Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) PEMBERDAYAAN PEMBATIK TULIS DISABILITAS BHAKTI LUHUR DI BIDANG HAK CIPTA DAN LITERASI LINGKUNGAN1 Diah Imaningrum Susanti Email: ella@widyakarya.ac.id Emanuela Agra Sarika Kurnia Dewi Email: agra@unika.ac.id Rini Susrijani Email: rini_susrijani@widyakarya.ac.id ABSTRAK Urgensi pengabdian kepada masyarakat ini adalah penghargaan atas eksistensi penyandang disabilitas dalam menghasilkan karya batik tulis dan diarahkannya para pembatik pada perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.Tujuan pengabdian adalah memperluas jangkauan pemasaran produk batik tulis karya penyandang disabilitas Bhakti Luhur (PDBL), dan dimilikinya literasi lingkungan oleh para PDBL dalam pekerjaan membatik mereka. Target khusus yang dicapai adalah tersusunnya katalog berhak cipta atas produk batik tulis karya PDBL dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) sebagai sarana promosi serta diproduksinya batik tulis secara bertanggung jawab atas lingkungan. Metode yang digunakan untuk pembuatan katalog adalah mendampingi mitra dalam mengumpulkan desain batik, membuat narasi, serta menyusun katalog. Untuk memperluas jangkauan pemasaran, katalog produk disediakan di Sanggar Batik sehingga pengunjung dapat memilih desain yang diminati dan memesannya. Selain itu, katalog akan dikirim ke perpustakaan universitas pengabdi serta pengusaha tour and travel. Metode yang digunakan untuk literasi lingkungan adalah sosialisasi perilaku yang bertanggung jawab dalam membatik dengan cara mengajak bicara/konsultasi untuk mengajarkan teknologi ramah lingkungan. Produk literasi lingkungan adalah lilin aromaterapi sebagai produk hasil mengolah Kembali limbah batik.Luaran yang dihasilkan adalah katalog batik tulis karya PDBL dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) yang telah dicatatkan di DJKI sebagai hak cipta, video profil pembatik disabilitas Bhakti Luhur, dan video proses pengolahan limbah menjadi lilin aroma terapi, serta artikel yang dipublikasikan di jurnal pengabdian masyarakat. Kata kunci: Bhakti Luhur, Pemberdayaan, Pembatik Disabilitas, Hak Cipta, Literasi Lingkungan ABSTRACT The urgency of this community service program is to recognize the importance of people with disabilities in producing hand-drawn batik and to guide the batik makers toward environmentally responsible behavior. The goal of the community service program is to expand the marketing reach of hand-drawn batik products created by people with disabilities Bhakti Luhur (PDBL) and to foster 1 Program Pengabdian Masyarakat ini terselenggara berkat dana Hibah Pengabdian Masyarakat Kolaorasi yang diadakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK). Untuk itu, tim pengabdi menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada APTIK. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 47 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) environmental literacy among the PDBL in their batik work. Specific targets include the creation of a copyrighted catalog of PDBL hand-drawn batik products in two languages (Indonesian and English) as a promotional tool, as well as the production of environmentally responsible hand-drawn batik. The method used to create the catalog includes assisting partners in collecting batik designs, creating narratives, and compiling the catalog. To expand marketing reach, a product catalog is available at the Batik Studio so visitors can select and order designs. Additionally, the catalog will be sent to the library of the community's university and to tour and travel businesses. The method used for environmental literacy is the promotion of responsible behavior in batik making through discussions and consultations to teach environmentally friendly technologies. The environmental literacy product is an aromatherapy candle, a product produced by reprocessing batik waste. The outputs produced are a catalog of PDBL's hand-drawn batik in two languages (Indonesian and English) which has been registered with the DJKI as copyright, a video profile of disabled batik maker Bhakti Luhur, and a video of the process of processing waste into aromatherapy candles, as well as an article published in a community service journal. Keywords: Bhakti Luhur, Disabilities Wiriting Batik, Copyright, Environmental Literacy I. PENDAHULUAN 1.1 Analisis situasi dan Permasalahan Mitra Penyandang disabilitas di Indonesia perlu dilindungi dan diberdayakan karena mereka hidup dalam kondisi rentan, terbelakang, dan/atau miskin oleh adanya pembatasan, hambatan, kesulitan, dan pengurangan atau penghilangan hak penyandang disabilitas. Situasi inilah yang menjadi pertimbangan perlunya perlindungan dan pemberdayaan terhadap penyandang disabilitas sebagaimana dinyatakan dalam UndangUndang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. 