswa, dan pengisian kuesioner pasca kegiatan untuk menilai efektivitas program (Bettencourt, 2020. Fine et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil awal kegiatan menunjukkan bahwa dari total 27 siswa yang menjadi peserta program, 80% belum pernah menggunakan AI dalam kegiatan pembelajaran sebelumnya. Sebanyak 60% siswa menyatakan kesulitan dalam menyusun paragraf Bahasa Inggris tanpa bantuan digital, sedangkan hanya 12% yang memiliki pengalaman dengan aplikasi penulisan seperti Grammarly atau ChatGPT. Data ini diperoleh melalui kuesioner pra-kegiatan. Tingkat penguasaan dasar Bahasa Inggris peserta tergolong menengah ke bawah. Berdasarkan hasil tes awal, nilai rata-rata kemampuan menyusun paragraf Bahasa Inggris adalah 62,4 . ari skala . , dengan rentang skor antara 45 hingga 78. Sebagian besar kesalahan terletak pada struktur kalimat, penggunaan tenses, dan pemilihan kosa kata. Tabel 1. Data Ringkasan Hasil Pretest Dan Persepsi Awal Siswa Terhadap Penggunaan Ai Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Aspek Presentase (%) Rata-Rata Skor Belum pernah pakai AI Pernah pakai Grammarly Kesulitan menulis paragraf 60% Nilai pretest Bahasa Inggris 62,4 Data menunjukkan bahwa penggunaan teknologi AI belum terintegrasi dalam proses belajar-mengajar di lingkungan madrasah. Tingginya angka siswa yang belum mengenal AI mencerminkan keterbatasan akses dan literasi digital di tingkat satuan pendidikan berbasis Ketergantungan pada metode tradisional memperkuat temuan bahwa guru dan siswa belum memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran. Tingkat kemampuan awal siswa yang relatif rendah mempertegas kebutuhan akan pendekatan baru yang lebih interaktif dan berbasis teknologi. Penerapan AI dalam kegiatan belajar Bahasa Inggris memiliki potensi besar untuk menjembatani kesenjangan ini. Kesulitan siswa dalam membentuk paragraf Bahasa Inggris dapat menjadi indikator bahwa proses pembelajaran sebelumnya belum mengarah pada pengembangan kemampuan produksi bahasa secara mandiri. Hasil kuesioner persepsi juga mengindikasikan bahwa sebagian siswa merasa antusias terhadap program pelatihan yang akan diberikan. Rasa ingin tahu terhadap teknologi AI menjadi modal awal yang positif untuk membangun keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran berbasis digital. Diperlukan strategi pendampingan yang kontekstual agar antusiasme tersebut dapat dikonversi menjadi peningkatan keterampilan nyata. Setelah pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa menyusun paragraf Bahasa Inggris. Nilai rata-rata pasca kegiatan mencapai 78,6, meningkat sebesar 16,2 poin dari skor awal. Sebagian besar siswa menunjukkan perbaikan dalam struktur kalimat, penggunaan kosa kata yang tepat, dan koherensi antar kalimat. Sebanyak 88% siswa berhasil menyusun satu paragraf utuh dalam Bahasa Inggris dengan bantuan AI yang disediakan selama kegiatan. Jenis AI yang paling sering digunakan adalah a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Grammarly . ntuk koreksi gramma. dan ChatGPT . ntuk brainstorming dan mengembangkan Penggunaan AI juga membantu siswa dalam memahami ulang konteks penggunaan kata dan Peningkatan juga terlihat dari hasil kuesioner pasca kegiatan, di mana 92% siswa menyatakan bahwa penggunaan AI membantu mereka menulis lebih percaya diri. Sebagian siswa bahkan mulai mencoba menulis dalam Bahasa Inggris untuk kebutuhan di luar sekolah, seperti media sosial dan blog pribadi. Data menunjukkan bahwa penggunaan AI secara langsung memberikan dampak positif terhadap keterampilan produksi Bahasa Inggris siswa. Kenaikan skor pasca kegiatan menjadi indikator bahwa AI berfungsi sebagai alat fasilitatif yang mempercepat proses belajar