Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi e-ISSN: 2775-9822 Vol. No. November 2025. Page 12-23 PENGARUH FINANCIAL KNOWLEDGE DAN FINANCIAL MANAGEMENT BEHAVIOR TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA (STUDI KASUS PADA TOKO KELONTONG DI DESA SULI. KECAMATAN SALAHUTU) THE INFLUENCE OF FINANCIAL KNOWLEDGE AND FINANCIAL MANAGEMENT BEHAVIOR ON BUSINESS SUSTAINABILITY (CASE STUDY OF A GROCERY STORE IN SULI VILLAGE SALAHUTU DISTRICT) Avilia M PattireuwA*. Xaverius M Janwarin2. Theodora F Tomasoa3 1,2,3Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pattimura Jalan Ir. Putuhena. Poka, 97233. Kecamatan Teluk Ambon. Maluku. Indonesia. *Email: vilpattireuw@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial knowledge dan financial management behavior terhadap keberlanjutan usaha. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik atau pelaku usaha toko kelontong yang berada di Desa Suli. Kecamatan Salahutu. Penentuan Sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling dengan menggunakan teknik skala likert, data di kumpulkan melalui penyebaran kuesioner sebanyak 50 responden. Dengan menggunakan parameter analisis statistik, yaitu Uji validitas, uji reliabilitas, uji multikorelasi, uji hesterokedastisitas, analisis linear berganda, analisis koefisien determinasi, uji parsial dan uji simultan. Berdasarkan hasil analisis olah data SPSS, menunjukkan secara uji parsial bahwa variabel financial knowledege mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha, sedangkan untuk variabel financial management brhavior tidak terdapat pengaruh terhadap keberlanjutan usaha, dan untuk uji simultan menunjukkan bahwa variabel financial knowledge dan financial management behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Kata kunci: Financial Knowledge. Financial management Behavior. Keberlanjutan Usaha Abstract This study aims to analyze the influence of financial knowledge and financial management behavior on business The method in this study uses a quantitative approach. The population in this study were owners or business actors of grocery stores located in Suli Village. Salahutu District. The sample determination used was the Purposive Sampling technique using the likert scale technique. Data was collected by disributing questionnaires as 50 By using statistical analysis parameters, namely validity test, reliability test, multicorrelation test, heteroscedasticity test, multiple linear analysis, determonation coefficient analysis, partial test and simultaneous test. Based on the results of the SPSS data processing analysis, it shows that the partial test shows that the financial knowledge variable has a positive and significant influence on business sustainability, while the financial management behavior variable has no influence on business sustainability, and the simultaneous test shows that the financial knowledge and financial management behavior variables have a positive and significant influence on business Keywords: Financial Knowledge. Financial Management Behavior. Business Sustainability Received 21th April 2025 Revised 15th September 2025 Accepted 21th October 2025 Published 15th November 2025 How to cite DOI Pattireuw. Janwarin. , & Tomasoa. PENGARUH FINANCIAL KNOWLEDGE DAN FINANCIAL MANAGEMENT BEHAVIOR TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA (STUDI KASUS PADA TOKO KELONONG DI DESA SULI KECAMATAN SALAHUTU). Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi, 6. , 12-23. https://doi. org/10. 30598/kupna. License Copyright This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License A2025 Author. Pengaruh Financial Knowledge dan Financial a. Pendahuluan Pasar di Indonesia terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin Berdasarkan klasifikasinya, pasar saat ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Namun, perkembangan pasar modern menunjukkan peningkatan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan pasar tradisional. Pertumbuhan pasar modern yang pesat dianggap oleh banyak pihak memengaruhi keberlangsungan pasar tradisional serta pelaku usaha serupa di sekitarnya (Rusno, 2. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha kecil adalah meningkatnya pembangunan pasar modern, yang dinilai banyak pihak memengaruhi keberadaan pasar tradisional yang mayoritas dikelola oleh usaha kecil perorangan. Pasar modern memiliki keunggulan dengan pengelolaan yang profesional serta fasilitas yang lengkap. Sebaliknya, pasar tradisional masih menghadapi berbagai masalah klasik, seperti pengelolaan yang kurang optimal dan kenyamanan berbelanja yang rendah. Keduanya, baik pasar modern maupun pasar tradisional, bersaing dalam segmen yang sama, yaitu pasar ritel (Rusno, 2. Keberadaan pasar modern memunculkan beragam persepsi di kalangan masyarakat. Sebagian masyarakat, terutama dari kelas menengah ke atas, memandang pasar modern secara positif karena memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam berbelanja. Namun, ada juga kelompok yang menilai kehadiran pasar modern secara negatif, merasa dirugikan oleh dampaknya terhadap lingkungan sekitar mereka. Pedagang toko kelontong harus berusaha keras dalam mengatur pengadaan barang dan menjualnya kembali kepada konsumen dengan harga yang telah ditentukan. Sementara itu, gerai minimarket tidak perlu mengkhawatirkan pasokan barang karena pengiriman barang dagangan dilakukan secara rutin setiap bulan, sehingga perputaran stok tetap lancar dan persediaan terjaga. Selain itu, minimarket juga terus berinovasi dengan menambahkan layanan seperti penjualan pulsa elektronik, gas, dan galon air mineral. Hal ini menyebabkan antusiasme masyarakat untuk berbelanja di minimarket semakin tinggi, karena kenyamanan, kemudahan, serta berbagai fitur dan promo yang ditawarkan. Menurut para peneliti, fenomena ini diduga semakin menekan omset pedagang di pasar tradisional. Selain itu, faktor lain seperti rendahnya literasi keuangan, tingkat kesejahteraan, kesehatan, alternatif pekerjaan, pendidikan, dan interaksi sosial juga turut memengaruhi kondisi tersebut. Sebagian besar pedagang toko kelontong kemungkinan tidak memiliki akses yang memadai terhadap pengetahuan keuangan, yang dapat menghambat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan finansial yang bijak. Pemahaman yang mendalam tentang aspek-aspek keuangan, seperti perencanaan anggaran, pengelolaan kas, dan investasi, menjadi faktor penting untuk menjaga kelangsungan dan mengembangkan usaha toko kelontong. Pedagang dengan tingkat kendali diri yang tinggi cenderung lebih mampu beradaptasi dengan perubahan dan mempertahankan keberlanjutan usaha mereka. Minimnya pengetahuan finansial dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang kurang tepat dalam mengelola aspek keuangan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis. Hal ini dapat memengaruhi perilaku, strategi pengambilan keputusan, serta respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan. Pedagang toko kelontong dengan tingkat kendali diri yang tinggi cenderung lebih aktif dan terarah dalam mengelola keuangan mereka, sementara yang memiliki kendali diri rendah cenderung bergantung pada faktor eksternal. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan terkait fenomena ini, peneliti Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Avilia M Pattireuw. Xaverius M Janwarin. Theodora F Tomasoa tertarik untuk melakukan kajian lebih lanjut tentang AuAnalisis Pengaruh Financial Knowledge Dan Financial Management Behavior Terhadap Keberlanjutan Usaha (Studi Kasus Pada Toko Kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahut. Tinjauan Pustaka 1 Landasan Teori 1 Financial Knowledge Menurut pandangan Nisa & Haryono . , pengetahuan keuangan mencakup pemahaman individu tentang aspek-aspek keuangan, instrumen keuangan, serta kemampuan Sementara itu, dalam perspektif Ramadhantie & Lasmanah . , pengetahuan keuangan merujuk pada pemahaman individu terhadap keuangan yang dapat memengaruhi cara berpikir mereka dalam mengambil keputusan keuangan. Pengetahuan keuangan dapat diperoleh oleh individu melalui berbagai sumber, yang terbagi menjadi dua kategori, yakni formal dan Sumber formal termasuk institusi pendidikan seperti sekolah atau perguruan tinggi, pelatihan, dan sebagainya. Di sisi lain, sumber informal berasal dari interaksi dengan keluarga, teman, serta lingkungan sekitar. 