JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 3. Nomor 1 (April 2. Page: 28-33 Homepage : https://jurnal. com/index. php/abdidalem PELATIHAN LITERASI INVESTASI UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN FINANSIAL MASYARAKAT PADA KOMUNITAS WARGI KUNINGAN Yasir Maulana* Program Studi Manajemen . Fakultas Ekonomi dan Bisnis . Universitas Kuningan Email : yasir@uniku. Nurul Siti Jahidah Program Studi Manajemen . Fakultas Ekonomi dan Bisnis . Universitas Kuningan Email : nurul. jahidah@uniku. Fauziyah Adzimatinur Program Studi Manajemen . Fakultas Ekonomi dan Bisnis . Universitas Kuningan Email : f. adzimatinur@uniku. Arif Nurhandika Program Studi Akuntansi . Fakultas Ekonomi dan Bisnis . Universitas Kuningan Email : arif nurhandika@uniku. Ibrahim Aji Program Studi Manajemen . Fakultas Ekonomi dan Bisnis . Universitas Kuningan Email : 20210510331@uniku. Dede Rismawati Program Studi Manajemen . Fakultas Ekonomi dan Bisnis . Universitas Kuningan Email : 20210510378@uniku. *yasir@uniku. Received: 18 Oktober 2025 Revised: 09 Desember 2025 Published: 06 April 2026 Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan dan investasi pada masyarakat. Literasi investasi di Indonesia masih tergolong rendah, sehingga banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan, serta rentan terhadap penawaran investasi ilegal. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, serta praktik penyusunan anggaran dan simulasi investasi. Peserta berjumlah 15 orang yang terdiri dari anggota Komunitas Wargi Kuningan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam menyusun anggaran bulanan, mengenal instrumen investasi, serta mengidentifikasi ciri-ciri investasi bodong. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat lebih mandiri secara finansial dan mampu mengelola keuangannya secara bijak di era digital. Kata kunci: Literasi keuangan. Literasi investasi. PkM Pelatihan Literasi Investasi Untuk Meningkatkan Kemandirian Finansial Masyarakat Pada Komunitas Wargi Kuninga. 28 Volume 3. Nomor 1 (April,2. | pp. Abstract This Community Service (PkM) activity aims to improve public understanding of financial literacy and investment. Investment literacy in Indonesia is still relatively low, resulting in many people experiencing difficulties in managing their finances and being vulnerable to illegal investment offers. The training was conducted in the form of interactive lectures, discussions, case studies, and practical budgeting and investment simulations. Fifteen participants, consisting of members of the Kuningan Wargi Community, participated. The results showed an increase in participants' understanding of preparing monthly budgets, understanding investment instruments, and identifying the characteristics of fraudulent Through this activity, it is hoped that the community will become more financially independent and able to manage their finances wisely in the digital era. Keywords: Financial literacy. Investment literacy. PkM PENDAHULUAN Literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap individu dalam menghadapi perkembangan perekonomian modern (Elsa, 2. Kemampuan mengelola keuangan pribadi dan keluarga bukan hanya berhubungan dengan bagaimana seseorang memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga bagaimana ia mampu merencanakan masa depan, mengantisipasi risiko, serta mengoptimalkan potensi sumber daya keuangan yang dimiliki (Widhiastuti, 2024. Maulana et al. , 2025 . Rahmiyatiet al. , 2. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih relatif rendah. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 49,68%. Meskipun angka ini meningkat dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 38,03%, gap antara literasi keuangan dan inklusi keuangan masih cukup besar. Tingkat inklusi keuangan telah mencapai 85,10%, menunjukkan banyak masyarakat menggunakan layanan keuangan formal, tetapi tidak semuanya memahami produk yang digunakan. Kondisi ini memicu risiko salah kelola, praktik konsumtif, hingga kerugian akibat investasi ilegal. Di era digital, berbagai produk keuangan semakin mudah diakses: mulai dari tabungan digital, layanan paylater, reksa dana, saham, obligasi, emas digital, hingga aset kripto. Aksesibilitas ini bermanfaat, namun tanpa pemahaman justru berpotensi menimbulkan masalah baru, seperti utang konsumtif dan penipuan OJK mencatat kerugian akibat investasi ilegal 2017Ae2022 mencapai lebih dari Rp 100 triliun, angka yang menunjukkan lemahnya literasi keuangan. Selain itu, literasi investasi menjadi aspek penting. Investasi bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga memahami risiko. Konsep seperti risk- 29 | Pelatihan Literasi Investasi Untuk Meningkatkan Kemandirian Finansial Masyarakat Pada Komunitas Wargi Kuningan abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat return trade-off, diversifikasi, dan profil risiko sering diabaikan, sehingga masyarakat salah memilih instrumen. Generasi muda yang akrab dengan aplikasi keuangan rentan terhadap gagal bayar paylater atau terjebak instrumen investasi berisiko tinggi. Perguruan tinggi berperan penting melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan pelatihan literasi keuangan dan investasi. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah, diskusi, studi kasus, dan praktik langsung. Materi meliputi dasar literasi keuangan, manajemen keuangan pribadi, prinsip investasi, pengenalan instrumen, dan kewaspadaan terhadap investasi ilegal. Sasaran program ini adalah UMKM, mahasiswa, dan masyarakat umum. UMKM sering mencampuradukkan keuangan usaha dan pribadi, mahasiswa perlu literasi sejak dini, sementara masyarakat umum perlu pemahaman agar tidak tergiur investasi ilegal. Program ini mendukung SDGs poin 8 . ekerjaan layak dan pertumbuhan ekonom. dan poin 10 . engurangan kesenjanga. Fenomena investasi bodong merupakan permasalahan serius yang muncul akibat rendahnya literasi keuangan masyarakat (Coryanata, 2025. Zuhroidah et al. , 2. Investasi bodong merujuk pada praktik penghimpunan dana masyarakat tanpa izin resmi dari otoritas berwenang, biasanya dengan menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko yang jelas. Modusnya beragam: arisan online, binary option, robot trading ilegal, hingga saham fiktif. Karakteristik utamanya adalah janji keuntungan tinggi di luar kewajaran, minim transparansi, dan tidak jelas legalitasnya. Menurut OJK dan Satgas Waspada Investasi, kerugian masyarakat akibat investasi bodong 2017Ae2022 mencapai lebih dari Rp 100 triliun. Dampaknya bukan hanya finansial, tetapi juga sosial, seperti hilangnya tabungan, modal usaha, trauma psikologis, perpecahan keluarga, hingga turunnya produktivitas. Penyebab utamanya adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai prinsip dasar investasi. Banyak orang menganggap investasi sebagai jalan cepat kaya, tanpa memahami konsep high risk, high return. Masyarakat juga jarang memeriksa legalitas di situs OJK atau BEI sehingga mudah terjebak. Oleh karena itu, edukasi mengenai ciri-ciri investasi bodong sangat Misalnya: tidak memiliki izin OJK, menjanjikan keuntungan tetap tanpa risiko, serta menggunakan sistem member get member. Dengan literasi keuangan yang baik, masyarakat akan lebih kritis, lebih cerdas dalam mengambil keputusan, dan lebih terlindungi dari kerugian. Pelatihan Literasi Investasi Untuk Meningkatkan Kemandirian Finansial Masyarakat Pada Komunitas Wargi Kuninga. 30 Volume 3. Nomor 1 (April,2. | pp. METODE Kegiatan dilaksanakan di Desa Karoya pada 1 September 2025 dengan jumlah peserta 18 orang, terdiri dari pelaku UMKM, mahasiswa, dan masyarakat Metode pelaksanaan meliputi: Ceramah Interaktif Penyampaian materi literasi keuangan dan investasi. Diskusi Sharing pengalaman dan tantangan dalam mengelola keuangan. Studi Kasus Analisis kasus nyata mengenai investasi bodong. Praktik dan Simulasi Pembuatan anggaran bulanan . , pengenalan aplikasi investasi dan alokasi portofolio investasi sederhana. Jadwal Pelatihan (Rundow. Waktu Kegiatan 00 Ae 08. 30 Registrasi Peserta dan Ice Breaking 30 Ae 09. 00 Pembukaan (Sambutan dan Do. 00 Ae 10. 00 Materi 1: Dasar-Dasar Literasi Keuangan 00 Ae 11. 00 Materi 2: Dasar-Dasar Investasi 00 Ae 12. 00 Materi 3: Instrumen Investasi di Indonesia 00 Ae 13. 00 ISHOMA (Istirahat. Sholat. Maka. 00 Ae 14. 00 Praktik dan Simulasi: Anggaran dan Portofolio Investasi 00 Ae 14. 45 Studi Kasus: Mengenali Investasi Bodong 45 Ae 15. 15 Sesi Tanya Jawab dan Sharing 15 Ae 15. 30 Penutupan dan Dokumentasi HASIL DAN PEMBAHASAN Modul yang diberikan kepada peserta meliputi enam bab utama: Dasar Literasi Keuangan Ae konsep kebutuhan vs keinginan, manajemen pengeluaran, dan pentingnya dana darurat. Manajemen Keuangan Pribadi Ae aturan 50-30-20 dan teknik budgeting . Dasar-Dasar Investasi Ae prinsip risk vs return, diversifikasi, dan profil risiko . Instrumen Investasi Ae deposito, emas, reksa dana, saham, obligasi, serta investasi syariah. 31 | Pelatihan Literasi Investasi Untuk Meningkatkan Kemandirian Finansial Masyarakat Pada Komunitas Wargi Kuningan abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat . Praktik & Worksheet Ae latihan membuat anggaran bulanan dan alokasi portofolio investasi. Waspada Investasi Bodong Ae ciri-ciri investasi ilegal dan cara mengecek legalitas di OJK. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu membuat anggaran bulanan sederhana menggunakan aturan 50-30-20, dan 70% peserta dapat menyusun alokasi investasi sesuai profil risiko masing-masing. Selain itu, peserta lebih memahami ciri-ciri investasi bodong serta cara menghindarinya. Modul yang dibagikan membantu peserta dalam praktik langsung sehingga hasil pelatihan lebih efektif dan aplikatif. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan KESIMPULAN Pelatihan literasi keuangan dan investasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan pribadi maupun usaha. Peserta dapat menyusun anggaran bulanan, mengenal instrumen investasi legal, dan memahami risiko investasi. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sehingga literasi keuangan di Indonesia dapat semakin meningkat. Pelatihan Literasi Investasi Untuk Meningkatkan Kemandirian Finansial Masyarakat Pada Komunitas Wargi Kuninga. 32 Volume 3. Nomor 1 (April,2. | pp. DAFTAR PUSTAKA