Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 MEMBANGUN INDONESIA DARI DAERAH DENGAN PENGUATAN PARTISIPASI MASYARAKAT I Wayan Sutrisna Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mahendradatta - Denpasar e-mail : sutrisna76@yahoo. Abstrak. Pembangunan nasional memiliki tujuan multidimensional yang salah satunya adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang demokratis, karena dengan keadaan yang lebih demokratis memungkinkan masyarakat lebih terbuka untuk berpartisipasi dalam pembangunan di segala bidang Perkembangan pembangunan yang semakin cepat dan sangat kompleks menuntut seluruh komponen yang terlibat dalam proses pembangunan dan demokrasi mampu mewujudkan apa yang menjadi tujuan dari pembangunan nasional. Partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan di Indonesia pada umumnya saat ini masih sangat rendah. Masyarakat masih enggan untuk terlibat secara langgsung dalam seluruh proses baik itu perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Rendahnya partisipasi ini akibat dari kebijakan pemerintah yang masih kurang dalam memberikan ruang bagi setiap warga Negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenban. mulai pada tingkat desa hingga nasional dianggap oleh sebagaian masyarakat hanya proses serimonial belaka. Pembangunan Nasional yang berbasis pemberdayaan masyarakat akan terwujud apabila pemerintah memiliki keinginan yang kuat untuk melaksanakannya. Pemerintah mendorong dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat dalam pola partisipatif ini. Pola ini membuat masyarakat semakin berdaya dan ikut menikmati kue pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari proses pembangunan yang dilaksankan. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas menjadikan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama seluruh komponen bangsa mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari pada pembangunan nasional itu sendiri. Pembangunan nasional yang diimbangi dengan partisipasi masyarakat yang aktif atau dengan masyarakat yang berdaya akan menghasilkan kekuatan yang mampu mewujudkan tujuan nasional sesuai yang di cita-citakan. Mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun Indonesia dari daerah akan terwujud apabila pemerintah memiliki keinginan yang baik untuk melaksanakannya. Pemerintah wajib mendorong dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat dalam pola partisipatif ini. Pola ini membuat masyarakat semakin berdaya dan ikut menikmati kue pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari proses pembangunan yang dilaksankan Kata kunci : pembangunan, otonomi dan partisipasi. Abstract. National development has a multidimensional goal, one of which is to realize a democratic Indonesian society, because with a more democratic condition, it allows the public to be more open to participate in development in all fields. The development of faster and more complex development demands all components involved in the development process and democracy able to realize what is the goal of national development. Community participation in the development process in Indonesia in general is currently very low. The community is still reluctant to engage in a continuous manner in the entire process of development planning, implementation and evaluation carried out by the government. This low participation is a result of government policies that are still lacking in providing space for every citizen to participate in The implementation of the Development Planning Conference (Musrenban. starting at the village level up to the national level is considered by some as merely a serimonial process. National development based on community empowerment will be realized if the government has a strong desire to implement it. The government encourages and provides opportunities for the public to be involved in this participatory pattern. This