Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Penguatan Karakter Baik Peserta Didik Melalui Kegiatan Budaya Mangupa Dalam Proses Pembelajaran Tutor di SAS English Laboratory Abdul Marif1. Syarifah Ainy Rambe2. Husrin Konadi3. Asnarni Lubis4 Porgram Studi Pendidikan Kewarganegaran. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam. Institut Agama Islam Negeri. Takengon. Indonesia Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia Korespondensi: abdulmarif@umnaw. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SAS English Laboratory, sebuah lembaga non-formal yang fokus pada pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan ini melibatkan 12 orang tutor yang selama ini aktif mengajar, namun belum mengintegrasikan penguatan karakter peserta didik sebagai nilai tambah dalam proses pembelajaran. Padahal, penguatan karakter melalui olah rasa sangat penting dalam membentuk kepribadian peserta didik yang tangguh secara emosional dan sosial. Permasalahan ini ditangani melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu sosialisasi, penerapan IPTEK, dan pelatihan penyusunan rubrik pendidikan karakter. Pelatihan ini secara khusus mengangkat nilai-nilai budaya Mangupa, yang menekankan pentingnya toleransi, saling menghormati, rasa percaya diri, serta kemampuan berkomunikasi sebagai fondasi karakter baik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para tutor dapat menyusun rubrik penilaian karakter dan menerapkannya dalam proses belajar-mengajar. Rubrik ini berperan penting dalam mengurangi risiko peserta didik menjadi korban perundungan, baik di lingkungan pembelajaran maupun sosial. Wawancara mendalam mengungkapkan bahwa para tutor sangat mendukung adanya penilaian karakter, meskipun dijalankan di lembaga non-formal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dapat diintegrasikan secara efektif dalam pendidikan bahasa Inggris. Kata kunci: Pendidikan Karakter. Mangupa. Evaluasi Pembelajaran. Olah Rasa Abstract This community service program was conducted at SAS English Laboratory, a non-formal educational institution focused on English language instruction. The program involved 12 tutors who were actively engaged in teaching, yet had not integrated character development as an added value in their instructional process. Character strengtheningAi especially through emotional cultivation . lah ras. Aiis essential for shaping learners with strong emotional and social resilience. To address this issue, the program was implemented through three main stages: socialization, application of science and technology (IPTEK), and training on designing character education rubrics. The training incorporated the cultural wisdom of Mangupa, which emphasizes mutual tolerance, respect, self-confidence, and effective communication as core values of good character. As a result, the tutors were able to develop and apply character assessment rubrics in their teaching practices. These rubrics serve as a tool to reduce the likelihood of students becoming victims of bullying, both in educational and social environments. In-depth interviews revealed that the tutors fully supported the implementation of character assessment, even within a non-formal educational context. This program demonstrates that character education rooted in local culture can be effectively integrated into English language teaching. Keywords: Character Education. Mangupa. Learning Evaluation. Empathy Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebuah non-formal bernama SAS English Laboratory, yang berlokasi di Jalan Bilal No. Medan. Lembaga ini bergerak dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris dan telah aktif memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat dengan pendekatan komunikatif dan aplikatif. Saat ini. SAS English Laboratory memiliki 12 orang tutor yang secara rutin terlibat dalam proses pengajaran kepada peserta didik dari berbagai jenjang usia. Namun demikian, permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah belum karakter yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan perkembangan peserta didik, khususnya generasi Z. Para tutor telah menjalankan proses pembelajaran bahasa Inggris secara fungsional, namun penguatan karakter dalam kegiatan pembelajaran, baik secara eksplisit melalui tujuan pembelajaran, maupun secara sistematis melalui penilaian. Hal ini menjadi krusial mengingat generasi kemampuan bahasa sebagai alat komunikasi global, tetapi juga perlu dibekali dengan nilai-nilai karakter seperti empati, toleransi, kejujuran, rasa beradaptasi secara sosial. Ketiadaan karakter menyebabkan ketidakterukuran dalam perkembangan afektif peserta didik, serta menghambat peran lembaga non-formal sebagai agen pendidikan Selain itu, tutor juga belum pendampingan khusus dalam menyusun