Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di ISSN: Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri Engg. E-ISSN: Homepage: http://jurnalpariwisata. id/index. php/JIP/index DOI: https://doi. org/10. 30647/jip. Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang Martarida Bagaihing*. Agustino Lukas Fischer Conterius. Putri D. Engge Politeknik Negeri Kupang *eedatha@gmail. Informasi Artikel Received: 2 November 2024 Accepted: 8 Maret 2025 Published: 14 Maret 2025 Keywords: effectiveness, information media, culinary attraction Kata Kunci: efektivitas, media informasi, wisata kuliner Abstract The aims of this research is to determine effectiveness of information media effect on interest of visiting ot not and to describe the effort to optimize existing information media to support the development of culinary tourism in Kupang City. The method of this research uses a mixed research method namely explanatory sequential design. This research was conducted at three culinary attraction locations in Kupang City, namely Night Market Kampung Solor. Tedis Beach, and Wisata Kuliner Oepoi. The sample of this research was 100 people using incidental sampling techniques. The results of this study are the effectiveness of information media (X) which consist of meaning information, usefulness information, and information design as its indicators inffluences the interest of visiting (Y) which is consists of searching for information, recommend, and action as its indicators. Variable x has a 73% influence on tourists' interest to visit. The potential tourism components that can be developed in Tirosa Park are nature tourism, culture . arable Y). Ooptimizing information media that has been carried out by business actors and the government in developing culinary tourism, namely by increasing the information media used, such as through the social media Instagram and using online food delivery applications. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengaruh media informasi terhadap minat berkunjung dan mendeskripsikan upaya optimalisasi media informasi yang ada untuk mendukung pengembangan wisata kuliner di Kota Kupang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran yaitu explanatory sequential design. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi wisata kuliner di Kota Kupang, yaitu Pasar Malam Kampung Solor. Pantai Tedis, dan Wisata Kuliner Oepoi. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang dengan menggunakan teknik sampling insidental. Hasil penelitian ini adalah efektivitas media informasi (X) yang terdiri dari makna informasi, kegunaan informasi, dan desain informasi sebagai indikatornya berpengaruh terhadap minat berkunjung (Y) yang terdiri dari pencarian informasi, rekomendasi, dan tindakan sebagai Variabel x mempunyai pengaruh sebesar 73% terhadap minat berkunjung wisatawan. Komponen potensi wisata yang dapat dikembangkan di Taman Tirosa adalah wisata alam, budaya . ariabel Y). Optimalisasi media informasi yang telah dilakukan oleh pelaku usaha dan pemerintah dalam mengembangkan wisata kuliner yaitu dengan memperbanyak media informasi yang digunakan seperti melalui media sosial Instagram dan penggunaan aplikasi pesan antar makanan online. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 110-121 Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri D. Engg. PENDAHULUAN Kota Kupang mempunyai beberapa tempat wisata kuliner antara lain: Pasar Malam Kampung Solor. Wisata Kuliner Oepoi, dan Pantai Tedis yang menjual berbagai makanan dan minuman. Tempat-tempat tersebut terletak di pusat kota yang dekat dengan tempat wisata, pusat perbelanjaan dan hotel. Beberapa menu makanan yang dijual menggunakan bahan dan bumbu sederhana dengan cita rasa lokal. Harga per porsinya berkisar Rp. 5000 hingga Rp. Harga menu seafood berkisar Rp. 35000 hingga Rp. Kunjungan wisatawan domestik ke Kota Kupang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data, kunjungan wisatawan di Kota Kupang pada tahun 2022 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat 502 wisatawan domestik di Kota Kupang (Balai Pusat Statistik Prov. NTT, Hal ini memberikan dampak multipemain bagi suatu kawasan yang banyak dikunjungi wisatawan (Bagyono. Wisatawan akan membutuhkan transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, serta