POLAASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE ANAK USIA 3 Ae 5 TAHUN Dewi Anika Putri Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Sarjana Keperawatan dewiannika08@gmail. Kurnia Wijayanti Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Sarjana Keperawatan Kurnia@unissula. Nopi Nur Khasanah Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Sarjana Keperawatan Nopi. khasanah@unissula. *Corresponding author ABSTRAK Penduhuluan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri . ersonal hygien. pada usia 3 Ae 5 Latar belakang penelitian ini menekankan peran krusial pola asuh orang tua dan membentuk kemandirian anak, khususnya dalam hal kebersihan diri. Hal ini terutama penting bagi anak usia prasekolah, yang lebih rentan terhadap penyakit jika kemandirian dalam menjaga kebersihan diri tidak diajarkan dan diterapkan dengan baik. Metode: pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Desain pendekatan cross sectional. Data dalam peneliatian ini merupakan kategorik sehingga analisis data dalam penelitian menggunakan uji rank spearman. Sampel penelitian melibatkan 60 responden yang dipilih melalui teknik total sampling di TK Dharma Wanita Pati. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner kemandirian personal hygiene anak. Hasil: hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian diri personal hygiene anak . value = 0,000. r = 0,. Sebagian besar responden . ,6%) menerapkan pola asuh demokratis, dengan cukup mandiri 25 . ,7%) dan mandiri 14 . ,2%). Hubungan dalam penelitian ini menegaskan bahwa semakin tepat pola asuh orang tua yang diterapkan kepada anak, akan menjadikan anak semakin mandiri dalam melakukan personal hygiene. Kesimpulan: Penelitian ini menyatakan bahwa untuk menjadikan anak mandiri dalam perilaku personal hygiene dibutuhkan peranan orang tua terutama dalam pola asuh pada anak yang memiliki usia prasekolah, demi mendukung tumbuh kembang anak. Kata Kunci: Pola Asuh. Kemandirian Personal hygiene. Anak Prasekolah. ABSTRACT Introduction This study aims to analyze the relationship between parental parenting patterns and children's independence in maintaining personal hygiene at the age of 3 - 5 The background to this research emphasizes the crucial role of parenting styles and shaping children's independence, especially in terms of personal hygiene. This is especially important for preschool-age children, who are more vulnerable to disease if independence in maintaining personal hygiene is not taught and implemented properly. Method: the approach in this study used quantitative method with design cross sectional approach. The ISSN : 2502-1524 Page | 140 Dewi Anika Putri dkk: Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia 3 Ae 5 Tahun data in this study is categorical, so the data analysis in the study uses the spearman rank test. The research sample involved 60 respondents who were selected through total sampling technique at Dharma Wanita Pati Kindergarten. Data collected using parenting questionnaire and personal hygiene independence questionnaire. Results: the results showed a significant correlation between parenting patterns and children's personal hygiene self-efficacy . value = 0. r = 0. Most respondents . 6%) applied democratic parenting, with the category of less independent children 1 . 7%), moderately independent 25 . 7%) and independent 14 . 2%). The relationship in this study confirms that the more appropriate parenting patterns applied to children, the more independent children will be in performing personal hygiene. Conclusion: This study states that to make children independent in personal hygiene behavior, the role of parents is needed, especially in parenting children who have preschool age, in order to support child development. Keywords: Parenting. Personal hygiene Independence. Preschool Children. PENDAHULUAN Personal hygiene merujuk pada tindakan yang dilakukan oleh individu untuk menjaga kebersihan diri guna mencegah penyakit (R. Putri & Maemunah, 2. Kemandirian anak prasekolah dalam menjaga kebersihan diri