pattern makes the community more empowered and participates in enjoying the cake of economic growth resulting from the development process that is carried out. Quality economic growth makes development carried out by the government together with all components of the nation able to improve the welfare of society at large in accordance with what is the goal of national development itself. National development balanced with active community Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 participation or empowered communities will produce a force capable of realizing national goals according to their goals. Encouraging community participation in developing Indonesia from the regions will be realized if the government has a good desire to implement it. The government must encourage and provide opportunities for the public to be involved in this participatory pattern. This pattern makes the community more empowered and participates in enjoying the cake of economic growth resulting from the development process that is carried out Keywords: development, autonomy and participation. Pendahuluan Tujuan Pelaksanaan menuju modernitas dalam rangka pembinan Pembangunan bangsa (Nation-Buildin. Ide pokok dalam yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia pengertian pembangunan yakni pembangunan merupakan suatu proses, usaha yang secara masyarakat secara menyeluruh. Pembangunan sadar dilakukan, serta dilaksanakan secara Nasional berencana, dan mengarah kepada modernitas. Indonesia Negara (NKRI) Kesatuan Republik Selain mewujudkan Tujuan nasional seperti yang termuat dalam pembukan Undang-Undang pembinaan bangsa yang terus menerus dalam Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 rangka mencapai tujuan bangsa dan negara alinia IV yaitu Aymelindungi segenap bangsa yang telah ditentukan sebelumnya. Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia Pembangunan dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut dilaksanakan secara merata untuk seluruh Indonesia. berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi Pembangunan dilaksanakan bersama oleh dan keadilan sosialAy. Pembangunan Nasional masyarakat dan pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama pembangunan dan pemerintah berkewajiban mengarahkan, membimbing serta masyarakat, bangsa dan negara yang sekaligus kelancaran proses pembangunan. Kegiatan masyarakat dan pemerintah harus saling kehidupan bernegara guna mewujudkan tujuan melengkapi dalam satu kesatuan gerak menuju dicita-citakan P Siagian, . , mendifinisikan pembangunan nasional. Pembangunan di Indonesia memiliki rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan tujuan multidimensional yang salah satunya yang berencana yang dilakukan secara sadar adalah mewujudkan masyarakat Indonesia oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, yang demokratis, karena dengan keadaan yang Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 lebih demokratis memungkinkan masyarakat lebih terbuka untuk berpartisipasi dalam masyarakat masih hanya sebatas slogan dan pembangunan di segala bidang Perkembangan belum dilaksanakan secara optimal. Proses pembangunan yang semakin cepat dan sangat kompleks menuntut seluruh komponen yang komponen masyarakat, masih dikendalikan terlibat dalam proses pembangunan Pemberdayaan AyeliteAy Mayoritas demokrasi mampu mewujudkan apa yang masyarakat belum dilibatkan dalam seluruh menjadi tujuan dari pembangunan nasional. Ditengah Keterlibatan masyarakat atau pemberdayaan masyarakat dalam seluruh proses pembangunan saat ini mutlak diperlukan, baik itu mulai dari proses permasalahan yang dihadapi meski saat ini perencanaan, pengorganisasian hingga proses pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah tinggi. evaluasi dan pengawasan. Masalah yang masih sangat krusial yang Hambatan dihadapi dalam proses pembangunan nasional Pembangunan Partisipatif yakni belum