e-ISSN 2540-9263 IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education Vol. 11 No. Januari, 2026. Hal. DOI: 10. 26740/it-edu. Pengembangan LMS Moodle Dengan Menerapkan PjBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa XI TKJ Adinda Amelia Putri1. Rindu Puspita Wibawa2 Pendidikan Teknologi Informasi. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia. Artikel Info Abstrak: LMS berbasis web yang bernama AuServtechAy bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Administrator Jaringan pada materi Administrasi Sistem Jaringan menggunakan LMS Moodle berbasis web yang menerapkan PjBL pada subjek penelitian kelas XI TKJ 1 SMKN 2 Surabaya. Penelitian ini menerapkan model penelitian pengembangan ADDIE. Desain uji coba yang diterapkan adalah Pre-Exsperimental Design dengan pendekatan One-Grup Pre-Test-Post-Test Design. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Ranah kognitif diuji dengan Wilcoxon Signed-Rank Test memperoleh nilai dengan angka 0. 00 (< , sedangkan ranah psikomotorik menggunakan Wilcoxon SignedRank Test menunjukkan nilai dengan angka 0. 00 (< 0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan LMS Moodle berbasis web dengan model PjBL efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang Administrator Jaringan. Kata Kunci: LMS. Web. PjBL. Kompetensi. Addie. Keywords: LMS. Web. PjBL. Competence. Addie. Riwayat Histor. Article (Article Submitted: 31 Juli 2025 Accepted: 20 Desember 2025 Published: 15 Januari 2026 Abstract:The web-based Learning Management System (LMS) called AuServtechAy was developed with the aim of improving the competence of Network Administrators in the subject of Network System Administration by utilizing Moodle-based LMS integrated PjBL model for Class XI TKJ 1 students at SMKN 2 Surabaya. This study applies the ADDIE development model. The trial design used is Pre-Experimental Design with a One-Group Pre-Test-Post-Test The measurement of studentsAo competencies was conducted through pre-test and post-test. The statistical analysis revealed a significant improvement. The cognitive domain was tested using the Wilcoxon Signed-Rank Test, which produced a significance value of 0. 00 (< 0. Similarly, the psychomotor domain also showed a significance value of 0. 00 (< 0. using the same test. These findings indicate that the implementation of the web-based Moodle LMS with the PjBL model is effective in enhancing studentsAo competence in the field of Network Administration Corresponding Author: Adinda Amelia Putri Pendidikan Teknologi Informasi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Email: adinda. 21056@mhs. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 113-122 Adinda Amelia Putri. Rindu Puspita Wibawa PENDAHULUAN Di abad ke-21 pendidikan menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan pendidikan di abad ke-20. Salah satu ciri khas utama era ini adalah berkembangnya teknologi yang menyebabkan banyak pekerjaan yang menggunakan. Mesin, termasuk mesin produksi maupun Pada paradigma pembelajaran sebelumnya, siswa dipandang sebagai individu yang belum matang, pasif, dan berperan sebagai objek dalam proses pembelajaran, sementara guru memegang peran utama dalam menggerakkan aktivitas belajar. Namun, pandangan ini tidak lagi relevan untuk mempersiapkan manusia yang mampu berkompetisi di abad ke-21 sebagai bagian dari masyarakat Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran telah mengubah metode tradisional menjadi lebih modern, salah satunya melalui penggunaan media komputer yang mendukung pembelajaran berbasis daring (Nurazizah, 2. Dalam model pembelajaran berbasis TIK, siswa diberi keleluasaan untuk memilih materi sesuai dengan minat mereka, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, menarik, dan mampu memotivasi (Syaifudin, 2. Di SMKN 2 Surabaya, di mana proses pembelajaran masih menggunakan metode