dan meningkatkan akurasi penulisan. AI memungkinkan siswa untuk belajar secara reflektif dan Peningkatan keterlibatan siswa selama proses pelatihan juga menjadi bukti bahwa AI mampu menumbuhkan motivasi belajar. Siswa merasa lebih nyaman menulis ketika dibantu teknologi yang memberikan umpan balik instan dan tidak menghakimi. AI dalam hal ini berperan sebagai pendamping belajar yang fleksibel dan adaptif. Tingginya penggunaan Grammarly dan ChatGPT mengindikasikan bahwa siswa mampu menyesuaikan diri dengan fitur teknologi modern selama didampingi dengan pendekatan pedagogis yang tepat. Guru yang turut berperan aktif dalam proses pendampingan berhasil menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan tujuan pembelajaran Bahasa Inggris secara akademis. Peningkatan kemampuan menulis siswa berkorelasi kuat dengan tingkat keterlibatan mereka dalam penggunaan AI selama kegiatan berlangsung. Semakin sering siswa memanfaatkan fitur AI untuk mengeksplorasi ide dan memperbaiki struktur kalimat, semakin baik pula kualitas konten Bahasa Inggris yang mereka hasilkan. Relasi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak pada strategi berpikir siswa. Hubungan antara persepsi positif terhadap AI dan hasil belajar juga sangat kuat. Siswa yang mengungkapkan minat tinggi terhadap AI cenderung menunjukkan kemajuan yang lebih besar dalam penulisan paragraf. Hal ini menandakan bahwa sikap terhadap teknologi berpengaruh terhadap hasil belajar, khususnya dalam konteks keterampilan berbahasa. Kolaborasi antara siswa dan guru dalam memanfaatkan AI memperkuat hipotesis bahwa integrasi teknologi membutuhkan pendekatan partisipatif. Ketika guru aktif mendampingi dan mendorong siswa menggunakan AI secara strategis, hasil pembelajaran menjadi lebih optimal. Ini menunjukkan pentingnya sinergi antara teknologi, pedagogi, dan konten sebagaimana dijelaskan dalam model TPACK. Seorang siswa bernama R, kelas XI, awalnya hanya mampu menulis satu atau dua kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris. Pada awal kegiatan, ia menyatakan tidak percaya diri karena takut salah dalam grammar dan pemilihan kata. Setelah pelatihan AI, ia mulai mencoba menggunakan ChatGPT untuk menyusun ide, kemudian memperbaikinya menggunakan Grammarly. Dalam satu minggu. R berhasil membuat lima paragraf pendek bertema "My Dream Job", "How I Spend My Weekend", dan "The Importance of Education". Ia menyatakan bahwa AI membantunya berpikir lebih luas dan cepat. Meskipun masih dibimbing. R telah menunjukkan keberanian mencoba menyusun kalimat tanpa bantuan penuh dari guru. Guru Bahasa Inggris mencatat bahwa R menjadi siswa yang paling aktif bertanya dan bereksperimen dengan berbagai struktur kalimat. Perubahan perilaku ini terjadi seiring dengan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 meningkatnya rasa percaya diri yang didukung oleh interaksi rutin dengan teknologi AI. Kasus ini menunjukkan bahwa pemberdayaan teknologi dapat menjadi pendorong perubahan sikap belajar siswa. Studi kasus tersebut memperlihatkan bahwa dampak AI bukan hanya pada aspek teknis penulisan, tetapi juga pada dimensi psikologis dan motivasional siswa. AI memberi ruang eksplorasi tanpa tekanan, memungkinkan siswa untuk belajar dari kesalahan tanpa takut dikoreksi secara langsung oleh orang lain. Hal ini memberikan keamanan emosional yang penting dalam proses belajar bahasa. Perubahan sikap belajar siswa menjadi indikator bahwa AI bisa berperan sebagai fasilitator pertumbuhan individu. Pengalaman menulis menjadi tidak lagi membosankan atau menakutkan, tetapi menyenangkan dan menantang. Studi kasus juga menunjukkan bahwa pelatihan berbasis AI efektif dalam meningkatkan self-efficacy siswa dalam