meratanya hasil pembangunan Partisipasi bagi seluruh wilayah Indonesia, terlalu tinggi salah satu indikator dalam pelaksanaan prinsip- kesenjangan antara pembangunan di Indonesia bagian barat khusunya Jawa dengan daerah pembangunan yang partisipatif, semua warga Indonesia Tengah dan Timur. Hasil-hasil masyarakat mempunyai suara yang sama dalam pembangunan belum merata dinikmati oleh pengambilan keputusan, baik secara langsung seluruh anak bangsa. Bahkan ada daerah yang maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan sumbangan pajaknya sangat tinggi bagi negara sah yang mewakili kepentingan mereka. karena memiliki hasil tambang yang besar Partisipasi dibangun berdasarkan kebebasan malahan daerahnya sebagaian besar merupakan berkumpul dan mengungkapkan pendapat. Situasi riak-riak Dalam serta kapasitas untuk berpartisipasi secara Partisipasi daerah menuntut keadilan dan pemertaan menjamin agar setiap kebijakan yang diambil Papua, mencerminkan aspirasi masyarakat. Dalam rangka mengantisipasi berbagai isu yang ada, memberikan sumbangan sangat besar khusunya pemerintah menyediakan saluran komunikasi pajak pertambangan malah banyak menyimpan kantong-kantong kemiskinan yang merupakan Jalur komunikasi ini meliputi cerminan dari keterbelakangan dalam hasil pertemuan umum, temu wicara, konsultasi dan pembangunan nasional. penyampaian pendapat secara tertulis. Bentuk Sumbawa. Wilayah Kalimantan Keterlibatan lain untuk merangsang keterlibatan masyarakat masyarakat juga belum maksimal dalam proses adalah melalui perencanaan partisipatif untuk Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 masyarakat yang tentu saja sangat berpengaruh pemantauan, evaluasi dan pengawasan secara partisipatif dan mekanisme konsultasi untuk menyelesaikan isu sektoral. Mewujudkan Masyarakat yang masih lemah tingkat sosial partisipatif bukanlah merupakan hal yang ekonominya tentu saja akan lemah pula mudah, karena partisipasi akan terwujud apabila masyarakat dengan kesadaran yang pembangunan, karena masyarakat tersebut akan tinggi mau melibatkan diri dalam proses lebih mementingkan memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu baru aktif dalam proses Dalam kegiatan pembangunan. terdapat beberapa hambatan yang berasal dari Belum adanya persamaan pemahaman faktor internal dan eksternal. Hambatan- mengenai konsep partisipasi oleh pihak hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan perencana dan pelaksana pembangunan. Definisi dikemukakan oleh Wa Ode Harlena Astuti dikalangan aparat perencana dan pelaksana Unga dalam Wiratma . adalah sebagai pembangunan adalah kemauan rakyat untuk mendukung secara mutlak program-program Citra Birokrasi pemerintah yang dirancang dan ditentukan Ada semacam sikap yang terbentuk di tujuannya oleh pemerintah. Para perencana dan kalangan para birokrat di Indonesia yang pelaksana menggunakan suatu konsep hierarkis merasa diri bahwa pemerintah merupakan institusi yang sangat baik. Pemerintah telah Proyek-proyek pembangunan yang bersal dari melaksanakan pembangunan bagi masyarakat. Oleh karena itu masyarakat harus tunduk, taat pembangunan yang dibutuhkan oleh rakyat. Hal keinginan untuk berpartisipasi yang sangat Pembangunan dijadikan sebagai idiologi. demokrasi dan pelaksanaan pembangunan. Partisipasi Sebagai yang diharapkan sulit terwujud pembangunan harus diamankan dan dijaga karena pemerintah/birokrasi tidak memberikan dengan ketat. Pengamanan yang ketat terhadap ruang yang luas bagi masyarakat untuk terlibat pembangunan menimbulkan reaksi balik dari dalam proses pembangunan. Faktor Sosial-Ekonomik Partisipasi masyarakat di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial Dikalangan masyarakat muncul Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 budaya diam yang salah satu perwujudannya sebagaian masyarakat hanya proses serimonial mengevaluasi proses pembangunan secara Tujuan kritis dan terbuka. Hal