2 Financial Management Behavior Financial management behavior atau perilaku pengelolaan keuangan berkaitan dengan tanggung jawab dalam penggunaan keuangan. Kholilah & Iramani . menjelaskan bahwa kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengatur keuangan yang dimiliki terdiri atas merencanakan, menganggarkan, memeriksa, mengelola, mengendalikan, mencari, serta menyimpan uang untuk kebutuhan sehari-hari disebut dengan financial management behavior. Financial management behavior bermula dari adanya keinginan seseorang dalam memenuhi kebutuhannya sesuai dengan penghasilan yang diperoleh. Berdasarkan definisi di atas maka penulis menyimpulkan bahwa financial management behavior adalah suatu skill yang dimiliki oleh seseorang dalam mengatur, mengelola, mencari, dan menggunakan uang dalam memenuhi kebutuhan serta keinginannya agar sesuai dengan penghasilan yang dimiliki. 3 Keberlanjutan Usaha Keberlanjutan usaha mengacu pada kemampuan sebuah usaha untuk terus berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya, sekaligus memberikan pengaruh positif terhadap kelangsungan hidup usaha tersebut bagi penerusnya (Koerniawan & Dewi, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto . , kombinasi antara inovasi dan keberlanjutan usaha dapat menciptakan usaha yang bertahan lama dan tetap kompetitif di pasar yang selalu berubah. Keberlanjutan usaha mencerminkan keberhasilan suatu bisnis untuk tetap eksis dalam jangka panjang serta memiliki daya saing yang kokoh. Inovasi diperlukan agar para informan dapat terus mengembangkan produk mereka, bersaing dengan para kompetitor, atau bahkan menjadi pelopor di pasar. Selain itu, inovasi juga mendorong mereka untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang yang mungkin timbul, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Pengaruh Financial Knowledge dan Financial a. 2 Hipotesis Hipotesis merupakan proposisi yang diajukan sebagai jawaban sementara terhadap suatu permasalahan atau fenomena yang belum dipastikan kebenarannya. Hipotesis dapat berfungsi sebagai dasar untuk menguji kebenaran suatu pernyataan atau mengarahkan penelitian lebih lanjut dalam konteks ilmiah. Berdasarkan rumusan masalah penulis menetapkan hipotesis sebagai H1 : Financial knowledge berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha. H2 : Financial management behavior berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha. H3 : Financial knowledge dan financial management behavior berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha. Model Penelitian Financial Knowledge (X. Financial Management Behavior (X. Keberlanjutan Usaha (Y) Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik Analisis Data yang digunakan yaitu uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Metode analisis data yang digunakan yaitu regresi linear berganda dan koefisien determinasi (R. Dan untuk pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji t dan uji F dengan menggunakan SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik toko kelontong yang berada di Desa Suli. Kecamatan Salahutu. Menurut Sugiyono . , populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek dan subjek dengan kualitas serta karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian disimpulkan. Dalam penelitian ini berdasarkan informasi data yang di dapat dari kantor Desa Suli besar populasi yang berada di Desa suli adalah 102 pemilik toko kelontong yg berada di desa suli, kecamatan salahutu. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 pemilik toko kelontong yang berada di Desa Suli. Kecamatan Salahutu. Kriteria responden yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : . Wanita atau pria dalam rentang usia dari 19 - 70 tahun baik yang memiliki Pendidikan Terakhir SD. SMP. SMA/ SMK, atau Perguruan Masyarakat di Desa Suli yang memiliki usaha toko kelontong. Berdasarkan kriteria sampel yang telah ditetapkan, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik. Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner . , dimana peneliti menyebarkan kuesioner kepada responden yang menjadi sasaran penelitian yaitu pemilik usaha toko kelontong di Desa Suli. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Avilia M Pattireuw. Xaverius M Janwarin. Theodora F Tomasoa Kecamatan Salahutu. Serta melakukan observasi yaitu dengan mendatangi dan mengamati secara langsung objek penelitian. Jenis dan sumber data di dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data primer adalah hasil dari penyebaran kuesioner kepada pemilik usaha toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu, dan sumber data atau dokumen-dokumen yang ada disekitar lingkungan objek penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi linier berganda yang dimaksudkan untuk mengungkapkan hubungan antara dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat dan menggunakan regresi linear berganda. 1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Indikator - indikator Pengetahuan Keuangan dalam mengukur tingkat pengetahuan keuangan pemilik toko kelontong pada penelitian ini menurut Chen & Volpe . menjabarkan pengetahuan keuangan kedalam 4 indikator sebagai berikut: Pengetahuan dasar mengenai keuangan Manajemen kredit dan utang Tabungan dan Investasi Manajemen risiko Menurut Kholilah dan Iramani . , perilaku pengelolaan keuangan mencakup enam indikator utama, yaitu : Pembayaran tagihan tepat waktu Penyusunan rancangan keuangan untuk masa depan Tabungan. Pembagian Uang Untuk Keperluan Pribadi dan Keluarga. Investasi. Konsumsi. Lightelm . menjelaskan berbagai faktor yang menjadi penyebab kekuatan suatu bisnis untuk bertahan, yang juga berfungsi sebagai indikator keberlanjutan usaha sebagai berikut : Kompilasi Rencana Usaha Memperbaharui Rencana Usaha Secara Berkala Menganalisis Pesaing Secara Berkala Kemudahan Menambah Bisnis Baru Bukan Sebuah Masalah Mengambil Risiko Yang di Perhitungkan. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Uji Hipotesis Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh financial knowledge dan financial management behavior terhadap keberlanjutan usaha. Hasil dari analisis regresi linear berganda dapat dilihat melalui nilai koefisien B yang tertera pada tabel. Berikut ini adalah hasil pengujian analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Pengaruh Financial Knowledge dan Financial a. Tabel 3. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error (Constan. 9,325 4,711 Financial Knowledge (X. ,522 ,136 Financial Management Behavior (X. ,180 ,124 Beta Sig. 1,979 ,054 ,498 3,851 ,000 ,187 1,449 ,154 Dari perhitungan dengan menggunakan program SPSS didapat : yu = 9,325 yu1 = 0,522 yu2 = 0,180 Model regresi linear berganda untuk dua variabel, yaitu financial knowledge dan financial management behavior, adalah sebagai berikut: Keberlanjutan Usaha = 9,325 0,522X1 0,180X2 e Interprestasi dari koefisien masing-masing variabel adalah sebagai berikut: Nilai konstanta dalam model regresi ini adalah 9,325, yang berarti jika variabel independen diasumsikan bernilai nol, maka keberlanjutan usaha akan sebesar 9,325. Koefisien regresi untuk financial knowledge (X. adalah 0,522. Ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan sebesar 1 pada financial knowledge akan meningkatkan keberlanjutan usaha sebesar 0,522. Koefisien regresi untuk financial management behavior (X. adalah 0,180. Ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan sebesar 1 pada financial management behavior akan meningkatkan keberlanjutan usaha sebesar 0,180. 2 Analisis Koefisien Determinasi (R. Hasil analisis uji koefisien determinasi (R. dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Model Tabel 4. Hasil Uji Analisis Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate ,604 ,365 ,338 2,131 Berdasarkan Tabel 4. di atas, dapat dilihat bahwa nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,604 menunjukkan bahwa financial knowledge dan financial management behavior memiliki pengaruh Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Avilia M Pattireuw. Xaverius M Janwarin. Theodora F Tomasoa terhadap keberlanjutan usaha. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R-Squar. sebesar 0,365 mengindikasikan bahwa pengaruh financial knowledge dan financial management behavior terhadap keberlanjutan usaha adalah sebesar 36,5%. Dengan kata lain, secara bersama-sama kedua variabel ini berpengaruh sebesar 36,5% terhadap keberlanjutan usaha, sementara sisanya sebesar 63,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. 