dapat dilihat melalui aktivitas sehari-hari seperti menggosok gigi, mencuci tangan, menggunakan toilet sendiri, mandi, dan berpakaian sendiri (Antiani, 2. Kurangnya perhatian terhadap kebersihan diri dapat mengakibatkan berbagai penyakit pada anak, seperti diare, cacingan, infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan karies gigi (Zuliyanti & Setiawati, 2. Menurut Survei Status Gizi Indonesia 2021, prevalensi diare pada balita mencapai 9,8%. Data nasional menunjukkan bahwa diare masih menjadi penyebab utama sakit dan kematian pada balita dibandingkan dengan penyakit lainnya. (Kemenkes RI, 2. Pola asuh adalah elemen penting dalam pembentukan karakter anak. Sikap orang tua terhadap anak berperan sebagai teladan yang krusial bagi perkembangan anak, karena anak cenderung meniru dan mengikuti perilaku dari lingkungan terdekatnya. Keterbukaan orang tua terhadap anak juga sangat penting untuk mencegah perilaku negatif (Adawiah, 2. Pola asuh yang tepat memiliki dampak besar terhadap tingkat kemandirian anak. Penelitian yang dilakukan oleh Zuliyanti & Setiawati . menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri, terutama pada anak prasekolah yang menerapkan pola asuh demokratis. ISSN : 2502-1524 Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada 30 September 2024 di TK Dharma Wanita Pati, diperoleh data mengenai total populasi sebanyak 60 anak berusia 3 hingga 5 Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa ada siswa yang tidak terbiasa mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain, beberapa siswa memiliki kuku yang panjang dan kotor, serta gigi dan mulut yang tidak Umur orang Frequency Presentase % 21-30 Tahun >31 Tahun Total terjaga kebersihannya. Selain itu, ada siswa yang belum dapat melakukan BAB/BAK di toilet secara mandiri, dan rambut mereka juga tidak tersisir rapi. Hal ini menunjukkan adanya potensi masalah dalam kemandirian diri terkait kebersihan pribadi pada anak. Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua memiliki peran penting dalam perkembangan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri. Dengan melihat permasalahan dari pentingnya pola asuh orang tua dengan kemandirian diri anak dalam personal hygiene, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Diri Personal hygiene Anak Prasekolah di TK Dharma Wanita PatiAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode yang melibatkan pengumpulan dan analisis data (Jailani, 2. Desain penelitian ini menerapkan pendekatan cross sectional, yang bertujuan untuk mengidentifikasi Page | 141 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 10 Nomor 1 Maret Tahun 2025 Halaman :140 - 146 hubungan antara variabel independen . ola asu. dan variabel dependen . emandirian dalam menjaga kebersihan dir. melalui observasi, dengan pengumpulan data pada satu titik waktu (Abduh et al. , 2. Populasi yang diteliti terdiri dari semua orang tua yang memiliki anak berusia 3 hingga 5 tahun di TK Dharma Wanita Pati, berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pola asuh orang tua . toriter, demokratis, atau permisi. serta kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri, dan analisis dilakukan dengan uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar Penelitian ini diharapkan dapat mendorong keluarga untuk menjalankan peran mereka dengan baik dalam mendukung perkembangan anak agar dapat mandiri dalam menjaga kebersihan diri. Pekerjaan Orang Tua Frequency Presentase % Tidak Berkerja Berkerja Total HASIL DAN PEMBAHASAN ANALISIS UNIVARIAT Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan masing-masing variabel yang Dalam penelitian ini, analisis univariat presentase untuk variabel-variabel seperti usia orang tua, usia anak, jenis kelamin anak dan pekerjaab orang tua. Umur Anak Tabel 4. 1 Distribusi frekuensi menurut umur anak responden (N= . Pada tabel 4. 1 menunjukkan responden terbanyak memiliki anak 5 tahun dengan 34 responden . ,7%). Umur Orang Tua Tabel 4. 2 Distribusi frekuensi menurut umur orang tua responden (N= . Pada tabel 4. 