2 Beranggota 8 (delapan) orang pembatik dan 2 (dua) orang sebagai pengelola dan penjaga galeri batik, Komunitas Pembatik Disabilitas Bhakti Luhur (PDBL) melakukan kegiatan membatik sejak tahun 2003 yang bertempat di Jl. Raya Dieng 40 Kota Malang dalam satu ruangan berukuran 11,5 m x 4,,8 m. Batik Tulis Bhakti Luhur merupakan kerajinan hasil karya para penyandang disabilitas fisik seperti tunadaksa (keterbatasan gerak), tunarungu (disabilitas pendengaran), disabilitas intelektual, dan disabilitas ganda yang tergabung dalam komunitas pembatik tulis Bhakti Luhur. Sebagaimana spirit awal pendirinya, Romo Jansen, CM, kegiatan membatik ditujukan untuk mengangkat harkat dan martabat kaum disabilitas melalui pelatihan membatik. Namun demikian, beberapa kendala dialami oleh komunitas pembatik ini, di antaranya berkaitan dengan pemasaran produk dan permasalahan lingkungan. Karya batik tulis mereka bernilai jual namun saat ini pemasaran yang mereka lakukan masih secara konvensional. Selain itu, tanggung jawab pembatik dalam pengelolaan limbah yang dihasilkan dari produksi batik tulis masih perlu 2 Pemerintah Indonesia, “Undang-Undang Nomor 8 Thun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas,”. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 48 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) ditingkatkan. Saat ini, para pembatik membuang limbah batik tulis tanpa pengolahan ke selokan, sungai, dan tanah di sekitar lokasi Yayasan Bhakti Luhur. Hal ini terjadi karena keterbatasan pengetahuan sumber daya manusia dan fasilitas di kawasan PDBL ini. Kegiatan pengabdian ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil pemasaran para PDBL dan dapat memberikan solusi alternatif atas masalah literasi lingkungan. Kondisi eksisting PDBL dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Nama Mitra dan alamat: Pembatik Tulis Disabilitas “Bhakti Luhur”, beralamat : Jl. Raya Dieng 40 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, dengan nomor kontak koordinatornya: 081239081035. b. Kondisi Terkini Para pembatik disabilitas bekerja di sanggar berukuran 11,5 m x 4,,8 mulai hari Senin sampai Sabtu mulai pk. 08.00 – 13.00. Terkadang pk.12.30 sanggar sudah tutup karena fisik mereka yang terbatas tidak mampu bekerja terlalu lelah. Selain membatik, PDBL juga membuat kaos Lukis dan selendang. Kaos Lukis ini dilukis dengan mulut, dengan motif bunga dan peristiwa kekinian (misalnya pemain bola, wayang, dsb). Khusus untuk pembatik Sarinah, setiap hari Senin dan Kamis tidak berada di sanggar, melainkan di suatu tempat tersendiri untuk diberi kesempatan melukis. Lukisan Sarinah ini laku dijual antara Rp. 10.000.000 – 15.000.000. Semangat gotong royong dan saling menolong sangat terasa di sanggar batik Bhakti Luhur ini. Anggota yang beranggota tubuh lengkap dan bertubuh kuat (walaupun secara mental terbelakang), sigap membantu mempersiapkan peralatan membatik untuk diletakkan di atas meja pembatik yang tidak memiliki tangan, membantu menggendong anggota yang tak mampu berjalan untuk didudukkan di kursi roda, mengangkat panci, menyiapkan peralatan membatik, jemuran, dsb. Personalia anggota PDBL sebagai berikut dapat dilihat dalam tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1.: Personalia PDBL NO NAMA KONDISI 1 Helena Muda Normal 2 3 4 PERAN Kepala PDBL, mengkoordinasi komunitas pembatik disabilitas Lusia Murianti Tinggi Badan 75 cm membatik, memberi pelatihan (Bu Yanti) – 51 th membatik dan mewarna Sarinah (37th) Tuna daksa, tidak punya melukis, mendesain dengan pensil tangan dan kaki yang digerakkan dengan mulut Fabiola (40 th) Tuna daksa, cacat mental dan menjahit, membatik. Saat PKM fisik (tangan kanan tidak dilaksanakan, ybs sedang tidak lengkap) berada di sanggar karena sakit TBC. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 49 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) NO NAMA KONDISI PERAN 5 Oktavia Rahayu / Tuna daksa, lumpuh mendesain di atas meja yang sudah Evi (38 th) ergonomik 6 Natalia Tuna daksa, tak punya telapak mendesain di atas meja kaca yang Roswati tangan, cacat mental ergonomik Wati (37 th) 7 Oni (48 th) fisik normal, tuna rungu, membantu menunjukkan produk, cacat seterika, membantu keseluruhan mental 8 Ester (41 th) Fisik lengkap, tuna daksa, buta membatik, mendesain, huruf, wajah ada daging menggambar tumbuh/meningokel, yang penting hidup makan dan kerja, bagian pembantu umum, menyiapkan bahan membatik, mengangkat jemuran batik, membantu rekan yang lumpuh untuk duduk di tempat kerja, melipat kain batik untuk dipajang 9 Ibu Mini (51 th) 10 Sr. Margareta (46 th) Fisik normal, tidak pernah Membatik; merendam, mencuci sekolah produk batik, membuang limbah batik Normal Menjaga galeri batik dan konveksi Sumber: Data yang dimutakhirkan berdasarkan Observasi dan Wawancara dengan Sr. Helena Muda, ALMA, 30 Juni 2025 di Sanggar Batik Bhakti Luhur Kota Malang. Berikut adalah foto/gambar dari beberapa aktivitas pembatik. Gambar 1. Mendesain batik Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 50 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) Gambar 2. Melukis dengan mulut di atas kaos. Gambar 3. Pengabdi UKWK Bersama pembatik, 8 November 2025 c. Proses Produksi Tahapan proses produksi batik tulis Bhakti Luhur terangkum dalam tabel sebagai berikut: Tabel 2: Proses Produksi No 1 Kegiatan Membuat desain batik2/ melukis di atas kain mori/katun Pelaku dan Tempat Ibu Mini, pendesain batik yang beranggota tubuh lengkap, tidak tuna daksa, namun karena anaknya (almarhum) diasuh dan dirawat di Bhakti Luhur, maka setelah anaknya wafat, dia tetap bekerja di Bhakti Luhur sebagai pembatik. Sarinah, pendesain yang menggerakkan pensil dengan mulutnya, aktivitas dilakukan di Sanggar Bhakti Luhur. Selain mendesain batik, Sarinah juga mendesain kaos dan melukis di atas kanvas. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 51 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id No 2 3 4 5 6 7 8 9 10 VOL. 10, NO. 3 (2025) Kegiatan Kain ditutup dengan lilin malam putih Mewarnai bagian yang ditentukan Ditutup dengan malam putih Pelaku dan Tempat Fabiola, aktivitas dilakukan di Sanggar Bhakti Luhur Oktavia, aktivitas dilakukan di Sanggar Bhakti Luhur Fabiola, aktivitas dilakukan di Sanggar Bhakti Luhur Diwarnai kembali dengan Ester, aktivitas dilakukan di Sanggar Bhakti warna selain putih (isen) Luhur Direndam selama 1 (satu) Bu Mini, aktivitas di rumah pribadi Bu Mini, malam dengan air panas dan berjarak sekitar 2 km dari sanggar. obat (HCL) untuk melarutkan lilin malam Rendaman diendapkan, sisa Bu Mini, aktivitas di rumah Bu Mini, Jl. Gunung endapan masih bisa digunakan Agung Selatan, Kota Malang untuk membatik, dan air endapan dibuang ke lahan kosong, endapan padat dibuang ke sungai Dijemur di tempat teduh Bu Mini, aktivitas di rumah Bu Mini, Jl. Gunung Agung Selatan, Kota Malang; Ibu Oni, aktivitas dilakukan di Sanggar Bhakti Luhur Dicuci dengan sabun colek Bu Mini, aktivitas di rumah Bu Mini, Jl. Gunung Agung Selatan, Kota Malang; Ibu Oni, aktivitas dilakukan di Sanggar Bhakti Luhur Diseterika Bu Mini, aktivitas di rumah Bu Mini, Jl. Gunung Agung Selatan, Kota Malang; Ibu Oni, Fabiola dan Ester, aktivitas dilakukan di Sanggar Bhakti Luhur e. Pemasaran Produk Pemasaran produk lebih banyak dilakukan secara langsung, mengingat pengunjung lebih mengapresiasi produk dengan melihat pembatiknya secara langsung. 1.2 PERMASALAHAN DAN SOLUSI a. Permasalahan a.1 Masalah Bidang Promosi/pemasaran Produk a) Keterbatasan jangkauan promosi produk batik Penyandang Disabilitas Bhakti Luhur. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 52 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id b) c) VOL. 10, NO. 3 (2025) Batik Tulis Bhakti Luhur tidak memiliki katalog produk. Akibatnya, produk yang tersedia di galeri sangat terbatas, begitu produk terjual, tidak ada lagi contoh produk tersebut. Penjaga galeri hanya satu orang namun ketika ia harus melaksanakan tugas lain, maka galeri akan tutup. Promosi dan penjualan secara digital melalui marketplace seperti TikTok shop dan Shopee merupakan salah satu cara yang diterapkan oleh PKM Unika Widya Karya tahun 2024 mengingat saat ini trend masyarakat menyukai pembelian secara online. Namun demikian, hal ini tidak sepenuhnya dapat diterapkan pada PDBL. Walaupun mereka telah mendapat pelatihan untuk memasarkan produk melalui