PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. April 2025 Hal. e-ISSN: 2774-7921 Internalisasi Program Pengembangan Bakat Minat di TPQ Masjid Agung Baitussalam Purwokerto Anti Wahyuningtyas1. Bunga Citra Lestari2. Firda Nur Alif Maolana3 Ilham Efendi Solekh4. Najwa Fatriyana Maharani5. Najwah Addina6. Salma Dwi Puspita7 1,2,3,4,5,6,7 UIN Prof. Saifuddin Zuhri Purwokerto *Email:antiwahyuningtyas@gmail. ABSTRACT Education is not only a role of transferring knowledge, but also aims to make students feel experiencing something that makes them understand the essence of themselves, and internalize the values contained in their experience as an ideal concept that will be applied in their lives. The purpose of developing interests and talents is to optimize individual development in areas of The Al-Qur'an Education School (TPQ) is a non-formal educational institution that is not only limited to teaching how to read the Al-Qur'an correctly, but also a place for students to develop their potential. The research was conducted at TPQ Ta'limul Qur'an lil Aulad which is located at the Great Mosque of Baitussalam Purwokerto. The method used is the field research method, which is research whose object is about certain conditions in an area in a community The research is included in descriptive qualitative research. Data collection uses observation, interview, and documentation methods. This research uses the Participatory Action Research (PAR) method by being directly involved in teaching and learning activities at TPQ. Providing guidance programs for developing talents and interests with the right methods, tailored to the problems that exist in students. As well as coaching for educators is carried out by assisting teaching and learning activities so that learning is more varied and able to improve the reading of students properly. Keywords: Management. TPQ. Self-Development. Talent and Interest ABSTRAK Pendidikan tidak hanya berperan memindahkan pengetahuan . ransfer of knowledg. tetapi juga bertujuan membuat peserta didik merasa mengalami suatu hal yang membuatnya dapat memahami esensi diri, serta menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pengalamannya itu sebagai sebuah konsep ideal yang akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari peningkatan minat dan bakat adalah untuk mengoptimalkan perkembangan individu dalam bidang yang diminati. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) merupakan lembaga pendidikan non-formal yang tidak hanya sebatas mengajarkan bacaan Al-Qur'an, tetapi juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri. Penelitian dilakukan pada TPQ Ta'limul Qur'an lil Aulad yang berlokasi di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto. Metode yang digunakan adalah metode penelitian lapangan . ield researc. , yaitu penelitian yang objeknya mengenai kondisi tertentu pada suatu wilayah dalam suatu kelompok masyarakat. Penelitian termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan Penelitian ini mengguankan metode Partisipatory Action Research (PAR) dengan terjun dan terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar di TPQ. Bimbingan terkait pemberian program pengembangan bakat minat dan metode yang tepat, yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada pada diri santri. Serta pembinaan terhadap pendidik dilakukan dengan pendampingan kegiatan belajar mengajar sehingga pembelajaran lebih bervariasi dan mampu memperbaiki bacaan para santri dengan baik. Kata Kunci: Manajemen. TPQ. Pengembangan Diri. Bakat Minat Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 PENDAHULUAN Dalam era globalisasi, pengembangan bakat dan minat anak sejak dini menjadi semakin penting dilakukan yaitu dengan menekankan pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, pembelajaran harus berjalan secara aktif, kreatif, inovatif, dan kolaboratif dengan memfokuskan pembelajaran kepada santri. Sebagai usaha mewujudkan pengembangan minat dan bakat yang maksimal di era globalisasi ini, setidaknya seorang pengajar mampu menguasai keterampilan berupa kreativitas, komunikasi yang baik, dan kemampuan Terkhusus pada kemampuan berpikir kreatif yang dapat diimplementasikan untuk menyusun pembelajaran yang lebih beragam. Bakat