3 Pengujian Hipotesis Parsial (Uji T) Uji T bertujuan untuk mengetahui apakah setiap variabel bebas (X) memiliki pengaruh secara parsial terhadap variabel terikat (Y), yang dapat dilihat pada Tabel Coefficients. Maka hasil pengujian uji T dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5. Hasil Uji T Coefficient Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 9,325 4,711 Financial Knowledge (X. ,522 ,136 ,498 Financial Management Behavior (X. ,180 ,124 ,187 1,979 3,851 Sig. ,054 ,000 1,449 ,154 Dari hasil Tabel 5. diatas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada variabel Financial Knowledge (X. didapatkan nilai thitung sebesar 3,851 dan nilai signifikan sebesar 0,000. Karena nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel . ,851 > 2,. dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. maka berdasarkan kriteria pengujian, hipotesis H1 diterima dan H0 yang ditolak. Hal ini berarti secara parsial variabel financial knowledge (X. berpengaruh positif signifikan terhadap variabel keberlanjutan usaha (Y). Pada variabel Financial Management Behavior (X. didapatkan nilai thitung sebesar 1,449 dan nilai signifikan sebesar 0,154. Karena nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel . ,449 < 2,. dan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 . ,154 > 0,. maka berdasarkan kriteria pengujian, hipotesis H2 ditolak dan H0 yang diterima. Hal ini berarti secara parsial variabel financial management behavior (X. tidak berpengaruh terhadap variabel keberlanjutan usaha (Y). 4 Pengujian Hipotesis Simultan (Uji F) Uji F bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas (X) secara bersama-sama . terhadap variabel terikat (Y). Maka hasil pengujian uji F dapat dilihat pada tabel berikut ini: Model Regression Residual Tabel 6. Hasil Uji F ANOVA Sum of Squares Mean Square 122,521 61,260 213,499 4,543 13,486 Sig. ,000b Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Pengaruh Financial Knowledge dan Financial a. Total 336,020 Berdasarkan output ANOVA, diperoleh nilai fhitung sebesar 13,486 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena fhitung lebih besar dari ftabel . ,486 > 3,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , maka menurut kriteria pengujian, hipotesis H3 diterima dan H0 ditolak. Ini berarti bahwa secara simultan, variabel financial knowledge (X. dan financial management behavior (X. berpengaruh positif yang signifikan terhadap variabel keberlanjutan usaha (Y). 2 Pembahasan 1 Pengaruh Financial Knowledge Terhadap Keberlanjutan Usaha (H. Hasil uji hipotesis pertama (H. menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara financial knowledge (X. terhadap keberlanjutan usaha (Y) pada toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu. Hal ini dibuktikan dengan nilai beta untuk variabel financial knowledge yang sebesar 0,522. Artinya, semakin baik financial knowledge yang dimiliki oleh pemilik toko kelontong, semakin baik kinerja keberlanjutan usaha Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. Para pemilik atau pelaku usaha toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu, memiliki tingkat pengetahuan keuangan yang baik, mencakup pemahaman dasar tentang keuangan, manajemen kredit dan utang, tabungan dan investasi, serta manajemen risiko. Dengan pengetahuan keuangan yang cukup tinggi dan memadai, mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam pengelolaan keuangan, yang berdampak positif pada perilaku pengelolaan keuangan usaha toko kelontong mereka. Pengetahuan keuangan . inancial knowledg. memiliki peran penting dalam mengarahkan usaha agar dapat mengelola keuangan dengan efektif, sehingga tujuan dan hasil yang diinginkan dapat tercapai secara maksimal. Jika pelaku usaha memiliki pengetahuan keuangan yang memadai, mereka akan lebih mampu menghadapi tantangan dan meningkatkan keberlanjutan usaha. Dengan pengetahuan keuangan yang memadai, keputusan bisnis dan keuangan yang diambil akan semakin baik seiring waktu, meningkatkan kinerja usaha untuk bertahan di tengah krisis, dan akhirnya memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengetahuan keuangan . inancial knowledg. menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi setiap pelaku usaha untuk mengatasi masalah keuangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha mereka. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ahmad & Eri . , yang menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan . inancial knowledg. memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Pengetahuan keuangan akan memengaruhi bagaimana individu menerapkan perilaku menabung, kegiatan berinvestasi, dan mengelola keuangan yang dimiliki. Pengelolaan keuangan yang baik dapat memberikan gambaran kesehatan keuangan usaha atau bisnis baik saat ini atau dimasa lalu, sehingga dapat digunakan oleh pelaku toko kelontong dalam pengambilan keputusan. Apabila pengusaha dalam penelitian ini yaitu toko kelontong memiliki pengetahuan keuangan yang memadai, maka keputusan bisnis dan keuangan yang diciptakan akan menuju ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktu, meningkatkan kinerja usaha untuk bertahan di tengah krisis dan pada akhirnya akan membuat usaha memiliki keberlanjutan jangka panjang. Dengan demikian. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Avilia M Pattireuw. Xaverius M Janwarin. Theodora F Tomasoa pengetahuan keuangan . inancial knowledg. dapat menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi pelaku usaha dalam mengatasi masalah keuangan. 2 Pengaruh Financial Management Behavior Terhadap Keberlanjutan Usaha (H. Hasil uji hipotesis kedua (H. menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan tidak ada pengaruh antara financial management behavior (X. terhadap keberlanjutan usaha (Y) pada toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu. Hal ini dibuktikan dengan nilai beta untuk variabel perilaku pengelolaan keuangan yang sebesar 0,180. Artinya, sebagian pemilik usaha toko kelontong belum sepenuhnya menerapkan pengelolaan keuangan yang baik, sehingga dapat memengaruhi keberlanjutan usaha mereka dalam jangka panjang. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 . ,154 < 0,. Memiliki pengetahuan keuangan yang tinggi pada seseorang tidak secara otomatis menjamin perilaku pengelolaan keuangan yang baik. Hal ini terjadi karena, tanpa niat yang kuat dari pelaku usaha untuk menerapkan pengelolaan keuangan yang baik, pengetahuan tersebut tidak akan berdampak pada praktik pengelolaan keuangan yang efektif. Pada pemilik atau pelaku usaha toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu, tingkat perilaku pengelolaan keuangan belum sepenuhnya diterapkan. Hal ini terlihat dari masih sedikitnya pemilik atau pelaku usaha yang menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dalam usaha mereka, seperti membayar tagihan tepat waktu, menyusun rencana keuangan untuk masa depan melalui tabungan atau investasi, serta membagi uang untuk kebutuhan pribadi, keluarga, dan konsumsi. Perilaku pengelolaan keuangan yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan keuangan usaha, baik saat ini maupun di masa depan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, pemilik atau pelaku usaha dapat mengendalikan kondisi keuangan usaha mereka, membuat keputusan keuangan yang tepat, serta mempertahankan usaha dengan kinerja keuangan yang Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan dan memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Penelitian ini sejalan dengan Rizkiawati dan Asandimitra . yang menjelaskan bahwa financial management behavior tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha, disebabkan karena setiap responden memiliki pandangan . yanng berbeda-beda terhadap keuangan termasuk dalam perilaku pengelolaan keuangan dikeadaan keuangan yang ada. Selain itu jika dilihat dari rata-rata jawaban responden antara responden yang memiliki perilaku pengelolaan keuangan kurang baik. 3 Pengaruh Financial Knowledge dan Financial Management Behavior Terhadap Keberlanjutan Usaha (H. Hasil uji hipotesis ketiga (H. menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara financial Knowledge (X. dan financial management behavior (X. terhadap keberlanjutan usaha (Y) pada toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung yang lebih besar dari Ftabel . ,486 > 3,. dan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. Hasil penelitian ini juga menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,365 . ,5%). Artinya, pengetahuan keuangan Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Pengaruh Financial Knowledge