https://jurnal. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG FAKTOR PENYEBAB DAN PENCEGAHAN ANEMIA Joni Siagian1*. Amelia Dini Anggraini Silalahi2. Efi Irwansyah Pane3 Dosen Akper Gita matura Abadi Kisaran *Email koresponden : joni. siagian0101@gmail. Abstract Anemia is a condition where the number of red blood cells is lower than normal or anemia, one of which is caused by a lack of iron consumption. This study aims to determine the causes and prevention factors of anemia in adolescent girls. This research uses a descriptive survey and the research method is cross sectional. A total of 170 people at the Taladan Ujung Kubu Private Madrasah Aliyah as a population. The sampling technique used simple random sampling with a sample of 17 people. Data collection techniques include observation, interviews, documentation and filling out questionnaires using the categories of knowing and not knowing. The results of this study showed that knowledge of adolescent girls about the factors that cause anemia was 5. "Sufficient" and knowledge about preventing anemia was 5. 3%) "Sufficient", so . 7%) were categorized as teenagers with "sufficient" knowledge about the factors that cause and prevent anemia. Keywords: Knowledge. Causative Factors. Prevention of Anemia Abstrak Anemia ialah kondisi jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal atau penyakit kurang darah yang salah satunya disebabkan oleh kekurangnya konsumsi zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan pencegahan anemia pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan Survei Deskriptif dan metode penelitian ini secara Cross Sectional. Sebanyak 170 orang di Madrasah Aliyah Swasta Taladan Ujung Kubu sebagai populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 17 orang sampel. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengisian kuisioner dengan menggunakan kategori tahu dan tidak tahu. Hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa pengetahuan remaja putri tentang faktor penyebab anemia memperoleh hasil 5,23 . ,1%) AuCukupAy dan pengetahuan tentang pencegahan anemia memperoleh hasil 5,52 . ,3%) AuCukupAy maka . ,7%) dikategorikan remaja berpengetahuan AucukupAy tentang faktor penyebab dan pencegahan anemia. Kesimpulan peneliti bahwa faktor penyebab dan pencegahan anemia pada remaja putri disebabkan oleh pengetahuan, lama menstruasi dan pola konsumsi makanan. Kata kunci: Pengetahuan. Faktor Penyebab. Pencegahan Anemia PENDAHULUAN Anemia bukan suatu penyakit tapi merupakan manifestasi dari sutau proses patologis yang menggambarkan status Vol 1. No 2. Juli, 2025 *Corresponding author email : siagian0101@gmail. Page 47 of 55 Copyright: @ 2025 Authors nutrisi dan kesehatan yang buruk. Penyebab pengetahuan tentang anemia, kekurangan zat bezi, asam folat, vitamin B12 dan vitamin A, peradangan akut dan kronis, infeksi parasit, kelainan bawaan yang mempengaruhi sintesis hemoglobin, kekurangan produksi sel darah merah dapat menyebabkan anemia (Yusni Podungge. Sri Nurlaily Z. , 2. Prevalensi anemia pada perempuan usia 15 tahun keatas sebesar 28%. Asia tenggara menjadi wilayah dengan prevalensi kejadian anemia tertinggi yaitu 42% (World Health Organization. , 2. Di Indonesia tahun 2019, angka kejadian anemia mencapai 23,7% Sementara Provinsi Sumatera Utara tahun 2018 adalah 58,2%, dan Kota Medan prevalensi anemia remaja putri 26,5%. Profil kesehatan Indonesia mencatat penduduk Indonesia yang tergolong usia remaja . -19 tahu. adalah sekitar 21% . juta jiw. terdiri dari 50,8% remaja laki-laki dan 49,2% remaja Menurut SDKI, prevelensi penyakit anemia sebanyak 75,9 pada remaja putri (Kementerian Kesehatan RI, 2. Anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Anemia juga dapat mengganggu pertumbuhan di mana tinggi dan berat badan menjadi tidak Selain itu, daya tahan tubuh menurun mudah terserang penyakit. Rata-rata remaja memiliki masalah mental emosional di katagori borderline yang artinya remaja berisiko mengalami psikososial yang akan emosional dan mengganggu kesehatan jiwa remaja (Yusni Podungge. Sri Nurlaily Z. Karena adanya dampak anemia pada remaja putri, baiknya dilakukan tindakan pencegahan seperti pemantauan status gizi, perilaku pencegahan anemia berupa konsumsi makanan, cairan, aktivitas fisik, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, dan peningkatan pengetahuan tentang anemia bagi remaja putri (Wasarak, 2. Diperoleh data saat survey awal pada 10 remaja putri yang bersekolah di Madrasah Aliyah Swasta Teladan Ujung Kubu bertepatan terdapat 6 orang rentan terkena anemia karena pola makan tidak teratur, 4 orang diet sehingga kurang energi hingga mengganggu kemampuan belajar. Remaja putri tersebut rentan anemia saat siklus menstruasi, pola makan tidak teratur dan melakukan diet. Didasarkan dari hal tersebut diatas, maka pentingnya dilaksanakan penelitian terkait Pengetahuan Remaja Putri Tentang Faktor Penyebab Dan Pencegahan Anemia Di Madrasah Aliyah Swasta Taladan Ujung Kubu Kecamatan Nibung Hangus. METODE Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Survei dengan metode cross sectional deskripsi atau keadaan secara obyektif yaitu tentang pengetahuan remaja putri tentang faktor penyebab dan pencegahan pada anemia. Lokasi penelitian di Madrasah Aliyah Swasta Taladan Ujung Kubu Kecamatan Nibung Hangus dan dilakukan pada bulan Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelajar yang ada di Madrasah Aliyah Swasta Taladan Ujung Kubu yaitu sebanyak 170 Tehnik sampel Random sampling digunakan dalam penelitian ini dan besar Copyright: @ 2025 Authors sampel sebesar 17 siswi. Alat ukur pengumpulan data berupa kuisioner/angket, observasi, wawancara. Teknik pengumpulan data telah melalui proses editing, coding, tabulating, entri data, dan analisa data. Uji validitas dan realiabilitas telah dilaksanakan setelah lulus kaji etik pada 13 Juni 2024 dan responden menyatakan bersedia dalam kegiatan penelitian ini. HASIL Distribusi Responden Berdasarkan Umur Tabel 1 Distribusi responden berdasarkan No. Umur 16 tahun 17 tahun 18 tahun Total Tabel 1 menjelaskan mayoritas umur 16 tahun sebanyak 9 orang . ,9%) dan minoritas di umur 18 sebanyak 3 orang . ,7%). Keluhan utama dan riwayat sakit Tabel Pengetahuan Remaja putri Tentang Faktor Penyebab dan Pencegahan Anemia Variabel Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Faktor Penyebab Makan sehari-hari syarat menu seimbang atau belum Kurangnya mengonsmsi makanan meningkatkan zat besi seperti . ayuran hijau dan kacang-kacanga. Kondisi Variabel Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Faktor Penyebab pengaruh pada pola secara makro, dimana besar maka semakin Infeksi penyakit yang anemia seperti . nfeksi cacing dan malari. pembentukan HB Aktivitas mempengaruhi kadar Siklus darah secara alami di setiap bulan nya Mengkonsumsi makan-makanan yang kurang sehat seperti( gorengan, mie dan dl. Keluarga rendah di khwatirkan kesehatan khususnya bidang gizi, sehingga tidak dapat menambah pengetahuan dan tidak sehari-hari Kebiasaan makan yang kesehatan dalam fase kehidupan selanjutnya Pencegahan Anemia Tahu Copyright: @ 2025 Authors Variabel Faktor Penyebab Mengkonsumsi sumber makanan dari hewani seperti . kan, daging, hati, ayam dan telu. Mengkonsumsi sumber makanan dari nabati seperti . ayuran yang berwarna hijau tua, dan kacang-kacanga. Mengkonsumsi