media daring dan mempraktikkannya, hasilnya belum sebanding jika dibandingkan pemasaran secara konvensional (pembeli mengunjungi galeri batik). Hal ini bisa dilihat selama 3 – 4 kali live selama hampir setahun ini, hanya terjual 1 – 2 produk.3 Hasil penjualan lebih banyak apabila dilakukan secara konvensional (dalam 1 bulan bisa laku 3 – 5 produk), karena pengunjung melihat proses membatik pada penyandang disabilitas ini secara langsung. Kendalanya adalah, produk-produk yang ada di galeri sangat terbatas, karena begitu produk laku terjual, tidak ada lagi contoh produk tersebut sehingga jika pembeli ingin membeli batik dengan motif yang dipilih sendiri, tidak tersedia lagi contohnya. Oleh karena itu, para pembatik menginginkan adanya katalog produk yang lebih permanen dan siap ditunjukkan pada pengunjung serta usaha kemitraan dengan mitra yang bisa dititipi produk secara berkelanjutan. a.2 Masalah di Bidang Literasi Lingkungan a) Keterbatasan pengetahuan Pembatik Disabilitas Bhakti Luhur terhadap bahaya limbah hasil produksi batik. b) Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan pengolahan limbah cair hasil proses produksi batik Bhakti Luhur. c) Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan pengolahan limbah padat hasil proses produksi di batik Bhakti Luhur. Para pembatik di Komunitas PDBL masih belum memiliki literasi lingkungan. Hal ini dapat diketahui dari aktivitas membuang limbah batik ke lahan kosong di dekat rumah salah satu pembatik, ke selokan depan rumah, atau ke sungai di dekat rumah pembatik. Pada proses pembuatan batik terdapat penambahan bahan kimia seperti pewarna, kanji, minyak, lilin, soda api (Na0H), naftalena yang berasal dari batu bara. Sisa kegiatan produksi batik dapat dikategorikan sebagai limbah berbahaya karena mengandung sisa pewarna sintesis yang dapat berupa sisa logam berat. Limbah hasil produksi 3 Wawancara dengan Sr. Helena pada saat pre-survey ke Lokasi PKM tanggal 4 Juni 2025, pk. 09.30 – 11.00. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 53 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) batik perlu adanya pengolahan karena limbah tidak mudah terurai.4 Proses ini dapat mencemari air sungai terutama ekosistem perairan ketika limbah langsung dibuang ke parit/lahan kosong/ sungai tanpa diolah terlebih dahulu, sebagaimana tampak dalam gambar di bawah ini.5 Gambar 4.Selokan dan lahan kosong tempat membuang limbah cair batik Gambar 5. Limbah padat hasil dari pencucian 1 (satu) selendang batik Gambar 6. Aktivitas membuang limbah padat ke sungai mengalir 4 Oktriza Melfazen et al., “Pengolahan Limbah Cair Batik Menggunakan Metode Presipitasi Dan Filtrasi Untuk Umkm Batik,” Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat 3, no. 4 (2022): 333–38. 5 Ernastin Maria, “Penyisihan Cod Limbah Cair Industri Batik Dengan Metode Fitoremediasi Pada Ssf-Wetland Menggunakan Tanaman Obor (Typha Latifolia) Dan TANAMAN TASBIH (Canna Indica.L),” Jurnal Rekayasa Lingkungan 19, no. 1 (2020): 1–9, https://doi.org/10.37412/jrl.v19i1.16. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 54 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) 2.2 Solusi dan Dampak Program Solusi atas masalah promosi produk adalah melalui penerbitan katalog dwibahasa (bilangual catalogue) dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang ber-hak cipta. Katalog ini berfungsi sebagai sarana promosi sekaligus perlindungan hak moral dan hak ekonomi pencipta (para pembatik PDBL). Katalog ini berisi semua desain batik yang pernah dibuat dan mampu dibuat oleh para PDBL disertai bahan, ukuran, dan harga. Katalog diterbitkan juga dalam Bahasa Inggris mengingat galeri batik tulis Bhakti Luhur sering kali menerima kunjungan wisatawan asing. Kedatangan turis asing yang lebih menghargai karya PDBL memerlukan adanya katalog dalam Bahasa Inggris juga sehingga mereka lebih mudah memesan produk yang mereka inginkan karena mereka memahami deskripsi produk dalam Bahasa Inggris. Maka, perlindungan hak moral pencipta (hak atas identitas dan hak integritas dalam hak cipta) menjadi nyata dalam katalog ini. Solusi atas masalah literasi lingkungan dilakukan melalui “ngobrol” untuk memahamkan pentingnya tidak membuang limbah batik di selokan, di tanah, melainkan diajarkan cara memanfaatkan kembali (re-use) limbah batik untuk menghasilkan lilin aromaterapi. Literasi lingkungan dibagi dalam dua tahap, yakni