Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Menggali Potensi dan Membangun Kemandirian Ekonomi Ibu-Ibu PKK Desa Senggreng Melalui Kewirausahaan Dyah Setyawati1*. Lilik Kustiani2. Diah Widiawati3. Ariyanti4. Putra Ramadhani Nurwijayanto5. Rian Putra Pangestu6 1,2,3,5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Merdeka Malang. Malang Fakultas Hukum, 5Universitas Merdeka Malang ,Malang Program Pasca Sarjana, 5Universitas Merdeka Malang. Malang Email: dyah. setyawati@unmer. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Senggreng dilaksanakan untuk menggali potensi ibuibu PKK dalam membangun kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan kewirausahaan, manajemen usaha, pemasaran digital, dan akses legalitas usaha. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan ini menghadirkan tiga materi utama, yaitu penguatan jiwa kewirausahaan, strategi digital marketing, serta pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan merek. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, dan pendampingan praktis, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat agar lebih kreatif, inovatif, serta berani mengambil peluang usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya jiwa kewirausahaan, mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi, serta mengetahui prosedur pengurusan NIB dan merek dagang. Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK dan pelaku UKM Desa Senggreng diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, serta membangun keberlanjutan usaha kecil. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal mendorong terciptanya kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga maupun desa. Keywords: Digital marketing. Kewirausahaan. Nomor induk berusaha PENDAHULUAN Desa Senggreng memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup besar, khususnya pada kelompok ibu-ibu PKK yang berperan penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi Ibu-ibu PKK tidak hanya berfungsi sebagai penggerak kegiatan rumah tangga, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan perekonomian keluarga dan desa (Zuhri & Mursyidah, 2. Namun, potensi tersebut sering kali belum tergali secara optimal. Banyak ibu-ibu yang sebenarnya memiliki keterampilan dalam membuat produk makanan, kerajinan tangan, maupun jasa, tetapi belum mampu mengelolanya secara produktif dan Akibatnya, peluang ekonomi yang ada sering terlewatkan sehingga penghasilan keluarga masih bergantung pada satu sumber utama. Kondisi ini menjadi hambatan bagi terwujudnya kemandirian ekonomi keluarga (Bay et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya pemberdayaan melalui pengembangan jiwa kewirausahaan. Kewirausahaan memberikan peluang bagi ibu-ibu PKK untuk menciptakan usaha kecil yang bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan daya saing desa (Maarif et al. , . Selain itu, aspek Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi hal yang penting (Fadilah et , 2. Dengan memiliki NIB, pelaku usaha dapat mengakses berbagai program pemerintah seperti bantuan modal, pelatihan, hingga peluang pemasaran yang lebih luas. Urgensi kegiatan pengabdian ini didasarkan pada kenyataan bahwa ibu-ibu PKK Desa Senggreng memiliki potensi keterampilan, tetapi belum sepenuhnya mampu mengembangkan usaha mandiri. Keterbatasan pengetahuan kewirausahaan, manajemen usaha, serta akses legalitas menjadi hambatan utama (Nurbatra & Hartono, 2. Rasionalisasi kegiatan ini adalah bahwa dengan pemberian pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pengurusan NIB, ibu-ibu PKK akan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan peluang usaha (Prestianawati et al. , 2. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini bukan hanya bersifat sementara, tetapi berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan usaha kecil yang dijalankan oleh masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya kewirausahaan sebagai sarana peningkatan kemandirian ekonomi dalam rangka mendorong kesejahteraan keluarga serta masyarakat di Desa Senggreng. Membekali ibu-ibu PKK keterampilan dan pengetahuan dasar terkait mengelola usaha kecil dan mendampingi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu strategi yang harus dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi tentang kewirausahaan, workshop keterampilan, pendampingan pengurusan NIB dan monitoring pelaksanaan kegiatan serta evaluasi hasil. METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Juli 2024 di Balai Desa Senggreng. Jl. Raya Senggreng No. Kecamatan Sumberpucung. Kabupaten Malang. Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK dan pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Senggreng dengan tujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman terkait kewirausahaan, pemasaran digital, serta legalitas usaha. Kehadiran peserta mengembangkan usaha kecil yang mereka jalankan. Tahap pertama dari kegiatan ini adalah persiapan materi, di mana tim pengabdian bersama para narasumber menyusun topik-topik penting yang akan disampaikan kepada peserta. Materi dirancang berdasarkan kebutuhan nyata UKM di desa, khususnya terkait penguatan mental kewirausahaan, strategi pemasaran modern, serta pentingnya legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) dan merek dagang (Soleha et al. , 2. Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Materi pertama mengenai penguatan jiwa kewirausahaan disampaikan oleh Dra. Diah Widiawati. MM. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya memiliki mental wirausaha yang kreatif, inovatif, berani mengambil risiko, dan mampu membaca peluang bisnis. Dengan jiwa kewirausahaan yang kuat, pemilik UKM di Desa Senggreng diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Materi kedua mengenai Digital Marketing dibawakan oleh Prof. Dr. Lilik Kustiani. SS. MM. Materi ini memberikan wawasan tentang strategi pemasaran berbasis digital, seperti penggunaan media sosial, marketplace, dan platform e-commerce. Digital marketing menjadi penting di era globalisasi karena dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mempermudah interaksi dengan konsumen. Peserta diberikan contoh dan praktik sederhana agar mampu mengaplikasikan strategi pemasaran digital dalam usaha mereka. Materi ketiga membahas Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Merek yang disampaikan oleh Ariyanti. SH. MH. LLM. Sesi ini menekankan pentingnya legalitas usaha untuk mendukung keberlanjutan UKM. Peserta diberi arahan teknis mengenai tata cara pengurusan NIB melalui sistem OSS (Online Single Submissio. serta manfaat perlindungan merek dagang bagi produk mereka. Dengan memiliki NIB dan merek terdaftar, usaha kecil akan lebih mudah mengakses bantuan pemerintah, mendapatkan peluang pembiayaan, serta meningkatkan kepercayaan konsumen. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan dalam pembukaan pelatihan diawali dengan membangun komunikasi bersama Peserta terlebih dahulu diingatkan untuk melakukan presensi agar kehadiran dapat tercatat dengan baik. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi narasumber maupun peserta untuk saling memperkenalkan diri sehingga tercipta suasana yang akrab dan kondusif. Dengan cara ini, interaksi selama pelatihan dapat berjalan lebih lancar karena adanya kedekatan awal antara pemateri dan peserta. Setelah itu, dilakukan perkenalan oleh seluruh Tim Pengabdian Universitas Merdeka Malang. Perkenalan ini bertujuan agar peserta mengetahui siapa saja yang terlibat dalam kegiatan, baik sebagai pemateri, fasilitator, maupun pendamping teknis. Dengan adanya perkenalan, peserta merasa lebih dekat dengan tim pengabdian sehingga mereka lebih terbuka untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan selama kegiatan Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Senggreng yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Setelah itu, masuk ke tahap pelaksanaan pelatihan yang diawali dengan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian. Dalam Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 sambutannya. Ketua Tim memberikan penjelasan singkat sekaligus brainstorming mengenai urgensi pelatihan, yang meliputi penguatan jiwa kewirausahaan, strategi digital marketing, serta pentingnya NIB dan merek. Kegiatan ini kemudian dipertegas kembali dengan dukungan dari Kepala Desa sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Materi Desa Senggreng diberikan menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan pelaku UKM, bahwa wirausaha tidak hanya sebatas menjalankan usaha, tetapi juga membangun pola pikir kreatif, inovatif, dan visioner (Utaminingsih, 2. Jiwa kewirausahaan menjadi dasar bagi masyarakat dalam melihat peluang di sekitar mereka, mengelola sumber daya lokal, serta berani mengambil langkah untuk menciptakan usaha yang produktif. Dengan bekal jiwa kewirausahaan yang kuat, masyarakat Desa Senggreng diharapkan tidak hanya menunggu kesempatan, melainkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Dalam penyampaian materi, narasumber menekankan pentingnya mental positif, keberanian mengambil risiko, serta ketekunan. Seorang wirausaha harus mampu bertahan dalam kondisi penuh ketidakpastian dan menjadikan tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang (Winarsih. Peserta pelatihan diajak untuk memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari usaha, melainkan bagian dari proses belajar menuju keberhasilan. Pemahaman ini penting untuk membangun daya juang masyarakat dalam mengembangkan usaha kecil di desa. Selain aspek mental, materi juga menekankan keterampilan praktis seperti perencanaan usaha, pengelolaan modal, dan menjaga kualitas produk. Peserta dilatih untuk berpikir sederhana dalam memulai usaha, misalnya dengan memanfaatkan potensi lokal seperti hasil pertanian, makanan khas, atau kerajinan tangan. Dengan strategi manajemen usaha yang tepat, usaha kecil yang dirintis akan lebih mudah berkembang dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka lapangan kerja baru di lingkungan sekitar (Zed et al. , 2. Materi jiwa kewirausahaan ini sangat relevan dengan kondisi Desa Senggreng yang memiliki banyak sumber daya manusia potensial, terutama dari kalangan ibu rumah tangga. Dengan bekal pengetahuan tersebut, peserta diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan semangat untuk berinovasi dalam usaha mereka. Lebih jauh lagi, penguatan jiwa kewirausahaan di Desa Senggreng diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong desa menjadi lebih mandiri dan berdaya saing. Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 1. Materi Mengenai Jiwa Kewirausahaan Materi Digital Marketing di Desa Senggreng diberikan untuk memperkenalkan strategi pemasaran modern berbasis teknologi digital kepada para pelaku UKM dan ibu-ibu PKK. Dalam era digital saat ini, pemasaran tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui media sosial, marketplace, dan platform e-commerce (Rita et al. , 2. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar, meningkatkan visibilitas produk, serta menarik lebih banyak konsumen dengan biaya yang relatif lebih efisien. Selain memberikan pemahaman teoretis, materi ini juga menekankan pada praktik langsung, seperti cara membuat konten promosi yang menarik, penggunaan media sosial (Facebook. Instagram. WhatsApp Busines. , hingga strategi berjualan di marketplace. Peserta diberikan arahan bagaimana memotret produk dengan baik, menuliskan deskripsi produk yang jelas, serta memanfaatkan fitur iklan digital untuk meningkatkan Dengan keterampilan ini, diharapkan para pelaku UKM Desa Senggreng dapat lebih percaya diri memasarkan produk mereka di ranah digital. Materi digital marketing ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Desa Senggreng yang memiliki produk lokal potensial, tetapi masih terbatas dalam hal promosi (Firdasari et al. , 2. Dengan adanya mengembangkan usaha mereka secara lebih kompetitif. Tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas jaringan konsumen hingga di luar wilayah desa. Dengan begitu, digital marketing dapat menjadi salah satu pendorong utama bagi penguatan ekonomi masyarakat Desa Senggreng. Gambar 2. Materi Mengenai Digital Marketing Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Materi mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Merek di Desa Senggreng diberikan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku UKM mengenai pentingnya legalitas dalam menjalankan usaha. NIB merupakan identitas resmi pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan berfungsi sebagai dasar legalitas untuk berbagai kegiatan usaha (Irawaty et al. , 2. Dengan memiliki NIB, pelaku UKM dapat lebih mudah mengakses program bantuan pemerintah, pembiayaan, serta berbagai bentuk dukungan lain yang bertujuan mengembangkan usaha kecil dan menengah. Selain NIB, peserta pelatihan juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya pendaftaran merek Merek tidak hanya berfungsi sebagai identitas produk, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan hukum bagi pelaku usaha. Dengan merek yang terdaftar, produk UKM memiliki daya saing yang lebih tinggi karena konsumen akan lebih percaya pada produk yang sudah memiliki pengakuan resmi. Perlindungan merek juga mencegah terjadinya peniruan atau penyalahgunaan produk oleh pihak lain (Zulhandi, 2. Materi ini sangat penting bagi masyarakat Desa Senggreng yang mulai mengembangkan usaha kecil berbasis potensi lokal. Dengan memahami dan mengurus NIB serta merek, para pelaku UKM dapat menjalankan usahanya secara lebih profesional dan Legalitas usaha tidak hanya membantu dalam memperluas jaringan pasar, tetapi juga memberikan jaminan keamanan usaha dalam jangka Panjang (Noraga et al. , 2. Dengan demikian. NIB dan merek menjadi modal dasar bagi peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Senggreng Gambar 3. Materi Mengenai NIB Dan Merek Serta Foto bersama KESIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat memiliki peran yang krusial dalam membentuk masyarakat yang berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan dampak positif langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Program-program kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi yang diselenggarakan dapat meningkatkan taraf hidup dan memberikan akses lebih baik terhadap sumber daya dan Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Kegiatan pengabdian menciptakan hubungan yang kuat dan saling mendukung dalam komunitas. Ini dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kebersamaan, dan membangun rasa saling peduli antaranggota masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian, sumber daya manusia di masyarakat dapat dikembangkan melalui pelatihan, pendidikan, dan Hal ini membantu masyarakat untuk lebih mandiri dan berkontribusi positif dalam Kegiatan pengabdian seringkali bertujuan untuk menjaga nilai-nilai Membantu mereka yang membutuhkan, melibatkan diri dalam proyek sosial, dan memperjuangkan keadilan sosial adalah bentuk nyata dari pengabdian tersebut. Kegiatan pengabdian seringkali melibatkan pengembangan solusi lokal untuk masalah-masalah khusus dalam masyarakat. Hal ini dapat mendorong inovasi dan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal. Melibatkan masyarakat dalam proyek-proyek pengabdian dapat membantu menciptakan inisiatif yang berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan, keberlanjutan proyek dapat lebih terjamin. Digital marketing memungkinkan bisnis untuk terhubung langsung dengan konsumen melalui platform online. Ini menciptakan jembatan komunikasi yang efektif dan langsung, memungkinkan bisnis untuk memahami kebutuhan konsumen dan memberikan layanan yang lebih baik. Digital marketing memungkinkan bisnis untuk mencapai audiens yang lebih luas secara global. Melalui strategi targeting yang tepat, bisnis dapat mencapai segmen pasar yang spesifik, meningkatkan efisiensi pengeluaran promosi, dan memperluas cakupan brand UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Ibu Kepala Desa Senggreng: Atas dukungan dan izin yang telah diberikan untuk menyelenggarakan kegiatan ini di Balai Desa Senggreng. Ibu-ibu PKK Desa Senggreng: Atas antusiasme dan partisipasi aktif dalam setiap sesi pelatihan dan kegiatan yang diadakan. Tim Pengabdian Masyarakat: Atas dedikasi, kerja keras, dan kerjasama yang luar biasa dalam merancang dan melaksanakan kegiatan ini. Tanpa kerja sama tim yang solid, kegiatan ini tidak akan bisa terlaksana dengan baik. LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyaraka. Universitas Merdeka Malang: Atas fasilitas administrasi dan dukungan yang diberikan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 DAFTAR PUSTAKA