dan minat seseorang ditumbuhkembangkan untuk tujuan pendidikan. Hal ini dikarenakan bakat merupakan potensi yang masih memerlukan ikhtiar pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud (Ulfah & Opan, 2. Tujuan dari peningkatan minat dan bakat adalah untuk mengoptimalkan perkembangan individu dalam bidang yang diminati sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal dan mencapai prestasi yang lebih tinggi (Fazis, 2. Pengembangan bakat minat tidak hanya bisa dikembangkan melalui pendidikan formal saja tetapi bisa dikembangkan dalam pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal merupakan suatu sistem pendidikan di luar sistem pendidikan formal . erupa sekola. , yang diselenggarakan secara terencana, tersistematis, serta fleksibel dan . dilangsungkan di luar waktu pendidikan formal umum (Kuraesin, 2. Sistem pendidikan ini, umumnya diselenggarakan dengan menggandeng lembaga keluarga dan lingkungan masyarakat secara luas. Pendidikan nonformal ini juga biasanya bersifat independent . dan memiliki fungsi tersendiri berupa fungsi penambah, pengganti, pun fungsi pelengkap dari sistem pendidikan formal. Pendidikan nonformal yang ada salah satunya adalah pendidikan di TPQ (Taman Pendidikan AlQurAoa. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) tidak hanya sebatas mengajarkan bacaan Al-Qur'an, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri. Pendidikan untuk anak-anak tidak sekedar memindahkan pengetahuan . ransfer of knowledg. , namun juga bermakna upaya untuk membuat peserta didik merasa mengalami suatu hal yang membuatnya dapat memahami esensi diri, serta menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pengalamannya itu sebagai sebuah konsep ideal yang akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi karakter yang melekat pada dirinya. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka lingkungan tempat belajar, sistem, dan metode yang digunakan serta karakter guru memainkan peran penting dalam kesuksesan pendidikan agama dalam TPQ (Nabila. TPA/TPQ setara dengan RA dan taman kanak-kanak (TK), dimana kurikulumnya ditekankan pada pemberian dasar-dasar membaca Al-QurAoan serta membantu pertumbuhan dan perkembangan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Langkah awal adalah meletakan dasar agama yang kuat pada anak sebagai persiapan untuk mengarungi hidup dan kehidupannya. Dengan dasar agama yang kuat, maka setelah menginjak dewasa akan lebih arif dan bijaksana dalam menentukan sikap, langkah dan keputusan hidupnya karena pendidikan agama adalah jiwa . dari pendidikan. Keberadaan TPA/TPQ, sudah menjadi keharusan bagi pendidikan dan pengembangan moral anak, ditengah globalisasi saat ini, sehingga TPQ harus dapat berbenah untuk menjawab tantangan tersebut, utamanya menyangkut pengelolaannya termasuk sistem pembelajaran yang diterapkan. (Ana & Fatmawati, 2. Dengan melatih para santri untuk mengasah keterampilan mereka dan mempraktekkan teori pendidikan Islam, seperti mengadakan pelatihan menulis huruf arab, kaligrafi, mewarnai, dan bermain Dengan demikian dapat membantu santri agar bisa menulis huruf yang sudah dibaca pada saat mengaji, mengetahui teknik dasar membuat kaligrafi, komposisi warna yang sesuai, serta mengasah perkembangan motorik halus santri. Sehingga pemahaman yang mereka dapat dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Keterampilan dalam usaha mengembangkan bakat dan minat santri sangat berpengaruh oleh pengajarnya. Seorang pengajar/ustadz-ustadzah yang biasa disebut dalam lingkungan TPQ memiliki tugas sebagai fasilitator dan pembimbing bagi para santri pada saat proses pembelajaran. Proses pembelajaran akan berhasil manakala peserta didik mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh sebab itu, pendidik perlu menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Menurut Ki Hajar Dewantara, peran guru sebagai pengajar adalah suatu peranan yang dituntut untuk bisa menguasai bahan yang akan diajarkan, memiliki kemampuan untuk mengajar, dapat Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 merencanakan dan mengevaluasi suatu program atau unit pelajaran, dan mempunyai minat untuk mengerjakan ilmunya (Dewantara, 2. Pengembangan bakat peserta didik ini dilakukan oleh guru dengan