Pra-pembatikan, dan Pasca Pembatikan. Tahap pra pembatikan melibatkan anggota Legio Maria Cermin Kekudusan Paroki Tidar Malang. Sebelumnya, kelompok kaum muda ini secara rutin membersihkan limbah lilin putih di Gua Maria “Regina Pacis” dan membuangnya. Dengan adanya PKM ini, mereka bersedia bekerjasama untuk menyumbangkan limbah lilin putih kepada pembatik PDBL Maka, PKM ini bisa menjadi wadah gerakan kepedulian kaum muda yang tergabung dalam Legio Maria tersebut akan penyandang disabilitas dan pelestarian lingkungan. Dampak program pemberdayaan PDBL dari segi sosial ekonomi bagi kebutuhan masyarakat luas adalah: a. Dampak Sosial “Difabel kapabel”. Bila diberdayakan, kaum disabilitas mampu membuat karya yang melampaui batas, bahwa ada masyarakat yang kekurangan dari segi fisik, tapi mereka mampu berbuat sesuatu. Dengan ini diharapkan masyarakat umum sadar bahwa yang difabel perlu lebih banyak akses untuk dianggap setara. b. Dampak Ekonomi Dari segi pemasaran, PKM ini menonjolkan sisi nilai intagible dari produk yaitu siapa yang membuat batik ini dan dengan membeli berarti mengakui eksistensi mereka secara sosial. Maka penjualan batik produksi PDBL berarti membantu memperkenalkan eksistensi mereka kepada khalayak luas sekaligus edukasi kepada masyarakat. Selain itu secara ekonomi, hasil penjualan lilin aromaterapi sebagai hasil mengolah limbah batik dapat digunakan untuk menambah modal pembelian bahan baku dan peralatan yang sudah berkarat/ rusak. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 55 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) Gambar 7. Penyerahan limbah lilin putih kepada Bu Yanti, anggota Pembatik Disabilitas Bhakti Luhur, pada tanggal 31 Oktober 2025. Limbah Lilin diserahkan secara periodik dengan bekerjasama dengan Legio Maria Orang Muda Katolik “Cermin Kekudusan”, Paroki Tidar Malang. Penyerahan ini juga disertai wawancara dari wartawan IDN Times. Pada tahap pasca-pembatikan, pembuangan limbah batik di selokan, tanah kosong, dan sungai diatasi dengan cara ekoliterasi (komunikasi lingkungan dan tindakan memanfaatkan kembali limbah batik untuk membuat lilin aromaterapi). Pada tahapan ini tim PkM memberi informasi kepada para pengrajin batik PDBL terkait dampak limbah batik dan cara pengolahan limbah batik baik limbah cair maupun limbah padat yang diakibatkan oleh proses pengerjaan batik. 1.3 TUJUAN Tujuan pengabdian ini adalah: a. Perlindungan produk melalui skema hak cipta, baik hak moral maupun hak ekonomi. Perlindungan hak moral pada Hak Cipta dilakukan melalui 2 (dua) cara: pertama, menorehkan simbol hak cipta/copyright (©) di atas kain batik; kedua, pengajuan pencatatan hak cipta di DJKI atas sebuah Katalog Produk Batik Tulis dwibahasa (Indonesia dan Inggris) yang berisi semua produk batik disertai nama pencipta dan pemegang hak cipta, deskripsi tentang produk, proses, dan narasi tentang literasi lingkungan, serta hak cipta atas video pengabdian. b. Mengubah perilaku para pembatik terhadap lingkungan hidup, dari yang tidak berliterasi lingkungan menjadi perilaku yang menunjukkan bahwa komunitas PDBL ini telah memiliki literasi lingkungan (eco-literated); menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab terkait lingkungan dengan cara tidak membuang limbah ke sungai, selokan, atau tanah kosong, melainkan memanfaatkan limbah batik untuk produk bermanfaat lain, dalam hal ini membuat lilin aromaterapi. II. METODE PELAKSANAAN Beberapa tahapan dalam PKM untuk mendapatkan solusi adalah sebagai berikut: 2.2.1 Solusi Katalog Dwibahasa Ber-Hak Cipta, Tahapan Pelaksanaan: Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 56 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) a. Para PDBL diminta untuk mengumpulkan desain-desain batik yang pernah mereka buat sambil menceritakan siapa pendesain, bagaimana, kapan, dan mengapa desain itu yang dipilih, terlebih makna dari desain itu. Narasi tentang produk PDBL ini bukan hanya menjadi daftar produk batik, melainkan akan menceritakan bagaimana kisah mereka berjuang mengatasi keterbatasan fisik/mental dan menjadi manusia bermartabat dengan karya yang patut dihargai. b. Desain dan narasi tersebut dikumpulkan berdasarkan kelompok (misalnya: kain, selendang, kaus). c. Tim pengabdi beserta mitra mendiskusikan judul dan narasi untuk dimasukkan dalam katalog d. Tim pengabdi mengatur tata letak katalog, memberi nama dan deskripsi dalam Bahasa Inggris