indikator karakter yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Oleh karena itu, diperlukan sebuah program penguatan kapasitas Vol. 9 No. Mei 2025 tutor dalam menyusun dan menerapkan rubrik penilaian karakter berbasis kearifan lokal yang relevan, guna mendukung pembelajaran yang utuh dan berdampak jangka panjang bagi perkembangan generasi muda. Sebagai permasalahan mitra yang belum memiliki rubrik penilaian karakter yang relevan bagi generasi Z, kegiatan pengabdian masyarakat ini mengadopsi pendekatan budaya lokal, yakni Mangupa. Mangupa merupakan tradisi dalam masyarakat Batak Mandailing yang bermakna memberi makan kepada seseorang yang dilakukan oleh keluarga terdekat, dengan maksud tertentu yang sarat makna simbolik dan spiritual. Dalam pelaksanaannya, individu yang menyampaikan kata-kata bijak dan doa sebagai bentuk dukungan emosional dan spiritual kepada penerima upah-upah. Dengan demikian. Mangupa bukan sekadar praktik kuliner tradisional, melainkan media komunikasi nilai, moral, dan penguatan karakter dalam konteks kekeluargaan dan kultural. Tradisi Mangupa juga melibatkan unsur simbolik melalui jenis hidangan atau pangupaan yang disediakan, yang memiliki tingkatan dan makna yang Menurut Nalobi . , terdapat tiga bentuk pangupa. Pertama. Pangupaan Kecil . angalo-alo tond. , biasanya dilakukan dalam lingkup keluarga kecil pada momen tertentu seperti ulang tahun, memulai sekolah, atau setelah sembuh dari sakit. utamanya adalah telur ayam sebagai simbol awal kehidupan. Kedua. Pangupaan Manuk, yaitu pangupa sedang yang menggunakan ayam sebagai simbol doa dan keberanian, diberikan pada momen penting seperti akan berangkat haji, pindah rumah, atau menyambut anggota keluarga baru. Ketiga. Pangupaan Besar, digunakan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pada acara adat besar seperti pernikahan Horja Godang, dengan hidangan kepala kerbau atau kambing, dan melibatkan para tokoh adat sebagai penyampai pesan moral dan restu dalam forum budaya yang formal. Pendekatan berbasis budaya Mangupa ini digunakan sebagai kerangka dalam merancang rubrik penilaian karakter yang kontekstual dan Nilai-nilai yang terkandung dalam Mangupa, seperti rasa hormat, toleransi, rasa percaya diri, tanggung berkomunikasi yang beretika, dapat diadaptasi dalam indikator karakter yang sesuai untuk generasi Z. Oleh karena itu, pelatihan penyusunan rubrik kearifan lokal ini diharapkan dapat menjadi inovasi dalam penguatan karakter peserta didik, meskipun berada dalam konteks lembaga pendidikan nonformal. Pendekatan ini membuktikan bahwa budaya lokal tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga sumber nilai pendidikan yang relevan dan Vol. 9 No. Mei 2025 Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam tiga tahap utama. Tahap pertama adalah sosialisasi, yang bertujuan memperkenalkan urgensi penguatan karakter dalam pendidikan, khususnya di lembaga non-formal. Tahap kedua adalah penerapan IPTEK, yaitu transfer pengetahuan tentang konsep dasar penilaian karakter, indikator yang relevan, serta pengintegrasian nilai-nilai budaya Mangupa ke dalam rubrik Tahap ketiga adalah pelatihan penyusunan rubrik, di mana para tutor dibimbing secara langsung untuk menyusun dan menguji coba rubrik karakter yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Seluruh kegiatan ini berlangsung secara partisipatif dan berbasis diskusi aktif antara fasilitator dan peserta. Untuk mengetahui efektivitas menggunakan dua instrumen utama. Pertama, instrumen wawancara semiterstruktur digunakan untuk menggali respon kualitatif dari peserta mengenai pemahaman dan pandangan mereka terhadap pentingnya penilaian karakter. Kedua, angket dengan skala Likert digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan program dari aspek peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta dalam menyusun serta menerapkan rubrik karakter. Data yang diperoleh dianalisis secara keberhasilan dan potensi pengembangan program serupa di masa mendatang. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara langsung . atap muk. pada bulan Desember 2024 di lokasi mitra, yaitu SAS English Laboratory. Medan. Kegiatan dirancang berdasarkan hasil identifikasi permasalahan dari studi pendahuluan tim pelaksana, yang menunjukkan bahwa tutor di lembaga ini belum memiliki perangkat rubrik penilaian karakter yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik generasi Z. Oleh karena itu, kegiatan dirancang secara terstruktur untuk tidak karakter berbasis kearifan lokal. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian masyarakat yang mengangkat budaya Mangupa sebagai pendekatan dalam penyusunan rubrik penilaian karakter di SAS English Laboratory menunjukkan hasil yang Pendekatan ini dinilai efektif karena mengintegrasikan nilai-nilai lokal seperti toleransi, rasa hormat. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) tanggung jawab, dan kepercayaan diri dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Tradisi Mangupa dipandang relevan untuk generasi Z karena tidak hanya menyampaikan makna simbolik melalui makanan adat, tetapi juga menyisipkan pesan moral dan semangat kolektif dari komunitas kepada individu. Hal ini menjadi dasar konseptual dalam membentuk indikator karakter yang aplikatif dan bermakna dalam konteks lembaga non-formal. Keberhasilan implementasi rubrik penilaian karakter berbasis Mangupa dapat dilihat dari hasil evaluasi melalui angket dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa setiap pelaksanaanAimeliputi kemampuan menyusun rubrik, dan pembelajaranAimengalami peningkatan yang signifikan. Tutor yang sebelumnya belum pernah menyusun rubrik karakter, kini mampu mengembangkan dan menerapkannya secara mandiri dengan mempertimbangkan aspek budaya lokal. Evaluasi menggunakan model pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang dihitung menggunakan rumus N-Gain. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,7 diperoleh dari hasil perbandingan skor pretest dan posttest peserta dalam tiga indikator utama tersebut. Berdasarkan interpretasi kriteria N-Gain, angka tersebut berada dalam kategori sangat baik, yang menunjukkan bahwa program pelatihan ini sangat efektif dalam meningkatkan kapasitas tutor. Selain menunjukkan bahwa para tutor merasa lebih percaya diri dalam menilai karakter peserta didik, serta mengakui bahwa pendekatan berbasis Mangupa membantu mereka memahami makna karakter secara lebih kontekstual dan Vol. 9 No. Mei 2025 Keberhasilan ini menguatkan bahwa integrasi budaya lokal dalam penilaian karakter dapat menjadi inovasi strategis dalam pendidikan non-formal. Hal ini sesuai dengan hasil dari pada penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwasannya masyrakat mandailing masih banyak yang menggunkan mangupa sebagai akses dalam meningkatkan komunikasi sosial dalah kehidupan sehari-hari. Mangupa yang merupakan salah satu adat istiadat yang bnayk digunakan oleh masyarakat daerah masih di pergunakan juga oleh masyrakat modren yang tinggal di perkotaan, hal ini dapat terlihat dari masyarakt yang tinggal di perkotaan khussnya di jlan pelajar masih berkomunikasi dan menyampaikan nasehat, tidak hanya dalam acara besar seperti menikah namun hal tersebut juga dilakukan dalam hal biasa seperti masuk sekolah pada hari pertama dan usia pertambahan umur. Pada masyarakat amndailing, keluarga yang akn memiliki anggota baru akan diberi indahan naitukkus yang merupakan nasi upah-upah, ketika nasi tersebut diantarkan oleh orang tua perempuan, orang tua peremuan tersebut akan memberikn kata-kata yang berupa, nasehat, doa dan harapan sehingga ibu dan calon bayi sehat selalu. Hal tersebut juga masih dilakukan oleh keluarga mandailing yang tinggal di perkotaan khususnya di daerah jalan pelajar tempat diman penelitian ini Hal ini membuktikan khususnya upah-upah masih dilakukan oleh sebagian besar keluarga mandailing yang tinggal di perkotaan. Dan upahupah memiliki hubungan yang erat dengan penggunaan komunikasi sosial didalam kehidupan keluarga atau Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Technology Information Social Sciences and Health, 2. , 570-573. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan disimpulkan bahwa pendekatan budaya Mangupa sebagai dasar penyusunan rubrik penilaian karakter terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas tutor di SAS English Laboratory. Melalui tahapan sosialisasi, penerapan IPTEK, dan pelatihan, tutor tidak hanya karakter dalam pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga mampu menyusun dan menerapkan rubrik penilaian berbasis nilai-nilai lokal seperti toleransi, rasa hormat, dan kepercayaan Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap indikator pelaksanaan dengan nilai NGain sebesar 0,7 dalam kategori sangat Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan non-formal dapat menjadi solusi inovatif dalam membentuk karakter peserta didik yang tangguh dan berdaya saing. Marif. Konadi. , & Burbana. Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Mereduksi Perilaku Bullying. Syifaul Qulub: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 5. , 11-20. Marif. The impact of using European Journal of Education Studies, 8. Maydani. Husna. Dalyanto, , & Marif. Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Kelas Vi Di Smp Yayasan Gema Bukit Barisan Kecamatan Tanjung Morawa. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11. , 212219. Marif. Markusip: Suatu Perubahan Pola Hubungan MudaMudi Menuju Jenjang Perkawinan Di Sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Tapanuli Selatan (Doctoral UNIMED). REFERENSI