ini dapat menyebabkan lemahnya keinginan masyarakat untuk turut pemerintah adalah menuju pada kesejahteraan Masyarakat yang sejahtera akan terus diupayakan oleh pemerintah melalui Hambatan lainnya dalam mewujudkan berbagai macam pembangunan. Pembangunan pembangunan partisipatif yang masih terjadi partisipatif merupakan salah satu strategi dalam saat ini adalah sikap acuh masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan tersebut. Partisipasi nerima apapun keputusan yang diambil oleh pemerintah, sehingga banyak sekali program- Partisipasi masyarakat akan menempatkan Masyarakat masyarakat sebagai motor penggerak atau kebanyakan tidak berusaha melibatkan diri sebagai subyek pembangunan bukan hanya dalam setiap proses pembangunan. Kadang sebagai obyek atau penerima manfaat saja. Masyarakat AueliteAy Dengan Partisispasi ini membuat masyarakat partisipasi sehingga mayoritas masyarakat tidak terlibat dalam proses yang ada. bertanggungjawab terhadap setiap proses dan Strategi Penguatan Partisipasi Masyarakat hasil-hasil Partisipasi pemberdayaan masyarakat karena melalui Partisipasi masyarakat dalam proses partisipasi dalam seluruh proses, masyarakat pembangunan di Indonesia pada umumnya saat ini masih sangat rendah. Masyarakat masih enggan untuk terlibat secara langgsung dalam pelaksanaan maupun evaluasi pembangunan Dalam Mahbub Amiruddin Rendahnya partisipasi ini akibat dari kebijakan Wiratma . menyebutkan terdapat tiga strategi ideal yaitu : memberikan ruang bagi setiap warga Negara Kekuasaan legal dan legitimit untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Adanya kebutuhan untuk bekerjanya Pelaksanaan Musyawarah suatu tata kekuasaan yang mendukung atau Pembangunan (Musrenban. tingkat desa hingga nasional dianggap oleh pemerdayaan masyarakat yang konsisten. Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Kebijakan-kebijakan yang mendukung Suatu ISSN : 2620-5173 Memberi input tanpa menerima imbalan dan tidak menikmati hasilnya. dibutuhkan terutama untuk membenarkan Memberikan kesempatan yang luas dan menjadi dasar hukum dan sekaligus mampu manfaat yang maksimal kepada masyarakat dalam proses pembangunan merupakan cara payung gerakan penguatan pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini sudah masyarakat dalam kegiatan pemerintahan dan melainkan kebijakan yang disusun secara memiliki dan berusaha terlibat dalam setiap bersama-sama dengan para pihak yang terkait. Dukungan dari massa rakyat yang sadar dan Perencanaan melibatkan masyarakat secara maksimal akan Strategi berdampak pada maksimalnya pencapaian mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam Masyarakat tujuan dari pembangunan itu sendiri. masyarakat, antara lain adanya keabsahan dan Partisipasi Publik di era Otonomi Dukungan dari rakyat ini juga akan Daerah menjadi penyangga sekaligus kontrol atas Partisipasi masyarakat dalam proses massa rakyat sehingga tujuan yang akan dicapai pemerintahan dan pembangunan merupakan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh hal yang harus dilakukan diera pembangunan Dukungan ini bisa lahir apabila yang modern ini. Partisipasi yang berarti peran massa dalam keadaan dan kondisi yang sadar aktif dan pelibatan seluruh masyarakat dalam dan terhimpun atau terorganisir. Suhandak . menyebutkan bahwa ada mewujudkan hasil pembangunan yang mampu pembangunan yakni : Gemerlapnya hasil pembangunan yang kita Ikut memberi input proses pembangunan, lihat di kota-kota besar ternyata belum menerima imbalan atas input tersebut, dan diimbangi dengan pemerataan pembangunan di ikut menikmati hasilnya. seluruh pelosok negeri. Pemerintah saat ini Ikut memberi input dan menerima hasilnya. masih banyak menyisakan kantong-kantong Ikut memberi input dan menerima imbalan tanpa ikut menikmati hasil pembangunan secara langsung. Menikmati daerah-daerah Anggapan keberhasilan pemerintahan pembangunan tanpa ikut memberikan pertumbuhan