tradisional. Dalam konteks ini, pembelajaran tradisional identik dengan pembelajaran yang berpusat pada guru. Metode ini sangat bergantung pada interaksi langsung antara guru dan siswa sebagai media utama Namun, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, metode ini sering kali kurang mampu memotivasi siswa dan mengembangkan keterampilan mereka. Akibatnya, siswa cenderung cepat merasa bosan, kesulitan memahami materi, dan menjadi pasif selama proses LMS seperti Moodle merupakan salah satu alternatif untuk mempermudah pembelajaran. Moodle, sebagai platform open-source, menawarkan beragam fitur interaktif seperti forum diskusi, kuis, dan tugas yang membuat siswa dapat belajar secara mandiri (Setiawan & Herman, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LMS dapat meningkatkan partisipasi siswa serta memperluas akses terhadap berbagai sumber belajar(Nurul Faizah K. , 2. Dengan mengintegrasikan Moodle dalam proses pembelajaran, diharapkan pengajaran menjadi lebih menarik dan efektif, khususnya dalam penguasaan kompetensi administrator jaringan pada mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan. Pengembangan LMS berbasis Moodle yang diintegrasikan dengan PjBL diyakini mampu meningkatkan semangat siswa serta membantu siswa mengerti bagaimana pekerjaan dilakukan di dunia nyata(Muhibbullah et al. , 2. PjBL adalah model pembelajaran dimana siswa adalah tokoh utama . Dengan memberikan siswa studi kasus nyata. PjBL mendorong subjek penelitian untuk menerapkan skill yang diperoleh ke dalam kehidupan sehari-hari. Model in bukan hanya memperdalam pengetahuan siswa konsep yang diajarkan, tetapi juga mendorong pengembangan kemampuan kerja sama dan pemecahan masalah(Undari et al. , 2. Integrasi PjBL dengan LMS Moodle diharapkan mampu membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Melalui proyek-proyek yang dirancang secara terstruktur. Proyek tersebut bisa berupa tugas merancang jaringan komputer sederhana hingga simulasi pengelolaan jaringan. Dengan pendekatan seperti ini, siswa akan lebih bersemangat untuk belajar dan lebih siap menghadapi dunia kerja(Raji, 2. Maka dari itu penulis menginginkan agar dapat mengembangkan LMS yang dapat meningkatkan kompetensi Administrator Jaringan. Diharapkan melalui pengembangan ini, subjek penelitian tidak hanya memperoleh ilmu teori tetapi juga praktek yang dapat diterapkan di dunia kerja. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang pintar, tetapi juga mampu memecahkan berbagai permasalahan dan siap menghadapi tantangan global di era digital saat ini (Shafa, 2. METODE Pada penelitian ini menerapkan metode ADDIE. Metode ini bertujuan merancang produk pembelajaran yang lebih efekti. (Sultan & Kasim, 2. Berikut adalah skema pengembangan penelitian dengan melihat Gambar 1. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 113-122 Pengembangan LMS Moodle Dengan Menerapkan PjBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa XI TKJ Gambar 1. Alur Model ADDIE Populasinya merupakan murid jurusan TKJ SMK Negeri 2 Surabaya. Sampel merupakan bagian dari pupulasi yang telah di teliti. Sampel dalam penelitian ini yakni 37 siswa. Analisis Penilaian Validasi Analisis terhadap hasil validasi diperoleh melalui lembar validasi yang diambil dari para ahli yaitu dosen dan guru untuk menguji produk yang dikembangkan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan skala skor 1 hingga 5. Berdasarkan hasil penilaian dari angket tersebut, tingkat validitas produk dapat dihitung dengan menggunakan rumus presentase kevalidan seperti berikut (Amini, 2. PresentaseValidasi % = ycycoycuyc ycycaycuyci yccycn yccycaycyycayc ycycoycuyc ycycaycuyci yccycn Eaycaycycaycyycoycaycu ycu 100% Sumber: Modifikasi Amini . dan Akbar . Persentase hasil validasi yang telah dikumpulkan kemudian di olah dan dianalisis dengan merujuk pada klasifikasi atau kategori tingkat