mewujudkan suasana dalam belajar dan proses pembelajaran yang kondusif bagi peserta didik untuk mengembangkan segenap potensi dirinya. Kondusif dimaksudkan bahwa suasana belajar itu menantang, menyenangkan, memotivasi, serta proses pembelajaran tidak membelenggu, memasung, menindas, dan membodohkan peserta didik untuk berekspresi, bereksplorasi, bereksperimentasi, berkreasi, berinovasi, dan berkolaborasi (Juarsih, 2. Pemberdayaan sumber daya pendidikan merupakan suatu usaha yang terencana dan terorganisir dalam membantu siswa untuk mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya agar menjadi orang memiliki berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan (Abdulloh Hanif & Risma Firda, 2. Berdasarkan hasil pelaksanaan manajemen bakat minat yang dilakukan pada bulan NovemberDesember di TPQ TaAolimulqurAoan lil Aulad yang berlokasi di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto ditemukan bahwa para santri disana tidak dibiasakan untuk praktek menulis huruf hijaiyah, mempelajari seni kaligrafi, mewarnai, ataupun kegiatan keterampilan lainnya. Hal ini terbukti pada saat diadakan praktek menulis huruf hijaiyah, masih banyak para santri yang kurang mampu menulis huruf hijaiyah dengan baik dan belum mengetahui cara menulis huruf hijaiyah yang benar. Kondisi tersebut disebabkan oleh pengajar sebelumnya yang tidak membiasakan para santrinya untuk belajar menulis huruf hijaiyah dan program pengembangan bakat lainnya, pembiasaan pada saat pembelajaran hanya berfokus pada kegiatan membaca IqraAo dan Al-QurAoan, sehingga santri tidak terbiasa untuk menulis huruf hijaiyah dan mengembangkan bakat dan minat mereka. Selain itu, santri TPQ TaAolimulqurAoan lil Aulad juga kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran, sehingga santri hanya memahami teori yang diberikan oleh pengajarnya. Pengajar mengesampingkan kebutuhan para santri yang harus diasah sejak dini, yaitu mengembangkan bakat minatnya seperti mengasah keterampilannya. Permasalahan lain yang ditemukan yaitu, dokumen administrasi di TPQ TaAolimulqurAoan lil Aulad terbilang kurang lengkap. Seperti tidak adanya buku rapor. Rapor merupakan dokumen alat yang dipakai untuk melihat target keberhasilan para santri dan mengevaluasi proses belajar santri yang didalamnya berisi laporan hasil belajar para santri setiap harinya. Tanpa adanya sistem rapor di TPQ TaAolimulqurAoan lil Aulad membuat para pengajar kesulitan melihat dan mengevaluasi hasil belajar para santri. Akibatnya, keterampilan para santri tidak dapat diketahui terutama bakat dan minat para Berpaku pada permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, diperlukan suatu tindakan perbaikan yang dapat dilakukan oleh pengajar TPQ TaAolimulqurAoan lil Aulad untuk mengembangkan keterampilan santri serta keterlibatan santri pada proses pembelajaran. Santri diharapkan untuk semakin terampil dan mampu mempraktekkan materi pelajaran, sehingga santri mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aksinya yang mampu mengarahkan proses pembelajaran sekaligus meningkatkan bakat minatnya adalah mengajarkan para santri untuk mempraktekkan apa yang sudah mereka pelajari, khususnya menulis huruf hijaiyah, seni kaligrafi, menggambar, mewarnai, dan bermain mozaik. Permasalahan administrasi yang belum lengkap, perlu adanya tindakan pembuatan rapor untuk para santri agar bisa melihat perkembangan hasil belajar santri. Sehingga para pengajar bisa mengukur proses belajar para santri. Penerapan manajemen bakat dan minat dilakukan melalui beberapa tahap. Tahapan pengembangan bakat dan minat peserta didik dimulai dari tahap perencanaan berupa identifikasi bakat setiap peserta didik, tahap seleksi, tahap pengelolaan bakat dan minat peserta didik, lalu tahap implementasi manajemen pengembangan bakat dan minat peserta didik dan diakhiri dengan tahapan evaluasi (Noho, 2. Proses perencanaan berupa penyusunan rencana program dengan konsultasi bersama ustadzah setempat dan identifikasi kemampuan santri dalam program yang direncanakan. Pelaksanaan program berupa mewarnai, menulis huruf arab, kaligrafi, dan mozaik dilakukan secara bertahap. Alasan penulis menjadikan TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad sebagai objek pengabdian, dikarenakan TPQ tersebut memiliki kekurangan sumber daya pengajar dan belum ada kelengkapan administrasi yang Adapun alasan penulis menulis artikel ini yaitu sebagai bentuk uraian dari laporan manajemen bakat minat yang telah kami kerjakan setelah kami melakukan praktek mengajar langsung. Penulis bermaksud ingin menguraikan apa yang telah kami lakukan pada saat praktek mengajar yang berfokus dalam manajemen minat dan bakat serta pengelolaan administrasi di TPQ tersebut. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 METODE Metode yang digunakan adalah metode penelitian lapangan . ield researc. , yaitu penelitian yang objeknya mengenai gejala atau peristiwa tertentu pada sutu wilayah dalam suatu kelompok masyarakat. Penelitian tersebut termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan sekunder. Data primer pada penelitian ini adalah santri dan santriwati dengan jumlah 40 anak dengan rincian 15 laki-laki dan 25 siswa perempuan dengan menggunakan tiga subjek penelitian antara lain: ustadz/ustadzah, santri, dan literatur lain. Sedangkan data sekunder adalah Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Wawancara digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi keadaan santri, tenaga pendidik, dan lingkungan TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad. Sedangkan metode observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati atau meninjau secara cermat dan langsung untuk mengetahui kondisi yang terjadi pada suatu wilayah. Objek observasi yang diteliti adalah santriwan/santriwati, tenaga pendidik, serta kondisi sosial TPQ. Adapun metode dokumentasi digunakan sebagai metode penghubung kegiatan penelitian, seperti lokasi TPQ, data peserta TPQ, dan Pada pelaksanaan kegiatan menggunakan metode PAR (Partisipatory Action Researc. Metode ini merupakan salah satu metode penelitian yang dilaksanakan secara partisipatif kepada warga masyarakat dalam suatu wilayah tertentu. Di dalam suatu metode penelitian ilmiah, biasanya para peneliti . menjadikan suatu kelompok masyarakat sebagai objek Keterlibatan subjek dampingan yaitu ustadzah yang mengajar dalam proses perencanaan dan pengorganisasian adalah dengan membantu memberikan informasi yang dibutuhkan, seperti bagaimana keadaan dan kultur dari santriwan/santriwati TPQ saat pembelajaran. Kedua, santri TPQ sebagai sasaran penerapan program. Tahapan pengabdian berupa perencanaan program, pengorganisasian, dan pembagian jobdesk, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Harapannya, dengan adanya pengabdian ini, dapat membantu pengelola TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad dalam mengembangkan bakat minat santri serta membantu kelengkapan administrasi TPQ. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanan pendampingan TPQ dilaksanakan selama 16 . nam bela. pertemuan mulai dari bulan Oktober sampai bulan Desember 2024. Penelitian mengambil tempat pengabdian di TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad Masjid Agung Baitussalam yang berlokasi di Jl. Masjid no. 1 Kec. Purwokerto Timur. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah. Dimulai dari tanggal 28 Oktober 2024 hingga 20 Desember 202 setiap hari Senin dan JumAoat pada pukul 15. 30 WIB. Santri pada TPQ tersebut berjumlah 40 anak, dengan rincian 15 santriwan dan 25 santriwati. Dibagi menjadi tiga kelas disesuaikan dengan usia dan kelas di sekolah. Kelas A terdiri dari santri TK sampai kelas dua SD, kelas B diisi oleh anak kelas tiga sampai kelas enam SD, dan siswa SMP berada di kelas C. Kegiatan yang dilakukan adalah turut membantu kegiatan privat membaca IqroAo dan Al-QurAoan serta mengadakan beberapa program pengembangan bakat minat santri. Analisis SWOT pengabdian TPQ disajikan pada tabel 3. Tabel 1. Analisis SWOT Kondisi TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman (Strenght. (Weaknes. (Opportunit. (Threa. Pendidik TPQ Kurangnya tenaga Santri memiliki Lokasi TPQ di dalam (Ustadza. yang pengajar, sedangkan antusiasme yang tinggi profesional dan jumlah santri cukup untuk belajar hal baru lain yang sholat Dinaungi langsung oleh Tidak adanya program Pemberian reward dari Kondisi cuaca kurang yayasan Masjid Agung pengembangan bakat donatur berupa snack mendukung, sehingga Baitussalam setiap JumAoat sehingga santri tidak berangkat memotivasi santri TPQ karena hujan Sarana dan prasarana Administrasi yang Dukungan dari wali Lokasi dekat dengan seperti belum lengkap santri yang sangat kuat jalan raya, sehingga adanya papan tulis, santri harus terus spidol, buku bacaan, serta meja. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 . Gambar 1. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kegiatan pengabdian masyarakat di TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad Masjid Agung Baitussalam terdiri dari tiga program utama. Pertama, pendampingan dalam membaca Iqro dan Al-QurAoan, meliputi pendampingan privat dengan membetulkan kesalahan bacaan santri. Hal ini bertujuan agar santri dapat membaca ayat Al-QurAoan dengan tepat sesuai tajwid serta makhorijul huruf. Kedua, program pengembangan bakat minat, terdiri dari menggambar, mewarnai, seni kaligrafi, menulis huruf hijaiyah, dan bermain mozaik. Program-program tersebut disambut oleh antusiasme santri karena sebelumnya tidak diadakan kegiatan seperti ini. Ketiga, pembuatan buku laporan perkembangan peserta didik, sehingga orang tua/wali santri mengetahui seberapa jauh perkembangan santri ketika belajar di TPQ. PEMBAHASAN Pendidikan tidak hanya bersifat formal, akan tetapi mencakup pula pendidikan yang bersifat non Tugas manusia tidak selalu meningkatan kecerdasan, melainkan juga mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia. Salah satu lembaga pendidikan nonformal adalah Taman Pendidikan al-QurAoan (TPQ) yaitu sebuah lembaga yang berkiprah dalam aktivitas-aktivitas agamis. Taman Pendidikan Al-QurAan (TPQ) adalah sebuah lembaga pendidikan yang memfokuskan pembelajaran baca dan tulis Al-Qur'an. Fungsi TPA yaitu menyiapkan generasi muda agar tidak terjadi kemerosotan agama di masa mendatang. Pendidikan Al-QurAoan bertujuan menyiapkan terbentuknya generasi qurani. Pendidikan Al Quran memiliki peranan penting dalam membentuk karakter santri melalui pembimbingan, melatih secara terus menerus dan menasehati dalam membentuk karakter religius, mandiri, serta komunikatif pada anak usia dini (Fadilia, 2. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Program pengabdian masyarakat yang dilakukan di TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad berfokus pada pendampingan kegiatan mengaji serta pengembangan bakat minat dan keterampilan santri. Adapun program yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: A Menggambar dan Mewarnai Menggambar merupakan sebuah aktivitas yang paling digemari. Menggambar merupakan sebuah sarana untuk mengungkapkan perasaan seseorang yang dituangkan dalam Kumpulan berberapa gari dan warna yang sesuai sehingga akan menghasilkan gambar yang indahdan menarik untuk dilihat. Menggambar merupakan sebuah ungkapan ide, angan-angan, dan perasaan yang menggunakan berbagai peralatan untuk menghasilkan gambar. Kreativitas dan kecerdasan itu mempunyai hubungan yang sangat erat. Oleh karena itu, anak tidak boleh hanya dididik agar menjadi anak yang cerdas saja, akan tetapi harus pula dididik agar menjadi anak yang kreatif dan mempunyai emosi yang stabil (Yudhistira et al. , 2. Sebuah gambar agar lebih menarik tentunya perlu ditambah dengan warna. Pemilihan warna juga harus tepat agar dapat memunjulkan bentuk konkret dari benda. Dalam kegiatan mewarnai dapat menggunakan beberapa alat diantaranya crayon, pensil warna, spidol warna, cat air, dll. Kebanyakan siswa menggunakan alat mewarnai crayon. Alasan pemilihan alat ini karena harga terjangkau, mudah ditemukan di mana saja, serta yang paling penting adalah hasil dari warna yang dihasilkan sangat jelas. Namun crayon memiliki sisi kelemahan yaitu mudah patah, hasil gambarnya kasar dan kurang rapi. Salah satu upaya mengembangkan kreativitas anak dalam seni mewarnai disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak yang dimulai dari bermain sambil belajar. Untuk mengembangkan kreativitas dalam seni mewarnai anak dituntut harus kreatif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mewarnai adalah memberi mengecat, menandai . engan warna tertent. sehingga dapat disimpulkan bahwa mewarnai adalah aktivitas memberikan warna . ensil, crayon, cat spray, dl. pada bidang atau objek yang dinginkan (Larasati, 2. Kegiatan mewarnai