ekonomi setiap tahun oleh pemerintah yang berkuasa merupakan hal yang belum mampu membawa masyarakat kearah Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 Secara statistik pertumbuhan dan mengurus sendiri Urusan Pemerintahan dan ekonomi negara kita memang cukup tinggi kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. ekonomi tinggi diantara negara-negara di dunia Secara teoritis, menurut Mardiasmo yang sebagain besar masih mengalami krisis . , desentralisasi akan menghasilkan dua Namun pertumbuhan yang tinggi ini manfaat nyata. Pertama, mendorong prakarsa belum dibarengi dengan pertumbuhan yang berkualitas dimana pertumbuhan ini hanya pembangunan serta mendorong pemerataan dinikmati oleh segelintir masyarakat saja. hasil-hasil pembangunan di seluruh daerah Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi tidak dengan memanfaatkan sumber daya dan potensi berkualitas mengakibatkan semakin lebarnya yang tersedia di masing-masing daerah. Kedua, jurang pemisah antara si-miskin dengan si- memperbaiki alokasi sumber daya produktif Para pengusaha besar mampu menikmati pertumbuhan ekonomi ini dengan semakin keputusan publik ke tingkat pemerintahan yang paling rendah yang memiliki informasi yang Sedangkan rakyat miskin khusunya di pedesaan paling lengkap. Kebijakan desentralisasi akan semakin menderita akibat keadaan yang menghasilkan wadah bagi masyarakat setempat membelenggu mereka. untuk berperan serta dalam menentukan cara- pundi-pundi Salah satu kebijakan yang dikeluarkan caranya sendiri untuk meningkatkan taraf dalam mendorong parisipasi masyarakat dalam hidupnya sesuai dengan peluang dan tantangan pembangunan adalah kebijakan desentralisasi. yang dihadapi dalam ikatan Negara Kesatuan Melalui kebijakan desentralisasi, pembangunan Republik Indonesia (NKRI). dilaksanakan dan disesuaikan oleh masing- Mendorong masing daerah dengan menggali sumber- dalam membangun Indonesia dari daerah akan sumber daya daerah serta memperhatikan kearifan lokal daerah. Pemberian wewenang keinginan yang kuat untuk melaksanakannya. kepada daerah diharapkan menjadi motivasi Pemerintah wajib mendorong dan memberikan kepada seluruh komponen masyarakat di kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat daerah untuk ikut serta berpartisipasi dalam dalam pola partisipatif ini. Pola ini membuat dilaksanakan oleh pemerintah. Partisipasi ini menikmati kue pertumbuhan ekonomi yang akan mampu menjadi kekuatan yang luar biasa dihasilkan dari proses pembangunan yang dalam mensukseskan pembangunan itu sendiri. Dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 berkualitas menjadikan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama seluruh Pemerintahan Daerah Pertumbuhan bahwa Otonomi Daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur kesejahteraan masyarakat secara luas sesuai Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 dengan apa yang menjadi tujuan dari pada kesehatan, pendidikan dan tingkat pendapatan Pembangunan Nasional dan masyarakat Pembangunan Nasional yang berbasis yang berdaya. Tujuan apabila pemerintah memiliki keinginan yang baik untuk melaksanakannya. Pemerintah dilaksanakan dan disesuaikan oleh masing- kepada masyarakat untuk terlibat dalam pola masing daerah dengan menggali sumber- partisipatif ini. Pola ini membuat masyarakat sumber daya daerah serta memperhatikan semakin berdaya dan ikut menikmati kue kearifan lokal daerah. Pemberian wewenang pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari kepada daerah diharapkan menjadi motivasi kepada seluruh komponen masyarakat di Pertumbuhan daerah untuk ikut serta berpartisipasi dalam menjadikan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama seluruh komponen dilaksanakan oleh pemerintah. Partisipasi ini bangsa mampu meningkatkan kesejahteraan akan mampu menjadi kekuatan yang luar biasa masyarakat secara luas sesuai dengan apa yang dalam mensukseskan