Terbit online pada laman web jurnal: https://ojs. id/ojs/index. php/jipis JIPIS Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol. 1 No. 67 - 72 ISSN Media Elektronik: - Manajemen Pelestarian Bahan Pustaka Pada Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar Elfa Yunita1. Yuldelasharmi2. Muhammad Fadhli 3 1Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Ushuluddin. Adab dan Dakwah. IAIN Batusangkar 2Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Ushuluddin. Adab dan Dakwah. IAIN 3Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Ushuluddin. Adab dan Dakwah. IAIN Batusangkar 1elfayunita@gmail. com, 2yuldelasharmi@iainbatusangkar. id, 3mfadhli@iainbatusangkar. Abstract The main problem discussed in this thesis is the management of the preservation of library materials at the IAIN Batusangkar Library. The purpose of this study was to identify and explain the implementation of the management function of the preservation of library materials and efforts to overcome obstacles in the preservation of library materials at the IAIN Batusangkar Library. The type of research used is descriptive research using a qualitative approach. Data collection techniques that the author uses are observation, interviews and documentation. Data processing is carried out descriptively, then described and classified on certain aspects of the problem and explained through effective sentences. The results of the research that the author did can be concluded that the management of the preservation of library materials is a systematic action with reference to the management function, namely POAC. The activities of preserving library materials carried out by librarians are preventive . and corrective . Preventive actions can be taken by cleaning the library room, cleaning dust in the collection, installing air conditioning, fumigation and providing guidance to users. Meanwhile, curative action is the action of handling library materials that have been damaged. Library material preservation activities are carried out according to the level of damage, namely light, moderate and heavy damage. Preservation of library materials has been running in accordance with the management function but there are still obstacles faced such as the lack of human resources and facilities and infrastructure, then the lack of budget so that it hampers the process of preserving library Keywords: Library. Management. Conservation. Library Materials Abstrak Pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah manajemen pelestarian bahan pustaka pada Perpustakaan IAIN Batusangkar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan penerapan fungsi manajemen pelestarian bahan pustaka dan upaya mengatasi kendala kegiatan pelestarian bahan pustaka pada Perpustakaan IAIN Batusangkar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat efektif. Hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa manajemen pelestarian bahan pustaka merupakan tindakan sistematis dengan merujuk pada fungsi manajemen yakni POAC. Kegiatan pelestarian bahan pustaka yang dilakukan pustakawan adalah tindakan pencegahan . dan tindakan perbaikan . Tindakan preventif dapat dilakukan dengan cara membersihkan ruangan perpustakaan, membersihkan debu pada koleksi, memasang AC, fumigasi dan memberi bimbingan kepada pemustaka. Sementara, tindakan kuratif merupakan tindakan penanganan bahan pustaka yang telah mengalami kerusakan. Kegiatan pelestarian bahan pustaka yang dilakukan sesuai dengan tingkat kerusakan yaitu kerusakan ringan, sedang dan berat. Pelestarian bahan pustaka telah berjalan sesuai dengan fungsi manajemen tetapi masih ada kendala yang dihadapi seperti kurangnya SDM serta sarana dan prasarana, kemudian kurangnya anggaran sehingga menghambat proses kegiatan pelestarian bahan pustaka. Kata kunci: Perpustakaan. Manajemen. Pelestarian Bahan