fasilitas pendukung lainnya selama perjalanannya. Dengan adanya peluang tersebut, pemerintah Kota Kupang melakukan pengembangan dan penataan sektor publik seperti tempat wisata, fasilitas umum dan usaha perekonomian masyarakat. Revitalisasi sektor publik ini membangkitkan semangat masyarakat untuk menghidupkan kembali usaha di Sikap nusantara terhadap wisata kuliner di Kota Kupang mendapat respon baik sebesar 3,38 karena senang dan menikmati wisata kuliner yang ada (Bagaihing et al. , 2. Wisata kuliner merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pariwisata itu Oleh karena itu, tidak lengkap jika wisatawan yang berkunjung ke suatu kawasan wisata tidak mencoba kuliner khas daerah tersebut. Hal ini tentunya menjadi aset pariwisata yang dapat dikembangkan untuk menunjang potensi pariwisata yaitu memberikan peluang bagi berkembangnya usaha kuliner dan menjadi pilihan wisatawan ketika berkunjung ke kawasan wisata. Upaya mempertahankan dan juga meningkatkan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan untuk menikmati wisata kuliner adalah dengan melakukan promosi, salah satunya melalui media Promosi yang dilakukan melalui media informasi merupakan sarana informasi searah atau persuasi yang dirancang untuk mengarahkan orang atau organisasi bertindak guna menciptakan pertukaran dalam pemasaran (Bagaihing at al, 2. Oleh karena itu media informasi sangat diperlukan dalam pengembangan wisata kuliner di Kota Kupang. Beberapa media informasi telah digunakan, seperti dari mulut ke mulut dan media sosial AuFacebookAy. Pemilik usaha di setiap kawasan wisata kuliner belum memanfaatkan berbagai jenis media informasi. Media informasi akan sangat membantu dalam menampilkan kuliner Kota Kupang yang belum diketahui banyak orang secara luas. Penelitian ini akan menganalisis efektivitas media informasi yang digunakan oleh pelaku usaha wisata kuliner dan perlu adanya pemutakhiran media informasi yang digunakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pada wisata kuliner yang ada. Penelitian Luthfiyatillah et al. membahas efektivitas dari media social Instagram dan E-WOM yang berpengaruh terhadap minat beli namun tidak berpengaruh pada Penelitian Ihsannudin dan Dewi . membahas terkait efektivitas media social Youtube yang hasilnya efektif sebagai sumber informasi wisata kuliner karena mudah diakses dan memiliki beragam konten. Penelitian Winarso at al. memiliki valiabel efektivitas website dengan mode Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 110-121 Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri D. Engg. EPIC sebagai media promosi sangat efektif dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Ulfitriana et al. menjelaskan dalam penelitianya terkait peran media sosial, dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk promosi pariwisata kuliner jika digunakan dengan strategi yang Dalam penelitian Anggareta et al. dan Oktaviani & Fatchiya . menunjukane efektivitas sosial media sebagai media promosi wisata kuliner dapat dikatakan cukup efektif. Perlu adanya peningkatan terkait pelayanan yang diberikan kepada pengunjung. Beberapa penelitian sebelumnya ini lebih mengkaji pada variable efektivitas dari media sosial sebagai media promosi dalam pengembangan wisata kuliner, sedangkan masih sedikit yang melihat pada media informasi secara keseluruhan. Penelitian ini lebih mengangkat pada efektivitas dari media informasi yang termasuk media social, media audio, dan media visual khususnya di lokasi Pasar Malam Kampung Solor. Wisata Kuliner Oepoi, dan Pantai Tedis. Ketiga lokasi ini dipilih karena banyak dikunjungi wisatawan untuk menikmati kuliner. Namun pelaku UMKM di lokasi ini belum memanfaatkan media informasi yang ada. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui adanya hubungan korelasi antara media informasi dengan kunjungan wisatawan sehingga dapat membuat strategi promosi yang efektif dan relevan untuk pengembangan wisata kuliner yang ada di Kota Kupang. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi masukan mengoptimalkan setiap media informasi yang ada guna menarik wisatawan dating TINJAUAN PUSTAKA Efektivitas Efektif berasal dari bahasa Inggris efektif yang berarti berhasil. Sesuatu yang Anda lakukan berhasil dengan baik. Efektivitas berasal dari bahasa Inggris efektifitas, khasiat, dan potensi. Efektivitas kemanfaatan, adanya kesesuaian suatu kegiatan orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang dituju. Efektivitas pada dasarnya menunjukkan tingkat pencapaian hasil, sering atau selalu dikaitkan dengan pengertian efisiensi, padahal sebenarnya terdapat perbedaan Efektivitas menekankan pada hasil yang dicapai, sedangkan efisiensi lebih melihat bagaimana mencapai hasil yang dicapai dengan membandingkan input dan output (Adiwimarta & Sunaryo, 2. Efektivitas kemampuan untuk mempunyai tujuan yang tepat atau mencapai tujuan yang telah ditentukan. Efektivitas juga berkaitan dengan masalah bagaimana mencapai tujuan atau hasil yang diperoleh, kegunaan atau manfaat dari hasil yang diperoleh, tingkat daya fungsional unsur atau komponen, serta tingkat kepuasan pengguna. Dari pengertian tersebut, efektivitas organisasi dapat dikatakan sebagai keberhasilan pencapaian tujuan organisasi dari dua sudut pandang. Pertama, dari segi AuhasilAy, yaitu tujuan atau hasil yang diinginkan telah tercapai. Kedua, dari segi AuusahaAy yang dilakukan atau dilaksanakan telah tercapai, sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan (Wardia, 2. Media Informasi Criticos merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pemberi pesan dari komunikator kepada komunikan (Gule et al. , 2. Sedangkan menurut Davis (Gule et al. , 2. , pengertian informasi secara umum adalah data yang telah diolah menjadi bentuk lain yang lebih bermanfaat, yaitu pengetahuan atau informasi yang diperuntukkan bagi keputusan, baik saat ini maupun di masa Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 110-121 Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri D. Engg. yang akan datang. Media informasi merupakan alat untuk mengumpulkan dan menata kembali informasi sehingga menjadi bahan yang berguna bagi penerima informasi. Sobur menjelaskan bahwa media informasi adalah Aualat grafis, fotografi atau elektronik untuk (Naibaho, 2. Katz mengatakan teori tentang informasi terbagi menjadi 3 . sub variabel yaitu (Naibaho, 2. : . Isi informasi yang memiliki beberapa indikator yaitu relevansi, objektivitas, . Kegunaan mempunyai indicator yaitu mudah dipelajari, efisien digunakan, mudah . Desain visual memiliki indikator: tata letak, warna, tipografi Minat Berkunjung Minat wisata adalah kegiatan perjalanan seseorang yang bertujuan untuk rekreasi dan hiburan serta mempunyai persiapan untuk kegiatan tersebut (Miarsih & Anwani, 2. Jadi, minat berkunjung merupakan dorongan seseorang untuk melakukan kunjungan dengan tujuan tertentu. Ada beberapa faktor yang membentuk minat beli konsumen, yaitu (Wisagdyo, 2. : . Sikap orang lain yaitu sikap negatif orang lain dapat mempengaruhi pilihan konsumen, tergantung pada intensitas sikap tersebut dan motivasi konsumen dalam memenuhi keinginan orang lain. Faktor situasional yang tidak diantisipasi yaitu kondisi yang tak terduga bisa mengubah keputusan konsumen dalam pembelian, tergantung pada keyakinan konsumen dalam membuat keputusan tersebut. Indikator minat kunjungan dapat diketahui melalui indikator sebagai berikut (Sondakh & Tumbel, 2. : . Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli suatu produk. Minat kecenderungan seseorang untuk merujuk produk kepada orang lain. Minat menggambarkan perilaku seseorang yang mempunyai preferensi utama terhadap suatu produk. Minat eksplorasi, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya untuk mendukung sifat-sifat positif produk Pengembangan Wisata Kuliner Wisata kuliner merupakan suatu kegiatan makan dan minum khas yang dilakukan oleh setiap wisatawan. Berbeda dengan produk wisata lainnya seperti wisata bahari, wisata budaya, dan wisata alam yang dapat dipasarkan sebagai produk wisata utama, namun wisata kuliner biasanya dipasarkan sebagai produk wisata pendukung (Bagaihing & Mantolas, 2. Kuliner, menurut Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif dalam 2015-2019, adalah kegiatan yang melibatkan penyiapan, pengolahan, dan penyajian makanan dan minuman dengan unsur kreativitas, estetika, tradisi, dan kearifan lokal untuk meningkatkan cita rasa dan nilai produk. Kuliner berhubungan erat perekonomian lokal, dan membantu melestarikan budaya daerah melalui pengalaman wisatawan yang mencicipi makanan khas setempat (Auliya & Mona. Untuk mengembangkan usaha kuliner yang berkelanjutan, diperlukan strategi dan kreativitas dalam setiap proses agar pembangunan terlaksana dengan sistematis dan tepat sasaran. Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif menyebutkan empat komponen utama dalam ekosistem kuliner, yaitu rantai nilai konsumen, dan pengarsipan. Ekosistem kuliner menggambarkan hubungan saling ketergantungan antara peran-peran dalam Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 110-121 Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri D. Engg. penciptaan nilai kreatif dan lingkungan yang mendukungnya (Auliya & Mona. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi wisata kuliner di Kota Kupang yaitu Wisata Kuliner Oepoi, pantai Tedis, dan Pasar Malam Kampung Solor. Penelitian dilakukan selama enam bulan, dimulai pada bulan April hingga Oktober Subyek pengunjung yang datang di tiga lokasi wisata kuliner. Populasi yang diambil adalah jumlah wisatawan nusantara pada tahun 2024 yang berjumlah 306. wisatawan (Balai Pusat Statistik Prov. NTT, 2. Dari jumlah populasi ini diambil sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 10%, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 100 pengunjung dengan menggunakan teknik sampling insidental (Sugiyono, 2. Penelitian penelitian mix method dengan teknik pengumpulan data sekuensial yaitu masing-masing penelitian kuantitatif dan kualitatif (Sugiyono. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data trianggulasi yaitu observasi, in-depth interview, dan dokumentasi. Penelitian ini diawali dengan mengetahui hubungan efektivitas media informasi terhadap minat berkunjung dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 pengunjung sebagai sampel. Dari hasil analisis perhitungan kuisioner dan juga hasil wawancara terhadap pedagang kaki lima, pengunjung dan pemerintah dapat mengetahui optimalisasi media informasi yang ada untuk mendukung pengembangan wisata kuliner di Kota Kupang. HASIL DAN PEMBAHASAN Wisata kuliner di Kota Kupang seperti Pasar Malam AuKampung SolorAy yang terletak di Jalan Siliwangi. Kampung Solor menjual berbagai jenis makanan laut dan minuman. Wisata Kuliner Oepoi di jalan W. J Lalamentik ini menawarkan beberapa menu makanan dan minuman seperti bakso, nasi ayam. Se'I. Sedangkan di Pantai Tedis menjual bakso, jagung bakar, pisang tumbuk. Pantai Tedis di Kupang menawarkan pengalaman wisata kuliner dan tempat nongkrong yang menawan, memadukan keindahan alam dengan suasana santai dan menyegarkan. Letaknya yang tak jauh dari pusat kota, pantai ini menjadi destinasi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan untuk menikmati waktu luang dengan pemandangan laut yang indah. Di sepanjang Pantai Tedis terdapat berbagai warung makan dan kafe lokal yang menyajikan beragam kuliner khas Kupang hingga hidangan seafood segar. Makanan populernya antara lain jagung bakar, ikan bakar, hingga santapan kelapa muda yang menambah nuansa tropis. Beberapa kedai juga menyediakan beragam kopi lokal yang cocok dinikmati saat senja, saat pemandangan matahari terbenam di Pantai Tedis menampilkan warna langit yang menakjubkan. Pantai ini juga menjadi pilihan tepat bagi para pemburu foto yang ingin mengabadikan momen indah berlatar belakang birunya laut dan langit matahari terbenam yang Dengan segala daya tariknya. Pantai Tedis tidak hanya sekedar destinasi wisata pantai, namun juga pusat kuliner dan hiburan yang memadukan lezatnya kuliner lokal, suasana pantai, dan keramahtamahan khas Kupang. Ketiga tempat ini sering dikunjungi wisatawan lokal bahkan mancanegara untuk menikmati kuliner yang dijual. Wisatawan yang datang umumnya mengetahui lokasi ini dari media informasi mulut ke mulut. Media informasi yang saat ini memberikan informasi mengenai wisata kuliner hanya sebatas dari mulut ke mulut dan beberapa media sosial seperti facebook dan Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 110-121 Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri D. Engg. whatsapp dari para pemilik usaha yang berjualan di ketiga lokasi tersebut. Efektivitas Media Informasi Dalam Menunjang Kunjungan Wisatawan Teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam penyampaian informasi baik berupa teks, gambar, dan suara kepada pengguna