2 menunjukkan responden terbanyak memiliki Usia 21-30 tahun, yaitu sebanyak 51 orang . %). Jenis Kelamin Anak Tabel 4. 3 Distribusi frekuensi menurut jenis kelamin responden (N= . Jenis Kelamin ISSN : 2502-1524 Frequency Presentase Perempuan Laki-laki Total Pada tabel 4. 3 menunjukkan responden terbanyak memiliki anak berjenis kelamin perempuan dengan 35 responden . ,3%). Pendidikan Orang Tua Tabel 4. 4 Distribusi frekuensi menurut pendidikan orang tua responden (N= . Pendidikan Frequency Presentase % Orang Tua SMP SMA Perguruan Tinggi Total Pada tabel 4. 4 menunjukkan pendidikan terakhir responden terbanyak adalah tingkat SMA dengan jumlah responden 45 . %). Pekerjaan Orang Tua Tabel 4. 5 Distribusi frekuensi menurut pekerjaan orang tua responden (N= Pada tabel 4. 5 menunjukkan responden terbanyak yaitu bekerja dengan 45 responden . %). Pola Asuh Orang Tua Umur Anak Frequency Presentase % 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun Total Tabel 4. 1 Distribusi frekuensi menurut pola asuh orang tua responden (N=. Pola Asuh Frequency Presentase % Otoriter Demokratis Permisif Total Pada Tabel 4. 6 Menunjukan Responden terbanyak yaitu menggunakan Pola Asuh Demokratis sebanyak 40 orang . ,7%) Kemandirian Personal hygiene Tabel 4. 7 Distribusi frekuensi menurut perilaku personal haygiene responden (N=. Page | 142 Dewi Anika Putri dkk: Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia 3 Ae 5 Tahun Pada Tabel 4. 7 Hasil dari penelitian diatas Menunjukan perilaku personal hygiene yaitu 26 orang . ,4%) dengan anak cukup mandiri ANALISIS BIVARIAT Hasil analisa bivariat selanjutnya digunakan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dan kemandirian diri personal hygiene Anak Usia 3 Ae 5 Tahun Di Tk Dharma Wanita Pati dengan uji statistik Spearmen rho dengan penggabungan sel sebagai berikut: Tabel 4. 8 Hasil uji Spearman rho penggabungan pada Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian diri Personal hygiene (N=. Hasil penelitian yang menggunakan analisis korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai p sebesar 0,000, yang berada di bawah 0,05 . ,000 < 0,. Ini mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri. Nilai koefisien korelasi yang ditemukan adalah 0,617, yang menunjukkan adanya korelasi yang kuat dan bermakna antara kedua variabel tersebut. Koefisien korelasi yang positif menunjukkan hubungan searah, yang berarti semakin baik pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, semakin tinggi pula tingkat kemandirian anak dalam hal personal hygiene PEMBAHASAN Karakteristik Responden Umur Anak Umur didefinisikan sebagai durasi hidup atau keberadaan seseorang yang diukur dari saat lahir hingga waktu tertentu. Pada anak usia dini, khususnya di Taman Kanak-Kanak (TK), rentang umur biasanya antara 4 hingga 6 tahun, dengan sebagian besar anak berusia 5 tahun (Priyono et al. , 2. Sebanyak 34 anak . ,7%) berusia 5 tahun, menjadikannya kelompok umur yang paling dominan di lingkungan Taman Kanak-Kanak (TK). Usia ini dianggap sebagai fase perkembangan yang optimal dalam berbagai aspek, termasuk kognitif, sosial, dan emosiona. (Nurliana et al. Umur Orang Tua Usia orang tua berpengaruh terhadap peran pola asuh yang diterapkan pada anak. Usia dapat menjadi indikator keberhasilan penerapan pola asuh, karena pada usia dewasa individu telah mencapai kematangan dalam ISSN : 2502-1524 Perilaku Personal Haygiene Frequency Kurang Presentase Mandiri Cukup Mandiri Mandiri Total berpikir dan bersiap, yang mmpengaruhi cara merka mendidik anak. (Miyati et al. , 2. Sebagian besar orang tua responden yang Perilaku Personal Haygiene Kurang MandiriCukup Mandiri Total Mandiri Asuh Demokratis Total Pola Otoriter Permissif berada dalam rentang 21-30 tahun tergolong dalam kategori usia muda dan berda pada tahap dewsa awal, dimana individu umumnya telah mencapai kematangan dalam cara berpikir Jenis Kelamin Anak jenis kelamin anak menunjukkan bahwa dari total 60 responden, mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 35 anak . ,3%). Hal ini sejalan dengan data populasi di menunjukkan jumlah