Pustaka Diterima Redaksi: 08-06-2022 | Selesai Revisi: 08-06-2022 | Diterbitkan Online: 10-06-2022 Elfa Yunita. Yuldelasharmi. Muhammad Fadhli JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. Pendahuluan Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang merupakan bagian integral dari kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi menyediakan bahan pustaka dan akses, sering juga disebut jantungnya perguruan tinggi . he heart of universit. , sehingga kehadirannya perlu agar dapat melayani sivitas akademika sesuai dengan kebutuhannya. Manuskrip memuat tulisan yang berisi 1. Pendahuluan, 2. Metode Penelitian, 3. Hasil dan Pembahasan, 4. Kesimpulan, 5. Ucapan terimakasih . alau ad. dan Daftar Rujukan. Struktur bab ini sudah baku, jangan ditambah dan dikurangi, kecuali untuk subbabnya. Secara umum . , tugas pokok perpustakaan adalah . mengembangkan, upaya perpustakaan untuk memperluas koleksi memenuhi kebutuhan pemustaka berdasarkan prinsip membangun tujuan perpustakaan, . Menyimpan, semua koleksi yang ada disimpan secara terstruktur guna untuk mempermudah proses temu kembali informasi, . Mengelola, serangkaian kegiatan dasar perpustakaan yang membantu koleksi perpustakaan terkoordinasi dengan sempurna, . Melestarikan, merawat dan memelihara semua bahan pustaka agar tetap bisa digunakan dalam jangka panjang, . Mendayagunakan serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, memberikan informasi untuk siap dipergunakan oleh penggunanya. (Hartono, 2016:. Alasan diselenggarakannya perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk menunjang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu: education, penelitian, serta pengabdian pada masyarakat dengan menyediakan bahan pustaka dan akses informasi kepada pemustaka dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi serta melestarikan bahan perpustakaan, baik isi maupun medianya. Pada perpustakaan perguruan tinggi terdapat prosedur bagaimana kegiatan dapat menjalankan suatu Kebijakan pelestarian merupakan bagian dari kegiatan manajemen dalam perpustakaan. Kebijakan pelestarian di perpustakaan perguruan tinggi bertujuan untuk melindungi kandungan informasi maupun media fisik bahan pustaka yang ada. Manajemen koleksi ialah kunci dari tanggung jawab seorang pustakawan. Koleksi dapat diartikan sebagai suatu bahan pustaka atau sejenisnya yang dikumpulkan, dikelola, dan diolah dengan kriteria tertentu. Karena tanpa dikelola dengan baik, maka koleksi akan tetap menjadi tumpukan atau kumpulan buku yang tidak ada Pada dasarnya perpustakaan memiliki bahan pustaka yang terbuat dari kertas atau disebut juga dengan karya cetak seperti buku, naskah, tabloid, majalah, buletin, surat kabar, peta, gambar, serial serta bahan cetakan Bahan pustaka tersebut sangat mudah rusak, mudahirapuh, mudahisobek, dan mudah terbakar. Kualitas suatu kertas akan mempengaruhi ketahanan kertas itu sendiri, kerusakan kertas tersebut juga tergantung pada kelembaban relatif dan suhu ruang penyimpanan, hingga tata cara penanganan yang salah dalam pemeliharaan. Bahan utama yang digunakan untuk membuat koleksi media kertas adalah selulosa. Bahan ini terdiri atas hidrogen, karbon, dan oksigen merupakan polisakarida stabil yang bertindak sebagai elemen yang terdapat pada dinding sel tumbuh-tumbuhan. Disamping selulosa, serat tumbuhan mengandung perekat, karbohidrat, dan lignin . ang secara alami akan menimbulkan asa. Kondisi asam juga dipengaruhi pada saat proses pembuatan kertas dengan penambahan beberapa bahan kimia seperti alum, rosin dan bahanbahan kimia lainnya yang menyebabkan kertas mudah asam, berubah warna serta menjadi rapuh. (Wirayati. Ayu dan Riyadi, 2014:. Karena tiap-tiap bahan pustaka mempunyai kegunaan yang spesifik dan masalah kerusakan yang berbeda, sehingga pelestarian bahan pustaka ini harus dimulai dengan persiapan yang matang serta