pembangunan itu sendiri. Hal-hal yang mendasar dalam pelaksanaan nasional itu sendiri. otonomi daerah adalah adanya upaya untuk Pembangunan nasional yang diimbangi dengan partisipasi masyarakat yang aktif atau mewujudkan tujuan nasional sesuai yang di DPRD. (Mardiasmo, 2. peningkatan peran serta masyarakat serta cita-citakan. Proses pelaksanaan pembangunan Hakim . mengungkapkan bahwa yang dilaksankan dengan pola partisipatif yakni paradigma pembangunan manusia sebagai pola pembangunan yang mulai dari proses konsep yang holistik, mempunyai empat unsur penting, yakni . peningkatan produktivitas. Pertumbuhan yang tinggi saja diprakarsai dan ditunjang oleh United Nation belum cukup mengurangi tingkat kemiskinan di Develeopment negeri ini. Untuk itu pertumbuhan yang tinggi Pembangunan dan berkualitas sangat diperlukan, karena Manusia. Indeks ini merupakan indikator pertumbuhan yang berkualitas mengandung arti gabungan yang terdiri dari tiga ukuran yaitu bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi Program Indeks Konsep (UNDP) Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 dinikmati oleh sebagian besar masyarakat. Masyarakat berdaya akan mampu mewujudkan keinginan yang kuat untuk melaksanakannya. tujuan pembangunan yakni masyarakat yang Pemerintah wajib mendorong dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat Penutup Partisipasi masyarakat dalam proses dalam pola partisipatif ini. Pola ini membuat pembangunan merupak kunci utama suksesnya menikmati kue pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari proses pembangunan yang Partisipasi masyarakat akan menempatkan masyarakat sebagai motor penggerak atau berkualitas menjadikan pembangunan yang sebagai subyek pembangunan bukan hanya dilaksanakan oleh pemerintah bersama seluruh sebagai obyek atau penerima manfaat saja. Dengan Partisispasi ini membuat masyarakat kesejahteraan masyarakat secara luas sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari pada Pertumbuhan bertanggungjawab terhadap setiap proses dan hasil-hasil Daftar pustaka Partisipasi Hakim, partisipasi dalam seluruh proses, masyarakat pemberdayaan masyarakat karena melalui Lukman. Pengantar Administrasi Pembangunan. Jogjakarta. Ar-Ruzz Media. Kaho. Prospek otonomi di Negara Republik Indonesia. Jakarta. PT Raja Grafido persada. Mardiasmo. Otonomi & Manajemen Masyarakat yang partisipatif dalam Keuangan proses pembangunan mengandung arti bahwa Siagian. Pertisipasi masyarakat hanya bisa terjadi apabila warganya ikut aktif. Jumlah penduduk yang tinggi membuat penduduk menjadi berbangsa dan bernegara. Hal ini akan menjadi Sukirno. Sadono. 2007,Ekonomi Pembangunan. Jakarta,KencanaPrenada Media Group modal dan kekuatan untuk mensukseskan pembangunan nasional. Mendorong Administrasi Pembangunan : Konsep. Dimensi dan Strateginya. Jakarta. PT Gunung Agung Suhandak dan Nugroho. Trilaksono. Paradigma Baru Pengelolaan Keuangan daerah dalam Penyusunan APBD di Era Otonomi. Malang. Lembaga Penerbitan dan Dokumentasi FIA-UNIBRAW. yang banyak serta diimbangi dengan partisipasi Yogyakarta. Penerbit Andi. kegiatan untuk perubahan kearah yang lebih Daerah. Sumarto. Sudarno. Asep Suharyadi. Alex Arifianto. Tata Kelola dalam membangun Indonesia dari daerah akan Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 Pemerintahan dan Penanggulangan Kemiskinan Bukti-bukti Awal Desentralisasi di Indonesia. Jakarta. Lembaga Penelitian SMERU. ISSN : 2620-5173 Dunia Ketiga, edisi kedelapan. Jakarta. Penerbit Erlangga. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia dan Perubahannya, (Amandemen I. II, i dan IV). Penabur Ilmu. Suprayitno. Bambang. Ekonomi Publik. Konsep dan Implementasi Kebijakan. Wiratma. Leo I Made. Djadijono M. Legowo TA. Membangun Indonesia Dari Daerah. Partisipasi Publik dan Politik Anggaran Daerah. Jakarta. CSIS. Yogyakarta. UPP STIM YKPK Todaro. Michael P. Dan Stephen C Smith,. Pembangunan Ekonomi di