dan Financial a. dan perilaku pengelolaan keuangan secara bersama-sama berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha pada toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu sebesar 36,5%, sementara 63,5% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Para pemilik atau pelaku usaha toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu, memiliki pemahaman yang baik tentang keuangan, termasuk pengetahuan dasar mengenai keuangan, manajemen kredit dan utang, tabungan dan investasi, serta manajemen risiko. Dengan pengetahuan keuangan yang cukup dan memadai, para pemilik atau pelaku usaha toko kelontong dapat memahami informasi keuangan tersebut dan mengaplikasikannya dalam perilaku pengelolaan keuangan mereka. Baik buruknya perilaku pengelolaan keuangan dipengaruhi oleh pengetahuan keuangan yang dimiliki oleh pemilik atau pelaku toko kelontong. Jika pemilik atau pelaku toko kelontong memiliki pengetahuan keuangan yang memadai, mereka cenderung menunjukkan perilaku pengelolaan keuangan yang baik, seperti membayar tagihan tepat waktu, merencanakan keuangan untuk masa depan melalui tabungan atau investasi, serta membagi uang untuk kebutuhan pribadi, keluarga, dan konsumsi. Oleh karena itu, memiliki pengetahuan keuangan membuat pengelolaan keuangan lebih efektif dan lebih baik dalam mengambil keputusan keuangan. Hasil penelitian ini sesuai atau sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh penelitian yang dilakukan Riska Nawangsih . yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara financial knowledge dan financial management behavior terhadap keberlanjutan usaha. Menurut penelitian terdahulu yang dilakukan Riska Nawangsih . hasil penelitian menyatakan bahwa peningkatan financial knowledge dapat menjadi pengantar dalam proses membangun financial management behavior yang bijak dan bertanggung jawab. Sesuai dengan theory of planned behavior dengan financial knowledge yang baik akan memunculkan niat individu bertindak dalam financial management behavior yang efisien. Dengan financial knowledge yang baik maka individu tersebut akan lebih bijak dalam hal penganggaran, pengelolaan, dan ketepatan waktu dalam hal memenuhi kewajiban. Seorang pemilik usaha yang mengetahui dasar prinsip keuangan, akan dapat merencanakan usahanya dengan matang, memiliki kekayaan yang lebih besar, dan bisa terhindar dari hutang yang dapat mengakibatkan Hasil penelitian ini mendukung penelitian (Amanah et al. , 2. dan (Humaira & Sagoro, 2. yang menyatakan bahwa financial knowledge berpengaruh positif signifikan terhadap financial management behavior, sehingga semakin tinggi tingkat financial knowledge pemilik usaha maka financial management behavior individu tersebut juga semakin baik. Hal ini mengisyaratkan bahwa financial knowledge dapat menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi pelaku usaha dalam mengatasi masalah keuangan usahanya. Financial knowledge akan mempengaruhi bagaimana seorang pelaku usaha ini menerapkan perilaku menabung, melakukan kredit, berinvestasi, dan mengelola keuangan yang dimiliki. Hal ini menunjukkan bahwa financial knowledge lebih menekankan pada kemampuan seorang pelaku usaha dapat memahami konsep dasar ilmu ekonomi dan keuangan hingga ke tahap bagaimana bisa menerapkannya secara tepat. Kesalahan dalam pengelolaan keuangan akibat minimnya financial knowledge . engetahuan keuanga. akan menyebabkan keterbatasan financial yang dapat berakibat buruk pada manajemen keuangan setiap pelaku usaha. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Avilia M Pattireuw. Xaverius M Janwarin. Theodora F Tomasoa Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di uraikan diatas, maka kesimpulan yang dapat penulis simpulkan sebagai berikut: Variabel financial knowledge berpengaruh positif yang signifikan terhadap keberlanjutan usaha pada toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu. Variabel financial management behavior tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha pada toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu. Variabel financial knowledge dan financial management behavior berpengaruh positif yang signifikan terhadap keberlanjutan usaha pada toko kelontong di Desa Suli. Kecamatan Salahutu. DAFTAR PUSTAKA