dilaksanakan sebanyak dua sesi. Sesi pertama diadakan pelatihan mewarnai agar santri mengetahui teknik dasar pewarnaan dan komposisi warna. Menggunakan media kertas gambar, pensil warna, ataupun crayon. A Seni Kaligrafi Kaligrafi merupakan seni yang sangat dihargai dalam budaya Islam dan menjadi bagian penting dari seni dan kebudayaan Islam. Selain sebagai seni, kaligrafi juga memiliki nilai estetika yang tinggi dan dapat memberikan makna artistik yang dalam pada karya seni yang dihasilkan. Dalam bahasa Arab kaligrafi dikenal dengan khat yang artinya garis atau tulisan indah (Zulkarnain. Seni adalah produk aktivitas yang dilakukan secara sadar, bertujuan untuk mendapatkan atau mencapai estetika dan sekaligus berfungsi sebagai salah satu jalan atau cara untuk menerjemahkan simbol-simbol. Kualitas simbol-simbol dan estetika tersebut dipengaruhi oleh sublimasi antara harmoni, kontras, frekuensi, ritme serta intensitas dalam proses kelahiran seni. Karena itu, seni seringkali berkonotasi estetika atau keindahan (Ahmad Ghozali Syafi'i & Masbukin, 2. Seni kaligrafi adalah bentuk ekspresi artistik yang menggunakan tulisan indah dan elegan sebagai target Kaligrafi sering kali dikaitkan dengan keindahan bentuk huruf dan desain yang memikat pandangan mata, yang menciptakan karya yang tidak hanya menyampaikan teks saja tetapi juga menyampaikan keindahan visual. Kaligrafi adalah teknik memadukan antara penggunaan warna, pola atau gaya tulisan, dan keserasian yang kompleks. Kaligrafi tidak hanya berfungsi sebagai hiasan visual tetapi juga memiliki beberapa manfaat lainnya seperti Peningkatan Fokus dan Konsentrasi pada otak. Kemudian ada ekspresi emosional yang dimana Kaligrafi memungkinkan individu untuk mengekspresikan emosi dan perasaan mereka melalui bentuk tulisan, hal ini juga dapat digunukan sebagai tes psikologi anak agar kita mengetahui anak itu sedang bahagia atau sedang sedih dapat dilihat dari hasil tulisan mereka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu bentuk seni Islam adalah kaligrafi yang biasa disebut dengan khat, semua negara Islam mengetahui seni ini dan menganggapnya sebagai karya seni yang sangat dihargai. Di Indonesia, seni kaligrafi terutama menghiasi masjid sebagai tempat ibadah umat Islam. Kaligrafi juga dijadikan sebagai salah satu cabang lomba MTQ tingkat nasional dan internasional. Demikian pula seni hias arsitektur keraton dan Sultan Islam yang serupa, dan masih kita nikmati hingga saat ini di berbagai landmark kota-kota besar di Indonesia (Elfirza et al. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Ada juga untuk terapi kreatif. Banyak orang menggunakan kaligrafi sebagai bentuk terapi kreatif untuk mengurangi stres dan kecemasan yang sedang dirasakannya. Menulis kaligrafi islam merupakan salah satu seni dalam mendalami dan mempopulerkan tulisan arab yang sudah dikenal secara global. kaligrafi berasal dari kata kalios yang berarti indah dan graph yang berarti tulisan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kaligrafi adalah tulisan atau aksara yang indah (Hanafi et al. Pada pengabdian kami selama 2 bulan di TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad Baitussalam, dimulai dengan observasi dengan objek penelitian adalah santri santri TPQ tersebut. Pertemuan pertama sampai kedua kami melakukan pengamatan terhadap kegiatan santri di TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad yang merupakan objek pada penelitian seni gambar kaligrafi. kegiatan santri di tpq sebelum melakukan observasi, kami menemukan bahwa para santri memiliki jadwal mengaji rutin setiap sore hari, yaitu pada hari senin, selasa, kamis, dan jum'at. Para santri juga aktif dalam menanggapi sesuatu seperti memperhatikan orang yang sedang mengajak bicara atau bercerita tetapi juga ada beberapa santri yang tidak memperhatinya. Mereka juga menghabiskan waktu luang mereka untuk bermain diarea tpq itu sembari menunggu gilirannya untuk mengaji. Kami juga menemukan bahwa para santri memiliki semangat belajar yang tinggi, dan selalu mencari kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mereka dalam berbagai bidang, termasuk seni kaligrafi ini. Beberapa dari mereka bahkan sudah memiliki kemampuan dasar dalam Observasi ini menunjukkan bahwa para santri