memperhitungkan nilai, kegunaan dan resiko kerusakan pada bahan-bahan perpustakaan tersebut. Cara melestarikan bentuk fisik yaitu dengan mempetahankan bentuk asli maupun kandungan informasi bahan pustaka. Pergururan tinggi menetapkan rencana pengeluaran perpustakaan setiap tahunnya 5% dari rencana keuangan perguruan tinggi di luar pengembangan perpustakaan dan pengembangan fisik. (Darwanto et al, 2014: . Ketersediaan anggaran menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam kegiatan pelestarian. Perpustakaan perlu mengalokasikan anggaran untuk pengadaan fasilitas ataupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam kegiatan pelestarian bahan pustaka. Sumber anggaran kegiatan pelestarian ini dapat bersumber dari lembaga induk maupun dari pihak luar yang memiliki perhatian terhadap kegiatan pelestarian. Secara professional yang bertanggung jawab pada pelestarian bahan pustaka ialah pustakawan maupun Masing-masing memiliki kewajiban untuk melindungi bahwa setiap bahan pustaka dipelihara dalam kondisi yang layak dipakai oleh pemustaka. Masih langkanya pengetahuan tentang pelestarian bahan pustaka yang ada di Indonesia dan minimnya pelatihan-pelatihan serta sulitnya mendapatkan bahanbahan pendukung kegiatan pelestarian memerlukan perhatian khusus dalam rangka melestarikan hasil kebudayaan masyarakatnya. DOI: Lisensi: 68 Elfa Yunita. Yuldelasharmi. Muhammad Fadhli JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. Para konservator maupun pustakawan yang bergelut di dalam kegiatan pelestarian bahan pustaka sejatinya selalu berusaha mencari cara yang ideal untuk menangani kerusakan pada koleksi. Berbagai unsur faktor perusak bahan pustaka seperti kerusakan fisik, kerusakan oleh ulah tangan manusia, faktor biota . amur, serangga, dan hewan pengera. , bencana alam . anjir, kebakaran, dan longso. Adapun tujuan dari kegiatan pelestarian bahan pustaka antara lain: menyelamatkan nilai informasi dokumen, menyelamatkan fisik, mengatasi kendala, mempercepat perolehan informasi sehingga pemakaian bahan pustaka menjadi lebih efisien untuk diakses oleh pemustaka. Berkaitan dengan hal tersebut kewajiban dan tanggung jawab semua staf serta pegawai perpustakaan sangat dibutuhkan demi terlaksananya kegiatan preservasi bahan pustaka. Peranan yang paling penting dalam kegiatan pelestarian bahan pustaka ini yaitu pustakawan dan seluruh staf yang ada diperpustakaan. Secara rutin pustakawan melakukan kegiatan menjaga dan merawat koleksi agar terhindar dari kerusakan serta memperbaiki bahan pustaka sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi. Selanjutnya, pustakawan memberikan bimbingan kepada pemustaka untuk selalu menjaga dan memelihara koleksi seperti, tidak melipat koleksi, merobek, mencoretcoret dan mengotorinya sebagaimana tercantum dalam Al-QurAoan (Qs Ar Rum 30: . AEa aOIA Aa aI NA AE aI aI NA AacEEa NA A AaO Ea a aO Ea aA a aA aN a EAA a caA a a OaO EIA a Aa aI aEA AIa EaOA a A acEaOA a AaEOaaOCa aNI aA aAEa aEac aN I aO aaOIA Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari . perbuatan mereka, agar mereka kembali . e jalan yang bena. (Dapartemen Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahannya, 2017: . Dari ayat di atas telah memberikan gambaran kepada pemustaka agar tidak melakukan kerusakan terhadap bahan pustaka. Serta senantiasa untuk menjaga dan merawat bahan pustaka agar terhindar dari kerusakan sejak dini. Sehingga tujuan dari kegiatan pelestarian tetap tercapai yaitu menyelamatkan kandungan informasi dan bentuk fisik bahan pustaka. (AlJazairi, 2017:. Pelestarian bahan pustaka terdiri dua kegiatan pokok yaitu: pertama, melestarikan kandungan informasi yang direkam dengan cara mengalihkan ke bentuk lain, seperti pengalih bentukan karya cetak menjadi bentuk Kedua, melestarikan bentuk fisik asli koleksi dengan tindakan perbaikan atau restorasi yang dilakukan