di seluruh dunia. Salah satu perkembangan teknologi yang mampu mewujudkan sesuatu adalah suatu bentuk media yang disebut multimedia. Multimedia telah mengubah budaya pengguna dalam berinteraksi dengan komputer melalui kombinasi media teks, grafik, suara dan animasi. Salah satu fungsi teknologi informasi bagi sektor periklanan dan promosi. Dimana sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan kegiatan perekonomian yang berorientasi pada perluasan kesempatan kerja dan kesempatan kerja pada suatu daerah tertentu. Efektivitas suatu media informasi dapat diukur dari keberhasilan suatu media informasi dalam menarik perhatian dan menimbulkan tindakan. Untuk menjawab hipotesis penelitian mengenai efektivitas media informasi, kuesioner disebarkan kepada 100 wisatawan yang mengunjungi tiga objek wisata kuliner. Tabel 1. Gender Responden Jumlah Persentasi Gander Laki-laki Perempuan Total Sumber: Data diolah peneliti . Berdasarkan tabel 1, jumlah responden sebanyak 100 orang, laki-laki perempuan, yaitu laki-laki dengan persentase 63%, kemudian perempuan dengan persentase 37%. Jadi dapat disimpulkan bahwa responden pada kuesioner ini lebih banyak yang berjenis kelamin laki-laki yaitu 63 orang, sedangkan yang berjenis kelamin perempuan hanya 37 orang. Tabel 2. Usia Responden Jumlah Persentasi Usia 21-30 tahun 31-40 tahun >41 tahun Total Sumber: Data diolah peneliti . Berdasarkan Tabel 2, responden dengan rentang usia 31-40 tahun mempunyai posisi tertinggi yaitu sebesar 50% dan disusul oleh responden usia 21- Pekerjaan Student 30 tahun sebesar 43%. Persentase terkecil responden berusia di atas 40 tahun sebesar 7%. Tabel 3. Pekerjaan Responden Jumlah Persentasi Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 110-121 Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri D. Engg. Jumlah Pekerjaan Privat Employee Government Employee Total Sumber: Data diolah peneliti . Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang berprofesi sebagai pegawai negeri mempunyai jabatan tertinggi yaitu sebesar 46% dan disusul oleh responden yang bekerja di pegawai Persentasi swasta sebesar 42%. Persentase terkecil responden yang berstatus pelajar adalah sebesar 12%. Table 4. Hasil Uji Validitas Variable Sub Variable r-count Efektivitas Media Informasi Minat Berkunjung Sumber: Data diolah peneliti . Tabel 4 menunjukkan bahwa seluruh indikator yang digunakan untuk masing-masing variabel mempunyai koefisien korelasi lebih besar dari r tabel . Dengan demikian, enam indikator efektivitas media informasi dan lima indikator minat berkunjung dinyatakan valid. Table 5. Uji Reliabilitas Variable Cronbach's alpha Efektivitas Media Informasi Minat Berkunjung Sumber: Data diolah peneliti . Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian reliabilitas seluruh variabel dalam penelitian ini. nilai CronbachAos alpha () lebih besar dari nilai alpha . Dengan begitu setiap pernyataan keempat variabel dalam r-table Alpha Value kuesioner ini dapat diandalkan untuk digunakan dalam penelitian ini. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 110-121 Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri D. Engg. Table 6. Coefficients Model Constant Sumber: Data diolah peneliti . Tabel Hal ini menunjukkan bahwa variabel efektivitas media informasi berpengaruh terhadap minat berkunjung karena nilai signifikansinya sebesar 0,07 Significant yang berada dibawah 0,05. Variabel X mempunyai nilai t hitung sebesar 2759 > t tabel sebesar 166. Jadi dapat disimpulkan hipotesis alternatif (H. diterima yaitu efektifitas media informasi berpengaruh terhadap minat berkunjung. Table 7. Coefficient Determination Test R Square Model Sumber: Data diolah peneliti . Nilai R Square pada tabel 7 menunjukkan bahwa variabel independen (X) secara simultan mempunyai pengaruh yang kuat sebesar 73% terhadap variabel dependen (Y). Artinya sekitar 27% dipengaruhi oleh variabel lain di luar cakupan penelitian ini. Efektivitas Media Informasi Dalam Menunjang Kunjungan Wisatawan Tedis Pantai Tedis merupakan salah satu tempat wisata di Kota Kupang. Lokasinya dekat dengan Pasar Malam AuKampung SolorAy, situs bersejarah AuGereja Tertua di Kupang dan Rumah Abu Siang LayAy, pusat perbelanjaan tradisional dan dua universitas swasta. Sedangkan objek wisata Kuliner Oepoi dekat