di TPQ TaAolimul QurAoan lil Aulad Sangat aktif dan semangat dalam belajar dan dedikasi tinggi untuk belajar juga mengembangkan kemampuan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang besar dalam berkembang dan belajar, termasuk dalam bidang seni kaligrafi. Santri ditpq ini beragam, ada yang SD, ada juga yang SMP. Dalam observasi yang dilakukan pada seni kaligrafi, kami menemukan adanya perbedaan dalam segi kemampuan antara satu santri dengan santri lainnya. Beberapa santri menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan karya kaligrafi yang indah dan harmonis, sedangkan yang lainnya memerlukan lebih banyak latihan untuk mencapai hasil yang sama. A Mozaik Pengertian Media Media sendiri merupakan medan atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan dan informasi agar dapat disampaikan dengan baik. Seperti halnya media pembelajaran, hal ini perlu disampaikan melalui media dan metode yang beragam. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah yaitu lengah, perantara atau pengantar. Media pembelajaran merupakan segala sesutu yang bisa digunakan untuk meneruskan pesan dan dapat merangsang terjadinya proses pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan alat, sarana, atau metode yang digunakan untuk membantu pelajar dalam proses pembelajaran agar ilmu atau informasi yang disampaikan dapat diterima dan diserap dengan baik. Pengertian Mozaik Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat. Mozaik merupakan salah satu strategi dalam memanfaatkan untuk kegiatan, mengambil, mengelem, menggunting, dan menempel. Mozaik adalah pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material atau bahan dari kepingan-kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotong-potong atau sudah dibentuk potongan kemudian disusun, ditempelkan pada bidang datar dengan cara di lem. Kepingan benda-benda itu, dianataranya: kepingan pecahan keramik, potongan kertas, potongan kaca, potongan daun, potongan kayu. Untuk membuat garis kontur yang membatasi ruangan atau bidang tidak menggunakan pewarna yang dioleskan tetapi menggunakan tempelan-tempelan yang berbeda warna. Mozaik menggunakan potongan-potongan kecil yang biasanya dikenal sebagai tesserae yang digunakan untuk membuat pola atau gambar. Mozaik Gambar dengan teknik mozaik merupakan salah satu teknik menempel yang anak tidak diberi tugas untuk menggambar secara langsung, melainkan tugas anak adalah membuat bentuk gambar sesuai dengan pola yang disediakan, dan menempel dari berbagai media. Kegiatan seni mozaik akan dapat melatih pengembangan motorik halus anak, karena jika anak telah memiliki kesiapan belajar keterampilan motorik anak akan akan lebih unggul dibandingkan dengan anak yang belum memiliki kesiapan untuk mempelajari keterampilan (Annisa Sumawati et al. , 2. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 SIMPULAN Pendidikan tidak hanya bersifat formal, akan tetapi mencakup pula pendidikan yang bersifat non Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa pendidikan non formal, seperti yang diselenggarakan oleh Taman Pendidikan Al QurAoan (TPQ) sangat berperan dalam membentuk karakter dan sebagai tempat untuk mengembangkan potensi anak dari segi keagamaan serta kreativitas. TPQ tidak hanya bertujuan membekali generasi muda dengan kemampuan membaca dan menulis Al- QurAoan akan tetapi juga membentuk generasi muda yang berprestasi, mandiri dan komunikatif. Selain mempelajari AlQurAoan. TPQ TaAolimul QurAoan Lil Aulad juga melaksanakan berbagai program yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan berbau seni, seperti menggambar, mewarnai, kaligrafi, dan mozaik. Menggambar dan mewarnai menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan imajinasi dan emosi anak. Melalui kegiatan menggambar dan mewarnai ini, anak dapat belajar menimajinasikan ide dan perasaan mereka, serta membantu meningkatkan ketrampilan motorik halus dari anak tersebut. Penggunaan banyak warna dalam mewarnai membantu anak dalam memahami komposisi warna dan teknik pewarnaan yang benar. Seni kaligrafi yang merupakan salah satu kesenian menulis islam, juga diajarkan di TPQ. Kaligrafi tidak hanya bertujuan untuk melatih fokus dan konsentrasi mereka, namun kaligrafi juga menjadi media untuk