e. Tim Pengabdi membuat prakata disertai ucapan terimakasih kepada APTIK dan Mitra f. Pendaftaran Hak Cipta Katalog ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual g. Pembuatan video profil Batik Penyandang Disabilitas Bhakti Luhur yang berisi keistimewaan Batik Tulis Bhakti Luhur mulai dari latar belakang dan pengelola Yayasan Bhakti Luhur, profil setiap Penyandang Disabilitas Bhakti Luhur yang terlibat dalam proses pembuatan batik, proses pembuatan batik, hingga semangat Penyandang Disabilitas Bhakti Luhur dalam menghasilkan karya dan pelestarian budaya. Video audio visual ini dapat menjadi sarana perkenalan dan promosi Batik Penyandang Disabilitas Bhakti Luhur. h. Pembuatan Video Pengolahan Limbah Batik menjadi lilin aromaterapi g. Penyebaran Katalog ke beberapa titik promosi di antaranya: 1) Sanggar Bhakti Luhur sendiri, Penyediaan katalog produk ini dapat menjadi pegangan untuk PDBL ketika akan menawarkan produknya kepada turis yang datang dan ingin memesan produk. 2) Wartawan IDN Times untuk disampaikan pada pemerintah setempat. 2.2.2 Solusi Literasi Lingkungan Berdasarkan permasalahan lingkungan yang dialami PDBL terkait limbah batik, tim PkM memberikan solusi literasi lingkungan (ecoliteracy) yang berfokus pada kegiatan yang bersifat edukasi literasi lingkungan. Kegiatan literasi akan dibagi menjadi dua tahap diantaranya: a. Tahap Pra Pembatikan. Pada tahap awal proses pembatikan, PDBL diberi edukasi mulai dari bahan yang digunakan dalam membatik. Bahan utama yang digunakan dalam membatik adalah lilin coklat dan lilin putih. Selama ini PDBL membeli lilin coklat dan lilin putih, melalui PkM ini tim memberikan solusi kepada PDBL untuk menggunakan limbah lilin putih yang berasal dari aktivitas ibadah gereja dan gua maria. Sebagai langkah awal, tim PkM akan menggandeng kelompok Legio Maria “Cermin Kekudusan” Paroki Tidar Malang, yang akan secara rutin membersihkan limbah lilin putih di Gua Maria “Regina Pacis” Gereja Santo Andreas, Tidar, Kota Malang. Dengan demikian, membersihkan limbah lilin pada gereja dan Gua Maria “Regina Pacis” Gereja Santo Andreas, Tidar, Kota Malang menjadi salah satu kegiatan wajib Legio Maria “Cermin Kekudusan” Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 57 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) Paroki Tidar Malang yang nanti akan dipasokkan kepada PDBL sebagai bahan utama dalam pembuatan batik. b. Tahap Pasca Pembatikan Tim PkM melakukan literasi lingkungan (ecoliteracy) kepada para pembatik terutama pembatik yang bertugas dalam proses akhir yaitu pencucian dan pembuangan limbah akhir. Edukasi kepada pengelola limbah ini ditujukan kepada PDBL, namun lebih fokus kepada dua sampai tiga orang yaitu pembatik dan pengelola yang terlibat dalam proses akhir pembuatan batik. Melihat kondisi pembatik yang memiliki keterbatasan dari segi intelektual dan fisik, penyampaian literasi disampaikan dengan cara yang sederhana. Pengetahuan bahaya pembuangan limbah di sungai, selokan, dan tanah dapat berdampak pada kandungan air pada sungai dan air tanah, akan disosialisasikan dengan cara “ngobrol”, mengajak bicara/konsultasi untuk mengajarkan teknologi ramah lingkungan. Pendekatan melalui “ngobrol” dengan bahasa percakapan sehari-hari dilakukan agar mudah dicerna. Kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan beberapa kali guna menanamkan pengetahuan kepada pembatik dengan harapan perubahan perilaku dalam pengolahan limbah batik. Sebagai kelanjutan dalam pengolahan limbah batik akan menerapkan teknologi hijau ramah lingkungan. Tim PkM akan mengajarkan solusi limbah batik dengan cara pemisahan limbah batik menjadi limbah cair dan limbah padat. Sebelum membuang limbah cair ke selokan dilakukan pengendapan limbah cair agar kandungan pewarna dan lilin yang ada mengendap dan dapat dipisahkan antara limbah cair dengan limbah padat. Selanjutnya limbah padat yang masih mengandung 90% kandungan lilin yang dipakai dapat diolah menjadi lilin aroma terapi dan memiliki nilai jual ekonomi. Proses pembuatan lilin aroma terapi dari limbah batik terdiri dari pengumpulan limbah padat, pencucian limbah padat, pencampuran parafin, pencetakan, pemberian aroma dan hiasan, kemudian lilin aroma terapi siap untuk dijual. Seluruh kegiatan pengolahan limbah mulai dari pemisahan limbah cair dan padat hingga pengolahan menjadi lilin aroma terapi akan didokumentasikan dalam bentuk video audio visual sehingga dapat menjadi panduan bagi para pembatik di Bhakti Luhur selanjutnya. Pendampingan tetap akan dilakukan setelah kegiatan PkM secara berkala. 