dengan Sation Oepoi. Hotel dan pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, ketiga tempat wisata kuliner ini letaknya Optimalisasi media informasi untuk kuliner di Kota Kupang telah dilakukan oleh para pelaku usaha dan juga pemerintah daerah setempat dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Kupang. Sebelumnya, media informasi yang digunakan pelaku usaha dari ketiga lokasi wisata kuliner tersebut hanya sebatas Auworth of mountAy dan media sosial seperti AuFacebook dan WhatsAppAy. Ramainya kunjungan kerap terjadi pada akhir pekan dan hari libur Berdasarkan hasil perhitungan kuisioner, media informasi berpengaruh terhadap minat berkunjung wisatawan. Kegiatan penyediaan informasi mulai ditingkatkan oleh para pelaku usaha. Tak hanya dari mulut ke mulut, mereka pun mulai mendaftarkan usahanya di aplikasi pesan-antar makanan online seperti aplikasi AuGrabfoodAy. Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang baik bagi pelanggan yang ingin menikmati produknya di rumah. Dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini, pelaku usaha telah memanfaatkan layanan pesan-antar makanan secara Gambar 1. Penggunaan Online Food Delivery Sumber: Data olahan peneliti . Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 110-121 Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri D. Engg. Dalam pengembangan teknologi media informasi diharapkan juga dukungan dan keterlibatan pemerintah daerah diberikan kepada pemilik usaha kecil dalam hal promosi. Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Kupang ikut terlibat dalam mempromosikan tempat wisata di Kota Kupang, termasuk wisata kuliner. Dinas Pariwisata memposting video kegiatan di destinasi wisata di media sosial AuInstagramAy seperti gambar 2 di bawah Gambar 2. Instagram Dinas Pariwisata Kota Kupang Sumber: Data olahan peneliti . Selain itu, beberapa event juga digelar pemerintah kota di ketiga lokasi tersebut untuk menarik wisatawan, seperti pameran AuMerekam Kota 2024Ay yang berlangsung di Rumah Raja Lai Lai Bisi Kopan pada tanggal 12 Ae 26 Oktober 2024 seperti gambar 3 berikut: Gambar 3. Pameran Lukisan AuMerekam KotaAy Sumber: Data olahan peneliti . KESIMPULAN DAN SARAN Objek wisata kuliner yang banyak dikunjungi wisatawan ini adalah Pasar Malam AuKampung SolorAy. Pantai Tedis, dan objek wisata kuliner Oepoi. Lokasinya yang sangat strategis membuat ketiga tempat ini ramai dikunjungi Media informasi digunakan untuk mempromosikan tiga tempat wisata kuliner di Kota Kupang yang mempunyai pengaruh kuat, dengan pengaruh sebesar 73% terhadap minat wisatawan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 wisatawan yang mengunjungi ketiga tempat tersebut. Hal ini membuktikan bahwa efektivitas media informasi berpengaruh terhadap minat berkunjung dengan hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung sebesar 2759 > nilai t tabel 166 dan nilai signifikansi 0,007 < 0,05. Pemanfaatan dalam pengembangan wisata kuliner perlu menjadi perhatian para pelaku usaha dan pemerintah daerah. Wisatawan ketika menjelajahi suatu daerah akan mencari informasi apapun. Oleh karena itu, para pelaku usaha di ketiga lokasi wisata kuliner tersebut harus aktif dan Media informasi yang dimanfaatkan oleh setiap pelaku usaha belum banyak, hanya sebatas dari mulut ke mulut. Facebook. Stories di WhatsApp. Instagram, dan penggunaan aplikasi pesan-antar makanan online. Pemerintah setempat, dalam hal ini Dinas Pariwisata, hanya mengunggah video Instagram Postingannya postingannya kurang up to date. Masih sedikit media informasi yang digunakan oleh pelaku usaha dan pemerintah untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk wisata kuliner di Kota Kupang. Diharapkan kedepannya pemerintah dan pelaku usaha dapat pemanfaatan teknologi media informasi Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 110-121 Efektivitas Media Informasi Dalam Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang (Martarida Bagaihing. Agustino Lukas Fischer Conterius, dan Putri D. Engg. secara baik, seperti memberikan bantuan dalam pembuatan dan penggunaan media sosial seperti TikTok dan website. Agar media informasi dapat berjalan dengan baik, diperlukan juga kerjasama dengan akademisi untuk membentuk sumber daya manusia yang menguasai pariwisata dan teknologi. DAFTAR PUSTAKA