siswa perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Pendidikan Orang Tua Tingkat pendidikan ibu sangat penting dalam pola asuh yang diterapkan kepada anak. Ibu dengan pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai praktik pengasuhan yang efektif, termasuk dalam membentuk kebiasaan personal hygiene pada anak. Mayoritas pendidikan ibu memiliki pendidikan setingkat SMA. Pekerjaan Ibu Mayoritas ibu dalam penelitian bekerja. Pekerjaan ibu dapat mempengaruhi pola asuh yang diterapkan dalam keluarga. Ibu yang bekerja sering menghadapi tantangan dalam Page | 143 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 10 Nomor 1 Maret Tahun 2025 Halaman :140 - 146 membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan anak, yang dapat berdampak pada kualitas interaksi dengan anak. ibu yang bekerja memiliki waktu interaksi yang lebih sedikit dengan anak, sehingga perlu menerapkan pola asuh yang tepat agar tumbuh kembang anak tetap optimal (Maulidiyah et al. Pola Asuh Mayoritas ibu responden menerapkan pola asuh demokratis. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu cenderung memilih pendekatan demokratis dalam mengasuh anakanak mereka. Pola asuh demokratis ditandai dengan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, di mana anak diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, namun tetap dalam batasan dan aturan yang ditetapkan oleh orang tua. Pendekatan ini dianggap efektif dalam membentuk kemandirian dan tanggung jawab pada anak (Sukaisih et al. , 2. Kemandirian Personal hygiene World Health Organization (WHO) . menjelaskan bahwa kebersihan atau hygiene merujuk pada tindakan yang dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran Personal hygiene atau kebersihan diri adalah upaya untuk merawat diri sendiri, yang mencakup pemeliharaan kebersihan berbagai bagian tubuh seperti rambut, mata, hidung, mulut, gigi, dan kulit (Nurudeen dan Toyin. Berdasarkan hasil penelitian, distribusi kemandirian dalam menjaga kebersihan diri menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki tingkat kemandirian yang cukup, yaitu sebanyak 26 orang . ,4%) dari total 60 responden yang terlibat dalam penelitian ini. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Personal hygiene Anak Usia 35 Tahun di TK Dharma Wanita Pati Uji korelasi digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel, dan dalam penelitian ini, jenis korelasi yang diterapkan adalah korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p . ,000 < 0,. , yang berarti hipotesis nol (H. dapat ditolak, menandakan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan kemandirian dalam menjaga kebersihan diri pada anak usia 3-5 tahun di TK Dharma Wanita Pati. Penelitian ini menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,617, yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian anak. Nilai koefisien korelasi yang positif menunjukkan bahwa hubungan tersebut bersifat searah. ISSN : 2502-1524 Berdasarkan hasil penelitian, hubungan antara pola asuh orang tua dan perilaku kebersihan diri pada anak usia sekolah menunjukkan bahwa mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis, dan sebagian besar anak menunjukkan perilaku kebersihan diri yang tergolong cukup baik, yaitu sebanyak 28 orang. Perbandingan Hasil Penelitian dengan Penelitian Terdahulu Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian personal hygiene anak usia 3-5 tahun dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,617 yang menunjukkan hubungan kuat. Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu yang mengkaji hubungan serupa pada populasi anak Penelitian Widayanti. Prastyawati, & Tlonaen . di TK Bunga Pertiwi menunjukkan hasil yang konsisten dengan penelitian ini, dimana mayoritas responden . %) menerapkan pola asuh demokratis dan sebagian besar anak . %) memiliki kemandirian personal hygiene yang baik. Hasil uji Spearman Rank dalam penelitian tersebut menunjukkan hubungan positif dengan p < . = 0,. dan koefisien korelasi 0,636, yang mengindikasikan tingkat hubungan yang tinggi antara pola asuh orang tua dengan kemandirian personal hygiene anak prasekolah. Konsistensi hasil juga ditemukan dalam penelitian Fatimah . di TK Pertiwi 01 Poncowarno yang melibatkan 65 Penelitian tersebut menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan desain cross-sectional dan menunjukkan bahwa 44 responden . ,7%) menerapkan pola asuh demokratis dengan 50 anak . ,9%) mencapai tingkat kemandirian yang baik. Analisis chi-square p-value 0,003, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene. Temuan ini memperkuat hasil penelitian saat ini, khususnya dalam menunjukkan superioritas pola asuh demokratis dalam membentuk kemandirian Penelitian Rachman & Rahmadani . di Al Khoiriyah Kindergarten Klareyan memberikan perspektif tambahan dengan fokus pada periode pandemi. Meskipun dilakukan dalam konteks yang berbeda, penelitian tersebut menunjukkan korelasi sebesar 0,470 dengan nilai signifikansi 0,009 < 0,05, yang Page | 144 Dewi Anika Putri dkk: Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia 3 Ae 5 Tahun mengindikasikan hubungan positif dan searah antara pola asuh dengan kemandirian personal hygiene anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini juga menerapkan pola asuh dalam kategori sangat baik, dengan mayoritas anak . %) memiliki tingkat kemandirian personal hygiene dalam kategori sedang. Meskipun koefisien korelasi lebih rendah dibandingkan penelitian saat ini, arah hubungan yang positif tetap konsisten. Analisis meta-analisis yang dilakukan oleh Mahmudatunnisa. Tariza. Hanifah, & Fidrayani . memberikan gambaran komprehensif dari 20 studi tentang pengaruh pola asuh terhadap kemandirian anak usia dini. Hasil analisis menunjukkan variasi koefisien korelasi yang berkisar dari 0,002 hingga 0,674, dengan pola asuh authoritative atau demokratis menunjukkan korelasi tertinggi sebesar 0,674. Temuan ini mendukung hasil penelitian saat ini yang menunjukkan dominasi pola asuh ,7% membentuk kemandirian anak. Meta-analisis tersebut juga mengidentifikasi bahwa pola asuh permisif menunjukkan korelasi yang sangat rendah . , yang konsisten dengan temuan penelitian ini dimana hanya 10% responden menerapkan pola asuh permisif. Meskipun terdapat konsistensi dalam arah hubungan, beberapa perbedaan dalam kekuatan korelasi dapat dijelaskan oleh faktor metodologi dan karakteristik sampel. Penelitian saat ini menggunakan uji Spearman Rank dengan sampel 60 responden dan menunjukkan korelasi 0,617, sementara penelitian Widayanti et al. dengan 30 responden menghasilkan korelasi 0,636. Perbedaan ukuran sampel dan karakteristik demografis, seperti tingkat pendidikan orang tua dan lokasi penelitian, dapat mempengaruhi kekuatan hubungan yang ditemukan. Penelitian Rachman & Rahmadani . yang dilakukan selama pandemi menunjukkan korelasi lebih rendah . , yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti perubahan rutinitas dan stress yang dialami keluarga selama masa Temuan penelitian ini juga mendukung teori perkembangan anak yang menekankan pentingnya pola asuh dalam membentuk Sebagaimana dikemukakan dalam penelitian Mahmudatunnisa et al. , pola asuh yang memberikan kombinasi antara keseimbangan menunjukkan pengaruh yang ISSN : 2502-1524 sangat signifikan terhadap kemandirian anak. Hal ini sejalan dengan karakteristik pola asuh demokratis yang ditemukan dominan dalam penelitian saat ini, dimana orang tua memberikan struktur yang dibutuhkan anak untuk merasa aman namun juga memberikan kebebasan yang cukup untuk mengembangkan kemampuan mandiri dalam personal hygiene. SIMPULAN Kesimpulan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan kemandirian dalam menjaga kebersihan diri pada anak usia 3-5 tahun di TK Dharma Wanita Pati. Pola asuh demokratis terbukti lebih mendukung perkembangan kemandirian kebersihan diri anak, di mana sebagian besar anak dengan tingkat kemandirian yang baik berasal dari orang tua yang menerapkan pola asuh ini. Penelitian ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung kemandirian kebersihan diri anak melalui gaya pengasuhan yang mereka terapkan. UCAPAN TERIMA KASIH