menuangkan ide serta memperkenalkan salah satu keindahan seni dari agama islam. Program lainnya yang dilaksanakan di TPQ adalah seni mozaik, melalui mozaik ini anak-anak dilatih untuk fokus dan terampil serta melatih kesabaran. Sealin itu mozaik juga mengajarkan agar anak memiliki kemampuan untuk mengikuti pola dan instruksi dengan baik. Secara keseluruhan, program- program pendidikan non formal di TPQ TaAolimul QurAoan Lil Aulad telah menunjukkan pentingnya pembentukan karakter dalam pembelajaran anak usia dini. Dengan mengintregrasikan pembelajaran keagamaan dengan seni atau keterampilan. Observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa santri TPQ TaAolimul QurAoan Lil Aulad memiliki semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi, meskipun terdapat tingkatan kemampuan dari setiap santri. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang beragam dan inovatif sangat efektif dalam pembelajaran namun tetap memperhatikan kebutuhan dan potensi setiap anak. Dengan demikian. TPQ tidak hanya sebagai tempat untuk belajar ilmu agama, tetapi juga sebagai tempat untuk pengembangan potensi bakat dan minat santri dengan tetap melibatkan ilmu agama dalam pelaksanaannya. DAFTAR RUJUKAN Abdulloh Hanif, & Risma Firda. Peningkatan Sarana dan Metode Pembelajaran AlQur'an di TPQ Al-Wardah Desa Wanar Kabupaten Lamongan. Jurnal Bakti Kita, hlm. Ahmad Ghozali Syafi'i, & Masbukin. Kaligrafi dan Peradaban Islam. NUSANTARA: Journal of Southeast Asian Islamic Studies, hlm. Ana, & Fatmawati. Pelatihan Manajemen Organisasi Taman Pendidikan Al-Qur'an. Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal (JPML), hlm. Annisa Sumawati. Taopik Rahman, & Rosarina Giyartini. Media Mozaik untuk Memfasilitasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun: Tinjauan Literatur Sistematis . Jurnal PAUD Agapedia, hlm. Dewantara. Peran Guru dalam Pengembangan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Elfirza Nurul Sakila. Firliandini Khamila Haris, & Umdah. Pelatihan Keterampilan Kaligrafi di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti Yayasan Oto Iskandar Dinata. Pengabdian Masyarakat LP UMJ. HLM. Fadilia, d. Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kegiatan Pendampingan TPQ di Dusun Krajan Desa Sumberngepoh. Jumat: Jurnal Pengabdian Masyarakat, hlm. Fazis, d. The Qur'an Memorization Method at TPQ al-Kautsar. Hidayatullah Fiundation. Kukup Koya Koso Village. Jayapura City. Papua Province. Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan, hlm. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Hanafi. Olvyanda Ariesta, & Ikhsan Maulana. Pelatihan Seni Kaligrafi Islam di Pesantren Thawalib Gunuang. BATOBOH: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat. Vol. No. 2, hlm. Juarsih. Pengembangan Potensi Peserta Didik dalam Rangka Implementasi Standar Proses Pendidikan Siswa. Jakarta: Rineka Cipta. Kuraesin, d. Pendampingan Mengajar Mengaji di Lembaga Taman Pendidikan AlQurAoan Musala As-Salam Dusun Winong Pekalongan. KIAT Journal of Community Development, hlm. Larasati, d. Meningkatkan Kreativitas dalam Kegiatan Mewarnai dengan Menggunakan Metode Demonstrasi. Jurnal Ilmiah Potensi, hlm. Nabila, d. Penguatan Pemahaman Agama Islam bagi Anak-anak melalui Kegiatan TPQ di Desa Cigudeg. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Noho, d. Manajemen Pengembangan Bakat dan Minat Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Tidore. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, hlm. Rahim. Pengaruh Kegiatan Mozaik terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak pada Kelompok B Taman Kanak-Kanak Nusa Kota Makassar. Jurnal Pengembangan Bakat. Ulfah, & Opan. Peran Guru dalam Upaya Pengembangan Bakat dan Minat. Jurnal AlAmar (JAA), hlm. Yudhistira. Aprilia Khoirun Nisa. Putri Khoirotun Nikmah, & Asna Barikatul Mahya. Karya Seni Rupa Menggambar dan Mewarnai sebagai Sarana Meningkatkan Kreativitas Siswa SD Negeri 03 Karangbener. PENUH ASA: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Vol. No. 3, hlm. Zulkarnain, d. Pengembangan Bakat Siswa melalui Kegiatan belajar Kaligrafi dalam Meningkatkan Motivasi Belajar di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Kota Subulussalam. Tadabbur: Jrunal Peradaban Islam, hlm.