ABSTRAK Kematian dan kesakitan ibu merupakan permasalahan kesehatan yang serius di negara berkembang, termasuk Indonesia. Faktor-faktor seperti tingkat pengetahuan ibu, usia, dan kebiasaan dalam menjaga kebersihan luka perineum sangat berpengaruh terhadap proses Tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi memiliki tingkat pengetahuan yang baik . ,6%), sedangkan ibu dengan pendidikan rendah memiliki tingkat pengetahuan yang kurang . %). Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin baik pemahamannya terhadap informasi kesehatan, termasuk dalam perawatan luka perineum. Kata kunci: kematian ibu, kesehatan ibu dan anak, perawatan perinium ABSTRACT Maternal mortality and morbidity are serious health problems in developing countries, including Indonesia. Factors such as maternal knowledge level, age, and habits in maintaining perineal wound hygiene greatly affect the healing process. The level of education has a significant relationship with the level of knowledge of pregnant women about perineal wound care. Pregnant women with higher education have a good level of knowledge . 6%), while mothers with lower education have a poor level of knowledge . %). This shows that the higher a person's level of education, the better their understanding of health information, including perineal wound care. Keywords: maternal mortality, maternal and child health, perineal care PENDAHULUAN Kematian dan kesakitan ibu merupakan permasalahan kesehatan yang serius di negara berkembang, termasuk Indonesia. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan suatu bangsa. Berdasarkan World Health Organization (WHO) tahun 2014. AKI di dunia 000 jiwa (WHO, 2. Indonesia, berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). AKI mengalami fluktuasi dari 307 per 100. 000 kelahiran hidup pada tahun 2002, menurun menjadi 228 per 000 kelahiran hidup pada tahun 2007, namun kembali meningkat menjadi 359 per 000 kelahiran hidup pada tahun 2012 (SDKI, 2. Sementara itu. AKB juga mengalami perubahan dari 35 per 1. kelahiran hidup pada tahun 2002 menjadi 34 per 000 kelahiran hidup pada tahun 2007 dan 32 000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Salah Sustainable Development Goals (SDG. pada tujuan ketiga adalah mengurangi AKI hingga di bawah 70 per 000 kelahiran hidup dan AKB setidaknya hingga 12 per 1. 000 kelahiran hidup pada tahun 2030 (Kemenkes RI, 2. Untuk mencapai target ini, diperlukan berbagai upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi, termasuk perawatan luka perineum pasca Luka perineum yang tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan infeksi, yang berkontribusi terhadap peningkatan angka kesakitan ibu (Depkes RI, 2. Faktor-faktor seperti tingkat pengetahuan ibu, usia, dan kebiasaan dalam menjaga kebersihan luka perineum sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Semakin bertambah usia, daya tangkap dan pola pikir seseorang semakin berkembang, sehingga pengetahuan mengenai perawatan luka perineum pun semakin baik (Notoatmodjo. Selain itu, ibu yang bekerja memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan informasi mengenai perawatan luka perineum melalui lingkungan kerja dan interaksi sosial dengan sesama pekerja. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa pada Januari hingga Februari 2018, dari 30 ibu bersalin, sebanyak 43% . mengalami rupture perineum, baik pada primipara maupun multipara. Hasil observasi terhadap ibu nifas menunjukkan bahwa dari 13 ibu yang mengalami luka jahitan perineum, 7 di antaranya mengalami luka yang belum Hal ini disebabkan oleh kurangnya perawatan luka perineum, seperti tidak menjaga kebersihan setelah buang air besar, membiarkan luka tetap lembab, tidak mengganti pakaian dalam dengan yang bersih dan kering, serta adanya pantangan makanan yang mengandung protein seperti telur, ikan, dan daging karena kekhawatiran terhadap bau darah nifas dan lambatnya penyembuhan luka (Puskesmas Menggala, 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan perhatian lebih terhadap perawatan luka perineum guna mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas lebih lanjut mengenai perawatan luka perineum serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas METODE DAN BAHAN Desain penilitan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan desain Variabel variabel yang diamati dari penelitian ini berupa variabel Independent yaitu dari umur, pekerjaan dan Pendidikan. Variabel dependent berupa Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perawatan Luka. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil yang melakukan Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Teknik analisa data yang dihgunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariate. Untuk dapat mengukur variabel penelitian ini, penulis menggunakan kuisioner untuk pengambilan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penyebarakn kuesioner di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa pada tanggal 1 maret dan 5 maret 2018 diperoleh tertsanyak 42 responden diberikan kuesioner untuk dijawab dan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, melalui penyebaran kuesioner kepada 42 responden dengan 10 pertanyaan yang meliputi data pengetahuan tevtang perawatan luka perineum di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa diperoleh hasil sebagai berikut. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa Tabel 1 Pengetahuan Hamil tentang Perawatan Luka Perineum di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa Karakteristik Jumlah Presentase Pengetahuan Baik 40, 5 % Cukup 16,7 % Kurang 42,9 % Total Dari table diatas dapat diketahui bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa periode Maret 2018 sebagian besar pengetahuannya berada pada kategori kurang sebesar 42,9%. Tabel 2 Umur ibu hamil di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa Umur Jumlah Presentase < 20 tahun 4,8 % 20 Ae 35 28 66,7 % >35 tahun 28,6 % Total Dari table diatas dapat diketahui bahwa distribusi frekuensi umur ibu hamil tentang perawatan luka perineum di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa berada pada katagori umur 20-35 yaitu sebesar 66,7%. Tabel 3 Pekerjaan Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa Pekerjaan Jumlah Presentase Bekerja 8,1 % Tidak Bekerja Total Dari table diatas dapat diketahui bahwa distribusi frekuensi pekerjaan ibu hamil di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa berada pada katagori tidak bekerja yaitu sebesar 61. Tabel 4 Pendidikan Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa Pendidikan Jumlah Presentase Rendah 19,0 % Menengah 66,7 % Tinggi 14,3 % Total Dari table diatas dapat diketahui bahwa distribusi frekuensi pendidikan ibu hamil di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa berada pada katagari menengah yaitu sebesar 66,7% Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Berdasarkan Umur Tabel 5 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Perawatan Luka Perineum Berdasarkan Umur di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa Karakteristik Pengetahuan tentang Perawatan Perineum Total Bangun Cukup Kurang Umur < 20 tahun 20 Ae 35 tahun > 35tahun Total Dari table diatas dapat diketahui halvsa distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineun berdasarkan Puskesmas Menggala , yaitu pengetahuan baik sebagian besar kategori umur 20-35 tahun yaitu 42,8%, pengetahuan cukup dengan kategori umur 20-35 tahun yaitu 21,4 %, dan pengetahuan kurang seluruhnya dengan kategori 20 tahun yaitu sebesar Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Berdasarkan Pekerjaan Tabel 6 Distribusi Frekuensi Pengetaosaan Ibu Hamil tentang Perawatan Luka Perineum Berdasarkan Pekerjaan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa Karakteristik Pengetahuan tentang Perawatan Perineum Bangun Cukup Kurang Total Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Total Dari table diatas dapat diketahui bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang perawatan huka perineum berdasarkan Pekerjaan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa , yaitu pengetahuan baik sebagian besar dengan kategori tidak bekerja yaitu 46,1%, pengetahuan cukup sebagian besar dengan katagori tidak bekerja 23. 0%, dan pengetahuan kurang sehagian besar dengan kategori bekerja yaitu 62. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Berdasarkan Pendidikan Tabel 7 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Perawatan Laka Perineum Berdasarkan Pendidikan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelspa Karakteristik Pengetahuan tentang Perawatan Perineum Total Bangun Cukup Kurang Pendidikan Rendah Menengah Tinggi Total Dari table diatas dapat diketahui bahwa distribusi frekuensi pengahan ibi hamil tentang perawatan luka perineum berdasarkan Pendidikan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa , yaitu pengetahuan baik sebagian besar dengan kategori tinggi yaitu 66. 6%, pengetahuan Hasil penelitian mengenai pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa menunjukkan variasi tingkat pengetahuan berdasarkan berbagai karakteristik, seperti usia, pekerjaan, dan pendidikan. Secara keseluruhan, mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang tentang perawatan luka perineum, yaitu sebesar 42,9%. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan edukasi dan sosialisasi lebih lanjut mengenai pentingnya perawatan luka perineum selama masa kehamilan dan pasca-persalinan. Pengetahuan Ibu Hamil tentang Perawatan Luka Perineum Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang . ,9%), sementara yang memiliki pengetahuan baik hanya 40,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar ibu hamil di wilayah tersebut masih kurang mendapatkan informasi yang cukup mengenai perawatan luka perineum. Faktor-faktor seperti sumber informasi yang terbatas, kurangnya penyuluhan dari tenaga kesehatan, atau rendahnya minat ibu hamil dalam mencari informasi dapat menjadi penyebab utama dari rendahnya pengetahuan Hubungan Pengetahuan dengan Usia Berdasarkan distribusi usia, mayoritas responden berada dalam kelompok usia 20Ae35 tahun . ,7%), yang merupakan kelompok usia reproduktif dengan kesiapan yang lebih baik dalam menerima informasi kesehatan. Dalam kategori ini, sebanyak 42,8% memiliki pengetahuan yang baik, yang menunjukkan bahwa kelompok usia ini lebih aktif dalam mencari dan menerima informasi tentang perawatan luka perineum. Sebaliknya, kelompok usia di bawah 20 tahun memiliki tingkat pengetahuan yang kurang . %), menunjukkan bahwa ibu hamil yang lebih muda cenderung kurang memiliki akses terhadap informasi kesehatan maternal. Hubungan Pengetahuan dengan Pekerjaan Sebagian besar ibu hamil yang tidak bekerja memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan yang bekerja. Dari hasil penelitian, 46,1% ibu hamil yang tidak bekerja memiliki pengetahuan yang baik, sementara 62,5% ibu hamil yang bekerja memiliki pengetahuan yang kurang. Hal ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan waktu bagi ibu hamil yang bekerja untuk mengikuti penyuluhan atau mendapatkan informasi yang memadai mengenai perawatan luka perineum. Hubungan Pengetahuan dengan Pendidikan Tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi memiliki tingkat pengetahuan yang baik . ,6%), sedangkan ibu dengan pendidikan rendah memiliki tingkat pengetahuan yang kurang . %). Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin baik pemahamannya terhadap informasi kesehatan, termasuk dalam perawatan luka perineum. KESIMPULAN Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum masih tergolong rendah, terutama pada kelompok usia muda, ibu yang bekerja, dan ibu dengan tingkat pendidikan rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan melalui penyuluhan di Puskesmas, media sosial, dan program kesehatan ibu dan anak yang lebih Selain itu, tenaga kesehatan perlu lebih proaktif dalam memberikan informasi kepada ibu hamil, terutama kepada kelompok yang memiliki tingkat pengetahuan rendah, agar mereka lebih memahami pentingnya perawatan luka perineum untuk kesehatan ibu dan bayi. DAFTAR PUSTAKA