kevalidan yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Tabel 1. Kategori Presentase Validasi Presentase 81%-100% 61%-80% 41%-60% 21%-40% 0%-20% Kriteria Sangat Valid Valid Cukup Valid Tidak Valid Sangat Tidak Valid Analisis Penilaian Validasi Dalam analisis data penilaian kompetensi siswa, terdapat dua jenis uji yang penting: uji normalitas dan uji hipotesis yang memiliki tujuan untuk melihat apakah hasil dari penelitian ini memiliki perubahan atau perbedaan yang signifikan. Untuk menganalisis perbedaan ini, digunakan rumus Uji-t . -tes. dan sampel data. Namun, sebelum melakukan Uji-t, ada beberapa langkah yang perlu diikuti : Uji Normalitas Uji ini dilakukan untuk mengevaluasi normalitas data penelitian, karena normalitas data adalah persyaratan dasar untuk melaksanakan analisis berikutnya . ektor sianturi, 2. Karena data kurang dari 100 sample maka dievaluasi menggunakan uji Shapiro-Wilk. Dapat ditentukan apakah penelitian ini normal atau tidak dengan mengikuti nilai signifikansi dan pedoman untuk pengambilan keputusan seperti yang dinyatakan: IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 113-122 Adinda Amelia Putri. Rindu Puspita Wibawa Uji Hipotesis (Wilcoxon Signed-Rank Tes. Setelah melakukan pengujian data normal, apabila data memenuhi kriteria dan dipastikan terdistribusi normal, maka pengujian hipotesis menggunakan uji T. Namun, jika data tidak memenuhi kriteria dan distribusi tidak normal, maka pengujian hipotesis akan dilakukan uji Wilcoxon. (Gazaly, 2. Hipotesis yng di gunakan dalam penelitian: H0: Penggunaan LMS moodle dengan model pembelajaran PjBL tidak dapat meningkatkan kompetensi administrator jaringan pada materi administrasi sistem jaringan. H1: Penggunaan LMS moodle dengan model pembelajaran PjBL dapat meningkatkan kompetensi administrator jaringan pada materi administrasi sistem jaringan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengembangan Media Dengan adanya pengembangan produk menggunakan tahapan ADDIE yang telah dilakukan menciptakan sebuah LMS Moodle berbasis web yang bernama AuServtechAy. Analyze (Analisi. Berdasarkan analisis yang di lakukan oleh peneliti diperoleh informasi sebagai berikut . Kendala dalam pembelajaran Para guru masih menggunakan model pengajaran tradisional yang kurang efektif dalam . Harapan terhadap LMS LMS yang dirancang dapat meningkatkan kompetesi siswa dan membantu siswa dalam memahami konsep administrasi system jaringan melalui proyek nyata. Design (Desai. Proses perancangan yang dilakukan dengan mengacu pada hasil analisis kebutuhan yang telah . Usecase Diagram Usecase Diagram adalah representasi visual yang menggambarkan fungsionalitas sistem dari perspektif pengguna atau aktor (Kurniawan, 2. Rancangan Usecase yang di gunakan pada penelitian ini seperti rancangan di bawah ini. Gambar 2. Usecase Diagram IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 113-122 Pengembangan LMS Moodle Dengan Menerapkan PjBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa XI TKJ Pada gambar diatas menunjukkan untuk Learning Management System (LMS) berbasis Moodle dengan model PjBL. Dalam sistem ini, terdapat tiga peran utama seperti pada gambar diatas, yang memiliki hak akses dan tanggung jawab berbeda dalam pengelolaan proyek. Class Diagram Class diagram merupakan kumpulan dari beberapa kelas beserta relasinya yang merepresentasikan entitas yang digambarkan dalam bentuk persegi (Subhiyakto & Astuti, 2. Gambar 3. Class Diagram Berdasarkan pada Gambar 3 , sistem terdiri dari beberapa kelas utama, yaitu siswa yang mempresentasikan pengguna sebagai peserta didik, guru sebagai pengajar, admin sebagai pengelola sistem, dan PjBL sebagai metode pembelajaran berasis proyek. Development (Pengembanga. Pada tahap pengembangan ini berhasil menciptakan LMS Moodle berbasis web AuServtechAy. Dengan platform pembelajaran servtech, pengguna dapat belajar