2.3 Partisipasi Mitra Partisipasi Mitra dalam Literasi Lingkungan : a. Merancang bersama Pengabdi tentang kegiatan literasi lingkungan b. Hadir dan aktif dalam kegiatan literasi lingkungan (“ngobrol”, penyuluhan) c. Melaksanakan kegiatan yang menunjukkan kepedulian pada lingkungan (tidak lagi membuang limbah padat di sungai, di selokan, di lahan kosong) d. Melaksanakan kegiatan memanfaatkan limbah lilin menjadi lilin aromatherapy. e. Evaluasi bersama Pengabdi untuk keberlanjutan program Proses Pelaksanaan Pengolahan Limbah Batik Menjadi Lilin Aromaterapi Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 58 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) Gambar 8. Mengukus Limbah Batik yang beku sampai mencair Gambar 9. Memasang sumbu, memberi aroma, dan mencetak lilin pada wadah siap diuji coba III. HASIL PENGABDIAN Hasil pengabdian kepada Komunitas Pembatik Tulis Disabilitas Bhakti Luhur di dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian, yakni pemberdayaan di bidang hak cipta dan di bidang literasi lingkungan. 3.1 Di Bidang Pemberdayaan Hak Cipta. Di bidang hak cipta, kain-kain batik selendang, dan kaus lukis yang dihasilkan telah semuanya diberi simbol hak cipta, dan telah direkam dalam katalog dwibahasa (Indonesia dan Inggris). Katalog ini berisi produk-produk batik tulis karya pembatik disabilitas Bhakti Luhur, berupa kain, selendang, dan kaos, disertai bahan, ukuran, dan harga. Mengingat batik tulis merupakan warisan budaya Jawa, produk tersebut juga diberi nama yang estetik, khas Jawa, dan diberi narasi yang puitis, dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, dengan catatan nama batik tidak diterjemahkan. Penyusunan katalog melibatkan mitra, pengabdi, serta 2 (dua) orang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Karya Malang untuk membantu memberi nama, deskripsi, dan mengatur tata letak (layout) katalog. Katalog ini yang juga telah didaftarkan di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJKI) dan telah mendapatkan Surat Pencatatan Ciptaan dari DJKI Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 59 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) dengan Nomor: EC002025204695, 6 Desember 2025, dengan pemegang hak cipta tertera nama 3 (tiga) orang pengabdi, yakni Diah Imaningrum Susanti, Emanuela Agra Sarika Kurnia Dewi, dan Rini Susrijani. 3.2 Di Bidang Literasi Lingkungan Dalam literasi lingkungan, diperlukan partisipasi dan edukasi dalam pengambilan keputusan mengenai isu lingkungan.6 Beberapa cara pelestarian dapat dilakukan oleh komunitas PDBL, antara lain: tidak lagi membuang limbah ke parit, lahan kosong, atau sungai, melainkan mengurangi limbah (reduce) dan memanfaatkan limbah batik (re-use), untuk lilin aromaterapi.7 Di bidang literasi lingkungan ini, para pembatik disabilitas Bhakti Luhur telah berhasil membuat lilin aromaterapi dari bahan limbah batik. Pada awalnya lilin yang dihasilkan kurang bagus karena tidak dapat dihasilkan lilin yang “mulus”. Setelah dicoba lagi, ternyata hal ini disebabkan oleh adanya bahan yang sematamata berasal dari limbah batik. Namun setelah bahan tersebut dicampur dengan limbah lilin putih yang didapat dari sumbangan Legio Maria “Cermin Kekudusan”, hasilnya lebih cerah dan mulus (tidak ada gumpalan kecil-kecil). Sampai awal Desember 2025, para pembatik disabilitas Bhakti Luhur telah menghasilkan kurang lebih 35 lilin aromaterapi, secara mandiri, tanpa bantuan pengabdi. Beberapa lilin telah dibeli oleh keluarga pembatik. Pembina pembatik, Sr. Helena, sangat antusias dengan literasi lingkungan ini, karena produk akan dijual kepada gereja-gereja dan umat yang membutuhkan lilin untuk acara liturgi gereja. Gambar 10. Pengabdi memberi pendampingan pembuatan Lilin Aromaterapi dari Limbah Batik 6 Ch. Herutomo and S. Bekti Istiyanto, “Komunikasi Lingkungan Dalam Mengembangkan Kelestarian Hutan,” WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi 20, no. 1 (2021): 1–13, https://doi.org/10.32509/wacana.v20i1.1165. 7 Mutinda Teguh et al., “Daur Ulang Lilin Batik Untuk Efisiensi Biaya Dan Peningkatan Kualitas Produk UKM Batik Manggur,” 2024, 73–79. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 60 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) Gambar 11. Pengabdi memberi pendampingan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah batik Gambar 12. Hasil uji coba awal Lilin Aromaterapi dari Limbah Batik Coklat, hasil tidak begitu mulus, masih ada gumpalan kecil-kecil. Gambar 13. Hasil mandiri pembuatan lilin aroma terapi (1 minggu setelah penyuluhan dan pendampingan) 3.3 LUARAN YANG DICAPAI Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 61 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) Luaran yang dicapai sampai saat ini adalah: Katalog Batik Tulis Bhakti Luhur (dalam Bahasa Indonesia dan Inggris) - Cetak dan berhak cipta dan Video Profil Bhakti Luhur serta video pengolahan limbah batik menjadi lilin aromaterapi IV. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Hasil pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas Bhakti Luhur adalah: 1.Katalog Batik Tulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, berisi lembaran motif batik tulis, kaos, dan selendang. Katalog ini disusun dengan nama dan deskripsi untuk masing-masing produk disertai bahan, ukuran, dan harga, disertai foto-foto para pembatiknya. Katalog sudah didaftarkan dan sudah mendapatkan Sertifikat Pencatatan Ciptaan di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual. 2. Lilin Aroma Terapi Lilin ini didapatkan dari hasil pemberdayaan dalam pengolahan limbah batik yang dicampur dengan limbah lilin putih yang disumbang oleh Legio Maria Cermin Kekudusan, diambil secara rutin dari remah-remah lilin putih dari Gua Maria Paroki Tidar Malang. Lilin aromaterapi hasil pemberdayaan sudah dapat diproduksi secara mandiri dan dijual oleh komunitas pembatik Bhakti Luhur. 4.2 Saran 1. Mengingat sampai saat ini masih diperlukan promosi yang lebih luas, diperlukan program pemberdayaan lanjutan agar komunitas pembatik disabilitas ini semakin dikenal dan berdaya, misalnya dalam hal pengurusan hak kekayaan intelektual Merek. 2. Sampai saat ini memang limbah batik masih dapat diatasi dengan cara reuse limbah padat menjadi lilin aromaterapi. Namun apabila produktifitas semakin meningkat dan limbah semakin banyak, diperlukan program pengelolaan limbah batik dengan mendesain mesin sederhana pengolah limbah batik. DAFTAR PUSTAKA Betrig, Eko. Pemegang Hak Moral dan Hak Ekonomi Pembatik Disabilitas Bhakti Luhur Malang, Skripsi, Unika Widya Karya, 2025 Maria, Ernastin. “PENYISIHAN COD LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK DENGAN METODE FITOREMEDIASI PADA SSF-WETLAND MENGGUNAKAN TANAMAN OBOR (Typha Latifolia) Dan TANAMAN TASBIH (Canna Indica.L).” Jurnal Rekayasa Lingkungan 19, no. 1 (2020): 1– 9. https://doi.org/10.37412/jrl.v19i1.16. Dewi, Emanuela Agra Sarika Kurnia. “‘Ngobrol Jelantah’ Komunikasi Lingkungan Pendekatan Sosial-Budaya Oleh Bank Jelantah Sekar Sejagad 88 Semarang.” Jurnal Komunikasi Dan Media 4, no. 2 (2024): 131–39. https://doi.org/10.24167/jkm.v4i2.11808. Herutomo, Ch., and S. Bekti Istiyanto. “Komunikasi Lingkungan Dalam Mengembangkan Kelestarian Hutan.” WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 62 Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika.journalwidyakarya.ac.id VOL. 10, NO. 3 (2025) Komunikasi 20, no. 1 (2021): 1–13. https://doi.org/10.32509/wacana.v20i1.1165. Indonesia, Pemerintah. “Undang-Undang Nomor 8 Thun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.” 2016. ‫הנוטע עלון‬. Melfazen, Oktriza, Muhammad Khoirul Rozikin, Nurul Latifatus Sakinah, and Sectio Dwi Febriantoro. “Pengolahan Limbah Cair Batik Menggunakan Metode Presipitasi Dan Filtrasi Untuk Umkm Batik.” Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat 3, no. 4 (2022): 333–38. Susanti, Diah Imaningrum. Perlindungan Negara Atas Warisan Budaya Bangsa. Setara Press. Malang: Setara Press, 2018. ———. “Understanding Rights in Government Regulation No.56 of 2022 on Communal Intellectual Property: A Hermeneutic Analysis.” In 1 St INTERNATIONAL CONFERENCE ON LAW , BUSINESS , AND GOOD GOVERNANCE 2024 , Opportunities and Challenges toward Sustainable Development, 2024. Susanti, DIah Imaningrum. Hak Cipta: Kajian Filosofis Dan Historis. Setara Press. Malang: Setara Press, 2017. Teguh, Mutinda, Widayanto Hartawan, Abdillah Mas, Ahmad Baihaqi, Program Studi, Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi, et al. “Daur Ulang Lilin Batik Untuk Efisiensi Biaya Dan Peningkatan Kualitas Produk UKM Batik Manggur,” 2024, 73–79. Pemberdayaan .. Susanti, dkk. 63