secara teliti dengan cara pelestarian, pengawetan dan perbaikan. Kegiatan pelestarian bahan pustaka di perpustakaan adalah kegiatan memelihara koleksi dari segala macam kerusakan baik itu kerusakan fisik yang disebabkan dari dalam . ataupun dari luar . lingkungan perpustakaan. Kerusakan yang berasal dari dalam . meliputi karakteristik bahan pustaka itu sendiri misalnya: kualitas kertas, kualitas perekat . em dan past. , senyawa asam dan tinta yang digunakan tidak bagus, sedangkan kerusakan yang berasal dari luar . misalnya: faktor suhu dan kelembaban, cahaya, faktor kimia, faktor biota, bencana alam dan manusia. Sementara itu, jika disimpan di tempat yang lembab, sinar matahari yang tidak stabil, bencana alam, dan polusi udara, bahan pustaka akan berubah menjadi kuning kecoklatan dan ditumbuhi Perubahan suhu yang terjadi di ruang penyimpanan juga dapat menyebabkan bahan pustaka menjadi rapuh akibat putusnya ikatan rantai polmer pada serat. Kondisi lingkungan terutama kondisi ruangan yang tidak memenuhi syarat juga dapat mempengaruhi kelestarian koleksi bahan pustaka. Selain kondisi penyimpanan yang memadai dan pengetahuan profesional pustakawan, pelestarian bahan pustaka juga harus mendapat kerjasama dan dukungan semua pihak dalam pengelolaan perpustakaan khususnya dalam pemeliharaan bahan pustaka. Jumlah pustakawan yang bertugas di Perpustakaan Institut Agama Islam Nasional Batusangkar adalah: Tabel 1. Data Pustakawan Perpustakaan IAIN Batusangkar No. Pendidikan Jumlah S-1 Perpustakaan 5 orang S-1 Non Perpustakaan 2 orang D-2. D-3 Ilmu Perpustakaan 2 orang D-3 Ilmu Komputer 1 orang SLTA bukan Ilmu Perpustakaan 1 orang Total 11 orang Kemampuan pustakawan untuk meningkatkan kemampuan perpustakaan dalam melestarikan bahan pustaka perlu dikaji secara khusus dalam penelitian Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mendeskripsikan berbagai kegiatan pelestarian yang dilakukan oleh perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pelestarian bahan pustaka di Perpustakaan Institut Agama Islam Nasional Batusangkar merupakan kegiatan yang perlu mendapat Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dengan Bapak Rusdi Aras. Pust selaku pustakawan DOI: Lisensi: 69 Elfa Yunita. Yuldelasharmi. Muhammad Fadhli JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. di Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar pada 22 Februari 2021, menjelaskan bahwa terdapat 200 eksemplar koleksi bahan pustaka yang belum ditangani disebabkan oleh kurangnya sarana prasarana dalam melakukan kegiatan pelestarian bahan pustaka diantaranya: mesin jilid tidak ada, mesin photocopy tidak ada dan mesin press yang sedang mengalami kerusakan, dengan keadaan tersebut mengakibatkan belum optimalnya pelaksanaan pelestarian bahan pustaka. Kegiatan pelestarian bahan pustaka di Perpustakaan IAIN Batusangkar berpedoman kepada SOP pelestarian bahan pustaka. Peneliti juga melakukan wawancara dengan Bapak Rusdi Aras. Pust selaku pustakawan di perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar pada 4 Maret 2021, mengenai tingkat kerusakan koleksi bahwa buku yang sering dipinjam dan tidak dijaga dengan baik. Kejadian ini dapat dilihat dari sebagian pustaka yang sudah rusak dan masih tetap digunakan oleh pemustaka. Kerusakan yang peneliti temui yaitu kerusakan jilidan, kerusakan sampul, kerusakan punggung buku, terlepasnya lembaran buku, mencoret-coret buku dengan menggaris bawahi buku dengan bermacam warna tinta, merobek bagian halaman tertentu, melipat bagian buku yang dianggap penting sehingga mempercepat kerusakan buku. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara, observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan IAIN Batusangkar Jl. Jendral Sudirman No. Limo Kaum. Kabupaten Tanah Datar. Sumatera Barat 27217. Hasil dan Pembahasan Penerapan Fungsi Manajemen Pelestarian Bahan Pustaka