terkait materi Administrasi Sistem Jaringan. Berikut . Hasil tampilan LMS Moodle berbasis web AuServtechAy sebagai berikut : Halaman Masuk (Logi. Gambar 4. Halaman Masuk(Logi. Halaman masuk(Logi. adalah halaman web yang memungkinkan pengguna . uru dan sisw. untuk mengakses halaman web berikutnya. Agar dapat login ke dalam website AuservtechAy, siswa memasukkan akun yang sudah di berikan, terdapat pada Gambar 4. Halaman Project Based Learning IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 113-122 Adinda Amelia Putri. Rindu Puspita Wibawa Gambar 5. Halaman PjBL Pada halama ini terdapat kelas yang tersedia yang dapat di akses oleh siswa dan guru yang di dalamnya berisikan fitur . orientasi pada masalah yang mencakup forum diskusi, rumusan masalah, indikator penyelesaian, dan analisis masalah. Jadwal Proyek. Monitoring. Pengumpulan Proyek. Presentasi Proyek. Refleksi. Posttest. seperti pada Gambar 5. Halaman Membuat Rumusan Masalah Gambar 6. Membuat Rumusan Masalah Pada fitur membuat rumusan masalah disini siswa bersama kelompoknya mengumpulkan rumusan masalah dari studi kasus yang telah di berikan sesuai dengan kelompoknya masing masing dalam bentuk file PDF. Seperti pada Gambar 6. Halaman Membuat Jadwal Project Gambar 7. Membuat Jadwal Project Pada fitur membuat jadwal project disini siswa membuat jadwal sesuai dengan jobdesknya masing masing bersama dengan kelompoknya, seperti pada Gambar 7. Halaman Monitoring Gambar 8. Monitoring IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 113-122 Pengembangan LMS Moodle Dengan Menerapkan PjBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa XI TKJ Pada fitur monitoring disini siswaa bersama kelompoknya menyusun board sesuai dengan jadwal yang telah mereka susun bedanya di sini boardnya di letakkan di tempat Ayto doAy jika kegiatan tersebut harus di kerjakan. AydoingAy jika pekerjaan tersebut sedang di kerjakan. AydoneAy jika pekerjaan tersebut sudah selesai. Seperti pada Gambar 8. Implementation (Pelaksanaa. Tahap implementation merupakan tahapan uji coba dari LMS Moodle yang dinyatakan valid. Tahap implementasi merupakan pengambilan data di kelas XI TKJ 1 melalui Pre-Test. Post-Test maupun tugas project menggunalan LMS yang dibuat. Evaluate (Evaluas. Tahap evaluasi adalah tahap akhir dalam model ADDIE, di mana dilakukan evaluasi LMS berdasarkan penilaian validator yang diberikan dijadikan sebagai bahan pertimbangan revisi sebelum produk diimplementasikan. Produk yang sudah teruji akan dinyatakan valid dan data di terapkan. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil Validasi Produk Proses validasi dalam penelitian ini mencakup komponen media, materi dan soal pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Validasi dilakukan oleh para ahli yang memiliki keahlian dan pemahaman sesuai dengan bidang masing-masing. Adapun hasil validasi yang diperoleh meliputi aspek media, materi. RPP, dan soal evaluasi: Tabel 2. Hasil Perbandingan Skenario Pengujian Penilaian Validasi Media Materi Soal RPP Kevalidan Keterangan Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Dari Tabel 2 dapat ditarik kesimpulan, prangkat pembelajaran yang dikembangkan menghasilkn kategori sangat valid, dengan persentase validasi: Materi 86%, soal 87%, media 1%, dan RPP 92. Hasil Tes Kognitif Uji Normalitas Dari Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk, keluar hasil Pre-Test Kognitif dengan nilai 0. 00 dan Post-Test Kognitif sebesar 0. 