Bahasa Inggris. Faktor keberhasilan dalam studi kasus tidak terlepas dari pendekatan pendampingan yang konsisten dan kontekstual. Guru berperan sebagai mentor yang mendorong penggunaan AI secara tepat, bukan hanya sebagai alat bantu otomatis. Pendekatan ini memperkuat dimensi pembelajaran sosial dan dialogis, sebagaimana dikemukakan dalam teori konstruktivisme Vygotsky. Hubungan antara peningkatan kemampuan individu seperti R dengan pola umum yang muncul pada seluruh peserta menunjukkan konsistensi hasil. Data kuantitatif dan kualitatif saling menguatkan bahwa AI efektif digunakan dalam pembuatan konten Bahasa Inggris di madrasah. Penerapan teknologi modern dalam konteks lokal memberikan hasil yang signifikan ketika dibarengi dengan strategi pendampingan yang terarah. Studi kasus juga memberikan dimensi kontekstual terhadap data statistik, memperjelas bahwa AI bukan hanya alat teknis, tetapi juga agen transformasi belajar. Interaksi antara siswa dan AI mengubah cara berpikir dan pendekatan siswa terhadap penulisan. Relasi ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak hanya mempermudah proses, tetapi juga memperdalam makna belajar. Korelasi antara teknologi, motivasi, dan hasil belajar menjadi benang merah dari seluruh temuan. Penerapan AI dalam konteks madrasah menunjukkan bahwa inovasi digital dapat bersifat inklusif dan adaptif jika dilaksanakan dengan pendekatan yang manusiawi dan relevan dengan kondisi peserta didik. Hal ini membuka peluang besar bagi replikasi program di sekolah sejenis. Source: Pengabdian di MAS ISLAMIYAH Hesa Air Genting, 15 Mei 2025 a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Gambar 1. Proses Perkenalan Gambar 2. Proses Pengenalan AI Gambar 3. Proses Uji Coba AI Gambar 4. Laporan Pelaksanaan PKM Kegiatan didokumentasikan melalui foto-foto saat pelatihan berlangsung, termasuk saat siswa mempraktikkan penggunaan ChatGPT dan Grammarly di laptop atau gawai mereka. Fotofoto ini menunjukkan ekspresi antusiasme siswa dan keterlibatan aktif dalam sesi diskusi kelompok serta presentasi hasil tulisan mereka. Selain itu, tangkapan layar hasil kerja siswa dalam aplikasi AI dikumpulkan sebagai bahan evaluasi. Beberapa contoh screenshot menunjukkan proses perbaikan kalimat oleh Grammarly, serta hasil interaksi prompt dengan ChatGPT untuk penyusunan paragraf. Dokumentasi visual ini menjadi bukti keterlibatan nyata siswa dalam menggunakan teknologi AI untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris. KESIMPULAN Temuan terpenting dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan signifikan dalam a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 kemampuan siswa dalam menulis konten Bahasa Inggris setelah menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT dan Grammarly secara terarah dan kontekstual, di mana siswa tidak hanya terbantu dari sisi teknis penulisan, tetapi juga mengalami peningkatan rasa percaya diri dan motivasi belajar yang lebih tinggi. Nilai lebih dari kegiatan ini terletak pada pendekatan metode partisipatif yang menggabungkan teknologi, pedagogi, dan konten lokal melalui skema pelatihan dan pendampingan berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), sehingga mampu menciptakan model implementasi AI yang tidak hanya relevan secara teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan berbasis madrasah. Keterbatasan utama dalam kegiatan ini adalah belum dilakukannya pengukuran jangka panjang terhadap dampak penggunaan AI terhadap pembelajaran secara menyeluruh serta belum mencakup variasi tipe teks yang lebih luas, sehingga penelitian lanjutan dapat diarahkan pada pengembangan kurikulum Bahasa Inggris berbasis AI secara berkelanjutan dan pengujian efektivitasnya