buahbuahan seperti . eruk, jambu,tomat, berwarna hijau tu. Mengonsumsi 1 tablet seminggu sekali jika mencegah anemia Menerapkan makan gizi seimbang seperti . agi piring menjadi 2, bagian kiri lauk-pauk, buah, dan jumlah sayuran lebih banya. Mengkonsumsi bahan . ayam, brokoli, kentan. dapat mencegah anemia Mengkonsumsi bahan mengandung vitamin B12 seperti . erang, kepiting, ikan, telu. Menghindari penyerapan zat besi Variabel Faktor Penyebab Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu . indari kopi, coklat dan sus. bersamaan/berdekatan dengan waktu makan Memberikan pengetahuan . Tahu Tidak Tahu Tabel 2 menjelaskan bahwa mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang gizi seimbang sebanyak 11 orang . ,7%). Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang mengkonsumsi sayuran dan kacangan-kacangan dapat meningkat zat besi dan gizi terpenuhi sebanyak 10 orang . ,8%). Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga sebanyak 9 orang . ,9%). mayoritas responden menjawab AuTahuAy sebanyak 9 orang . ,9%) dengan menjawab bahwa mereka pernah terinfeksi cancing sehingga cacing-cacing yang diusus manusia ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap kejadian anemia sehingga kadar hemoglobin menjadi turun. Mayoritas responden menjawab AuTahuAy jika berolahraga bisa meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah sebanyak 9 orang . ,9%). Mayoritas responden menjawab AuTahuAy jika kehilangan darah setiap bulan nya jika tidak teraturan dapat terjadi anemia sebanyak 12 orang . ,6%). Mayoritas responden menjawab AuTahuAy sebanyak 10 orang . ,8%) dengan menjawab bahwa mereka tahu makanan tersebut tidak sehat tetapi meraka menyukai makanan tersebut. Mayoritas responden menjawab AuTidak TahuAy sebanyak 9 orang . ,9%) dengan menjawab banyak yang tidak tahu karena Copyright: @ 2025 Authors minusnya pendidikan dan mereka tersebut tdk ingin tahu dan tidak mau cari tahu, makan yang dikonsumsi dapat menyebabkan anemia. Mayoritas responden menjawab AuTahuAy sebanyak 12 orang . ,6%) dengan menjawab mereka tahu jika makanan yang kurang sehat pada remaja akan berdampak buruk pada masa yang akan datang. Aspek Pengukuran Pengetahuan Remaja Putri tentan Faktor Penyebab Anemia Tabel 3 Aspek Pengukuran Pengetahuan Remaja Putri tentan Faktor Penyebab Anemia Responden Hasil Keterangan Total Score 0,64 0,58 0,52 Hasil = Total Score Responden Kategori = Total Hasil 0,52 0,52 0,58 TOTAL 0,47 5,23 Bobot Max = 5,23 X 100 = 58,1 (Cuku. Berdasarkan tabel 3, hasil pengukuran tentang pengetahuan remaja putri tentang faktor penyebab anemia AuCukupAy dimana hasil skor 5,23 dengan presentase 58,1%. Tabel 4 Aspek pengukuran pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia No Total Responden Hasil Keterangan Score 0,47 Hasil = Total Score 0,35 Responden 0,76 Kategori = Total Hasil Total Score Responden Hasil Keterangan 0,52 Bobot Max = 5,52 X 100 0,47 0,58 (Cuku. TOTAL 0,58 0,82 5,52 Berdasarkan hasil pengukuran tentang pengetahuan remaja putri tentang faktor penyebab anemia AuCukupAy dimana hasil skor 5,52 dengan presentase 61,3%. PEMBAHASAN Kerentanan remaja mengidap anemia disebabkan karena adanya peningkatan kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan, dimana kebutuhan gizi meningkat untuk terbentuknya mioglobin dalam otot dan hemoglobin di darah (Skolmowska D. Umur remaja yang mengalami masa pertumbuhan menuju proses kematangan akan terjadi perubahan fisik, biologis dan psikologis seseorang sehingga bisa terjadi ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuha gizi sehingga bisa muncul masalah gizi baik kurang ataupun lebih (Nuradhiani. Briawan. , & Dwiriani. Pada