01, keduanya di bawah 0. Hal ini dapat di tarik kesimpulan bahwa data yang di dapat tidak tersebar secara normal. Tabel 3. Uji Normalitas Kognitif Test Of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Pretest_kognitif Posttest_kognitif IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 113-122 Adinda Amelia Putri. Rindu Puspita Wibawa Uji Hipotesis Karena hasil pre-test dan post-test kognitif tidak tersebar secara normal, maka uji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Tabel 4. Uji Hipotesis Kognitif Ranks Kolmogorov-Smirnov Posttest Kognitf Ae Pretest Kognitif Negative Ranks Positive Ranks Ties Mean Rank Sum of Ranks Uji hipotesis bertujuan untuk mengethui pembeda antara rata-rata hasil Pre-Test dan Post-Test kognitif. Berdasarkan Gambar 20, sebanyak 29 dari 37 siswa menunjukkan peningkatan nilai setelah menggunakan LMS, 2 siswa mengalami penurunan, dan 6 siswa tidak mengalami perubahan. Tabel 5. Test Statistics Kognitif Test Statisticsa Posttest kognitif Ae Pretest Kognitif Asymp. Sig . -taile. Hasil uji keluar nilai Asymp. Sig. -taile. dengan nilai 0. 00, dimana angka tersebut lebih kecil Dari hasil tersebut terlihat perbedaan yang jauh secara statitik antara nilai Pre-Test dan Post-Test kemampuan kognitif objek penelitian. Hal ini, dapat disimpulkan bahwa media yang diterapkan secara efektif meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Dengan nilai Asymp. Sig. < 0. 05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil Tes Psikomotorik Uji Normalitas Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa Pre-Test Psikomotorik memiliki signifikansi 01 dan Post-Test Psikomotorik 0. 00, keduanya di bawah 0. 05, sehingga data tidak tersebar secara normal. Tabel 6. Uji Normalitas Psikomotorik Test Of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pretest_Psikomotorik Posttest_Psikomotorik IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 113-122 Pengembangan LMS Moodle Dengan Menerapkan PjBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa XI TKJ Uji Hipotesis Karena hasil pre-test dan post-test psikomotorik tidak tersebar secara normal, maka uji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Tabel 7. Uji Hipotesis Psikomotorik Ranks Kolmogorov-Smirnov Posttest Psikomotorik Ae Pretest Psikomotorik Negative Ranks Positive Ranks Ties Mean Rank Sum of Ranks Pada uji hipotesis yang di gunakan adalah uji non-parametik wilcoxon signed-rank tast yang memiliki tujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat perbedaan antara rata rata hasil belajar tes psikomotorik Pre-Test dan Post-Test Dengan hasil 34 siswa mengalami peningkatan, 3 siswa mengalami penurunan dan 0 siswa tetap. Tabel 8. Test Statistics Psikomotorik Test Statisticsa Posttest Psikomotorik Ae Pretest Psikomotorik Asymp. Sig . -taile. Hasil uji diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. dengan nilai 0. 00, dimana angka tersebut lebih kecil 0. Dari hasil tersebut terlihat perbedaan yang jauh seara statitik antara nilai Pre-Test dan Post-Test kemampuan psikomotorik siswa. Hal ini dapat ditarik kesimpulan media yang diterapkan secara efektif meningkatkan kemampuan psikomotorik siswa Dengan nilai Asymp. Sig. -taile. < 0. 05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. KESIMPULAN Dari penelitian yang telah dibahas diatas maka dapat ditrik kesimpulan: Penelitian ini menggunakan pengembangan ADDIE yang menghasilkan sebuah produk LMS Moodle dengan model pembelajaran projectbased learning yang sudah di validasi oleh ahli media yang diterapkan pada mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada data kognitif, dengan hasil rerata nilai Pre-Test yang telah diujikan keluar dengan hasil sebesar 66,55 dan Post-Test sebesar 91,04. Sementara itu, pada data psikomotorik, rata-rata Pre-Test mencapai 62,29 dan rata-rata Post-Test sebesar 83,17. Secara statistik, yang terdapat pembeda. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi . -taile. sebesar 0,00 untuk kedua aspek, baik kognitif maupun psikomotorik, yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut. H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti model pembelajaran berbasis Project Based Learning dengan dukungan LMS Moodle terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa kelas XI TKJ 1 SMKN 2 Surabaya. DAFTAR PUSTAKA