pada berbagai level dan jenis institusi pendidikan. PENGAKUAN Terimakasih Kami Ucapkan sebagai tim Pengabdian Masyarakat Universitas Royal. Pertama. Terimakasih kepada pihak kampus yang telah memberikan izin dan waktu untuk melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat kepada tim kami. Kedua. Terimakasih kami ucapkan kepada MAS Islamiyah Hessa Air Genting yang telah memberikan kami waktu berharga untuk melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat disekolah ini. Semoga apa yang telah kami perbuat bermanfaat bagi kami,kampus,madrasah dan para pembaca. DAFTAR REFERENSI Bettencourt. Embracing problems, processes, and contact zones: Using youth participatory action research to challenge adultism. Action Research. Query date: 202508-04 15:20:03. https://doi. org/10. 1177/1476750318789475 Deng. Widiana. Purnami. , & . Artificial Intelligence Creates New Opportunities in Technology-Based Learning. Journal of Learning A. Query date: 2025-08-04 15:11:57. https://nohanjournal. com/index. php/JLMT/article/view/2 Fine. Torre. Oswald. , & . Critical participatory action research: Methods and praxis for intersectional knowledge production. Journal of Counseling A. Query date: 2025-08-04 15:20:03. https://psycnet. org/record/2021-49352-007 Gonzalez. , & Gale. Combining participatory action research with sociological intervention to investigate participatory place branding. A Market Research: An International Journal. Query 2025-08-04 15:20:03. https://w. com/qmr/article/23/1/199/360060 Hidayati. Hidayati. , & Aly. Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris SMK Terkait Konteks Kejuruan melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence. Dirandra. Query date: 2025-08-04 15:11:57. https://journal. id/index. php/dirandra/article/view/2570 Lutfi. Analisis Dampak Teknologi Artificial Intellegence Terhadap Kualitas Pembelajaran Matematika. https://repository. id/id/eprint/6836/ Nurcholiq. Desain pengembangan kurikulum Madrasah Aliyah unggulan di era revolusi industri 4. Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama A. Query date: 2025-08-04 15:11:57. https://e-journal. staima-alhikam. id/piwulang/article/view/247 a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Ridwan. , & Syafei. Artificial Intelligence Based Instructional Curriculum Design. Gunung Djati Conference Series. Query date: 2025-08-04 15:11:57. http://w. id/index. php/gdcs/article/view/2852 Rissi. , & Sinaga. AI Dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learnin. : Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Era Digital. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan. Query date: 2025-0804 15:11:57. https://jayapanguspress. org/index. php/cetta/article/view/4386 Tarwana. Rustandi. , & Ijudin. A Dan Pelatihan Kompetensi Tutur Bahasa Inggris Santri Sebuah Pondok Pesantren Dalam Mempromosikan Artificial Intelligence Sebagai Media Pembelajaran. Abdimas Galuh. Query date: 2025-08-04 15:11:57. https://jurnal. id/abdimasgaluh/article/view/8163 Winda. Efektivitas Media Pembelajaran Matematika MA Berbasis Artificial Intellegent (AI) Terintegrasi Nilai Keislaman Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan A. http://repository. id/id/eprint/4426/ Wiranto. , & Suwartini. Artificial Intelligence and Trustworthy Principles in Global Islamic Education. Ushuluddin International Conference (USICON). Query date: 202508-04 15:11:57. Zuzana. Educational Challenges in the Digital Age: The Case Study of Using ChatGPT by Madrasah Educators in Indonesia. Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan. Query 2025-08-04 15:11:57. https://ejournal. id/ojs/index. php/alfikrah/article/download/13685/44 a. ISSN : 2828-5700 .