penelitian ini, anemia berdasarkan umur mayoritas terjadi pada remaja putri di usia 16 tahun, sama halnya dengan pernyataan (Piaget. , & Inhelder, 2. tentang perkembangan kognitif bahwa akan muncul kemampuan nalar mengatasi masalah, dan lainnya. Begitu juga pendapat (Wawan Dan Dewi. , 2. umur yang cukup akan meningkatkan tingkat kematangan dan kekuatan seseorang dalam berfikir dan bekerja. Penelitian ini didukung oleh penelitian (Dani Yolanda Copyright: @ 2025 Authors Wandasari, 2. mayoritas berumur 15-18 tahun sebanyak 54,7%. Hal tersebut menjelaskan anemia secara signifikan terjadi pada remaja akhir lebih tinggi dibandingkan remaja awal. Pengetahuan yang dimaksud pada penelitian ini ialah pengetahuan yang dimiliki responden terkait faktor penyebab dan pencegahan anemia dengan 18 item pernyataan dengan jawaban terbanyak mengetahui tentang anemia. Banyak faktor menjadi penyebab adanya kejadian anemia berupa pengetahuan tentang gizi yang dikonsumsi bermula dari pendidikan remaja maupun keluarga tentang hal tersebut karena kenalaran dalam menyaring informasi makanan yang bergizi seimbang, pemilihan makanan yang memiliki asupan zat besi yang memenuhi kebutuhan tubuh, remaja tidak boleh memilih makanan yang disukai saja (Yusni Podungge. Sri Nurlaily Z. , 2. Dengan demikian pendapatan keluarga juga menjadi pencetusnya karena pemilihan makanan yang bergizi seimbang juga didukung dari ekonomi keluarga. Pada tingkat sosio ekonomi rendah memiliki peluang lebih kecil mengkonsumsi makanan berbagai jenis sehingga berpengaruh juga pada status gizi (Chauhan S. Kumar P & Srivastava S, 2. Pendapatan keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, hal ini juga akan berpengaruh pada uang saku anak dan kebiasaan anak untuk makan (Yusni Podungge. Sri Nurlaily Z. Didukung dari hasil temuan (Verma K, 2. bahwasanya anemia jarang terjadi pada keluarga yang memiliki satu anak ataupun tidak memiliki saudara kandung dikarenakan pendapatan keluarga yang disalurkan hanya pada satu anak saja, lain halnya jika anak lebih banyak dibandingkan jumlah pendapatan Asupan energi memengaruhi remaja pada masa pertumuhannya untuk mencegah dari terkenanya virus ataupun infeksi berupa cacing dan malaria yang dapat menghambat (Yusni Podungge. Sri Nurlaily Z. , 2. memperbesar resiko anemia adalah infeksi cacing dan malaria karena dapat menghambat pembentukan hemoglobin. Ada hubungan yang bermakna antara infeksi dan anemia dimana angka kejadian anemia remaja putri yang menderita infeksi dalam satu bulan terakhir lebih besar dibandingkan yang sehat. Infeksi cacing pembentukan darah dengan menyebabkan Infeksi cacing dapat menyebabkan pencernaan atau menyebabkan kekurangan zat besi, sedangkan malaria dapat merusak sel-sel darah merah dan mengganggu produksi sel darah merah ke sumsum Aktivitas fisik bisa meningkatkan kadar Hb dalam darah, hal ini disebabkan karena jaringan atau sel akan lebih banyak membutuhkan O2 ketika melakukan Tetapi aktivitas fisik yang terlalu ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan sistem pertahanan antioksidan tubuh, yang dikenal sebagai stress Aktivitas fisik yang intens dapat pengenceran darah karena peningkatan volume plasma. Selama latihan berat, volume plasma darah meningkat lebih cepat daripada peningkatan sel darah merah, sehingga konsentrasi hemoglobin per unit volume darah bisa menurun (Yusni Podungge. Sri Nurlaily Z. , 2. Jumlah kehilangan darah di pengaruhi oleh siklus serta lamanya haid dan jumlah yang cukup banyak dapat menyebabkan anemia. Siklus menstruasi yang berlebihan lebih umum terjadi anemia Copyright: @ 2025 Authors pada remaja dengan gejala sakit kepala, kelelahan, dan pusing sebesar . <0,. sesuai pendapat (AlAajermmy ASM. Idris SM & F. Nasreddine L, 2. Didukung oleh (Verma K, 2. bahwa peluang lebih besar sebanyak 5 kali terjadi anemia pada remaja dengan siklus menstruasi < 21 hari, dan siklus 21-25 hari berpeluang 4 kali terjadi anemia. Menurut (Yusni Podungge. Sri Nurlaily , 2. anak remaja saat ini sering sekali kurang memperhatikan konsumsi makanan Padahal kecukupan gizi sangatlah penting, karena kekurangan gizi dapat menyebabkan penurunan pembentukan sel darah merah yang mana dapat meyebabkan berkurangnya sel darah merah dalam tubuh dan menyebabkan anemia. Sama hanya dengan kebiasaan remaja putri melakukan diet dan mengkonsumsi produk makanan tertentu sehingga berkurang asupan energi dan zat besi yang menurun. Kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji biasanya kandungan energi lebih tinggi dan kepadatan gizi yang rendah (Skolmowska D, 2. Didukung oleh penelitian (Sari P. Judistiani RTD. Hilmanto D & DMD, 2. menjelaskan bahwa pravelensi anemia defesiensi zat besi pada remaja sebanyak 21,1% dengan Hb 10,75g/dL. Hal ini berarti kebiasaan konsumsi jajanan tidak sehat membuat ketidakseimbangan asupan yang masuk ke tubuh. Secara keseluruhan hal ini didukung oleh temuan (Jammu A. Nazneen Habib P. Saif Abbasi SU-R, 2. dimana ada hubungan bermakna antara kejadian anemia dengan ekonomi dan pendidikan orang tua, prevalensi penyakit menular, gangguan menstruasi, kebiasaan olahraga, jenis makanan yang dipilih dan dikonsumsi secara teratur. Pengetahuan dan pemilihan informasi yang tepat tentang faktor penyebab terjadinya anemia pada remaja putri harus dipilah dengan Pengetahuan dasar nya adalah kadar Hb yang berbeda dengan pria, pada putri tidak kurang dari 12,0 gr/100 ml. Pengetahuan yang cukup sebagai gambaran bahwa remaja tersebut paham dan dapat merefleksikan pencegahan dengan baik agar pola Karena perkembangan, produktivitas, komplikasi saat hamil (Yulivantina. , & Dwihestie, 2. Hal tersebut didukung oleh temuan (Santi Wahyu Rusmaningrum, 2. bahwa hampir seluruhnya memiliki pengetahuan baik . ,7%), dan sebagian kecil memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak . ,2%) pada remaja putri SMP Negeri 1 Merakurak. Dengan berpengetahuan yang baik, melakukan pencegahan anemia dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti bayam, kangkung, daging. Serta mengkonsumsi tablet penambah darah dengan dosis yang tepat. Sesuai dengan temuan (Firmansyah. , & Fazri, 2. menyatakan upaya seseorang mencegah anemia dengan mengkonsumsi zat besi seperti sayuran hijau, ikan, daging, buah, mengkonsumsi tablet tambah darah dan menghindari makanan yang membuat penyerapan zat besi terhambat. Refleksi dari pengetahuan adalah kemampuan remaja putri dalam mencegah agar tidak anemia bahkan dapat mengobati jika sudah terjadi anemia. Sejalan dengan penelitian (Sri Mularsih, 2. ada hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Sama halnya dengan penelitian (Maslikhah, 2. bahwasanya tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di Kota Pekalongan. KESIMPULAN DAN SARAN Pembahasan yang telah disajikan diatas Copyright: @ 2025 Authors Pengetahuan remaja putri tentang faktor penyebab dan pencegahan anemia dalam kategori AuCukupAy paling dominan pada pengetahuan, lama menstruasi dan pola konsumsi makanan. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk meneliti variabel lain terkait kejadian anemia berupa edukasi terkait dampak anemia. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ucapkan terimakasih pada Madrasah Aliyah Swasta Taladan Ujung Kubu Kecamatan Nibung Hangus yang telah memberi izin untuk melaksanakan penelitian hingga berjalan lancar tanpa kendala. DAFTAR PUSTAKA